Cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya membuat Week In Review, sekarang sudah harus menulis Week In Review lagi. Entah mengapa, dahulu sewaktu masih kecil, 1 minggu itu terasa lama sekali. Kini, dengan bertambahnya usia, 1 minggu berlalu dalam sekelebat mata.
Ok, cukup sudah ‘ngelantur’-nya… back to business…. Dari negeri seberang, ada beberapa berita yang menarik bagi saya di minggu ini.
Berita menarik yang pertama adalah mengenai meningkatnya tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Pada bulan July yg baru lalu ini, pengangguran di negeri paman Sam ini mencapai tingkat 5,7%, angka tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Antara bulan Januari hingga July ini telah tercatat 463.000 orang kehilangan pekerjaannya. Angka ini kemungkinan besar masih akan terus bertambah di tahun ini, karena banyak perusahaan yang sedang giat melakukan ‘efisiensi’ sehingga mengurangi tenaga kerjanya, sedangkan pertumbuhan ekonomi USA sendiri diperkirakan akan semakin melambat (shg penciptaan lapangan kerja baru akan minim).
Dalam kaitannya dengan hal ini, ada suatu hal yang perlu kita sadari. Orang yang kehilangan pekerjaannya, umumnya akan cenderung mengurangi konsumsinya secara drastis (bahkan jika misalnya ia mempunyai cukup banyak uang utk dibelanjakan). Oleh karena itu, 8,8 juta penduduk USA yang tidak mempunyai pekerjaan (data dari Bureau of Labor Statistics) bisa disamakan dengan 8,8 juta orang yang ’stop’ berbelanja (kecuali utk kebutuhan pokok). Ini tentunya mempunyai pengaruh yang tidak kecil di dalam perekonomian, terlebih lagi mengingat perekonomian USA sangat tergantung kepada konsumsi masyarakatnya.
Selain mempengaruhi konsumsi secara langsung spt yg saya tulis di atas, data pengangguran tersebut juga bisa mempengaruhi tingkat konsumsi secara tidak langsung. Ketika ekonomi sedang dipenuhi oleh berita buruk spt ini, para konsumen yang tidak kehilangan pekerjaannya (tidak menganggur) pun akan ‘terpengaruh’. Sebagian dari mereka akan menjadi ‘was-was’ dan juga ikut mengurangi tingkat konsumsinya utk ‘berjaga-jaga’. Ini bisa mengakibatkan konsumsi masyarakat semakin menurun, sehingga dunia usaha semakin terpukul dan (skenario terburuk) kembali melakukan ‘efisiensi’ tenaga kerja (sehingga terjadi semacam ‘lingkaran setan).
Perkembangan masalah tenaga kerja ini semakin membuat rumit ‘PR’ sang pimpinan The Fed, Ben Bernanke. Di satu sisi dia perlu mendorong pertumbuhan ekonomi (dgn cara menurunkan suku bunga) utk menyerap tenaga kerja , tetapi jika ini dilakukan maka ancaman tingkat inflasi yang tinggi semakin menghantui perekonomian USA.
—–oOo—–
Berita besar kedua dari negeri seberang yang menarik bagi saya di minggu ini mengenai General Motors (NYSE:GM). Bagi yang tidak akrab dengan nama ini, General Motors adalah produsen otomotif terbesar dunia selama 77 tahun terakhir, sebelum beberapa bulan lalu ‘gelar’ ini diambil alih oleh Toyota. Beberapa merek otomotif yang dipegang oleh GM antara lain : Opel, Chevrolet, Hummer, GMC, Saab, Pontiac, dll.
Di minggu ini, General Motors mengumumkan kerugian untuk kwartal ke-2 tahun ini sebesar US$15,5 Milyar. Angka ini jauh di atas prediksi para analis yg memperkirakan kerugiannya akan ‘hanya‘ sebesar US$2,62 Milyar (ada yang semakin punya pandangan ‘miring’ terhadap analis? ). Performa yang buruk ini sendiri diperkirakan akan sulit membaik dalam jangka waktu dekat karena GM dibelit berbagai masalah seperti :
- Permasalahan dengan serikat buruh yg terlalu kuat
- Proses produksi yang tidak efisien (terutama dibandingkan dengan pesaing dari Jepang),
- Produk yang tidak cocok dengan keinginan pasar. Produk GM yang ada saat ini kebanyakan adalah mobil-mobil besar dan truk yg ‘haus’ bahan bakar yang kini dijauhi para konsumen akibat mahalnya BBM saat ini. Untuk mengembangkan produk baru membutuhkan waktu yang tidak sedikit (beberapa tahun)
- Kondisi ekonomi saat ini membuat para konsumen mengurangi pembelian barang ‘big ticket’ spt mobil. Volume penjualan diperkirakan akan terus menurun di tahun ini hingga tahun depan.
Kondisi GM yang begitu ‘payah’ saat ini membuat lembaga rating Standard&Poors menurunkan ratingnya untuk obligasi perusahaan tersebut dari grade “B” menjadi “B-”. Konsekuensinya, jika GM ingin menghimpun dana dengan menerbitkan obligasi baru, maka bunga yang harus ditawarkan tentunya harus lebih tinggi sehingga beban kepada keuangan perusahaan semakin besar.
Mengikuti perkembangan GM saat ini yang ibaratnya bagaikan benang kusut, otak saya sempat ‘tersentil’ satu pertanyaan. Jika GM sampai terancam ‘terkapar’, apakah pemerintah USA akan membiarkannya jatuh begitu saja? Apakah GM ‘too big to fail’? Perlu diketahui bahwa GM ini termasuk dalam 10 perusahaan terbesar di dunia, sehingga jika ‘tumbang’ akan menimbulkan gelombang yang tidak kecil bagi dunia. Jumlah karyawan GM saja mencapai 270.000 orang. Itu belum termasuk jumlah pekerja di berbagai perusahaan yg terkait dengan GM (spt misalnya dealer, lembaga kredit, dll).
Sebagai info, di masa lalu, pemerintah USA pernah melakukan bailout/penyelamatan ketika perusahaan otomotif Chrysler tumbang. Bagaimana peluang bailout di masa depan? Calon presiden dari partai Republik, John McCain dalam satu kesempatan sempat mengungkapkan keengganannya untuk melakukan bailout/penyelamatan jika seandainya perusahaan otomotif besar Amerika ini tumbang. Lawannya, calon presiden Barack Obama sendiri sepertinya memilih sikap yang lebih lunak terhadap isu ini, sehingga serikat buruh otomotif UAW (United Auto Worker) cenderung menyokong Obama. (PS: tulisannya jadi sedikit menyerempet politik)
Perkembangan nasib GM di kemudian hari layak dipantau terus oleh para teman-teman Investor karena akan mempunyai dampak yang tidak kecil terhadap perekonomian Amerika.
—–oOo—–
Dari tanah air, salah satu berita yang saya tunggu-tunggu adalah seputar tingkat inflasi. BPS mengumumkan bahwa tingkat Inflasi utk bulan July’08 adalah sebesar 1,37%. Inflasi tahunan/year-on-year (July’08 terhadap July’07) adalah sebesar 11,90%, alias naik dari bulan sebelumnya yg sebesar 11,03%. BPS juga melaporkan bahwa inflasi tahun berjalan, Januari’08 sampai July’08, adalah sebesar 8,85%. Dengan melihat bahwa masih ada 5 bulan yang tersisa di tahun ini, bagaimana dengan nasib perkiraan inflasi versi pemerintah yg sebesar 11,5%-12.5%? (ada komentar dari para pembaca blog ini?)
Kondisi inflasi di saat ini membuat para pengamat ekonomi memperkirakan BI akan menaikkan tingkat suku bunga BI Rate sebesar 0,25% menjadi 9% di pertemuannya hari Selasa tgl 5 ini. Dalam hal ini, saya mempunyai pandangan yang sama. Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan saya terhadap kondisi perekonomian, saya memperkirakan bahwa sebelum akhir tahun ini, pemerintah akan terpaksa menaikkan BI Rate di atas angka 9% tersebut.
Bagi para investor di obligasi, saya ingin menyampaikan bahwa di tahun ini, kemungkinan besar tingkat Yield Obligasi akan semakin naik (akibat suku bunga yang naik sehingga harga obligasi turun). Kemungkinan ini akan semakin besar jika The Fed sampai menaikkan suku bunganya untuk menekan tingkat inflasi (meskipun saat ini sepertinya The Fed enggan melakukan hal tersebut). Jika The Fed sampai menaikkan suku bunga, maka Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan terpaksa mengikuti ‘naik’ juga untuk menjaga selisih antara BI Rate dan Fed Rate agar dana asing tidak ‘lari’.
Oleh karena itu, bagi para investor obligasi, ada baiknya mempertimbangkan untuk ‘berlindung’ di obligasi jangka pendek (<1 thn) yang tidak terlalu rentan terhadap perubahan suku bunga. Jika memang ingin menaruh dana di obligasi jangka menengah ataupun panjang, pertimbangkan untuk menaruh sebagian dulu (dan tidak seluruhnya). Dengan demikian jika suku bunga benar naik seperti perkiraan saya, teman-teman bisa ‘masuk’ di tingkat Yield/hasil yg lebih tinggi itu.
17 Comments
August 4, 2008 at 7:38 AM
belum ada berita bagus nie
:ngacir:
August 4, 2008 at 4:53 PM
bagus bagi yg modalnya masi berupa cash,klo buat yg uda nyemplung sebaian besar jd nightmare
August 4, 2008 at 7:27 PM
padahal bro blazy cashnya masih menumpuk di bank
btw bro, mungkin saya libur lebaran ke Bali, bro ada pulang kampung?
Kalau pas pulang, asyik juga kalau kita bisa kopdar..
August 4, 2008 at 8:28 PM
Kalau saya memandangnya sebagai semakin dekatnya abad Asia dan khususnya peluang yang semakin besar untuk Indonesia *ngarep* .
Dalam industri dimana saya bekerja, terasa sekali tahun 2008 ini kontrak pembelian dari Europe market (kebetulan udah nggak pegang US market) membludak lagi, sampai kewalahan menangani quotation dan produksi.
Berharap sdm Indonesia mempersiapkan diri memasuki abad Asia ini, jangan cuma pada sibuk berdemo, supaya nggak kesalip tetangga kanan/kiri.
August 4, 2008 at 8:31 PM
Kopdar di Bali? nggak sopan!
Kalau yang di Jakarta mesti nunggu ultah JS,gitu? *bersungut-sungut*
August 4, 2008 at 8:35 PM
#Dengan melihat bahwa masih ada 5 bulan yang tersisa di tahun ini, bagaimana dengan nasib perkiraan inflasi versi pemerintah yg sebesar 11,5%-12.5%? (ada komentar dari para pembaca blog ini?)#
Balik ke inflasi dua digit?
Udah biasa pan bangsa kita mah *pedih*
August 5, 2008 at 8:18 AM
lebarab kapan ya?lg 2 bulan ya?
mudah2an saya ada di Bali, klo ada enak jg kopdar
dirumah saya aja kopdar, pake nescafe,hahahaha
August 5, 2008 at 8:37 AM
Lebaran tgl 2 Oktober kalau tidak salah lihat kalender.
Saya mungkin di Bali kira kira 5 hari sebelum nyeberang ke Lombok. Tanggal pastinya belum tahu etapi kemungkinan di antara H minus 7 dan H plus 7 dari Lebaran
August 5, 2008 at 1:52 PM
eh mau kopdar ya…
ikut…
kok di bali sih, jkt aj..
mingu kmrn br aj dr bali
August 5, 2008 at 4:24 PM
mas edison, sy ngak mau pura2 pintar kalau ngerti detail apa yg dituliskan tapi setidaknya gambaran global ekonomi dunia, sy mengerti. untuk itu makasih banyak
. apalagi ngak nyangka juga GM bisa kalah telak gitu ama mobil jepang (apa mobil korea juga menyumbang peran ? ).
btw, sy ada saran, kenapa mas ngak bikin glossary singkat istilah istilah yg sering dipake pada posting blog blog mas. tentu saja dengan penjabaran mas sendiri. Biar tambah mendidik….cuma saran…
August 5, 2008 at 7:12 PM
Tunjuk jari !
Kalo kopdar di bali ‘nunut’ nyempil satu ya ! Janji g bakal ngrecokin, paling nglongo aja. Kalo dah ada nescafe tar saya bawa kacang gorengnya dah hehehe.. Eh..Tapi pas libur lebaran ya ? Yaaa..ga bisa dong.. harus mudik ke jawa sungkem jeh ! Huhuhu…
August 6, 2008 at 5:13 AM
ok deh bro,mudah2an saya ada di bali saat bro di bali
August 6, 2008 at 11:58 AM
jah..mau kopdar ke Bali sebelum ke Lombok..
sebelum lebaran saya malah mau ke Lombok lanjut ke Jakarta..
@Risyadmum
sis..kapan ada KDR lagi?
saya juga udah ngusulin ke bro Ed buat bikin KDF..
August 6, 2008 at 12:52 PM
oh iya, KDR ya
saya jg pgn ikutan tuh…
August 7, 2008 at 7:25 PM
Beneran ya, nanti pada ikutan next KDR?
Bocoran dikit: Bro Dunkz ntar jadi salah satu pembicara KDR
Pengennya sih sebelum tutup tahun 2008.
Lagi cari sponsor dulu nih, supaya nggak pontang-panting ngatur budget kayak KDR kemaren. Sport jantung juga kalau nekat pake limited budget.
Edison: Hebat dong si bro dunkz. Memangnya KDR kemarin loss?
August 7, 2008 at 7:28 PM
@ Toto_Lutu
KDF apaan,bro?
Kursus Dasar Finansial?
Kopi Darat Fans-nya JS?
Kursus Dasar Fallacy?
Ah, fallacy lagi, blame it to Sufrie.
August 8, 2008 at 9:35 AM
Hmm, KDR dan KD-Fallacy diadakan bersebelahan ruangan. Kebayang kan siapa aja pesertanya?
Pas bubaran, murid2 kedua padepokan langsung tempur (baca: mengadu ilmu yg baru diperoleh)
Eh, sorry OOT. Abis kebawa suasana beberapa post lalu