June 27, 2008...3:03 PM

Kredit Tanpa Agunan dan Ilusi Bunga Flat

Jump to Comments

Pernahkah teman-teman mengalami hal seperti ini? Anda sedang bekerja/ngopi/makan siang/nyetir, ketika tiba-tiba……

(ring…ring…handphone berbunyi… nomor tidak dikenal)

“Hallo?”

Selamat siang pak. Nama saya X dari Bank Y. Saya menelpon untuk menginformasikan kepada bapak bahwa bapak telah terpilih untuk mendapatkan fasilitas kredit tanpa agunan sebesar 50 juta dari bank kami. Uang ini nanti bebas bapak pakai untuk…….”

Saya yakin kejadian di atas sudah pernah dialami oleh kebanyakan pembaca blog ini. Beberapa tahun terakhir, berbagai institusi perbankan begitu gencarnya menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) kepada masyarakat. Saking gencarnya, hingga dalam satu bulan, saya bisa menerima telpon seperti di atas dua atau tiga kali.

Menulis post tentang KTA ini, saya jadi teringat akan suatu kejadian di bulan Oktober tahun lalu  ketika saya diberikan sebuah “PR” oleh orang tua saya. Saya diminta untuk membantu mengurus penyelesaian hutang  bank salah satu karyawan kami. Jumlah hutang karyawan itu kepada berbagai bank mencapai lebih dari Rp 40 juta, terdiri dari hutang KTA dan kartu kredit. Dengan gaji pokoknya yang hanya Rp 1,2 juta per bulan tentunya situasi karyawan tersebut bagaikan sebuah mimpi buruk, terlebih mengingat kondisi karyawan tersebut yang sudah ada tanggungan (istri dan 1 anak)

—–oOo—–

Akhir-akhir ini, fasilitas KTA bagi banyak orang menjadi  “jalan keluar” untuk memenuhi kebutuhan belanjanya, entah apakah itu utk belanja konsumsi ataupun belanja usaha. ‘Getolnya’  bank-bank dalam menawarkan KTA ditambah dengan meluasnya sifat konsumerisme serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang instrumen hutang membuat saya agak mengkhawatirkan ekses negatif yang mungkin timbul di masa depan.

Di dunia “perhutangan”, KTA termasuk ke dalam kategori unsecured debt (lawannya adalah secured debt).  Dalam unsecured debt, hutang yang diberikan tidak “terkait” dengan barang jaminan apapun, sehingga tentunya resiko yang ditanggung oleh si pemberi hutang lebih besar.

Seperti kita tahu, dalam investasi berlaku hukum “resiko sebanding dengan prospek keuntungan”, dan tentunya KTA juga tidak luput dari hukum ini. Karena resiko yang ditanggung oleh pemberi hutang lebih tinggi, orang-orang yang menggunakan KTA pun harus “membayar lebih mahal” dalam bentuk bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan hutang tipe “secured debt” (dimana kita harus memberikan barang jaminan kepada bank).

Beban bunga yang lebih tinggi (dan bisa sangat mencekik ini) yang menjadi alasan mengapa pada umumnya Financial Planner selalu menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari “unsecured debt” seperti KTA.

—–oOo—–

Salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik untuk mengambil KTA adalah Ilusi bunga Flat. Satu hal yang saya sayangkan adalah masih banyak orang yang belum memahami apa itu bunga flat, sehingga saya kerap mendengar kalimat seperti “Ambil KTA aja, bunganya cuma 2% sebulan“. Sistem bunga Flat yang umumnya dipakai untuk KTA, memang menimbulkan ilusi bahwa bunga yang kita bayar tidak terlalu mahal, padahal kenyataannya tidak demikian.

Dalam sistem bunga Flat, bunga yang kita bayar diperhitungkan atas nilai awal hutang kita. Misalkan kita berhutang Rp 10 juta, maka besarnya bunga yang kita bayar itu selalu dihitung berdasarkan angka 10 juta ini, bahkan jika kita sudah mencicil sebagian dari 10 juta itu. Ini berbeda dengan sistem bunga “normal” (efektif) di mana besarnya bunga yang harus kita bayar itu dihitung berdasarkan kepada sisa hutang kita. Jika kita berhutang Rp 10 juta, tetapi sudah kita cicil Rp 1 juta, maka bunga yang kita bayar hanyalah bunga atas Rp 9 juta.

Perbedaan di atas menimbulkan selisih yang besar antara bunga flat dan bunga efektif. Sebagai contoh, jika kita mengambil KTA tempo 1 tahun dengan bunga “cuma” 2%/bulan (24%/thn),  bunga efektif yang harus kita bayar sebenarnya adalah sebesar kurang lebih 42%. Dengan tingkat bunga seperti ini, tidaklah mengherankan jika institusi perbankan begitu bernafsu meminjamkan uangnya kepada kita dalam bentuk produk KTA ini (bandingkan dengan bunga deposito yang kita terima jika kita “meminjamkan” uang kita kepada bank).

—–oOo—–

Setiap kali kita ditawarkan hutang (untuk apapun juga) dengan sistem bunga flat, ada baiknya jika kita menghitung berapa sebenarnya bunga efektif yang kita bayar. Secara kasar, biasanya jika suku bunga flat diubah menjadi suku bunga efektif, maka besarnya kira kira akan menjadi hampir 2 kali lipat (lihat kembali contoh di atas)

Untuk mengkonversi bunga flat menjadi bunga efektif dengan lebih tepat, untuk teman-teman yang “tidak ada waktu” untuk menghitung secara manual, bisa menggunakan berbagai kalkulator online seperti yang tersedia di sini.

Pertama-tama masukkan nilai pinjaman, suku bunga FLAT, tipe pinjaman (FLAT) serta lama pinjaman (dalam bulan). Misalkan saja kita masukkan nilai pinjaman 100 juta, suku bunga flat 8%/thn, serta lama pinjaman 24 bulan. Maka hasil yang diberikan oleh kalkulator itu adalah : Total Amount Repayable (jumlah total pembayaran) = 116 juta  dan cicilan perbulan 4.833.333.

Selanjutnya untuk mengetahui berapa sebenarnya bunga efektif yang kita bayar, maka kita lakukan sekali lagi penghitungan. Nilai pinjaman tetap 100 juta, tipe pinjaman diganti ke Compound, lama pinjaman tetap 24 bulan. Karena kita justru sedang mencari tahu berapa tingkat suku bunga efektif, maka kita tidak mengetahui berapa suku bunga efektif yang harus dimasukkan. Untuk mencari besarnya suku bunga ini, kita akan memakai metode “trial and error” (meskipun “trial and error” tetapi tidak membutuhkan waktu lama).

Utk percobaan pertama, masukkan saja misalnya suku bunga compound=16% (dua kali lipat dari suku bunga flat). Hasil yang kita dapatkan : Total Amount Repayable = 117 juta+ dan cicilan bunga per bulan = 4.896.311. Angka ini lebih besar daripada angka 116 juta pada penghitungan suku bunga flat. Oleh karena itu, kita turunkan sedikit angka suku bunga compound itu, misalnya menjadi 15%. Hasil baru yang kita dapatkan akan menurun menjadi 116,367 juta. Kecilkan terus suku bunga compound hingga hasil yang kita dapat = 116 juta, yang akan didapat pada tingkat suku bunga compound 14,68%. Dengan demikian berarti bahwa suku bunga flat di atas (8% selama 24 bulan) adalah sama dengan bunga efektif sebesar 14,68%.

133 Comments

  • Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://fiskal-moneter.infogue.com/
    http://fiskal-moneter.infogue.com/kredit_tanpa_agunan_dan_ilusi_bunga_flat

  • hmm…. miris juga nih..kalau kita tidak tahu apa yang ditawarkan dalam KTA dan faktanya memang banyak orang yang menawarkan dengan hanya menyebut bunga flat.. asumsi orang awam yang keliru… bunga flat itu maksudnya adalah bunga yang flat selama 24 bulan tetap 2 % saja.. tidak ada yang salah sih.. tapi banyak yang tidak pernah tau bahwa perhitungan dasarnya adalah pinjaman pokok awal selama periode pinjaman.

  • Bung mau nanya
    Klo sistem kredit yang digunakan oleh perusahaan property sistem bunga apa?
    Datanya :
    Harga : Rp 114.000.000
    Uang Muka : Rp 5.760.000
    Cicilan : Rp 1.089.376
    Asumsi Bunga : 9.5%
    Jangka waktu cicilan : 20 bulan

    Edison: Datanya sepertinya ada yg salah. Mungkin maksudnya 20 tahun? Soalnya kalau 20 bulan, total cicilan baru 20xRp1.089.376,-=Rp21.787.520,-. Tambah uang muka Rp 5.760.000, berarti baru Rp27.547.520,-. Sedangkan nilai kreditnya Rp 114 juta.

    Sebenarnya pertanyaan bro bisa dijawab dengan menggunakan kalkulator bunga online yg linknya ada di artikel ini. Utk Loan amountnya, bro masukkan nilai 108.240.000 (Dari Rp114 juta-Rp5,76 juta). Utk interest rate, masukkan 9,5%. Utk Interest Rate, pilih BOTH. Utk Months, masukkan 240 bulan (20 thn).

    Setelah klik Calculate, bro bisa lihat bahwa SEANDAINYA bunga 9,5% itu adalah bunga flat, maka cicilan perbulannya seharusnya Rp1.307.900,-. SEANDAINYA bunga 9,5% itu adalah bunga efektif (compound), maka cicilan perbulannya adalah sebesar Rp1.008.938,80.

    Data yang diberikan oleh bro, cicilan perbulannya adalah Rp1.089.376. Hasil penghitungan tidak ada yg cocok, tetapi angka cicilan bunga efektifnya ‘agak mirip’, apakah bro datanya sudah benar (mungkin ada kelebihan angka 0)?

  • Saya dapat datanya dari agen penjualnya langung
    yang 20 bulan memang saya salah, seharusnya 20 tahun.
    Tapi untuk cicilan memang Rp 1.089.376, jadi bunga yang digunakan adalah bunga efektif (compound)

  • Bro,
    mau tanya ttg bunga KPR. Di salah satu artikel di sebutkan bunga yg diterapkan kepada nasabah KPR juga mengacu kepada bank sentral, bukan?
    Nah, skrg nih bunga bank sentral kl tdk salah 9%.
    Tp kbtln ane ambil KPR di bank P, tahun ini mereka menetapkan bunga sebsar 13%. Bagaimana pertimbangan mereka dalam menetapkan hal ini?
    kemudian kita sebagai konsumen, apa bisa melakukan nego kpd bank untuk menyesuaikan bunganya sesuai dengan kemampuan kita?

    Thx ya? :)


    Edison:
    Bunga sebesar 13% masih ‘normal’. Ingat kembali bahwa ‘bisnis’ bank adalah ’sewa-menyewakan’ uang. Saat ini bank ‘menyewa’ uang dari nasabah dengan tingkat suku bunga sekitar 8-9%. Tentunya bank akan ‘menyewakan’ kembali uang tersebut kepada bro (utk KPR) dengan bunga yg lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

    Ingat kembali bahwa suku bunga bank sentral yg 9% itu adalah target bunga pinjaman antar bank utk overnight/harian. Dalam KPR, bank meminjamkannya kepada bro utk jangka panjang, sehingga resiko yang ditanggungnya tentu lebih besar. Belum lagi mengingat bahwa resiko meminjamkan kepada individu spt kita akan lebih besar daripada meminjamkan kepada bank. Jika bank menganggap resiko yg ditanggungnya besar, maka keuntungan yg dimintanya (selisih antara ’sewa’ dan ‘menyewakan’ uang) juga akan lebih besar.

    Untuk nego bunga KPR, tentunya bukan tidak mungkin, tetapi selisihnya tentunya tidak akan bisa jauh sekali.

  • Trims atas jabawannya :)

  • gw rasa tiap komputer punya ms-excel, biar excel yg nge-iterasi :D
    bisa pake ini:

    Utang = 100 juta
    Cicilan = 4,833333 juta
    Durasi = 24 bulan

    Masukin ini di cell excel

    =RATE(24,-4.833333,100)*12

    hasilnya 0.14677 atau 14.68%

    ================================
    Dari putrie_kmps
    Datanya :
    Harga : Rp 114.000.000
    Uang Muka : Rp 5.760.000
    Cicilan : Rp 1.089.376
    Asumsi Bunga : 9.5% (???)
    Jangka waktu cicilan : 20 bulan –> keknya 20 th = 240 bulan
    Jumlah utang = 114.000.000-5.760.000 = 108.24

    =RATE(240,-1.089376,108.24)*12
    =0.1062 =10.62%

    ===================================

    Tapi menurut gw sih Rp.5.760.000 terdiri dari (cicilan pertama + biaya administrasi)

    kalopun bener pake bunga 9.5% berarti:

    (pake excel lagi)

    =PV(0.095/12,239,-1.089376)
    =116.71 juta

    biaya administrasi = 116.71+5.76-114 = 8.47 juta

    note:
    biaya adm = notaris, fee bank, asuransi jiwa,etc

    Edison: Thx atas tips excelnya, :) Ilmu Excel saya memang pas-pasan…hahaha

  • mau tanya, kmrn saya jg dpt tawaran dr bank danamon untuk pinjaman KTA minimum 2 juta dan maksimum 10 juta. mrk bilang saya dpt tawaran ini krn saya org terpilih diantara sekian banyak nasabah adira krn bayar angsuran kredit motor saya lancar selama 6 bln pertama. dan sewaktu d telp mrk blg bungannya cm 2% perbulan dan trs bsk nya saya dtg dan ingin mengajukan pinjaman trs mrk blg bunganya 2.25% dan saya heran.. soalnya baru kmrn dia telp saya blg msh 2% itupun dia nelponnya udh sore2 gitu ya ga mungkin saya bs langsung dtg.. jd saya dtg bsknya bunganya udh brubah..

    dan saya dpt uraian segini..

    pinjaman 10.000.000
    angsuran 641.000
    selama 24 bulan
    total 15.384.000

    kira2 ini bunganya msh standart ga?

    tp kl emg jd saya pengennya 8 juta aja cuman butuh buat beli notebook dan rinciannya sgini
    pinjaman 8.000.000
    angsuran 522.000
    total 12.528.000

    itu dgn hitungan bunga 2.25 % perbulan

    gmn menurut tmn2? tolong d koreksi yaaa..

    thanks sblmnya :)

    Edison: Yg 10 juta ini bunga pertahun real-nya adalah sekitar 45,33%. Bunga yg ditawarkan itu adalah bunga flat, sehingga menimbulkan ilusi bahwa bunganya kecil. Orang jadi berpikir ‘ah CUMA 2% bunganya sebulan.

    Yg 8 juta malahan bunganya lebih tinggi lagi, 47,39%.

    Apakah ‘wajar’? ‘Wajar’…. dalam artian bahwa kredit dimana kita tidak memberikan agunan memang bunganya rata-rata seperti ini. Tetapi jika dibandingkan dengan bunga kredit lainnya (yg memakai agunan), bunga yang seperti ini tentunya sangat mencekik.

    Jangan terpikat oleh tipuan/rayuan pihak yg menawarkan uang dengan gaya seperti ini. Semua orang yg mereka telpon juga akan dikatakan sebagai ‘orang terpilih’ :)

    Mungkin sebenarnya yg ingin mereka katakan adalah, ‘selamat, anda terpilih utk kami coba peras dengan bunga yg tinggi.’

  • Apakah cara-cara seperti yang dialami bro Ronnie seperti bisa di kategorikan penipuan? Karena marketing bank secara sadar memanipulasi informasi sebenarnya (bunga real yang mencekik) dan di bumbui dengan nasabah/orang terpilih.
    Saya rasa masih banyak nasabah yang tidak sadar bentuk manipulasi seperti ini.


    Edison:
    Secara teknis, sulit utk menyebutnya penipuan. Secara moril… saya sendiri berpendapat sudah menjurus ke penipuan.

    Waktu itu sempat baca satu bank yg membuat wacana bahwa dalam iklan tidak boleh menggunakan bunga flat lagi. Tetapi sepertinya usul yg bagus itu tiada kedengaran lagi…

  • tp saya udh trlanjur ngambil dgn pinjaman yg 8 juta, soalnya saya emg butuh buat beli notebook. ketimbang saya kredit kan bunganya lbh besar? bnr ga? lagian kmrn saya udh smpt d tolak waktu coba kredit krn penghasilan kotor d aplikasi saya lupa ngisi banyak2, kmrn itu saya cuman isi 2 juta perbulan. dan ternyata beberapa hari kemudian dtg sms dr adira kalau permohonan kredit saya d tolak untuk saat ini.

    Tapi d samping itu bank danamon sendiri yg kerjasama lewat adira koq bisa2nya menawarkan saya kredit lg dgn uang sebesar itu? tanpa jaminan dan persyaratan yg macem2

    Edison: Setiap pinjaman di mana kita tidak memberikan agunan/barang jaminan, bunganya akan selalu besar. Saya lebih menganjurkan kepada orang-orang agar menghindari mengambil pinjaman semacam ini, karena bunganya sangat mencekik.

    Bagi bank, memberikan pinjaman tanpa agunan memang menawarkan keuntungan yg sangat besar. Jika pinjaman kredit biasa (dengan ada barang agunan), bunganya cuma sekitar 13%, pinjaman Kredit Tanpa Agunan lebih dari 3x lipat (45%-an). Oleh karena itu mereka biasanya selalu gencar menawarkan produk KTA tersebut kepada orang-orang.

    Saran saya, jika memang keuangan tidak memungkinkan, hindari membeli barang-barang konsumtif dengan menggunakan KTA ini. (tentu saja di sini saya tidak tahu apakah bagi ronnie, notebook itu benar-benar suatu kebutuhan yg tidak bisa dihindari lagi)

  • o iya sbnrnya bagusan mana sie kredit barang atau pinjam uang d bank trs beli barang dgn uang cash?

  • say mulai seneng dengan blog ini,
    bener juga saya sarankan janganlah ikut2an ambil KTA, sy ambil KTA dari danamon, karena perlu sekali , sy ambil yang rp 10jt, dengan angsuran perbulannya rp.623.000 selama 24 bulan + biaya adm (lupa), gile bunganya 49,52%, dan saya ingin menutup pinjaman tersebut yang tinggal 5 bulan lagi, tapi prosedurnya ribet dan kena penalti lagi. terjeraaat deh gue!! POKOKNYA JANGAN TERGODA

    buat edison, salut buat blognya banyak ilmu yg gw dapet, thanks.

  • barusan saya udh telp marketingnya dan ingin mengancel KTA tsb yg udh terlanjur saya ajuin dan d kirim ke pusat, tapi dia udh ga bs d cancel hrs tunggu telp dr pusat aja nanti saat mrk konfirmasi trs blg aja d cancel hehe dia blg gitu :-D

    jd bingung deh, gmn kalau nanti dr pusat ga ada konfirmasi trus dana d cairin dulu baru mrk ngasih tau ke kita..?? bs terjerat utang deh… hiks

  • btw mbak trida, angsurannya koq lbh murah yah? itu 2% yah? koq saya kmrn dapatnya 641 ribu sekian2 perbulan? yg rp 10 juta..

  • nah itu dia, sistem KTA danamon terpusat, sehingga semua urusan harus dari pusat. saya pinjam sekitar 1,5 tahun yang lalu, kynya bunganya berubah tahun ini. ga apa2 bilang aja tidak jadi, dan anda juga harus konfirmasi ke marketing yang menawarkan KTA danamon tersebut, tetapi prosesnya lumayan lho, ga apa-apalah ron itung2 pengalaman. sehingga kedepannya lebih hati2

  • Bro Edison, great review !

    Salut untuk bro Edison untuk reviewnya. Memang betul bahwa Flat Rate itu sebenarnya hanya ilusi, karena yang “dikejar” itu sebenarnya Effective Rate.

    IMO, ‘ilusi’ yang sebenarnya adalah pada jumlah uang yang dicairkan kepada customer dengan jumlah hutang yang harus dibayar customer. Teman saya bekerja di pos simpan pinjam yang mana target marketnya notabene adalah PNS aktif maupun pensiunan / janda pensiunan. Biasanya mereka mengajukan pinjaman dengan jaminan SK pengangkatan atau SK Pensiun. Kebanyakan dari mereka ketika memutuskan untuk mengambil KTA mempunyai ‘ilusi’ bahwa hutang mereka adalah sebesar pinjaman yang dicairkan oleh pihak bank, padahal ‘kenyataannya’ hutang mereka adalah pinjaman + bunga yang harus dibayar (belum termasuk dengan biaya administrasi).

    Ini sebenarnya yang harus juga diedukasikan, bahwa jangan hanya terpukau dengan jumlah uang yang akan didapat, ataupun cicilan yang kelihatannya ringan, tapi total uang yang harus dikembalikan juga harus diperhitungkan. Banyak orang yang kemampuan finansialnya sudah scraping the barrel, tapi masih ambil KTA kiri-kanan karena mengalami ‘ilusi’ ini. Akhirnya begitu sadar, terpaksa ambil KTA baru lagi untuk menutupi pembayaran KTA yang lain, sehingga — mengutip kata pepatah yang sudah diperbarui — Gali Lubang Tutup Jurang !

    Untuk bro Ronnie, Adira (ada 3 Adira : Finance yang leasing motor dan mobil, Quantum yaitu tempat bro Ronnie mengajukan kredit notebook, dan Insurance yang bergerak di bidang general insurance) adalah anak perusahaannya Danamon. Lalu kenapa Adira menolak memberikan pinjaman, sedangkan Danamon menyetujui pinjaman, well, setiap perusahaan punya kemampuan finansial tersendiri. Pastinya Danamon memiliki ‘kemampuan finansial’ yang lebih dibandingkan dengan Adira, sehingga bisa lebih ‘berani’ mengucurkan kredit.

    Bagi saya pribadi, kredit digunakan sebagai alat “mempercepat” pencapaian sesuatu. Bila ingin punya motor, tapi bila kita menabung, uang untuk beli motor yang baru hanya akan terkumpul dalam jangka waktu 5 tahun lagi, ataupun untuk beli motor bekas akan terkumpul dalam 3 tahun lagi, sedangkan tuntutan mobilitas tinggi, tentunya layak untuk mempertimbangkan penawaran kredit motor. Tapi bila ingin beli TV Plasma karena tetangga sebelah juga punya, well, ini hal yang berbeda.

  • Oh ya, untuk bro Ronnie, mengenai pertanyaan bagus mana untuk beli barang elektronik (misalnya notebook) : Beli kredit atau pinjam KTA supaya bayar cash ? Kalau beli kredit, maka “notebook” tersebut akan jadi barang jaminan, dan kalau kreditnya macet, maka notebook tersebut bisa jadi akan ditarik oleh perusahaan kredit. Untuk KTA tentunya tidak ada barang jaminan.

    Mana yang lebih baik ? Dari dua pilihan di atas, cari yang bunganya lebih kecil, biaya administrasinya lebih kecil, dan kalau mau melakukan pelunasan dipercepat, lebih ringan syaratnya.

  • Kang,
    kalau bunga mengambang apa sama dengan efektif, dan benarkah kalau bank memakai bunga float berarti menghitung bunganya dari sisa hutang ? ataukah ada yang lebih mencekik lagi yi bunga float dan dihitung dari awal hutang kita.

    Dan bagaimana dengan pinjaman dengan agunan, bisakah pinjaman itu semua untuk investasi ? saya punya sertifikat tanah dan ingin melakukan pinjaman untuk investasi, alias modal cash saya nol, bisakah meminjam? dan apakah memerlukan proposal usaha untuk peminjaman dengan agunan ini? tolong kang info contoh proposal pinjaman. thanks

    Edison: Mungkin di sini annas agak rancu antara bunga ‘flat’ dan bunga ‘float’. Kalau bunga ‘float’ (mengambang), artinya bunga tersebut tidak tetap (bisa berubah). Jadi misalkan suatu pinjaman terkena bunga yg floating, artinya bunga pinjaman tersebut bisa bergeser tergantung keadaan suku bunga di pasar saat itu.

    Floating Interest ini, lazim dikenal juga sebagai bunga Variable. Kebalikan (‘lawan’) dari ini adalah Fixed Interest, alias bunga tetap.

    Kalau yang menjadi pembahasan dalam artikel ini, merupakan Flat Interest (yg ‘lawannya’ adalah Effective Interest). Yang annas tulis bahwa ‘bunga dihitung dari nilai awal hutang kita dan bukan dari sisa hutang’ adalah Flat Interest ini.

    Untuk mengenai mengambil pinjaman dari bank, jika memang mempunyai objek untuk diagunkan, saya pribadi selalu menyarankan untuk menggunakan pinjaman dengan agunan, karena bunga yang dibebankan akan jauh lebih ringan.

    Mengenai penggunaan dan bentuk dari pinjaman di bank, bisa dikonsultasikan dengan bank, apakah akan berbentuk Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi atau bentuk lainnya.

  • Kapok ambil kriditan dgn alasan buat investasi,apalagi buat konsumsi wah… Jangan deh! Pertama,kondisi ekonomi lagi semrawut. Jobless dimana2 kalo ngridit aplg pake agunan rumah wah… G bs byr kita bisa diusir dr rmh sndri! Aplagi pernah baca ada org bunuh diri karena hutangnya kebanyakan,g mampu bayar. Yang kaya gini nih… Ngewarisin utang ma anak cucu. Mending tahan n sabar, perbesar penghasilan, perketat keuangan,siapkan dana cadangan dan dana kebutuhan lalu kembangkan sisany dalam investasi yang memiliki tingkat resiko dan hasil yg terdiversifikasi( 100% high return, risky. 100% low return,tapi safe, ya… Money at worknya ga maximal donk!) :) setuju bung edi?

  • menurut saya bunga KTA memang cukup tinggi jika dibandingkan dengan bunga pinjaman R/k maupun lainnya . Namun jika seseorang memiliki outstanding yang cukup besar di kartu kredit , apakah KTA bisa menjadi salah satu solusi untuk menutup hutang di kartu kredit ?

  • Untuk pertanyaan glenn, saya coba jawab…..kalo glenn punya hutang di Credit Card (CC) 7 juta, coba bayar terus 10 persen per bulan……maka maksimal 13 bulan akan lunas……tapi kalo untuk bayar utang yang 7 juta itu pake KTA……coab liat table di KTA…..kayanya gedean di KTA dikit……jadi yang baik…..ya jangan maksain kalo belum punya uang pengen beli sesuatu……kecuali unutk investasi…..rumah misalnya

  • Setuju ma usulan anis. “Jangan maksain kalo belum punya uang pengen beli sesuatu”. Tapi tambahan “kecuali utk investasi,rumah misalnya” . Lah… investasi itu bukan sebaiknya pake dana nganggur? Kridit buat investasi, hm…kalo untung bisa tutup cicilan n makan hasil,lah kalo rugi? Cicilan kridit dibayar dari gaji,makan ya gigit jari. Parahnya lagi kalo ga punya gaji. :)

  • @glenn

    Mengambil KTA utk menutup hutang kartu kredit itu adalah ibaratnya lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya (mudah-mudahan tidak terbalik peribahasanya…)

    Dilihat dari ‘tipe’-nya, pada hutang KTA dan hutang Kartu kredit adalah satu tipe, yaitu suatu jenis hutang yang dikenal sebagai ‘unsecured debt’.. yaitu hutang tanpa adanya barang jaminan..

    Hindari mengambil kredit semacam ini karena bunganya akan sangat membebani anda…

    Mungkin satu-satunya ’skenario’ dimana mungkin saya bisa memaklumi alasan orang mengambil KTA adalah seandainya dia mengalami musibah (misalnya anggota keluarga membutuhkan uang utk operasi dll)…

    Dalam skenario ini pun KTA haruslah menjadi alternatif pilihan terakhir…

  • walah, thanks banget atas infonya.
    ada rencana mo ambil KTA tapi untuk keperluan usaha baru. jadi ngerti dikit gmana Kta itu.

    Btw, Klu ngajuin KTA itu susah apa gampang dan berapa hari prosesnya. Klu skrg berapa persen yah bunganya kan ekonomi lagi ambruk nih

    jaga jaga klu sewaktu2 butuh dan klu ngak ambil bisa buat sekadar pengetahuan

    BTW thanks berat and salut buat infonya

  • Banyak sekali informasi yang saya dapat di tempat ini, kebetulan saya lagi bingung dengan kondisi keuangn yang terjadi pada keluarga saya…

    Keluarga saya pernah mengagunkan rumah untuk mendapatkan kredit di Bank BPR di daerah Saya sebesar 15 juta. Celakanya, bank tersebut sangat bermasalah, dari sistem manajemen, penuh kecurangan dan penipuan. Uang yang telah secara rutin di bayar banyak diselewengkan oleh para pegawainya, anehnya mereka ga mau ambil pusing dan tetap mengenakan denda, karena kelauarga saya ornga kampung yang cums sistem kepercayaan maka ketika tidak dikasih tanda terima angsuran bayaran juga ga protes, sehingga kita tidak punya bukti kuat untuk membela diri. Sekarang hutang tersebut telah menjadi 30 jutaan. Kondisi sekarang sudah tidak terlalu kuat untuk bayar cicilan 1,2 juta per bulan.Selama 3 bln tidak bayar aja bank sudah memberikan denda hampir 6 juta, bagaiman hutang mo lunas jika malah tercekik. Niat saya coba merstrukturisasi hutang dengan meminta bantuan pihak ketiga. Saya punya kenalan yang sanggup membantu mencairkna dana dari bank Danamon berupa KTA, saya mo pinjam sekitar 30 jt, katanya kena angsurang 1,5 juta/nlm selama 3 thn. setelah saya total sebenarnya Saya bayar sekitar 54 juta, tetapi saya bingung juga, bangk yang ada gunan sekarang juga bang ga beres, menurut teman2 gimana??dan apakah lebih parahan bank danamon jika saya terlambat membayar juga?.TKS

  • dear all…gw lg ditawarin m bank hsbc KTA , sebesar 30 jt 4 x lipat dr limit KK, bila aku hitung” bunganya setiap bulannya sekitar 500 rb lbh..selama 2 th sek . 12 jt.
    pa bila aku bandingkan dng lanjut cicilan motor ku yg br bjalan 6 bln..aku bayar bunga sek 8 jt an dan cicilan laktop sekitar 3 jt an..
    mnurut tman” gmn…aku msh mikir” nich klo aku mabil KTA, aku cash smuanya jd fokusnya m 1 cicilan aja.
    tp disitu ket nya suku bunga sewaktu” bs berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya…
    aku jd ragu jg…gmn klo suku bunga nya naik?
    tp apa mgnk suku bunganya turun…aku msh gak tlalu ngerti.
    pls help me

    • Saya pribadi akan menganjurkan mulan utk membatalkan niatnya. kredit untuk motor, meskipun adalah kredit konsumsi, masih termasuk ke dalam kategori secured debt (ada agunan), dan bunganya relatif sedikit lebih rendah dibandingkan dengan KTA. Apa yang ingin dilakukan oleh mulan adalah justru mengganti pinjaman yg ada ke pinjaman yg bunganya lebih berat. Tentunya ini bukan pilihan yg bijaksana.

      Ini belum lagi jika memperhitungkan bahwa ketika mulan melunasi kredit motor sebelum waktunya, akan terkena biaya-biaya yg tidak kecil jumlahnya.

  • thaks banget ni infonya..
    bisa buat nambah wawasan untuk penjelasan ke nasabah..saya sendiri juga bergerak di bidang KTA (Kredit Tanpa Agunan)..bank asing dengan proses 1 hari kerja..syaratnya cukup mudah..bisa dengan hanya melampirkan :
    – Copy ID Card, atau
    – Copy Kartu Kredit, atau
    – Copy Rekening Koran, atau
    – Slip gaji asli

    range pengajuan 5-200 juta
    tanpa survey

    untuk informasi detail :
    bisa hubungi saya :
    gusper nandes
    0813 9963 7117
    021 922 170 11
    gusper.nandes@yahoo.co.id
    http://kredit_pinjaman.indonetwork.co.id

    info lengkap bisa saya fax atau email
    Holiday or weekend..please contact..don’t worry

  • Maaf pak Edison setelah membaca artikelnya saya jadi was-was untuk pinjam uang padahal saya butuh bgt untuk usaha…
    Kira-kira solusi yang tepat bgmn pak?memilih pinjaman yang aman dengan bunga yang ringan…karena pinjaman ini sebenarnya juga produktif hanya saya takut dengan “cekikan bunga”

    • Jika memang membutuhkan pinjaman untuk usaha, dan kita yakin dengan prospek usahanya, selalu usahakan untuk meminjam dalam bentuk secured debt, alias hutang di mana kita harus menyerahkan agunan. Kredit ini bunganya akan lebih rendah, bunga efektifnya normalnya berkisar antara 4-7% di atas BI rate (tergantung kualitas agunannya, profil kredit, dll). Dalam kondisi sekarang berarti sekitar 13-16% per tahun (efektif, bukan flat). Ini tentuya jauh lebih ringan dibandingkan dengan hutang tanpa agunan yg bunga efektifnya sekitar 35-40% per tahun (ingat sekali lagi, jangan terkecoh ilusi suku bunga flat).

  • [...] ditawarkan) adalah kredit otomotif dan KTA (kredit tanpa agunan, yang sudah pernah saya bahas dalam artikel lama di blog ini). Gencarnya pemberian kredit konsumen juga terjadi dalam tipe kredit ini. Kredit otomotif misalnya, [...]

  • thanks bgt buat infony pak Ed!

    Saya nyasar k blog ini karena dah hopeless nyari kredit utk modal usaha. Sy ketik KTA d google trus sy apply online KTAny citibank. sy btuh dana 50jt buat nerusin usaha dg perincian 32 juta sewa tempat utk 2 th (yg punya mta lngsung 2 th) n sisanny utk nambahin dagangan. Sy ga punya harta yg bisa dijadikan agunan (kpr rumah bru lunas 9 th lg). Keuntungan usaha saya 30% bersih dg omzet selama 10 bln ini 100 jutaan. Tolong kasih comment ya…Thanks

    • Maaf baru direspon sekarang, kelewatan dibaca :)

      KTA citibank setahu saya sekarang bunga efektifnya sekitar 40% setahun. Keuntungan Ve yg 30% itu per bulan atau total 10 bulan terakhir? Nilai omzetnya yg Rp 100 juta itu juga kurang jelas apakah per bulan atau total 10 bulan terakhir.

      Jika omzetnya 100 juta dan profit 30% itu adalah per bulan, bisnis Ve seharusnya masih sanggup menanggung bunga dari pinjaman KTA sebesar 50 juta (dengan asumsi kondisi bisnis tidak malah anjlok akibat krisis ekonomi).

      Tetapi jika omzet 100 juta dan profit 30% itu adalah total dari 10 bulan, Ve harus berpikir matang-matang, karena laba Ve hanya sedikit di atas bunga dari pinjaman KTA. Jika sampai kondisi bisnis menurun, maka Ve bisa kesulitan cashflow.

      Satu hal yg penting jg, profit 30% itu apakah bersih atau kotor? Asumsi saya di atas adalah bersih. Jika profit 30% itu adalah kotor (belum dipotong berbagai biaya), maka akan semakin riskan utk mengambil KTA tersebut…

  • wah blog pak edison bagus sekali infonya, thx pak!
    Pak, saya awam soal dunia perbankan, mau tanya,
    untuk kasus sdr ve:
    (ini itung2an versi saya)
    total dana yang wajib dibayar ke bank 70jt (50jt x 140%)
    lama pinjaman 2th, jd cicilan perbulan= 2,916jt
    dengan asumsi income perbulan sdr ve= 3jt

    selisihnya cuma 1ooribu perbulan!! itungan saya bnr ga pak?

    sekali lagi thx pak infonya sangat bermanfaat! :)

  • Wah untung saya belum pernah ambil hutang. Teman2 PNS saya banyak yg ambil hutang dengan bunga flat.

    Kalau hitungannya begitu, lebih fair atau bahkan bisa jadi lebih kecil kalau kita bayar barang/ambil uang dengan kartu kredit, yah. Cmiiw.

    • @Galih
      Utk suku bunga efektif, (spt yg saya tulis 40%/tahun), yg dibayarkan setiap bulan hanya bunga, sedangkan pokok pinjamannya dibayarkan di akhir.. Jadi pembayarannya bukan seperti yg mas tulis.

      @ Sulaiman
      KTA dan hutang kartu kredit boleh dibilang sama saja kok besarnya mas, dua-duanya memakai suku bunga flat dalam promosinya….

  • @Edison

    Maaf, saya belum pernah punya KK (tapi saya sedang mengumpulkan informasi untuk mempertimbangkannya).

    Bukankah KK menggunakan bunga efektif? Alias bunga yang dikenakan adalah hutang yg belum dibayar.

    Misalkan kita beli laptop seharga 5 juta. Kalau bulan depan kita bayar 1 juta (sisa hutang 4 juta), bukankah bunga yang dikenakan terhadap yang hutang yang 4 juta tsb?

    sekali lagi, CMIIW :-)

  • KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) BUNGA TERENDAH, PROSES 1 HARI TANPA SURVEY

    Buat pengasuh, boleh saya nimbrung iklan?

    Edison: Jawabannya: TIDAK :)

    Pertama, karena saya selalu menyarankan pembaca blog saya untuk menghindari KTA..
    Kedua, karena caranya mas kurang etis :)

  • dari artikel yang sudah terposting, saya mau tanya kebetulan saya sudah terlilit dengan KTA dan CC dan sekarang alam kesulitan bayar, rencana saya ingin mendatangi ke masing-masing penerbit CC & KTA dan minta keringanan dengan angsuran tanpa bunga. tapi apakah hal ini bisa dan tidak akan diberbelitkan di Bank ybs ?
    Pls help ya, saya kurang percaya dengan sistem mediasi yang banyak ditawarkan lewat pengacara, apakah ini bisa membantu ? Tx a lot

  • @Jenny
    Pernah baca di beberapa review. Kebanyakan sih berita negatif soal mediator. Ada yang emang ga bagus, ada yang biayanya kemahalan sampe akhirnya malah nambah utang.

    Sayangnya, blom pernah denger ada CC ato KTA yang mau ngasih kelonggaran sampe ada angsuran tanpa bunga. Apalagi dimasa seret likuiditas kaya gini, ko aga pesimis ya. Tapi ga tau juga sih… Paling yang ada, bunga-nya dikurangin atau masa perjanjian cicilannya diperpanjang.

    Udah pernah coba satuin semua di satu tempat CC or KTA nya? coba cari yang paling ringan dan fleksibel cicilannya. Oya, siap2 juga buat jual/gadai barang2 ya.. Ini kemungkinan terburuk untuk setiap hutang. Dan juga termasuk cara paling cepat buat nutup utang, daripada berbunga terus.

  • Bang Edison, makasih banyak atas bahasannya

    Saya mau coba ikut nimbrung ya…begini ceritanya saya mungkin salah satu orang yang terpancing untuk melakukan usaha dengan menggunakan CC dan KTA. Saya memiliki CC 6 buah dengan limit sekitar 4 jt / cc dan pinjaman KTA SC bank 5jt.

    Singkat cerita usaha jatuh karena tidak cocok dengan manajemen teman2 di usaha yang dijalankan. akhirnya saya berhutang dengan CC dan KTA.

    Hingga sekarang pun masih berhutang tapi saya coba jalanin dan hadapi semua cacian lewat telp ataupun debt colector.

    Tiap bulan saya cicil semampu saya misal per cc 100 rb/bulan.

    beberapa kali ikut program cicilan yang ditawarkan akhirnya gagal karena ngga bisa bayar sesuai tempo akhirnya kredit balik lagi ke posisi semula.

    Tapi ada beberapa hal yang saya dapat dari pengalaman terhadap CC terutama.
    1. Jika kita di telp hadapi saja walaupun penagih marah2 karena itu memang kerjaan dia..toh dia cara kerja dia halal untuk keluarganya.

    2. Saya berusaha melunasi CC begitu ada keringanan misal seperti kasus saya yang belum lama ini terhadap “sitibank” utang 5 jt dilunasi dengan membayar 1,2 jt…walaupun sebetulnya saya tau itu taktik colection karena sebetulnya saya hitung2 total nilai yang dibayarkan selama saya mencicil = nilai kredit + keuntungan si bank.

    3. Selalu hormati bank, jangan kita ikut terpancing emosi. tenang aja yang punya masalah dengan bank juga buanyak kok. dengan begini bank lebih dapat mengerti walaupun ujung2nya harus bayar tapi bisa di nego.

    4. Jangan pakai agent untuk membantu anda…bohong itu…bank lebih seneng berhubungan dengan nasabah langsung.

    dengan proses diatas saya sudah berhasil melunasi KTA & CC = 3 buah

    hanya sekedar sharing dengan rekan2 yang akan berhutang…. kalau bisa hindari cc..kalau pun punya, limit sesuai dengan kemampuan kita dan jangan apply banyak2.

    kalau sudah terlanjur berhutang dan terbelit bisa kok dilakukan negosiasi dengan bank penerbit cc…tapi dari info yang saya dapet cc nya harus nunggak 5 bln dulu…cmiiw

    terus bener ngga sih kalau cc & KTA itu sebenernya di asuransikan karena nasabahnya ngga sanggup bayar ?

    terima kasih

    • Wah, terima kasih banyak atas sharingnya….

      Kalau dari pengalaman saya sewaktu mengurus kasus karyawan saya tersebut (spt yg saya ceritakan di atas), rata-rata bank baru mau negosiasi setelah kredit tersebut secara resmi dikategorikan sebagai NPL (non-performing loan). Periode tunggakan sebelum dicap sebagai NPL ini sepertinya agak berbeda-beda antar bank… dalam kasus karyawan saya tersebut rata-rata 3-4 bulan… Sebelum 3-4 bulan tersebut lewat, beberapa bank sepertinya ‘ogah‘ utk negosiasi….

      Semoga urusan CC dan KTA anda segera bisa beres, ya?….

      PS: Kalau mengenai asuransi CC dan KTA, saya sendiri kurang jelas. Memang dalam dunia asuransi ada yg namanya ‘bad debt protection’… Tetapi saya tidak tahu apakah perbankan menggunakan asuransi tersebut. Tetapi jikalau mereka menggunakan perlindungan itu, tentunya mereka harus membayar premi, dan tidak berarti mereka bisa sembarangan mengklaim hutang mereka yang ‘macet‘. Perusahaan asuransi itu tentunya akan memeriksa apakah dalam proses pemberian hutang itu bank tidak sembarangan… Jika kredit macet karena bank sembarangan memberi kredit, tentunya perusahaan asuransi tidak akan membayar klaim ganti rugi….

      • AFAIK, kalo liat di brosur CC, bank hanya menggunakan asuransi jiwa, proteksi kalau si pemegang kartu kredit meninggal dan masih meninggalkan hutang. Sama dengan asuransi jiwa untuk KPR atau KPM.

  • Saya agak ‘khawatir‘ kalau melihat statistik artikel ini…

    Padahal ini termasuk artikel yg sudah lama (ditulis akhir juni 2008), tetapi akhir-akhir ini malah semakin sering dibaca, dan sepertinya pembacanya ‘sampai‘ ke artikel ini dari hasil googling….

    Artinya semakin banyak orang yang sering mencari ‘Kredit Tanpa Agunan’ di google… apakah ini akibat semakin banyak orang yg ‘terjepit‘ sehingga terpikir untuk mengambil KTA?

    • Bisa jadi bung, coba aja lakukan survey polling kecil2an. Kita cari tau berapa persen yang pernah ambil KTA, berapa persen yang berencana ambil KTA, berapa persen yang anti KTA

  • Saya ingin bertanya apakah dalam pengajuan KTA kita dipersyaratkan untuk memiliki kartu kredit jenis terentu (gold atau platinum) dan jika aplikasi KTA kita disetujui bank apakah kita juga mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan produk money trans (cash advance atau tarik uang tunai lewat kartu kredit)?tolong dijawab ya trims

  • Kalo mengenai penggadaian SK PNS bagaimana?
    bisa minta tolong di jelaskan oleh pak edison
    karena saya berniat untuk meminjam uang sebesar Rp. 30 jt dari bank untuk modal usaha, nah bunga kredit yang dikenakan terhadap pinjaman sebesar nominal tersebut normalnya berapa kalau jangka pinjamannya adalah 3 th?

    terima kasih

    • Saya sendiri belum tahu bunga yang ‘normal’ untuk penggadaian SK itu berapa persen. Jika bapak telah mendapat tawaran dari bank, mungkin bapak bisa menceritakan di sini berapa persen bunga yg diminta oleh bank? Setelah itu baru kita lihat apakah ada alternatif financing (pembiayaan) lainnya yang lebih murah.

      • Kalau yg saya ketahui di bank BRI bunganya sekitar 14-15%. Jd bagaimana menurut bpk edison?

  • Bagi temen-temen yang mau ambil CC / KTA, apalagi hanya untuk kebutuhan konsumtif. tolong pikirkan konsekuensinya di masa mendatang. baca catatan saya di facebook APAKAH ANDA TERMASUK GOLONGAN BUDAK DI JAMAN MODERN INI ? http://www.facebook.com/posted.php?id=1328194588&share_id=76596041039

  • Saya mau tanya bung edison. Saya ambil KTA di Bank AMRO sebesar 10 juta selama 3 thn. Pada bulan 1 sampai ke 16 saya lancar pembayarannya. pada bulan ke 17 dan seterusnya pembayaran saya mulai sepoyongan alias macet disebabkan karena ekonomi drop. Saya ingin menyelesaikan hutang tersebut tapi saya minta diundur. Tapi bagian penagihan selalu bilang tidak bisa. Dan sampai sekarang hutang saya bertambah terus. Bagaimana cara penyelesaian yg terbaik buat saya mengingat saya sudah tidak sanggup kalau untuk membayar cicilan perbulan? Mohon sarannya. Terima Kasih.

    • Ada beberapa alternatif:

      Yang pertama adalah mengambil ’secured debt’ alias hutang DENGAN agunan, untuk melunasi hutang KTA tersebut. Hutang tipe ’secured debt’ mempunyai bunga yang lebih ringan sehingga tidak terlalu ‘mencekik’ kondisi keuangan Robert. Tetapi ini tentunya membutuhkan barang yang bisa dijaminkan.

      Alternatif kedua yang kerap saya anjurkan untuk dicoba adalah mencari pinjaman dari keluarga ataupun teman. Bunga deposito ataupun Tabungan saat ini sangat rendah. Robert bisa membuat ‘proposal’ untuk meminjam dari teman/keluarga, dengan memberikan bunga yang di atas bunga deposito ataupun tabungan saat ini. Bahkan jika Robert memberikan bunga sebesar 16%-20% kepada teman/keluarga tersebut, bunga tersebut akan tetap lebih ringan daripada bunga KTA. Buat proposal tersebut dengan baik, dengan memuat jadwal pembayaran yang akan Robert lakukan. Tentunya Robert harus mempunyai komitmen kuat thdp jadwal pembayaran tersebut, sehingga reputasi Robert tetap baik di antara teman/keluarga.

      Singkatnya, Robert menawarkan “daripada uang kamu dapat bunga kecil di tabungan, dan daripada saya bayar bunga yang tinggi sekali kepada bank, bagaimana kalau saya meminjam ke kamu saja dan memberikan kamu bunga yang lebih menarik?”

      Jika kedua alternatif tersebut tidak memungkinkan, maka cara terakhir tentunya adalah ‘mediasi’. Berdasarkan pengalaman saya sewaktu mengurus hutang karyawan saya, Jika kreditnya belum macet terlalu lama, beberapa bank memang menolak untuk ‘negosiasi’ dulu. Terkadang butuh beberapa bulan sebelum mereka menawarkan untuk negosiasi (biasanya 3-4 bulan, tetapi ini akan tergantung kepada policy masing-masing bank dan juga besarnya kredit yg macet itu). Tentunya Robert harus sadar bahwa selama masa tersebut, Robert akan terus menerus dihubungi oleh debt collector.

  • saya mau numpang komen ttg gencarnya serbuan penawaran kredit, kebetulan barusan saya nonton ‘credit crunch’ di PBS ttg Credit Where Credit Is (http://www.cwcid.org/whatwedo.htm), neighbourhood credit union yg melayani org2 ‘bawah’ yg ditolak bank2 walaupun banyak dr mrk yg memenuhi syarat alias prime.

    Bekerja sama dgn organisasi2 nirlaba, Program CWCI dilengkapi dgn pendidikan tanpa pungutan biaya, ttg finansial empowerment, shg org2 ini bs paham n bertanggung jawab atas keadaan finansialnya. Tak seperti bank2 pada umumnya yg memprioritaskan laba, CWCI menjalankan kesadaran sosial utk membantu org2 utk berdaya upaya keluar dr spiral kemiskinan.

    Bank2 mgkin males ambil mrk sbg customer krn laba yg bs diraup dr kalangan ini ga seberapa, pdhl biaya overhead n adminnya sama aja ama yg bs beri laba besar (klien yg nabung/pinjam dlm skala besar..).. Ironisnya, justru org2 komsumtif yg ga bener2 perlu pinjaman malah diserbu penawaran2 dr bank, sdgkan yg bener2 memerlukan malah ditolak..

  • bung edison, menarik sekali membaca blog ini, anda sangat menguasai tentang perkreditan. kalau boleh saya menebak, anda kuliah di bidang perbankan atau setidaknya pernah bekerja di bank ya?
    kebetulan saya bekerja di bagian consumer loans bank pemerintah. saya sangat menghargai pendapat anda tentang KTA, termasuk saran anda untuk menghindari KTA. namun yang layak diingat juga adalah bahwa KTA yang bermasalah JUGA AKAN SANGAT MERUGIKAN PIHAK BANK. KTA bukanlah pemerasan pihak bank, karena akad kredit disetujui oleh kedua belah pihak, tidak seperti yang saya baca disini, bahwa seolah2 pihak bank sengaja menjebak nasabah. mohon kebijaksanaannya.

    regards,

    • Salam kenal Ina,

      Memang secara hitam atas putih, semua orang yang mengambil KTA pasti sudah menanda-tangani akad-kredit. Tetapi dalam hal ini, perlu dipertanyakan apakah mereka sudah memahami benar seluk beluk kredit yang mereka ambil itu? Kebanyakan justru tidak…

      Kalau saya lihat, di Indonesia, saat ini boleh dikatakan utk KTA dan KK, sudah menjurus ke praktek predatory lending. Dalam prakteknya, cara penawaran KTA sendiri boleh dikatakan sudah tidak sehat. Pihak Marketing menawarkan dengan sangat agresif. KTA ditawarkan sebagai ‘uang tambahan untuk apa saja, bisa utk menambah modal dagang, belanja dll’. Tidak sedikit yang malah menyarankan ‘pokoknya ambil aja dulu pak KTA-nya.. nanti kalau sudah turun, pasti juga terpakai’

      Tentunya saya juga tahu kalau bank juga tidak menyukai adanya kredit yang macet. Tetapi jika kredit dikucurkan secara agresif dan tidak melalui seleksi yang ketat, maka ketika terjadi kredit macet, tentunya bank tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, dan cuma bisa menyalahkan salah diri sendiri…

      Apakah ini berarti ‘Semuanya salah bank’? Tentunya tidak. Pemerintah juga salah, karena tidak membuat rambu-rambu yang lebih ketat untuk mengatur masalah ini. Yang mengambil KTA juga ada salah. Jika ina baca dengan lebih dalam, mungkin ina akan bisa memahami kalau fokus artikel ini bukanlah utk menunjuk siapa yang salah, tetapi lebih kepada menyadarkan pembacanya akan bahayanya ‘ilusi’ bunga flat dan pemakaian KTA.

  • ikut nimbrung mas edison,sy minta saran nech sy pengen beli mobil bekas harga cuma sektar 16jtan aja,saya cuma ad duit 5jt ,pengen sy lising hrs ada DP 9 jtan angsuran 390rbuan,pengen ngambil KTA sech eh malah ngeri setelah baca blog mas edison,emang lising ga berani ngash pinjemn dngan DP 25% untuk mbil bekas,kalo menurut mas edison itungan diatas gimana mas

    • Pertanyaan pertama saya justru bukan soal hitungan, melainkan adalah, apa alasan abdi sehingga ‘memaksakan diri’ ingin membeli mobil bekas tersebut? :)

  • gaji sya 2jt/blan sya uda lama pengen mbl,ya buat alt taransportasi alternatif aj,kalo ort pengen pergi kemana khan bsa antar,sya mash bujang sya pikir untuk angsuran sekitar 7rts ribuan sya bisa,soalnya kalo ga tanggungan gt uang gaji kyak lewat aja mas edison,kalo nabung bs 3 tahun sya ngumpulin uang 10jt mas,yach jadi bingung nech

    • Kalau dari cerita Abdi, rencana abdi untuk membeli mobil ini adalah murni utk ‘konsumsi’, dan bukan karena kebutuhan yang mendesak. Jika saya lihat, saya mungkin tidak menyarankan Abdi untuk membeli mobil dulu, terlebih lagi dengan menggunakan Kredit Tanpa Agunan..

      Membeli mobil tentunya bukan hanya membutuhkan uang untuk membelinya saja, tetapi juga akan melibatkan biaya yang tidak sedikit utk pengoperasian, perawatan dan perbaikannya. Terlebih lagi untuk mobil bekas yang biasanya sedikit lebih ‘rewel’.

      Abdi ada menyinggung kalau salah satu penyebab ingin membeli mobil tersebut adalah karena “kalau tidak, uang gaji kayak lewat aja (tanpa ada terlihat)’. Jika abdi mengatakan bisa menyisihkan sekitar 700 ribu setiap bulan, mengapa uang tersebut tidak diinvestasikan saja (dan jangan dibelanjakan)? :) Dengan demikian uang gaji tidak sekedar ‘lewat’ saja. Setelah investasinya nanti membuahkan hasil, di kemudian hari, abdi bisa membeli mobil tanpa perlu menggunakan KTA.

    • sory, iseng nambah tanggapan ya..

      Saya sepakat dengan Bung Edison. Mungkin memiliki mobil belum sebegitu urgennya, apalagi ada biaya-biaya dibelakangnya yang perlu dipikirkan juga.

      Lalu ada pernyataan “Uang gaji kayak lewat aja”. Kalau memang seperti ini, mungkin yang pertama dilakukan adalah coba ubah mindset dulu. Saya sendiri punya masalah yang hampir mirip karena gaji saya ga tentu. Bisa keburu habis uangnya. Untuk menyiasatinya, saya selalu berusaha yang namanya nabung itu menyisihkan, bukan menyisakan. Jadi begitu dapat penghasilan, uang saya langsung dipotong untuk bagian investasi. Dan memang sebaiknya jangan di tunda.

      sekarang sudah banyak ko fasilitas yang memudahkan penyisihan ini, terutama untuk yang penghasilannya tetap di waktu tertentu. Abdi bisa coba fasilitas bank yang namanya standing order. Jadi kalau kebetulan gaji dikirim via bank, Andi bikin aja perintah ke Bank tersebut, misalnya: setiap tanggal 1 tiap bulan, transfer 700ribu ke rekening RD XYZ.

      Atau kalau memang godaannya banyak sekali, coba ambil aja fasilitas investasi yang sangat menyulitkan untuk diambil seperti tabungan berjangka, deposito, ORI, dll.

      When there is a will there is a way :)

  • sekedar cerita nech mas sy sbenere dlu pernah terbelenggu am namanya KK,sbenere taonn pertm sya bs lancr byr angsuran,krn PHK angsuran jad kaco,trus htng ga selesai malah melar,DC tiap hari neror kyak moster,itu terjadi hampir setaon kemudian sya dpa kerj lg,utang sy sy semula platfonya 4jt jd 6 jt,trus sya negosiasi am pihak bank yang intinya sy snggup byar hutang sya sesuai dengan paltfom sy semula 4jt,dengan kerendahan hati dengan itikat baek sya mampunya cuma byar segtu,ga tau itungane gman bank menyutujuinya,syukur deh sya bs lepas dari jerat KK,meski pake uang pinjamn jg tapi sekarng uda kelar smuanya,nah sekarng ini sya pengen ngajuin KTA,tp terus terang sy jd ragu lg setelaah buka2 google ktm blog ini,mau nabung ga bisa,eh akhir2 ini sy sering dpt telf dri bank ga ngejar2 angsuran tapi malah nawarin pinjman,,,kebtulan jg sy pengen beli mbl,bingung mas

    • kalo dengan mobil yang Abdi beli itu, Abdi bisa bayar KTA tsb boleh diambil (misalnya kalo Abdi beli mobil tsb untuk usaha) tapi jika hanya untuk bersenang-senang/gaya mending ga usah dulu. Buat apa bersenang2/gaya tapi kalo ke depannya bingung bayar setorannya/dikejar2 DC lagi kan? mending kalo cuma punya uang 5 juta, uangnya ditabung buat dana darurat in case ada keperluan yg benar2 penting, kita ga pusing2 lg udah punya dana daruratnya.

  • kredit tanpa agunan memang tanpa agunan, tapi bunganya jauh lebih tinggi.

  • mohon saran nih….

    Sodara saya terlibat belenggu tagihan KK yang lumaya banyak (katanya). Gak tau berapa detail jumlahnya… Dia berencana untuk menutupi dengan KTA karena bunganya lebih kecil… Seorang perencana keuangan memperbolehkan dia untuk mengambil KTA tersebut dengan syarat kalo sodara saya ini punya income yang tetap. Katanya mengalihakn KK ke KTA baik, karena bunga lebih kecil dan angkanya flat…

    Apakah itu memang saran yang baik?

    Karena saya lihat sodara saya ini punya mobil. Apakah mengagunkan si mobil ini ke pegadaian merupakan salah satu alternatif juga? (btw kalo mobil digadaiin, cuma suratnya doang atau sak mobil2nya ya?)… Sodara saya ini gak punya aset lain, kecuali beberapa reksadana yang jumlahnya juga paling cuma 10 jutaan

    Transfer balance ke KK syariah membantu gak?

    Any idea?

    • Umumnya memang bunga KTA akan lebih kecil jika dibandingkan bunga KK dalam satu bank yang sama. Tapi AFAIK, belum tentu bunga KTA akan lebih kecil dibandingkan KK kalau banknya berbeda.

      Selain itu, jika memang saudara Anda bisa bertekad dan disiplin untuk membayar lebih dari minimum payment dan dalam jumlah yang konstan, belum tentu juga tutup lubang dengan KTA akan menjadi solusi terbaik. Ada alternatif transfer balance, atau strategi penutupan KK dengan bunga lebih tinggi terlebih dahulu (jika KK nya banyak).

      Pegadaian tampaknya kurang bisa dijadikan alternatif ya.. barangnya harus diserahkan ^^ Kalau punya emas, mungkin bisa dipertimbangkan.

      Transfer balance ke KK Syariah? Kalau cuma untuk hitung2an kena biaya / bunganya, ga jauh beda dengan KK biasa pada bank yang sama.

      Yang jelas, perlu perhitungan yang cukup detail kalau memang mau strategi yang terbaik. Jadi silakan dihitung ulang. CMIIW :)

    • KK dan KTA itu sama-sama tipe hutang yang disebut sebagai Unsecured Debt.

      Jadi kalau menutup KK dengan KTA, itu tiada bedanya dengan Lolos dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Buaya :)

      Saran saya yang pertama, adalah mencairkan seluruh reksadananya untuk dipakai mengurangi hutangnya.

      Mengapa demikian? Karena dengan kondisi sekarang ini, bisa dikatakan sama saja saudara anda itu berinvestasi di reksadana dengan uang hutang. Apalagi hutang yang dipakai adalah hutang yang bunganya tinggi. Ini bukan tindakan yang bijaksana.

      Jadi pertama-tama cairkan dahulu reksadana tersebut dan gunakan untuk mengurangi hutangnya.

      Bagaimana dengan sisa hutangnya?

      Menggadaikan mobil, tergantung kepada tempatnya, bunganya mungkin sedikit lebih rendah dibandingkan KTA. Tetapi biasanya utk mobil, nilai pinjaman yang diberikan sangat kecil dibandingkan dengan nilai mobil itu jika dijual.

      Tergantung seberapa ‘parah’nya hutang saudara anda, tingkat pendapatan dan pengeluarannya, bukan tidak mungkin solusi terbaik adalah menjual mobil tersebut. Tetapi tanpa mengetahui detail-detailnya, sulit untuk mendiskusikan solusi terbaik bagi saudara anda.

      • Udah pas banget nih bro Edison jadi financial planner. Mau ganti profesi ga bro? :)

      • alinaprimasari

        Kan di sini sudah ada financial planner sebenarnya (ngelirik konobe)

      • “Mengapa demikian? Karena dengan kondisi sekarang ini, bisa dikatakan sama saja saudara anda itu berinvestasi di reksadana dengan uang hutang. ”

        berarti, investasi dengan hutang itu, enggak boleh, atau boleh dengan dihitung dulu, bos?

        bingung dikit, nih…

      • tadi bingung ditanya felicia, katanya dikasih tau Alina. Halah, ternyata disini tho…

        well, belum ko Lin. Masih tahap penggemblengan, karena yang digemblengnya rada2 “keras kepala”, masuk telinga kiri keluar telinga kanan. wakakakakak… kudu “sembah sujud” sama bos gw ni. piiisss ah Pak..
        V(^_^ )V

      • alinaprimasari

        Makanya jgn bawa beban (tas) berat-berat (ga nyambung)

  • @War no berinvestasi dgn berhutang menurutku boleh-boleh aja tp itungannya mesti bener dan mesti perhitungkan juga hal-hal yg tdk terduga. Tapi investasi baiknya memang dari dana yg udah ada. yang Koservatif aja-lah.

  • Permisi nimbrung nih….saya ada rencana mau pinjam KTA bank “X “dengan bunga 21% floating selama 2 tahun 15.000.000 angsuran 770.785 untuk melunasi pinjaman juga di bank “Z” dengan bunga 21% Flat selama 2 tahun 15.000.000 angsuran887.500 sudah jalan 4 kali angsuran karena kalau ditutup sisa bunga gak dihitung karena bunga flat..benarkah….apakah benar langkah saya ambil KTA karena saya lihat angsuran per bulannya bank “X” lebih kecil…mohon pencerah & solusinya …
    Saya bisa sisihkan penghasilan/gaji 1.500.000 perbulannya
    terimakasih sebelumnya…:)

    • Pertama-tama, biasanya jika KTA dilunasi lebih awal, kita malah akan dikenakan ‘denda’, karena bank jadi kehilangan keuntungan yang seharusnya bisa didapat dari anda. Jadi heroe harus memperhitungkan dahulu berapa besarnya biaya tersebut.

      Kedua, dengan bunga floating di bank X, heroe harus mengerti bahwa jika dalam 2 tahun ini terjadi kenaikan suku bunga, maka kemungkinan besar angsuran yang harus heroe bayar itu akan naik….

      • Terimakasih atas jawabannya mungkin penjelasan saya kurang lengkap,perlu bapak ketahui yang mau saya lunasi itu pakai agunan rumah …menurut informasi tanpa biaya tambahan, justru tanpa bunga bila dilunasi ( katanya di awal perjanjian)….ini sebenarnya cuma masalah menyiasati “pinjaman” aja siapa tahu lebih ringan beban angsuran…..walaupun saya tidak terlalu terbebani dengan pinjaman yang sekarang…..sekali lagi terimakasih atas penjelasannya…salam

  • Terima kasih atas pencerahannya saya akan coba “berburu” cari info siapa tahu ada bank yang lebih murah dengan oper kredit tadi….saya selalu tertarik dengan “management keuangan pribadi” dan berusaha tinggalkan “rayuan” hutang bank……karena niat saya ini bank terakhir yang saya pinjam….saya yakin lebih baik menabung…..setelah baca postingan diatas….salam.

  • Hari minggu kemarin aku kebetulan lg di senayan. Ada pameran Wedding Expo aku liat di banner2nya,aku terkejut disana dipampang besar2 tulisan: “anda rayakan pestanya,kami sediakan dananya” alias penawaran KTA utk pesta pernikahan yg “hanya” berlangsung sehari. Aku sgt kuatir kl byk calon pasangan pengantin yg akan mengambil KTA itu utk sebuah pesta sehari,padahal hari2 yg akan mereka jalani sbg sebuah keluarga msh panjang,spt nanti pny anak dll.tp blm2 mereka sudah terlilit hutang KTA yg berbunga tinggi.hanya karena 1hari perayaan pernikahan.Gmn ya mending menikah dg berhutang? Atau mending ga usah menikah ya?

    • mending nikah tanpa ngutang, hahahaha…

      halah-halah, buat apa sih senang sesaat menderita kemudian? ada juga bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian :P Nikah di KUA cuma butuh uang ga lebih dari sejuta ko, hehehe.

      • kalo nikah ngutang pake KTA…… jadinya bersenang-senang dahulu baru mati kemudian.. mirip2 syair lagu deh jadinya… :D

    • Jadi Feli mau nikah ya, wah selamat ya. Kita tunggu undangannya ya untuk anak2 blog….

      • Bener Fel? Kapan? koq enggak ngundang-ngundang…

        hehehe…

        nerusin gosipnya putrie, eh tapi bener enggak Fel?

        BTW, Awal dari Pernikahan lebih baik sederhana, sesederhana batu kali untuk pondasi rumah, agar rumah yang dibangun diatasnya tidak mudah roboh.

        Memang sulit untuk menjadi lagunya Slank “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga”
        lebih mudah “berakit-rakit dahulu, berenang ketepian”

        kebanyakan, enggak perbahasanya? maaf yee..

      • Feli mau nikah??? weh… ko ga bilang-bilang?? pantesan semangat investasi…. :D resepsinya tunggu aku pulang ya Fel….

        wah.. kebalap lagi deh… :(

      • Walah2 disini biang gosipnya ya. enak aja, aku mau buat konfrensi pers akh buat negasin aku belum mau menikah,blm ada calonnya kok. Tunggu calon dg syarat ngerti&udh praktekkin buku the intelligent investor-nya Benjamin Graham alias bs membedakan investasi&spekulasi :-)
        (Lho kok JS jd ajang kontak jodoh ya? Sory bro Edison)

      • hahaha gpp kok Fel, yang punya blog lg sibuk, asistennya jg ngikut ilang mulu, cm ada konobe, klo dy gpp.

        Tuh war_no mau daftar ga, ambil formulir pendaftaran dulu ke felicia

      • syaratnya khan jelas, put.
        jadi sekarang harus mempelajari buku intelligent investor dan mempraktekkannya, biar memenuhi syarat, hehehe…
        kalo tetep enggak memenuhi syarat, paling enggak kan ilmunya bagus buat kita sendiri, ya khan?

        hehehe…

        BTW, ngomongin KTA, kira-kira kalo ngitungin utang untuk investasi, dihitung juga Net Present Value (NPVnya) juga, enggak?

        trims B4,

      • alinaprimasari

        meskipun jarang comment bukan berarti saya ga mampir ke blog put…

  • Dear Mas Edison,

    mohon pencerahannya, saya mau beli rumah tapi tidak punya uang untuk membayar biaya2 seperti biaya notaris pajak dan lain2. apakah jika saya mengambil kta 10 jt itu bisa bermasalah.

  • Dear Mas Edison,
    boleh minta saran ya?? saat ini saya sdg mengambil salah satu properti, nah yang saya bingung adalah keputusan untuk mengambil kredit pelunasannya, karena ada yg langsung dengan developer dan ada yang melalui bank dengan masa yang relatif sama. Yang saya bingung adalah perhitungannya mas, karena secara kasat mata apabila saya mengambil dari developer langsung, saya masih harus menambah DP yang sudah saya bayarkan, tapi dengan bunga flat selama 61x cicilan, sementara apabila melalui bank, saya tidak perlu menambah DP yg sudah saya bayar, dan bunganya p.a efektif selama 60 kali.
    kalo diliat ilustrasinya sbb:
    Developer :
    nilai properti 232.148.400
    Booking Fee = 5.000.000
    DP 6.904.947 x 6 = 41.429.682
    Angsuran (61x) = 3.439.236 (tetap tidak akan berubah) – bunga flat kalau ga salah dibawah 10%, saya tidak tahu pastinya

    sementara apabila melalui bank:
    Nilai Properti = 179.958.002
    Booking Fee : 5.000.000
    DP (yg sdh dibayar) : 30.990.000
    Jumlah pinjaman : 143.968.002
    Angsuran (60x) asumsi bunga 12,5 pa.efektif = 3.239.983

    Kenapa dengan bunga bank yg kelihatannya lebih besar, tapi secara total pembayaran jadi lebih murah dari total yang kita bayarkan langsung ke developer ya? apa karena kalau kita ambil melalui developer harga awalnya saja sdh dibedakan ya mas?
    Menurut perhitungan mas, lebih baik mengambil yg mana ya?
    Terima kasih sebelumnya ya atas sarannya..

    Tanti

    • alinaprimasari

      Mbak Tanti,
      Boleh tahu harga asli propertinya berapa, biar perhitungannya lebih jelas, jadi bisa ketahuan bunga dari developernya berapa.

      • Harga ini untuk satu properti yg sama.

        Pada dasarnya harga asli propertinya 179.958.002
        (sdh termasuk booking fee Rp. 5jt, dan DP Rp. 30.990.000 yg dibayar ke pihak developer)
        jadi total yang harus dilunasi oleh bank menjadi 143.968.002

        sementara apabila pelunasan melalui developer langsung, harganya menjadi langsung naik ke 232.148.400 (termasuk booking fee 5 jt dan DP 41.429.682), cicilan tetap selama 61x. spertinya pihak developer langsung menghitung bunga di awal untuk menghitung cicilan tetap selama 61x itu.

        Makanya saya sendiri jadi bingung.. hehehe..

      • ho…

        Bank menjelaskan ke Tanti dengan bunga efektif, sedangkan developer dengan metode bunga flat. Umumnya bunga efektif hampir setara dengan 2 kali lipat bunga flat dengan jangka waktu yang sama. Misalnya flat 5%, maka kalau dihitung efektif bisa sekitar 10%-an. Jadi memang bisa saja kalau bunga developer yang terlihat kecil ternyata memiliki cicilan yang lebih besar. Apalagi ada perbedaan jangka waktu cicilan 60 bln dan 61bln.

        setelah dihitung ulang, harga properti dengan KPR bank akan menjadi 230-an juta dengan jangka waktu 60 bulan. Sedangkan Developer 232-an juta dengan jangka waktu 61 bulan (flat di 5,7-an% per tahun ya..)

        Untuk mana yang lebih baik, mungkin perlu di cek lagi kali ya.. karena ada hal lain yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, besarnya DP. Lalu soal ketetapan bunga. Kalau Tanti ambil dari developer biasanya cicilan tersebut fixed, tidak berubah. Sedangkan Bank, walaupun cicilan lebih murah tapi karena konvensional sifatnya akan floating atau bunganya bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi. Sekarang ini bunga bank memang sedang turun, tapi belum ada yang bisa menjamin kondisi akan bisa seperti ini terus, begitu pula sebaliknya.

        Selain itu ada biaya tambahan diluar harga properti juga yang perlu dihitung ulang. Baik developer maupun bank mungkin akan mengenakan biaya tambahan berbeda. Yang jelas, Bank akan menuntut ada asuransi kebakaran dan jiwa. Belum lagi biaya notaris, administrasi dan lainnya. Nah, kalau dihitung-hitung biaya lain-lain ini bisa lumayan juga lho besarnya.. ^^

        -CMIIW, nubie

    • alinaprimasari

      Eh ini ilustrasinya 2 properti yang sama atau berbeda ya? Jika berbeda ya tidak bisa dibandingkan.

    • M Tanti,

      Maaf, saya sedikit bingung. Dari kedua ilustrasi diatas, saya menangkap satu buah properti dengan dua harga yang berbeda. Atau mungkin harga properti Bank itu sudah dikurangi dengan DP awal ke developer?

  • Makasih ya atas infonya, memang sih kalau saya hitung2x dari bank masih ada biaya provisi, notaris, asuransi dllnya (yg kalau dihitung akhirnya akan sama nilainya)
    Cuma yang jadi kendala saat ini sih memang kalau saya pindah cara bayar langsung ke developer ada beban DP yang kurang saya bayar. Sementara kalau saya pakai bank, saya tidak perlu menambah DP lagi.
    Kalau boleh tanya lagi, biasanya bunga bank itu paling parah ada di kisaran berapa ya?

    Makasih lagi ya.. :p

    • Maaf mbak Tanti OOT,
      Itu rumahnya lokasinya di mana ya atau nama perumahannya, lg hunting nih, siapa tau bisa jd tetangga :-)

      • hehe…jadi malu ni..:p
        sebenernya saya bukan ambil rumah tapi apartemen, saya ambil unit gading emerald di klp gading mba.. kalau berminat masih ada tuh unit2xnya..kali2x beneran bisa jadi tetangga.. hehee :)

      • wah kejauhan klo ambil di kelapa gading…
        klo udah jadi info2 ya, pgn tau jg hasil rusunami itu bagaimana, sesuai dengan yang ditawarkan atau tidak

    • yang saya tahu, jaman krisis 98, BI Rate pernah sampai puluhan persen ^^

      kalau dekat-dekat ini (2007), BI Rate pernah sampai 12,5%. Bunga KPR dari Bank (bukan BPR ya..) sekitar 4-7% lebih tinggi dari BI Rate. Jadi waktu itu bunga KPR ada dikisaran 16,5% – 20%. CMIIW

    • sory, lupa nambahin.

      yang saya tahu, bank memang tidak akan menambah DP, tapi biaya lain-lain itu akan tetap ditagih di awal. Jadi mungkin tetap saja Mba harus nambah uang lagi. Cuma saya juga ga tau apakah biaya ini akan setara dengan tambahan DP+biaya lain developer atau malah lebih murah.

      Kalo ga salah ada alternatif lain. Biaya lain-lain itu akan ditambahkan dalam pinjaman juga, hingga nanti total pinjaman dan cicilan juga akan berubah. tapi mungkin kasus di KPAnya mba tanti beda kali ya.. maklum, masih belajar juga ^^

      • iya memang, dari pihak bank menambah biaya notaris, provisi dan biaya asuransi yang besarnya tetap lebih sedikit dari jumlah tambahan DP yang harus saya bayarkan apabila saya mengambil metode pembayaran melalui developer. (sekitar 5 jtan untuk proses kpa, sementara penambahan DP sekitar 10jtan..)
        Ya moga2x sih kondisi perekonomian tidak memburuk dalam 5 tahun kedepan ya.. :p
        hm…anyway terima kasih banyak ya atas masukannya, sangat membantu saya dalam melakukan perhitungan…

  • hehe..emang sih jauh..secara saya sekarang aja tinggal di daerah fatmawati..nyebrang perbatasan..:p
    yg saya liat terakhir kemarin ini sih untuk tahap 1 sdh finishing, kalo tower yg saya ambil masih baru jadi bbrp lantai..malah sekarang ini katanya dipasarkan unit tower baru lagi…wuiiii…bakal rame deh..

  • mrs. ade erni

    hai bung…. tanya doonk..
    kemaren aku liat rumah dibandung… dijual seharga 130jt.. saya amat tertarik.. coz rumahnya bagus tapi murah (u/ ukuran dibdg)..
    cuma kendalanya saya tidak punya uang cash.. saya baru ada 20jt + harta yang saya punya mobil xenia..
    saya pengen ambil KPR, tapi rumah itu adanya di gang (surat lengkap) dan bukan di komplek..
    pertanyaan saya:
    1. kalo beli rumah di gang, trus kita ambil KPR kira2 di approve gak ya.??
    2. kalo saya ambil KTA 100jt buat beli rumah itu gimana yaa…???
    mohon sarannya ya Bung.. dan tolong dijawab ke email saya..
    Terima kasih.. :)

  • yang butuh pinjaman untuk mengembangkan usaha khusus wirausaha.silahkan email ke chadpandj@yahoo.com.exclusive dari bank permata

  • Mas.. tanya donk…

    Kalo bunga flat, ketika nglunasi biasanya kan memang ada denda… tapi ada juga yang tidak mengenakannya mas. Jadi kalo pelunasan di awal ya hanya dari sisa pokoknya langsung.

    Tapi kalo bunga efektif, kenapa di jadwal angsuran tiap bulannya. Besaran angsuran pokoknya mula2 mengecil jadi besar. Dan angsuran bunganya dari besar trus mengecil.

    Sehingga kalo pas kita mo nglunasi di awal-awal. Jadinya pokok yang harus dilunasi masih besar sekali.

    Bener begitu ya?

    Makasih ya…

  • saya barusan dpt penawaran. sesuai dengan limit KK. bunga 0% selama 6 bln. biaya adm 5 % dr pinjaman. jd kl pinjam 14 jt. bulan pertama kena bayar 2.333.333 + 700.000 bulan 2-6 bayar 2.333.333. jd di hitung2 bunga flat 0.833 % perbulan . jd setahun cuma 10 %. murah kan? boleh diambil ga? kira2 ada udang dibalik perkedel ga ya?

  • allo, numpang nanya dunk… soal KTA buat wedding, saya lagi mempertimbangkannya karena urgent, biaya yg seharusnya dikeluarkan sdh over budget sehingga mau ga mau hrs pinjam ke bank… kekurangan hanya sebesar 15jt, apakah ada saran saya harus pinjam kemana? karena KTA merupakan pilihan plg cepet, kalo pinjam ke saudara atau teman rasanya tidak mungkin. oh ya, klo mau pinjam dengan mengagunkan dana jamsostek bagaimana ya caranya ??? terima kasih banyak….

  • Tadinya saya berencana untuk mengambil cicilan KTA untuk usaha. Tapi setelah saya baca web ini dan berpikir dalam dalam tentang bunganya ( setelah membaca ilustrasi diatas). I decided not to take it instead. Teng kyuuu Mr Edison. Mungkin harus mencari alternatif lain untuk modal.

  • Mr. Edison…
    Coba Indonesia isina orang smart kaya sampeyan..n semua orang yang terlibat di web ini, ckckck..salut.
    Ngomong2 KTA (unsecured debt), abang gw jagonya bikin kartu kredit banyak n KTA pake alamat rumah nyokap (notabene gw masih tinggal disitu)…abis itu ga bisa bayar, nyokap gw (naluri ibu) akan ngelindungin anaknya dengan menjaga rahasia alamt abang gw dari debt collector…
    Saran tuk semua yang mu ngredit…kalo ga urgent, lebih baik paksain nabung perbulan (misal 500.000/bln), jadi dalam waktu 6 bulan bisa beli barang harga 3.000.000. Lebih puas dan tanpa bunga…daripada dikejar2 jatuh tempo, mending memotivasi diri untuk nabung brooo…
    Ngutang itu = nabung kok, cuma ngutang duit nongol di awal, nabung duit nongol di belakang…yg bedain cuma nafsu untuk memiliki barang tsb aja..(nb : untuk yg tidak urgent lhoooo!)..

  • mo bertanya…saya ditawari KTA bank plat merah..karena saya perlu untuk usaha dan saya belajar dari site ini..maka KTA tersebut saya tambah agunan aktiva bergerak….tp ternyata perhitungan bunga nya kok gak berubah ( kata marketingnya ) tetap spt KTA..hanya waktu cairnya lebih cepat…gimana ya ? mohon pencerahannya

  • 3 tahun lalu gw ada ajukan KTA SCbank.
    uang yg gw trima 12.500jt
    dipotong admin dll 250rb
    jadi di rekening gw ada 12.250jt
    katanya bunganya flat gak sampe 5%
    tapi, gw bayar tiap bulan 565rbx36bulan =20.340.000
    so, bunganya brati sekitar Rp 8.090.000 ,- wow fantastis, berati bunganya nyaris 66% dari total pinjaman gw.

    sejak itu gw dah gak pernah lagi deh mau berurusan sama KTa. Kapok

  • kalo misalnya saya ngambil kta,terus di tengah proses pencicilan saya tidak melanjutkan pembayaran (macet),sangsi apa yang akan saya lalui atau apakah ada proses hukum?

  • Edison, thanx for the good sharing and experiences.

  • Terima kasih lebih dahulu atas info-info menarik di atas. Saya baru-baru ini mulai membaca blog anda. Mungkin pertanyaan saya kurang ‘connect’ dengan topik anda di atas, oleh itu maaf sebelumnya. Saat ini saya sedang kesulitan dana, dan sedang mencari pinjaman. Seorang rekan saya merekomendasikan perusahaan di bawah:
    http://funderproject.blogspot.com/2009/04/pt-permata-senayan-properti.html
    Saya sudah mendatangi lokasi kantornya, tetapi karena diminta biaya apraisal di muka, yang puluhan juta, saja jadi was-was. Pertanyaan saya, bolehkah seorang lender(bank) meminta biaya di muka? Sepengetahuan saya, biaya(administratif, apraisal, dll.) biasanya dipotongkan setelah pinjamannya keluar. Dan juga, di luar negeri, banyak terjadi ‘advance fee’ loan scam, jadi membuat saya kurang yakin, walaupun di sana saya diberi tahu kalau mereka sudah mempunyai izin bank. Terima kasih sekali lagi.

    • salam sejahtera mas edison yang baik hati !!!

      begini mas edison saya sebagai PNS dan Wiraswasta mengambil KTA (Kredit Tanpa Agunan) dengan jaminan usaha saya.

      saya meminjam 50jt dengan lama pembayaran selama 3 th. tetapi saya sedang mengalami pasang surut sebagai Wiraswasta..

      sampai – sampai saya tidak bisa membayar cicilan (angsuran) setiap bulannya…

      yang saya ingin tanyakan, jaminan apa yang DC/ Pihak Bank akan ambil dari saya ??? (karena kita kredit tanpa agunan (KTA), jika saya tidak bisa membayar lagi ???

      dan saya harus melakukan apa ??, dan bagai mana agar saya terhindar dari BI Checkking ???

      mohon saran dan petuahnya ??? (agar saya bisa berfikir lebih positif).

      wasalam

      • sory, yang saya tahu KTA itu tanpa agunan/jaminan. Ini maksudnya yang jadi jaminan adalah usaha, apa ya?

      • Iya ya…
        kalo namanya KTA harusnya tanpa agunan yak.
        jadi bank enggak berhak menyita aset penghutang.
        Paling ditungguin terus ama Debt Collector tiap hari…

        santai ajaa…

    • saya bingung menghadapinya mas edison. saya ingin nama saya bersih di data Base Bank Indonesia ???

      Jika mas edison punya berita atau sesuatu yang membuat saya dapat menghadapinya. saya mohon masukan dan opininya.

      di tunggu mas edison yang baik hati…………

  • oooowh….jadi gitu y????

  • dear mas edison,
    blog anda sangat memberi pencerahan buat saya yang awam ini.boleh saya ikut bertanya,
    bisa gak kita memakai sertifikat sawah untuk mengajukan kpr?lalu sebaiknya mengajukan kpr ke bank syariah atau bank konvesional?bank swasta atau yg bumn ya?mana yg kprnya tidak mencekik leher?terima kasih banyak atas penjelasannya

    • dear, coba bantu sepengetahuan saya ya..
      untuk KPR, biasanya yang dijadikan jaminan adalah sertifikat rumah tersebut.
      masalah syariah atau konvensional bisa tergantung beberapa hal. antara lain:
      - view / kecenderungan anda
      - anda lebih suka sistem cicilan tetap sampai akhir (mungkin terlihat lebih mahal) atau anda lebih suka sistem cicilan yang bisa berubah tiap saat sesuai suku bunga? kalau lebih suka yang tetap, silakan cari ke bank syariah (ati2, ada bank syariah yang cicilannya bisa berubah juga, tergantung akad). kalau anda g masalah berubah, silakan ke bank konven :)

      masalah mencekik leher atau tidak, kayanya perlu beberapa pertimbangan. Yang paing terkenal cukup murah itu BTN, tapi ini bukan jaminan. Anda tetap perlu survei. Selain itu, kalopun ternyata Anda menemukan yang tidak mencekik leher, belum tentu Anda bisa diapprove KPRnya, hingga akhirnya ya mau ga mau ambil yang agak mahal :)

      • oh begitu ya.terima kasih atas penjelasannya.nanti akan saya coba tanya2 ke bank2.aku mau jual aja deh sawahnya.buat nambah2 modal buat beli rumah.ada yang mau beli gak?lokasi sawahnya bagus.letaknya dkt samarang di garut.kalau ada yang tertarik email aku ya kedewadies@yahoo.com

  • Mungkin lebih baik jika saya bisa melihat detail penghitungan bunga dan pembayarannya… Bunga 14-15% ini adalah bunga flat atau bunga efektif?

  • Iya, memang agak sulit memberikan jawaban yang pas kalau informasinya tidak detail, karena jadinya saya hanya bisa ‘menebak-nebak’. Kalau sekarang ini, (entah saya salah tangkap atau tidak) di kepala saya malahan adalah Heroe mau mengambil KTA untuk melunasi hutang yang menggunakan agunan? Dalam keadaan ‘normal’, seharusnya hutang yg menggunakan agunan malah lebih ringan dibandingkan KTA… Mungkin ada sesuatu di sini yg terlewatkan oleh saya?

  • Terima kasih atas balasannya, saya kira data yang saya sertakan diawal sudah ada tentang besar angsuran KTA yang lebih ringan dari yang pakai Agunan masalahnya mungkin Bank yang pakai agunan adalah BPR(kecil) yang sudah pasti dia juga “Pinjam modal” sedang yang KTA adalah Bank Besar……Salut buat blog ini yang membuka wawasan saya tentang seluk beluk pinjaman bank.. saya kira anda telah banyak menyelamatkan “korban hutang”…….

  • Nah, sekarang sudah mulai ‘agak terang’ :D

    BPR (apalagi yg kecil) memang biasanya mempunyai biaya permodalan yang lebih tinggi. Ini karena mereka ‘meminjam’ dana dari masyarakat dengan bunga yg lebih tinggi (bunga tabungan di BPR lebih tinggi). Akibatnya ketika mereka meminjamkan uang (dalam hal ini kepada heroe), tentunya mereka akan mengenakan biaya yg lebih tinggi..

    Terlepas daripada itu, mungkin sekarang yg perlu heroe pertimbangkan adalah, dengan agunan yg sekarang heroe pakai tersebut, bisakah heroe mengambil pinjaman (dengan agunan) di bank besar? (oper kredit)

  • Pada umumnya seharusnya bunga kredit dengan agunan lebih rendah daripada yang tanpa agunan. Mungkin lebih baik Heroe mencari bank yang mau men”take – over” kredit tersebut. Karena umumnya bank umum (non BPR) mau melakukan take over dengan memberikan bunga yang lebih rendah.

    Ada baiknya bagi yang hendak mengajukan KTA meminta simulasi pembayaran bunganya terlebih dahulu kepada marketing yang memasarkan produk tersebut agar tidak merasa tertipu di kemudian hari.


Leave a Reply