Posts Tagged as ‘Reksadana’

March 7, 2009

Lagi-lagi Pelajaran Bagi Investor (Kasus RBS)

Article by Alina

Pembaca blog masih inget dengan kasus Reksadana “Bodong” Bank Century ? Bank Century menjual produk Reksadana yang dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Produk ini bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi, dana nasabah yang dikumpulkan berkisar antar Rp 1 Triliun – Rp 1,5 Triliun. Di situs BAPEPAM bisa dilihat bahwa ternyata Bank Century tidak [...]

December 8, 2008

PELAJARAN DARI CERITA HOROR REKSADANA ‘BODONG’ BANK CENTURY

Di pekan ini, cerita bank Century memasuki bab baru yang lebih menakutkan dari cerita horor. Ternyata selama ini, Bank Century dalam operasinya juga melakukan penjualan reksadana padahal bank ini tidak mempunyai perizinan untuk menjual Reksadana. Ketika saya cek ke situs Bapepam, Bank Century tidak terdaftar sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana).
Kisah seram ini lalu [...]

October 29, 2008

Kresna Index 45: Edison Pergi Ke Pasar…. (LAGI) Part 2

(bersambung dari part 1)
Dalam part 1, saya telah bercerita tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prospektus Reksadana Kresna Index 45. Kini cerita akan saya lanjutkan mengenai ‘jalan-jalan’ saya ke kantor Reksadana Index 45.

October 28, 2008

Kresna Index 45: Edison Pergi Ke Pasar…. (LAGI) Part. 1

Teman-teman pembaca lama mungkin masih ada yang ingat dengan artikel ‘Edison Pergi Ke Pasar’ yang pertama di blog ini. Jika ketika itu saya pergi ke ‘pasar‘ untuk melihat-lihat kondisi pasar perdana ORI 5, maka kali ini saya berangkat ke ‘pasar‘ untuk mengorek lebih jauh mengenai produk Reksadana  Indeks baru, yaitu Kresna Index 45.
Selain ‘pasar’ yang [...]

October 24, 2008

Prospektus Reksadana Kresna Indeks 45

Salah satu ‘kebiasaan’ yang sering saya temukan pada para calon Investor adalah enggan untuk membaca prospektus. Untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk investasi, banyak calon investor yang terbiasa semata-mata mengandalkan orang lain, baik itu teman, saudara, ataupun marketing dari produk tersebut (ini yg paling berbahaya). Akibatnya, para calon investor tersebut tidak memahami penuh produk tersebut [...]

October 22, 2008

EVENT: Presentasi Reksadana Kresna Indeks 45

Salah satu keluhan utama saya mengenai dunia Index Investing di Indonesia adalah sedikitnya pilihan yang tersedia bagi para index investor dibandingkan dengan di negara maju seperti Amerika. Selama ini para investor yang tertarik untuk melakukan index investing hanya bisa memilih di antara Reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X, di mana dalam artikel yg lalu saya telah [...]

October 18, 2008

Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X (part 2)

(sambungan dari part 1)
Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya ‘masuk’ antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka ‘resmi’  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya ‘masuk’-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya ‘masuk’ reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan di [...]

October 16, 2008

Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X

Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik.
Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui index [...]

June 12, 2008

Investor Pasif dan Bogleheads

WHAT THEY SAID…

Jangan mencoba mencari jarum dalam jerami. Beli saja jeraminya
John Bogle

—–oOo—–
Investor, menurut Ben Graham, dapat dibagi ke dalam dua golongan : Investor Aktif dan Investor Pasif. Penggolongan ini sendiri tidak mempunyai artian/konotasi positif ataupun negatif, dalam hal ini “Pasif” bukanlah berarti jelek dan “Aktif” juga bukan berarti bagus.
Investor Pasif, dalam hal ini adalah tipe [...]

June 9, 2008

Berkenalan dengan Reksadana

WHAT THEY SAID…

If we do not hang together, we will all hang separately
Benjamin Franklin

—–oOo—–
Saya teringat sewaktu SD dahulu uang jajan saya Rp 100. Di sekolah saya dulu, dengan jumlah uang itu, saya dihadapkan kepada dua pilihan jajanan : nasi uduk, yang nilai lebihnya adalah bisa membuat kenyang atau kerupuk bangka, yang nilai lebihnya adalah “enaaak” [...]