WHAT THEY SAID…
Setiap kali saya melakukan kesalahan yang bodoh, saya ingin agar anda setidaknya bisa sedikit ‘terhibur’ karena kerugian finansial yang saya alami akan jauh lebih besar daripada kerugian anda.
Warren Buffet kpd pemegang saham Berkshire Hathaway
—–oOo—–
Mungkin di dunia ini tidak terlalu banyak CEO yang bisa mengikuti Buffet mengucapkan kalimat seperti di atas. Buffet sendiri memang layak mengucapkan kalimat tersebut karena sekitar 99% dari nilai kekayaan dia adalah berbentuk saham Berkshire Hathaway, perusahaan yg dikelolanya (Buffet adalah CEO perusahaan tersebut). Charlie Munger, partner Buffet dan wakil CEO Berkshire juga tidak jauh berbeda, hampir seluruh kekayaannya ditempatkan dalam bentuk saham Berkshire Hathaway. Konsekuensinya adalah jika keduanya sampai melakukan kesalahan bodoh dalam menjalankan Berkshire Hathaway, maka kerugian yang mereka tanggung akan sangat besar, baik dalam nilai nominal maupun dalam persentase terhadap nilai kekayaan mereka.
Tentunya kita tahu bahwa hanya sedikit orang yang akan ’senang’ ketika dia kehilangan uang banyak hanya karena orang lain kehilangan uang lebih banyak lagi. Jika kita mengalami kerugian 100 juta, maka umumnya kita tetap akan ‘kesal’ meskipun orang lain rugi 200 juta. Kalau begitu, bukankah ucapan Buffet di atas menjadi tidak berarti?
Dalam hal ini, yang ingin disampaikan Buffet kepada para pemegang saham Berkshire adalah bahwa dia dan para pemegang saham lainnya berada di dalam satu kapal. Jika sampai sang kapten (Buffet) membuat kapal ini karam, maka dia juga akan ikut tenggelam bersama kapal itu dan para penumpang lainnya. Oleh karena itu sudah tentu Buffet akan berusaha sekuat tenaganya agar kapal tersebut bisa berjalan dengan lancar hingga sampai di tujuannya.
—–oOo—–
Kondisi “sama-sama satu kapal” seperti yang saya ceritakan di atas secara umum merupakan salah satu cara mengenali perusahaan yang baik prospeknya. Ketika manajemen suatu perusahaan berada di ’satu kapal’ dengan pemegang sahamnya, secara natural para pemegang saham itu akan lebih ‘terjamin’ masa depannya karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama.
Salah satu ‘trik’ umum yang kerap dipakai oleh para investor untuk melihat apakah pihak manajeman ‘mempunyai kepentingan yang sama‘ dengan para pemegang saham adalah dengan cara melihat Insider Transaction. Insider Transaction sendiri adalah transaksi yang berkaitan dengan saham maupun opsi yang dilakukan oleh para ‘orang dalam‘ perusahaan. Di Amerika, badan SEC mengharuskan setiap anggota manajemen (level atas) perusahaan untuk melaporkan setiap transaksi sejenis ini yang mereka lakukan.
Sebuah ilustrasi sederhana yang relevan di sini adalah ibaratnya kita berniat untuk naik ke suatu kapal, maka tentunya kita akan was-was jika kita melihat kapten dan anak buah kapal malah berebutan untuk naik ke sekoci penyelamat. Jika hal ini terjadi, maka kemungkinan besar tentunya adalah bahwa kapal itu sedang dalam masalah. Hal yang sama juga berlaku di dalam investasi. Bayangkan jika anda ingin membeli saham suatu perusahaan, tetapi CEO, Vice-CEO, CFO, dan berbagai anggota manajemen lainnya malah sibuk menjual saham yang mereka miliki. Tentunya kita harus berpikir dua kali ‘ada apa ini?’.
—–oOo—–
Untuk melihat Insider Transaction, mungkin sebagian pembaca blog ini sudah pernah melakukannya. Data Insider Transaction ini bisa dilihat dengan mudah dengan mencek info suatu saham di berbagai situs finansial, misalnya Yahoo! Finance, CNN Money, MSN Money, dan masih banyak lagi situs finansial lainnya.
Dari berbagai situs itu, kita bisa melihat berbagai transaksi terkait dengan saham yang dilakukan oleh para anggota manajemen perusahaan tersebut, apakah mereka membeli saham, menjual saham, exercise option, ataupun tindakan lainnya.
Meskipun Insider Transaction bisa memberikan gambaran tentang apa yang sedang dilakukan oleh pihak manajeman, melirik dari contoh Buffet di atas, ada baiknya jika kita juga memperhatikan satu data lainnya, yaitu Insider Holding, alias besarnya nilai saham yang dimiliki oleh para anggota manajemen perusahaan itu. Jika para anggota manajemen perusahaan itu menaruh sebagian besar kekayaan mereka di saham perusahaan yg mereka jalankan, maka itu bisa menjadi indikasi keyakinan mereka kepada masa depan perusahaan itu.
Sebagai ilustrasi, misalkan saja kita dari data Insider Holding ini, kita bisa melihat bahwa John G Drosdick (CEO Sunoco) per 31 Maret 08 memiliki 187.100 lembar saham Sunoco. Berdasarkan harga penutupan kemarin ($36,6) berarti nilainya kira kira US$6,86 juta.
Bagi kebanyakan dari kita, tentunya US$6,86 juta adalah nilai yang besar, tetapi yang jadi pertanyaan adalah apakah nilai tersebut besar bagi untuk Drosdick? Bagaimana jika nilai kekayaan Drosdick adalah $500 juta? Dalam hal ini $6,86 juta itu meskipun secara nominal merupakan jumlah yang besar, tetapi bagi Drosdick, itu hanya merupakan porsi kecil dari kekayaannya (sekitar 1,3%). Tentunya ini tidak berarti bahwa Drosdick akan mau menderita kerugian di saham Sunoco-nya, tetapi bukankah kita akan lebih yakin Drosdick ada di ‘kapal yang sama’ jika misalkan ternyata kekayaan total Drosdick hanya $7 juta (dibandingkan dengan misalnya ia memiliki $500 juta)?
—–oOo—–
Sayangnya, di Amerika, kita tidak bisa mencari tahu nilai kekayaan seseorang (tindakan ini termasuk illegal, karena adalah data pribadi). Meskipun demikian, ada beberapa alternatif yang bisa kita pakai, misalkan saja dengan melihat daftar gaji CEO yang ada di Forbes. Dari situ kita bisa melihat bahwa ternyata total kompensasi (gaji plus berbagai bonus dan tunjangan) yang diterima Drosdick selama 5 tahun terakhir adalah sekitar $121,26 juta. Jika kita hitung-hitung, ini artinya saham Sunoco yang dimiliki oleh Drosdick cuma sebesar kurang lebih 3 bulan total kompensasi dia!!
Tentu saja kita tidak boleh menilai apakah Drosdick ini seorang CEO yg buruk ataupun baik hanya berdasarkan data di atas. Meskipun demikian, tentunya fakta ini menimbulkan suatu pertanyaan yang ada baiknya dipertanyakan oleh setiap investor. Jika sang CEO saja hanya bersedia menaruh 3 bulan gajinya di sana, mengapa saya (yg tidak mempunyai kendali atas operasional perusahaan) harus investasi di sana?
7 Comments
July 20, 2008 at 12:16 AM
hmmm, koran bgt. mantap bannernya. Jangan2 orang media juga ya? mas/mbak?
salam kenal
July 20, 2008 at 3:28 PM
analisa yg bagus…sy suka ini
Semoga semakin bagus analisanya
July 21, 2008 at 10:27 AM
Kalo buat di indonesia, ada ga ya cara buat tahu, seperti yg dicontohin di kasus di atas ? Soalnya pengen juga invest di persh dgn cara seperti itu …
July 21, 2008 at 11:42 AM
sing ade lawan
hehehehe suka banget gue baca2 disini … jadi menanti2 trus yg terbitan baru .. we want more we want more
October 9, 2008 at 5:03 PM
Dear Edison
koran lama (yang saya ketinggalan) artikelnya masih bagus dibaca.
Saya lihat linknya dibawah ini :http://biz.yahoo.com/t/96/4146.html
cuman bacanya agak bingung.
apakah drosdick juga director di heinz dan US steel?
di bawahnya ada tabel history yang pernah dilakukan oleh orang tersebut ya ?
a. disposition = penjualan, acqusition = pembelian pada saat market tutup- pasar negosiasi ?)
b.kemudian ada yg harganya US$0, apakah hibah saham
sorry, mungkin kurang berhubungan dan nanyanya terlalu banyak.
October 9, 2008 at 6:55 PM
wah, senang rasanya kalau ada yg mau ‘ngubek-ngubek’ blog ini baca artikel lama saya…
Padahal artikel ini termasuk salah satu favorit saya (sbg penulisnya) karena menurut saya bisa bermanfaat bagi para investor saham. Tetapi sampai hari ini cuma 233 kali dibaca, padahal sudah 82 hari sejak artikel ini ditulis. Artinya dihitung rata-rata, sehari tidak sampai 3 orang membaca artikel ini.
Setahu saya, memang Disposition&Acquisition dalam kaitannya dengan insider trading adalah penjualan dan pembelian yg tidak melalui pasar, jadi bisa misalnya berupa bonus saham, hibah ataupun mekanisme lainnya. Kalau harga yg Rp 0, kemungkinan besar memang melibatkan hibah.
Soal jabatan, iya dia menjabat di beberapa perusahaan sekaligus.
October 19, 2008 at 9:27 PM
Very good article, jika investor dan manajemen in the same boat…apa lagi yang diragukan…ayo tunggu apa lagi get on board segera…
Betul juga kalau perusahaanku mengalokasikan sahamnya untuk karyawan ( Employee Stock alocation )untuk level manajemen mulai mid-top manajemen.
Mungkin untuk melihat apakah management satu boat dgn investor dari ESA ini,,,betul gak boss…..
thanx,sangat informatif