July 4, 2008...9:41 AM

Forex Trading: Kasino Legal Indonesia

Jump to Comments

WHAT THEY SAID…

Forecasting exchange rates has a success rate no better than that of forecasting the outcome of a coin toss

Alan Greenspan (2004)

—–oOo—–

Kemarin, ECB (European Central Bank/Bank Sentral Uni Eropa) menaikkan suku bunga patokannya dari 4% menjadi 4,25%. Kenaikan ini membuat selisihnya dengan Fed Rate (2%) milik bank sentral Amerika semakin besar. Biasanya hal ini akan membuat mata uang Euro menguat terhadap Dollar Amerika, terlebih mengingat pelaku pasar secara umum berpendapat bahwa the Fed kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunganya hingga akhir tahun ini.

Tetapi apa yang terjadi? Bukannya menguat, nilai tukar Euro terhadap Dollar Amerika malah melemah dari 1,59 menjadi 1,57 (-1,26%).

Kejadian ini langsung membuat saya jadi teringat kepada ucapan Greenspan yang saya kutip di atas. Kutipan yang saya dengar beberapa tahun lalu tersebut memang sangat membekas di otak saya. Sebagai Gubernur bank sentral Amerika (The Fed), boleh dikatakan Greenspan mempunyai kuasa untuk menentukan suku bunga patokan Amerika (yang akan mempengaruhi nilai tukar US$). Greenspan sendiri adalah seseorang yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi dan dengan jabatannya itu, memiliki akses luas ke berbagai data dan informasi yang mungkin tidak bisa disamai oleh orang lain di dunia finansial serta didukung oleh ‘satu pasukan’ tenaga ahli dalam bidang keuangan, statistik dan ilmu terkait lainnya.

Dengan berbagai ‘kelebihan’ dan ‘fasilitas’ yang dimiliki oleh Greenspan tersebut, bukankah sangat menarik jika ia sampai mempunyai pendapat bahwa “meramalkan pergerakan kurs tidaklah berbeda dengan mencoba meramalkan hasil lemparan koin“?

—–oOo—–

Mungkin ada sebagian pembaca blog ini yang akan berpikir “ah, kenyataannya ada orang-orang yang berhasil mendapatkan keuntungan dari bermain forex, tuh si A berhasil dapat xxx dari trading forex“. Sama halnya dengan kasino, dari jutaan orang yang berjudi di sana, tentunya ada sebagian orang yang keluar dengan kocek yang lebih tebal.

Sebagai ilustrasi, kita akan melihat kasus “lemparan koin” yang dipakai oleh Greenspan. Seperti kita tahu, lemparan koin mempunyai peluang ½-½. Jika kita melempar koin sebanyak 10 kali berturut-turut, peluang untuk menebak secara benar 10 kali adalah sebesar 0,09765625%. Angka tersebut kelihatan kecil, tetapi jika ada 1024 orang yang mengikuti ‘tebakan’ ini, maka berdasarkan probabilita, akan ada 1 orang yang berhasil menebak dengan benar 10 lemparan koin tersebut. Mengingat ‘pemain’ forex jumlahnya bisa dikatakan jutaan, tentunya tidak aneh jika ada sebagian orang yang bisa mengklaim ‘menang’ di forex. Meskipun demikian, ini tidak mengubah kenyataan bahwa permainan ini adalah permainan ‘lempar koin’.

Greenspan, dalam pidato di depan European Banking Congress 2004, mengatakan bahwa problem  utama dalam forecasting pergerakan kurs adalah sulitnya melakukan antisipasi terhadap perubahan supply dan demand suatu mata uang. Ditambah lagi dengan aktifitas spekulasi para pelaku pasar, maka forecasting pergerakan kurs secara akurat dan konsisten (dalam jangka panjang) boleh dikatakan adalah sesuatu yang mustahil.

Greenspan juga menambahkan bahwa beberapa institusi perbankan memang mampu mendapatkan hasil yang cukup konsisten dari trading forex, tetapi hasil ini bukanlah didapat dari kemampuan mereka untuk meramalkan pergerakan kurs. Keuntungan yang didapat oleh institusi-institusi perbankan ini adalah keuntungan yang didapat dari kemampuan mereka untuk ‘membuat pasar’.

—–oOo—–

Jika saya perhatikan kondisi di Indonesia, akhir-akhir ini kegiatan trading forex, terutama secara online sangat marak. Iklan workshop forex yang ditawarkan berbagai trainer bisa ditemukan setiap hari di koran. Satu hal yang sangat mengganggu pikiran saya adalah sebagian besar iklan dari para trainer ini disertai dengan iming-iming hasil yang sangat tidak realistis, tanpa memberikan gambaran yang tepat mengenai besarnya resiko permainan forex.

Mungkin iming-iming yang paling ‘ampuh’ para trainer ini adalah “passive income” dan “financial freedom” dengan forex. Padahal kalau kita mau berpikir sejenak, jika benar trading forex bisa memberikan passive income dan financial freedom, untuk apa para trader itu masih sibuk mencari “calon murid” yang mau membayar mahal untuk ikut workshopnya?

Trading Forex adalah suatu aktifitas spekulasi. Tentu saja spekulasi tidak dilarang, tetapi batasilah jumlah yang akan dipakai untuk spekulasi. Jangan sampai spekulasi ini malah memiliki porsi lebih besar dari investasi kita. Porsi uang yang kita pakai untuk spekulasi sebaiknya tidaklah lebih dari 5-10% investasi kita.

66 Comments

  • Saya setuju bahwa forex trading tidaklah semudah yang banyak didengungkan akhir-akhir ini.

  • forex trading dibuat bukan untuk spekulasi… Anda butuh dollar beli dollar.. anda butuh rupiah beli rupiah… Tidak ada spekulasi

  • kalau yg spt bro kugenggam tulis, biasanya bukan disebut forex trading, melainkan money changer… :)

    Kalau money changer umumnya mengambil profit dari ‘spread’ selisih antara jual dan beli, dan tujuan utamanya bukan untuk mengambil profit dari forecasting pergerakan kurs.

  • hati-hati bro edison ntar blog u didatangin lagi ama barisan orang sakit hati lagi lho ama yang kemaren (I*F) :D

    Post yang sangat tepat waktunya menurut saya bro Edison, di mana-mana ada iklan workshop forex termasuk di kompas (makanya sekarang saya dah berhenti langganan, mending baca WSJ deh) iklan yang secret strategy lah, yang hedging model manajer investasi lah. padahal intinya khan sama aja maen tebak-tebakan, biar keren dikasih grafik, dikasih bumbu analisa ekonomi, analisa fundamental atau teknikal. Bercampur jadi satu, diaduk-aduk jadi ga karuan deh. :D

    Padahal kalau memang beneran tradingnya berhasil kenapa masih perlu jualan seminar atau workshop sih ?? serakah sekali orang yah… :D gitu juga ngga ada risk disclaimer sama sekali di iklannya, benar-benar penyesatan khalayak umum. Padahal potensi resikonya jauh lebih besar daripada potensi keuntungannya, terutama bagi yang beginner.

    Forex trading (spekulasi) sah-sah saja, tapi ya itu tuh…. mbok yah tuh iklan2 jangan disamain dong spekulasi=investasi, mengumbar cerita manis saja…

    Satu bagian dari portfolio saya ada forex tapi yang terpenting menurut saya pribadi proporsi forex dalam portfolio saya hanya porsinya 1% saja, itu juga khusus dari porsi dana spekulasi saya rasa itu sudah saya golongkan sebagai spekulasi yang conservative (bahkan saya kasih tulisan DANGER di pembukuan portfolio saya lho :D )

    Yang terpenting, seperti yang bro edison bilang : “bedakan investasi dan spekulasi” dan “jangan serakah”

  • hahaha bro kingkong… padahal saya baru rencana untuk nulis HYIP yg satu itu minggu depan :)

    Kok bro bisa nebak jalan pikiran saya sih? hahahahaha

  • Wah pengen belajar forex tapi koq otak pas-pasan hehe *misi numpang lewad*

  • Yah emang sih main forex buat kita menghayal kelangit..bayangkan ada yg iklanin dengan garansi 400 persen perbulan. Garansi apaan yah?bingung dah..

  • Mungkin garansi stress, jantungan dan kebotakan dini :)

  • Saya sih belum ikutan kayak-kayak gini. Tapi memang kayak gini untung-untungan kalau nggak mau di sebut judi secara tegas.
    Booming di negeri kita karena memang kebanyakan orang kita mudah tergiur untuk menjadi kaya secara “instant” dan tidak memperhitungkan atau peduli dengan resikonya.

  • Saya sih tidak sepenuhnya setuju dengan pak edison. Forex =/= judi. Tapi kalau forex = spekulasi saya setuju 101%. Dan saya juga setuju dengan disclaimer yang bro Kingkong 88 sebutkan. Memang seharusnya disebut dalam iklan seperti iklan rokok. Produk deposito, RD, bahkan ORI juga harus disertai disclaimer. Intinya setiap investasi pasti ada resiko. Tinggal bagaimana kita mengelola resiko tersebut.

    Kok index (HangSeng, Nikkei, Kospi) tidak disebut, Pak? Option juga? Apakah keduanya tidak lebih mengerikan dibanding forex. Setau saya leverage sama dengan forex dengan volatilitas bahkan jauh lebih tinggi. Berapa point pergerakan 1% index saham HangSeng? Apa bedanya dengan forex dengan index? Bisa diprediksi? Fundamental lebih benar? LQ45 pun juga mirip index? Benar bukan? Bedanya leverage LQ45 ngga bisa segede main index dan option.

    Mengenai reaksi pasar … apakah pasar selalu rasional dengan berita-berita mengenai index , LQ45? Bukankah berita-berita yang mempengaruhi pergerakan forex juga hampir sama dengan berita yang menggerakkan index?

    Begini penjelasannya forex =/= judi (meskipun klise ala teknikalis forex):
    Lempar koin — tiap kali lemparan tidak ada hubungannya dengan lemparan sebelumnya. Katakanlah probabilitas 50:50 … tapi hasil lemparan pertama tidak akan mempengaruhi hasil lemparan ke 100. Dan probabilitas 50:50 tidak harus digenapi pada setiap lemparan. Setiap lemparan adalah peristiwa yang independen.

    Forex-index(termasuk LQ45) — ada kaitannya dengan pergerakan sebelumnya. Naik2 terus … akan koreksi, begitu juga turun terus akan koreksi di satu titik. Jadi peristiwa sebelumnya tidak lepas begitu saja. Tiap evennya tidak berdiri sendiri, bisa disebut dependen terhadap kejadian sebelumnya.

    MKJS = mohon koreksi jika salah

    Edison: Bagi saya, judi juga termasuk spekulasi. Jika Judi=spekulasi, forex=spekulasi, kelasnya berarti sama :)

    Kenapa saya tidak menyebut tentang option dan index (hangseng, nikkei,dll)? Karena judul artikelnya adalah Forex, jadinya tidak relevan jika artikelnya malah menyinggung option dan index. Tetapi krn bro antialias adalah reguler di kaskus, mungkin bisa dilihat di sana bagaimana pandangan saya mengenai ‘option’ dan ‘index’ (yg spt hangseng, nikkei,dll). Tentunya satu hari saya akan menulis juga mengenai kedua topik di atas, tetapi saat ini belum ‘mood’ (krn menulis itu juga butuh ‘mood’) :)

    Di sini saya belum jelas konteks LQ-45 yg bro bicarakan seperti apa. Apakah dalam pengertian index murni (spt orang-orang yg bermain index hangseng dll) atau dalam kaitannya dengan ETF-LQ45 yg kerap saya bicarakan. Menebak pergerakan harian index adalah suatu tindakan spekulasi. Tetapi berinvestasi secara rutin dalam perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam satu index yang luas (wide diversification), dengan menggunakan metode DCA merupakan suatu tindakan investasi.

    Intinya adalah apa yang ada di benak seseorang ketika mendengar kata index, seperti misalnya index S&P500? Teknikalis membayangkan angka & harga saham. Fundamental membayangkan sebuah kumpulan berbagai perusahaan/bisnis.

    Seperti yang bro tulis, pasar memang tidak rasional. Justru itulah yang menjadi dasar dari Value investing: memanfaatkan ketidak-rasionalan orang lain. Jika pasar Rasional dan efisien, maka investor aliran value investing sedih semua :)

    Antara teknikalis dan fundamentalis memang cenderung berseberangan. Di thread JanganSerakah di kaskus pun pernah ada penganut teknikalis yang tidak setuju dengan fundamental analysis, sehingga timbul ‘debat’ tiada ujung. Itu sebabnya juga mengapa saya tidak pernah ‘main’ di thread JSX, karena saya tahu di sana adalah markas para ‘teknikalis’ yang rata-rata akan sulit utk menerima pandangan fundamentalis seperti saya :)

    Sejujurnya saya tidak berminat lagi utk terlibat dalam ‘debat’ fundamental vs teknikal seperti yg terjadi di kaskus itu. Pada akhirnya, semua kembali lagi kepada tujuan seseorang, apakah ia ingin menjadi seorang trader atau menjadi investor.

  • ETF-LQ45 dengan Dollar Cost Averaging saya setuju sih Pak Edison :) memang akan menyebar resiko meskipun instrumennya sama … keranjang sama tapi naruh telurnya beda2 waktu …

    tapi kalau
    Judi = Spekulasi
    Forex = Spekulasi
    lantas Judi = spekulasi = forex … hmm masih mikir sih Pak. Ngga setipis itu persamaannya .. hehe …

    Salut tetep sama Pak Edison yang ruajinn bener jadi kuli keyboard — sudah bukan kuli tinta lagi :D

  • Begini, mungkin saya harus tekankan lagi bahwa yang saya fokuskan di sini, sesuai judulnya adalah Forex Trading.

    Apakah mungkin melakukan investasi (dan bukan spekulasi) dengan forex (tanpa melakukan praktek forex trading)? Mungkin.

    Contohnya: kalau misalnya sekarang pemerintah tahu-tahu mematok 1 Euro=Rp 1000, saya akan beli Euro untuk investasi. Mengapa? Karena saya tahu bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia tidak akan sanggup utk mempertahankan nilai tukar seperti itu.

    Dalam kasus ini, saya tidak bisa tahu kapan persisnya ‘dompet’ pemerintah akan jebol, tetapi saya tahu bahwa cepat atau lambat, dompet pemerintah boleh dipastikan akan jebol. Mungkin semua akan setuju bahwa dalam contoh ini, unsur ‘tebak-menebak’ boleh dikatakan tidak ada.

    Nah, kalau forex trading, modus operasinya bukanlah seperti ini. Forex trading berusaha ‘menebak’ pergerakan kurs. Yang membuat semakin ‘parah’ adalah karena yang dicoba utk ditebak adalah pergerakan harian. Di sini, unsur ‘tebak-menebaknya’ besar, tidak berbeda dengan kasino :)

    Salut tetep sama Pak Edison yang ruajinn bener jadi kuli keyboard — sudah bukan kuli tinta lagi :D

    Soalnya akibat inflasi, tinta jadi mahal, kuli tinta kena ‘perampingan’ perusahaan. Terpaksa banting setir jadi kuli keyboard… :)

    Saya menulis selain karena baru sadar saya hobi menulis, juga utk mengasah pikiran saya dan senantiasa mengingatkan diri sendiri agar jangan serakah. Manfaat lainnya : Siapa tahu nanti ada yg nawarin saya utk menulis buku… hahaha…

  • menurut saya..
    trading forex ato judi itu bisa di katakan spekulasi kalau pelakunya hanya mengandalkan keberuntungan saja..
    tp kalo didasari dengan berbagai analisa ..
    itu bisa jd investasi jangka panjang.. asal disiplin dan ada manajemen risk nya.. bener ga ya pak?
    seperti film ” 21 ” .. dia maen judi di kasino dengan menggunakan logikanya.. tidak keluar dari sistem gitu.. akhirnya dia bs mendapatkan hasil yg banyak.. keren :-p hehe..

    salam kenal ^^

    Edison: Salam kenal juga.

    Yang menarik dari definisi investasi ‘ala’ Graham, dia tidak pernah membatasi ‘investasi’ itu harus dalam instrumen apa. Asalkan memenuhi 3 persyaratan investasi, ya bisa disebut investasi.

    Sebagai contoh, misalkan saja saya adalah seorang bandar permainan tebak koin. Aturan permainannya : Anda bayar Rp 1 Milyar di muka utk lempar koin 1 juta kali. Setiap kali koinnya keluar ‘gambar’, saya membayar anda Rp 1000. Setiap kali koinnya keluar ‘angka’ saya membayar anda Rp 900.

    Dalam hal ini, meskipun permainannya adalah ‘lempar koin’, saya bukan berjudi dan juga bukan spekulasi, karena saya pasti akan ‘menang’ dari anda.

    Apakah forex trading bisa dikatakan sebagai investasi? Bisa, jika ada yg melakukannya dengan memenuhi 3 persyaratan investasi ala Graham. Tetapi pertanyaannya adalah apakah mungkin melakukan ‘analisa yg mendalam’ terhadap pergerakan harian forex? :) Analisanya seperti apa?

  • oh ya.. btw pak edison ada trading forex ga ya?

  • Kalau dari penjelasan bapak, saya mengartikan investasi itu selalu untung dan dpt dipastikan untung? tp kl spekulasi itu lebih byk rugi nya drpd untungnya? bener ga ya..

    Sebelum melakukan investasi, bukannya kita melakukan analisa juga pak ? analisa terhadap investasi yg akan kita ambil..Walaupun begitu, kemungkinan utk rugi juga ada kan ya..

    hm.. by the way 3 persyaratan investasi ala Graham itu apa aja ya pak?

    Saya pemula pak.. mohon bimbingannya..
    Thanks atas jawabannya.. ^^

    Edison: Untuk lebih mengenal apa itu Investasi dan apa bedanya dengan spekulasi, coba Sunny baca artikel paling pertama di blog ini : Investasi dan Spekulasi

    .

  • Thanks ya pak atas jawabannya ^^

  • Saya setuju bhw forex adalah tebak-tebakan.
    Sekarang saja saya sedang menebak EJ turun dan ternyata tebakan saya benar.

    @TS, ditunggu penjelasan ttg option dan indexnya

    salam kenal

  • Salam kenal pak Edison…

    Sayang ya saya baca blog ini setelah seluruh uang yg saya coba “investasikan” di forex amblas hanya dalam +- 1 bulan.
    Saya mau sharing pengalaman mengenai trading forex saya.
    Saya termasuk orang yg juga mencari informasi mendalam sebelum memulai sesuatu investasi. Setelah membaca berbagai ebook, blog, testimoni, dll saya merasa mantap untuk mencoba “kasino” ini.
    Memang benar pak, baik teknikal maupun fundamental tidak memberikan pengaruh besar pada pergerakan kurs. Saya termasuk yg jatuh pada saat Fed menurunkan suku bunga ke 2% (saya ambil posisi sell EUR)
    Sakit hati ? Stress ? Frustasi ? Pasti…analisa teknikal OK, baca news juga untuk fundamental OK, software prediksi signal juga OK tapi hasilnya sebaliknya. Saya 100% setuju kalau memang forex ini seperti lemparan koin.
    Selama trading juga dalam hanya sebulan, memang hal2 seperti jantungan, stress, was2, susah tidur sering dirasakan. Hampir setiap menit pengen liat metatrader utk lihat kurs. Perjalanan ke kantor jadi deg2an, tidur malam tidak enak, yg paling tidak enak dimarahi istri krn seharian hanya di depan laptop :)
    Terima kasih pak Edison utk blog ini yg lebih memberi warning kepada orang2 yg hendak bertrading forex. (sayang saya bacanya setelah amblas…hehehe)
    Semoga pengalaman saya juga bisa jadi masukan bagi yg akan mencoba “kasino legal” ini.

    Edison: Thanks banget utk sharing pengalaman pribadinya.

  • Iya sy jg br ikutin seminar forex.dari awal saya emang ga sreg tp mau tau aja mengenai forex, ngga mungkin kita dikasi seminar gratis, ngga ky saham, mereka ga terlalu ngoyo cari client..
    kl mereka bisa gain income segitu besar dah tentu mereka akan main sendiri ga mungkin mau ajarin2 kita, ya ga bro??

    Edison: Kalau benar gainnya seperti yg mereka katakan, seharusnya mereka tidak perlu lagi cape-cape bikin workshop. Biasanya kalau ditanya ‘kenapa masih mau cape-cape bikin workshop dan ngajar‘, jawaban klise yg kerap dipakai trainer workshop adalah ‘karena terpanggil utk ngajar’ :)

  • uda pernah bilang neh di forum forum, tapi abis itu ya langsung deh gue di cerca:D

  • Maaf bung Edison, mungkin ini pertanyaan bodoh, tapi memang saya bener2 nggak ngerti.

    Sebenarnya gimana sih sejarahnya (mengapa) ada pasar uang, logikanya uang kok diperjual belikan?
    Mengapa pasar uang dan pasar modal menjadi sedemikian pentingnya sampai-sampai mempengaruhi kepentingan hajat hidup orang banyak?
    Dengan kondisi sekarang ini pasar uang dan pasar modal dikuasai para spekulan (penjudi???) maka dengan demikian hajat hidup orang banyak ini dikuasai para spekulan juga? Bukankah ini tidak adil???
    Apakah tidak ada cara untuk membatasi spekulasi ini dari pihak otoritas pasar?
    Saat krisis ekonomi dulu, malaysia pernah menarik mata uangnya dari pasar, apa dampaknya pada perekonomian malaysia?

    Maaf banyak banget pertanyaannya, moga-moga nggak kesulitan njelasinnya

    Edison: Kalau secara sederhana, Pasar uang timbul karena ada pihak yang membutuhkan dana, sedangkan dilain pihak ada pihak yang mempunyai dana yang ‘menganggur’ karena belum ingin dipakai. Yang mempunyai dana lalu meminjamkannya kepada yang membutuhkan dana, tentunya dengan ‘imbalan’.

    Setiap kali elki menabung misalnya, maka sebenarnya elki sudah ‘masuk’ ke pasar uang. Karena di sini berarti elki mempunyai dana lebih yg belum ingin elki pakai, lalu elki pinjamkan kepada bank, yg lalu akan dipinjamkan lagi kepada orang-orang yang membutuhkan kredit.

    Mengapa pasar uang begitu berpengaruh kepada hajat hidup orang banyak? Karena perekonomian digerakkan oleh aliran uang. Uang itu adalah ibaratnya ‘darah’. Jika aliran darahnya mampet, tentunya perekenomian akan kena ‘stroke’.

    Ada yang kerap menyalahkan bahwa ini adalah akibat ‘ekonomi modern’. Jika kita pikir, sebenarnya ini bukan hanya ‘monopoli’ jaman modern. Bayangkan jika misalnya pada jaman kuno dulu yang memakai uang emas, ada seseorang yang berhasil menguasai pasokan uang emas di jaman itu dan menimbunnya sehingga uang menghilang dari pasar. Akibatnya orang-orang akan sulit utk bertransaksi dan akan timbul guncangan juga di pasar.

    Apakah pasar dikuasai oleh spekulan? Mungkin kurang tepat jika dikatakan ‘dikuasai’ oleh spekulan. Yang lebih tepat adalah bahwa para pelaku pasar banyak yang berpola pikir seperti spekulan, baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Mungkin justru yang banyak adalah yg berpola pikir seperti spekulan, tetapi justru tidak sadar (itu yang membuat blog ini lahir :) )

    Apakah pihak otoritas tidak bisa membatasi spekulasi? Ada beberapa hal yang mungkin bisa mereka lakukan utk ‘mengerem’ tindakan spekulasi, tetapi pada akhirnya ini tidak akan efektif jika pelaku pasarnya justru kebanyakan berpola pikir spekulan.

    Mengenai kasus malaysia dulu, jika memang fundamentalnya lemah, maka campur tangan pemerintah seperti apapun sulit utk ‘menopang’ suatu mata uang. Sebagai contoh dahulu Soros terkenal karena berhasil ‘menggulung’ bank sentral Inggris.

  • iya, harus mengatur sisi psikologis dulu sebelum trading…

  • numpang lewat om…
    forex=judi … yes it is, karena setahu saya forex di indonesia masih menggunakan sistem pooling doang. jadinya broker yang berkuasa penuh pemain mana yang akan dimenangkan dan yang harus kalah.
    kenapa judi? karena uang yang berasal dari para client/pemain muter-muter aja ditangan broker. persis maen judi kartu yang pasti menang adalah bandarnya hahahaha…. :D
    yang jelas sistem perdagangan yang harusnya ada, tidaklah terjadi real di bursa. mana ada modal 50 juta rupiah bisa menggerakkan pasar uang? misalnya aku beli 1000 USD/JPY nggak mungkinlah pergerakan berubah karena aku beli di posisi tersebut, mimpi kali loe yeh… (inget forex di indo cuma pooling dan pooling is bet, bet is judi… judi is my uncle, lol :D …)

    ringkasnya para trader forex di indonesia cuman dikibulin doang ama bandar (wake up bro… use yer brain.. you r not kinda idiot…)

  • Forex trading kan nggak cuma di Indonesia doang. Setau gw broker-broker di AS atau UK ngelempar sebagian order clientnya ke pasar, nggak full bucketing kayak di Indo. Jadi forex tetap judikah?

  • menarik post ini, cuma perlu perhati dengan spekulasi

  • Saya nggak ngerti Forex itu judi ato bukan,tapi MUI berfatwa kalo forex itu halal, kalo memang ngomong spekulasi, hidup kita saya kira juga spekulasi, saya kenal forex baru 6 bulan dan saya udah bangkrut dari forex, namun saya gak kapok kok, karena kebangkrutan saya karena salah saya sendiri, ilmu forex belum saya kuasai betul, baru tahu kulitnya udah coba real, ya ancur,….. sekarang walaupun saya hanya ikut di Acc micro , alhamdullilah dapat terus tiap OP, pergerakan Mata Uang saya rasa Bisa Kita Prediksi arahnya, jadi kesimpulan saya, yang Berfikiran Negatif tentang forex itu mungkin aja pernah bangkrut, terus gak bisa mengembalikan modalnya dari forex, modal untuk forex dapat ngutang lagi,, heheheh siapa aja pastinya akan berperilaku kayak gitu, kalo ada enaknya di sanjung, kalo gak enak apalagi pernah di sakiti , akan menghina,…. siapa bilang forex susah, dengan ketekunan, apapun itu akan bisa kita selesaikan,

    • CMIIW, sekedar meluruskan.

      saya kutip ya dari fatwanya, silakan cek di web MUI, fatwa DSN no 28 tentang Al-Sharf:
      “Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh DENGAN KETENTUAN sebagai berikut:
      a. TIDAK UNTUK SPEKULASI (untung-untungan)
      b. ADA KEBUTUHAN TRANSAKSI atau UNTUK BERJAGA-JAGA (simpanan)
      c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara TUNAI (at-taqabudh).
      d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.”

      Yang saya pelajari di kuliah dari dosen ushul fiqh serta fiqh muamalah saya, alasan-alasan diatas sebenarnya bersumber dari satu pandangan dalam Islam bahwa: Uang hanya sekedar alat tukar dan merefleksikan benda riil (Imam Gazali bilang bahwa uang ibarat cermin). Jadi, maksud dari Al-Sharf atau transaksi jual beli yang dimaksud lebih dimaksudkan untuk pertukaran saja dan itupun karena ada kebutuhan transaksi riil (jual beli barang sesungguhnya seperti ekspor impor, bukan jual beli uangnya) atau untuk berjaga-jaga.

      Silakan Anda tanyakan kepada ahli ekonomi syariah manapun, tanyakan apakah “bermain” forex halal atau haram, maka jawabannya adalah haram. Namun foreign exchange nya sendiri (benar-benar exchange = pertukaran ya) adalah halal.

  • omong kosong besar kalo ada yang bilang bisa kaya dari forex, dalam waktu singkat……… walaupun forex itu mudah dengan kita disiplin belajar dan mencoba Virtual, namun tetap resikonya besar, makanya kalo anda bangkrut dari forex jangan salahkan forex apalagi menjelek jelekan forex, wong ente sendiri yang goblog,……….. buktinya banyak yang menekuni bisnis forex murni dan sukses, bukan menjual iming iming seminar dll yang ujung ujungnya jualan buku dan CD,

    • liat namanya kayak familiar nih…. di KSC kalo ga salah, hihihihii…..

      aku baru tau kalo foreks disebut bisnis :D

      ada yang aneh dengan isi komentarnya, ‘omong besar kalo ada yang bilang bisa kaya dari foreks’, tapi kemudian di bilang ‘banyak yang menekuni bisnis foreks murni dan sukses’?? :(

      jadi penasaran n pengen tau nih (pengen cepet kaya) gimana cara main bisnis foreks murni biar bisa sukses bos??? nubie mohon petunjuk

      • San bener mau kaya dari bisnis foreks murni? Caranya gampang kok buka beberapa toko money changer di tempat strategis. :-)

      • Atau, kita jadi “Bandarnya” aja, Fel…
        bisnisnya pasti untung, karena dapet fee bulanan ama fee persenan jadi yang main Forex.
        Ini yang disebut bisnis…
        tul enggak Fel?

      • Iya pak War no itu jg bisa jd alternatif bisnis foreks murni yg nguntungin. :-)

  • Seperti yg saya tulis dalam artikel ini, dalam ‘perjudian’ seperti apapun, pasti ada pemenangnya, tetapi pertanyaannya adalah berapa banyak jumlah pemenangnya?

    Kalau dikatakan BANYAK yg menekuni bisnis TRADING forex murni dan sukses, maka saya akan cenderung bertanya, berapa banyak? :)

    Jika misalkan ada 10 orang yg untung, maka pertanyaannya adalah, berapa orang yang ‘bermain’? Jika misalkan yang ‘bermain’ adalah 1000 orang, apakah 10 itu termasuk banyak?

    Mayoritas orang yg trading forex itu mengandalkan TA, dan sebagai penganut FA, mungkin semua pembaca bisa tahu apa pandangan saya tentang itu.

    Kalau melihat kepada salah satu kasus ‘permainan’ forex yg paling terkenal, itu adalah waktu George Soros ‘menghajar’ Poundsterling dan Bank Sentral Inggris. Dan dia melakukannya bukan dengan cara ‘pelototin’ layar komputer terus menerus menunggu signal dari TA :)

    • share aja pak Edison ….memang di trading forex ada istilah 95% trader adalah pecundang dan 5% nya adalah benar-benar seorang trader, bagi saya orang yang dikatakan sukses itu pasti hanya sedikit, jangankan dibisnis yang menurut anda spekulasi seperti ini, dibisnis riel pun, yang sukses itu sedikit juga itu udah hukum alam bukan teori, coba hitung berapa orang yang pinter dalam satu kelas ..pasti sedikit dibanding dengan yang nggak pinter, sebenarnya yang spekulasi itu bukan obyeknya, tapi tujuan dari subyek inilah kebanyakan spekulasi dan parahnya rata-rata orang indonesia penganut spekulasi baik dibisnis riel maupun yang non riel macam saham, forex atau asuransi unit link, tujuan mereka rata-rata pengen kaya mendadak tanpa harus belajar gimana strateginya, gimana pasarnya..semua cuma follower…saya juga trader dan saya setuju pendapat bang Edison bahwa rata-rata trader di Indonesia menggunakan TA disinilah masalahnya mereka pada pengin cepat kaya hanya dengan membaca chart tanpa mau belajar FA yang menurut mereka terlalu teori…jadi menurut saya Spekulasi ada pada tujuan dari subyek, bukan dari obyek atau produk investasinya..saya setuju banget ama komentnya @ penjaga neraka “Saya mendukung Investasi, tapi tidak untuk spekulasi”….sukses bro

  • tumbal derivatif

    Investasi dimanapun tidak beresiko…yang beresiko itu adalah orangnya…Biar investasi kita diforex/index aman…gw ada beberapa tip:
    Untuk yg trading lewat broker:
    1.Minta statement real 3 bulan terakhir
    2.Tanyakan besarnya penurunan equity dr puncak ke yg terendah
    3.Kalo broker ndak bisa ngasih statement real jangan percaya apapun yg diomongin broker

    Untuk yg trading sendiri:
    1.Cari teory dan amati minimal 6 bulan kalo blm ketemu jgn coba2 trading
    2.Jangan mau disuruh broker trading sendiri
    3.Tanyakan jmlh komisi yg bisa anda dapat

    Selamat mencoba…
    Gw buka rumah makan yg sebulan untung 2jt aja butuh 2th belajar…apalagi forex yg potensi untungnya sangat besar…kalo kita balajarnya cm sebulan dua bulan rasanya kurang bijak deh…

    • bagi newbie kayak saya, koq baru denger ada istilah baru, “Investasi dimanapun tidak beresiko…yang beresiko itu adalah orangnya…”

      hemm… butuh waktu untuk mencerna, bagi orang dengan kapasitas seperti saya…

      soalnya yang sudah masuk ke memori saya adalah: “potensi return berbanding lurus dengan resiko”

      dengan mengetahui resiko, kita bisa mengukur dan mengantisipasinya atau kata orang pinter Manajemen Resiko, atau apalah…

      bagaimana?

      • Gampangnya sih begini..
        Investasi itu kan berhubungan dengan masa depan (waktu), terserah mau berapa lama ‘time frame’-nya.. Nah, selama berhubungan dengan masa depan (meski cuma sedetikpun), gak ada (kecuali yg menguasai waktu) yg bisa menjamin dengan akurat apa yg akan terjadi. Yg ada adalah kita cuma bisa memberikan prediksi (terserah pakai metode atau analisa apapun) atas kemungkinan yg akan terjadi, bisa yg positif ataupun yg negatif. Yg negatif itu disebut dengan istilah resiko.

        Ehm.., yg ini beda lho dengan “Ya sudah resiko kalau saya ganteng.. lha wong bapak saya ganteng kok..” ;)

      • hua hahaha …
        bro toto ini emang lutu…

        terus, kalo “yang beresiko itu orangnya” penjelasannya kira-kira gimana bro?

        maksud saya bukan resiko Ganteng, lho?
        hua hahaha …

  • Yg berisiko orangnya?
    Waduh..gak ngerti bro..
    Kalaupun itu musti berhubungan dengan orang, yg berisiko ya tetap hal yg dimaksud, bukan orangnya.
    Misalnya: “Jangan nitip sendal ke dia. Lihat saja tampangnya.. Serem begitu. Yg ada juga dibawa kabur nanti sendal kita..”

    Nah.. yg berisiko tetap ‘nitip sendalnya’. Kalau orangnya sih memang sudah begitu tampangnya.., mau gimana lagi..? ;P

  • bro Toto_Lutu maksudnya yang berisiko itu adalah orang yang menjalankan investasi/spekulasi tersebut alias diri kita sendiri, bukan orang lain. Contohnya ketika kecil saya belum menguasai kemampuan berjalan dengan baik, nah saya memaksakan diri menyebrang jalan raya yang banyak mobilnya. Gimana reaksi orangtua saya pastinya melarang saya menyebrang jalan. nah yang berisiko itu adalah diri saya sendiri karena belum becus jalan tapi mau menyebrang. Nah saya butuh waktu untuk belajar berjalan dengan baik, lalu belajar menyebrang sehingga saya bisa melakukannya pelan-pelan. sekarang saya dewasa, saya bisa menyebrang jalan dengan baik. Risiko menyebrang jalan tetap ada tapi relatif sangat kecil karena saya sudah menguasai skill menyebrang jalan. Nah yang berisiko bukan menyebrang jalan, tapi diri saya yang sudah mampu menyebrang jalan atau belum. Begitu juga dalam investasi / spekulasi. Coba katakan Warren Buffet, ia sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menganalisis saham perusahaan. Dalam waktu sebentar ia sudah tau mana perusahaan yang pantas untuk diinvestasikan dananya atau tidak. Sementara banyak orang yang bermain saham bangkrut karena mereka berusaha “menyebarang jalan”/berinvestasi pada sesuatu yang mereka belum mengerti/ memiliki kemampuan untuk itu. ya hasilnya adalah bencana (bangkrut/dalam kasus saya waktu menyebarang jalan waktu kecil adalah tertabrak mobil). Jadi yang berisiko bukan investasi/spekulasinya tapi orangnya/diri anda sendiri.

  • Setahu gw gak ada cara instan untuk kaya (kalo ada yang tahu, kasih tahu dong). Kalo mau kaya ya harus kerja keras, konsisten, focus. Dan yang pasti ada cost yang harus dibayar (uang, waktu, tenaga).
    Begitu juga dengan forex, yang perlu dilakukan adalah belajar dan action.
    Semua orang yang main forex online pasti pernah kalah/loss, masalahnya adalah setelah kalah apa yang anda lakukan. Anda mengangkat bendera putih (menyerah, trus cari kambing hitam, nyalahin broker,..dll) atau anda mencoba bangkit karena baru dapat pelajaran yang mahal.
    Kalo anda terus belajar dan action,.. anda pasti konsisten mendapatkan profit. Kalo udah kosisten profit apakah forex=judi masih perlu diperdebatkan??

  • hahaha. wah lucu ya diskusinya. reang bangets. yang satu kubu, anti forex. kubu lain, pendukung forex, berusaha meyakinkan lawannya. ya ngga ketemu.
    TA dan FA keduanya adalah menebak. dan menebak = judi. coba ganti siasat dengan menjadi seorang trend follower. ngga perlu menganalisa TA dan FA. kalo agi turun, yaaaaa kita sell. kalo naiiiiik, ya kita buy. sesederhana itu. ngga usah banyak-banyak targetnya biar profit terus (katanya kita janganserakah). dan kalo udah profit, tolong dicritain juga di blog ini. biar para nubie macem saya ngga ketakutan utk terjun di forex.
    la gimana trader Indonesia mau maju. pas lagi cari referensi, ketemunya blog ini. ya langsung balik kanan.
    yang di Kompas itu bukan jual kursus menang trading. tapi jualan robot expert advisor. pake robot juga bagus. saya juga pake EA. dan EA saya hari kasih profit 5% dari nunggingnya UJ hari ini 16 juni 2009. tanpa pernah loss. dan EA adalah mesin yang trend follower.
    ayo kasih kalimat yang bikin senang, jangan tulis yang bikin gamang dong bang.

    TETEP SEMANGAT!!! hehehe

  • “la gimana trader Indonesia mau maju. pas lagi cari referensi, ketemunya blog ini. ya langsung balik kanan.”

    bukannya sekarang indonesia udah kebayakan trader? dari yang bener-bener ahli, yang merasa ahli, sampai yang enggak bisa membedakan diri dia itu investor atau trader.
    memang blog ini ditujukan untuk yang belum bisa membedakan investasi dan spekulasi/trading, dan ingin menyadarkan dirinya.
    kalo habis baca blog ini dan ingin terus trading, silahkan,
    “kewajiban” pemilik dan penghuni blog ini hanya mengingatkan, selanjutnya: resiko ditanggung sendiri.
    Jadi, garis bawahnya, blog ini tidak menghalangi anda menjadi trader, hanya mengingatkan tentang perbedaan investasi dan spekulasi.

    • waduh, yang dikomentari malah yang itu. saya tunggu komentarnya yang paragraf 2, mas. yang paragraf 3 itu memang not intended to be commented. apalagi paragraf 7. soalnya ngga ada. hehehe.

      • saran saya sih Mas, jawaban untuk no 2 itu ada di artikel Investasi vs Spekulasi di blog ini. Jadi ya.. kalau belum dibaca, monggo baca. Kalau sudah, mudah-mudahan maksud si penulis bisa dimengerti dengan baik :)

  • Salam kenal,
    Secara umum, antara Jual Beli Wajar dengan JUDI terdapat batas yang sangat TEGAS.
    Perbedaan itu ada pada ALUR-nya.
    Money Changer dan forex online, walaupun sama-sama proses penukaran antar mata uang.
    Ada pebedaan mencolok:
    - Money Changer BUKAN Judi
    - Forex Online = Judi

    Dan masih banyak yang perlu disorot dalam Forex Online. Paling aman ya Money Changer.

    Silahkan meluncur ke:
    Perbedaan ALUR JUDI dengan JUAL BELI BIASA

    Trims

  • sorry kalo melenceng dari judulnya yah om edison.
    gpp kan

    Xp

    wahhh

    paling enak terjun ke bursa saham.
    forex bingung.
    angka2 byk dan ngejelimet.
    @.@ <— mata ampe gini kalo liat forex.

    enakan saham deh.
    jadi spekulator di saham juga mayan kok.
    kalo jadi investor di saham butuh waktu lama.
    T.T

    misalnya saya maen di sekuritas dana reksa.
    nyoba jadi spekulator dan investor sekaligus.
    Xp
    sebagian saham di invest, sebagian di puter2 di jual beli in di spekulasiin gitu deh.

    eh lumayan juga kok pendapatan per bulan.
    yg di spekulasiin itu.
    kalo buat anak pengangguran kyk saya lumayan lah, dapet penghasilan setara ama org kerja kantor ato bank.
    seenggaknya mayan deh ada penghasilan tambahan selain duit jajan.
    hehehehe.
    udah gitu ga pusing kyk forex.
    saham lbh nyaman gitu deh, ga terlalu pusing.

    XP

    kalo ga mau pusing ya di reksa dana.
    biar manager investasinya yg urusin
    kyk di schroder and fortis, etc , etc. gitu deh
    hehehehehehe

    maap saya masi newbieeee
    ga tau apa2

    cuman asal ngerocos neh.
    kalo salah mohon di maapkan yach.

    hehehehehe.

    anggep aja saya ga ngerti apa2 alias bodoh tapi asal ngomong gitu deh.

    ^_^

  • Menghidupkan lagi catatan lama mengenai forex. Saya sendiri salah satu org yang pernah jatuh karena forex, lalu mencoba bangkit lagi dengan forex, jatuh lagi, coba bangkit lagi, akhirnya belum bangun2 juga sampai sekarang. hehe..

    Forex online = Gambling
    benar sekali, mengingat banyaknya kesamaan gambling dan forex online trading.
    apalagi sepengetahuan saya, forex online trading itu memang dibuat utk trading dalam jangka waktu pendek (spekulasi *IMHO), bukan jangka waktu panjang (investasi *IMHO).

    Kalau ada yang bilang dengan menggunakan technical analysis seseorang bisa mengambil keuntungan dari forex trading ini, maka mereka harus belajar yang namanya gambler fallacy yang tidak berbeda dengan technical analysis tersebut.

    Kalau ada yg tidak mengerti soal gamblers fallacy, istilahkan dalam permainan lempar koin (2 kemungkinan : muka dan ekor), seseorang melempar 10x dan koin tersebut berturut turut memberi tampak muka. Gamblers fallacy terjadi jika seseorg memiliki keyakinan lebih dari 50% bahwa pada lemparan selanjutnya akan muncul tampak muka lagi, karena sejarah sudah membuktikan 10x lemparan sebelumnya adalah muka…

    kita tahu koin punya 2 kemungkinan (muka dan ekor), jadi kemungkinan muncul koin muka hanyalah 50%, bukan lebih dari 50%.

    Sekarang bandingkan dengan pergerakan forex (2 kemungkinan : long atau short), dipercantik dengan berbagai technical analysis yg njlimet : moving average / MACD/ RSI / dll, kita pasti akan membandingkan technical analysis tersebut dengan kondisi masa lalu, n kemudian melakukan backtest…

    setelah didapat set up technical analysis yg sempurna, kita dengan yakin akan bilang system ini pasti akan menguntungkan di masa depan… my friend, you have just been tricked by gamblers fallacy!

  • Menarik juga thread ini…
    Kalau boleh saya sedikit berpendapat, bahwa FOREX itu sebenarnya hampir sama dengan kita membeli mata uang dengan cara fisik. Hanya saja yang membedakan nya adalah adanya sistem margin (Leverage) dalam bertransaksi, sehingga menjadi bias dan membawa potensi ke arah judi. Apalagi dengan banyak perusahaan yang berperan menjadi “penadah” sendiri, sehingga membiarkan trader2nya untuk tetap bodoh.
    Leverage ini juga yang membuat resiko seorang menjadi tinggi.(hi risk hi return).
    Ambil contoh: katakan kita membeli sebuah pena(saya contohkan barang supaya lebih mudah penjelasannya) di harga 5000 dan optimis naik dan dijual di 5100, maka 100 rupiah hanya membawa keuntungan sebesar 2% dari modal saya.
    Lain halnya bila untuk membeli sebuah pena tersebut saya hanya membutuhkan 500 saja sebagai jaminan margin, maka dengan kenaikan yang sama potensi keuntungan adalah 20% (100/500).
    Yang perlu diketahui bahwa yang dibutuhkan di bertransaksi sebagai jaminan hanya 1% saja.Berarti berdasarkan contoh di atas dengan jaminan 50 saja kita sudah bisa diasumsikan membeli senilai 5000. Anda bisa bayangkan, kalau perubahan 1-2% dr modal sudah bisa melipatgandakan atau melenyapkan modal margin saya…
    Intinya adalah kembali ke money management juga. Sistem margin/leverage itu seharusnya menjadi benefit buat bertransaksi, karena kita tidak butuh modal penuh untuk melakukan trading, tetapi yang perlu diingat adalah modal seharusnya kita sudah ada dan jumlahnya jangan sampai mengganggu stabilitas keuangan kita apabila rugi.

  • “Keuntungan yang didapat oleh institusi-institusi perbankan ini adalah keuntungan yang didapat dari kemampuan mereka untuk ‘membuat pasar’.”

    Pendapat greenspan memang benar, institusi perbankan besar (big boys) mendapatkan profit yg kontinyu dengan menciptakan pasar. Tapi forex trading bukan seperti melempar koin. Kondisi pasar bisa diciptakan artinya analis/trader yg bisa membaca pasar yg dibuat oleh institusi2 perbankan bukan seperti melempar koin kan ? karena bisa mengendus arah pergerakan harga yg diciptakan tadi. :D

  • Kesalahan terbesar ketika seseorang terjun dalam bisnis forex adalah adanya asumsi bahwa dalam waktu singkat ia bisa menghasilkan profit sekian ratus persen….
    Tak ada bedanya seorang spesialis trader dengan seorang spesialis ilmu tertentu, berapa lama seseorang bisa menjadi dokter spesialis, coba kita hitung waktu yang dia lalui untuk menjadi seorang dokter spesialis, bertahun tahun bukan ? ketika ia menerima ijazah spesialisnya itupun belum tentu menjadikan ia benar2 seorang spesialis, dibutuhkan lagi pengalaman pengalaman dan pengalaman…
    tak ada bedanya dengan bisnis forex…
    banyak hal yg harus dipelajari di bisnis ini, teknikal analisis, fundamental analisis, money management,psicology trading dan banyak lagi…
    apakah anda akan berhasil jika telah menguasai itu semua?
    pengalaman adalah guru terbaik anda….

    • “pengalaman adalah guru terbaik anda….”

      Guru saya malah bilang:
      “Pengalaman adalah guru yang paling buruk”
      “lho, enggak kebalik, pak?”
      “enggak” (yakin banget, dech)
      “emang kenapa, pak?”
      “Guru yang baik itu, muridnya diajarin dulu, baru ulangan…”
      “teruss…”
      “Kalo pengalaman, belum diajarin, ato ngajarinya belum komplet, udah ulangan, yo moncrot, kata orang jawa timur…”
      “oooooooo”

  • Mau ikut comment nih :

    Ada beberapa hal yg anda mesti “wise” ttg trading forex.

    1. Disebut JUDI,HALAL ato HARAM itu tergantung dari anda beragama apa ? mgkin bagi umat muslim Haram (walopun masih ada yg berpendapat lain)

    2. Masalah trading forex di Indonesia dikendalikan oleh bandar. Selama keuntungan bisa dibayar & withdraw lancar kan gk ada masalah.

    3. Secara personal anda jg mesti menganalisa DIRI SENDIRI termasuk golongan RISK TAKER or RISK AVERSE kah anda ? org2 seperti George Soros, Warren buffet itu masuk kategori pertama.

    4. Ada benarnya anda bilang bahwa kursus forex & mesin forex itu tidak bisa menjamin keberhasilan trading forex. karena ada beberpa kursus yg materinya dasar banget jdi gk sampe kasih materi strategi, dan memang dg “harga segitu” sepertinya terlalu murah bwat keuntungan yg besar.

    5. saya masih aktif di forex & jujur strategi trading saya tk akan saya berikan dg cuma2 kalopun saya jual jg tidak dg harga semurah itu. Misalnya saya berikan belum tentu org itu bisa menyerap materi itu seluruhnya & masih tergantung dg psikologis orgnya jg.

    6. Sepanjang pengetahuan saya di Trading Forex memang lebih banyak yg habis daripada yg survive. tpi yg survive jg ada walopun sedikit.

  • Artikel yang sangat bermanfaat. Saya baru mulai berinvestasi nih, masih bingung antara Stock atau Forex, dua-duanya pake online trading. Kelihatannya makin mantap untuk meninggalkan Forex dan milih Saham:
    1. Forex modalnya kecil
    2. Forex beresiko sangat besar

  • Definisi judi tiap orang berbeda. Ada yang judi itu kalau jika bisa buat bangkrut. Padahal tidak seperti itu. Karena judi juga bisa buat kaya kalau menang. Tapi tetap saja judi.
    Ingat, forex zero sum game. jika anda untung, ada banyak orang rugi akibat keuntungan anda. anda menari diatas penderitaan orang lain.
    Kasus tahun 98, akibat spekulan forex, seluruh bangsa indonesia harus menanggung kesulitan. Bukan cuma yang kalah di forex, tapi yang tidak ikut dan tidak tahu forex pun menanggung akibatnya.
    Apa menurut pemain forex neraka sudah penuh sehingga tak mungkin muat untuk mereka?
    Menurut saya yang bilang forex tidak haram hanya yang sudah biasa main forex atau yang sudah terlanjur terjun di forex untuk menghibur diri sendiri dan menghindari perasaan berdosa.
    Janganlah menghalalkan yang haram demi kepentingan pribadi.
    Selain itu ada juga alasan sederhana mengapa forex Haram?
    forex biasanya pakai margin. Dan Margin pakai bunga. bunga uang/riba itu sendiri haram (kalau menurut agama islam sih, maaf bukan bermaksud sara. Saya menghormati agama lain kok) dan yang terlibat transaksi yang melibatkan bunga itu baik peminjam dan pemberi pinjaman riba bertanggung jawab atas hukum haramnya itu
    Kalau moneychanger setahu saya tidak pakai sistem margin.
    Hanya “spekulan” yang biasanya pakai “margin”.
    saya rasa kalau investor saham (jangka panjang) tidak mungkin beli pakai margin.
    Saya mendukung investasi, tapi tidak untuk spekulasi.

  • Salam kenal,
    Secara umum, antara Jual Beli Wajar dengan JUDI terdapat batas yang sangat TEGAS.
    Perbedaan TEGAS itu ada pada ALUR-nya.
    Money Changer dan Forex Trading online, walaupun sama-sama proses penukaran antar mata uang.
    Ada perbedaan mencolok:
    - Money Changer BUKAN Judi
    - Forex Online = Judi

    Dan masih banyak yang perlu disorot dalam Forex Online. Paling aman ya Money Changer.

    Silahkan meluncur ke:
    http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

    Trims

  • FOREX adalah kecepatan mendapatkan berita terkini yang mempengaruhi market. semua berita dirangkum dan disimpulkan. padukan dengan trend, high, low, nafsu pasar = profit.

    bagi temen2 yang tau info web penyedia berita/ issue tercepat tolong email sy. tq

  • ini emailnya [email protected] aku mau share dengan kamu semua masalah market. kontak gw yach..

    • ck ck ck…
      ngiklan, apa cari pengikut?
      hehehe…

      kalo saya punya rumus atau “resep” ampuh, yang bisa menjadikan saya kaya raya makmur sejahtera sentosa selamanya, enggak bakalan saya bagi-bagi ke orang lain.

      paling yang saya bagi hasilnya aja,…
      hehehe…

  • forex = permainan lempar coin, saya sependapat pernyataan tersebut jika ditujukan kepada para newbie forex, tapi hal seperti trader yang cukup lama bermain di forex akan menolak pendapat itu termasuk saya, walaupun sekalipun yang mengucapkan Greenspan yang menurut anda orang yang sangat kompeten, saya sangat setuju bahwa kemenangan dalam forex adalah sebuah probabilitas, dan hanya trader yang faham akan forex kapan brobabilitas itu terjadi, dan itu perlu belajar dan ada ilmunya, kalo lempar coin nggak ada ilmunya anak TK juga bisa, sedikit saya ceritakan seorang pemilik tempat perjudian besar di Surabaya mencoba peruntungannya di forex di perusahaan broker ternama dengan modal Rp.15 milyar,- hanya dalam hitungan 1 setengah bulan uangnya habis atau loss, dan ada cerita lain seorang trader bermain hanya dengan Rp. 1000.000 aja dalam 3 bulan dia bisa mengumpulkan uang Rp. 20 juta bahkan bisa naik haji, cuma bukan 1-2 bulan dia berkecimpung di forex tapi satu dia harus belajar dan sebelumnya dia loss terus..tapi ketekunannya dia belajar akhirnya dia sukses,..ada seorang tanya kepada saya forex itu bahaya kan? saya bilang dengan tegas iya !! tapi bahaya bagi yang tidak faham cara investasinya, dan tidak berbahaya sama sekali bagi yang tahu menjalankannya dan itu ada ilmunya butuh waktu dan biaya bukan cuma sekedar lempar coin. saya sadar memang ada yang pro dan kontra bagi yang pro adalah para trader yang telah menikmati hasilnya dan bagi yang kontra adalah para trader yang tidak berhasil, dan lebih naifnya lagi adalah orang yang kontra adalah orang yang tidak pernah berkecimpung di forex….semoga sukses…dengan investasi

    • naek haji dari forex? ah, sayang sekali hajinya, capek-capek doang.
      tipis bedanya naek haji dari dapet togel apa SDSB jaman dulu.
      “menghitung” probabilitas forek mirip ama “menghitung” (ngecak, kalo bahasa jejere kauman) nomor buntut togel.
      betull?…
      hehehe…

      • wkwkwkw…..dari pada buat madon dan mabuk..hayoooo ..(pasti anda ngomong halaaah…forex, madon dan mabuk juga sama2 haram..wkwkwk ), kalo saya sih serahkan sama yang diatas, halal haramnya forex banyak diperdebatkan khususnya umat islam ada ulama yang pro ada yang kontra, artinya memang sesuatu yang nggak jelas halal dan haramnya, lebih baik ditinggalkan, tapi saya merupakan pro sama ulama yang berpendapat forex adalah halal dengan syarat dan ketentuan kaidah dari sudut agama juga, jadi bagi saya not problem, dan bagi yang mengharamkan juga not problem, seperti fatwa haram terhadap rokok, banyak juga yang berbeda pendapat kan? justru kalo anda menabung di bank umum walaupun cuma 50 ribu hukumnya haram dan ini tidak bisa diperdebatkan lagi. kalo ini menerut anda forex tanpa perhitungan atau anda ngotot ini nggak ada ilmunya,..he..he..kenapa saya untung terus ( jangan diartikan selalu nggak pernah kalah lho yaaa).. kalo anda yang investasi saya yakin 101% rugi, maaf 1%nya anda nggak mau melakukan,..pesan saya jangan pernah menilai masakan sebelum memakannya, dan janganlah mencoba memasak sendiri sebelum tahu resepnya…he..he…salam damai bro…

      • quote: “pesan saya jangan pernah menilai masakan sebelum memakannya, dan janganlah mencoba memasak sendiri sebelum tahu resepnya…he..he…”

        hehehe… juga…

        kalo saya : begitu saya tahu ada masakan babi yang haram, maka saya tidak akan memakannya walaupun hanya untuk “menilainya”…
        dan saya tidak ingin mencari resep untuk memasak babi, biarpun dikatai orang tidak bisa memasak, hehehe…

        sekali lagi hehehe….

  • kenapa kita tdk minta ke MUI ,fatwa tentang forex,sudah tentu mereka ahlinya dan merekapun punya ahli ekonomi,tinggal kita ikutian aja hasilnya,


Leave a Reply