June 2, 2009...9:35 PM

Hadiah Cerita Dari Danau Loch Ness

Jump to Comments

Akhir-akhir ini, saya menerima ‘keluhan’ kalau blog ini di bulan Mei kemarin jarang diupdate. Sebagai pembelaan saya,  alasan utama mengapa ini terjadi adalah karena di bulan Mei kemarin saya sedang ‘berkelana’ ke negeri orang, tepatnya negara Ratu Elizabeth, alias Inggris Raya. Dan sebagai permintaan maaf saya karena ‘terlantarnya’ blog ini di bulan lalu, maka saya akan memberikan hadiah dari negara seberang sana, yaitu sebuah cerita dari Skotlandia, tepatnya dari daerah Danau Loch Ness. Kebetulan dalam perjalanan kemarin, danau tersebut adalah salah satu tempat yang sempat saya kunjungi.

Loch Ness

Loch Ness

(Tenang, kali ini artikel yg anda baca ini ada kaitannya dengan investasi :) )

Sebagian teman-teman mungkin sudah tahu mengenai danau Loch Ness dan penghuninya yang paling terkenal, Nessie. Nessie adalah nama panggilan dari ‘monster’ yang dikatakan menghuni danau tersebut. Meskipun legenda Nessie sudah ada sejak lama, tetapi popularitasnya menggila sejak beredarnya sebuah fotonya di koran Daily Mail di tahun 1934 (yang dikemudian hari dibuktikan sebagai foto palsu)

Nessie

Nessie

Sejak saat itu, ribuan orang telah berusaha untuk menjadi orang yang berhasil menangkap atau setidaknya menemukan bukti yang lebih kuat tentang keberadaan Nessie, tetapi semuanya gagal.

Jadi apa yang menarik tentang Nessie dan Loch Ness? Tour Guide saya menceritakan, bahwa meskipun terkesan sulit ditemukan (terbukti dari ribuan orang yang gagal di atas), sebenarnya Nessie itu sebenarnya sering muncul dan bisa dilihat dengan mudah, bahkan dia selalu muncul sehari dua kali!!! Nah mau tahu kapan waktunya Nessie muncul setiap harinya? Ok, tetapi jangan beritahu orang lain ya? Nessie selalu muncul di waktu berikut ini:

  • 5 menit SEBELUM anda sampai ke Loch Ness
  • 5 menit SETELAH anda meninggalkan Loch Ness

Demikianlah cerita tour guide saya.

—–oOo—–

Jadi apa kaitan cerita di atas dengan ‘Investasi’? Beberapa waktu lalu sempat ngobrol dengan salah satu pembaca blog ini. Kebetulan teman tersebut juga merupakan ‘fans’ Graham seperti saya. Kami pun berbincang tentang rencana investasinya utk di masa depan. Dalam perbincangan itu, tanpa ia sadari berkata “COBA KALAU waktu kemarin index di 1100 saya beli saham ya?”.

Saat itu, saya langsung teringat cerita Loch Ness dari tour guide saya. Bayangkan jika seandainya Nessie itu benar-benar ada, tetapi dia selalu muncul di waktu yang diceritakan di atas. Setiap orang yang datang ke danau itu pasti selalu pulang dengan kecewa dan salah satu dari 2 komentar di bawah ini :

  • COBA KALAU saya datang lebih awal 5 menit…, ataupun
  • COBA KALAU saya pulang lebih lambat 5 menit….

Teman-teman mulai bisa melihat kaitan dari dua cerita tersebut?

—–oOo—–

Sebenarnya dalam cerita ini, ada dua ‘pelajaran’ yang bisa kita petik.

Yang pertama, ada baiknya dalam perjalanan investasi kita, kita menghindari untuk mengatakan ‘COBA KALAU’. Mengucapkan dua kata tersebut terlalu sering, bisa berbahaya bagi kesehatan investasi anda. Tidak sedikit orang yang ‘memukuli’ dirinya sendiri karena melewatkan ‘kesempatan emas’. Kerap kali ini lalu mempengaruhi pengambilan keputusannya di kemudian hari. Akal sehat tidak digubris lagi karena takut kelewatan ‘kesempatan emas’ untuk kedua kalinya.

Mungkin ada sebagian pembaca yang lalu berpikir, loh lalu apakah kita tidak boleh “belajar” dari kesalahan masa lampau? Tentu saja boleh, dan malahan sangat dianjurkan. Tetapi bagi kebanyakan orang, kata “COBA KALAU” itu umumnya diucapkan bukan dalam rangka ‘belajar’. Yang harus kita lakukan adalah bertanya ‘Apakah dulu itu saya salah? Dan jika salah, apa ya kesalahan saya?’. Dengan demikian kita (mudah-mudahan) tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Pelajaran kedua yang bisa kita petik di sini adalah, jika seandainya Nessie benar-benar ada (PS: Ini hanya sekedar khayal saja ya?) dan ia datang sehari dua kali di waktu yang diceritakan di atas, bagaimana solusinya? Jangan hanya berkunjung ke Loch Ness dalam waktu yang singkat. Jika anda hanya ke sana selama 1-2 jam, atau bahkan 5 menit, anda pasti tidak akan bisa melihatnya. Belilah tenda, dan tinggal di pinggir danau tersebut.

Apa kaitan pelajaran kedua ini dengan investasi? Ini biar teman-teman pikirkan sendiri, tetapi biar saya bantu dengan sedikit petunjuk:

Trading dan Market Timing VS Buy and Hold Forever

Ayo, siapa yang mengerti? :)

24 Comments

  • Konsep ini juga saya mengerti ketika saya akan terjun ke dalam RDS untuk pertama kalinya…waktu itu saya berharap kalo suatu saat indeks akan turun dan saya akan masuk, tapi apa yang terjadi….., indeks terus bergerak naik dan walopun indeks turun, harga UP pada saat itu masih diatas ketika seharusnya saya membeli pertama kali.

    Dari situ saya tersadar bahwa waktu yang paling tepat dalam kita berinvestasi adalah segera ketika ketika kita memutuskan untuk berinvestasi.

    mengutip kata pak Eko di acara inspired bank mandiri kemarin, ketika ada yang bertanya kepada beliau “pak, kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi?”
    jawab beliau “langsung ketika anda punya uang untuk diinvestasikan”

  • Aduh..saya ndak ngerti..
    Pusying keujanan abis nyari Alpha di Fatmawati..
    Gak ketemu pula..

    Eh, kalo udah pasang tenda di pinggir danau trus pas si Nessie nongol lagi ketiduran, gimana..?
    Udah pasang kamera juga..
    Tapi batere dan disknya habis..

  • baca artikel ini, ko serasa dejavu ya? ^^

  • pertanyaan “coba kalau” memang jangan dipakai dalam investasi, bikin stress. Kita tidak akan pernah puas, kalau pakai pertanyaan “coba kalau”.

    makna yang saya tangkap adalah bila kita yakin bahwa profit investasi saham nyata, maka lebih baik buy and hold forever.

  • Kalo ngeliat postulat-nya si guide yg bilang:
    Nessie selalu muncul di waktu berikut ini:
    * 5 menit SEBELUM anda sampai ke Loch Ness
    * 5 menit SETELAH anda meninggalkan Loch Ness
    Berarti memperpanjang waktu berkunjung atau berkemah pun sepertinya ngga bisa jadi solusi.
    Yang tepat, say goodbye to Nessie then pura2 pergi dulu… Setelah 4.5 menit segera lari balik ke danau. Pasti ketangkep! :D Hehehe…

    Nice article. Dengan tinggal dan selalu berada di pasar (pembelian rutin ala DCA), kita ngga akan melewatkan segala fenomena & ‘penampakan’ di market. Begitu Mas? :)

    • saya rasa bukan begitu maksudnya. Dalam waktu 4-5 menit kedepan anda gak akan mungkin ketemu Nessie. Pasti akan ada paradox.

      Dibanding keluar masuk pasar saham (trading with timing) seperti yang dilakukan orang – orang kebanyakan demi menemukan nessie lebih baik buy saham trus hold forever jadi kemungkinan untuk melihat nessie lebih banyak :D

      ps :Om Edison thx 4 sharing yah. Lagi diurus nich

  • pelajaran yang bisa dipetik adalah: investlah sekarang juga agar bisa memasang tenda di pinggir danau Loch Ness….. gitu boss … :)

  • selain masang tenda di Loch Ness, kira-kira perlu enggak masang tenda ditempat laen? bisa aja si Nessie muncul di danau Toba misalnya, kali aja dia udah invest lama, terus pengin menikmati pensiun pelesir lihat danau yang lain, biar enggak bete?
    hehehe…

    bingung?

    maksudnya selain invest di saham, perlu enggak invest di obligasi (langsung ato lewat RDPT)?

    thanks…

  • hm….. kalo liat kenaikan saat ini emang rada2 seneng juga karena saat murah kemarin sempet borong banyak, sekarang cuma tinggal petik sana ambil profit sini (dan masih ada rasa nyesel dulu ga beli banyak sehingga profitnya makin banyak alias rasa SERAKAH muncul. RD indexnya juga ikutan berseri-seri (masih mencoba bertahan dari rasa serakah). Tapi bung Edi, kalo naiknya cepet gini (padahal baru beberapa waktu aja) emangnya aman? pertanda ekonomi mulai baik?? Tapi bagaimana dengan berita ekonomi yang makin buruk, banyak perusahaan bangkrut (Chrysler, menyusul berikutnya GM), angka pengangguran masih tinggi, beberapa perusahaan tempat temen2 kerja juga bilang mulai susah likuiditas untuk sekedar mempertahankan kapasitas produksi (kesannya bertolak belakang dengan kenaikan indeks) sehingga aku melihatnya pelaku spekulasinya makin liar gini (apa salah liat ya?)

    Ada juga sih perasaan nyesel n bilang “Coba Kalo porsinya digedein di RDS atau saham”

    Sekarang lagi ditengah posisi bingung. Pengen ikut2an roller coaster yang lagi naik (suwer kuat banget kepengennya nih….) atau tutup mata liat angka2 atau berita2 dan tetep ngejalanin rencana keuangan semula…. :(

  • although this is the first time for me to open ur website…
    its such a nice sharing..
    thanks

  • buy n hold forever di saham langsung kan butuh analisa fundamental yg mendalam sebelumnya,sedangkan investor pasif hanya bs beli etf atau RDS untuk porsi investasi di sahamnya,jd tetep harus diredem suatu saat untuk bs mendapatkan profit.klo sy pribadi berfikir harus punya entry n exit plan yg jelas buat RDS kita.klo yg buat investasi langsung dsaham no coment,ga ada pengalaman sie,hehehe

  • Emang monster Nessie ini bener2 ada? hanya orang-orang yang gila saja yang membayangkan moster sebesar itu ada di danau dengan ukuran sebesar danau Loch ness itu. tapi menurut saya sama dengan pasar yang juga terdiri dari orang-orang irasional yang menganggap hal-hal menakjubkan terjadi di pasar karena harapan mereka yang terlalu muluk terhadap suatu saham sehingga mereka mulai membayangkan yang aneh2 tentang harga suatu saham seperti halnya adanya moster di danau Loch Ness

  • Hehe, saya agak kurang percaya ini bener-2 cerita dr sang pemandu. Kayanya bro Edi uda mulai ikut2-an para motivator indo.

    Eniwei, saya ingin memberikan sharing tentang “Coba Kalau”.( true story lho). Ini tentang judi bola dulu semasa kuliah.

    Yg lucu adalah setiap kali saya quit, maka tebakan iseng-2 saya yg selanjutnya SELALU benar. Jadi itu akan menggoda saya untuk balik lagi. Dan hasilnya tetap sama, dlm jangka panjang saya selalu akan.. kalah.

    Setelah saya pikirkan matang-2, ini fenomena yg sangat menarik. Bukan godaan syaitan /klenik lho.

    Dalam tebakan dengan 2 pilihan: Yes/No, Buy/No, Sell/No.. kita SELALU akan benar, selama tebakan itu tidak di-manifestasikan dengan tindakan.

    Karena… dua pilihan tersebut sama-sama pernah menjadi keputusan di otak kita selama proses pertimbangan. Dan setelah terjadi, otak kita akan memilih pilihan yang benar.

    Dan entah kenapa, manusia lebih melihat ke apa yang dia miss ketimbang yg didapat. Seperti pernah saya ceritakan ke bro Edi, ada sodara saya yang membeli TINS lewat account saya. Masuk di 1.050.

    Singkat cerita, kemarin dia nanya ke saya. Setelah pasang disclaimer di mana-mana, sy recommend SELL dengan pertimbangan market sudah OVER-REACTED. Ini dalam konteks SPEKULASI ya.

    Akhirnya SELL 50% saham-nya di 2.000. Tetap saja komentar-nya, sayang yah kemarin jual? Soalnya TINS skrg sudah 2.100 hehe..

    Saya coba jawab pertanyaan kedua. Kalo misalnya tujuan utama adalah melihat Nessie, maka memang seharusnya pasang tenda. Jadi faktor harus tinggal 30 menit atau sehari mestinya dikesampingkan.

    Demikian juga dengan investasi. Kalo tujuan-nya untuk portfolio jangka panjang, maka faktor roll-coaster ikut menikmati bull sesaat juga mestinya dikesampingkan dengan pembelian sistematis dan konsisten.

    Jadi semua terpulang lagi dengan TUJUAN, TUJUAN dan TUJUAN. Dan orang sering saru mengenai TUJUAN dan MAKSIMALISASI.

    • Kayaknya teori bung Tom ini bener deh.walaupun sayangnya saya blm pernah berjudi tp masalahnya tiap kali saya menebak bis akan dtg/ga dlm waktu dkt shg harus saya tunggu/saya pake angkot(yg bth biaya lbh mahal krn ingin mempersingkat waktu krn bis lama dtgnya) maka entah pd saat saya memutuskan utk menunggu bis/jd naik angkot hasilnya hampir selalu mengesalkan saya(tdk sesuai yg saya harapkan).

      • Hehe.. Gitulah Felicia. Emang manusia itu susah ya buat objektif.

        Ngomong-ngomong, sori nih.. saya orangnya kdg suka terlalu detail untuk hal-2 yg mungkin gak penting-2 amat.

        quotes — “walaupun sayangnya saya blm pernah berjudi tp..” ini maksudnya apa ya? hahaha..

        Tp sy berpendapat, penjudi akan lebih mudah tobat dengan logika bhw “penjudi tidak akan pernah bisa menang” drpd di-kuliahin “moral & akhlak”. And yes, menurut sy trading/spekulasi = judi.

        Jd skrg, paling saya cuma terima taruhan dr Edison kl MU-Liverpool main… :)

        Btw, mana ni jawaban-nya, Son? Hadiahnya apa nih? :)

      • @pak Tom: maksudnya “sayangnya saya belum pernah berjudi” adalah sayangnya saya tidak bisa membuktikan teori bapak ini dalam hal berjudi karena belum pernah. nah saya merasa teori pak Tom ini bisa dibuktikan dengan tebak-tebakkan apakah bis akan datang dalam waktu yang lama (sehingga harus mempersingkat waktu dengan mengambil angkot saja) atau cepat (jadi bisa toleransi menunggu bis-nya)

  • Baik investasi maupun spekulasi berbicara mengenai probabilitas:

    Berapa probabilitas saham X yang berfundamental bagus akan mengalami kenaikan?
    Di sini kita berbicara sebagai seorang businessman.

    Berapa probabilitas saham X yang secara teknikal bagus akan mengalami kenaikan?
    Di sini kita berbicara sebagai seorang pedagang yang membaca demand dan supply di market.

  • mau tanya Pak Edison
    Menurut value investing bagaimana kriteria memilih stock kalau saya baca sich memilih laba yang dapat diprediksi, total asset yang besar. dan kapan saat untuk menjual apakah disaat PER sudah besar ? (kriteria besarnya bagaimana dibandingkan dengan benchmarknya atau apa). kalo kita hold trus bukankah kita malah tidak dapet untung apabila bangkrut atau kasus lain ( contoh kasus GM )..
    saran mungkin boleh membuat pembahasan tentang pemilihan stock berdasarkan value investing..thx

    • “kalo kita hold trus bukankah kita malah tidak dapet untung apabila bangkrut atau kasus lain ( contoh kasus GM )”

      Kalau mudahnya, sebenarnya begini. Seorang Intelligent Investor seharusnya membeli perusahaan dan bukan membeli saham. Ini artinya kita berlaku seperti pemilik bisnis. Misalkan neutron adalah pemilik MacDonalds. Sama seperti semua bisnis, perusahaan MacDonalds milik neutron pasti ada naik turunnya. Tetapi kalau Neutron menjadi pemilik MacDonalds, apakah neutron akan menjual perusahaan MacDonalds milik kamu begitu ada tahun yg jelek hasilnya?

  • Trima kasih atas balasan yang cepat. Saya sangat trtarik dgn value investing yg sering anda bahas.Bagaimana cr saya dpt rebalance portofolio dgn metode value investing. Kapan saya bs menjual saham saya. Apakah seorang value investor tidak boleh menjual saham yg dia punya untuk menukar saham lain yang lbh baik prospek kdpnny lbh baik. (modal trbatas) kapan anda akan share pmilihan saham brdasarkan value investing ?Dmana artikel anda dpt membantu org yg ingin menjadi investor bukan spekulan. Skrg tlh banyak org mmbeli saham brdasarkan teknikal.Yang menyebabkan pmbelian yang tidak rational.

  • Bung Edison… sebelumnya saya mau berterimakasih dulu dengan Blog anda ini. Tahun lalu saya baru berkenalan dengan RDS… eee baru buka 7 bulan investasinya sudah turun mencapai 60 %. Akhirnya saya coba ave down setiap memiliki uang… tanpa peduli hari itu index naik ato turun… Alhamdulillah sekarang RDS saya sudah profit 17 % dalam setahun…. lumayanlah daripada merenungi nasib pas index anjlok. DCA memang powerfull… dan membuat saya lebih menikmati investasi.


Leave a Reply