Minggu ini saya pikir ada baiknya kita kembali lagi ke artikel tentang Options, karena artikel seri Options sudah agak lama belum saya lanjutkan (alasan sebenarnya sih karena saya sedang tidak menemukan inspirasi untuk bahan tulisan ). Dalam artikel kali ini, kita akan mulai melihat beberapa Strategi dalam dunia Options. Tetapi dalam artikel part 4, saya sempat memberikan “PR”. Untuk itu, sebelumnya mari kita melihat jawaban dari “PR” tersebut terlebih dahulu.
Harga saham Coca-Cola (KO) saat ini adalah $39,46. Harga option KO Aug 2009 35 PUT saat ini adalah $2,4 dan harga Option KO Aug 2009 42,5 PUT saat ini adalah $6,2. Berapakah Nilai Intrinsik dan Nilai Waktu untuk masing-masing option tersebut?
Jawabannya:
- Utk Option KO Aug 2009 35 PUT, Nilai Intrinsiknya adalah 0 (nol). Ini karena jika kita menjual saham KO dengan menggunakan option PUT tersebut, harga yang kita dapatkan ($35) malah lebih rendah daripada harga di pasar ($39,46). Artinya, tidak ada manfaat yang kita terima sama sekali dari menggunakan Option tersebut. Untuk Time Valuenya, karena Harga=Time Value+Nilai Intrinsik, maka Time Value untuk option ini adalah $2,4.
- Utk Option KO Aug 2009 42,5 PUT, Jika kita menjual saham KO dengan menggunakan option PUT tersebut, harga yang kita dapatkan ($42,5) lebih tinggi $3,04 dari harga di pasar ($39,46). Dengan kata lain, manfaat yang kita terima dari menggunakan option PUT tersebut adalah sebesar $3,04. Dengan demikian, nilai Intrinsik dari option tersebut adalah $3,04. Time Value option ini adalah $6,2-$3,04=$3,16.
—–oOo—–
Sebelum kita melihat tentang berbagai Strategi penggunan Options, sebelumnya saya ingin berbicara singkat tentang :
- In-The-Money Options;
- At-The-Money Options; dan
- Out-of-The-Money Options
Secara sederhana, semua Options yang Nilai Intrinsiknya > 0 (Nol) adalah In-The-Money Options. Lalu bagaimana dengan Options yang nilai Intrinsiknya = 0 (Nol)? Ini sedikit lebih ‘rumit’:
- Jika sebuah Options mempunyai nilai Intrinsik = Nol, dan Harga Strike Pricenya sama dengan Harga Pasar (ataupun hanya selisih sedikit sekali, dalam dollar mungkin hanya beberapa sen), maka Options tersebut dikatakan sebagai At-The-Money Options.
- Jika sebuah Options mempunyai nilai Intrinsik = Nol, dan Harga Strike Pricenya tidak sama dengan Harga Pasar, maka Options tersebut dikatakan sebagai Out-Of-The Money Options
—–oOo—–
Sekarang kita akan mulai masuk ke pembahasan tentang berbagai Strategi dalam Options. Strategi Options yang akan kita lihat pertama-tama adalah strategi yang dikenal sebagai Covered Call Writing, ataupun yang biasanya dikenal dengan nama singkatnya Covered Call
Covered Call adalah strategi dimana kita membeli saham perusahaan X, dan di saat bersamaan menjual Option Call saham perusahaan X.
Sebagai ilustrasi:
Misalkan harga saham Perusahaan X saat ini adalah $20. Harga Option X July 2010 20 Call adalah $5. Kita ingin melakukan strategi Covered Call Writing saham X dengan Option tersebut. Maka yang kita lakukan adalah membeli 100 lembar saham X, dan menjual 1 kontrak option X July 2010 20 Call (Ingat bahwa 1 kontrak option itu ‘mencakup’ 100 lembar saham).
Dengan melakukan ini maka uang yang kita butuhkan untuk melakukan transaksi ini adalah adalah:
- Membeli 100 lembar saham X ………………….. $2000; dikurangi dengan
- Menjual 1 kontrak X July 2010 20 Call…….. ($500)
Dengan demikian, uang yang kita keluarkan adalah sebesar $1500.
Apa efek dari transaksi ini?
Efek pertama, seperti yang bisa kita lihat adalah berkurangnya modal yang kita butuhkan. Jika kita sekedar membeli 100 lembar saham saja, maka total uang yang kita keluarkan adalah $2000. Tetapi berkat uang yang kita dapatkan dari menjual option, maka total uang yang kita keluarkan hanya $1500. Secara matematika, boleh dikatakan ini artinya kita membeli saham yang harganya $20, hanya dengan membayar $15. (Ini sebabnya beberapa orang memandang Covered Call Writing sebagai ‘membeli saham dengan diskon’).
Berkat ‘diskon’ ini, jika seandainya di bulan July 2010, harga saham X ternyata tidak berubah (tetap $20), kita tetap untung $5 karena modal pembelian saham X kita hanyalah $15 per lembar.
Berkat ‘diskon’ ini juga, jika seandainya di bulan July 2010, harga saham X ternyata malah turun menjadi $15, kita belum menderita kerugian karena ‘modal’ kita memang hanyalah $15. Padahal, di saat itu, orang-orang yang hanya membeli saham (dan tidak melakukan Covered Call) sudah rugi $5 per lembar.
—–oOo—–
Tetapi tentunya tidak ada yang namanya ‘makan siang gratis’. Untuk mendapatkan ‘diskon’ yang kita lihat di atas ada ‘harga’ yang harus kita bayar. Dengan melakukan Covered Call, kita akan membatasi keuntungan maksimal kita. Mengapa begitu?
Misalkan saja, dalam contoh di atas setelah kita melakukan Covered Call Writing dengan option di atas, pada bulan July 2010 harga saham X naik menjadi $25, maka:
- Dari sisi saham, keuntungan yang kita terima dari kenaikan harga 100 lembar saham X yang kita miliki adalah sebesar ($25-$20)x100 lembar= $500
- Options yang kita jual (X July 2010 20) akan expire dengan nilai $5 (karena dengan option tersebut orang bisa membeli saham X kita dengan lebih murah $5 dibandingkan harga pasar). Kita harus mengeluarkan $5 untuk ‘menutup’ option yang telah kita jual. Sewaktu kita menjual option, uang yang kita dapatkan juga adalah sebesar $5. Dengan demikian, dari sisi options, kita tidak mendapatkan untung ataupun rugi.
Dengan demikian, total keuntungan yang kita dapat yaitu Rp 500 (untung $500 dari saham dan $0 dari options). Seandainya kita hanya membeli saham saja (dan tidak melakukan Covered Call), total keuntungan yang kita dapatkan juga adalah sebesar $500 (dari $25-$20 dikali 100 lembar).
Sekarang kita bandingkan dengan jika seandainya saham harga X naik menjadi $30 pada bulan July 2010. Jika ini terjadi, maka:
- Dari sisi saham, keuntungan yang kita terima dari kenaikan harga 100 lembar saham X yang kita miliki adalah sebesar ($30-$20)x 100= $1000
- Tetapi ingat juga bahwa kita telah menjual option X July 2010 20 Call. Sekarang option X tersebut ‘expire’/jatuh tempo dengan nilai $10 (karena pemilik option tersebut bisa membeli saham X milik kita dengan harga lebih murah $10 dibandingkan dengan harga pasar). Kita harus mengeluarkan $10 untuk ‘menutup’ option yang telah kita jual. Padahal, ketika kita menjual option tersebut, harganya hanya $5, sehingga dari sisi Options, kita malah menderita kerugian $5 (dari $10-$5).
Dalam kasus ini, total keuntungan bersih kita dari Covered Call tetap hanyalah $500 (Untung $1000 dari saham, dikurangi dengan rugi $500 dari options). Seandainya kita hanya membeli saham saja (dan tidak melakukan Covered Call), total keuntungan yang kita dapatkan adalah sebesar $1000 (dari $30-$20 dikali 100 lembar).
Seperti kita bisa lihat, baik apakah harga saham X tetap $20, atau naik menjadi $25 ataupun $30, keuntungannya tetaplah sebesar $500. Ini berbeda dengan hasil yang akan diterima oleh para pembeli saham saja (yg tidak melakukan covered call).
—–oOo—–
Jika potensi rugi laba dalam ilustrasi di atas dibuat dalam bentuk grafik, maka grafiknya akan berbentuk seperti ini:
Dari Grafik di atas, bisa kita lihat bahwa keuntungan maksimum yang kita bisa terima dari Covered Call dalam contoh ini, hanyalah $500 (bagi yang ragu-ragu, bisa mencoba memeriksa sendiri bagaimana seandainya saham harga X naik menjadi $ 40, $100 atau bahkan $1000). Meskipun harga saham X yang kita miliki naik hingga berapapun, keuntungan yang kita terima dari kenaikan harga saham akan ‘termakan’ oleh kerugian dari penjualan option yang kita lakukan.
Kita juga bisa melihat bahwa dengan Covered Call, titik impas/Break-Even Point (tidak untung maupun rugi) kita lebih rendah dibandingkan dengan kita membeli saham saja. Dalam ilustrasi ini, Titik impas (BEP) untuk Covered Call adalah $15, sedangkan untuk membeli saham saja, titik impasnya adalah $20.
—–oOo—–
Sebagai PR, Jika Harga Saham JanganSerakah Ltd. saat ini adalah $50, dan:
- Alina melakukan Covered Call dengan option Dec 2010 55 Call. Harga option tersebut saat ini adalah $2
- Konobe melakukan Covered Call dengan option Dec 2010 45 Call. Harga option tersebut saat ini adalah $7
Pertanyaan: (berapa point yang bisa anda dapatkan? )
- Berapakah Titik Impas/BEP Alina dan Konobe? (1 point)
- Berapa keuntungan maksimum yang bisa didapat oleh Konobe? (2 point)
- Berapa keuntungan maksimum yang bisa didapat oleh Alina? (2 point)
- Pada tingkat harga berapa, keuntungan yang didapat oleh Alina dan Konobe itu sama besar? (5 point)
14 Comments
April 18, 2009 at 3:47 PM
Sedang Writer’s block, sehingga bingung mau menulis tentang apa… jadinya balik lagi ke options
Maaf artikelnya ini nongol di bawah, karena artikel Griya Asih saya sticky…
April 18, 2009 at 5:35 PM
1.- bep alina = 50 – 2
– bep konobe = 50 – 7
2. max profit konobe = 45 – 50 + 7
3. max profit alina = 55 – 50 + 2
4. 50
mohon koreksi bila ada salah.
April 18, 2009 at 6:36 PM
Berasa masuk sekolah lg ada nilainya masing2 soal dari dosen investasi kita bro Edison.
aku paling pusing suruh ngitung. Ga cocok jd spekulator nih
ngitung aja ga bisa. GAWAT bisa dapat nilai D aku atau malah F dan ga lulus.
April 18, 2009 at 8:43 PM
Memang sengaja ada PR karena 2 alasan yang sangat penting:
1. Agar pembaca bisa lebih maksimal dalam memahami topik yang dibicarakan (Krn bisa menguji apakah pemahaman masing-masing sudah benar)
2. Agar ADIL…… jadi bukan cuma penulis artikel saja yang ‘peras kepala’… hahahaha (just kidding)
April 18, 2009 at 9:35 PM
Baik pak dosen akan kucoba selesaikan soalnya. walaupun bertentangan dengan keinginanku untuk lulus dgn cepat, alias nyontek/nyalin jawaban orang
April 19, 2009 at 4:37 PM
kok baru 1 yg menjawab ya? Apa karena ini hari minggu?
Atau memang tidak banyak yg tertarik dengan options?
April 19, 2009 at 8:38 PM
kayanya lebih karena hari minggu dan soalnya susah?? hehehe… ga deng.. tepatnya karena baru baca hari ni..
April 19, 2009 at 11:37 PM
Nomer 1:
BEP Alina(A): $50-$2=$48
BEP Konobe(K): $50-$7=$43
Nomer 2&3:
Max profit A: $55-$50+$2=$7
Max profit K: $45-$50+$7=$2
Nomer 4:
@$50, profit K $2(max), profit A $2(keuntungan saham $0, keuntungan option $2)
Oya lupa, semua jawaban kali 100..
April 20, 2009 at 4:53 PM
maaf pak dosen, PR nya belum dikerjakan
April 24, 2009 at 1:12 PM
Setelah merenungkan,berpikir,corat coret, baca2-3x dan nyontek vizchoel, akhirnya ngerti juga he he he. Ternyata memang harus ngerjakan PR ya. Thanks bung Edison
1. BEP = Harga saham – premi yang didapat
a. ALina = 50 – 2 = 48
b. Konobe = 50 – 7 =43
Keuntungan =profit saham + ganti premi
Profit saham = (saham akhir – saham awal+premi)
Ganti premi = strike price option – saham akhir
(Kita hanya perlu ganti premi bila harga saham akhir lebih tinggi daripada strike price, sedangkan bila harga sahamnya lebih rendah tidak perlu ganti sebab option tidak diexercise oleh pembeli
jadi Keuntungan =
= saham akhir – saham awal +premi + strike price option – saham akhir
= strike price option-saham awal + premi
2. Alina = 55-50+2=7 * 100lbr = US $ 700
3.konobe =45-50+7=2 *100 lbr = US $ 200
4. Harus nyoba-2 di excel dengan if (karena bila harga sahamnya dibawah strike price, maka tidak ada ganti premi), jawabannya sama dengan vizchoel , yaitu US$50, dimana tingkat keuntungan $200. Apa ada logika tanpa nyoba2
April 24, 2009 at 1:38 PM
Herry, seneng ada orang yang kasih rumus kayak gini.
mau coba rumusnya akh… (soalnya aku agak dislexia angka kalo ga dikasih contekan rumus) makanya PR ga dikerja-kerjain.
May 4, 2009 at 10:22 PM
@Herry
senangnya di’contek’ ^^
hm, untuk pertanyaan 4, logikanya mungkin bisa dilihat dari grafik Potensi Laba/Rugi pada artikel. Dengan menggambar (atau mensketsa kasar) grafik Alina dan Konobe, bisa dilihat kalau titik temunya ada pada profit K mengalami stagnansi di titik puncak $2. Pada titik ini profit A sedang ‘menuju puncak’. Lalu, kita tinggal mencari tahu tingkat harga nya. Harusnya sih sama untuk A dan K. Kira-kira begitu.
May 8, 2009 at 10:42 AM
Mengapa situs ini tidak mendukung bahasa lain
June 15, 2009 at 9:29 PM
barusan nemuin istilah “alligator spread” dengan penjelasan kayak gini:
A position consisting of a combination of put options and call options that collectively create commissions so high that it is almost impossible to turn a profit regardless of which direction the underlier moves. The term originates from the idea of the spread “eating the investor alive.” tapi ga ngerti juga maksudnya apa ya? ada yg bisa bantu jelasin?