Ketika saya kecil, salah satu tontonan yang paling saya suka adalah pertunjukan topeng monyet. Meskipun setelah dewasa saya merasa kasihan dengan monyetnya yg kerap diperlakukan kurang manusiawi (atau kera-wi?), tidak bisa dipungkiri tontonan itu sangat menarik bagi anak-anak.
Bagi saya sendiri, salah satu aksi yang selalu saya ingat dari pertunjukan topeng monyet adalah ketika monyet itu bergaya seakan ingin berbelanja ke pasar. Dengan memegang sebuah payung dan keranjang kecil, sang monyet berjalan bolak-balik sambil diiringi dengan suara gendang dan teriakan si pawang monyet : “Sarimin pergi ke pasar!!!” (entah mengapa, dulu banyak monyet yg oleh pawangnya dinamai Sarimin)
Hari ini, saya meluangkan waktu utk melakukan riset ke pasar sebelum melakukan investasi di ORI sehubungan dengan launching ORI seri 005. Tentuya tanpa membawa payung dan keranjang kecil, dan juga tanpa diiringi gendang serta teriakan: “Edison pergi ke pasar!!!“.
Lalu bagaimana hasil jalan-jalan saya ke ‘pasar’?
—–oOo—–
Utk ‘penyelidikan saya’, yang saya fokuskan adalah mengenai biaya utk transaksi di pasar sekunder. Mengapa? Karena boleh dibilang rata-rata setiap agen penjual mempunyai ketentuan yang sama utk hal ‘penawaran perdana ORI seri 005′. Yang berbeda adalah justru ketentuan biaya untuk transaksi di pasar sekunder.
Yang pertama-tama saya hubungi adalah teman saya yang mempunyai posisi cukup tinggi di suatu bank. Ketika saya invest di ORI 001, saya melakukannya melalui bantuan dia. Informasi dari teman tersebut, utk pasar sekunder, biaya transaksi jual/beli adalah 0,05% dari nilai transaksi dengan ketentuan minimum fee nya 50 ribu dan maks 150 ribu. Selain itu, mereka juga mengenakan biaya custodian sebesar 0,05% per tahun.
Karena kebiasaan saya dalam melakukan investasi adalah selalu melakukan perbandingan, maka saya pun mencoba menghubungi agen penjual yang lainnya.
Di sebuah bank lain yang saya hubungi per telpon, Customer Servicenya mengatakan bahwa utk transaksi jual/beli dikenakan Rp 25 ribu, tetapi mereka tidak mengenakan biaya penitipan/custodian.
‘eh, lebih murah… menarik juga‘ pikir saya.
Setelah itu, saya dan seorang teman saya pun berangkat ke sebuah sekuritas yg juga merupakan agen penjual ORI. Customer Service yang melayani kami menginformasikan bahwa di tempat mereka, untuk transaksi beli tidak dikenakan biaya, sedangkan untuk transaksi jual dikenakan biaya Rp 11 ribu. Mereka juga tidak mengenakan biaya custodian.
‘Wah!! ini malah lebih bagus lagi‘ saya pun mulai kegirangan.
Tiba-tiba Customer service tersebut (setelah pergi sebentar dan kembali lagi melayani kami) mengatakan, ‘Eh salah pak! Ternyata utk jual juga tidak dikenakan biaya!‘
*TUIT* *TUIT* *TUIT* Alarm langsung berbunyi di dalam kepala saya.
Ini pasti ada yang nggak benar. Tidak mengenakan biaya jual/beli, tidak mengenakan biaya custodian, lalu apakah perusahaan sekuritas ini kerja bakti? Saya langsung mengenakan ‘topi investor’ saya dan mencoba menyelidiki lebih jauh.
‘Maaf mbak, kalau hari ini saya jual ORI 004 di sekuritas ini, dihargai berapa ya?’
‘Oh, kebetulan saya baru beli dari orang di harga 92,5.’
Langsung saya angkat HP saya dan menelpon teman saya di bank dan menanyakan harga jual & beli ORI 4 mereka utk hari itu. Ternyata bank teman saya membeli ORI 4 di harga 93,45. Dengan demikian berarti bank teman saya itu membeli dengan harga lebih tinggi sekitar 1,03%.
Ooooh, rupanya di sini permainannya. Customer service tersebut lalu mengakui bahwa di tempat mereka, memang spread/selisih antara harga jual dan harga beli cukup besar dibandingkan dengan tempat lain. Dengan demikian, sebenarnya mereka bukannya tidak mengenakan biaya transaksi jual/beli dan biaya custodian, melainkan biaya-biaya tersebut sudah disamarkan dengan bentuk spread/selisih harga jual-beli yang lebih besar itu (Ketika kita membeli dari mereka, harganya lebih mahal. dibandingkan tempat lain. Ketika menjual kepada mereka, harganya lebih murah dibandingkan tempat lain).
—–oOo—–
Apa 2 pelajaran yang bisa dipetik dari cerita saya hari ini?
Yang pertama, selalu teliti berbagai biaya yang akan kita bayar sebagai investor, baik biaya yang terlihat maupun yang ‘tidak terlihat’ spt yang saya ceritakan di atas. Teliti sebelum berinvestasi agar tidak menyesal kemudian.
Pelajaran yang kedua? Jangan pernah menamai anak anda Sarimin.
41 Comments
August 20, 2008 at 9:15 PM
wkwkwkkwkw,ringan,menghibur,tp berguna.
baca judulnya saya pikir bro merekomendasi utk beli ORI 5
August 20, 2008 at 11:15 PM
jadi kalau beli ori 005, paling bagus pakai agen yang mana ?
August 21, 2008 at 5:54 AM
ehm bro klo beli ORI katanya (katanya lho saya blm cek ndiri) ditanyain NPWP segala ya?
Trus kok bisa tidak ada biaya custodian (ga dpt uang donk tar tempat saya kerja), apa mereka yang tidak menggunakan biaya custodian ini punya trik seperti spread harga jual dan harga beli?
August 21, 2008 at 2:33 PM
“Karena boleh dibilang rata-rata setiap agen penjual mempunyai ketentuan yang sama utk hal ‘penawaran perdana ORI seri 005′. ”
Emang untuk penawaran perdana itu etentuannya yang sama apa aja Bos?
Bedanya pasar perdana ma sekunder apa ya?
Trus misalkan klo harga lebih murah di pasar perdana kenapa kita repot cari di pasar sekunder..?
maaf masih newbie soal ORI..
August 21, 2008 at 2:46 PM
Thanks banget infonya, saya jadi paham maksud anda
August 21, 2008 at 3:21 PM
ternyata bung edison sarimin yg cerdik
peace yah.. tapi oke kok saran yg diajukan di sini. untuk membeli sesuatu kita pasti banyak pertimbangan apalagi kalo ada banyak pilihan, begitu juga berinvestasi di ORI005.. Yang paling baik memang memilih agen penjual di mana harga pasar/harga sekunder yang mereka tawarkan adalah terbaik (paling kompetitif), tidak masalah buat bayar custody, karena biaya custody cukup kecil.. nah kalo fee juga ada tidak apa2 asal jangan terlalu besar. ukuran besar menurut saya yaitu lebih dari 0.15%
August 21, 2008 at 10:48 PM
ehm…,untuk ORI 2 dan ORI 3 historynya gmana bro..? naek ato turun stelah IPO ?
malah jadi bingung.. beli ORI 5 saat IPO pa di pasar sekunder ya..??!! hehehe…
August 22, 2008 at 3:11 AM
ini kelemahan saya, “teledor dan emosional”. Thanks bro, udah memberi peringatan. Senang membaca tulisan-tulisan anda. Ringan tapi berbobot. Salut!
August 22, 2008 at 7:09 AM
jadi, untuk saat ini, mendingan beli ORI004 atau ORI005 ?
August 22, 2008 at 10:33 AM
Ada yang bilang ORIoo4 memiliki angka yang sial! mangkanya anjlog…
Mungkin akan nyoba yang lima, secara tanggal ulang tahun anak pertama… haisyaahh!
August 22, 2008 at 2:47 PM
bro edison beli ori5 ga?
August 22, 2008 at 8:43 PM
artikel dari bro Edi hampir tidak ada yang terlewatkan oleh saya…
Bro, bisa minta tolong dijelaskan yang ini “Jika bisa mendapatkan ORI 4 dgn harga 94, maka Yield to Maturitynya (hasil jika dipegang sampai jatuh tempo) =11,54%”
ngitung 11.54% gmana ya..?
trus kalo beli ORI di pasar sekunder, tidak bisa lewat bank ya bro, harus lewat sekuritas..
iya pa enggak sih..?
tengkyu
August 22, 2008 at 9:51 PM
mas edison ternyata suka nonton topeng monyet waktu kecil, yak? wah, tentang upaya investasi yang sehat agaknya memang perlu ada sosialisasi secara jelas kepada publik, mas. biasanya banyak orang yang mudah tergiur karena iming2 bonus yang gede.
August 23, 2008 at 5:00 PM
pengalaman saya waktu jual beli ORI3 juga sama, setelah 3 bulan saya bermaksud menjual ORI saya tapi harga yg dikeluarkan oleh agen penjual (Bank BN*) tidak sama dengan harga di lantai bursa
August 28, 2008 at 10:45 AM
bro nikken…..
saya mau beli ORI 5. sebaiknya beli di penawaran perdana atau di pasar sekunder? bagaimana sebaiknya menurut bro untuk ORI 5 ini?
August 28, 2008 at 2:53 PM
kalo pencairan sampe jatuh tempo, jadi gimana nasib “pokok” nya. terpengaruh ga? ikut nambah / kurangkah ? (maaf masih awam banget nech) mohon penjelasannya, bapa yang baik. makasih
August 29, 2008 at 2:07 PM
makasih jawabannya Pa.
katanya ori 5 ga laku di pasaran,
ugh, jadi deg-degan soalnya udah beli nech.
gimana prediksi Bapa ?
August 30, 2008 at 1:41 PM
sekali nuuuhhhhuuunn Pa,
August 30, 2008 at 7:05 PM
Ga salah disekolahin tinggi2..ga jdi sarimin
September 4, 2008 at 3:20 PM
bro, kalau hasil ORI 5 langsung diinvest otomatis setiap bulan ke RDC/RDS (coba-coba dollar cost averaging) kira-kira bijak ga?, atau cukup ke RDPU aja. thanks
September 9, 2008 at 5:33 PM
pak edison , saya bener2 awam dg ORI tp kepingin sekali berinvestasi dg ORI , yg di maksud dg kupon yg 11.45 itu kan yield nya ya??? trus dana dr yield itu langsung ditransfer ke rekening kita , begitu pak ???
pajak apa aja yg di kenakan tuk product ini , katakanlah saya membeli 100 lembar , kalo memang yield di bagikan perbulan , dg yield 11.45 berapa dana yg saya terima (bersih stlh dikurangi pajak dll)
September 25, 2008 at 3:55 PM
Kalau kita beli ORI 004 sejumlah 100 juta at diskonto (misal at 90% alias harus bayar 90 juta), waktu jatuh tempo kita untung 10 juta. Apakah keuntungan ini (capital gain) masih dipotong pajak capital gains tax lagi?
September 30, 2008 at 8:12 PM
huh..pusing baca itung itungan fee..dll gw si beli ori itu dikit dikit dan di bandingkan satu sama lain.
yg saya selalu inget memang cuma bunga yg didapat..9%,11%…dan jatuh temponya. ternyata setelah saya bandingkan kupon yg dapet tiap bulan memang tidak selalu penuh 9% misalnya mungkin krn potongan pajak itu ya. tapi yg aneh di mandiri dan BCA spt nya agak lain. di BCA spt potongannya lebih besar..saya belum cek lagi sih potongan pajak 20% itu.
dan soal jual / beli di pasar sekunder memang beda utk tiap agen. saya pernah telpon ke dep keu tanya gimana cara beli di pasar sekunder dia bilang ada agen yg cukup bagus harganya spt trimegah…jadi lebih baik emang tanya tanya dulu harga di pasar sekunder utk masing masing agen.
ga ada ruginya sih naruh di ORI terutama yg risk avoidance. klo emang mau lebih gede lagi ya taroh di saham , jual beli properti, emas…cuma saya pribadi rada males naroh di properti krn urusan papernya rada repot..yg urus akta,sertifikat, balik nama,dll..blom lagi gak bisa langsung di jual kalo butuh uang..paling banter di kontrakin
October 25, 2008 at 1:22 PM
Bro, gw cm dkt nyimpulin data2 diatas plus tny2 lg. Jadi ORI bs beli dibank ato sekuritas. Ada minim beliny g? Trus misale gw mo beli ORI 004 yg lg turun gene (lupa data diinfovesta kmrn brp) dimandiri, emang bakal slalu ada? Ato pake pesen2an dulu seperti bid offer disaham? Nah kalo gw mo jual pas misale taun dpn(blm mature)hargae naek, emang bs jg? Atu lagi boleh yee, ape aje slain duit n identitas nyang perlu dibawa sono pas mo beli/jual. Thanx pisan yee… bro!
October 30, 2008 at 2:39 AM
Pak Edison, setelah baca halaman ini, saya cukup tertarik dengan ORI ^.^ saya coba lihat ttg ORI di infovesta, disana harga ORI004 adalah 80.11, trus TYMnya 17%, lebih tinggi dari ORI005, itu artinya apa ya pak? Bukannya kita lebih baik beli ORI004? Trus saya coba2 di Excel koq g bisa menemukan YTM yang pak edison sebutkan di atas ya, apabila ORI004 dibeli dengan harga 94, YTMnya koq bisa 11,54 ya pak, aku coba2 koq cuman dapat 9,49… Maaf banyak tanya…
November 11, 2008 at 1:58 PM
Pak edison. kita ngak boleh serakah kan pak…?
Tanggal 6/11/08 saya melihat harga ORI 005 seperti ini
price (88.000), Vol (9.00), value (7.9200), yield (14.9444), coupon (11.4500). transaksi terakhir menunjukkan angka (88.00). (mudah-mudahan angka ini bisa membantu bapak)
Andaikan saya menjual saat itu di pasar sekunder, saya bisa dapat berapa per coupon/lembarnya ya… mohon dijelaskan rumus hitungannya.
Terima kasih
November 18, 2008 at 3:01 PM
pak edison,
saya tertarik untuk membeli ORI di pasar sekunder. Berapa min pembelian di pasar sekunder, apakah sama dengan min pada saat kita beli dipasar perdana (5 juta)? Mohon informasinya.
Terima kasih
November 18, 2008 at 3:55 PM
untuk transaksi di pasar sekunder ORI, perlu buka rekening ‘transaksi’ yg minimumnya akan berbeda-beda antar agen penjualnya. Sebagai contoh, di panin tempat saya membeli ORI, minimumnya seingat saya Rp 50 juta. Tetapi di tempat lain ada yg lebih kecil minimumnya.
Utk ini, cemerlang harus ‘keluar keringat’ sedikit dan mencek ke berbagai agen penjualnya.
Oh ya, kalau bisa, seusai mencek, dishare juga ya di sini?
Bisa bermanfaat utk pembaca blog yg lain.
Terima kasih ya sebelumnya.
November 19, 2008 at 10:10 AM
Jadi inget sampe sekarang ga jd2 beli ORI, gara2 susah masuk pasar sekunder untuk investor kecil seperti saya
November 19, 2008 at 7:36 PM
Sekedar info, didanareksa sekuritas katanya bisa 5jt an. Coba aja cek via telp karena kalo via websitenya g da data lengkapnya min invest diobligasi brp (terakhir cek awal bln 10). Ada satu marketing danareksa yg aq kenal: susanto pratomo, di nomor 021-3509777 ext.9888. Bukan rekomendasi, maksdnya biar cpt aja cr info. Aq g bs beli krn currently ditaiwan. Ktnya hrs ttd diatas materai segala. Aq jg bkn org danareksa,cm nasabah biasa yg pengen bnt rekans. Oya, bank mandiri jg sama 5jt an tp wkt itu tmnku tny kecbg lgs, jd g da contact person,sorry!
November 20, 2008 at 11:10 AM
Dear Kawan,
Ada yg bisa bantu menjelaskan maksud tulisan dibawah ini:
Nama Obligasi = Obligasi Negara Republik
lndonesia Seri ORI001
Kupon(%) = 12.05
Jatuh Tempo = 09-Aug-2009
Harga(%) = 99.25
YTM(%) = 13.0973
Modified Duration = 0.6536
Atas bantuannya sy ucapkan terimakasih.
salam’
midut
November 24, 2008 at 1:11 PM
Coba baca kembali artikel pengenalan obligasi, semuanya sudah pernah saya terangkan di sana, kecuali mengenai Modified Duration.
Secara singkatnya, Modified Duration itu adalah perkiraan sensitifitas harga obligasi tersebut terhadap perubahan suku bunga.
Jadi di sini, modified duration 0,6536 artinya adalah jika suku bunga NAIK 1 %, maka diperkirakan harga obligasi tersebut akan TURUN sebesar 0,6536%.
November 26, 2008 at 8:48 PM
Halo Pak Edison,
Saya baru belajar lebih detail soal ORI ini. Saya ditawari bank saya untuk beli ORI 1 di pasar sekunder, tapi kena feenya 0,5%. Kok jauh ya dibanding yang Pak Edison sebutkan 0,05%? Apa memang ada perbedaan sampai sejauh itu?
November 26, 2008 at 8:56 PM
bank apa? Lalu biaya 0,5% ini mereka kenakan sebagai biaya apa?
December 3, 2008 at 7:57 AM
bung edison, menyambung Modified Duration(MD) diatas, saya lihat data MD 1/12/2008 untuk ORI 4 = 2,59.. dan ORI 5 = 3,29..
pertanyaannya kenapa MD untuk ORI 5 lebih tinggi ya, padahal kuponnya 11,45% lebih tinggi dari ORI 4 yg 9,5%. klo ada kenaikan sk bunga kan spread terbesar ada di ORI4
December 3, 2008 at 9:58 AM
@udin
Dalam artikel lama tentang obligasi (yg memakai contoh ayam super), pernah saya tuliskan bahwa obligasi yang lebih panjang jatuh temponya akan lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga…
Karena ORI 5 jatuh temponya masih lebih lama dibandingkan ORI 4, memang normalnya modified durationnya akan lebih tinggi.
January 28, 2009 at 5:36 AM
mas Edison
cuma mau nanya,OBligasi Ritel Indonesia bukannya bebas pajak penghasilan ya ??
sesuai dgn Pasal 4 (3) huruf j UU PPh
jo. Pasal 5 PP No. 6 tahun
2002 jo. Pasal 4 Keputusan
Menteri Keuangan R.I. No.
121/KMK.03/2002
mohon penjelasannya
January 28, 2009 at 5:22 PM
Utk ORI, pajak yg dikenakan adalah pajak atas bunga, sebesar 20% (sama spt deposito) dan sifatnya sudah final, sehingga tidak terkena pajak penghasilan lagi.
April 28, 2009 at 10:21 PM
Setelah di keluarkan peraturan baru bahwa pph obligasi ORI dari 20% menjadi 15% final pada bulan februari,ada refund 5% atas pajak tersebut pada bulan itu tetapi di bulan maret dan april tidak ada refundnya lagi atau pajak pph final tetap 20%.
Apakah hal ini merupakan kesalahan bank atau dari penerbit ORI tersebut?
ada yg bisa bantu ngga.thanks
April 29, 2009 at 8:16 AM
Pada bulan Maret dan April apakah kupon yang diterima mas ilo lebih besar dari kupon sebelumnya? Seharusnya memang tidak ada refund lagi tetapi kupon yang Anda terima menjadi lebih banyak dari sebelumnya.
June 3, 2009 at 10:24 AM
tetap sama mba! kupon yang saya terima masih tetap sama dan tidak bertambah pada bulan maret smpai sekarang. setelah saya tanyakan ke agen penjualnya bank mandiri katanya” pihak depkeu blum mentransfernya’ atau kesalahan ada pada depkeu.Apakah ada teman2 yang senasib dengan saya?