Dalam artikel seri Edison’s Week in Review minggu lalu, saya telah menyinggung tentang peluncuran ORI seri 5 di akhir bulan ini. Ketika artikel itu ditulis, belum ada pengumuman berapa besarnya kupon ORI seri 5 tersebut. Perkiraan saya sendiri adalah sebesar 10,45-11%, dan saya menyarankan bahwa jika ternyata kuponnya dibawah angka tersebut, maka ada baiknya para pembaca blog mempertimbangkan untuk tidak membelinya di penawaran perdana, karena kemungkinan nasibnya bisa seperti ORI seri 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder.
Tadi sore saya membaca artikel di detikfinance.com bahwa Dirjen Pengelolaan Utang telah memberikan keterangan resmi mengenai ORI seri 5 tersebut. Kupon untuk ORI seri 5 ini adalah sebesar 11,45%. Artikel di detikfinance.com tersebut menuliskan bahwa kupon tersebut adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan ORI seri sebelumnya, tetapi ini tidak benar karena ORI seri 1 memberikan kupon sebesar 12,05% (bukan 10,25% seperti yg ditulis dalam artikel tersebut).
Pemberian kupon sebesar 11,45% utk ORI seri 5 ini sendiri cukup mencengangkan saya. Mengapa? Ini karena saya sempat ‘melirik’ hasil pelelangan Surat Utang Negara (SUN) hari Selasa lalu (12 Agustus) dimana salah satu Obligasi yang dilelang adalah SUN seri FR0026 yang akan mature/jatuh tempo Oktober 2014. Pada pelelangan itu, Yield/hasil yang didapat oleh investor institusional utk obligasi tersebut hanya sebesar 11,51132%.
Bagi yang belum mengetahui apa itu SUN, kita bisa mengibaratkan SUN sebagai obligasi negara utk ‘partai besar’, sedangkan ORI sebaliknya adalah obligasi negara ‘eceran’. Sebagai ilustrasi, utk investasi di ORI, kita hanya membutuhkan Rp 5 juta, sedangkan untuk investasi langsung di SUN (mengikuti pelelangan lewat bank/institusi peserta lelang) dibutuhkan modal sebesar Rp 5 Milyar. Ada juga beberapa bank yang menawarkan investasi di SUN (tanpa mengikuti pelelangan), tetapi biasanya yield/hasilnya sedikit dibawah yield hasil pelelangan, dan nominal yang dibutuhkan pun tetap besar, sekitar Rp 500 juta.
Karena nilai nominalnya yang besar itu, biasanya SUN memperoleh bunga yang lebih tinggi di atas ORI (tidak berbeda dengan deposito, semakin besar nilai deposito, semakin besar bunga yang kita terima). Oleh karena itu, sesungguhnya cukup mengagetkan bahwa pemerintah menawarkan kupon ORI seri 5 sebesar 11,45% (hanya selisih sedikit dengan Yield SUN FR0026), terlebih lagi mengingat jatuh temponya lebih singkat (ORI seri 5 jatuh tempo 2013, dan SUN FR0026 jatuh tempo 2014).
Dilihat dari apa yang saya tulis di atas, investasi di ORI seri 5 ini bisa dianggap cukup atraktif. Mungkin pemerintah sengaja memberikan kupon yg cukup besar agar nasib ORI seri 5 ini tidak sama dengan ORI seri 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder tidak lama setelah diterbitkan.
—–oOo—–
Dalam artikel ini, saya pikir ada baiknya juga saya memberikan beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan para investor yang tertarik untuk investasi di ORI.
Pertama-tama, ORI sebagai obligasi terbitan negara, boleh dikatakan mempunyai resiko yang sangat-sangat kecil. Jika pemerintah kesulitan dana untuk membayar bunga maupun pokok obligasi, secara teori pemerintah bisa tinggal menaikkan pajak untuk melunasi obligasi tersebut. Oleh karena itu, para investor ORI tidak perlu khawatir mengenai resiko ‘gagal-bayar’.
Kedua, ORI ini bisa dilihat sebagai alternatif ‘deposito’ bagi para investor dengan dana di atas Rp 100 juta. Seperti kita tahu, program penjaminan simpanan yang diadakan pemerintah hanya menjamin tabungan dan simpanan sampai dengan nilai Rp 100 juta. Oleh karena itu, orang-orang yang mempunyai deposito di atas Rp 100 juta yang ditaruh utk jangka panjang, mungkin ada baiknya mempertimbangkan menaruh sebagian dana tersebut di ORI seri 5. Dengan demikian nilai depositonya berkurang menjadi dibawah Rp 100 juta sehingga tetap dijamin oleh LPS (selama bunganya tidak di atas bunga wajar) dan investor tersebut juga bisa menikmati bunga di ORI yang lebih tinggi dari deposito pada umumnya.
Ketiga, jika di kemudian hari tingkat suku bunga di Indonesia turun, para investor ORI akan bisa menikmati Capital Gain/kenaikan harga ORI. Kalau itu terjadi, jika diinginkan, para investor ORI bisa menjual ORI-nya dan menikmati keuntungan dari kenaikan harga tersebut.
—–oOo—–
Meskipun di atas saya menulis bahwa penawaran ORI seri 5 ini cukup menarik, perlu diingat ORI adalah obligasi dan investor yang ingin berinvestasi dalam ORI harus memahami segala resiko yang terkait dengan obligasi. Bagi para pembaca blog yang terlalu belum mengerti tentang obligasi, bisa membaca 2 artikel lama saya mengenai obligasi yaitu Bond….James Bond serta Obligasi, Suku bunga dan Credit Rating.
Dalam kedua artikel tersebut saya telah menjelaskan mengenai resiko investasi obligasi secara umum yaitu resiko suku bunga dan resiko credit rating. Selain kedua resiko itu, para investor ORI harus juga mengetahui resiko yang dialami oleh setiap obligasi yang memberikan bunga yang besarnya tetap (fixed), yaitu resiko inflasi. Jika antara saat ini dan waktu ORI seri 5 itu jatuh tempo (2013) inflasi per tahun di atas 11,45%, maka bunga yang diterima oleh para Investor itu tidak akan cukup utk ‘mengejar’ inflasi.
23 Comments
August 14, 2008 at 9:32 PM
yup,td sore liat jg cukup kaget
mungkin seperti yg bro sempat singgung, dikasi kupon tinggi spy harganya dipasar sekunder ga jatuh n masyarakat g kapok beli ORI
August 14, 2008 at 10:24 PM
sama… saking kagetnya, saya sampai keluar 2 artikel dalam 1 hari… hahahaha… baru pertama kali kayak gini…
August 15, 2008 at 6:28 AM
Maksudnya keluar 2 artikel dalam 1 hari?
Ada 2 artikel di blog ini ya bung, pertama nulis mengenai other people’s money dan ORI seri 5.
Bung Blazy jd mau beli ORI ga tuh?
Dalam jangka pendek (kurang dr 1 tahun) kemungkinan besar inflasi akan lebih tinggi lagi (lebaran) dan BI akan menaikkan suku bunga tidak ya? Jika iya harga ORI seri 5 ini akan jatuh ya. Jadi lebih baik membeli ORI seri 5 ini di pasar sekunder.
Bener ga bung? (pgn beli ga ad budget)
August 15, 2008 at 10:12 AM
pak edison
kelupaan masalah resiko politik sepertinya …kan jelang pemilu nih
bagaimana kebijakan pemerintah selanjutnya akan mempengaruhi pergerakan inflasi dan kemudian suku bunga juga.
selain itu apakah benar 5 tahun ke depan inflasi tidak akan menggila, bagaimana dengan perkembangan situasi ekonomi, politik, dan keamanan dunia. kok sepertinya agak suram. belum lagi US juga akan melakukan pemilihan presiden bulan November nanti.
MKJS = mohon koreksi jika salah …
August 15, 2008 at 2:06 PM
“…ORI seri 5 tersebut. Perkiraan saya sendiri adalah sebesar 10,45-11%, dan…”
Hmm…, jangan2 yg memutuskan besarnya kupon ORI ‘mencontek’ dari thread ini. Jadi nanti menjelang penerbitan ORI berikutnya, perkiraan yg bro publish agak di ‘mark up’ yah bro ;D
August 15, 2008 at 3:45 PM
apakah kupon yang sebesar 11,45% itu nett atau masih ada potongan lain ?
August 19, 2008 at 2:46 PM
Saya masih sangat awam mengenai obligasi tapi tertarik dengan ORI 5 karena bunganya yang 11,45% (banyak teman2 saya menyarankan untuk membelinya dengan alasan ORI 5 lebih baik daripada deposito).
Yang saya pertanyakan adalah apa maksudnya “11,45% belum dipotong pajak final 20%” karena secara matematika sederhana, bukankah itu berarti rugi sebesar 8,55%?
August 19, 2008 at 4:55 PM
Oh.. sekarang jadi jelas bahwa rupanya bunganya yang dipotong pajak 20%. Terima kasih untuk menjawab pertanyaan yang “must be really sound like an idiot” hehehe…
Blog anda sangat menarik dan saya menyukai bagaimana anda menjelaskan hal2 yang tidak saya mengerti terutama dengan minimnya pengetahuan saya mengenai investasi.
Adakah kemungkinan anda membahas mengenai investasi emas yang sekarang sedang marak saat ini karena saya dengar harga emas sedang turun?
August 21, 2008 at 11:15 AM
Numpang nimbrung nich. Bro Kalo beli ori cm dgn dana 5jt bs ga ya? Kalo beli ori hrs puny npwp ya? Ato bakal dikejar2 ptugas pajak stlh beli ORI, ato gmn? Mhn pncerahannya. Thnx
August 21, 2008 at 4:01 PM
jelas sudah apa itu ORI seri o5
thx
August 22, 2008 at 4:32 PM
artikel yang sangat dan sangat bagus
neubiu minim pengetahuan mengenai investasi, jadi minta advice nya yach ( ngarep mode on )
bingung mau investasi ORI apa investasi property (rumah).
menurut teman-teman saya saya bagusnya milih yang mana yach ?
Salam neubiu
August 25, 2008 at 5:38 PM
artikel yang selalu menarik. Sangat edukatif terutama buat saya yang ingin belajar banyak ttg investasi.
bro, ada gak obligasi yang harga di pasar sekunder melesat naik ato sekurang-kurangnya merangkak dari harga penawaran perdana.
Thanks, bro!
August 25, 2008 at 8:16 PM
Bro,
mau nanya beberapa hal:
- Kalo beli ORI dipasar perdana lewat bank agen, kalo mau dijual lagi bisa gak kita langsung jual lagi ke Bank yang bersangkutan? bank tsb pasti menerimanya lagi gak, 100%?
- kalo misalnya kita beli perdana sebesar 10 jt, apakah pada saat jatuh tempo setelah 5 tahun nanti uang kita kembali utuh 10 jt atau sesuai dengan harga yang berkembang dipasar sekundernya waktu itu?
- fee-fee yang akan muncul secara wajar nominalnya kira-kira berapa % dan untuk apa aja ya??
Terimakasih atas pencerahannya, kalo ada informasi tambahan tolong disertakan.
Thanks.
September 8, 2008 at 7:57 PM
Son…
Kalau mo beli ORI seri 05 sekarang msh bs ?
Dimana ? Gmn caranya ?
Thanks Son ^^
September 11, 2008 at 8:33 AM
kalo beli ORI seri 04 ?
yg ktnya jatuh di pasar sekunder ..
itu bunganya brp ya ?
September 12, 2008 at 1:42 AM
Dear Edisson,
untuk saat ini bagaimana caranya saya dapat membeli ORI005 di pasar sekunder..??
Ko aku buka di situs IDX ga tersedia,mungkin ada stocknya ato ga..cz q minat..
September 20, 2008 at 11:47 PM
hubungi aja bank bank yg jual ORI mereka ada bagian sekuritas yg bisa jual ORI . yg turun ya ORI2 , ORI 3 dan ORI 4. meskipun bunganya cuma 9% ..tapi untung juga kalo beli di pasar sekunder. pas nanti mature kita untung karena dapet ganti 100 padahal belinya cuma 90
December 14, 2008 at 3:10 PM
Pak Edison, mau nanya nih,
Saya ada di brunei, mana yang lebih baik deposito di brunei 2.5% atau di ORI005 11.45% ?
Tujuan investasi untuk beli rumah 3 ato 4 taon lagi di indonesia.
saya kwatir nilai rupiah yang terus turun nih.
sbg gambaran
jan bnd 1 = rp 6800
agustus bnd 1 = rp 7600
bahkan sempat sampai rp 8200 tp sekarang turun lagi 7400.
December 15, 2008 at 11:06 AM
Wah, ini pertanyaannya agak sulit utk saya jawab krn saya tidak familiar dengan kondisi di Brunei…
Tetapi ini sekedar utk bahan pemikirannya…
Omong-omong…ORI5 itu sekarang yieldnya sekitar 13,5%an (kan ada informasi ORI di blog ini, di sisi kanan)
Pertanyaannya: Apakah lebih baik deposito di brunei 2,5% atau ORI 5 13,5%? Ini akan tergantung beberapa hal:
Pertama-tama, apakah bunga deposito di brunei kena pajak? Kalau kena berapa besarnya? Jadi harus dicari dahulu return netnya…
Asumsi saja ORI 5, akibat pengaruh pajak, return netnya sekitar 10,8%. Angka ini tidak tepat persis, krn 13,5% yg saya sebut di atas itu bukan Current Yield, melainkan Yield To Maturity… tapi utk memudahkan, anggap saja return bersihnya 10,8%.
Saya asumsi saja misalnya brunei tabungan tidak kena pajak (krn saya tidak tahu peraturan di sana).. Maka, pilihan antara ORI atau deposito di brunei akan tergantung kepada bagaimana kira-kira nilai tukar Rupiah terhadap uang brunei dalam 4 tahun lagi…
Deposito di Brunei akan lebih menarik jika Kurniawan merasa Rupiah akan terus melemah terhadap uang Brunei sebesar kurang lebih 8% (10,8%-2,5%) setiap tahunnya, untuk 4 tahun ke depan. Secara keseluruhan, ini artinya Uang Brunei harus menguat hingga sekitar 36% terhadap Rupiah dalam 4 tahun……
Jika Rupiah tidak melemah sebesar itu, maka membeli ORI akan lebih atraktif…
December 15, 2008 at 3:02 PM
Nyambung lagi nih Pak Edison.
Brunei “tax heaven”, tabungan / deposito ngak kena pajak, bahkan ngak ada salary tax.
Kurs BND / Rp seirama dgn USD/Rp, kalo usd menguat BND juga menguat thd rupiah.
tahun 2008 ini nih rupiah anjlok banget nih , ketika kurs 1 usd = rp 12000 , kurs 1 bnd = 8200 , brarti rp melemah 20% dong , tapi sekarang turun 1 bnd = Rp 7400 brarti rp melemah 8.8%
selama 5 tahun kerja di brunei rata2 bnd menguat 3.8 % (thn 2004 1 bnd =Rp 5500, dec 2008 1 bnd = Rp7400)
Ternyata investasi itu ngak gampang ya , menurut opini Pak Edison apakah usd bakal ke level Rp 12 ribuan lagi di tahun ke depan ?
Kalau saya beli ORI secara brangsur tiap tahun , apakah ini dapat mengurangi resiko ? misal kalo thn 2009 rp menguat saya beli sedikit kmd tunggu lagi thn berikutnya.
December 15, 2008 at 10:29 PM
Seperti yang pernah saya tulis, pergerakan jangka pendek utk nilai tukar uang itu sulit diperkirakan… perkiraan jangka panjang saja seringkali meleset karena timbulnya berbagai perkembangan baru, sedangkan hal yang bisa mempengaruhi nilai kurs itu terlalu banyak…
Kalau cuma sekedar melihat data lalau, tahun 2004 1 BND 5500, dan tahun 2008 menjadi 7400, berarti perubahannya sudah 35%-an dalam waktu 4 tahun… Tetapi memang itu tidak bisa dijadikan pegangan.
Kalau utk kasus seperti ini, solusi paling sederhana adalah membuat ‘netral’. Tempatkan 50%-50% di deposito BND dan juga di ORI.
February 4, 2009 at 4:57 PM
Kalau mau lihat pergerakan ORI 5 maupun ORI sebelumnya bisa di cek di mana ya Pak?? Kalau saham kan bisa di IHSG. Kadang sering bingung cek dimana …
Terimakasih.
March 17, 2009 at 11:16 AM
artikel yang sangat dan sangat bagus
newbie minim pengetahuan mengenai investasi.
Saya mau tanya Pak, kalau mau mencari harga NAB dimana yah dan history NABnya..
saya ingin tahu perbandingannya (bagusan mana juga return-nya) untuk tentuin invest dimana apakah mau ke saham, ORI (sekarang dah kluar sukuk) or Reksadana
Terima Kasih.