article by Alina
Pasti sudah banyak pembaca blog yang mendengar tentang Investasi ‘Dinar’. Beberapa hari yang lalu saya ditanyai oleh seseorang mengenai prospek berinvestasi ‘Dinar’. Saya jadi teringat ada hal yang menarik dalam kata-kata ‘Dinar’ ini. Ketika ada orang yang bertanya kepada saya bagaimana prospek berinvestasi di ‘Dinar’, saya selalu tanyakan kembali ‘Dinar’ apakah yang dimaksud. Saya menemukan setidaknya ada 4 ‘Dinar’ yang berkaitan dengan ‘investasi’. Apa saja keempat ‘Dinar’ tersebut ?
1. Dinar Irak
Dinar Irak (DI) disebut-sebut sebagai investasi yang sangat menjanjikan dengan tingkat imbal hasil yang diharpkan terbilang wah. Sebelum perang, Dinar Irak merupakan mata uang terkuat di Timur Tengah pada. Nilai 1 DI setara dengan US$ 3.30 atau bisa dibilang nilai Dinar Irak lebih tinggi nilainya daripada Dollar Amerika. Akibat jatuhnya sanksi PBB yang disusul invasi Amerika Serikat membuat Dinar Irak terjungkal ke titik terendah dalam sejarah Irak. Saat ini 1US$ setara dengan 1,170 DI atau 1 DI setara dengan US$ 0,00086.
Sebagian orang termakan akan berita ‘seandainya’ nilai Dinar Irak kembali ke posisi sebelum perang. Hasil perhitungan saya, jika saat ini saya menukarkan 1 juta rupiah dengan Dinar Irak saya akan memperoleh Dinar Irak sebanyak 855 DI. Seandainya Dinar Irak kembali ke sebelum perang maka Dinar Irak saya tersebut akan menjadi 29 juta rupiah (855 DI x US$ 3.3 X Rp 10300). Pertanyaannya apakah bisa Dinar Irak kembali ke nilai tersebut, perlu diketahui juga Dinar Irak yang ada saat ini merupakan mata uang baru New Dinar Irak yang diterbitkan mulai 2003.
Membeli Dinar Irak lebih tepat jika disebut berspekulasi, karena adanya ketidakjelasan di dalamnya dan imbal hasil yang ditawarkan juga terlalu tinggi melebihi nilai wajar.
2. Dinar Emas
Dinar Emas adalah mata uang yang dipergunakan di masa Rasulullah saw. Uang Dinar berupa koin emas 4,25 gram (22 karat). Dinar Islam di cetak oleh Islamic Mint di seluruh dunia dan mengikuti standar international yang dibuat oleh WITO (World Islamic Trading Organization).
Di Indonesia, dinar emas di cetak oleh Antam melalui anak perusahaanya yaitu PP Logam Mulia Indonesia ( www.logammulia.com ). Untuk mendapatkan dinar ini, bisa didapatkan di tempat penjualan dan pembelian dinar yang disebut dengan wakala. Harga beli dan harga jual dinar sebagaimana harga emas, ditentukan oleh fluktuasi nilai emas dunia dalam satuan USD per troy ounce di mana 1 troy ounce itu sama dengan sebesar 31,1035 gram.Selain Dinar Emas ada juga Dirham, yaitu koin perak murni seberat 2.975 gram.
Berinvestasi di Dinar Emas bisa jadi alternatif selain berinvestasi di Emas batangan. Hanya saja untuk menjual kembali Dinar Emas sebaiknya jangan di toko emas biasa, karena nilainya akan turun di bawah harga pasar. Jika ingin menjual Dinar Emas lebih baik jual kembali ke agen tempat membeli Dinar Emas.
3. DINAR (Dana Reksa Indeks Syariah)
Dinar yang satu ini merupakan Reksa Dana Indeks yang dikeluarkan oleh PT Danareksa. Reksa Dana indeks ini berisi 30 saham yang ada di dalam Jakarta Islamic Index (JII). Dinar merupakan Reksa Dana indeks pertama di Indonesia. Saat ini selain Dinar ada lagi Kresna Indeks LQ-45 yang mengacu pada indeks LQ-45. Benjamin Graham menyarankan investor untuk lebih memilih Reksadana Indeks daripada Reksa Dana biasa dalam berinvestasi. Karena hanya sedikit sekali RD yang kinerjanya bisa melebihi kinerja Reksadana Indeks.
4. PT Dinar Sekuritas
Mungkin lebih tepatnya bukan berinvestasi Dinar tetapi berinvestasi melalui Dinar. PT Dinar Sekuritas merupakan salah satu broker aktif yang menjadi Anggota Bursa dan melayani transaksi saham di Indonesia. Saat ini ada 117 Anggota Bursa yang tercatat di BEI dan boleh melakukan transaksi efek (sumber : www.idx.co.id ). Tentunya melalui Dinar yang satu ini kita bisa memilih berbagai saham yang ada untuk berinvestasi. Ingat lho berinvestasi bukan berspekluasi.
Apakah ada pembaca blog yang menenmukan ‘Dinar” yang lain? ‘Dinar’ manakah yang Anda pilih?
44 Comments
June 10, 2009 at 3:12 PM
Saya juga punya temen namanya Dinar :p
termasuk juga gak yah? hehehehehe………..
June 10, 2009 at 5:02 PM
ternyata investasi dinar banyak macamnya. Kalau ada yang menyebut investasi dinar, hal yang pertama muncul di benak saya adalah dinar Irak.
kalau saya harus memilih, saya pilih dinar emas.
June 10, 2009 at 10:56 PM
Salam kenal.
Perhitungan 1 juta rupiah mendapat 855 dinar Irak rasanya keliru. Harusnya kan 1000000 rp = 97 usd = 113592 dinar Irak.
Seandainya nilai dinar Irak bisa kembali seperti sebelum perang ( yang rasanya mustahil ) maka 1 juta rupiah tadi bisa menjadi bukan puluhan juta tapi malahan ratusan juta rupiah atau lebih!
July 28, 2009 at 8:29 AM
Bagaimana caranya mengelola emas atau Dinar Coin menjadi lebih berharga dan anda mendapatkan keuntungan yang lebih besar? Tetapi tetap tidak serakah?
hanya di http://www.kebunemas.com/?id=petiemas
salam
June 11, 2009 at 7:55 AM
Dulu mau invest Dinar yg tinggi langsing (produk joint venture bapak-ibunya) gak sempat.. udah digondol orang lain duluan..
Mau invest Dinar yg bulat pipih, masih ragu..
Yah..invest Dinar yg lembaran ajah..meski cuma bisa berinteraksi di dunia maya dan selembar kertas tiap bulan..
June 11, 2009 at 10:16 AM
ngikutin bro toto, saya juga cuman punya dinar yang lembaran a4.
dulu kepikir pingin punya dinar yang bulat pipih, habis itu kegeser idenya ama koin bulat pipih juga,
belum sempet terealisasi, kepincut ama mbak dinar lembaran.
tapi ada dinar satu lagi yang lumayan top:
Dinara Safina, rangking 1 tenis WTA.
hehehe…
June 11, 2009 at 1:30 PM
Sebenernya yng paling diuntungkan adalah pedang emas dinar itu sendiri
June 12, 2009 at 9:02 AM
maksudnya?…
….
June 15, 2009 at 8:49 AM
maksudnya pedagang dinar? pedagang dinar yang mana nih yang untung??
June 11, 2009 at 2:18 PM
kemaren di sempat ngobrol sama temen tentang dinar. ternyata yang dia maksud itu dinar yang no 2, saya nyambungnya yang no 1..
hehe
June 12, 2009 at 3:50 PM
Uang dinar tersebut ramai sekali di perjual belikan di tempat saya, namun sekarang banyak yang ingin menjual kembali namun gak ada yang mau beli… mungkin ada rekan online yang tertarik, agar kita bisa bantu menghubungkan…..
terimakasih
June 14, 2009 at 12:39 AM
Dulu saya sempat tertarik yang nomor 1. Untungnya belum punya uang, jadi cuma angan-angan saja.
June 15, 2009 at 7:50 AM
Mengharapkan nilai dinar Irak kembali ke masa sebelum perang sama seperti mimpi di siang bolong. Jangankan karena perang, karena krisis ekonomi saja belum tentu nilainya kembali seperti semula. Lihat saja rupiah kita, sudah 10 tahun belum kembali juga ke masa sebelum krisis (Rp 2500 per dolar). Lagipula untuk membuat dinar Irak kembali ke nilainya semula, berarti harus ada deflasi besar-besaran di negara itu.
June 15, 2009 at 1:14 PM
Ga ikutan comment akh, soalnya malu ga pernah tau sama sekali salah satu investasi Dinar apapun yang disebutkan di atas.
June 15, 2009 at 3:01 PM
uhuk uhuk…
kasihan banget sih fel..
jadi terharu…
June 17, 2009 at 10:05 AM
Saya lebih suka investasi dengan DINAR emas, daripada yang lain.
Foto Dinar emas yang ditampilkan di atas adalah Dinar 24 karat yang secara komunitas sangat kecil peminatnya. Jadi foto itu bukan Dinar 22 karat. Padahal Dinar 22 karat 4,25 gram itulah yang terbesar peminat dan penggunanya. Dinar 22 karat mempunyai tiga fungsi uang sekaligus yaitu store of value (proteksi nilai), unit of account (timbangan muamalah yang adil) dan ujungnya akan menjadi medium of exchange (alat tukar) yang berlaku secara universal.
Di Indonesia, ada 2 pemain besar dalam Dinar yakni Wakala Induk Nusantara (www.wakalanusantara.com) dan Gerai Dinar (www.geraidinar.com). Kedua situsnya menampilkan harga pagi dan harga siang. Silakan pelajari lebih lanjut kedua situs tersebut sebelum memutuskan memiliki Dinar.
Di FaceBook, sudah banyak komunitas peminat dan penggunanya, salah satunya : Komunitas Dinar & Emas (KDE)
Wakala Induk Nusantara (WIN) bersama jaringan pengusaha/wirausaha tertentu telah mulai menerapkan penggunaan Dinar & Dirham sebagai alat transaksi.
June 19, 2009 at 10:39 AM
sudah muncul commentnya mas Bejo…
Yup memang benar itu foto dinar emas 24 karat, karena saya tidak menemukan foto dinar emas 22 karat.
Oh iya terima kasih tambahan infonya
July 2, 2009 at 2:52 PM
setahu saya untuk dinar 22 karat 4,25gr (dinar islam) di indonesia masih dikenai PPN mungkin karena dianggap sbg perhiasan.
untuk lindung nilai, menurut saya yang masih lumayan berpeluang koq emas koin/batangan. pembelian dan penjualan kembalinya lebih gampang, di pegadaian atau toko emas biasa juga terima apalagi kalo ada sertifikatnya.
untuk dinar, sayang sekali masih banyak yang sangsi untuk penjualan kembalinya, segampang belinya enggak.
enggak tahulah 5 atao sepuluh tahun lagi, atau dinar emas secara resmi dijadikan mata uang negara pendamping rupiah oleh DPR.
July 6, 2009 at 6:34 PM
2 pemain besar yang disebutkan di atas itu produknya hanya dinar 22k. Sedangkan yang 24k ada di http://dinaremas24k.com/
July 8, 2009 at 8:02 PM
dulu sempet tanya2 sampe ubek2 internet pengen cari alat hedging yang baik karena beli emas batangan ataupun koin murni disekitaran rumah rada2 susah. ketemu sama yang namanya koin dinar ini n ternyata dikasih info tentang dinar yang mas bejo bilang. Itu sesuai dengan yang dipakai pada jaman rasulullah. Tapi begitu dapet info jelas nya malah ga jadi ikutan, dengan alasan pribadi:
1. beli ataupun jualnya kalo pengen harganya ga jatuh ya kesesama penjual pemegang koin dinar ini juga. Kalo dijual ditempat lain kaya toko emas harganya jatuh (tergantung harga emas saat itu), kena PPN (sama seperti tkomen diatas) karena masih diitung sebagai perhiasan. Artinya rada-rada ga likuid (pendapat pribadi)
2. kadar emas yang 22 karat itu berarti ada campurannya, misalnya tembaga. nah kalo tembaga ini beroksidasi, bisa ilang dunk beratnya?? (mohon koreksi kalo salah)
3. kalo dijadikan sebagai alat tukar universal bisa aja sih selama ditempat tersebut ada sesama pengguna koin ini. Emang ada yang bilang misalnya koin ini bisa digunakan dimanapun untuk pembayaran biaya naik haji, tapi kebayang deh kalo kita kaya jaman abad 18 an mesti bawa kantung2 uang isinya koin emas????
June 19, 2009 at 10:00 AM
Kok tanggapan gua tidak dimuat sich … Capek-capek gua menulisnya
June 19, 2009 at 10:36 AM
wah maaf nih, comment yang sebelumnya keblog karena mencantumkan link…
July 2, 2009 at 10:16 AM
Kalau mengharapkan dinar Irak kembali ke sebelum perang bagaimana dengan Dolar Zimbabwe apakah juga ada peluang? Selamat bermimpi…
July 6, 2009 at 11:42 PM
Dah lama sebetulnya pengen investasi pada dinar terutama dinar irak yg katanya paling prospek untuk masa depan. Saya hampir aja investasi saat Bush digantikan Obama yg konon katanya akan menarik tentara dari Irak tp gak tau kenapa saya kok ndak jadi invest mungkin lupa hehehe… dan ternyata kondisi Irak blom juga membaik ya…tp mayan punya prospek, seperti Kuwait dulu
July 7, 2009 at 9:02 AM
kemarin kebetulan aku lewat kantor securities dimana aku beli sukuk. Berdasar info dari JS aku dtg ke kantor securities-nya, pas aku minta no.id untuk bisa daftar di investor area CS-nya agak bingung karena dia pikir cuma saham aja yang bisa didaftarin di investor area. Tapi akhirnya kemarin udah diisiin tuh form-nya dan udah dipegang mereka salinannya katanya 5-10 hari baru jadi dan aku bisa balik lagi. emang lama ya?
July 14, 2009 at 9:07 PM
mungkin ga ya suatu saat dinnar emas menjadi mata uang yang berdampingan dgn rupiah di Indonesia, kayaknya banyak manfaatnya tuh,, seperti nilainya yng relatif stabil… CMIIW
July 15, 2009 at 10:49 AM
Harapan itu masih ada, hehehe…
kalo ingin dijadikan mata uang alternatif Resmi, maka perlu lobi yang kuat ke DPR agar menggunakan hak Inisiatifnya untuk merubah undang-undang Mata Uang (ada enggak ya? UUnya?)
Kalo udah ada UUnya, tinggal melaksanakannya, khan?
July 21, 2009 at 7:19 PM
mau tanya nih, ada gak yg tau dmna tempat jual emas batangan yg terpercaya dan yg pasti paling murah
July 22, 2009 at 10:44 AM
Di kantor PT aneka tambang aja langsung. ada di jakarta dan surabaya kayaknya. alamatnya telpon aja penerangan pasti pada tau
July 22, 2009 at 2:14 PM
infonya di http://www.logammulia.com
August 24, 2009 at 11:45 AM
Lebih murah di Toko Ibukota – Cikini JKT (website http://www.goldgram.co.id, sori bukan promosi just sharing saja).. utk yg 100 g terpaut +/- Rp 8.000,- dari price list ANTM dan enaknya lg dihitung dgn harga spot.
Sayang, utk gramasi yg lebih ringan beda harga dgn ANTM gak begitu jauh.
Oya, kalo gak kuat lgs beli 100g bisa dicoba ikutan pool account. Keuntungannya kita bisa nyicil beli emas dgn harga spot meski gram-nya kecil tp ada biaya administrasi 300rb/tahun.
July 30, 2009 at 3:03 PM
Dua bulan lalu saya beli 15 keping Dinar emas dengan harga sekitar Rp. 1.400.000,- . Horeee….punya invest Dinar juga nih…
Eh…..beberapa hari ini saya memerlukan uang cash untuk keprluan tertentu, wah… udah nyari tambahan masih kurang juga, akhirnya saya pikir terpaksa dinar tersebut saya akan jual.
Pas saya cek harga dinar saat itu, ternyata harganya sudah meluncur……kalo saya mau jual, agen membeli dengan harga sekitar Rp. 1.260.000, – an, sehingga saya akan kehilangan uang sekitar Rp. 140.000,- per dinar atau 2.100.000,- untuk 15 dinar. hiks…hiks….dalam dua bulan uang susut 2.100.000,-
Ahirnya saya urung jual dan saya segera lari ke gadai syariah…dengan harapan harga dinar kembali ke posisi waktu saya beli dalam waktu cepat mesk saya kena biaya titip emas….
Ada saran?
August 6, 2009 at 8:05 AM
wah ternyata riskan juga ya beli dinnar dan jual lagi dalam “jangka pendek”, mungkin baru ada untung kalau jualnya dalam jangka panjang, ibaratnya profit atas ‘waktu”.
Untuk problem “kang Buk” diatas, mungkin lebih pas lari ke pegadaian sementara waktu (Tagline: Mengatasi Masalah Tanpa Masalah), selain itu “bunganya” atau “biaya sewa tempatnya” di Pegadaian saya dengar tidak terlalu besar.
salam
August 6, 2009 at 8:38 AM
Kalau mau silahkan ke bank daerah, cari bank syariahnya, atau kalau ngak pake bank syarian mandiri juga sudah ada, cuman gak tau apakah udah diseluruh cabang.
saya tau ketika saya praktekkan http://kebunemas.com/?id=petiemas
salam
Eric
August 15, 2009 at 6:14 PM
wah saya tertarik banget neh mas.. tp dariu dulu bingung gimana mulainya yah?? bisa kasih more info ga ??
August 22, 2009 at 10:45 AM
Dinar Emas adalah mata uang yang dipergunakan di masa Rasulullah saw. Uang Dinar berupa koin emas 4,25 gram (22 karat).
Dinar Islam di cetak oleh Islamic Mint di seluruh dunia dan mengikuti standar international yang dibuat oleh WITO (World Islamic Trading Organization).
Di Indonesia, dinar emas juga di cetak oleh Antam melalui anak perusahaanya yaitu PP Logam Mulia Indonesia ( http://www.logammulia.com ). Namun kadarnya bukan 22 karat tetapi 24 karat (artinya tidak sama dengan kadar dinar emas pada zaman Rasulullah SAW)
Koin dinar emas dan dirham perak yang diedarkan di Indonesia, juga dicetak dan dipesan oleh Islamic Mint yang saat ini otoritasnya berada di bawah Amirat Indonesia.
September 17, 2009 at 6:21 PM
Percuma dong media-media Islam berkoar-koar mengkampanyekan penggunaan mata uang dinar di Indonesia kalau ternyata mata uang ini cuma dianggap perhiasan, nilai tukarnya bisa turun terhadap rupiah, cuma dianggap sebagai bentuk investasi dan spekulasi. Saya kira ini bisa jadi alat tukar untuk kegiatan ekonomi. Kesimpulannya : “UANG KERTAS TIDAK AKAN BISA DIKALAHKAN OLEH JENIS MATA UANG APAPUN walaupun resikonya adalah malapetaka bernama inflasi.
October 27, 2009 at 2:10 PM
Mr. Carlos,
Segala sesuatu itu ada masanya, tidak ada yang “tidak terkalahkan” seperti yang anda yakini itu.
mungkin untuk mengimplementasikan keyakinan anda, anda selalu pakai uang kertas aja, biar enggak digerogoti oleh jenis mata uang lain, seperti uang plastik (credit card), uang giral (cek, giro) atau emas.
kalo keyakinan saya ya, sekarang ini mungkin lagi gilirannya uang kertas, entah 10, 20 atau 100 tahun lagi, kita tidak tahu giliran uang seperti apa yang “tidak terkalahkan”
October 23, 2009 at 8:37 AM
Assalamu’alaikum, artikel yg sangat menarik.. btw langkah2 untuk memulai bisnis dinar serta analisa prospeknya bagaimana ya? maklum sy masih awam..
October 23, 2009 at 11:28 AM
wah klo bisnisnya saya kurang ngerti, di sini membahas investasinya
November 11, 2009 at 10:27 PM
Dinar emas sdh terbukti paling aman sejak ribuan tahun, punya daya beli yang stabil dan tidak pernah tergerus inflasi. Sekarang tinggal menunggu hancurnya mata uang kertas yang sarat dengan riba, produk dari sistem yahudi. Coba pikirkan, apakah sama daya beli uang 1 juta sekarang dengan nilai 1 juta 10 tahun yg lalu? Atau 1 juta pada 10 tahun yg akan datang? Daya beli uang kertas apapun baik Rp kek, US $ kek, atau apapun, grafik daya belinya selalu menurun, berbeda dengan Dinar Emas Islam yg selalu stabil.
November 12, 2009 at 9:52 AM
dinar emas atau emas koin juga, bagus buat lindung nilai, kalo sebagian besar uang kita beliin dinar atau emas, berarti khan menimbun harta, yang tidak bermanfaat bagi orang lain, dan dalam islam kan dilarang menimbun harta, boleh (dan harus) punya harta banyak, tapi harus di”putar” agar lebih bermanfaat bagi orang lain, investasi baik langsung di usaha maupun tidak langsung akan membantu orang lain dan uang kita bermanfaat bagi orang lain, langsung maupun tidak.
itu hikmah yang saya pahami tentang konsep harta dalam islam, mengapa zakat dikenakan atas harta, sedangkan dalam usaha dan investasi hanya dikenakan atas hasilnya apabila untung.
June 22, 2010 at 4:08 PM
postingan yang menarik, saya juga berminat beli dinar emas, katanya di pegadaian syariah jg ada ya?
July 31, 2010 at 9:57 PM
Iraqi Dinar is very real, but the pitch many Dinar dealers try to send your way is far from reality and designed to get you buy from them. Some of these dealers even go as far as to explain that they are trusted by the government and supply you with a document to reinforce this illusion.
First, the US government requires a business (or anyone for that matter) to register with them when selling any kind of currency. Once you register, the US Government will send you a letter confirming your registration. IT DOES NOT mean that they trust or vouch for the company, only that they complied with the law.
Read More:http://www.dinariraqi.net