Article by : Konobe & Putrie_kmps
Edited by : Alina
Konobe dan putrie_kmps janjian lagi di acara Investment Plan Day, 20 Mei 2009 kemarin. Acara ini diselenggarakan oleh Bank Mandiri divisi Wealth Management bekerjasama dengan 7 Manajer Investasi (MI):
- PT Bahana TCW
- PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen
- PT. Danareksa Investment Management
- PT. Schroder Investment Management Indonesia
- PT. Mandiri Majanjemen Investasi (MMI)
- PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)
- PT. Fortis Invesments
Acara ini memperkenalkan program yang diberi nama Inspired (Investment Plan, Start Your Financial Freedom). Acara ini terbuka untuk umum dengan target peserta 500 orang dan GRATIS (diumumin di Kompas sehari sebelumnya). Walaupun kami berdua kebetulan memanfaatkan kursi gratis dari portalreksadana. Oya, disana kami juga bertemu dengan beberapa anggota portalreksadana lainnya: bro autogebet, ibu rina, Felicia, Eksi, Edward, chris, nano n risyadmum a.k.a hokypoky.
Berikut Susunan Acaranya :
- 08.00 – 12.00: Talkshow ( Auditorium 1 )
- 13.00 – 15.00: Dasar-Dasar Investasi dengan tema “Reksa Dana & Obligasi” (Auditorium 10)
- 13.00 – 15.00: Advance Product dengan tema “Portfolio Management & Structured Product” ( Auditorium 8 )
- 15.00 – 17.00: Dasar-Dasar Investasi dengan tema “Saham & Perencanaan Keuangan” ( Auditorium 10 )
- 15.00 – 17.00: Advance Product dengan tema “Option/Derivatives dan Perencanaan Keuangan” ( Auditorium 8 )
Acara berlangsung cukup lancar, walaupun teteup ‘ngaret’ juga (padahal panitia sendiri yang minta on time, ck ck). Pagi hari, setelah acara dibuka langsung dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan para pakar seperti Dirut BEI, Dirut MMI, dan Chief Economist Bank Mandiri. Di sesi talkshow ini dibahas mengenai kondisi makro ekonomi dunia dengan tema: “Krisis, Awal atau Akhir Berinvestasi?”.
Salah satu bahasan makro adalah posisi Indonesia yang ekonominya masih bisa tumbuh positif dan berada pada posisi no 3 negara di dunia, disaat banyak negara lain yang justru mengalami pertumbuhan ekonomi negatif. Bahkan Singapura yang dianggap sebagai negara kuat pun sampai pertengahan Q2 pertumbuhan ekonominya sudah negatif 10%.
Padasesi talkshow ini sempat ada perbincangan lucu putrie dan konobe karena ada beberapa penjelasan yang lebih mengarah pada trading di bursa. Padahal, saat pembukaan Direktur Bank Mandiri sudah memberikan penjelasan mengenai investasi DCA yang cirinya jelas sangat bertentangan dengan trading.
Tapi ko pas di talkshow malah lebih ke trade ya? Hmmm.. never mind lah… ^^ Buat konobe sendiri, poin penting yang bisa diambil dari sesi ini adalah prediksi bentuk IHSG yang lebih mengarah kepada bentuk ‘W’ dan bukan ‘V’. Walaupun katanya lembah kedua dalam huruf ‘W’ tidak akan sedalam lembah pertama, tapi tetap tidak ada yang tahu lembah kedua ini akan terjadi kapan.
–oooO000–
Selanjutnya sesi siang dibagi menjadi basic dan advance session. Kerennya hampir semua sesi ini langsung dibawakan oleh direktur MI. Wah, bisa dibilang ini adalah acara besar yang cukup penting dong.
Untuk sesi I siang hari, konobe dan putrie memilih menghadiri sesi advance dari MAMI dan MMI. Fokus presentasi MAMI lebih kepada perencanaan keuangan dan portfolio balancing. Ada juga penjelasan sedikit mengenai economic life cycle. Lalu dilanjutkan oleh presentasi dari direktur MMI yang membahas mengenai investasi “bebas” risiko di reksadana terproteksi.
Lagi-lagi disini kami sempat “mati tertawa ala investor” ketika direktur MMI mengatakan ciri kebiasaan ‘investor’ yang bertolak belakang dengan metode DCA. Bahkan kami sempat bingung, kalau acara ini fokusnya adalah perkenalan DCA, kenapa membahas RD Terproteksi yang jelas-jelas tidak bisa dipakai untuk DCA? (pembelian RD Terproteksi hanya dapat dilakukan saat masa penawaran seperti ORI atau Sukuk Ritel).
Di sesi II siang, konobe dan putrie memutuskan untuk mengambil sesi basic yang diisi oleh Schroder, Bank Mandiri dan PortalReksadana. Mungkin ini adalah salah satu sesi paling menarik karena membahas “how to surf” based on economic cycle. Jadi Direktur Schroder cukup banyak memberikan penjelasan mengenai tanda-tanda untuk ‘surf’ dengan pengetahuan dasar fundamental ekonomi makro.
Misalnya: kira-kira tanda apa yang perlu diperhatikan bahwa ekonomi sudah akan membaik sehingga kita bisa mulai sedikit demi sedikit rebalance lagi portfolio ke saham. Salah satunya adalah melihat harga minyak dunia yang kembali bergerak naik ke titik keseimbangan setelah sempat turun akibat supply > demand di masa krisis.
- Logika ekonomi makronya saat krisis: pendapatan turun -> permintaan minyak turun, sementara produksi tetap -> terjadi kelebihan supply -> memaksa harga minyak turun.
- Saat perbaikan ekonomi: daya beli kembali naik -> permintaan akan naik kembali, sementara supply sudah turun ->mulai terjadi kenaikan harga minyak lagi -> menuju titik keseimbangan yang diperkirakan OPEC.
Saat ini harga minyak sudah mulai memasuki zona $60, dan tampaknya bergerak naik menuju harga yang diperkirakan OPEC di kisaran $65-$75. Apakah ini bisa disebut tanda-tanda? Tetap perlu analisa mendalam kembali karena tidak ada yang tahu hari esok.
Hal lain yang cukup menarik adalah adanya pernyataan berdasarkan statistik bahwa biasanya pasar saham akan naik lebih cepat kira-kira satu semester sebelum ekonomi riil benar-benar mengalami masa rehabilitasinya. Karena itu, bulan april kemarin saham naik cukup signifikan karena sudah mulai muncul prediksi dari Bernanke bahwa US akan bisa keluar resesi paling lambat Q4 tahun ini. Questioningnya adalah: apakah prediksi itu akan benar jadi kenyataan atau cuma prediksi, no one knows (Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika beberapa bulan ini memang mengalami kenaikan).
–oooO000–
Ok karena inti dari acara hari ini adalah launching produk baru dari Bank Mandiri, saya akan jelaskan apa itu “Installment Plan Reksa Dana Bank Mandiri”. Pembaca blog pasti sudah mengenal apa itu Dollar Cost Averaging, mungkin beberapa diantaranya mengalami kesulitan dalam menjalankan program DCA ini. Kesulitan jika harus datang ke bank atau melakukan internet banking setiap bulannya unuk membeli Reksa Dana di tanggal yang sama (terkadang malah tanggalnya berbeda-beda karena lupa membeli karena terlalu sibuk)
Nah dengan program barunya, Mandiri menawarkan kemudahan untuk investor DCA dengan membeli Reksa Dana secara rutin tiap bulannya dengan langsung mendebet rekening tabungan Mandiri pada tanggal yang kita inginkan. Beberapa nilai plus yang bisa ditemukan dalam program ini adalah :
- Investor tidak perlu repot setiap bulannya untuk melakukan pembelian
- Penentuan tanggal pembelian atau pendebetan oleh investor (pilihan tanggal : 1 s/d 28)
- Investasi bulanan mulai dari Rp 100,000 per bulan dan kelipatannya.
- Monitoring dapat dilakukan 2 kali selama setahun (jika memilih periode monitoring 6 bulan). Jadi Investor dapat melakukan perubahan tanggal ataupun menambah jumlah setorannya pada saat monitoring.
- Karena bekerja sama dengan 7 MI ada banyak pilihan R eksa Dana (4 RD Pasar Uang, 16 RD Pendapatan Tetap, 11 RD Campuran, 10 RD Saham, dan 1 RD indeks)
Setelah saya jelaskan nilai plus program ini tentu pembaca blog bertanya ada nilai minusnya ga, berikut nilai minus yang ada dalam program ini (versi putrie_kmps) :
- Sebelum bisa mengikuti program tersebut Investor wajib memiliki Reksa Dananya terlebih dahulu dengan melakukan pembelian secara biasa. Untuk pembelian awal ini ada nilai minimum dalam pembelian. Tiap RD berbeda berkisar antara Rp 500,000 hingga Rp 10,000,000.
- Fee yang berlaku bersifat final atau bisa dikatakan tidak bisa nego (sudah saya tanyakan ke CS Mandirinya)
- Fee yang berlaku untuk pembelian awal antara 0% hingga 1% tergantung RDnya. Sedangkan fee untuk pembelian dengan program Installment Plan antara 0% hingga 3% (kok yang menggunakan program DCA jadi lebih tinggi feenya)
Sebagai catatan pembelian RD dengan program DCA bisa dilakukan juga melalui Bank Commonwealth dan PT. Danareksa Investment Management, tentunya dengan kelebihan dan kekurangan asing-masing (panjang jika dijelaskan di sini juga)
–oooO000–
Setelah presentasi Divisi Wealth Management Bank Mandiri, giliran PortalRD presentasi dan memperkenalkan fitur myplan nya yang semua serba gratis tis tis (fur hokypoky, dibantuin promo nih… hehe). Intinya fitur ini membantu kita untuk memantau rencana keuangan terutama RK Pensiun dan umum. Ada juga fitur untuk memantau portfolio kita. Walaupun masih sederhana, but worth to try
Selain itu ada juga beberapa info general lainnya:
- Bank Mandiri cukup kreatif dengan menyediakan tempat untuk berkonsultasi rencana keuangan, walaupun terbatas berdasarkan tools.
- Schroder baru saja launching RD Syariah Balance Fund. Namun sayang belum mulai dipasarkan via agen L
- Batavia sudah memiliki RD Saham Syariah sejak tahun lalu dan kinerjanya cukup bagus. Sayang first dan next installmentnya besar baaaanggeeett (konobe kuper mode ON)
- Bank Mandiri baru menjual RD Syariah dari MMI dan Danareksa (DINAR only)
For konobe sendiri, salah satu yang paling berkesan dari acara ini adalah tempatnya yaitu di Blitz Mega Plex Grand Indonesia yang sudah disulap menjadi tempat presentasi dan talkshow. Wuih, kayanya ini pertama kali ada acara non film di bioskop full AC namun tetap dengan konsumsi yang ala bioskop sekali seperti popcorn, spaghetti, burger, hot dog, dan sandwich. Yah, pokoknya two thumbs up lah untuk ke-kreatifan EO-nya (dan semuanya tetep gratis).
Tapi menurut putrie hal yang paling berkesan untuk konobe adalah ketika dia diminta MC untuk narik doorprize HP Nokia (ditarik MC gara2 nanyain mulu itu MCnya siapa sih, dan MCnya denger). Dan yang paling sangat berkesan buat konobe ketika nomor doorprizenya disebut dan memenangkan sebuah laptop (selamat ya, doanya dari pagi terkabul). Nah yang berkesan buat putrie apa donk? Melihat Titi Kamal dari dekat, hahahahaha…. (ga dapat foto bareng, karena pas mau ngajak TiKam foto konobe diapanggil, jadinya foto konobe pas nerima laptop)
Terakhir, dari presentasi ketiga direktur yang dihadiri oleh konobe, konobe merasa MAMI dan Schroder lebih banyak mengandalkan analisa fundamental dan kurang tertarik dengan saham group Bakrie. Dan hal yang cukup bertolak belakang justru ada pada Direktur MMI yang tampaknya menyukai analisa teknikal dan sering menyebut BUMI sebagai contoh saham.
Jadi teringat peringkat RD yang sempat dipublish majalah Investor tahun 2009 ini, dan jadi bertanya-tanya apakah sudut pandang fundamental direktur akan sangat mempengaruhi kinerja RD MI tersebut? Karena menurut majalah tersebut, rata-rata RD yang dimiliki MAMI dan Schroder dianggap memiliki peringkat yang lebih baik dibandingkan MMI. Jadi, apa benar ada korelasi antara keduanya? ^^
Oya, mungkin ada yang mau bercerita sesi Basic I (perkenalan RD) dan Advance II (berhubungan dengan derivatif)?
20 Comments
June 1, 2009 at 6:11 PM
sayang sekali saya ketinggalan, padahal saya langganan Kompas.
June 2, 2009 at 7:39 AM
udah tau lama dari portal reksadana, pengeeeen banget ikutan, tapi jauh.
kapan nih diadakan di Surabaya?
June 2, 2009 at 10:43 AM
Yg paling aku seneng dari acara ini adl dpt flashdisc doorprize acara.yah lumayan menghibur walaupun ga dpt dari JS yg 8gb.msh agak bingung dg rebalancing berdasar makro ekonomi nih. Oh iya sdikit koreksi DCA min100rb per bulan ga semua MI bisa jd tgantung Produk reksa dananya. Jd dgn pny uang 100rb aja sebulan(diluar pengeluaran mkn&kbutuhan sehari2) udh bs kok berinvestasi. Jadi jangan buat alasan utk tdk berinvestasi kl pny penghasilan per bln blm ratusan jut ya… Demi masa depan kita!
June 2, 2009 at 8:10 PM
Jadi mau tambahin lagi, liat artikel ini di bagian tentang preferensi masing-masing manajer investasi ternyata penting kita liat ya apa sesuai dengan karakter investasi kita ya. jangan2 kalo kita mau mengelola uang investasi kita dengan cara yang berdasar fundamental value tapi kita salah mempercayakan uang investasi kita pada manajer invesatasi yang lebih menekankan analisis teknis. Jadinya hidup kita merasa tidak tenang.
June 3, 2009 at 7:27 AM
Tapi kan tergantung individu yang ingin berinvestasi jg, tidak semua orang itu beraliran fundamental, malah sepertinya banyak yang teknikal. Jadi mereka akan tetap hidup tenang kok jika memilih manajer invesatasi yang lebih menekankan analisis teknis
June 3, 2009 at 9:26 AM
kayaknya baik itu fundamental maupun teknikal selama investor sadar akan resikonya masing-masing apalagi jika dia mengetahui seluk beluknya dengan jelas, kayaknya santai-santai aja hidupnya.
Sayang artikel ini ga membahas detil apa aja sih yang dibicarakan disana? Yah.. kayaknya dijelasin juga kalo ga dateng langsung ya tetep aja ga bakal ngerti… Sedihnya kejauhan ga bisa dateng….
Thanks ya Konobe n Putrie mau bikin artikel ini buat share…
June 3, 2009 at 9:43 AM
aku sebenarnya juga pengin dateng, tapi kalah ama kesibukan rumah
sedih mode:on
lain kali aku harus bisa lebih memanage diri, ah..
June 3, 2009 at 10:10 AM
Wah San, klo dijelasin detail 8 materi yang dibahas di acara itu, bisa-bisa artikel ini ga akan dibaca karena kepanjangan….
June 3, 2009 at 6:56 PM
Kalo mao baca2 ulang materinya, ada softcopynya di portalreksadana.com
waktu materi dari MI saya ikut yang kelas advanced tentang derivatif produk (terutama membahas tentang options) dibawakan oleh BAHANA dan “learning from the past” oleh Pak Eko dari FORTIS, membahas tentang analisa data2 kinerja saham selama ini (10-20 tahun), materi pak eko menurut saya yang paling bagus.
(mungkin ada yang mao menambahkan, bagi yang ikut di sesi Bahana dan Fortis)
June 3, 2009 at 2:35 PM
“Sebagai catatan pembelian RD dengan program DCA bisa dilakukan juga melalui Bank Commonwealth dan PT. Danareksa Investment Management, tentunya dengan kelebihan dan kekurangan asing-masing (panjang jika dijelaskan di sini juga)”
gak pa2 panjang…. biar yang lain ikutan tau … amal… amal… ;p
June 3, 2009 at 5:25 PM
Wah ditunggu bu artikelnya dari Konobe…
hihihi… kabur…..
June 3, 2009 at 5:06 PM
Thanks to Konobe & Putrie_kmps yg telah meluangkan waktunya menulis artike………
June 3, 2009 at 5:59 PM
Salam kenal semuanya,
Sy jadi pengamat blog ini mulai dua bulan lalu..
isinya berbobot dan perlu..terutama buat sy yang lg belajar dan sedang siap-siap pindah kuwadran: dari jongos menjadi bos, atau dari karyawan menjadi jutawan…
Jika ada informasi Talk-show investment plan jilid 2, mohon disebarkan di sini…maklum gak pernah buka Kompas.
Terima kasih.
June 4, 2009 at 7:38 PM
wah, acara seperti ini memang bagus ya. dan memang benar kadang orang suka lupa DCA kalo ga bener2 disiplin. kalo diautodebet kan emank bisa membantu.
Mau nanya ni sekalian ke Pak Edison atau yang laen,
DCA itu kalo mau di bursa saham bisa diterapkan ga ya? soalnya kalau mau yang “sempurna” tampaknya hanya bisa di reksadana. kecuali paling kita beli fixed lot kaya misalnya tiap bulan beli 1 lot UNTR dan PGAS tapi tentunya jumlahnya akan sangat bervariasi dan malah menjadi tidak teratur. ada saran? trims.
June 5, 2009 at 7:40 AM
DCA di saham memang lebih susah untu diterapkan. Misalkan kita berencana DCA di saham UNTR tiap tanggal 5 sebanyak 1 lot.
Nah di pagi hari tanggal 5 kita input penawaran beli sebanyak 1 lot, tapi hingga end of day belum bisa kebeli juga (hrga yang kita input ga kena). Ini akan menyebabkan tanggal DCAnya geser ke esok hari (klo berhasil belinya).
Tentunya hal semacam ini akan terjadi jika saham yang kita jadikan tempat DCA kurang liquid. Bung edison pernah cerita pengalamannya DCA di ETF LQ-45, dan dia mengalami kesulitan setiap akan beli.
June 5, 2009 at 9:59 PM
trims ya atas masukannya. iya emank kayanya cuman plg enak di RD aja kalo mau DCA. plg divariasiin di RD indeks ama saham. lagi mau coba DCA di saham tp akhirnya malah tiap bulan beda2 investasinya karena kt ga pernah tau harganya.
June 5, 2009 at 3:43 PM
Wow,….. thanks for information.
Memang kuncinya tetap konsisten saja.
Dan yang mendasar adalah :
1. Harus mengerti kondisi fundamentalnya, baik dari jenis investasinya maupun penyelenggara RDnya.
2. Menghindari hutang untuk investasi. Misal beli saham, digadaikan, uang hasil gadai dibelikan saham lagi….
August 5, 2009 at 1:48 PM
infonya lengkap juga. Kalo boleh tau, untuk yang di commbank, gimana caranya ya? bisa dapet info dimana?
Thanks.
August 5, 2009 at 5:54 PM
datang langsung aja ke commonwealth bank-nya, alamat kantornya ada di web-nya bro
March 23, 2010 at 9:16 AM
sorry, this is indonesian blog, sir/madam…