<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Ulasan Mingguan</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/ulasan-mingguan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Ulasan Mingguan</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 13 December 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/12/13/edisons-week-in-review-13-december-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/12/13/edisons-week-in-review-13-december-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 06:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Scam]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Dalam ulasan mingguan kali ini, berita yang ingin saya angkat adalah seputar sebuah nama yang saya yakin di kemudian hari akan diabadikan dalam berbagai buku (bahkan mungkin juga film). Nama yang perlu anda ingat ini adalah Bernard L. Madoff. &#8212;-oOo&#8212;&#8211; Bernard L. Madoff (70) adalah orang &#8216;besar&#8217; di Wall Street. Dia adalah salah satu orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=787&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam ulasan mingguan kali ini, berita yang ingin saya angkat adalah seputar sebuah nama yang saya yakin di kemudian hari akan diabadikan dalam berbagai buku (bahkan mungkin juga film). Nama yang perlu anda ingat ini adalah <strong>Bernard L. Madoff</strong>.</p>
<p><span id="more-787"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;-oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bernard L. Madoff</strong> (70) adalah orang &#8216;besar&#8217; di Wall Street. Dia adalah salah satu orang yang turut membesarkan <strong>NASDAQ</strong> (<em><strong>National Association of Securities Dealers Automated Quotations</strong></em>). Perusahaannya, <strong>Bernard L. Madoff Investment Securities LLC</strong> merupakan salah satu market-maker terbesar di Wall Street.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sebagian teman-teman pembaca tidak terlalu paham apa artinya market-maker itu. Market-maker, secara sederhana, merupakan penghubung antara penjual dan pembeli. Apa ini artinya? Mari kita lihat 2 kasus:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Misalkan saja seseorang ingin membeli saham sebuah perusahaan X. Ia lalu menghubungi broker sahamnya dan memerintahkan pembelian saham tersebut. Ke manakah broker tersebut harus mencari orang yang menjual saham yang diinginkan kliennya itu?</li>
<li>Misalkan saja seseorang yang memiliki saham perusahaan X sedang membutuhkan uang dan ingin menjual sahamnya tersebut. Ia lalu menghubungi brokernya dan memerintahkan pembelian saham tersebut. Pertanyaannya kini adalah ke mana broker tersebut harus mencari pembeli yang ingin membeli saham perusahaan X?</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jawaban dari kedua kasus di atas adalah : Market-Maker.</p>
<p style="text-align:justify;">Market-Maker, meskipun melayani transaksi banyak saham, biasanya tidak bisa mencakup semua saham yang tercatat di bursa. Perusahaan Madoff misalnya, hanya melayani transaksi saham 500 perusahaan S&amp;P500 dan juga sekitar 350 saham yang tidak termasuk dalam index S&amp;P500 tetapi diperdagangkan di bursa NASDAQ.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, biasanya Market-Maker mempunyai &#8216;<em>spesialiasi</em>&#8216; saham tertentu. Misalnya saja, dalam suatu bursa saham, Market-Maker ABC dikenal sebagai &#8216;<em>spesialis</em>&#8216; saham X, sedangkan Market-Maker DEF dikenal sebagai &#8216;<em>raja</em>&#8216; saham Y. Para broker yang ingin melakukan transaksi saham X akan mencari ABC agar bisa mendapatkan harga yang paling baik dan kompetitif. Sebaliknya jika mereka mereka ingin bertransaksi saham Y, mereka pertama-tama akan mencari DEF dahulu. Ini bukan berarti bahwa DEF tidak melayani transaksi saham X. Hanya saja &#8216;biasanya&#8217; (PS: meskipun tidak selalu) harga saham X di ABC akan lebih kompetitif.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saja Madoff cukup puas dengan perusahaan Market-Makernya yang sukses (<em>per tahun 2001 saja, ada sekitar 600 broker yang menjadi klien Madoff</em>), mungkin Edison&#8217;s Week in Review kali ini akan berbeda ceritanya. Sayangnya, jalan ceritanya tidak demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun 1990an, dengan bermodalkan suksesnya sebagai Market-Maker, Madoff terjun ke bidang Asset-Management. Dalam operasinya, Madoff tidak mengumpulkan dana secara langsung dari Investor. Para Investor menaruh uangnya pada Madoff melalui apa yang dikenal sebagai <strong>Feeder Hedge Funds</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Hedge Fund, secara sederhana adalah Mutual Fund (Reksadana). Tetapi berbeda dengan Mutual Fund <em>&#8216;biasa&#8217;</em> (Reksadana) yang diatur dan dikontrol secara ketat oleh SEC (Bapepam versi USA), Hedge Fund termasuk sangat &#8216;<em>bebas</em>&#8216; dan relatif tidak diawasi. Untuk melindungi investor, SEC membuat aturan bahwa untuk berinvestasi di Hedge Fund, seseorang harus mempunyai asset US$1 juta ataupun mempunyai penghasilan minimal US$200 ribu. Asumsi SEC (<em>meskipun asumsi ini konyol</em>) adalah bahwa orang-orang dalam golongan ini sudah lebih <em>&#8216;melek&#8217;</em> investasi sehingga bisa menjaga diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke cerita asal, Madoff sendiri tidak mengeluarkan produk Hedge Fund, tetapi bertindak sebagai pengelola asset dari Feeder Hedge Funds yang dikeluarkan oleh pihak lain (<em>Bagi para pembaca yang masih bingung, sederhananya anggap saja Madoff sebagai Hedge Fund-nya Hedge Fund</em>). Melalui berbagai Feeder Funds ini, Madoff berhasil menggalang dana kelolaan hingga mencapai nilai uS$17 Milyar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan prestasi Madoff dalam mengurus dana kelolaannya? Dalam 13 tahun, investor yang menempatkan uangnya kepada Madoff rata-rata mendapatkan hasil sekitar 11% setiap tahunnya. Ini merupakan pencapaian yang sangat hebat sehingga Feeder Hedge Fund yang assetnya dikelola Madoff secara konsisten berada di peringkat atas ranking Hedge Fund.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu cerita di atas kertasnya&#8230;..</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_788" class="wp-caption alignright" style="width: 272px"><img class="size-full wp-image-788" title="Madoff" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/12/ob-cu689_madoff_d_20081211190509.jpg?w=262&#038;h=174" alt="Penipu Terbesar Sepanjang Sejarah Wall Street?" width="262" height="174" /><p class="wp-caption-text">Bernard L. Madoff: Penipu Terbesar Sepanjang Sejarah Wall Street?</p></div>
<p>Pada kenyataannya, operasi yang dilakukan Madoff ternyata hanyalah suatu money-game, dimana hasil yang dibayarkan bukanlah merupakan hasil investasi, tetapi didapat dari dana investor yang baru masuk. Dalam kondisi saat ini, di</p>
<p style="text-align:justify;">mana banyak investor yang menarik dananya, belang Madoff pun tidak bisa disembunyikan lagi. Dalam pengakuannya kepada pihak berwenang dan juga kepada 2 bawahannya, Madoff mengaku bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanyalah suatu Penipuan Skema Ponzi raksasa. Kini kabarnya, uang investor yang tersisa hanyalah sekitar US$200-300 ribu. Madoff pun kini terancam hukuman 20 tahun penjara.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus ini bagi saya sangat menarik karena berhasil bertahan dalam waktu yang sangat lama. Umumnya penipuan gaya Ponzi hanya bisa bertahan 2-3 tahun, hanya sedikit sekali yang bisa melewati usia 5 tahun. Tetapi operasi Madoff berhasil bertahan hingga belasan tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang menarik bagi saya mengenai kasus ini adalah bahwa kisah ini merupakan contoh &#8216;klasik&#8217; cerita dimana Keserakahan mengalahkan Akal Sehat. Sebenarnya ada beberapa &#8216;lampu-merah&#8217; yang bisa membuat para investor menyadari ada yang &#8216;aneh&#8217; dengan operasi Madoff.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa investor yang cermat, misalnya membatalkan niatnya untuk menempatkan dana kepada Madoff setelah mengetahui bahwa Auditor yang dipakai oleh Madoff hanya mempunyai 3 orang karyawan. Dari 3 karyawan itu, 1 orang berusia 78 tahun dan tinggal di Florida (padahal kantor auditornya di New York), dan 1 orang lagi adalah sekretaris (tidak ada informasi  tentang orang yang satu lagi). Kantor auditornya pun hanya berukuran 4 x 5,5 meter. Mengingat ukuran dana yang dikelola Madoff, kapabilitas auditor yang dipakai ini sangat meragukan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8216;Lampu merah&#8217; lainnya yang seharusnya sudah bisa membuat para investor waspada adalah bahwa dalam laporan keuangan, terlihat bahwa nilai portofolio saham yang dipegang oleh Madoff hanya bernilai kurang lebih $1 Milyar, padahal ada beberapa investor yang menempatkan dana dalam jumlah lebih besar daripada itu. Alasan yang diberikan oleh Madoff adalah bahwa di setiap kwartal, portofolio mereka sebagian besar ditempatkan dalam bentuk Cash &amp; Ekuivalen sehingga nilai portofolio  sahamnya di akhir kwartal akan rendah. Tetapi anehnya tidak ada bukti  keberadaan Cash &amp; Ekuivalen tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya pikirkan, dari sisi operasional pun, alasan yang diberikan Madoff tentang &#8216;Cash &amp; Ekuivalen&#8217; di atas menimbulkan tanda tanya. Andaikan Madoff benar melakukan apa yang dikatakannya, maka berarti setiap kwartal Madoff harus menjual saham dan lalu membelinya kembali di kwartal berikutnya sebelum lalu menjualnya lagi di akhir kwarta itu (dan seterusnya). Perilaku &#8216;<em>keluar masuk</em>&#8216; ibarat cacing kepanasan seperti ini biasanya tidak akan memberikan hasil yang baik karena akan menimbulkan biaya transaksi yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa analis saham pun mempertanyakan tentang &#8216;<em>tidak klop</em>&#8216;-nya hasil yang dicapai Madoff dengan &#8216;<em>strategi&#8217;</em> yang diklaim dipakai olehnya. Dalam prospektus, dikatakan bahwa strategi yang diterapkan oleh Madoff adalah <strong>Split Strike Conversion Strategy</strong>, suatu strategi yang melibatkan penggunaan instrumen Options. Bagi yang sudah mengerti cara kerja Option, dalam strategi ini Madoff membeli sekitar 30-35 saham yang mempunyai korelasi tinggi dengan index S&amp;P-100, lalu menjual option Call (out of the money) dan sekaligus membeli option Put (out of the money).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> <em>Nantinya (belum tahu kapan) saya akan menuliskan artikel tentang Options yang ditujukan untuk teman-teman pembaca yg belum mengerti tentang instrumen derivatif ini. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Strategi di atas sendiri sudah umum dan tidak sedikit yang memakainya, tetapi tidak ada seorang pun yang mendapatkan hasil  spektakuler seperti yang dicapai oleh Madoff (sebagai contoh, dari 156 bulan operasi salah satu Feeder Hedge Fundnya, Madoff melaporkan kerugian di 5 bulan).</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan lainnya yang menjadi pertanyaan beberapa pengamat adalah bahwa dengan kemampuannya yang begitu &#8216;hebat&#8217;, mengapa Madoff tidak mengeluarkan produk Hedge Fund sendiri, tetapi hanya mengelola Hedge Fund keluaran orang lain. Dalam mengelola asset Feeder Hedge Fund milik orang lain inipun, Madoff tidak mengenakan biaya manajemen. Yang ia dapatkan hanyalah berupa ongkos transaksi (karena transaksi asset Feeder Hedge Fund itu tentunya akan dilakukan melalui perusahaan Market-Maker miliknya). Sederhananya, pertanyaan yg mengganggu di sini adalah jika Madoff ibaratnya adalah seorang koki super, mengapa ia tidak membuka restoran sendiri, tetapi malah menjadi bawahan di restoran orang lain dengan gaji kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya, dengan begitu banyaknya &#8216;lampu merah&#8217; tetap saja banyak investor yang menjadi korban. Tragisnya lagi, yang menjadi korban kali ini justru adalah orang-orang kelas atas yang mampu berinvestasi di hedge fund (<em>dan seperti yang saya tulis di atas, diasumsikan oleh SEC bahwa mereka mampu &#8216;menjaga diri sendiri&#8217;</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=787&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/12/13/edisons-week-in-review-13-december-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/12/ob-cu689_madoff_d_20081211190509.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Madoff</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 14 September 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/09/15/edisons-week-in-review-14-septermber-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/09/15/edisons-week-in-review-14-septermber-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 17:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; Investing is simple, but it&#8217;s not easy Warren Buffet &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Ulasan minggu ini agak berbeda dari ulasan mingguan biasanya. Dalam ulasan minggu ini, saya hanya akan berbagi suatu cerita yang entah bisa berguna atau tidak bagi teman-teman pembaca blog (meskipun saya harap bisa berguna). Saya tidak akan berbicara panjang-lebar tentang kondisi bursa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=469&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><em>Investing is simple, but it&#8217;s not easy</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Warren Buffet<br />
</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Ulasan minggu ini agak berbeda dari ulasan mingguan biasanya. Dalam ulasan minggu ini, saya hanya akan berbagi suatu cerita yang entah bisa berguna atau tidak bagi teman-teman pembaca blog (meskipun saya harap bisa berguna). Saya tidak akan berbicara panjang-lebar tentang kondisi bursa saham kita karena saya pikir hampir semua teman-teman tahu apa yang terjadi di bursa saham kita dalam 1 minggu terakhir, index IHSG di minggu ini turun hingga mencapai titik 1800.<span id="more-469"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya sendiri, angka 1800 ini mempunyai arti yang agak &#8216;signifikan&#8217;. Sekitar 5-6 bulan lalu saya baru berkenalan dengan Parahita (&#8216;<strong>dunkz</strong>&#8216; dari PortalRD) di thread Jangan Serakah forum kaskus. Dalam diskusi awal saya dengannya di forum kaskus tersebut, saya sempat sharing (<em>karena selama ini hanya invest di bursa saham luar negeri, dan belum masuk di bursa lokal</em>) bahwa :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Terus terang, utk ke depan pun, jika saya masuk di bursa indonesia, saya akan memakai dana spekulasi saya, saya nggak berani memakai dana investasi. Ataupun jika sampai memakai dana investasi, mungkin akan kecil sekali persentasenya, hanya 5%an.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tapi pada saat ini, belum mau masuk rasanya. Saya merasa pasar indonesia masih terlalu tinggi valuasinya, apalagi saya maunya cari margin of error yg besar. Mungkin jika IHSG dibawah 1800, saya baru tertarik utk mulai &#8220;lihat-lihat&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apa bisa sampai 1800? Nggak tahu juga, possibility sih ada kalau melihat kekacauan dunia finansial saat ini (global).</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">(<strong>PS</strong>: Kutipan di atas saya ambil dari back-up thread Jangan Serakah forum Kaskus, karena thread originalnya hilang ketika Kaskus kena serangan hacker.)</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika itu index IHSG berada di level 2400-2500. Meskipun sudah turun dari titik tertingginya di 2800-an, pada level tersebut index bursa kita tetap mengalami kenaikan besar-besaran dari titik 500-an dalam jangka waktu hanya 5 tahun. Dibandingkan dengan bursa saham berbagai negara tetangga kita waktu itu, saham kita pun termasuk &#8216;<em>mahal</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kutipan diskusi saya dengan Parahita (&#8216;dunkz&#8217;) di atas, ada satu hal menarik yang bisa dilihat. Tetapi sebelumnya ada satu hal yang harus saya tekankan. Meskipun kini IHSG benar mencapai titik 1800, <span style="text-decoration:underline;">saya bukanlah seorang &#8216;<em>peramal</em>&#8216;</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang bisa dilihat dalam kutipan di atas, saya mengatakan bahwa saya tidak tahu apakah IHSG akan 1800 atau tidak, hanya saja : &#8216;<em>jika tidak sampai di bawah 1800, rasanya saya tidak tertarik&#8217;</em>. Ini adalah suatu hal yang sangat penting utk dimengerti (<em>terutama agar saya tidak dihujani pertanyaan &#8216;apakah saham masih akan terus turun lagi?&#8217;</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi hal apa yang menarik utk dilihat dari kutipan diskusi lama saya dengan Parahita tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang ingin saya angkat dalam artikel ini adalah kata &#8216;<strong><em>margin of error</em></strong>&#8216; yang muncul di diskusi tersebut. Graham sendiri menyebut ini sebagai &#8216;Margin of Safety&#8217;. Secara sederhana ini artinya seberapa besar &#8216;bemper&#8217; yang kita punya sebelum kita harus membayar untuk kesalahan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih mengerti apa itu &#8216;Margin of Safety&#8217;, mari kita lihat sebuah ilustrasi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Anggaplah misalkan saat ini, seseorang menawarkan utk menjual kepada saya dan anda masing-masing 1 buah laptop bekas (modelnya sama persis).  Asumsikan jika kita berdua tidak tahu berapa nilai dari laptop tersebut, dan kita hanya diberi waktu 1 menit utk menawar dan membeli laptop tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan saja, kita berdiskusi dan &#8216;mengira-ngira&#8217; bahwa Laptop itu sepertinya bernilai Rp 1,1juta. karena saya tidak pandai menawar, saya akhirnya membeli laptop tersebut seharga Rp 1 juta. Sedangkan, karena &#8216;darah&#8217; pedagang anda, anda berhasil menawar dan membeli laptop yang sama dengan harga Rp 500 ribu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam contoh ini, &#8216;margin of safety&#8217; anda tentunya jauh lebih besar daripada saya. Seandainya perkiraan kita akan nilai laptop tersebut meleset 200 ribu saja (artinya nilai laptop tersebut sebenarnya adalah Rp 900 ribu)  maka saya sudah rugi 100 ribu, sedangkan anda masih bisa menikmati keuntungan yang relatif besar.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita lihat, semakin mahal kita membeli sesuatu yg nilai tepatnya kita tidak tahu, semakin kecil &#8216;<em>margin of safety</em>&#8216; yang kita miliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seseorang membeli saham ketika index saham berada di tingkat 2500, maka secara umum bisa berarti &#8216;<em>margin of safety</em>&#8216; yang ia miliki akan lebih kecil dibandingkan dengan ketika index saham berada di tingkat 1800. Ini berarti bahwa investasi saham di saat ini justru lebih &#8216;<em>aman</em>&#8216; dibandingkan dengan satu tahun lalu.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal artikel ini, saya mengutip ucapan Buffet yang mengatakan bahwa <strong>investasi itu simpel (tidak rumit), tetapi tidak &#8216;mudah&#8217;</strong>. Mengapa simpel? Karena untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam investasi itu tidak rumit, cukup dengan menjadi investor pasif, menyusun dan memelihara sebuah <a href="http://janganserakah.com/2008/07/07/portofolio-investasi-untuk-investor-defensif/" target="_blank">portofolio utk investor pasif</a>, melakukan investasi rutin dengan Index investing dan metode Dollar Cost Averaging. Untuk melakukan ini semua, seseorang mungkin hanya butuh tidak sampai 30 menit setiap bulannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi meskipun demikian, hal di atas menjadi &#8216;sulit&#8217; karena memang investasi seperti ini membutuhkan disiplin mental yang tinggi untuk tetap komitmen menjalankan investasi rutinnya. Di saat pasar (Mister Market) sedang tersenyum, kebanyakan orang bisa dengan &#8216;mudah&#8217; terus menjalankan investasinya. Tetapi di saat seperti ini, kebanyakan orang mengalami &#8216;kesulitan&#8217; untuk bertahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan dengan mengenal konsep &#8216;Margin of Safety&#8217; yang saya tulis di atas, sebagian teman-teman akan lebih bisa memandang kondisi saat ini dengan kacamata yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/469/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/469/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=469&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/09/15/edisons-week-in-review-14-septermber-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 7 September 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/09/07/edisons-week-in-review-7-september-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/09/07/edisons-week-in-review-7-september-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Ulasan mingguan kali ini akan saya awali dengan berita dari negeri seberang. Dari  negara paman Sam  (Amerika) ada berita bahwa di bulan lalu dunia usaha secara keseluruhan mengurangi jumlah pekerjanya sebanyak 84 ribu orang. Ini berarti sudah 8 bulan berturut-turut berbagai perusahaan di Amerika mengurangi jumlah pekerjanya. Data terakhir ini juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=421&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ulasan mingguan kali ini akan saya awali dengan berita dari negeri seberang. Dari  negara paman Sam  (Amerika) ada berita bahwa di bulan lalu dunia usaha secara keseluruhan mengurangi jumlah pekerjanya sebanyak 84 ribu orang. Ini berarti sudah 8 bulan berturut-turut berbagai perusahaan di Amerika mengurangi jumlah pekerjanya. Data terakhir ini juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Amerika kini mencapai 6,1%, angka tertinggi dalam 5 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita menarik lainnya dari USA adalah bahwa kombinasi krisis Subprime dan krisis Kredit kembali menelan korban baru (padahal belum sampai 2 minggu yg lalu, saya baru bercerita tentang rontoknya bank Topeka di Kansas). Kali  ini yang menjadi korbannya adalah <strong>Silver State Bank</strong> di Nevada yang mempunyai asset senilai $2 milyar. Dengan &#8216;gulung tikar&#8217;-nya bank ini, jumlah bank yang tumbang di Amerika di tahun ini sudah mencapai 11.</p>
<p style="text-align:justify;">(Ada &#8216;bumbu&#8217; yg menarik seputar tumbangnya Silver State Bank ini. Putra dari calon presiden USA John McCain sempat menjabat sebagai direktur selama 5 bulan di bank ini, dan juga duduk di komisi audit bank tersebut sebelum mengundurkan diri July lalu)<span id="more-421"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Masih terkait dengan krisis ganda di Amerika (Subprime dan Kredit), MenKeu USA <strong>Henry Paulson</strong> sepertinya akan terpaksa kembali mengulurkan tangan utk menyelamatkan perusahaan <span style="color:#0000ff;">Fannie Mae</span> (<a title="info saham Fannie Mae" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FNM" target="_blank">NYSE: FNM</a>) dan <span style="color:#0000ff;">Freddie Mac</span> (<a title="info saham Freddie Mac" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FRE" target="_blank">NYSE: FRE</a>). (<strong>PS:</strong><em> Bagi pembaca blog yg tidak mengerti awal dari kisah ini, baca artikel seri <a title="Krisis Subprime" href="http://janganserakah.com/2008/07/01/cerita-di-warung-soto-subprime-subprim-supri-dan-supir-1/" target="_blank">ini</a> dan <a title="Cerita krisis Kredit" href="http://janganserakah.com/2008/07/25/krisis-kredit-amerika/" target="_blank">ini</a> dan <a title="Perkembangan krisis kredit" href="http://janganserakah.com/2008/07/14/celoteh-perkembangan-menarik-di-sektor-finansial-amerika/" target="_blank">ini</a></em>). Detail jelas tentang bentuk &#8216;uluran tangan&#8217; ini sendiri belum ada dan baru akan diumumkan minggu berikut ini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>EDIT:</strong> Baru selesai post artikel ini, ketika saya cek di mailbox, ada email baru dari USA Treasury tentang bentuk &#8216;uluran tangan&#8217; yang dilakukan. Pemerintah USA secara resmi mengumumkan bahwa Fannie Mae dan Freddie Mac kini berada di dalam &#8216;conservatorship&#8217; Pemerintah. Bahasa Indonesianya kira-kira adalah bahwa kini Fannie Mae dan Freddie Mac kini resmi &#8216;diambil alih&#8217; oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama kepengurusan ini berlaku, ada 3 langkah yang dijalankan oleh pemerintah USA . Langkah pertama adalah bahwa secara bertahap, pemerintah USA akan membeli Saham Preferen (Preferred Share) dari Fannie Mae dan Freddie Mac.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah kedua yang diumumkan pemerintah USA yaitu bahwa mereka akan menyediakan fasilitas kredit baru untuk Fannie Mae dan Freddie Mac. Fasilitas ini akan menambah fasilitas kredit yang telah diberikan pemerintah USA bulan July lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ketiga dalam program penyelamatan ini yaitu bahwa pemerintah USA akan melakukan pembelian Mortgage Backed Securities (MBS) terbitan Fannie Mae dan Freddie Mac. (<em>Utk mengerti tentang Mortgage Backed Securities/MBS ini, teman-teman bisa membaca tentang CDO di artikel seri &#8220;Cerita di Warung Soto&#8221; dan &#8220;Krisis Kredit Amerika&#8221; di blog ini. CDO adalah salah satu bentuk MBS</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tiga langkah yang diumumkan ini, diharapkan para investor institusional akan lebih percaya kepada &#8216;keamanan&#8217; dari obligasi Fannie Mae dan Freddie Mac.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mengapa pemerintah USA kembali harus turun tangan membantu perusahaan Fannie Mae dan Freddie Mac? Ini disebabkan oleh mulai hilangnya kepercayaan investor baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap 2 perusahaan ini. Para pemegang obligasi kedua perusahaan tersebut mulai mengurangi kepemilikannya. Bank of China misalnya, baru-baru ini mengurangi jumlah obligasi Fannie Mae dan Freddie Mac yg dipegangnya hingga 29%.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kondisi di atas tidak ditangani dengan segera, maka memang nasib Fannie Mae dan Freddie Mac akan semakin mengkhawatirkan. Selama ini, untuk menjalankan operasinya, Fannie Mae dan Freddie Mac sangat mengandalkan investor institusional, karena sebagian besar pembeli obligasi yang mereka terbitkan adalah institusi seperti reksadana, dana pensiun dan juga bank baik dalam negeri maupun luarn negeri. Tanpa investor institusional ini, mereka akan kesulitan untuk menghimpun modal kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan &#8216;turun tangan&#8217; secara langsung, Henry Paulson berharap investor luar negeri akan lebih yakin kepada Fannie dan Freddie sehingga mau kembali membeli obligasi yang diterbitkan keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yg kesulitan mengikuti cerita di atas, jika mau disederhanakan, Fannie Mae dan Freddie Mac selama ini ibaratnya berdagang dengan modal &#8216;ngutang&#8217;. Di saat ini dagangannya sedang &#8216;seret&#8217; (akibat krisis subprime dan krisis kredit). Yang semakin membuat mereka pusing,  saat ini orang yang mau memberikan hutang kepada mereka semakin berkurang, karena semakin &#8216;takut&#8217; dengan kondisi keuangan keduanya. Akibatnya, utk menarik orang mau memberikan hutang kepada mereka, Fannie dan Freddie terpaksa memberikan bunga yg tinggi. Ini tentunya akan semakin membuat usahanya &#8216;seret&#8217;. Oleh karena itu, pemerintah USA terpaksa turun tangan agar keduanya bisa bernafas.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seseorang yang mengamati krisis subprime dan krisis kredit dari awal, sejujurnya selama ini saya merasakan suatu kejanggalan. Kepala saya selama ini selalu diisi oleh pertanyaan &#8216;<em>kok krisis ini sepertinya relatif tenang sih? Padahal jika melihat angka-angkanya, seharusnya krisis ini termasuk dashyat</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contohnya, satu keanehan yang saya rasakan adalah masih relatif sedikitnya hedge fund yg rontok. Bank yang tumbang pun boleh dikatakan baru relatif sedikit. Bursa saham Amerika, meskipun sudah turun dari titik puncaknya, tetapi penurunannya masih relatif &#8216;standard&#8217; utk sebuah Bear Market, tidak sampai &#8216;heboh&#8217; spt pada periode &#8217;30an, &#8217;70an ataupun internet bubble yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengamati berita dalam 1 bulan terakhir, tiba-tiba di kepala saya muncul suatu gambaran sebuah pohon besar yang tumbang. Pernahkah teman-teman melihat sebuah pohon besar tumbang? Jika sebuah pohon besar tumbang, dia tidaklah langsung jatuh &#8216;gedebum&#8217; dalam sesaat. Mula-mula pohon tersebut akan miring sedikit dahulu perlahan-lahan. Setelah beberapa lama, barulah kemiringannya semakin besar dan robohnya semakin cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkinkah kini &#8216;pohon besar&#8217; sektor finansial dan properti amerika mulai memasuki tahap dimana miringnya semakin cepat dan tidak lama lagi akan terdengar suara &#8216;gedebum&#8217; besar seperti yang saya tunggu-tunggu? Mari kita lihat ke depannya&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari dalam negeri, BPS melaporkan bahwa inflasi untuk bulan Agustus lalu adalah sebesar 0,51%. Angka ini bisa dikatakan di luar dugaan, karena bahkan berada di bawah perkiraan ekonom yg umumnya antara 0,7-0,9%. Dengan tambahan angka 0,51% ini, berarti inflasi tahun 2008 sampai saat ini adalah baru sebesar 9,4%.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya pribadi dan juga beberapa teman yang gemar mengikuti berita ekonomi, angka 9,4% ini menimbulkan suatu tanda tanya. Apakah angka tersebut benar? Ataukah ada &#8216;<em>titipan pesan</em>&#8216; dari pemerintah kepada BPS utk &#8216;<em>memperindah</em>&#8216; angka inflasi? Sepertinya antara kenyataan di lapangan yg saya amati sehari-hari dengan data BPS agak &#8216;<em>tidak nyambung</em>&#8216; alias terjadi disconnect. Uang dapur untuk keluarga saya misalnya, sudah terpaksa bertambah jauh di atas 9,4%.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan teman-teman? Kali ini saya ingin mengajak teman-teman berbagi kisah pribadinya seputar pengeluaran sehari-hari (makan, belanja dapur, transportasi, dll). Apakah &#8216;<em>klop</em>&#8216; dengan angka inflasi versi BPS yg 9,4% utk tahun ini?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/421/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/421/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=421&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/09/07/edisons-week-in-review-7-september-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 31 Agustus 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/31/edisons-week-in-review-31-agustus-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/31/edisons-week-in-review-31-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 01:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Untuk artikel &#8216;Week in Review&#8217; minggu ini, saya akan fokuskan kepada berita dalam negeri. Bukan karena di minggu ini tidak ada berita menarik dari luar negeri, tetapi lebih karena ingin ganti suasana dan tidak menengok ke negeri orang melulu. Satu berita yang cukup menarik perhatian saya adalah kenaikan elpiji pada hari Senin 25 Agustus. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=355&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk artikel &#8216;Week in Review&#8217; minggu ini, saya akan fokuskan kepada berita dalam negeri. Bukan karena di minggu ini tidak ada berita menarik dari luar negeri, tetapi lebih karena ingin ganti suasana dan tidak menengok ke negeri orang melulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu berita yang cukup menarik perhatian saya adalah kenaikan elpiji pada hari Senin 25 Agustus. Pada hari itu Pertamina menaikkan harga elpiji utk kemasan 12 kg dari Rp 63 ribu menjadi Rp 69 ribu. Kemasan 50 kg juga mengalami kenaikan dari Rp 343.900 menjadi Rp 362.750. Angka-angka ini pun baru merupakan harga resmi, dan biasanya harga di &#8216;<em>lapangan</em>&#8216; akan berada di atas angka tersebut.<span id="more-355"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamina membela kenaikan harga elpiji tersebut dengan mengingatkan bahwa pada harga baru ini pun Pertamina masih rugi karena harganya masih di bawah harga internasional. Selain itu sempat tersiar rencana Pertamina utk menaikkan harga elpiji secara bertahap setiap bulannya, meskipun kabar terakhir mengatakan bahwa Pertamina akan menunda rencana kenaikan di bulan depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan ini sendiri mengundang kecaman dari berbagai kalangan mengingat harga elpiji baru naik awal bulan July lalu. Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Rusman Heriawan misalnya, mengatakan bahwa momen kenaikan elpiji ini agak kurang tepat karena dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Gubernur BI Boediono juga mengutarakan kekhawatirannya bahwa kenaikan elpiji ini akan mempercepat laju inflasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di pasar sendiri, ada laporan bahwa kenaikan harga elpiji ini menyebabkan kelangkaan, dimana ada indikasi terjadi penimbunan elpiji. Timbul juga kekhawatiran bahwa akibat kenaikan elpiji 12kg, sebagian penggunanya akan lari ke kemasan 3 kg (yg bersubsidi) sehingga kelangkaan elpiji 3kg akan semakin parah dan mungkin mengancam berjalannya program konversi minyak tanah ke elpiji.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berita lainnya yang menarik mata saya adalah suatu artikel yang saya baca di kompas mengenai <a title="Ramai-ramai gadai perhiasan utk pulang kampung" href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/28/16375590/pegadaian.mulai.diserbu" target="_blank">&#8216;diserbunya&#8217; pegadaian menjelang bulan Ramadhan</a>. Entah benar atau tidak, artikel tersebut mengatakan bahwa sepanjang tahun 2007 lalu saja, total kredit yang dikucurkan oleh Pegadaian Jakarta saja mencapai Rp 351 Triliun. Kalau dihitung perbulan, maka berarti rata rata per bulannya warga Jakarta menggadaikan barang senilai hampir Rp 30 Triliun. (<em>Jika angka di artikel ini benar, berapa nilainya utk seluruh Indonesia ya?</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya angka Rp 30 Triliun di atas tidak akan rata sepanjang tahun. Nilai transaksi di pegadaian cenderung berfluktuasi. Menjelang tahun ajaran baru sekolah misalnya, nilai transaksi di pegadaian akan cenderung naik. Demikian juga masa menjelang bulan Ramadhan yang bisa diibaratkan sebagai &#8216;masa panen&#8217; pegadaian. Pada tahun ini, kebetulan tahun ajaran baru sekolah dan bulan Ramadhan tidak berselisih jauh. Akibatnya kemungkinan besar dalam 2 bulan terakhir, terjadi pengucuran kredit yang cukup besar melalui pegadaian.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit terkait dengan berita tersebut, saya sempat juga membaca mengenai persiapan BI utk menghadapi Lebaran. Diberitakan bahwa utk menghadapi Lebaran, BI mempersiapkan dana tunai hingga Rp 90 Triliun untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kondisi ini, saya rasa dalam 2 bulan terakhir ini (dan 1 bulan ke depan) terjadi &#8216;curahan&#8217; uang dalam jumlah yang cukup besar ke perekonomian.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat secara keseluruhan, berita-berita di atas memberikan sinyal bahwa inflasi di akhir tahun ini (terutama 2 bulan ke depan) akan berada di level yang cukup tinggi. Apakah angka inflasi tahun ini akan mencapai 15% seperti <a title="ketika saya 'tebak-tebakan' inflasi" href="http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_blank">perkiraan saya yang lampau</a>? Mari kita tunggu perkembangannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/355/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/355/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=355&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/31/edisons-week-in-review-31-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 17 Agustus 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/17/edisons-week-in-review-17-agustus-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/17/edisons-week-in-review-17-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 00:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini, berita menarik yang saya baca adalah mengenai inflasi di negara tirai Bambu. Index CPI (Consumer Price Index) tahunan Cina di bulan July adalah sebesar 6,3% (turun dari 7,1% di bulan sebelumnya). Meskipun demikian, masih terlalu cepat utk menarik untuk menarik nafas lega karena nilai PPI (Producers Price Index) China per July ini naik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=261&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Minggu ini, berita menarik yang saya baca adalah mengenai inflasi di negara tirai Bambu. Index CPI (Consumer Price Index) tahunan Cina di bulan July adalah sebesar 6,3% (turun dari 7,1% di bulan sebelumnya). Meskipun demikian, masih terlalu cepat utk menarik untuk menarik nafas lega karena nilai PPI (Producers Price Index) China per July ini naik sebesar 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan PPI ini adalah yang tertinggi sejak tahun 1996.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman pembaca blog yang belum mengenal PPI, angka PPI merupakan cerminan harga berbagai bahan baku untuk para produsen (spt pabrik dll). Jika PPI naik, berarti harga berbagai bahan baku yang dipakai oleh para produsen tersebut mengalami kenaikan. Tentunya kenaikan ini lambat laun akan &#8216;dioper&#8217; kepada konsumen. Oleh karena itu, sepertinya kemungkinan besar inflasi di China belum akan mereda.<span id="more-261"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berita lainnya yang mempunyai kaitan dengan berita pertama di atas adalah  berita kenaikan harga barang-barang <span style="color:#0000ff;">import</span> di Amerika yang sangat besar. Per bulan July, harga barang import di Amerika telah naik sebesar 21,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini adalah yang tertinggi sejak sejak tahun 1982 (itu pun karena sebelum thn 1982, data harga barang import belum dikumpulkan).</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan harga impor barang ini sendiri sebagian besar disebabkan kenaikan harga minyak. Meskipun demikian, tanpa memperhitungkan kenaikan harga minyak pun kenaikan harga barang impor tetap sangat besar. Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga barang impor (tanpa menghitung impor minyak) adalah sebesar 8%, angka tertinggi selama 20 tahun terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita menarik berikutnya datang dari negera asal David Beckham. Di Inggris, tingkat inflasi tahunan per July mencapai 4,4%, 2 kali lipat di atas target inflasi mereka yang sebesar 2%. Bank of England (bank sentral Inggris) juga memperkirakan bahwa angka inflasi ini kemudian akan naik terus di sepanjang tahun ini hingga mencapai angka 5%, sebelum mereda di pertengahan tahun depan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa artikel saya yang lama, saya telah berbicara mengenai Imported Inflation/inflasi impor. Jika suatu negara mengalami inflasi yg tinggi (alias harga barang-barangnya naik), maka ketika kita mengimpor barang dari negara itu, kenaikan harga di negara itu akan ikut kita rasakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan harga barang impor di Amerika yang sebesar 8% (tanpa menghitung kenaikan harga minyak) disebabkan oleh inflasi di negara partner dagangnya. Berdasarkan data yg ada, US paling banyak mengimpor barang dari Cina. Dalam 6 tahun terakhir, impor dari China telah meningkat hingga 3 kali lipat. Karena China mengalami inflasi yang tinggi akhir-akhir ini, maka tentunya konsumen di USA akan ikut merasakan akibatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi serupa saya jg terjadi di Indonesia. Seperti kita tahu, barang impor dari China sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Coba tengok ruangan di sekeliling anda saat ini. Boleh dipastikan di tempat anda berada saat ini tidak sedikit barang yang berasal dari negara itu. Dengan demikian, apa yang terjadi di &#8216;seberang&#8217; sana, akan membawa pengaruh yang tidak sedikit bagi konsumen di negara kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/261/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/261/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=261&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/17/edisons-week-in-review-17-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week In Review: 3 Agustus 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/03/edisons-week-in-review-3-agustus-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/03/edisons-week-in-review-3-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 14:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkat Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya membuat Week In Review, sekarang sudah harus menulis Week In Review lagi. Entah mengapa, dahulu sewaktu masih kecil, 1 minggu itu terasa lama sekali. Kini, dengan bertambahnya usia, 1 minggu berlalu dalam sekelebat mata. Ok, cukup sudah &#8216;ngelantur&#8217;-nya&#8230; back to business&#8230;. Dari negeri seberang, ada beberapa berita yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=206&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru kemarin saya membuat Week In Review, sekarang sudah harus menulis Week In Review lagi. Entah mengapa, dahulu sewaktu masih kecil, 1 minggu itu terasa lama sekali. Kini, dengan bertambahnya usia, 1 minggu berlalu dalam sekelebat mata.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok, cukup sudah &#8216;ngelantur&#8217;-nya&#8230; back to business&#8230;. Dari negeri seberang, ada beberapa berita yang menarik bagi saya di minggu ini.<span id="more-206"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berita menarik yang pertama adalah mengenai meningkatnya tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Pada bulan July yg baru lalu ini, pengangguran di negeri paman Sam ini mencapai tingkat 5,7%, angka tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Antara bulan Januari hingga July ini telah tercatat 463.000 orang kehilangan pekerjaannya. Angka ini kemungkinan besar masih akan terus bertambah di tahun ini, karena  banyak perusahaan yang sedang giat melakukan &#8216;efisiensi&#8217; sehingga mengurangi tenaga kerjanya, sedangkan pertumbuhan ekonomi USA sendiri diperkirakan akan semakin melambat (shg penciptaan lapangan kerja  baru akan minim).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/08/unempljul08.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-213" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/08/unempljul08.jpg?w=400&#038;h=250" alt="" width="400" height="250" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kaitannya dengan hal ini, ada suatu hal yang perlu kita sadari. Orang yang kehilangan pekerjaannya, umumnya akan cenderung mengurangi konsumsinya secara drastis (bahkan jika misalnya ia mempunyai cukup banyak uang utk dibelanjakan). Oleh karena itu, 8,8 juta penduduk USA yang tidak mempunyai pekerjaan (data dari Bureau of Labor Statistics) bisa disamakan dengan 8,8 juta orang yang &#8216;stop&#8217; berbelanja (kecuali utk kebutuhan pokok). Ini tentunya mempunyai pengaruh yang tidak kecil di dalam perekonomian, terlebih lagi mengingat perekonomian USA sangat tergantung kepada konsumsi masyarakatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain mempengaruhi konsumsi secara langsung spt yg saya tulis di atas, data pengangguran tersebut juga bisa mempengaruhi tingkat konsumsi secara tidak langsung. Ketika ekonomi sedang dipenuhi oleh berita buruk spt ini, para konsumen yang tidak kehilangan pekerjaannya (tidak menganggur) pun akan &#8216;terpengaruh&#8217;. Sebagian dari mereka akan menjadi &#8216;was-was&#8217; dan juga ikut mengurangi tingkat konsumsinya utk &#8216;berjaga-jaga&#8217;. Ini bisa mengakibatkan konsumsi masyarakat semakin menurun, sehingga dunia usaha semakin terpukul dan (skenario terburuk) kembali melakukan &#8216;efisiensi&#8217; tenaga kerja (sehingga terjadi semacam &#8216;lingkaran setan).</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan masalah tenaga kerja ini semakin membuat rumit &#8216;PR&#8217; sang pimpinan The Fed, Ben Bernanke. Di satu sisi dia perlu mendorong pertumbuhan ekonomi (dgn cara menurunkan suku bunga) utk menyerap tenaga kerja , tetapi jika ini dilakukan maka ancaman tingkat inflasi yang tinggi semakin menghantui perekonomian USA.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berita besar kedua dari negeri seberang yang menarik bagi saya di minggu ini mengenai <span style="color:#0000ff;">General Motors</span> (<a title="Info saham General Motors" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=GM" target="_blank">NYSE:GM</a>). Bagi yang tidak akrab dengan nama ini, General Motors adalah produsen otomotif terbesar dunia selama 77 tahun terakhir, sebelum beberapa bulan lalu &#8216;gelar&#8217; ini diambil alih oleh Toyota. Beberapa merek otomotif yang dipegang oleh GM antara lain : Opel, Chevrolet, Hummer, GMC, Saab, Pontiac, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Di minggu ini, General Motors mengumumkan kerugian untuk kwartal ke-2 tahun ini sebesar US$15,5 Milyar. Angka ini jauh di atas prediksi para analis yg memperkirakan kerugiannya akan &#8216;<em>hanya</em>&#8216; sebesar US$2,62 Milyar (<a title="Memahami Konflik Kepentingan Analis Saham" href="http://janganserakah.com/2008/08/01/buy-sell-hold-memahami-konflik-kepentingan-analis-saham/" target="_blank">ada yang semakin punya pandangan &#8216;miring&#8217; terhadap analis? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a> ). Performa yang buruk ini sendiri diperkirakan akan sulit membaik dalam jangka waktu dekat karena GM dibelit berbagai masalah seperti :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Permasalahan dengan serikat buruh yg terlalu kuat</li>
<li>Proses produksi yang tidak efisien (terutama dibandingkan dengan pesaing dari Jepang),</li>
<li> Produk yang tidak cocok dengan keinginan pasar. Produk GM yang ada saat ini kebanyakan adalah mobil-mobil besar dan truk yg &#8216;haus&#8217; bahan bakar yang kini dijauhi para konsumen akibat mahalnya BBM saat ini. Untuk mengembangkan produk baru membutuhkan waktu yang tidak sedikit (beberapa tahun)</li>
<li>Kondisi ekonomi saat ini membuat para konsumen mengurangi pembelian barang &#8216;big ticket&#8217; spt mobil. Volume penjualan diperkirakan akan terus menurun di tahun ini hingga tahun depan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kondisi GM yang begitu &#8216;payah&#8217; saat ini membuat lembaga rating Standard&amp;Poors menurunkan ratingnya untuk obligasi perusahaan tersebut dari grade &#8220;B&#8221; menjadi &#8220;B-&#8221;. Konsekuensinya, jika GM ingin menghimpun dana dengan menerbitkan obligasi baru, maka bunga yang harus ditawarkan tentunya harus lebih tinggi sehingga beban kepada keuangan perusahaan semakin besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengikuti perkembangan GM saat ini yang ibaratnya bagaikan benang kusut, otak saya sempat &#8216;tersentil&#8217; satu pertanyaan. Jika GM sampai terancam &#8216;terkapar&#8217;, apakah pemerintah USA akan membiarkannya jatuh begitu saja? Apakah GM &#8216;too big to fail&#8217;? Perlu diketahui bahwa GM ini termasuk dalam 10 perusahaan terbesar di dunia, sehingga jika &#8216;tumbang&#8217; akan menimbulkan gelombang yang tidak kecil bagi dunia. Jumlah karyawan GM saja mencapai 270.000 orang. Itu belum termasuk jumlah pekerja di berbagai perusahaan yg terkait dengan GM (spt misalnya dealer, lembaga kredit, dll).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai info, di masa lalu, pemerintah USA pernah melakukan bailout/penyelamatan ketika perusahaan otomotif Chrysler tumbang. Bagaimana peluang bailout di masa depan? Calon presiden dari partai Republik, John McCain dalam satu kesempatan <a title="Tidak ada bailout" href="http://blogs.wsj.com/washwire/2008/06/27/mccain-no-bailouts-for-the-big-three-auto-makers/" target="_blank">sempat mengungkapkan keengganannya untuk melakukan bailout/penyelamatan</a> jika seandainya perusahaan otomotif besar Amerika ini tumbang. Lawannya, calon presiden Barack Obama sendiri sepertinya <a title="pro Bailout?" href="http://www.motorauthority.com/news/industry/obama-endorses-4-billion-aid-package-for-detroit-3/" target="_blank">memilih sikap yang lebih lunak terhadap isu ini</a>, sehingga serikat buruh otomotif UAW (United Auto Worker) cenderung menyokong Obama. (PS: tulisannya jadi sedikit menyerempet politik)</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan nasib GM di kemudian hari layak dipantau terus oleh para teman-teman Investor karena akan mempunyai dampak yang tidak kecil terhadap perekonomian Amerika.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari tanah air, salah satu berita yang saya tunggu-tunggu adalah seputar tingkat inflasi. BPS mengumumkan bahwa tingkat Inflasi utk bulan July&#8217;08 adalah sebesar 1,37%. Inflasi tahunan/year-on-year (July&#8217;08 terhadap July&#8217;07) adalah sebesar 11,90%, alias naik dari bulan sebelumnya yg sebesar 11,03%. BPS juga melaporkan bahwa inflasi tahun berjalan, Januari&#8217;08 sampai July&#8217;08, adalah sebesar 8,85%. Dengan melihat bahwa masih ada 5 bulan yang tersisa di tahun ini, bagaimana dengan nasib perkiraan inflasi versi pemerintah yg sebesar 11,5%-12.5%? (<em>ada komentar dari para pembaca blog ini?</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi inflasi di saat ini membuat para pengamat ekonomi memperkirakan BI akan menaikkan tingkat suku bunga BI Rate sebesar 0,25% menjadi 9% di pertemuannya hari Selasa tgl 5 ini. Dalam hal ini, saya mempunyai pandangan yang sama. Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan saya terhadap kondisi perekonomian, saya memperkirakan bahwa sebelum akhir tahun ini, pemerintah akan terpaksa menaikkan BI Rate di atas angka 9% tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para investor di obligasi, saya ingin menyampaikan bahwa di tahun ini, kemungkinan besar tingkat Yield Obligasi akan semakin naik (akibat suku bunga yang naik sehingga harga obligasi turun). Kemungkinan ini akan semakin besar jika The Fed sampai menaikkan suku bunganya untuk menekan tingkat inflasi (meskipun saat ini sepertinya The Fed enggan melakukan hal tersebut). Jika The Fed sampai menaikkan suku bunga, maka Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan terpaksa mengikuti &#8216;naik&#8217; juga untuk menjaga selisih antara BI Rate dan Fed Rate agar dana asing tidak &#8216;lari&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, bagi para investor obligasi, ada baiknya mempertimbangkan untuk &#8216;berlindung&#8217; di obligasi jangka pendek (&lt;1 thn) yang tidak terlalu rentan terhadap perubahan suku bunga. Jika memang ingin menaruh dana di obligasi jangka menengah ataupun panjang,  pertimbangkan untuk menaruh sebagian dulu (dan tidak seluruhnya). Dengan demikian jika suku bunga benar naik seperti perkiraan saya, teman-teman bisa &#8216;masuk&#8217; di tingkat Yield/hasil yg lebih tinggi itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/206/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/206/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=206&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/03/edisons-week-in-review-3-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/08/unempljul08.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 26 July 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/07/26/edisons-week-in-review-26-july-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/07/26/edisons-week-in-review-26-july-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 03:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Minggu kemarin [19 July 2008] karena saya sedang berlibur, kolom ini &#8216;terpaksa&#8217; ikutan libur bersama saya. Oleh karena itu untuk Week in Review edisi minggu ini, pembahasannya mungkin akan sedikit menyinggung apa yang terjadi di minggu lalu juga. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Dari negeri paman Sam, isu yang menarik bagi saya datang dari sektor properti, yaitu terkait dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=162&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Minggu kemarin [19 July 2008] karena saya sedang berlibur, kolom ini &#8216;terpaksa&#8217; ikutan libur bersama saya. Oleh karena itu untuk Week in Review edisi minggu ini, pembahasannya mungkin akan sedikit menyinggung apa yang terjadi di minggu lalu juga.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari negeri paman Sam, isu yang menarik bagi saya datang dari sektor properti, yaitu terkait dengan perkembangan &#8216;nasib&#8217;  <strong>Housing Bill</strong> (UU Perumahan). Pada hari Sabtu ini, Senat Amerika akan mengadakan pemungutan suara atas UU ini, dan berbagai pengamat politik memperkirakan bahwa UU ini akan disahkan tanpa halangan berarti.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Housing Bill ini disahkan, berarti akan ada suntikan uang yang cukup besar ke perekonomian AS, terutama sektor properti dan perbankan. Salah satu isi Housing Bill ini adalah bantuan sebesar US$300 Milyar bagi para pemilik rumah yang terancam kehilangan rumahnya akibat foreclosure (disita oleh bank karena tidak mampu membayar KPR). Dari segi jumlah, bantuan ini hampir 2x lipat stimulus ekonomi  USA di bulan February lalu (berupa keringanan pajak sebesar $168 Milyar). <span id="more-162"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui bahwa semakin banyak uang yang beredar di ekonomi (dengan asumsi jumlah barang dan jasa tidak berubah) maka nilai uang itu akan turun. Dengan adanya suntikan uang sebesar US$300 Milyar ini ke dalam perekonomian AS, maka satu konsekuensi yang mungkin akan timbul adalah semakin melemahnya dollar Amerika terhadap berbagai mata uang utama lainnya, terutama Euro.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika skenario melemahnya dollar Amerika ini benar terjadi, maka akan terjadi dua dampak susulan. Yang pertama adalah ini akan memberikan &#8216;dorongan&#8217; naik kepada harga komoditas, karena perdagangan komoditas dilakukan dalam mata uang US$. Efek kedua dari semakin melemahnya dollar amerika adalah membuat berbagai produk AS lebih kompetitif di pasar internasional, sehingga bisa mendorong kegiatan ekspor USA.</p>
<p style="text-align:justify;">Efek Housing Bill ini terhadap krisis properti di Amerika sendiri belum bisa diperkirakan. Ekonom Mark Zandi dari Moody&#8217;s memperkirakan bahwa di tahun ini, akan ada sekitar 3 juta pemilik rumah yang akan kesulitan membayar cicilan mortgage/KPRnya. Dari 3 juta orang itu, sekitar 1,5 juta akan terancam kehilangan rumahnya akibat foreclosure (disita oleh bank).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai perbandingan, bantuan sebesar US$300 Milyar ini diperkirakan hanya akan bisa membantu sekitar 400 ribu pemilik rumah di USA, dan jumlah 400 ribu ini pun tidak dibantu secara serentak, tetapi bertahap selama program bantuan Housing Bill ini berjalan. Oleh karena itu, di tahun ini, jika Housing Bill ini disahkan pun, kemungkinan  belum bisa mendongkrak harga properti melainkan hanya sebatas membantu mengerem anjloknya harga properti di USA.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Isi lain dari proposal Housing Bill ini adalah terkait dengan bailout/penyelamatan perusahaan Fannie Mae (<a title="info saham Fannie Mae" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FNM" target="_blank">NYSE:FNM</a>) dan Freddie Mac (<a title="info saham Freddie Mac" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FRE" target="_blank">NYSE:FRE</a>) yang sudah pernah saya singgung di <a title="baca post mengenai Fannie Mae dan Freddie Mac" href="http://janganserakah.com/2008/07/14/celoteh-perkembangan-menarik-di-sektor-finansial-amerika/" target="_blank">post ini</a>. Kombinasi antara rencana bailout ini dengan pembatasan short-sell 19 perusahaan finansial (<a title="baca post terkait" href="http://janganserakah.com/2008/07/16/sec/" target="_blank">yg saya bahas di  post ini</a>), membuat sektor finansial mengalami kenaikan yang cukup drastis. Index S&amp;P Financial Sector (<a title="index S&amp;P Financial Sector" href="http://finance.google.com/finance?q=INDEXSP:.SPSY" target="_blank">.SPSY</a>) yang pada tanggal 15 July berada di titik 231,95 naik hingga mencapai titik puncak 302,17 (+30,27%) di tanggal 23 July sebelum akhirnya ditutup tadi malam di 280,09. Kenaikan yang besar di sektor finansial ini membuat Index Dow Jones dan Index S&amp;P 500 sempat ikut &#8216;terkatrol&#8217; cukup signifikan sebelum akhirnya turun lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang teman saya sempat menanyakan kepada saya mengenai &#8216;fenomena&#8217; kenaikan index saham yang begitu mencolok di 2 minggu ini dan meminta saya untuk membahasnya di kolom Week in Review ini. Pertanyaan senada lainnya juga beberapa kali saya terima. Ada beberapa teman yang lain menanyakan &#8216;<em>apakah sudah terlambat untuk ikutan invest di sektor finansial?</em>&#8216; Di sisi lainnya, ada juga  teman yang menanyakan apakah market sudah mencapai titik terendah atau belum, karena mereka takut masuk &#8216;<em>terlalu cepat</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum saya berbagi <span style="text-decoration:underline;">pandangan pribadi</span> saya mengenai hal-hal di atas, saya ingin menekankan satu hal dahulu. Sejujurnya, pertanyaan-pertanyaan di atas tersebut bukanlah suatu pertanyaan yang terlalu relevan bagi seorang yang ingin menjadi investor. Pergerakan harian ataupun mingguan saham, meskipun menarik untuk diikuti, hendaknya jangan sampai mempengaruhi pikiran kita. Jangka waktu 2 minggu hanyalah dalam jam seorang Investor sangat tidak berarti. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa kita masuk di dunia investasi untuk jangka panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah market sudah mencapai bottom/titik terbawah? Tidak akan ada orang yang bisa memastikan jawaban pertanyaan ini. Bagi saya sendiri, fakta yang lebih relevan adalah bahwa kondisi di bursa saham Amerika saat ini lebih atraktif dibandingkan dengan tahun lalu karena sudah turun jauh. Jika di kemudian hari bursa saham sampai turun lebih jauh lagi, itu hanya akan berarti bahwa harga saham  semakin atraktif lagi, karena semakin murah.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah sudah terlambat untuk invest di sektor finansial? Sejujurnya tidak ada kata terlambat untuk investasi. Meskipun demikian, bagi teman-teman yang tertarik untuk invest di sektor ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Yang pertama adalah bahwa dalam waktu 1 tahun ke depan, kemungkinan besar sektor ini masih akan sangat labil/volatile. Pertimbangan lainnya yang harus dipikirkan para calon investor di sektor ini adalah bahwa dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat sektor finansial didorong oleh bubble di sektor properti. Oleh sebab itu, dengan meletusnya bubble properti, di masa depan kemungkinan besar tingkat hasil di sektor finansial tidak akan bisa seperti di masa lampau.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari tanah air, berita yang menarik bagi saya adalah laporan OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak cukup cepat untuk mengentaskan kemiskinan masyarakatnya. Untuk bisa mengurangi jumlah masyarakat miskin di Indonesia, diperkirakan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Sebagai info, pertumbuhan real ekonomi Indonesia di tahun 2007 lalu hanya mencapai 6,3% (itu pun sudah merupakan angka tertinggi selama 11 thn terakhir).</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir, dalam prakteknya, pertumbuhan ekonomi sebesar 8% itu sepertinya akan sulit kita capai jika tidak ada perubahan berarti dalam iklim investasi. Pasokan listrik yang kurang, UU perburuhan, infrastruktur yang tidak baik, membuat investor global kurang tertarik berinvestasi secara langsung di Indonesia. Sebagai ilustrasi, Vietnam di tahun lalu mampu menarik investasi sebesar US$10 Milyar untuk membangun berbagai pabrik dan perkebunan. Indonesia yang ekonominya 6 kali lebih besar daripada Vietnam malah hanya mampu menarik US$6 Milyar di investasi sejenis.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan akhir, laporan OECD yang saya singgung di atas menyinggung juga ancaman inflasi di Indonesia. Tentunya tidak akan ada artinya jika ekonomi tumbuh 8%, tetapi inflasi ternyata di atas tingkat tersebut, karena ini berarti masyarakat ekonomi Indonesia secara real semakin miskin. Dalam kaitannya dengan inflasi (dan juga iklim investasi), mungkin menarik juga untuk mengikuti bagaimana perkembangan rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk Industri, yang saya dengar dari sekitar Rp600/kWh menjadi sekitar Rp 1300/kWh.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=162&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/07/26/edisons-week-in-review-26-july-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 12 July 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/07/12/edisons-week-in-review-12-july-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/07/12/edisons-week-in-review-12-july-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 04:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Di minggu ini, berita &#8216;terbesar&#8217; dari USA mungkin adalah mengenai perusahaan Fannie Mae (NYSE:FNM) dan Freddie Mac (NYSE:FRE). Fannie Mae dan Freddie Mac merupakan perusahaan yang dibentuk oleh negara (GSE/Government Sponsored Enterprise), yang tugas utamanya adalah menyediakan likuiditas di pasar Mortgage Amerika (Mortgage=kredit properti). Jika disederhanakan, bisnis Fannie Mae dan Freddie Mac adalah membeli mortgage/KPR [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=98&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di minggu ini, berita &#8216;terbesar&#8217; dari USA mungkin adalah mengenai perusahaan Fannie Mae (<span class="mksymbol"><a title="Fannie Mae" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FNM" target="_blank">NYSE:FNM</a>) </span>dan Freddie Mac (<a title="Freddie Mac" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FRE" target="_blank">NYSE:FRE</a>). Fannie Mae dan Freddie Mac merupakan perusahaan yang dibentuk oleh negara (GSE/Government Sponsored Enterprise), yang tugas utamanya adalah menyediakan likuiditas di pasar Mortgage Amerika (Mortgage=kredit properti).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika disederhanakan, bisnis Fannie Mae dan Freddie Mac adalah membeli mortgage/KPR yang telah dikucurkan oleh berbagai bank, mengemas mortgage ini menjadi MBS (Mortgage Backed Securities) yang lalu dijual kepada investor. Untuk menjalankan bisnisnya, kedua perusahaan ini meminjam uang dengan cara menerbitkan obligasi. Karena adanya dukungan pemerintah di belakang mereka, selama ini kedua perusahaan ini mempunyai credit rating yang sangat bagus sehingga bisa meminjam uang dengan murah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam satu tahun terakhir ini, timbulnya Credit Crisis (krisis kredit) di dunia finansial, membuat Fannie Mae dan Freddie Mac kini mulai kesulitan mendapatkan &#8216;pinjaman murah&#8217; lagi. Rontoknya pasar CDO (Collateralized Debt Obligation) juga membuat mereka kesulitan untuk menjual produk MBS mereka akibat rendahnya minat investor.<span id="more-98"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Imbas dari kondisi yang saya ceritakan di atas adalah memburuknya kondisi kedua perusahaan tersebut. Likuiditas mereka sangat terganggu dan nilai asset yang mereka pegang pun  menurun jauh. Pasar saham pun bereaksi terhadap perkembangan ini. Saham Fannie Mae dalam 1 minggu ini turun hingga ±45%, sehingga untuk 1 tahun terakhir ini, saham tersebut sudah turun hingga ±85%. Saham Freddie Mac pun nasibnya tidak berbeda jauh, dalam 1 minggu terakhir sahamnya turun ±44%, yang berarti dalam 1 tahun terakhir sahamnya telah turun 88%.</p>
<p style="text-align:justify;">Permasalahan yang dihadapi oleh Fannie Mae dan Freddie Mac ini mempunyai konsekuensi yang besar. Setelah <a title="Cerita di Warung Soto" href="http://janganserakah.com/2008/07/01/cerita-di-warung-soto-subprime-subprim-supri-dan-supir-1/" target="_blank">rontoknya pasar Subprime Mortgage</a>, boleh dikatakan pemain besar di bidang Mortgage Finance yang paling aktif adalah Fannie Mae dan Freddie Mac. Jumlah obligasi kedua perusahaan ini yang dipegang oleh investor, bank sentral, hedge fund dll, nilainya mencapai US$5.200.000.000.000,- (Lima koma Dua trilliun Dollar Amerika)!!! Separuh dari seluruh KPR yang dikucurkan di Amerika dibeli ataupun dijamin oleh mereka.  Jika kedua perusahaan ini sampai rontok, sulit dibayangkan gelombang seperti apa yang akan ditimbulkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Problem yang dialami oleh kedua perusahaan ini menimbulkan polemik bagi pemerintah. Bagaimana jika kedua perusahaan ini sampai tumbang? Apakah pemerintah USA akan melakukan bailout? Ada pengamat ekonomi yang memperkirakan bahwa jika pemerintah USA akan melakukan bailout, maka biaya yang ditanggung oleh negara bisa mencapai US$1 triliun.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun biaya ini sangat besar, saya merasa bahwa jika memang kedua perusahaan ini sampai terancam tumbang, maka pemerintah USA tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan bailout. Ini karena selain akan menimbulkan efek yang sangat besar di dunia finansial, robohnya kedua perusahaan ini bisa dikatakan akan membunuh sektor properti yang sekarang ibaratnya sudah koma.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari dalam negeri, berita yang menarik bagi saya adalah pemberian izin DPR untuk menaikkan gaji PNS sebesar 15%. Selain itu DPR juga merekomendasikan pemberian gaji ke 13. Seandainya ini benar terjadi, berarti kenaikan totalnya sekitar 24,5%.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kenaikan di atas pasti akan terjadi? Ini sulit untuk diperkirakan. Di satu sisi, akibat <a title="Mimpi dan Realita" href="http://janganserakah.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/" target="_blank">tingkat inflasi tahun ini yang boleh dipastikan akan tinggi</a>, pemerintah akan mendapat tekanan untuk menaikkan gaji dalam persentase yang agak besar juga. Di lain sisi, pengeluaran pemerintah dalam APBN sudah sangat besar akibat beban subsidi BBM. Ini tentunya mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memberikan kenaikan gaji yang besar kepada PNS.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi seandainya pemerintah benar memberikan kenaikan gaji dengan jumlah yang seperti disarankan DPR di atas, maka logikanya kenaikan UMR 2009 tidak akan jauh dari angka tersebut. Seandainya skenario itu benar terjadi, maka dunia usaha akan menanggung beban yang cukup berat, terlebih lagi mengingat saat ini dunia usaha sudah dilanda masalah pasokan listrik yang kurang (shg tingkat produktifitas menurun) dan harga bahan baku yang melonjak. Dihadapkan pada kondisi ini, berbagai perusahaan mungkin akan terpaksa kembali menaikkan harga produk dan jasanya sehingga resiko timbulnya<strong> &#8216;Wage-Price Spiral&#8221;/Spiral Upah-Harga</strong> yang <a title="Wage-Price Spiral" href="http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_blank">pernah saya bahas</a> akan semakin besar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=98&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/07/12/edisons-week-in-review-12-july-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 5 Juli 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/07/05/edisons-week-in-review-5-juli-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/07/05/edisons-week-in-review-5-juli-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 15:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini adalah minggu yang lumayan &#8216;ramai&#8217; karena banyaknya hal menarik yang terjadi. Di Amerika, hari Rabu kemarin (2/7) Index saham Dow Jones dan Nasdaq secara &#8216;resmi&#8217; memasuki Bear Market setelah turun 20% dari titik tertingginya di bulan Oktober 2007. Di Eropa, ECB (European Central Bank) mengumumkan kenaikan suku bunga (yang sempat saya singgung dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=73&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Minggu ini adalah minggu yang lumayan &#8216;ramai&#8217; karena banyaknya hal menarik yang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Amerika, hari Rabu kemarin (2/7) Index saham Dow Jones dan Nasdaq secara &#8216;resmi&#8217; memasuki Bear Market setelah turun 20% dari titik tertingginya di bulan Oktober 2007. Di Eropa, ECB (European Central Bank) mengumumkan kenaikan suku bunga (<em><a title="Kasino Legal Indonesia" href="http://janganserakah.wordpress.com/2008/07/04/forex-trading-kasino-legal-indonesia/" target="_blank">yang sempat saya singgung dalam post kemarin</a></em>) dari 4% ke 4,25%. Kenaikan suku bunga ini dilakukan oleh ECB dalam upaya meredam inflasi di kawasan Uni-Eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sektor komoditas, di minggu ini harga minyak bumi cenderung bergerak naik, dan mencatat rekor tertinggi baru di sekitar angka $145-$146 per barrel. Kenaikan ini juga diikuti oleh komoditas lainnya seperti kacang kedelai yang sempat mencatat rekor tertinggi setelah melejit 9% dalam 1 minggu terakhir. Cerita komoditas jagung juga tidak jauh berbeda.<span id="more-73"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari dalam negeri, berita terbesar minggu ini mungkin adalah anjloknya IHSG hingga 3,87% pada hari Kamis (3/7) . Berita besar lainnya (walaupun sudah diantisipasi oleh pasar) adalah kenaikan BI Rate dari 8,5% menjadi 8,75%. Sama seperti ECB, BI juga terpaksa menaikkan suku bunga ini akibat tingkat inflasi. Dengan kenaikan kali ini, berarti dalam 3 bulan terakhir, telah dilakukan 3 kali kenaikan BI Rate.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="tolong jangan lebih dari 10%" href="http://www.detikfinance.com/read/2008/07/03/191730/966695/5/bi-rate-jangan-lebih-10" target="_blank">Ketua KADIN pun mulai gerah</a> dan &#8216;titip pesan&#8217; kepada pemerintah agar BI rate jangan sampai lebih dari 10%, karena bunga pinjaman (yg tentunya akan di atas 10%) yang ditanggung oleh dunia usaha akan sangat berat, terlebih mengingat dunia usaha sudah &#8216;kena gebuk&#8217; kenaikan BBM dan awal tahun depan akan &#8216;digebuk&#8217; lagi oleh kenaikan UMR yang saya perkirakan akan cukup besar.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke topik inflasi, di minggu ini BPS (Badan Pusat Statistik) mengumumkan inflasi Juni sebesar 2,46%. Ini sedikit lebih kecil dari perkiraan saya (<a title="Perkiraan saya mengenai inflasi 2008" href="http://janganserakah.wordpress.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_blank">meskipun demikian saya tetap optimis dengan perkiraan saya bahwa inflasi tahun ini akan mencapai 15%</a>). Kenaikan harga resmi elpiji di awal bulan ini sebesar 23% semakin membuat saya berpendapat bahwa target pemerintah bahwa i<a title="Target inflasi pemerintah kurang realistis" href="http://janganserakah.wordpress.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/" target="_blank">nflasi 2008 akan sebesar 11-12% kurang realistis</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi sebagian orang (termasuk saya), pengumuman tingkat inflasi BPS bulan ini sedikit &#8216;tercemar&#8217; karena BPS menggunakan metodologi baru dalam penghitungan inflasinya. BPS juga mengumumkan bahwa tahun 2007 akan dipakai sebagai patokan baru dalam perhitungan tingkat inflasi (sebelumnya tahun 2002). Dengan sistem baru ini, inflasi periode Januari-Juni 2008 diumumkan sebesar 7,37%.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggantian metode penghitungan dan tahun patokan oleh BPS ini agak menimbulkan &#8216;tanda tanya&#8217; karena timingnya yang dilakukan &#8216;bertepatan&#8217; setelah kenaikan BBM Mei kemarin. Pada bulan Oktober 2005, akibat kenaikan BBM, dalam 1 bulan inflasi naik sebesar 8,7%. Apakah pemerintah &#8216;trauma&#8217; pada kejadian waktu itu sehingga lalu &#8216;titip pesan&#8217; kepada BPS: &#8220;<em>mas, tolong dong dikotak-katik sedikit cara hitungnya agar inflasi tidak mencolok..</em>.&#8221;. Salah satu pembaca blog ini bahkan melontarkan komentar miring bahwa jangan jangan pemerintah sering-sering mengganti tahun patokan untuk menyamarkan fakta bahwa rupiah terus menerus kehilangan daya belinya. (<em>Thanks utk komennya, bro Rachmat</em>)</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berita lain di minggu ini yang menarik bagi saya adalah tentang <a title="Orang-orang mulai panik" href="http://www.detikfinance.com/read/2008/07/03/191019/966694/4/apbn-2008-terancam-jebol!" target="_blank">APBN Indonesia yang dikatakan akan jebol</a> jika harga minyak sampai dan bertahan di $150/barrel (jauh di atas asumsi APBN). Jika skenario itu terjadi, pemerintah mungkin terpaksa akan menaikkan harga BBM lagi, karena beban subsidi terlalu besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat kenaikan BBM pertama saja sudah menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, saya agak was-was jika membayangkan kenaikan BBM gelombang kedua. Kalau saya pikir-pikir, sepertinya ekonomi riil negara kita ini ibaratnya petinju yang baru kena pukulan kombinasi beruntun sehingga sekarang sudah terhuyung-huyung. Satu atau dua pukulan telak lagi, bisa bisa ekonomi kita pun KO.</p>
<p style="text-align:justify;">Sulitnya di sini adalah bahwa pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa karena memang kondisi sekarang ini ditimbulkan oleh kondisi di pasar global yang tidak bisa dikendalikan ataupun dipengaruhi oleh pemerintah. Oleh karena itu, sebenarnya demo-demo yang dilakukan oleh berbagai pihak (bukan hanya di Indonesia, di luar negeri demonstrasi sejenis juga terjadi) yang menuntut penurunan harga BBM sebenarnya tidak bisa memberikan hasil apa-apa. Saat ini saja, anggaran untuk subsidi BBM sudah lebih besar daripada anggaran untuk pendidikan dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=73&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/07/05/edisons-week-in-review-5-juli-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>