<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Reksadana</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/reksadana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Reksadana</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lagi-lagi Pelajaran Bagi Investor (Kasus RBS)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/07/lagi-lagi-pelajaran-bagi-investor-kasus-rbs/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/07/lagi-lagi-pelajaran-bagi-investor-kasus-rbs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 02:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Article by Alina Pembaca blog masih inget dengan kasus Reksadana &#8220;Bodong&#8221; Bank Century ? Bank Century menjual produk Reksadana yang dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Produk ini bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi, dana nasabah yang dikumpulkan berkisar antar Rp 1 Triliun &#8211; Rp 1,5 Triliun. Di situs BAPEPAM bisa dilihat bahwa ternyata Bank Century [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1247&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Article by</span></span><strong><span style="color:#ff0000;"> Alina</span></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pembaca blog masih inget dengan kasus Reksadana &#8220;Bodong&#8221; Bank Century ? Bank Century menjual produk Reksadana yang dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Produk ini bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi, dana nasabah yang dikumpulkan berkisar antar Rp 1 Triliun &#8211; Rp 1,5 Triliun. Di situs BAPEPAM bisa dilihat bahwa ternyata Bank Century tidak termasuk sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>APERD</strong></span> (Agen Penjual Efek Reksa Dana).</p>
<p style="text-align:justify;">Nah baru-baru ini kasus Reksadana yang bermasalah kembali muncul. <span style="color:#0000ff;"><strong>Royal Bank of Scotland (RBS)</strong></span> dulu bernama ABN AMRO, dituduh melakukan penipuan kepada sekitar 1.500 nasabahnya senilai Rp 1,4 triliun. Pihak RBS melalui marketingnya menawarkan produk tersebut kepada para nasabahnya dengan nama Dana Prima dan menjelaskan bahwa produk tersebut adalah Reksadana Terproteksi. Produk ini sendiri dikatakan pihak RBS merupakan keluaran dari PNM Asset Management.<span id="more-1247"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, produk ini kemudian dibelikan repo (<em>Repurchase Agreement</em>) saham-saham grup Bakrie melalui PT Bakrie Capital Indonesia tanpa sepengetahuan investor. Jadi ketika Bakrie Capital gagal bayar, investor jadi kena getahnya. Padahal investor tahunya ini produk Reksa Dana Terproteksi. Perlu diketahui bahwa RBS termasuk sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana). Nah kemudian siapa pihak yang salah dalam kasus ini ? RBS kah sebagai penjual ? PNM kah sebagai penerbit produk? Atau BAPEPAM sebagai pengawas?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika pembaca blog menjawab yang bersalah dalam kasus ini adalah Investor itu sendiri, yup itu adalah jawaban yang benar.  Meskipun tentunya RBS dan Bapepam juga mempunyai &#8216;andil&#8217; dalam kasus ini, tetapi kesalahan terbesar justru datang dari investor sendiri. RBS salah dalam menjual, karena tidak memastikan investor memahami produknya, BAPEPAM juga &#8216;lalai&#8217;. Kenapa kesalahan terbesar ada pada Investor? Ingat kembali artikel pertama di blog ini. Pelajaran mengenai 3 nasehat Benjamin Graham sebelum kita berinvestasi. Salah satu nasihat yang diberikan adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;analisa yang mendalam&#8221;</strong></span>. Saya yakin para investor tersebut tidak melakukan analisa yang mendalam terhadap produk investasi tersebut. Investor tidak membaca dengan benar Prospektus produk ini, sayang saya tidak bisa mendapatkan prospektusnya. Investasi dalam bentuk apapun, haruslah telah melalui suatu analisa yang benar-benar mendalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) telah mengeluarkan pernyataan bahwa produk yang dijual oleh RBS bukan merupakan Reksa Dana. Bapepam tidak pernah mengeluarkan pernyataan efektif atau menyebut produk tersebut adalah sebuah Reksa Dana. Lalu apakah sebenarnya produk ini ? Saya memperoleh informasi bahwa produk ini sebenarnya adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>Discretionary Fund</strong>.</span> Apa kah yang dimaksud dengan Discretionary Fund ?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin beberapa pembaca pernah ditawari produk ini tanpa tahu bahwa produk yang ditawarkan adalah Discretionary Fund. Coba diingat apakah Anda pernah ditawari menaruh dana Anda di produk yang mirip mid term deposito tapi mampu memberikan bunga yang  jauh lebih tinggi dari deposito, dengan minimum investasi yang sangat besar. Discretionary Fund atau dikenal juga dengan Private Fund diterbitkan dan dikelola oleh Manajer Investasi. Discretionary sendiri memiliki arti keleluasaan atau sekehendak hati. Wah dari arti katanya saja udah terbayang seperti apa produk ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam mengelola produk discretionary, belum ada aturan-aturan khusus yang dikeluarkan oleh Regulator untuk membatasi pengelolaannya, sehingga Manager Investasi memiliki keleluasaan dalam menempatkan dana kelolaannya ke dalam berbagai macam instrument investasi. Sedangkan di pihak investor, mereka memiliki keleluasaan dalam menentukan arah investasi nya kepada Manager Investasi selaku pengelola dana.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersama dengan Manager Investasi, investor leluasa menentukan strategi investasi yang disesuaikan dengan profil dari investor, menentukan time horizon serta expected return atas investasi yang dilakukannya. Yang kemudian kesepakatan pengelolaan yang terjadi diantara kedua belah pihak tersebut (Investor dan Manager Investasi) dituangkan dalam suatu kontrak perjanjian pengelolaan dana. Nah kemungkinan besar para investor tidak memahami mengenai hal ini, dan tidak pula mencari tahu lebih lanjut mengenai isi kontrak perjanjian pengelolaan dana.</p>
<p style="text-align:justify;">Para Investor tertarik akan produk ini karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito yang memberikan jangka watu yang sama. Mereka tidak mau lagi disibukkan mencari tahu mengenai produk ini secara mendalam. Dari beberapa produk Discretionary Fund yang saya temukan, Investor bisa melihat akan diinvestasikan kemana dana mereka (sebagian besar saya lihat bermain di instrumen Repo).</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi ini merupakan pelajaran untuk kita agar selalu mencari tahu mengenai produk yang akan kita jadikan tempat berinvestasi. Happy Investing&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1247&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/07/lagi-lagi-pelajaran-bagi-investor-kasus-rbs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PELAJARAN DARI CERITA HOROR REKSADANA &#8216;BODONG&#8217; BANK CENTURY</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/12/08/pelajaran-dari-cerita-horor-reksadana-bodong-bank-century/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/12/08/pelajaran-dari-cerita-horor-reksadana-bodong-bank-century/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 17:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Di pekan ini, cerita bank Century memasuki bab baru yang lebih menakutkan dari cerita horor. Ternyata selama ini, Bank Century dalam operasinya juga melakukan penjualan reksadana padahal bank ini tidak mempunyai perizinan untuk menjual Reksadana. Ketika saya cek ke situs Bapepam, Bank Century tidak terdaftar sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana). Kisah seram ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=761&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di pekan ini, cerita bank Century memasuki bab baru yang lebih menakutkan dari cerita horor. Ternyata selama ini, Bank Century dalam operasinya juga melakukan penjualan reksadana padahal bank ini tidak mempunyai perizinan untuk menjual Reksadana. Ketika saya cek ke situs Bapepam, Bank Century tidak terdaftar sebagai <strong>APERD</strong> (Agen Penjual Efek Reksa Dana).</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah seram ini lalu ternyata berkembang menjadi lebih menyeramkan lagi. Salah satu reksadana yang dijual oleh Bank Century merupakan reksadana &#8216;bodong&#8217;, alias reksadana yang dibuat tanpa seizin Bapepam. Reksadana yang bermasalah ini dijual dengan nama Investasi Dana Tetap Terproteksi dan dikeluarkan oleh <strong>PT. Antaboga Delta Sekuritas</strong>. Hebatnya lagi, produk ini kabarnya sudah dijual sejak tahun 2001. Kini dikabarkan bahwa bahwa Rp 1 Triliun &#8211; Rp 1,5 Triliun milik nasabah bank Century terkena masalah seputar produk ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika teman-teman pembaca berpikir bahwa cerita ini berakhir di sini, maka anda salah besar, karena masih ada sisi menarik lainnya. Per 30 September 2008, PT. Antaboga Delta Sekuritas tercatat sebagai salah satu pemegang saham terbesar Bank Century (dengan total kepemilikan 7,44%).</p>
<p><span id="more-761"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita perkembangan terbaru Bank Century ini mengundang begitu banyak pertanyaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama adalah bagaimana bisa sampai terjadi sebuah bank menjual reksadana tanpa mempunyai izin sebagai Agen Penjual Reksadana (APERD)? Bagaimana pertanggung-jawaban <strong>Bapepam</strong> sebagai badan <strong><span style="color:#0000ff;">PENGAWAS</span></strong> Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dalam hal ini? Bagaimana juga dengan pertanggung-jawaban <strong>BI</strong> sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">PENGATUR</span></strong> dan <strong><span style="color:#0000ff;">PENGAWAS</span></strong> Bank? (A<em>degan berikutnya kemungkinan besar adalah acara saling tuding menuding dan lempar tanggung jawab antara kedua badan ini</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan kedua yang amat mengganggu adalah mengapa suatu produk reksadana &#8216;bodong&#8217; tanpa izin bisa lolos dari pengawasan Bapepam, padahal seperti yang dikabarkan, produk tersebut sudah dijual sejak lama (2001)?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan lainnya yang saya rasa timbul di kepala banyak orang adalah, apakah dalam hal ini posisi PT. Antaboga sebagai salah satu pemegang saham utama Bank Century mempunyai andil dalam timbulnya kasus ini? Mungkin tidak sedikit yang akan berpendapat IYA. Jika kasusnya adalah demikian, bagaimana dengan potensi terjadinya kasus yang sama di bank-bank lain?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam krisis finansial di tahun 97, terkuak fakta bahwa bank-bank seringkali hanya dieksploitasi oleh pemiliknya untuk mendukung anak usahanya yang lain. Pada akhirnya, yang menanggung malpraktek ini adalah nasabah bank. Kasus Bank Century ini meskipun berbeda dalam prakteknya, tetapi mempunyai &#8216;aroma&#8217; yang sama. Pertanyaan terbesarnya kini adalah apakah kasus Bank Century ini unik (cuma satu) ataukah justru merupakan cerminan kondisi sektor perbankan?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan begitu banyaknya pertanyaan yang mengganggu, bagaimana harusnya seorang investor Reksadana di Indonesia bertindak?</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar dari kasus Bank Century ini, maka sebelum berinvestasi di suatu reksadana, ada baiknya kita:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">I. Memeriksa apakah tempat kita membeli reksadana tersebut terdaftar sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksadana).</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari situs Bapepam, daftar Agen Penjual Reksadana yang terdaftar (per saat artikel ini ditulis) adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>PT Bank CommonWealth</li>
<li>American Express Bank Ltd.</li>
<li>PT Bank Niaga</li>
<li>Deutsche Bank AG</li>
<li>PT Bank DBS Indonesia</li>
<li>PT Bank Internasional Indonesia (BII)</li>
<li>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk</li>
<li>PT Citibank NA Cabang Indonesia</li>
<li>Standard Chartered Bank Indonesia</li>
<li>PT ABN AMRO Bank (yang sekarang tampil dengan nama baru RBS)</li>
<li>PT BRI (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bank Buana Indonesia TBK (sekarang lebih dikenal dengan nama UOB Buana)</li>
<li>Bank Permata Tbk</li>
<li>PT HSBC Ltd</li>
<li>PT Bank Lippo Tbk</li>
<li>PT Bank Danamon Tbk</li>
<li>PT Bank Bukopin Tbk</li>
<li>Bank BCA Tbk</li>
<li>Bank NISP Tbk</li>
<li>PT Bank Mayapada Internasional Tbk</li>
<li>PT Victoria Internasional Tbk</li>
<li>PT Bank SinarMas</li>
<li>PT Bank Pan Indonesia Tbk</li>
<li>PT Bank Mega Tbk</li>
<li>PT Bank Syariah Mandiri</li>
<li>PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk</li>
<li>PT BNI (Persero) Tbk</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jika selama ini anda membeli Reksadana tidak langsung dari Pengelola Reksadana tersebut, melainkan melalui agen penjual, periksalah apakah tempat anda membeli Reksadana masuk dalam daftar di atas. Jika tidak, ada baiknya diselidiki lebih lanjut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> <em>Sekali lagi saya ingatkan bahwa data di atas adalah data yang saya dapatkan di situs Bapepam pada saat artikel ini ditulis. Jika anda membaca artikel ini dalam kurun waktu yg lama setelah artikel ini ditulis, ada baiknya dikonfirmasikan kembali di situs Bapepam</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">II. Memeriksa apakah reksadana yang kita beli telah terdaftar dan memiliki izin dari Bapepam LK</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini bisa dilakukan melalui situs Bapepam. Link yang saya temukan ada dua:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><a href="http://www.bapepamlk.depkeu.go.id/reksadana/" target="_blank">http://www.bapepamlk.depkeu.go.id/reksadana/</a></li>
<li><a href="http://www.bapepam.go.id/e-monitoring/Default.asp" target="_blank">http://www.bapepam.go.id/e-monitoring/Default.asp</a></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, saat ini keduanya sedang down karena ada pengembangan sistem dan aplikasi baru. Sementara sistem online ini masih diperbaiki, mungkin pilihan yang tersisa adalah dengan konfirmasi langsung ke Bapepam (per telpon).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">III. Ada baiknya juga mengkonfirmasi apakah orang yang menjual Reksadana kepada anda memiliki izin sebagai Wakil Perusahaan Efek ataupun Wakil Agen Penjual Efek Reksadana (WAPERD)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan <span style="text-decoration:underline;">Peraturan Nomor V.B.2 (2006)</span> tentang Perizinan Wakil Agen Penjual Efek Reksa, ditetapkan bahwa:</p>
<blockquote><p>Untuk mencegah terjadinya kekeliruan penyampaian informasi dalam memasarkan produk Reksa Dana, maka  <span style="color:#0000ff;"><strong>penjualan Efek Reksa Dana <span style="text-decoration:underline;">hanya dapat dilakukan</span> oleh orang perseorangan yang memiliki izin sebagai Wakil Perusahaan Efek ataupun Wakil Agen Penjual Efek Reksadana (WAPERD)</strong></span></p></blockquote>
<p>Ini ditekankan lagi dalam <span style="text-decoration:underline;">Peraturan Nomor V.B.3 (2006)</span> tentang Pendaftaran Agen Penjual Efek Reksa Dana bahwa:</p>
<blockquote><p>Pegawai Agen Penjual Efek Reksa Dana yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana <strong><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">wajib</span></span></strong> memiliki izin orang perseorangan sebagai <strong>WAPERD</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada salahnya memastikan bahwa orang yang melayani pembelian reksadana anda selama ini memiliki izin WAPERD untuk menghindari adanya informasi yang tidak akurat karena kurangnya kualifikasi orang tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">IV. Jangan lupa untuk : BACA, BACA dan BACA KEMBALI prospektus reksadana yang diterima.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ingat, pada akhirnya, yang bertanggung jawab atas uang kita adalah kita sendiri. Membaca prospektus dengan teliti adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap investor.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=761&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/12/08/pelajaran-dari-cerita-horor-reksadana-bodong-bank-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kresna Index 45: Edison Pergi Ke Pasar&#8230;. (LAGI) Part 2</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/29/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/29/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[(bersambung dari part 1) Dalam part 1, saya telah bercerita tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prospektus Reksadana Kresna Index 45. Kini cerita akan saya lanjutkan mengenai &#8216;jalan-jalan&#8217; saya ke kantor Reksadana Index 45. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Seperti yang saya tulis sebelumnya, dalam kunjungan kami (Saya, Putrie_kmps &#38; Rakhmi) diterima oleh saudari Ita dan Bapak Imamat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=669&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="baca part 1" href="http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/" target="_self">(bersambung dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam part 1, saya telah bercerita tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prospektus Reksadana Kresna Index 45. Kini cerita akan saya lanjutkan mengenai &#8216;jalan-jalan&#8217; saya ke kantor Reksadana Index 45.<span id="more-669"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang saya tulis sebelumnya, dalam kunjungan kami (Saya, Putrie_kmps &amp; Rakhmi) diterima oleh saudari Ita dan Bapak Imamat Dalimunthe, salah satu anggota tim pengelola Reksadana Kresna Index 45.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembicaraan kami dimulai dengan topik seputar &#8216;aturan main&#8217; redemption yang agak unik di reksadana ini (telah dibahas di part 1). Seperti dugaan saya, pak Imamat menyatakan bahwa memang aturan tersebut dibuat untuk membuat para trader tidak masuk ke reksadana ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain untuk &#8216;memblokir&#8217; para trader, penentuan kesempatan redemption yang &#8217;3 bulan sekali&#8217; ini pun didasari alasan lain. Seperti yang bisa dilihat pada prospektus, Manajer Investasi Kresna Indeks 45 bisa &#8216;menggeser&#8217; porsi dari suatu saham menjadi sebesar 80% hingga 120% dari &#8216;bobot&#8217; aslinya di dalam LQ-45. Sebagai ilustrasi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalkan dalam indeks LQ-45, porsi sebenarnya dari SMGR (Semen Gresik) adalah 2%. Seandainya manajer Investasi &#8216;<em>menyukai</em>&#8216; SMGR, maka ia bisa meningkatkan prosi SMGR dalam reksadana ini hingga maksimal menjadi 2,4% (=120%x2%). Sebaliknya jika manajer Investasi meragukan kinerja perusahaan SMGR, ia bisa &#8216;<em>mengerem</em>&#8216; porsi SMGR dalam reksadana ini hingga menjadi hanya 1,6% (=80%x2%).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Penyetelan ulang target porsi ini, menurut pak Imamat akan dilakukan 3 bulan sekali. Dengan menyamakan waktu penyetelan ulang ini dengan waktu redemption, maka logikanya manajer Investasi bisa melakukan penghematan biaya transaksi (yang pada akhirnya manfaatnya akan dinikmati oleh para Investor).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENTING:</strong> Dari berbagai penjelasan pak Imamat, kesimpulan yang saya dapatkan adalah bahwa <strong><span style="color:#0000ff;">Reksadana Index Kresna 45 menjalankan metode ENHANCED INDEXING</span></strong>. Dalam metode ini, manajer Investasi bisa sedikit &#8216;mengotak-atik&#8217; reksadana indexnya (tetapi masih dibatasi oleh aturan 80%-120% dari bobot asli saham seperti yg kita telah lihat di atas). Ini berbeda dengan PASSIVE INDEXING (Traditional Indexing) dimana Manajer Investasi hanya sekedar mengikuti komposisi di Index acuannya (tanpa dikotak-katik).</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan dari ENHANCED INDEXING tentunya sudah jelas. Manajer Investasi yang menerapkan ENHANCED INDEXING mencoba utk memberikan hasil  yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan Index (terlepas dari apakah tujuan ini bisa tercapai atau tidak). Akibat dari penggunaan ENHANCED INDEXING adalah bahwa kinerja reksadana index ini bisa  agak &#8216;melenceng&#8217; dari Index.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menerapkan ENHANCED INDEXING, maka berarti <span style="color:#0000ff;"><strong>reksadana KRESNA Indeks 45 ini  dikelola secara aktif</strong></span> (dan bukan pasif).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas &#8216;<em>pemanasan</em>&#8216; di atas, pembicaraan pun saya bawa ke topik yang paling penting menurut saya, yaitu biaya dan fee. Para Investor Reksadana harus selalu mengingat ungkapan &#8216;<em>Performance comes and goes, but Fees are Forever</em>&#8216; (Kinerja Reksadana itu bisa naik dan turun, tetapi Fee/biaya adalah untuk selamanya).</p>
<p style="text-align:justify;">Saya lalu mengungkapkan pertanyaan &#8216;utama&#8217; saya, yaitu mengapa reksadana kresna indeks 45 ini mempunyai biaya imbalan manajer investasi yang relatif tinggi, yaitu maksimal 1,5% dibandingkan dengan reksadana Indeks DINAR yg hanya 0,3%. Biaya sebesar ini bisa dikatakan setara dengan reksadana non-index. Dalam hal ini, pak Imamat mengungkapkan bahwa angka tersebut hanya merupakan angka maksimal dan dalam prakteknya, biasanya biaya yang dikenakan tidak mencapai sebesar itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, ketika saya menyadari bahwa Reksadana Kresna ini menerapkan ENHANCED INDEXING, penyebab  biaya imbalan MI yang relatif besar untuk reksadana index ini sudah jelas.  Seperti yang saya tulis di atas, penerapan ENHANCED INDEXING menandakan bahwa Reksadana ini dikelola secara aktif (Actively Managed) dan bukan pasif (Passively Managed).</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu faktor utama John Bogle dan juga Warren Buffet menganjurkan Reksadana Index adalah karena keunggulan dari segi biayanya (yang relatif rendah karena dikelola secara pasif). Penerapan pengelolaan secara aktif yang dilakukan oleh Manajer Investasi bisa membuat keunggulan biaya dari Index-Investing berkurang ataupun bahkan hilang sama sekali.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan berikutnya yang saya tanyakan adalah seputar tracking-error (selisih antara kinerja reksadana ini dibandingkan dengan index LQ-45). Data dari Pak Imamat menunjukkan bahwa tracking-error terakhir untuk reksadana ini adalah sebesar 3,5%. Beliau juga menginformasikan bahwa target mereka adalah menjaga angka tracking error ini di bawah angka 5%.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mungkin di sini perlu saya tambahkan penjelasan untuk menghindari timbulnya salah persepsi mengenai tracking error ini. Andaikan  index LQ-45 bergerak naik 10%, dan tracking error sebuah reksadana index adalah 2%, seringkali timbul salah pengertian bahwa Reksadana ini bisa naik antara 8% sampai dengan 12%.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang benar dalam hal ini adalah bahwa seandainya Index LQ-45 bergerak naik 10%, dan tracking errornya adalah 2%, maka Reksadana ini akan bergerak naik antara 9,8% sampai dengan 10,2%</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Besarnya angka tracking error yg relatif besar untuk ukuran reksadana index, dalam hal ini bisa saya pahami mengingat situasi bursa saham kita yang sangat bergejolak akhir-akhir ini dan juga karena penerapan ENHANCED Indexing oleh manajer Investasi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya masih banyak lagi hal yang sempat kami bicarakan dengan pak Imamat, tetapi mungkin tidak bisa saya tuliskan seluruhnya di sini (pembicaraan kami berlangsung kurang lebih 2 jam). Bagi para teman-teman yang tertarik untuk berinvestasi melalui reksadana ini, saya ingin berbagi beberapa hal yang harus diingat dan dipertimbangkan:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Meskipun merupakan reksadana Index, reksadana ini menerapkan ENHANCED INDEXING dan dikelola secara aktif. Jika anda ingin mencari reksadana index yang dikelola secara pasif, maka ini bukan produk yang anda cari.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Konsekuensi dari pengelolaan aktif di atas adalah biaya yang relatif tinggi, terutama untuk biaya imbalan Manajer Investasi (dibandingkan dengan alternatif index-investing lainnya, yaitu ETF R-LQ45X dan reksadana DINAR)</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengingat biaya-biaya yang di atas sulit untuk dinegosiasikan, karena dibebankan secara kolektif ke reksadana, maka rekomendasi saya adalah untuk menegosiasikan biaya subscription. Mengingat besarnya biaya imbalan manajer investasi, saran saya adalah untuk berusaha sebisa mungkin mendapatkan subscription fee sebesar 0%.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sebagai jalan tengah dalam negosiasi subscription fee o%, pertimbangkan untuk mengajukan semacam &#8216;kontrak&#8217; investasi rutin, dimana calon investor membuat komitmen untuk berinvestasi rutin setiap bulan (ataupun setiap 2 bulan ataupun setiap 3 bulan) dalam jumlah yang tetap serta jangka waktu investasi yang panjang. Seandainya investor gagal memenuhi komitmen tersebut, barulah dikenakan biaya subscription fee. Ajukan permohonan ini secara tertulis (lewat e-mail) lewat marketing yang melayani anda untuk diajukan ke Manajer Investasi.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari berbagai hal di atas, saya pribadi merasa senang dengan hadirnya reksadana baru ini. Mengapa? Harapan saya adalah bahwa dengan adanya produk reksadana baru ini, bisa melahirkan persaingan yang lebih kompetitif di dunia index investing Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang kerap saya tulis di blog ini, menjadi Investor di Indonesia memang terkadang melibatkan pilihan yang bagaikan buah simalakama. Produk-produk investasi masih dalam tahap perkembangan sehingga setiap produk bisa dikatakan ada kekurangan maupun kelebihannya, dan tidak ada produk yang sempurna 100%. Dibandingkan dengan reksadana DINAR misalnya, reksadana ini menawarkan diversifikasi yang lebih luas dan juga akses ke sektor finansial (yg tidak tersedia di DINAR). Di lain sisi, DINAR mempunyai struktur biaya yang agak lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin mengingatkan kembali sebuah saran dari Buffet:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>For most investors, the best way to invest is through a <strong>Low Cost</strong>, <strong>No Load</strong>, P<strong>assively Managed</strong>, <strong>Wide-Diversification</strong> <strong>Index Funds</strong>.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Meskipun Reksadana Kresna Index 45 ini sayangnya belum memenuhi keseluruhan kriteria di atas, seandainya anda bisa mendapatkan subscription 0%, maka kriteria yang &#8216;kurang&#8217; hanyalah tinggal &#8216;Low-Cost&#8217; dan &#8216;Passively Managed&#8217;. Jika anda bisa menerima &#8216;kekurangan&#8217; tersebut, maka produk baru dari Kresna Securities ini bisa menjadi salah satu alternatif instrumen investasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir artikel ini, saya ingin mengucapkan terima-kasih kepada pihak Kresna Securities yang begitu membantu dalam pengumpulan informasi untuk artikel ini, khususnya kepada pak Imamat dan saudari Ita yang sampai terpaksa &#8216;lembur&#8217; karena kunjungan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=669&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/29/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kresna Index 45: Edison Pergi Ke Pasar&#8230;. (LAGI) Part. 1</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 13:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman pembaca lama mungkin masih ada yang ingat dengan artikel &#8216;Edison Pergi Ke Pasar&#8217; yang pertama di blog ini. Jika ketika itu saya pergi ke &#8216;pasar&#8216; untuk melihat-lihat kondisi pasar perdana ORI 5, maka kali ini saya berangkat ke &#8216;pasar&#8216; untuk mengorek lebih jauh mengenai produk Reksadana  Indeks baru, yaitu Kresna Index 45. Selain &#8216;pasar&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=665&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Teman-teman pembaca lama mungkin masih ada yang ingat dengan artikel &#8216;<a title="Edison Pergi Ke Pasar..." href="http://janganserakah.com/2008/08/20/ori-seri-005-edison-pergi-ke-pasar/" target="_blank">Edison Pergi Ke Pasar&#8217; yang pertama di blog ini</a>. Jika ketika itu saya pergi ke &#8216;<em>pasar</em>&#8216; untuk melihat-lihat kondisi pasar perdana ORI 5, maka kali ini saya berangkat ke &#8216;<em>pasar</em>&#8216; untuk mengorek lebih jauh mengenai produk Reksadana  Indeks baru, yaitu Kresna Index 45.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain &#8216;<em>pasar&#8217;</em> yang tidak sama, &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; kali ini juga mempunyai perbedaan lainnya dengan artikel yang dahulu. Jika dahulu saya &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; sendirian, maka kali ini saya sempat mengajak teman-teman pembaca blog untuk <a href="http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/" target="_blank">ikut jalan-jalan bersama saya</a>. Sayangnya tidak banyak yang bisa datang, sehingga pada akhirnya saya hanya ditemani oleh Putrie_kmps dan Rakhmi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana hasil &#8216;jalan-jalan&#8217; saya kali ini?<span id="more-665"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum saya menceritakan tentang hasil &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; saya, saya ingin terlebih dahulu membagi pandangan saya terhadap berbagai informasi yang terdapat di dalam <a href="http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/" target="_blank">prospektus Reksadana Kresna Index 45</a> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu informasi yang paling menarik perhatian saya dalam prospektus tersebut adalah mengenai pembatasan waktu Redemption (pencairan investasi kita). Dalam hal ini, para investor reksadana Kresna Index 45 hanya dapat melakukan Redemption di 7 hari Bursa terakhir di bulan Maret, Juni, September ataupun Desember. Untuk melakukan redemption ini pun harus sudah diinformasikan kepada Manajer Investasi pada awal bulan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari diskusi yang berkembang di artikel tentang prospektus tersebut, banyak dari pembaca blog yang menilai aturan tersebut membuat Reksadana tersebut kurang likuid. Tentunya saya mengerti pemikiran para teman-teman tersebut. Bayangkan jika anda tiba-tiba membutuhkan uang dan ingin mencairkan investasi anda, tetapi akhirnya terpaksa menunggu karena di bulan tersebut tidak bisa melakukan redemption. Tentunya komentar &#8216;kurang likuid&#8217; dalam hal ini bisa dikatakan sulit untuk dibantah..</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, saya ingin mencoba mengajak pembaca untuk melihat apakah ada konsekuensi lain dari aturan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu hal yang bisa dikatakan &#8216;ditakuti&#8217; oleh hampir semua  manajer Investasi adalah calon investor yang berpikiran seperti &#8216;trader&#8217;. Calon Investor seperti ini rajin &#8216;keluar-masuk&#8217; dari reksadana, tiada bedanya dengan trader di dalam dunia saham. Mengapa calon investor seperti ini &#8216;ditakuti&#8217;?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, marilah kita bayangkan sebuah Reksadana Saham Jangan Serakah. Reksadana ini mempunyai total dana kelolaan sebesar Rp 500 Milyar. Dari nilai tersebut, ternyata ada 1 investor besar yang porsi penyertaannya mencapai Rp 200 Milyar. Sisanya (Rp 300 Milyar), dipegang oleh berbagai investor kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, mari kita bayangkan bagaimana seandainya Investor besar tersebut mempunyai pola pikir &#8216;trader&#8217;, dan aktif &#8216;keluar-masuk&#8217; reksadana tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bulan pertama, karena berpendapat bursa akan turun, investor besar tersebut mencairkan seluruh unit penyertaannya. Manajer Investasi pun akan terpaksa menjual sebagian dari saham yg dimilikinya untuk mengembalikan dana investor tersebut, yaitu dalam hal ini senilai Rp 200 Milyar. Untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang besar seperti ini, akan menimbulkan beberapa biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya yang pertama dan paling jelas terlihat adalah biaya transaksi saham (brokerage). Setiap kali terjadi transaksi saham, tentunya biaya ini tidak bisa dihindari.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya kedua yang akan timbul adalah berupa harga transaksi yang &#8216;jelek&#8217;. Ketika Manajer Investasi melepaskan saham (apalagi dalam jumlah besar), harga saham tersebut akan cenderung &#8216;tertekan&#8217; dan mengalami penurunan. Akibatnya sang manajer investasi terkadang terpaksa menjual dengan harga yang kurang bagus.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika setelah itu di bulan berikutnya, karena merasa bursa akan naik, sang &#8216;trader&#8217; reksadana tersebut &#8216;masuk&#8217; kembali?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Manajer Investasi, kali ini harus membeli saham-saham senilai Rp 200 Milyar. Tentunya ini juga akan menimbulkan biaya transaksi saham (brokerage). Selain itu, permintaan pembelian dalam jumlah sebesar ini akan mendorong harga saham naik. Akibatnya terkadang manajer Investasi terpaksa membeli saham dengan harga yang lebih mahal.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sekarang bayangkan jika misalkan Rp 200 Milyar itu bukan dipegang oleh 1 orang, melainkan oleh sekelompok pemilik dana yang mempunyai pola pikir &#8216;trading&#8217;. Akhir ceritanya tidak jauh berbeda. Ketika dalam sebuah reksadana banyak terdapat orang-orang yang berpola pikir &#8216;trading&#8217; dan bukan &#8216;investor&#8217;, maka akan terjadi perputaran &#8216;keluar-masuk&#8217; yang tinggi di reksadana tersebut, yang akhirnya akan menimbulkan berbagai biaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pertanyaannya</strong></span> : Siapakah yang menanggung berbagai biaya ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Jawabannya</strong></span> : Seluruh Investor Reksadana tersebut, termasuk juga para investor yang memegang unit penyertaan sebesar Rp 300 Milyar, meskipun mereka tidak &#8216;salah apa-apa&#8217;. Ini karena biaya transaksi  efek menjadi tanggungan para investor secara keseluruhan dan dipotong dari Nilai Asset Bersih Reksadana tersebut. Ini tentunya akan mengurangi hasil investasi para investor Reksadana tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari sudut pandang di atas, &#8216;<em>aturan main</em>&#8216; yang ditetapkan oleh Kresna, menurut saya merupakan &#8216;dobrakan&#8217; yang cukup berani. Naluri saya mengatakan bahwa aturan main tersebut, meskipun mempunyai konsekuensi &#8216;kurang likuid&#8217;, akan membuat para trader menjauhi reksadana ini. Dengan demikian para investor &#8216;tulen&#8217; reksadana tersebut bisa terhindar dari skenario seperti yang saya ceritakan di atas.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi lainnya yang menarik mata saya di dalam prospektus Reksadana tersebut adalah besaran Fee/Biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita berbicara mengenai biaya dalam reksadana, secara garis besar kita bisa mengklasifikasikan berbagai biaya tersebut berdasarkan &#8216;siapa yang menanggungnya&#8217;:</p>
<ol>
<li>Pemegang Unit Penyertaan (dalam prakteknya adalah masing-masing individu)</li>
<li>Reksadana Tersebut (sebagai institusi yang berdiri sendiri)</li>
<li>Manajer Investasi (Pengelola Reksadana Tersebut)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dalam prospektus Kresna Indeks 45, biaya-biaya ini bisa dilihat di halaman 21.</p>
<p style="text-align:justify;">Seringkali timbul kesalah-pahaman di kalangan para investor reksadana yang mengira bahwa mereka hanya menanggung biaya-biaya sebagai Pemegang Unit Penyertaan (no. 1 di atas), seperti biaya Subscription maupun Redemption. Akibatnya, kebanyakan orang hanya fokus ke biaya-biaya ini (<em>terlebih karena biaya-biaya ini biasanya bisa dinegosiasikan</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak Investor di Reksadana terkadang lupa bahwa mereka adalah pemilik dari reksadana tersebut. Akibatnya, biaya yang ditanggung oleh Reksadana tersebut (no. 2 di atas) akan ditanggung oleh mereka. Biaya-biaya yang termasuk ke dalam kategori ini adalah  biaya imbalan untuk Manajer Investasi, biaya untuk Bank Kustodian, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya lagi, meskipun para Investor tersebut tidak akan bisa berbuat banyak mengenai biaya yg seperti ini karena berbeda dengan biaya no. 1, biaya no. 2 ini bisa dikatakan tidak bisa ditawar.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan biaya yang dikenakan oleh Reksadana Kresna Indeks 45 ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk biaya yang ditanggung oleh masing-masing pemegang unit penyertaan:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Biaya Subscription adalah sebesar maksimal 1,5%. Karena besarnya Subscription Fee bisa dinegosiasikan, maka dalam hal ini agak sulit untuk melakukan perbandingan dengan alternatif index investing lainnya (reksadana DINAR). Pada akhirnya, ini akan tergantung kepada posisi tawar menawar masing-masing investor.</li>
<li>Biaya Redemption, jika masa investasi di atas 3 tahun adalah sebesar 0%. Bagaimana dengan biaya Redemption di bawah 3 tahun? Biaya tersebut bagi saya pribadi kurang relevan karena setiap orang yang berinvestasi di reksadana saham seharusnya mempunyai jangka waktu investasi minimal 10 tahun.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p>Untuk biaya yang ditanggung oleh Reksadana Kresna Index (ditanggung oleh keseluruhan investor), ada beberapa hal yang menarik:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Imbalan Jasa Manajer Investasi sebesar maksimal 1,5%. Angka ini sendiri menurut saya relatif tinggi, apalagi untuk sebuah reksadana yang dikelola secara Pasif. Sebagai perbandingan, beberapa reksadana Indonesia yang dikelola secara Aktif pun mengenakan biaya sebesar 1,5%. Dari informasi yang saya dapat, Reksadana DINAR, sebagai alternatif index investing lainnya di Indonesia hanya mengenakan manajemen fee sebesar 0,3%</li>
<li>Imbalan Jasa Agen Penjual Reksadana sebesar maksimal 2,0% (jika ada). Pembebanan biaya ini di sini menurut saya agak kurang &#8216;adil&#8217; karena ditanggung &#8216;bersama&#8217;. Artinya Investor yang invest secara langsung ke Kresna pun bisa ikut menanggung beban, padahal mereka tidak menggunakan jasa agen penjual Reksadana.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan kejelasan mengenai hal-hal di atas (dan juga beberapa hal teknis lainnya), saya lalu &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; ke kantor Kresna Securities. Harapan saya adalah untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi seputar beberapa hal dalam prospektus tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kunjungan ke Kresna Securities kemarin, Saya, Putrie_kmps, dan Rakhmi (<em>yg agak terlambat karena kantornya nun jauh di Karawaci sana</em>) ditemui oleh saudari Ita Indrawan (Marketing) dan Bapak Imamat Dalimunthe, salah satu anggota Tim Pengelola Investasi untuk Reksadana Kresna Index 45. (<em>Dalam artikel ini saya ingin berterima-kasih atas hadirnya Bapak Imamat karena memungkinkan saya untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang lebih mendalam mengenai produk reksadana yang baru ini</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana hasil tanya jawab kami dengan Bapak Imamat?</p>
<p style="text-align:justify;">(<em>bersambung ke part 2</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=665&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prospektus Reksadana Kresna Indeks 45</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 22:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu &#8216;kebiasaan&#8217; yang sering saya temukan pada para calon Investor adalah enggan untuk membaca prospektus. Untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk investasi, banyak calon investor yang terbiasa semata-mata mengandalkan orang lain, baik itu teman, saudara, ataupun marketing dari produk tersebut (ini yg paling berbahaya). Akibatnya, para calon investor tersebut tidak memahami penuh produk tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=663&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu &#8216;<em>kebiasaan&#8217;</em> yang sering saya temukan pada para calon Investor adalah enggan untuk membaca prospektus. Untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk investasi, banyak calon investor yang terbiasa semata-mata mengandalkan orang lain, baik itu teman, saudara, ataupun marketing dari produk tersebut (ini yg paling berbahaya). Akibatnya, para calon investor tersebut tidak memahami penuh produk tersebut serta resiko yang terkait di antaranya. Biasanya acap kali cerita seperti ini berakhir dengan &#8216;air mata&#8217; calon investor tersebut (<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/16/05473765/ratusan.juta.rupiah.lenyap.seketika" target="_blank">seperti cerita ini misalnya</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, untuk kali ini saya ingin melakukan sesuatu yg &#8216;<em>lain</em>&#8216; di sini.<span id="more-663"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang teman-teman ketahui, baru-baru ini telah diluncurkan produk reksadana indeks baru, yaitu Kresna Indeks 45. Prospektus dari Reksadana tersebut telah saya upload di blog ini, yang bisa didownload di dalam Widget Box.net di sidebar sebelah kanan blog ini (kotak warna biru).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam prospektus tersebut, saya menemukan beberapa hal penting yang wajib diketahui oleh setiap calon Investor. Tetapi jika biasanya saya langsung menuliskan tentang hal-hal tersebut di blog ini, maka untuk kali ini saya ingin mengajak teman-teman pembaca blog untuk &#8216;<em>mencari</em>&#8216; sendiri hal-hal tersebut untuk lalu dibahas di bagian komentar artikel ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya &#8216;<em>permainan</em>&#8216; ini tidak terbatas kepada teman-teman yang ingin ikut ke <a title="baca tentang acara ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/" target="_blank">acara presentasi reksadana Kresna Indeks 45 tersebut</a>, tetapi juga akan bermanfaat bagi pembaca blog lainnya untuk melatih kecermatan dalam membaca prospektus.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok, selamat membaca prospektus!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=663&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EVENT: Presentasi Reksadana Kresna Indeks 45</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 12:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[EVENT]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keluhan utama saya mengenai dunia Index Investing di Indonesia adalah sedikitnya pilihan yang tersedia bagi para index investor dibandingkan dengan di negara maju seperti Amerika. Selama ini para investor yang tertarik untuk melakukan index investing hanya bisa memilih di antara Reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X, di mana dalam artikel yg lalu saya telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=654&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu keluhan utama saya mengenai dunia Index Investing di Indonesia adalah sedikitnya pilihan yang tersedia bagi para index investor dibandingkan dengan di negara maju seperti Amerika. Selama ini para investor yang tertarik untuk melakukan index investing hanya bisa memilih di antara Reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X, di mana dalam <a href="http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/" target="_blank">artikel yg lalu</a> saya telah mencoba melakukan perbandingan kelebihan &amp; kekurangan keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kurang &#8216;ramai&#8217;-nya dunia Index Investing Indonesia, pada akhirnya tentunya akan merugikan para investor karena rendahnya &#8216;kompetisi&#8217; antara instrumen itu. Oleh karena itu, ketika seorang pembaca blog menyampaikan kepada saya bahwa telah datang sebuah wajah baru di dunia index investing Indonesia, sejujurnya saya merasa &#8216;excited&#8217; sekali. Harapan saya adalah bahwa dengan adanya &#8216;pendatang baru&#8217; di dunia Index Investing ini, akan terjadi persaingan yang lebih sehat yang tentunya akan menguntungkan bagi para Investor.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8216;Pendatang baru&#8217; di dunia Index Investing Indonesia yang ingin saya bicarakan kali ini adalah <strong><span style="color:#0000ff;">R</span><span style="color:#0000ff;">eksadana Kresna Index 45</span></strong>. Produk Reksadana ini dikeluarkan oleh <span style="color:#0000ff;"><strong>Kresna Securities</strong></span> (Kresna Graha Sekurindo TBK). <span id="more-654"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pembicaraan singkat melalui telepon dengan Marketing dari Kresna Securities, saya diinformasikan bahwa Reksadana Index tersebut mengacu kepada indeks LQ-45. Sayangnya, prospektus lengkap Reksadana tersebut belum tersedia online, dan masih berbentuk hard-copy yg akan dikirimkan melalui pos. Meskipun demikian, marketing tersebut menjanjikan untuk mengirimkan &#8216;brosur singkat&#8217; melalui e-mail untuk Reksadana ini (akan saya upload setelah saya menerimanya).</p>
<p style="text-align:justify;">Selain meminta prospektus, dalam pembicaraan melalui telpon itu, saya sempat juga &#8216;mengorek-ngorek&#8217; tentang berbagai fee/biaya yang terkait dengan reksadana ini. Seperti yang telah saya tekankan selama ini, besarnya fee/biaya yang ditanggung oleh Investor akan sangat mempengaruhi hasil dari Investasinya. Meskipun Marketing tersebut belum berani memberikan komitmen Fee/biaya melalui telpon, dalam pembicaraan singkat tersebut, sepertinya Fee/biayanya akan cukup kompetitif dibandingkan dengan Reksadana DINAR.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya menyampaikan bahwa ada beberapa teman yang juga tertarik dengan Index Investing, <span style="text-decoration:underline;">Marketing tersebut lalu menawarkan untuk memberikan presentasi privat utk group.</span> <span style="color:#0000ff;">Dalam presentasi itu</span>, selain akan dijelaskan informasi yang lebih detail tentang reksadana indeks baru ini, <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">sepertinya</span> (dari ucapan Marketing tersebut) kita juga akan bisa mendapatkan tawaran diskon fee/biaya</span>. Tawaran presentasi ini sendiri menurut saya cukup menarik, terlebih setelah timbulnya sedikit <a href="http://http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/" target="_blank">kekecewaan saya terhadap ETF R-LQ45X</a>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu dari presentasi ini sendiri belum saya pastikan dengan marketing yang bersangkutan. Ini karena saya terpikir bahwa mungkin ada beberapa pembaca blog yang tertarik untuk mengikuti acara presentasi ini. Mungkin dengan datang secara kolektif (beramai-ramai), teman-teman bisa mempunyai posisi &#8216;tawar-menawar&#8217; yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">Adapun utk pelaksanaan presentasi tersebut, </span><strong>alternatif waktu</strong></span> yang ditawarkan kepada saya adalah <span style="text-decoration:underline;">sewaktu jam makan siang</span>, ataupun <span style="text-decoration:underline;">sore seusai kerja</span>. Sebenarnya selain waktu ini pun bisa, tetapi saya pikir mungkin dua pilihan tersebut akan lebih &#8216;cocok&#8217; utk teman-teman yang bekerja. Untuk <span style="color:#0000ff;"><strong>Alternatif tanggal</strong></span>, sementara ini adalah <span style="text-decoration:underline;">24 Oktober (Jum&#8217;at ini)</span> ataupun <span style="text-decoration:underline;">28 Oktober (Senin depan)</span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Tempat presentasi sementara ini</strong></span> adalah kantor Kresna Securities di Gedung BEJ, Tower 1, lantai 30.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Bagi teman-teman yang tertarik untuk mengikuti presentasi ini, <span style="text-decoration:underline;">mohon mendaftarkan diri melalui komen di artikel ini</span>, dengan mencantumkan waktu yg paling &#8216;cocok&#8217; baginya. Pilihan akhir tanggal dan waktu presentasi akan saya tentukan berdasarkan &#8216;suara terbanyak&#8217;.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan akhir, saya merasa perlu menambahkan bahwa saya tidak mempunyai kaitan apapun dengan Kresna Securities. Saya juga tidak mendapatkan &#8216;imbalan&#8217; dalam bentuk apapun dari Kresna Securities. <span style="text-decoration:underline;">Artikel ini saya tulis murni sebagai informasi saja, dan bukan merupakan rekomendasi untuk berinvestasi melalui reksadana tersebut</span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="pd_a_1029264"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container1029264" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/1029264.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/1029264/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://polldaddy.com/features-surveys/">Market Research</a></span>
		</noscript></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=654&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X (part 2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 03:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 1) Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217; antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka &#8216;resmi&#8217;  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya &#8216;masuk&#8217;-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=622&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="Part 1 artikel seri ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/" target="_self">(sambungan dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217; antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka &#8216;resmi&#8217;  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya &#8216;masuk&#8217;-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan di lapangan?<span id="more-622"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu kita ingat kembali bahwa meskipun R-LQ45X merupakan reksadana, tetapi ia berbentuk saham. Oleh sebab itu, untuk &#8216;masuk&#8217; kita tentunya harus membeli R-LQ45X di bursa saham. Bagi teman-teman yang sudah akrab dengan dunia saham, tentunya tahu bahwa setiap pembelian saham akan berhadapan dengan masalah &#8216;spread&#8217; bid-ask. Meskipun demikian, saya akan menceritakan sedikit mengenai topik ini, agar teman-teman yang belum akrab dengan dunia saham bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang akan kita bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bursa saham secara sederhana bisa kita samakan dengan suatu pelelangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya berbicara pelelangan, mungkin gambaran pertama yang terlintas di pikiran sebagian besar pembaca adalah pelelangan penawaran suatu produk. Dalam pelelangan macam ini, penjualnya ada 1, sedangkan pembelinya lebih dari 1. Untuk bisa mendapatkan produk sang penjual, para pembeli lalu akan &#8216;berlomba&#8217; menawarkan harga yang lebih tinggi. Transaksi jual-beli akan dilakukan pada harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain pelelangan seperti di atas, ada lagi jenis pelelangan yang mungkin hanya terpikirkan oleh sebagian kecil pembaca blog. Berbeda dari pelelangan yang kita lihat di atas, pelelangan ini hanya mempunyai 1 pembeli, sedangkan jumlah penjualnya lebih dari 1. Dalam kondisi ini, tentunya para penjual yang harus bersaing utk &#8216;meminang&#8217; si pembeli. Mereka &#8216;berlomba&#8217; untuk menawarkan harga yang lebih murah. Harga termurah yang akan &#8216;menang&#8217; dan transaksi jual beli akan dilakukan pada harga tersebut. Pelelangan semacam ini lebih akrab dikenal sebagai &#8216;Tender&#8217; di dunia bisnis.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pertanyaannya kini,  termasuk jenis pelelangan yang manakah transaksi di bursa saham?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, bursa saham merupakan gabungan dari kedua jenis pelelangan tersebut sekaligus. Baik pembeli maupun penjual saham jumlahnya lebih dari 1. Para pembeli akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih tinggi, sedangkan para penjual akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih rendah. Harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli akan muncul sebagai harga BID, sedangkan harga terendah yang ditawarkan oleh para penjual akan muncul sebagai harga ASK (ataupun OFFER). Selisih di antara BID dan ASK dikenal sebagai BID-ASK SPREAD.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kini kita kembali lagi kepada perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai saham, para investor ETF R-LQ45X akan mengalami biaya tambahan berupa BID-ASK SPREAD yang kita bicarakan di atas. Semakin besar BID-ASK SPREAD, semakin besar biaya yang ditanggung oleh investor. Pertanyaannya kini adalah berapa besar biaya tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengamatan saya selama ini, dalam kondisi &#8216;tenang&#8217; BID-ASK SPREAD dari ETF ini relatif kecil, terkadang hanya 1 (satu) Rupiah per lembar. Seandainya harga ETF tersebut adalah Rp 300, berarti SPREAD ini hanya sebesar 0,33%, suatu angka yang masih bisa diterima di bursa negara berkembang seperti kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya kondisi di atas hilang ketika saham mengalami gejolak yang besar seperti yang kita alami akhir-akhir ini. Berikut adalah potret dari situasi &#8216;pasar&#8217; utk ETF R-LQ45X yang saya ambil baru-baru ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-626 aligncenter" title="BID-ASK R-LQ45X" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/10/new-11.jpg?w=428&#038;h=217" alt="" width="428" height="217" /></p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi kanan gambar ini, kita bisa melihat nilai LQ45 saat itu sebesar 288,421. Selain itu, terlihat juga nilai iR-LQ45X adalah sebesar 291,295. Angka ini merupakan angka indikatif (perkiraan) dari harga &#8216;wajar&#8217; dari ETF R-LQ45X.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita lihat sisi kiri gambar tersebut, kita akan bisa melihat betapa timpangnya kondisi di pasar untuk ETF ini. Harga termurah yang ditawarkan untuk ETF ini adalah Rp 349 per lembar, alias hampir 20% lebih tinggi dibandingkan dengan harga &#8216;wajar&#8217;-nya. Bagi para Investor, tentunya kondisi ini sangatlah merugikan, karena ibaratnya, anda diminta membayar Rp 1200 untuk selembar uang Rp 1000.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para investor yang menjalankan program Investasi rutin dengan metode Dollar Cost Averaging, situasi ini semakin &#8216;menyakitkan&#8217;, karena ketika &#8216;jadwal&#8217; untuk invest tiba, mereka justru harus menghadapi problem ini, padahal kondisi bursa saat ini justru menguntungkan untuk melakukan pembelian.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri sangat menyayangkan kurang aktifnya Indopremier (sebagai penerbit ETF ini) dalam menjalankan peranan &#8217;market maker&#8217;. Seharusnya ketika kondisi seperti ini timbul, dimana harga penawaran R-LQ45X terlalu tinggi, mereka sebagai &#8216;produsen&#8217; ETF ini seharusnya masuk ke pasar dan menawarkan saham tersebut di harga yang lebih pantas. Dengan demikian para investor yang ingin &#8216;masuk&#8217; tidak &#8216;gigit jari&#8217; karena tidak bisa membeli saham tersebut akibat harganya yang tidak masuk akal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mempertimbangkan kondisi ini, maka nilai keunggulan &#8216;biaya&#8217; masuk ETF R-LQ45X (yg saya tulis di part 1) terpaksa saya &#8216;anulir&#8217;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: </strong><strong><span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">0</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">0</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Skor ini sendiri tidak bertahan lama, karena sejak saya menuliskan part 1 artikel ini, saya telah mendapatkan masukan dari beberapa pembaca blog bahwa Subscription Fee reksadana DINAR  bisa di-&#8217;tawar&#8217; hingga mencapai 0,5%. Pada tingkat ini, biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR lebih atraktif dibandingkan dengan ETF R-LQ45X</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">1</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">0</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217;, langkah selanjutnya kita akan membandingkan biaya &#8216;keluar&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini Investor ETF R-LQ45X akan menanggung biaya komisi broker, yang lagi-lagi bervariasi antar broker. Bagi rata-rata Investor di Indonesia, komisi ini akan berkisar antara 0,27%-0,35%. Sebaliknya, Reksadana DINAR mengenakan biaya &#8216;keluar&#8217; (Redemption Fee) sebesar 1% jika masa Investasi kurang dari 3 tahun, dan 0% jika masa investasi lebih dari 3 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya selalu menekankan kepada teman-teman, saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Jangan berinvestasi menggunakan instrumen saham jika seandainya anda tidak siap untuk berinvestasi minimal 10 tahun. Dengan mempertimbangkan hal ini, maka biaya &#8216;keluar&#8217; Reksadana DINAR yang akan saya hitung adalah 0%, sehingga dalam faktor biaya &#8216;keluar&#8217; reksadana DINAR kembali mengungguli R-LQ45X</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor : <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">2</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">0</span></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Perbandingan ketiga yang akan lihat adalah mengenai biaya &#8216;tahunan&#8217; alias Expense Fee. Komponen terbesar biaya ini biasanya adalah Management Fee, yaitu imbalan bagi pengelola reksadana tersebut. Karena baik Reksadana DINAR maupun R-LQ45X merupakan reksadana yang dikelola secara &#8216;pasif&#8217; biaya ini akan relatif lebih kecil dibandingkan dengan reksadana yang dikelola secara &#8216;aktif&#8217; (actively managed).</p>
<p style="text-align:justify;">Reksadana DINAR dalam prospektusnya menginformasikan bahwa biaya tahunan yang ditanggung oleh Investor adalah maksimum 0,46%, yaitu terdiri dari :</p>
<ul>
<li>Management Fee 0,3%</li>
<li>Infaq Pendidikan 0,1%</li>
<li>Custodian Fee sebesar 0,06%.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">ETF R-LQ45X, di lain sisi mengenakan biaya:</p>
<ul>
<li>Management Fee 0,5%</li>
<li>Custodian Fee sebesar max 0,15%</li>
</ul>
<p>Dari faktor ini, kembali DINAR mengungguli ETF R-LQ45X.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">3</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">0</span></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;-oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai faktor perbandingan berikut, kita akan melihat kepada faktor Diversifikasi. Investasi melalui R-LQ45X akan terdiversifikasi ke dalam 45 saham. Sebaliknya Investasi dalam reksadana DINAR akan terdiversifikasi hanya ke dalam 30 saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal di atas, perlu diingat bahwa karena sifat syariahnya, saham-saham lembaga finansial non syariah seperti BCA, Bank Mandiri dan lain-lainnya tidak akan pernah masuk ke dalam Reksadana DINAR. Oleh karena itu, bisa dikatakan para Investor DINAR tidak akan menikmati pertumbuhan di sektor finansial.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi ini sendiri cukup mengganggu pikiran karena di bursa saham Indonesia, sektor finansial mempunyai kontribusi yang besar. Dengan di-&#8217;blokir&#8217;-nya saham-saham lembaga finansial utama dari DINAR, maka kemungkinan DINAR akan sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor pertambangan dan Agrikultur, sehingga bisa jadi DINAR lebih rentan terhadap perkembangan di sektor komoditas.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam faktor Diversifikasi, saya lihat R-LQ45X mengungguli reksadana DINAR</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">3</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">1 </span></span></strong><em><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">(akhirnya pecah juga telurnya)</span><br />
</span></span></em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya jika diinginkan, ada beberapa lagi faktor yang bisa diperbandingkan seperti misalnya kemudahan akses, minimum invest, dll. Meskipun demikian faktor-faktor tersebut tidak akan saya bandingkan karena (1) tidak mempengaruhi hasil dari Investasi dan (2) hampir tidak ada perbedaan yang berarti di antara keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai rangkuman dari perbandingan yang telah kita lakukan, bisa kita lihat bahwa dari segi biaya Reksadana DINAR tampak jauh mengungguli R-LQ45X. Kondisi ini sendiri cukup kontras dengan kondisi di bursa Amerika. Di Amerika, fee ETF bisa dikatakan mengungguli reksadana index, kecuali jika jumlah investasinya terlalu kecil (sehingga keunggulan dalam fee tertelan oleh komisi broker).</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, Investor DINAR harus mempertimbangkan juga faktor diversifikasi dan tiadanya saham-saham lembaga finansial besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun saya selalu berusaha menghindari rekomendasi produk dalam artikel di blog saya ini (apalagi saya tidak menerima imbalan dari produk yang saya rekomendasikan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), untuk artikel kali ini mungkin saya terpaksa mengadakan perkecualian.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman yang menjalankan investasi rutin bulanan dengan metode Dollar Cost Averaging (seperti yg selalu saya sarankan), mungkin reksadana DINAR akan menjadi pilihan yang lebih baik di saat ini (dibandingkan dengan R-LQ45X)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> <em>Penulis artikel ini memegang saham R-LQ45X, tetapi selepas menulis artikel ini, jadi terpikir untuk memindahkannya ke reksadana DINAR karena faktor biaya. </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=622&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/10/new-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BID-ASK R-LQ45X</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 07:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik. Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=611&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui index investing, yaitu melalui reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) dan ETF Index R-LQ45X. Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba mengadakan perbandingan antara dua instrumen tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi teman-teman yang tertarik untuk melakukan index investing.<span id="more-611"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kita memasuki pembahasan mengenai kedua Instrumen yang tersedia di Indonesia tersebut, mungkin ada baiknya saya memberikan perbandingan antara kondisi dunia Index Investing di Indonesia dibandingkan dengan Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Amerika, sebagai tempat lahirnya index investing, bisa diibaratkan bagai &#8216;surga&#8217; para investor yang ingin menjalankan index investing. Ini dikarenakan banyaknya pilihan yang tersedia bagi para investor. Tertarik untuk berinvestasi di Indeks saham global? Bisa dilakukan melalui reksadana Index maupun ETF Index. Tertarik untuk berinvestasi di indeks S&amp;P500 (500 perusahaan terbesar Amerika)? Lagi-lagi tersedia reksadana index maupun ETF indexnya. Index Russel 3000 (yg boleh dikatakan mencakup 99% bursa saham Amerika)? Juga bisa melalui reksadana index ataupun ETF Indexnya. Singkat kata, apapun index yang ingin kita jadikan acuan, boleh dikatakan ada &#8216;jalan&#8217;-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kelebihan di atas, dunia &#8216;Index Investing&#8217; Amerika juga mempunyai kelebihan lainnya, yaitu maraknya kompetisi di bidang ini. Kompetisi ini tentunya memberikan keuntungan bagi para Investor. Perusahaan-perusahan pengelola reksadana maupun ETF tersebut berlomba-lomba menawarkan fee yang lebih rendah. Akibat kompetisi tersebut, kita bisa menemukan reksadana yang tidak mengenakan biaya untuk &#8216;masuk&#8217; ataupun &#8216;keluar&#8217; sama sekali (alias GRATIS Subscription Fee dan Redemption Fee). Biaya pengelolaan (Management Fee) pun sangat kecil, hingga mencapai 0,3% (utk reksadana) atau bahkan 0,07% (utk ETF).</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, kondisi di dunia Investasi Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dari kondisi di bursa Amerika. Fee/biaya yang ditanggung oleh para Investor relatif besar dibandingkan dengan investor luar negeri. Index Investing di Indonesia pun mengalami masalah yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibandingkan dengan &#8216;saudara&#8217; mereka di Amerika, reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) maupun ETF R-LQ45X, keduanya melibatkan biaya yang relatif tinggi, baik biaya yg jelas terlihat maupun agak &#8216;tersembunyi&#8217;. Memilih di antara kedua instrumen ini, bisa diibaratkan buah simalakama. Serba salah. Yang bisa kita lakukan hanyalah mencoba memilih instrumen yang &#8216;sedikit&#8217; lebih bagus dibandingkan yg lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu saya tekankan juga sebelumnya, bahwa meskipun saya kecewa dengan kedua pilihan ini (DINAR dan R-LQ45X), ini tidaklah berarti bahwa Index Investing merupakan pilihan yang jelek di Indonesia. Keduanya tetap merupakan pilihan yang terbaik bagi kebanyakan investor dibandingkan dengan alternatif lainnya (investasi di saham individual ataupun reksadana yang dikelola secara aktif).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membandingkan antara reksadana DINAR dengan ETF R-LQ45X, ada satu hal yang perlu kita sadari dahulu, yaitu keduanya mengacu kepada Index yang berbeda. DINAR mengacu kepada index JII (Jakarta Islamic Index), sedangkan R-LQ45X mengacu kepada indeks LQ-45. Daftar saham yang termasuk ke dalam indeks LQ-45 bisa dilihat di situs IDX (<a title="Komposisi Index LQ45" href="http://www.idx.co.id/Stocklist/LQ45/tabid/175/language/en-US/Default.aspx" target="_blank">halaman ini</a>), dan komponen index JII bisa dilihat di situs yang sama, (<a title="Komposisi Index JII" href="http://www.idx.co.id/Stocklist/JII/tabid/176/language/en-US/Default.aspx" target="_blank">halaman ini</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Komponen dari kedua indeks ini (LQ-45 dan JII) memang selalu berubah setiap 6 bulan. Meskipun demikian, bisa dikatakan mayoritas saham dalam kedua index ini adalah sama. Berdasarkan pengamatan hari ini, dari 30 saham yang masuk di indeks JII, 20 di antaranya masuk juga di indeks LQ-45. Sedangkan dari 10 saham sisanya, 5 diantaranya masuk di indeks LQ-45 periode yg lalu (February-July 08). Meskipun kedua indeks ini tidak akan bisa sama persis, pergerakan keduanya tidak akan berbeda jauh antara satu sama yang lain (alias mempunyai korelasi yang cukup tinggi).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, karena indeks acuannya tidak sama, perbandingan di antara DINAR dan ETF R-LQ45X kurang valid. Meskipun demikian, karena pilihan yang tersedia bagi para Index Investor di Indonesia hanya dua instrumen ini, saya merasa bahwa melakukan perbandingan di antara keduanya akan bermanfaat bagi teman-teman yang tertarik untuk berinvestasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, perbandingan ini akan saya lakukan murni hanya dengan kaca-mata investor. Saya tidak akan memasukkan pertimbangan religius sama sekali ke dalam artikel ini. Ini saya lakukan karena Reksadana DINAR terbuka juga bagi para investor non muslim, dan sebaliknya juga tidak semua muslim &#8216;alergi&#8217; untuk investasi di instrumen non-syariah.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;-oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk &#8216;babak pertama&#8217; perbandingan ini, kita akan membandingkan biaya untuk &#8216;masuk&#8217; dari DINAR dan ETF R-LQ45X.</p>
<p style="text-align:justify;">Reksadana DINAR, mengenakan biaya Subscription (dikenakan setiap kali kita memasukkan dana) yang besarnya dalam prospektus dikatakan adalah sebesar 2%.</p>
<p style="text-align:justify;">Anehnya, ketika saya menelpon Danareksa (perusahaan pengelola reksadana ini), oleh agen yang melayani saya dikatakan bahwa Subscription Fee-nya adalah sebesar 3% untuk pembelian dengan nilai di bawah Rp 10 juta. Ketika saya tanyakan mengenai tidak samanya angka Fee tersebut dengan prospektus, agen tersebut dengan mudahnya menjawab bahwa prospektus tersebut belum diperbaharui.</p>
<p style="text-align:justify;">Lucunya lagi, agen yang melayani saya tersebut dengan &#8216;asiknya&#8217; menambahkan bahwa karena hasil investasi di reksadana saham bisa sangat tinggi, Bapepam mengeluarkan aturan bahwa Fee/biaya yang dikenakan juga harus tinggi. Entah benar atau tidak perkataan agen tersebut, karena saya sendiri belum pernah mendengar aturan &#8216;konyol&#8217; seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi lainnya yang saya tanyakan kepada agen tersebut adalah mengenai tempat lainnya yang juga menjual reksadana DINAR tersebut. Agen tersebut hanya memberikan nama 2 bank, yaitu Mandiri dan Danamon. Ketika saya desak untuk memberikan tempat penjualan lainnya, dia mengatakan tidak ada lagi tempat lainnya. Informasi ini juga &#8216;<em>kacau</em>&#8216; karena informasi yang saya dapatkan mengatakan bahwa bank seperti Commonwealth Bank juga menjual reksadana ini (sudah saya konfirmasikan dan ternyata benar).</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><strong>PS:</strong> Pengalaman pribadi selama &#8216;menyelidiki&#8217; DINAR ini sengaja saya tuliskan sebagai masukan kepada teman-teman yang ingin berinvestasi. Jangan pernah mengandalkan informasi dari satu sumber saja. Banyak dari orang-orang yang bekerja di dunia Investasi yang kurang kompeten dalam menjalankan tugasnya. Cerita semacam ini tidak terbatas hanya kepada dunia &#8216;reksadana&#8217; saja. Dalam artikel seputar ORI pun ada pembaca yang mengatakan bahwa customer service dari suatu bank mengatakan tidak menjual ORI, padahal sudah jelas bank tersebut merupakan agen penjual ORI. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak puas dengan pelayanan agen tersebut, saya lalu menghubungi tempat penjualan reksadana DINAR lainnya. Salah satu bank yang saya hubungi, mengkonfirmasi bahwa Subscription Fee yang dikenakan adalah sebesar yang tercantum di prospektus, yaitu 2%. Fee ini pun masih bisa ditawar, tergantung kepada nominal dan skema investasi kita (investasi awal, lama jangka waktu investasi, seberapa sering investasinya).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya menulis artikel ini, tawaran fee terendah yang saya dapat adalah 1,5%, meskipun demikian saya optimis bisa mendapatkan fee yg lebih rendah lagi (1%). Firasat saya mengatakan bahwa jika investasi awalnya besar, bukan tidak mungkin fee tersebut ditekan lebih jauh lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan fee/biaya &#8216;masuk&#8217; dari ETF R-LQ45X?</p>
<p style="text-align:justify;">ETF R-LQ45X sendiri tidak mengenakan &#8216;biaya masuk&#8217; berupa Subscription Fee. Meskipun demikian, karena R-LQ45X berbentuk saham (dan dibeli melalui broker saham), maka untuk pembeliannya kita harus mengeluarkan komisi pembelian untuk broker. Komisi broker dalam hal ini akan bervariasi dari satu broker ke broker lainnya, tetapi akan berkisar dari 0,17%-0,25%.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya &#8216;masuk&#8217; ETF yang sebesar 0,17%-0,25% itu tentunya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; Reksadana DINAR yg mencapai 2%. Bahkan jika kita menawar dan dikenakan fee &#8216;hanya&#8217; 1% pun, angka tersebut 4-5 kali lipat lebih besar dari biaya beli ETF.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, &#8216;babak&#8217; ini dimenangkan oleh ETF R-LQ45X.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">0</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">1</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetapi sayangnya skor ini tidak &#8216;sah&#8217; karena ada satu hal yang akan sangat mempengaruhi &#8216;biaya masuk&#8217; ini..</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Baca Part 2 Artikel Ini" href="http://janganserakah.wordpress.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/" target="_self">(bersambung ke part 2)</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=611&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Investor Pasif dan Bogleheads</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 05:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; Jangan mencoba mencari jarum dalam jerami. Beli saja jeraminya John Bogle &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Investor, menurut Ben Graham, dapat dibagi ke dalam dua golongan : Investor Aktif dan Investor Pasif. Penggolongan ini sendiri tidak mempunyai artian/konotasi positif ataupun negatif, dalam hal ini &#8220;Pasif&#8221; bukanlah berarti jelek dan &#8220;Aktif&#8221; juga bukan berarti bagus. Investor Pasif, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=39&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Jangan mencoba mencari jarum dalam jerami. Beli saja jeraminya</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>John Bogle</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Investor, menurut Ben Graham, dapat dibagi ke dalam dua golongan : <strong>Investor Aktif</strong> dan <strong>Investor Pasif</strong>. Penggolongan ini sendiri tidak mempunyai artian/konotasi positif ataupun negatif, dalam hal ini &#8220;Pasif&#8221; bukanlah berarti jelek dan &#8220;Aktif&#8221; juga bukan berarti bagus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Investor Pasif</strong>, dalam hal ini adalah tipe Investor yang dalam menjalankan investasinya mengutamakan keamanan modal pokok, serta (tidak kalah pentingnya) <span style="text-decoration:underline;">kebebasan dari segala &#8220;kerepotan&#8221; (dalam mengelola investasinya)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Investor Aktif</strong>, di lain pihak, adalah tipe Investor yang bersedia mencurahkan waktu dan pikiran untuk menseleksi instrumen investasi yang AMAN. Sebagai imbalan atas &#8220;keringat&#8221;-nya ini, seorang investor bisa mengharapkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Investor Pasif. (Perlu ditekankan di sini, bahwa untuk  &#8220;tingkat keuntungan yang lebih tinggi&#8221; ini baru sekedar &#8220;bisa mengharapkan&#8221; dan bukan &#8220;dijamin&#8221;)<span id="more-39"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita perhatikan benar-benar kedua definisi di atas, ada suatu hal yang menarik, yaitu Graham tidak memakai kata &#8220;resiko&#8221; sekalipun. Kalaupun ada kata yg &#8220;mengarah&#8221; ke sana, itu hanya dalam kata &#8220;keamanan&#8221; (pada definisi Investor Pasif). Pada definisi Investor Aktif, kata yang terkait dengan &#8220;resiko&#8221; sama sekali tidak muncul (saya ada menulis kata AMAN, tetapi dalam definisi asli bahasa Inggrisnya, yang dipakai adalah kata SOUND. Kata &#8220;sound&#8221; sebenarnya kurang cocok untuk diterjemahkan sebagai &#8220;aman&#8221;, tetapi saya tidak terpikirkan kata yang lebih cocok). Isu yang paling jelas diperbandingkan oleh Graham dalam kedua definisi tersebut justru adalah &#8220;kebebasan dari segala kerepotan&#8221; dan &#8220;bersedia mencurahkan waktu dan pikiran&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali saya memperkenalkan kedua definisi di atas kepada orang yang saya temui, boleh dikatakan 95% orang langsung berkata &#8220;<em>Saya bersedia mencurahkan waktu dan pikiran, sehingga saya ingin/akan memilih menjadi Investor Aktif</em>&#8220;. Padahal <strong>Graham sendiri berpendapat bahwa hanya sebagian kecil orang yang &#8220;mampu&#8221; menjadi Investor Aktif</strong>. &#8220;Mampu&#8221; di sini bukanlah memfokuskan kepada tingkat intelegensia, tetapi lebih kepada kemauan untuk belajar dan bekerja keras. Sejarah dunia investasi justru penuh dengan orang orang &#8220;pintar&#8221; yang gagal dalam investasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan orang cenderung &#8220;alergi&#8221; terhadap kata &#8220;Pasif&#8221; karena adanya salah persepsi bahwa investor pasif adalah seseorang yang malas/bodoh/dll. Kesalahan persepsi lainnya yang sering timbul adalah bahwa tipe Investor Pasif hanya akan menaruh uangnya di tabungan, deposito atau (paling &#8220;mentok&#8221;) obligasi negara. Dalam kenyataannya, seorang investor pasif bisa berinvestasi di berbagai instrumen investasi lainnya, termasuk juga saham.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Investasi dalam saham bagi seorang Investor pasif dilakukan dalam bentuk reksadana. Meskipun demikian, dalam kenyataannya, timbul lagi sebuah dilema baru bagi para investor pasif. Reksadana yang mana? Dengan begitu banyaknya reksadana yang ditawarkan, memilih reksadana tidak kalah sulitnya dengan memilih saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Jawaban atas dilema ini adalah dengan berinvestasi dalam Reksadana Index (Index Fund). Dengan berinvestasi dalam reksadana index, seorang investor pasif akan terhindar dari kerugian akibat salah memilih reksadana. Kita tidak lagi bergantung pada &#8220;kepiawaian&#8221; manajer Investasi (yang sulit untuk kita perkirakan). Dengan Reksadana Index, tidak perduli bisnis atau sektor apapun yang &#8220;booming&#8221;, kita akan selalu ikut &#8220;menikmati&#8221; booming itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu advokat utama &#8220;Index Investing&#8221; dan Reksadana Index adalah <strong>John C. Bogle</strong>. Bogle sendiri diakui oleh berbagai kalangan sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia investasi. Bogle berpendapat bahwa berusaha mencoba untuk memilih reksadana (yg dikelola secara aktif) itu usaha yang sia-sia. Menurut Bogle, <strong>kombinasi dari fee yang rendah dan terhindarnya investor dari resiko &#8220;Manajer Investasi salah pilih saham&#8221; membuat kinerja Reksadana Index dalam jangka panjang akan mengalahkan mayoritas Reksadana biasa</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan-pandangan Bogle mengenai investasi, terutama mengenai reksadana index, banyak dipegang oleh orang-orang (di luar negeri, kalau di Indonesia Bogle ini sepertinya tidak/belum populer). Akibat banyaknya orang yang mengikuti &#8220;ajaran&#8221; Bogle ini, para &#8220;pendukung&#8221; reksadana Index kerap dipanggil dengan julukan <strong>Bogleheads</strong>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini, <strong>Warren Buffet</strong> mengadakan taruhan dengan pengelola sebuah Fund of Funds. Fund of Funds adalah suatu jenis reksadana dimana Manajer Investasinya berusaha untuk menseleksi reksadana mana yang akan memberikan hasil yang bagus, lalu menginvestasikan dana kelolaannya di reksadana hasil seleksi itu. Prinsip yang mendasari operasi Funds of Funds ini tentunya berseberangan dengan pandangan Bogle yang saya sebutkan di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa yang menjadi taruhan antara Buffet dengan pengelola salah satu Fund of Funds itu? Sebagai salah satu &#8220;pendukung&#8221; Index Investing dan Reksadana Index, Buffet bertaruh bahwa dalam jangka waktu 10 tahun, kinerja Reksadana Index akan mengalahkan 5 buah Reksadana yang dipilih oleh Fund of Funds itu. Nilai akhir total taruhannya adalah US$1.000.000,-.</p>
<p style="text-align:justify;">Mekanisme taruhannya: Buffet dan pengelola Fund of Funds itu masing masing mengeluarkan dana US$340.000,-. Uang ini kemudian dibelikan obligasi Zero Coupon Bond, yang akan mature 10 tahun lagi dengan nilai maturity $1.000.000, yang lalu akan disumbangkan ke badan sosial pilihan sang pemenang taruhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika seorang investor top seperti Buffet begitu yakin pada &#8220;keampuhan&#8221; Reksadana Index, sehingga mau bertaruh US$1.000.000,-, tentunya kita layak untuk mulai mempertimbangkan instrumen yang satu ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> Reksadana Index yang &#8220;dipegang&#8221; oleh Buffet dalam taruhan ini adalah <strong>Vanguard 500 Index Fund</strong> yang mengacu kepada Index S&amp;P 500. Reksadana ini dikelola oleh The Vanguard Group, salah satu perusahaan reksadana terbesar di dunia. Siapa pendiri The Vanguard Group ini? John C. Bogle.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=39&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Reksadana</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/09/berkenalan-dengan-reksadana/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/09/berkenalan-dengan-reksadana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 03:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; If we do not hang together, we will all hang separately Benjamin Franklin &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Saya teringat sewaktu SD dahulu uang jajan saya Rp 100. Di sekolah saya dulu, dengan jumlah uang itu, saya dihadapkan kepada dua pilihan jajanan : nasi uduk, yang nilai lebihnya adalah bisa membuat kenyang atau kerupuk bangka, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=33&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>If we do not hang together, we will all hang separately</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Benjamin Franklin</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya teringat sewaktu SD dahulu uang jajan saya Rp 100. Di sekolah saya dulu, dengan jumlah uang itu, saya dihadapkan kepada dua pilihan jajanan : nasi uduk, yang nilai lebihnya adalah bisa membuat kenyang atau kerupuk bangka, yang nilai lebihnya adalah &#8220;enaaak&#8221; (biasa, anak kecil paling suka kerupuk).</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap hari saya selalu dipusingkan oleh &#8220;dilema&#8221; itu, sampai suatu hari saya menemukan solusinya. Saya bersama teman saya yang uang jajannya juga sebesar Rp 100 menggabungkan &#8220;kekuatan&#8221; lalu membeli nasi uduk <strong>DAN</strong> kerupuk. Nasi uduk dan kerupuk itu lalu kami bagi dua, sehingga masing-masing bisa menikmati kerupuk tetapi juga tetap lumayan kenyang.</p>
<p style="text-align:justify;">Solusi cemerlang ini berjalan mulus hingga suatu hari kami berkelahi karena suatu hal yang sangat penting (&#8220;hal yang sangat penting&#8221; itu bernama Melly, anak baru dari Sukabumi). Setelah perkelahian itu, saya kembali harus menghadapi permasalahan memilih antara nasi uduk dan kerupuk bangka.</p>
<div style="text-align:center;">&#8212;&#8211;o0o&#8212;&#8211;</div>
<p style="text-align:justify;">Reksadana, jika disederhanakan, tidaklah berbeda dari apa yang saya dan teman saya lakukan di atas (yang saya maksud di sini adalah menggabungkan &#8220;kekuatan&#8221; uang, bukan berkelahi memperebutkan Melly).<span id="more-33"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan saja saya ingin berinvestasi di saham Amerika. Jika saya mengambil jalan berinvestasi langsung di bursa saham, dan saya tertarik untuk invest di 30 perusahaan terbesar di amerika (Citibank, GE, dll), maka modal yang saya butuhkan sangat besar. Jika saya membeli 1 lot (100 lbr saham) saja utk masing-masing perusahaan itu, modal yang saya perlukan (per hari ini) adalah kira kira sebesar $150.000,- (sekitar Rp 1,4 Milyar).</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja jumlah yang saya sebutkan di atas sangat besar dan di atas kemampuan investor &#8220;rata-rata&#8221;. Untuk menjawab kebutuhan investasi para investor &#8220;rata-rata&#8221; inilah asal muasal lahirnya Mutual Fund, yang lalu dikenal di Indonesia sebagai Reksadana.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip dasarnya di sini adalah investor-investor dengan dana terbatas &#8220;mengumpulkan&#8221; uangnya untuk dikelola seorang Manajer Investasi. Manajer Investasi ini lalu mengenakan &#8220;biaya manajemen&#8221; sebagai imbalan utk kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun pada awalnya reksadana itu ditujukan utk investor dengan dana terbatas, dalam perkembangannya, reksadana juga menjadi sarana investasi bagi orang-orang yang mungkin memiliki dana yang cukup besar, tetapi ingin bebas dari &#8220;kerepotan&#8221; mengurus portofolio investasinya.</p>
<div style="text-align:center;">&#8212;&#8211;o0o&#8212;&#8211;</div>
<p style="text-align:justify;">Mutual Fund (Reksadana) sendiri biasanya diklasifikasikan berdasarkan instrumen investasinya. Reksadana yang berinvestasi di saham disebut sebagai Reksadana Saham (RDS); yang berinvestasi di instrumen hutang spt obligasi disebut sebagai Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT); yang berinvestasi di instrumen pasar uang disebut sebagai Reksadana Pasar Uang (RDPU) dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan begitu banyaknya jenis reksadana, reksadana seperti apa yang harus kita pilih? Ini tentunya harus dicocokkan dengan kebutuhan investasi kita, karena kebutuhan investasi setiap orang tidak sama. Untuk itu banyak hal yang harus kita pertimbangkan, seperti misalnya kapan kira-kira hasil investasi ini akan kita perlukan atau juga bagaimana toleransi kita terhadap resiko? Seseorang yang &#8220;alergi&#8221; resiko dan akan membutuhkan dana investasinya di tahun depan utk biaya menikah misanya, tentu saja tidak cocok untuk berinvestasi di Reksadana Saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menentukan jenis reksadana, dengan begitu banyaknya perusahaan yang menawarkan produk reksadana, bagaimana cara kita memilih reksadana yang akan kita percayakan dengan uang kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan mengutip suatu paragraf dari buku &#8220;Intelligent Investor&#8221; :</p>
<blockquote><p><em><strong>Kebanyakan orang memilih reksadana dengan pertama-tama melihat performa (prestasi) selama ini, lalu reputasi manajer investasinya, lalu tingkat resiko reksadana itu dan yang terakhir dilihat (itu pun jika ada dilihat), berbagai biaya/fee dan pengeluaran reksadana itu.</strong></em></p>
<p><em><strong>Seorang Intelligent Investor dalam memilih reksadana, juga akan berdasarkan hal-hal di atas, <span style="text-decoration:underline;">tetapi dengan urutan yang terbalik</span>.</strong></em></p></blockquote>
<div style="text-align:center;">&#8212;&#8211;o0o&#8212;&#8211;</div>
<p style="text-align:justify;">Bagi para calon investor di Reksadana Saham (RDS), dalam kesempatan ini saya ingin menyarankan untuk mempertimbangkan memilih Reksadana Index (RDI).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Reksadana Saham &#8220;biasa&#8221;, manajer investasi reksadana tersebut secara aktif memilih dan menentukan ke saham apa yang kira kira akan memberikan hasil yang baik, dan lalu menginvestasikan dana reksadana tersebut di saham-saham itu. Reksadana Index (RDI), di lain pihak, menginvestasikan dana yang terkumpul di seluruh saham yang tercatat di index suatu bursa.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara sekilas, kelihatannya metode yang dipakai oleh RDI terlalu sederhana dan bahkan berkesan &#8220;bodoh/malas&#8221;. Tetapi sebenarnya cara operasi RDI ini didasarkan pada suatu realita &#8220;lucu&#8221; di dunia investasi : mayoritas manajer investasi, dalam jangka panjang, gagal menyamai prestasi index bursa (kata &#8220;mayoritas&#8221; di sini adalah sebesar 75%-95%, tergantung penelitian mana yang anda baca).</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, anda tidak salah baca. Mayoritas reksadana, dengan begitu banyak orang pintar di belakangnya, bahkan gagal menyamai prestasi index bursa. Ini bukan gurauan. Fakta ini sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian, dan tidak ada seorangpun pakar investasi yang mempunyai integritas (baca : &#8220;jujur&#8221;) akan membantah fakta ini. Oleh karena itu, jika mayoritas manajer investasi gagal menyamai prestasi index bursa, mengapa kita tidak memilih utk investasi di Reksadana yang &#8220;menjiplak&#8221; index?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada di antara teman-teman yang lalu berpikir, jika dikatakan &#8220;mayoritas&#8221; manajer investasi gagal menyamai prestasi index bursa, berarti ada &#8220;minoritas&#8221; manajer investasi yang berhasil menyamai bahkan melebihi prestasi index bursa? Tentu saja ini benar, tetapi utk dapat memilih reksadana yang masuk dalam kelompok &#8220;minoritas&#8221; ini tidak kalah sulitnya dengan memilih dan menseleksi saham yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Benjamin Graham dan Warren Buffet dalam berbagai kesempatan selalu merekomendasikan Reksadana Index (secara lengkapnya &#8220;Low Cost, No Load Index Fund&#8221;) sebagai pilihan investasi terbaik untuk investor pada umumnya.</p>
<div style="text-align:center;">&#8212;&#8211;o0o&#8212;&#8211;</div>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tambahan di sini, ada baiknya saya menjelaskan arti dari &#8220;Low Cost&#8221; dan &#8220;No Load&#8221; di atas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Low Cost&#8221;</strong> di sini berarti bahwa reksadana itu mengenakan biaya/fee (terutama biaya tahunan/annual fee) yang sangat rendah. Salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap besarnya fee adalah apakah reksadana itu dikelola secara aktif atau pasif. Reksadana yang dikelola secara aktif, dimana manajer investasinya secara aktif menseleksi saham apa yang akan dibeli, boleh dikatakan selalu mengenakan biaya yang lebih tinggi dari reksadana yang dikelola secara pasif seperti Reksadana Index.<br />
<strong><br />
&#8220;No Load&#8221;</strong> dalam pembahasan di atas, menggambarkan reksadana yang tidak mengenakan biaya pembelian ataupun penjualan sewaktu kita memasukkan ataupun mencairkan dana investasi kita. Sebagai perbandingan, ada reksadana yang bertipe &#8220;With Load&#8221;, baik berupa &#8220;Front Load&#8221; (biaya ketika kita memasukkan dana) ataupun &#8220;End Load&#8221; (biaya ketika kita mencairkan dana).</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah bahwa utk setiap jumlah uang yang anda bayar utk biaya-biaya diatas, itu berarti dana anda yang diinvestasikan berkurang sejumlah biaya itu. Semakin besar biaya yang anda bayar kepada manajer investasi anda, sudah <strong><span style="text-decoration:underline;">pasti</span></strong> semakin kecil hasil yang bisa anda terima. Padahal <strong><span style="text-decoration:underline;">belum tentu</span></strong> manajer investasi anda bisa memberikan hasil &#8220;lebih&#8221; yang sesuai dengan biaya &#8220;lebih&#8221; yang kita bayarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Umumnya para &#8220;salesman&#8221; reksadana-reksadana yang mengenakan biaya tinggi atau juga mengenakan &#8220;Load&#8221; akan mengemukakan alasan bahwa mereka layak mengenakan fee tinggi karena kinerja reksadana mereka tinggi. Berbagai hasil penelitian justru membuktikan bahwa alasan ini hanya omong kosong. Sebagai contoh, kita bisa lihat dari data yang didapat dari lembaga riset Morningstar di bawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/06/effectofcost.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-35" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/06/effectofcost.gif?w=430&#038;h=190" alt="Efek Biaya Reksadana terhadap tingkat Return" width="430" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dari data tersebut kita bisa lihat bahwa Return/tingkat hasil yang diberikan oleh reksadana &#8220;Low Cost&#8221; justru mengalahkan reksadana yang membebani investornya dengan biaya yang tinggi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=33&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/09/berkenalan-dengan-reksadana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/06/effectofcost.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Efek Biaya Reksadana terhadap tingkat Return</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>