<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; ORI</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/ori/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; ORI</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Celoteh: Hiruk Pikuk ORI 005</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/29/celoteh-hiruk-pikuk-ori-005/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/29/celoteh-hiruk-pikuk-ori-005/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 15:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini penawaran perdana utk ORI 5 sudah berakhir. Terlepas dari apakah ikut membeli atau tidak di pasar perdana, rasa ingin tahu masyarakat terhadap ORI 5 ini sepertinya cukup tinggi. Ini terlihat dari cukup besarnya viewcount di dua artikel saya yang terkait dengan ORI 5. Dari pengamatan saya selama masa penawaran perdana ORI 5 ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=332&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari ini penawaran perdana utk ORI 5 sudah berakhir. Terlepas dari apakah ikut membeli atau tidak di pasar perdana, rasa ingin tahu masyarakat terhadap ORI 5 ini sepertinya cukup tinggi. Ini terlihat dari cukup besarnya viewcount di dua artikel saya yang terkait dengan ORI 5.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pengamatan saya selama masa penawaran perdana ORI 5 ini, baik atas orang-orang di &#8216;lapangan&#8217;, maupun atas pertanyaan yang saya dapat (di blog maupun di e-mail), ada satu hal menarik yang saya temui.  Apakah hal yang menarik perhatian saya itu? Hal yang menarik perhatian saya yaitu kekhawatiran orang-orang ORI 5 ini akan bernasib sama dengan ORI 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu meluasnya kekhawatiran ini, sampai-sampai orang bank Panin tempat saya membeli ORI sampai bertanya kepada istri saya, <em>&#8216;Kok beli ORI sih? Kan ada kecenderungan turun..&#8217;.</em> Menarik bukan jika si penjual saja sampai &#8216;<em>ragu</em>&#8216; pada barang dagangannya? Kekhawatiran ini juga saya rasakan dari banyaknya pertanyaan di email yang bernada serupa, dan juga dari komentar di blog yg bertanya &#8216;<em>beli sekarang atau di pasar sekunder ya?</em>&#8216;.<span id="more-332"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, saya pikir harus ada perubahan pola pandang dalam investasi di obligasi, terutama dalam kaitannya dengan ORI 5 ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama adalah, fokus utama kita dalam investasi ORI itu hendaknya <span style="text-decoration:underline;"><strong>bukan</strong></span> untuk mendapatkan &#8216;Capital Gain&#8217;/Keuntungan berupa kenaikan harga ORI tersebut. Mengapa demikian?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai obligasi, memang harga ORI bisa naik/turun, misalkan karena perubahan tingkat suku bunga (<em>bagi yg belum mengerti mengapa demikian, baca dulu artikel <a title="Obligasi, Suku bunga dan Credit Rating" href="http://janganserakah.com/2008/06/28/obligasi-suku-bunga-dan-credit-rating/" target="_blank">ini</a></em>). Tetapi, kenaikan/penurunan harga ini tidak  akan besar karena jangka waktu ORI ini hanya 5 tahun. Lain ceritanya jika masa berlaku ORI itu adalah 20-30 tahun (Obligasi jangka panjang harganya akan lebih fluktuatif).</p>
<p style="text-align:justify;">Hal kedua yang mungkin harus disadari oleh para investor di ORI 5 ini adalah bahwa pada akhirnya, pertanyaan utama yang harus ditanyakan cuma 1: &#8216;<span style="color:#0000ff;"><em>Jika misalkan saya memegang ORI 5 itu sampai jatuh tempo, apakah yield/hasil sebesar 11,45% selama 5 tahun cukup menarik untuk saya?</em></span>&#8216;</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Masih terkait dengan masalah di atas, seperti saya katakan, kriteria utama pertimbangan kita seharusnya adalah &#8216;<em>apakah yield/hasil obligasi tersebut cukup atraktif utk kita?</em>&#8216;. Dalam melakukan pertimbangan ini, tentunya ada beberapa hal yang harus kita lihat, misalnya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Bagaimana yield obligasi tersebut jika dibandingkan dengan investasi sejenis (obligasi lain)?</li>
<li>Bagaimana yield obligasi tersebut jika dibandingkan dengan investasi di instrumen keuangan lain, terutama saham?</li>
<li>Bagaimana perkiraan kondisi ekonomi makro (inflasi, suku bunga dll) di masa depan, terutama selama masa berlakunya obligasi tersebut?</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Untuk perbandingan ORI dengan obligasi sejenis, sudah pernah saya bahas dalam <a title="ORI seri 5" href="http://janganserakah.com/2008/08/14/ori-seri-5/" target="_blank">salah satu artikel saya</a>, dimana di artikel itu, saya menulis bahwa dibandingkan dengan SUN yg hampir sama kelasnya, ORI ini lebih atraktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika dibandingkan dengan saham? Saya pribadi merasa bahwa di tingkat sekarang ini, pasar saham di Indonesia belum terlalu atraktif bagi saya karena saya menuntut &#8216;bemper&#8217; (margin of safety) yang besar sebelum saya mau masuk di bursa saham Indonesia. Bursa saham Indonesia sangat dipengaruhi oleh pasar komoditas, dan seperti kita tahu, pasar komoditas itu sangat sulit diperkirakan arahnya. Tanpa adanya &#8216;bemper&#8217; yang besar, saya lebih tertarik utk terus berkutat di bursa saham luar negeri.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan analisa terhadap kondisi ekonomi makro? Di sini perlu kita sadari bahwa, sebenarnya utk memperkirakan kondisi 1 tahun ke depan saja sudah merupakan suatu tugas yang sulit, apalagi jika kita ingin memperkirakan kondisi 5 tahun ke depan (seperti masa berlaku ORI ini).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam jangka waktu 1 tahun ke depan, tidak tertutup kemungkinan bahwa suku bunga akan naik (bahkan dalam <a title="artikel lama" href="http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_blank">satu artikel lama</a>, saya sempat menuliskan bagaimana perkiraan saya utk inflasi dan suku bunga Indonesia utk 1 tahun ini). Tetapi mengikuti contoh Graham, saya bertanya kepada diri saya sendiri &#8216;<em>Bagaimana jika saya salah?</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai investor, saya berusaha mempersiapkan diri untuk kedua kemungkinan tersebut. Itulah sebabnya mengapa saya hanya membeli ORI di penawaran perdana ini dalam jumlah yang relatif tidak besar (hanya sebagian dari dana yg menganggur).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, jika perkiraan saya mengenai inflasi dan suku bunga benar, yaitu inflasi akan relatif tinggi sehingga memaksa pemerintah menaikkan suku bunga, maka kemungkinan besar :</p>
<ul>
<li>Harga ORI akan turun di pasar sekunder. Dalam hal ini, uang yang saya investasikan di ORI 5 melalui penawaran perdana ini akan mengalami &#8216;kerugian&#8217;.</li>
<li>Jika kenaikan suku bunga benar terjadi, maka ada kemungkinan yang cukup besar bahwa bursa saham kita akan semakin &#8216;melorot&#8217;, apalagi jika kenaikan suku bunganya relatif besar.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Pada skenario ini, bursa saham akan menjadi lebih atraktif (karena sudah turun), sehingga dana menganggur saya akan saya masukkan ke bursa saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bagaimana jika perkiraan saya mengenai inflasi dan suku bunga ternyata salah? Bagaimana jika inflasi ternyata tidak &#8216;menggila&#8217; sehingga pemerintah tidak menaikkan lagi suku bunga? Maka yang akan terjadi kemungkinan besar adalah:</p>
<ul>
<li>Harga ORI di pasar sekunder justru naik.</li>
<li>Dunia usaha tidak dihantam oleh kenaikan suku bunga, sehingga ancaman terhadap bursa saham berkurang 1 buah (meskipun ancaman dari goncangan pasar komoditas tetap besar).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Pada skenario ini, meskipun peluang saya utk masuk di bursa saham Indonesia jadi lebih kecil, minimal ORI yang saya beli di pasar perdana akan memberikan saya hasil yang &#8216;lumayan&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/332/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/332/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=332&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/29/celoteh-hiruk-pikuk-ori-005/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORI seri 005: Edison Pergi Ke Pasar!!!</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/20/ori-seri-005-edison-pergi-ke-pasar/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/20/ori-seri-005-edison-pergi-ke-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 13:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Santai]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya kecil, salah satu tontonan yang paling saya suka adalah pertunjukan topeng monyet. Meskipun setelah dewasa saya merasa kasihan dengan monyetnya yg kerap diperlakukan kurang manusiawi (atau kera-wi?), tidak bisa dipungkiri tontonan itu sangat menarik bagi anak-anak. Bagi saya sendiri, salah satu aksi yang selalu saya ingat dari pertunjukan topeng monyet adalah ketika monyet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=269&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ketika saya kecil, salah satu tontonan yang paling saya suka adalah pertunjukan topeng monyet. Meskipun setelah dewasa saya merasa kasihan dengan monyetnya yg kerap diperlakukan kurang manusiawi (<em>atau kera-wi?</em>), tidak bisa dipungkiri tontonan itu sangat menarik bagi anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya sendiri, salah satu aksi yang selalu saya ingat dari pertunjukan topeng monyet adalah ketika monyet itu bergaya seakan ingin berbelanja ke pasar. Dengan memegang sebuah payung dan keranjang kecil, sang monyet berjalan bolak-balik sambil diiringi dengan suara gendang dan teriakan si pawang monyet : &#8220;<strong>Sarimin pergi ke pasar!!!</strong>&#8221; (<em>entah mengapa, dulu banyak monyet yg oleh pawangnya dinamai Sarimin</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, saya meluangkan waktu utk melakukan riset ke pasar sebelum melakukan investasi di ORI sehubungan dengan launching ORI seri 005. Tentuya tanpa membawa payung dan keranjang kecil, dan juga tanpa diiringi gendang serta teriakan: &#8220;<strong>Edison pergi ke pasar!!!</strong>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana hasil jalan-jalan saya ke &#8216;pasar&#8217;?<span id="more-269"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Utk &#8216;penyelidikan saya&#8217;, yang saya fokuskan adalah mengenai biaya utk transaksi di pasar sekunder. Mengapa? Karena boleh dibilang rata-rata setiap agen penjual mempunyai ketentuan yang sama utk hal &#8216;penawaran perdana ORI seri 005&#8242;. Yang berbeda adalah justru ketentuan biaya untuk transaksi di pasar sekunder.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama-tama saya hubungi adalah teman saya yang mempunyai posisi cukup tinggi di  suatu bank. Ketika saya invest di ORI 001, saya melakukannya melalui bantuan dia. Informasi dari teman tersebut, utk pasar sekunder, biaya transaksi jual/beli adalah 0,05% dari nilai transaksi dengan ketentuan minimum fee nya 50 ribu dan maks 150 ribu. Selain itu, mereka juga mengenakan biaya custodian sebesar 0,05% per tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kebiasaan saya dalam melakukan investasi adalah selalu melakukan perbandingan, maka saya pun mencoba menghubungi agen penjual yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sebuah bank lain yang saya hubungi per telpon, Customer Servicenya mengatakan bahwa utk transaksi  jual/beli dikenakan Rp 25 ribu, tetapi mereka tidak mengenakan biaya penitipan/custodian.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8216;<em>eh, lebih murah&#8230; menarik juga</em>&#8216; pikir saya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, saya dan seorang teman saya pun berangkat ke sebuah sekuritas yg juga merupakan agen penjual ORI. Customer Service yang melayani kami menginformasikan bahwa di tempat mereka, untuk transaksi beli tidak dikenakan biaya, sedangkan untuk transaksi jual dikenakan biaya Rp 11 ribu. Mereka juga tidak mengenakan biaya custodian.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8216;<em>Wah!! ini malah lebih bagus lagi</em>&#8216; saya pun mulai kegirangan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba Customer service tersebut (setelah pergi sebentar dan kembali lagi melayani kami) mengatakan, &#8216;<em>Eh salah pak! Ternyata utk jual juga tidak dikenakan biaya!</em>&#8216;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">*TUIT* *TUIT* *TUIT*</span> Alarm langsung berbunyi di dalam kepala saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini pasti ada yang nggak benar. Tidak mengenakan biaya jual/beli, tidak mengenakan biaya custodian, lalu apakah perusahaan sekuritas ini kerja bakti? Saya langsung mengenakan &#8216;topi investor&#8217; saya dan mencoba menyelidiki lebih jauh.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8216;Maaf mbak, kalau hari ini saya jual ORI 004 di sekuritas ini, dihargai berapa ya?&#8217;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8216;Oh, kebetulan saya baru beli dari orang di harga 92,5.&#8217;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Langsung saya angkat HP saya dan menelpon teman saya di bank dan menanyakan harga jual &amp; beli ORI 4 mereka utk hari itu. Ternyata bank teman saya membeli ORI 4 di harga 93,45. Dengan demikian berarti bank teman saya itu membeli dengan harga lebih tinggi sekitar 1,03%.</p>
<p style="text-align:justify;">Ooooh, rupanya di sini permainannya. Customer service tersebut lalu mengakui bahwa di tempat mereka, memang spread/selisih antara harga jual dan harga beli cukup besar dibandingkan dengan tempat lain. Dengan demikian, sebenarnya mereka bukannya tidak mengenakan biaya transaksi jual/beli dan biaya custodian, melainkan biaya-biaya tersebut sudah disamarkan dengan bentuk spread/selisih harga jual-beli yang lebih besar itu (Ketika kita membeli dari mereka, harganya lebih mahal. dibandingkan tempat lain. Ketika menjual kepada mereka, harganya lebih murah dibandingkan tempat lain).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa 2 pelajaran yang bisa dipetik dari cerita saya hari ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama, selalu teliti berbagai biaya yang akan kita bayar sebagai investor, baik biaya yang terlihat maupun yang &#8216;tidak terlihat&#8217; spt yang saya ceritakan di atas. Teliti sebelum berinvestasi agar tidak menyesal kemudian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran yang kedua?  Jangan pernah menamai anak anda Sarimin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/269/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/269/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=269&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/20/ori-seri-005-edison-pergi-ke-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORI Seri 5</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/14/ori-seri-5/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/14/ori-seri-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 14:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Dalam artikel seri Edison&#8217;s Week in Review minggu lalu, saya telah menyinggung tentang peluncuran ORI seri 5 di akhir bulan ini. Ketika artikel itu ditulis, belum ada pengumuman berapa besarnya kupon ORI seri 5 tersebut. Perkiraan saya sendiri adalah sebesar 10,45-11%,  dan saya menyarankan bahwa jika ternyata kuponnya dibawah angka tersebut, maka ada baiknya para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=246&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam artikel seri <a title="Edison's Week in Review 9 Agustus 2008" href="http://janganserakah.com/2008/08/09/edisons-week-in-review-9-agustus-2008/" target="_blank">Edison&#8217;s Week in Review minggu lalu</a>, saya telah menyinggung tentang peluncuran ORI seri 5 di akhir bulan ini. Ketika artikel itu ditulis, belum ada pengumuman berapa besarnya kupon ORI seri 5 tersebut. Perkiraan saya sendiri adalah sebesar 10,45-11%,  dan saya menyarankan bahwa jika ternyata kuponnya dibawah angka tersebut, maka ada baiknya para pembaca blog mempertimbangkan untuk tidak membelinya di penawaran perdana, karena kemungkinan nasibnya bisa seperti ORI seri 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder.</p>
<p style="text-align:justify;">Tadi sore saya membaca <a title="Artikel di detikfinance.com" href="http://www.detikfinance.com/read/2008/08/14/164644/988691/5/kupon-ori005-sebesar-1145" target="_blank">artikel di detikfinance.com</a> bahwa Dirjen Pengelolaan Utang telah memberikan keterangan resmi mengenai ORI seri 5 tersebut. Kupon untuk ORI seri 5 ini adalah sebesar <strong>11,45%</strong>. Artikel di detikfinance.com tersebut menuliskan bahwa kupon tersebut adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan ORI seri sebelumnya, tetapi ini tidak benar karena ORI seri 1 memberikan kupon sebesar <strong>12,05%</strong> (bukan 10,25% seperti yg ditulis dalam artikel tersebut).</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian kupon sebesar 11,45% utk ORI seri 5 ini sendiri cukup mencengangkan saya. Mengapa? <span id="more-246"></span> Ini karena saya sempat &#8216;melirik&#8217; hasil pelelangan Surat Utang Negara (SUN) hari Selasa lalu (12 Agustus) dimana salah satu Obligasi yang dilelang adalah SUN seri FR0026 yang akan mature/jatuh tempo Oktober 2014. Pada pelelangan itu, Yield/hasil yang didapat oleh investor institusional utk obligasi tersebut hanya sebesar <strong>11,51132%</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang belum mengetahui apa itu SUN, kita bisa mengibaratkan SUN sebagai obligasi negara utk &#8216;partai besar&#8217;, sedangkan ORI sebaliknya adalah obligasi negara &#8216;eceran&#8217;. Sebagai ilustrasi, utk investasi di ORI, kita hanya membutuhkan Rp 5 juta, sedangkan untuk investasi langsung di SUN (mengikuti pelelangan lewat bank/institusi peserta lelang) dibutuhkan modal sebesar Rp 5 Milyar. Ada juga beberapa bank yang menawarkan investasi di SUN (tanpa mengikuti pelelangan), tetapi biasanya yield/hasilnya sedikit dibawah yield hasil pelelangan, dan nominal yang dibutuhkan pun tetap besar, sekitar Rp 500 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena nilai nominalnya yang besar itu, biasanya SUN memperoleh bunga yang lebih tinggi di atas ORI (tidak berbeda dengan deposito, semakin besar nilai deposito, semakin besar bunga yang kita terima). Oleh karena itu, sesungguhnya cukup mengagetkan bahwa pemerintah menawarkan kupon ORI seri 5 sebesar 11,45% (hanya selisih sedikit dengan Yield SUN FR0026), terlebih lagi mengingat jatuh temponya lebih singkat (ORI seri 5 jatuh tempo 2013, dan SUN FR0026 jatuh tempo 2014).</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari apa yang saya tulis di atas, investasi di ORI seri 5 ini bisa dianggap cukup atraktif. Mungkin pemerintah sengaja memberikan kupon yg cukup besar agar nasib ORI seri 5 ini tidak sama dengan ORI seri 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder tidak lama setelah diterbitkan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel ini, saya pikir ada baiknya juga saya memberikan beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan para investor yang tertarik untuk investasi di ORI.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama, ORI sebagai obligasi terbitan negara, boleh dikatakan mempunyai resiko yang sangat-sangat kecil. Jika pemerintah kesulitan dana untuk membayar bunga maupun pokok obligasi, secara teori pemerintah bisa tinggal menaikkan pajak untuk melunasi obligasi tersebut. Oleh karena itu, para investor ORI tidak perlu khawatir mengenai resiko &#8216;gagal-bayar&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, ORI ini bisa dilihat sebagai alternatif &#8216;deposito&#8217; bagi para investor dengan dana di atas Rp 100 juta. Seperti kita tahu, program penjaminan simpanan yang diadakan pemerintah hanya menjamin tabungan dan simpanan sampai dengan nilai Rp 100 juta. Oleh karena itu, orang-orang yang mempunyai deposito di atas Rp 100 juta yang ditaruh utk jangka panjang, mungkin ada baiknya mempertimbangkan menaruh sebagian dana tersebut di ORI seri 5. Dengan demikian nilai depositonya berkurang menjadi dibawah Rp 100 juta sehingga tetap dijamin oleh LPS (selama bunganya tidak di atas bunga wajar) dan investor tersebut juga bisa menikmati bunga di ORI yang lebih tinggi dari deposito pada umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, jika di kemudian hari tingkat suku bunga di Indonesia turun, para investor ORI akan bisa menikmati Capital Gain/kenaikan harga ORI. Kalau itu terjadi, jika diinginkan, para investor ORI bisa menjual ORI-nya dan menikmati keuntungan dari kenaikan harga tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun di atas saya menulis bahwa penawaran ORI seri 5 ini cukup menarik, perlu diingat ORI adalah obligasi dan investor yang ingin berinvestasi dalam ORI harus memahami segala resiko yang terkait dengan obligasi. Bagi para pembaca blog yang terlalu belum mengerti tentang obligasi, bisa membaca 2 artikel lama saya mengenai obligasi yaitu <a title="Artikel mengenai Obligasi" href="http://janganserakah.com/2008/06/25/bond-james-bond/" target="_blank">Bond&#8230;.James Bond</a> serta <a title="Artikel mengenai Obligasi" href="http://janganserakah.com/2008/06/28/obligasi-suku-bunga-dan-credit-rating/" target="_blank">Obligasi, Suku bunga dan Credit Rating</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kedua artikel tersebut saya telah menjelaskan mengenai resiko investasi obligasi secara umum yaitu resiko suku bunga dan resiko credit rating. Selain kedua resiko itu, para investor ORI harus juga mengetahui resiko yang dialami oleh setiap obligasi yang memberikan bunga yang besarnya tetap (fixed), yaitu resiko inflasi. Jika antara saat ini dan waktu ORI seri 5 itu jatuh tempo (2013) inflasi per tahun di atas 11,45%, maka bunga yang diterima oleh para Investor itu tidak akan cukup utk &#8216;mengejar&#8217; inflasi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/246/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/246/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=246&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/14/ori-seri-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week In Review: 9 Agustus 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/09/edisons-week-in-review-9-agustus-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/09/edisons-week-in-review-9-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 02:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[BI Rate]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Selama menulis artikel seri Week In Review, terkadang ada minggu yang &#8216;sepi&#8217; di mana  relatif tidak ada berita yang menarik untuk dibahas, sehingga saya bingung mau menulis apa. Sebaliknya, juga ada minggu yang begitu &#8216;ramai&#8217; sehingga saya lagi-lagi bingung mau menulis apa, karena tentunya tidak semua hal bisa saya bahas (krn keterbatasan tempat). Minggu ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selama menulis artikel seri Week In Review, terkadang ada minggu yang &#8216;sepi&#8217; di mana  relatif tidak ada berita yang menarik untuk dibahas, sehingga saya bingung mau menulis apa. Sebaliknya, juga ada minggu yang begitu &#8216;ramai&#8217; sehingga saya lagi-lagi bingung mau menulis apa, karena tentunya tidak semua hal bisa saya bahas (krn keterbatasan tempat). Minggu ini masuk dalam kategori yang ke-2 ini.<span id="more-227"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengawali Week In Review minggu ini,  saya ingin menyinggung sedikit dulu mengenai konflik antara Russia dan Georgia di Ossetia Selatan. Konflik ini tentunya sangat tidak seimbang mengingat perbedaan kekuatan di antara keduanya yang begitu besar sehingga bisa diibaratkan sebagai konflik antara kancil dan gajah. Dampak dari konflik ini kepada para investor global sendiri masih sulit diperkirakan, karena tergantung kepada seberapa lama konflik ini berlangsung dan apakah pihak barat (terutama NATO) akan ikut campur, mengingat Georgia adalah negara yang pro-barat (bahkan mempunyai keinginan untuk bergabung dengan NATO)</p>
<p style="text-align:justify;">Berita selanjutnya yang ingin saya bahas adalah mengenai minyak bumi. Dalam beberapa minggu terakhir, terutama semenjak merosotnya harga minyak bumi, saya kerap mendapat pertanyaan &#8216;<em>Mengapa tidak pernah membahas tentang minyak di Week in Review? Padahal itu kan sangat berpengaruh terhadap kondisi saat ini.</em>&#8216;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam 3 minggu terakhir, harga minyak telah turun jauh dari hampir $150/barrel, hingga kemarin ditutup pada kisaran harga $115/barrel. Akibat penurunan yang drastis ini, ramalan angka $70/barrel ataupun $80/barrel mulai santer diucapkan oleh beberapa &#8216;ahli&#8217;. Ibaratnya sebuah lomba, kini para pelaku pasar beradu siapa yang berani mengeluarkan angka ramalan harga minyak yg lebih rendah, sehingga mengingatkan saya pada iklan rokok &#8216;<em>How low can you go?</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena &#8216;<em>How low can you go?</em>&#8216; ini bagi saya sendiri sangat menarik. Ini mengingat baru beberapa bulan yang lalu, arus opini di pasar justru berlomba untuk meramalkan angka yang lebih tinggi, entah apakah itu $150/barrel, $170/barrel, atau bahkan $200/barrel.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, mana yang lebih benar? Apakah harga minyak benar akan turun hingga $70-$80? Atau harga minyak sekedar mengambil nafas untuk kemudian &#8216;tancap gas&#8217; lagi?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, sangat sulit untuk mempunyai gambaran yang jelas mengenai kondisi pasar minyak bumi saat ini. Dalam satu diskusi di thread JanganSerakah di forum kaskus, saya pernah bercerita bahwa berbagai data yang terkait dengan topik ini, tetapi selain sulit didapatkan, data yang didapat pun sulit untuk dianalisa dan digabungkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, ketika kita berkata &#8216;Crude Oil&#8217;, sebenarnya definisi dan batasan penggunaan kata &#8216;Crude Oil&#8217; itu sangat kabur. Ada berbagai jenis minyak bumi, seperti Light crude, Heavy Crude, dan Extra Heavy Crude. Riset yang satu dengan riset yang lain sulit untuk dibandingkan karena batasan yang mereka teliti pun berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesulitan lainnya yang timbul dalam melakukan analisa terhadap pasar minyak bumi adalah akibat data yang kerap tidak akurat. Di beberapa negara, data mengenai cadangan minyak bumi diklasifikasikan sebagai rahasia negara sehingga tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Ada juga kecurigaan bahwa beberapa negara anggota OPEC sengaja memberikan informasi yang tidak akurat karena berbagai alasan (misalnya untuk mendapatkan jatah kuota produksi yang lebih besar)</p>
<p style="text-align:justify;">Sulitnya mendapatkan data yg akurat untuk melakukan analisa ini membuat saya terpaksa memberikan opini yang mungkin berwarna &#8216;abu-abu&#8217; dan bersifat subjektif untuk subjek &#8216;minyak bumi&#8217; ini. Saya pribadi berpendapat bahwa pasar minyak bumi di saat ini sarat dengan kegiatan spekulasi. Mengapa saya bisa sampai mempunyai pendapat seperti ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya teringat akan kejadian di bulan Juni lalu. Ketika itu, harga minyak bumi yang sudah mencapai $130-an dalam waktu singkat turun menjadi $120-an. Penurunan harga yang drastis itu lalu diikuti dengan kenaikan yang drastis sebesar kira-kira 11% hanya dalam 2 hari. Kenaikan drastis ini sempat mengundang komentar miring dari seorang senator USA yg bertanya &#8216;<em>Jika bukan karena spekulator, mengapa minyak bisa naik 11% hanya dalam 2 hari? Apakah di Timur Tengah telah pecah perang baru yang saya belum dengar beritanya?</em>&#8216; Berdasarkan logika, pergerakan liar yang naik turun seperti ini memang biasanya menandakan maraknya aktivitas spekulasi di pasar.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri tidak bisa memperkirakan berapa tepatnya harga minyak bumi di kemudian hari, dan sejujurnya saya bahkan tidak yakin ada analis yang bisa memberikan perkiraan yang &#8216;jitu&#8217; untuk harga minyak bumi di masa depan. Jika di kemudian hari memang ada analis yang perkiraannya harga minyaknya tepat, saya cenderung untuk menganggapnya sebagai &#8216;<em>lucky guess</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun saya tidak mempunyai perkiraan yang &#8216;detail&#8217; untuk harga minyak, saya mempunyai pandangan yang lebih umum/general untuk kondisi di masa depan. Ada opini yang beredar yang mengatakan bahwa era Cheap Oil/minyak murah sepertinya sudah berakhir, dan saya pribadi sangat setuju  dengan pendapat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat dunia sudah terlanjur &#8216;kecanduan&#8217; minyak, dan sulit untuk mengurangi konsumsinya. Untuk mendapatkan contoh real dari &#8216;kecanduan&#8217; ini tidak perlu terlalu jauh, cukup kepada diri kita sendiri. Meskipun harga BBM telah mengalami kenaikan, berapa banyak dari kita yang mengurangi konsumsi BBM kita (misalnya dengan melakukan Car Pooling, dll)? Pertumbuhan permintaan minyak dalam jangka panjang akan cenderung naik, sedangkan kita tahu bahwa minyak adalah komoditas yang tidak bisa diperbaharui sehingga pasokannya akan terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada seorang teman yang kurang setuju dengan pandangan saya ini. Teman tersebut lalu mengambil contoh harga minyak di tahun 1970an yang juga sempat melonjak jauh, tetapi kemudian turun drastis. Saya sendiri merasa keadaan saat ini agak tidak sama dengan kondisi saat itu. Pada era 70-an, kenaikan harga minyak disebabkan oleh karena gangguan pada supply/pasokan akibat krisis Timur Tengah. Pada saat ini, meskipun ada peran spekulator, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa memang terjadi kenaikan  yang besar dalam permintaan/demand minyak bumi akibat pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan dan negara.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam negeri, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI rate menjadi 9% seperti yang diperkirakan oleh banyak pihak. Selain itu juga ada pengumuman rencana penerbitan ORI seri 5 di bulan September yang sudah bisa mulai dipesan di akhir bulan ini. Masa penawaran ORI seri 5 itu adalah dari tanggal 19-29 Agustus. Bagi teman-teman yang berminat bisa menghubungi 18 agen penjual yang ditunjuk:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Permata, Bank Lippo, Bank Panin, Bank Danamon, BII, Bank Mega, Bank Bukopin, Bank NISP, Citibank, Bank Niaga, HSBC, Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas, dan Reliance Securities</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi tentang berapa besarnya Kupon ORI seri 5 ini, tetapi perkiraan saya adalah sekitar 10,75%-11%. Jika besarnya kupon ORI seri 5 di bawah angka ini, saya khawatir &#8216;nasib&#8217;nya akan seperti ORI seri 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder. Oleh karena itu jika ternyata kuponnya di bawah angka tersebut, mungkin perlu dipertimbangkan untuk membeli ORI 5 di pasar sekunder saja, dan tidak melalui penawaran perdana.</p>
<p style="text-align:justify;">Pesan saya untuk para investor yang tertarik untuk membeli ORI, &#8220;<strong>Tidak semua agen penjual itu sama</strong>&#8220;. Masing-masing mengenakan biaya yang berbeda besarnya. Lakukan &#8216;window shopping&#8217; dulu agar bisa mengetahui agen mana yang mengenakan biaya paling murah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/227/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/227/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/09/edisons-week-in-review-9-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>