<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Investor Aktif</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/investor-aktif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Investor Aktif</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Economic Moat: Ciri Saham &#8216;Tahan&#8217; Serangan</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 16:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seseorang yang senang membaca, salah satu topik yang paling menarik minat saya (selain topik investasi tentunya) adalah &#8216;seni perang&#8217;, terutama dalam perang di &#8216;jaman dahulu kala&#8217;. Sejak sekitar kelas 4 SD,  nama-nama &#8216;seniman perang&#8217; seperti Zhuge Liang, Sun Tzu, Alexander, Nobunaga Oda, dan Genghis Khan lebih melekat di kepala saya dibandingkan dengan nama-nama seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1332&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebagai seseorang yang senang membaca, salah satu topik yang paling menarik minat saya <em>(selain topik investasi tentunya)</em> adalah <em>&#8216;seni perang&#8217;</em>, terutama dalam perang di <em>&#8216;jaman dahulu kala&#8217;</em>. Sejak sekitar kelas 4 SD,  nama-nama <em>&#8216;seniman perang&#8217;</em> seperti Zhuge Liang, Sun Tzu, Alexander, Nobunaga Oda, dan Genghis Khan lebih melekat di kepala saya dibandingkan dengan nama-nama seperti Superman, Batman dan lain-lainnya. Tidak pernah bosan rasanya saya mengikuti sepak terjang mereka dalam mengalahkan lawannya dalam kancah peperangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok, sampai di situ saja cerita pribadi tentang saya. Jadi apa kaitan antara (1) investasi, (2) judul artikel ini dan juga (3) celoteh saya tentang kecintaan saya terhadap <em>&#8216;seni perang&#8217;</em>? Penasaran?<span id="more-1332"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita berbicara tentang perang (terutama perang di <em>&#8216;jaman dahulu kala&#8217;</em>), kira-kira gambaran apa yang akan pertama-tama muncul di benak anda? Meskipun jawabannya akan beraneka ragam (pasukan, jenderal, senjata, dll), mungkin tidak sedikit dari teman-teman yang akan menjawab &#8216;Benteng&#8217; (Fortress/(Castle). Ini tentunya tidak aneh mengingat Benteng (Fortress/Castle) memang merupakan salah satu fokus dalam perang di jaman dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perang, nasib suatu kota bahkan negara kerap ditentukan oleh kekokohan bentengnya. Berbagai cara pun digunakan untuk meningkatkan kekokohan pertahanan benteng. Salah satu cara yang paling sering dipakai untuk memperkuat pertahanan sebuah benteng adalah dengan membuat <span style="color:#0000ff;"><strong>Moat</strong></span>, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mungkin bisa dikatakan sebagai parit. Sebuah benteng dengan Moat (parit) di sekelilingnya mempunyai keunggulan dibandingkan dengan benteng tanpa Moat (parit).</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1333" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1333" title="beaumaris_castle_and_moat" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/beaumaris_castle_and_moat.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Benteng dengan Moat (Parit)" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Benteng dengan Moat (Parit)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada jaman dahulu, salah satu cara yang paling umum dipakai oleh pihak lawan untuk memasuki benteng adalah dengan memakai <strong>tangga/scaling ladder</strong> (<a title="Gambar Scaling Ladder" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/ladder.jpg" target="_blank">gambar</a>) dan juga &#8216;<strong>menara penyerbuan&#8217;/Assault Tower</strong> (<a title="Gambar Assault Tower" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/assaulttower.jpg" target="_blank">gambar</a>). Fungsi utama kedua alat tersebut adalah untuk memanjat tembok benteng. Tetapi dengan adanya moat/parit, seperti bisa kita bayangkan, kedua alat tersebut akan sulit untuk dipakai karena pihak penyerbu sulit untuk menghampiri tembok benteng.</p>
<p style="text-align:justify;">Alat lainnya yang sering dijumpai dalam penyerbuan sebuah benteng adalah yang dikenal sebagai <strong>&#8216;pendobrak&#8217;/Battering Ram</strong> (<a title="Gambar Battering Ram" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/batteringram.jpg" target="_blank">gambar</a>). Alat ini dipakai untuk mendobrak pintu benteng. Tetapi dengan adanya moat/parit, lagi-lagi alat ini jadi tidak <em>&#8216;berkutik&#8217;</em> karena pihak yang bertahan tinggal mengangkat jembatan yang menuju ke pintu benteng. Alat tersebut pun tidak bisa menghampiri pintu benteng, karena dihalangi oleh moat/parit.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain ketiga alat di atas, alat yang juga kerap dipakai pihak penyerang adalah <strong>&#8216;Pelontar Batu&#8217;/Catapult</strong> (<a title="Gambar Catapult" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/catapult.jpg" target="_blank">gambar</a>). Fungsi utama alat ini adalah untuk melemparkan batu-batu berukuran besar untuk perlahan-lahan menjebol tembok benteng. Tetapi bahkan jika tembok benteng itu jebol pun, dengan adanya moat/parit, pihak penyerang tetap harus menyeberangi moat/parit sebelum bisa masuk lewat tembok yang sudah &#8216;jebol&#8217; tersebut. Ini tentunya akan mempersulit gerakan pihak penyerbu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbagai manfaat yang saya ceritakan di atas, tidak heran jika mayoritas benteng di jaman dahulu dilengkapi dengan moat/parit <em>(tentunya jika kondisi alamnya memungkinkan)</em>. Semakin lebar dan dalam moat/parit, semakin kuat pertahanan benteng tersebut</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di sini, sebagian teman-teman mungkin mulai bertanya-tanya <em>&#8216;Son, cerita kamu di atas sih sangat <span style="text-decoration:line-through;">menarik</span> membosankan, tetapi apa kaitannya dengan investasi?&#8217; </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya: Karena ternyata &#8216;Moat&#8217; itu juga bisa ditemui dalam dunia usaha dan investasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun tidak diketahui siapa yang menciptakan istilah <strong>&#8216;Economic Moat&#8217;</strong> yang menjadi judul artikel ini, tetapi mungkin boleh dikatakan bahwa istilah tersebut menjadi populer ketika dipakai oleh Warren Buffet. Economic Moat sendiri secara sederhana bisa didefinisikan sebagai <strong><em>&#8220;Keunggulan kompetitif suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya&#8221;</em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan yang memiliki Economic Moat/Parit yang lebar, akan mampu mempertahankan dirinya dari <em>&#8216;serangan&#8217;</em> para kompetitornya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh saya akan memakai contoh <strong>Coca-Cola</strong>. Perusahaan Coca-Cola mempunyai Economic Moat yang besar dalam bentuk &#8216;Merek&#8217;. Merek Coca-Cola telah mempunyai <strong>&#8216;Share of Mind&#8217; (pangsa &#8216;pikiran&#8217;)</strong> yang besar sehingga ketika orang teringat minuman Cola, maka yang terpikirkan pertama oleh mereka kemungkinan besar adalah Coca-Cola.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan saja saya berhasil mendapatkan &#8216;resep rahasia&#8217; milik Coca Cola sehingga saya mampu membuat minuman yang rasanya sama persis dengan Coca-Cola. Minuman tersebut lalu saya produksi dengan merek <strong>JanganSerakah-Cola</strong>. Jika minuman tersebut saya jual dengan harga yang sama dengan Coca-Cola, boleh dipastikan bahwa saya akan gulung tikar dalam waktu yang tidak lama. Ini karena karena minuman produk saya tersebut sulit untuk laku, meskipun rasanya sama persis. Berkat &#8216;Share of Mind&#8217; yang besar, dengan harga yang sama, orang-orang akan lebih memilih untuk membeli Coca-Cola dibandingkan dengan JanganSerakah-Cola. Akibatnya Coca-Cola bisa menjual produknya lebih mahal dibandingkan dengan pesaing kelas &#8216;<em>gurem</em>&#8216; dan bisa menikmati keuntungan yang lebih besar. Keuntungan tersebut lalu digunakan untuk <em>&#8216;perang&#8217;</em> pemasaran dan mempertahankan &#8216;Share of Mind&#8217;-nya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya Economic Moat bukan hanya berbentuk &#8220;Merek&#8221; saja. Moat atau keunggulan kompetitif bisa muncul dalam beberapa bentuk, misalnya keunggulan teknologi, keunggulan biaya dan harga, permodalan dan lain sebagainya. Google misalnya, mempunyai economic moat dalam bentuk keunggulan teknologi Search Enginenya. Sebagai contoh lainnya, kita bisa melihat Carrefour. Perusahaan ritel tersebut mempunyai posisi tawar-menawar yang kuat, sehingga bisa mendapatkan harga yang terbaik dari para produsen barang yang dijualnya. Akibatnya mereka mempunyai moat/keunggulan kompetitif dalam bentuk harga.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apakah setiap perusahaan hanya bisa mempunyai satu keunggulan? Tentunya tidak. Jika kita kembali ke contoh moat/parit dalam peperangan, semakin <span style="text-decoration:underline;">lebar</span> dan <span style="text-decoration:underline;">dalam</span> moat/parit di suatu benteng, semakin baik pertahanannya. Besarnya tingkat keunggulan kompetitif bisa disamakan dengan kedalaman moat/parit. Di sisi lain, semakin banyak  jenis aspek yang menjadi keunggulan kompetitif suatu perusahaan, maka semakin &#8216;lebar&#8217; moat/parit yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, kita lihat kembali contoh Coca-Cola. Apakah moat/keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Coca-Cola hanyalah berbentuk &#8216;Merek&#8217; saja? Tidak, salah satu keunggulan kompetitif utama Coca-Cola justru berada pada jaringan distribusinya. Seperti kita tahu, produk Coca-Cola boleh dikatakan bisa ditemui hampir di setiap negara di dunia ini. Saluran distribusi Coca-Cola juga merupakan salah satu senjata utamanya untuk <em>&#8216;menghabisi&#8217;</em> pesaingnya, karena jaringan distribusinya begitu ekstensif dan dikelola dengan baik.</p>
<p>Jadi, bisa kita lihat bahwa moat yang dimiliki oleh Coca-Cola selain &#8216;dalam&#8217; juga &#8216;lebar&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya mengapa hingga kini boleh dikatakan di dunia ini hanya ada dua minuman Cola utama, yaitu Coca-Cola dan Pepsi Cola. Minuman Cola merek lain hanya bisa memperebutkan <em>&#8216;remah-remah&#8217;</em> sisa dari Coca-Cola dan Pepsi-Cola, dan sulit sekali untuk bisa menembus dominasi kedua merek minuman Cola tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa kaitan semua hal di atas dengan Investasi?</p>
<p style="text-align:justify;">Warren Buffet, kerap kali mengatakan bahwa perusahaan yang bisa memberikan keuntungan kepada para investornya  adalah perusahaan yang mempunyai economic moat yang lebar dan dalam. Perusahaan yang mempunyai ciri seperti ini, biasanya mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan tingkat keuntungannya. Tentunya ini akan memberikan dampak yang positif kepada para investor perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika suatu perusahaan tidak mempunyai economic moat, maka perusahaan itu lebih rentan terhadap &#8216;<em>serangan&#8217;</em> pesaingnya. Umumnya, ini akan berujung pada <em>&#8216;perang harga&#8217;</em> yang pada akhirnya tentu akan menurunkan tingkat keuntungan perusahaan tersebut. Hasil yang diterima oleh investor pun akhirnya mengecewakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep <em>&#8220;Economic Moat&#8221;</em> dalam investasi yang dipopulerkan oleh Buffet ini boleh dikatakan merupakan buah pemikiran <span style="color:#0000ff;"><strong>Philip Fisher</strong></span>. Jika Ben Graham kerap dicap sebagai bapak Analisa Fundamental Kuantitatif, maka bisa dikatakan Fisher adalah bapak Analisa Fundamental Kualitatif. Buffet sendiri kerap mengakui bahwa gaya investasinya adalah <em>&#8220;85% Ben Graham dan 15% Philip Fisher&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pertanyaan bagi para calon investor:</strong></span><br />
</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Carilah satu contoh perusahaan/bisnis yang menurut anda mempunyai Economic Moat yang lebar/dalam. Coba uraikan apa economic moat perusahaan tersebut menurut anda</em></li>
</ul>
<p><em>atau jika anda inginkan, bisa juga :</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Carilah satu contoh perusahaan/bisnis yang menurut anda <strong>TIDAK</strong> mempunyai Economic Moat yang lebar/dalam. Coba uraikan alasan anda.</em></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1332&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/beaumaris_castle_and_moat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">beaumaris_castle_and_moat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Tahunan Warren Buffet Kepada Pemegang Saham (2009)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 03:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; In GOD we trust; All Others PAY CASH! anonymous &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><em>In GOD we trust; All Others PAY CASH!</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>anonymous</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun 2008 lalu berbagai institusi finansial &#8216;<em>enggan</em>&#8216; untuk mengucurkan kredit. Kondisi tersebut, kata Buffet, mengingatkan kepada tulisan yang kerap dibacanya di berbagai restoran sewaktu ia muda : &#8220;In GOD we trust; All Others Pay Cash&#8221; <em>(terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira: &#8220;Kalau Tuhan, kami percaya; Tapi selain Tuhan semua harus bayar cash, krn tidak dipercaya sehingga tidak boleh hutang)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Surat tahunan Buffet sendiri biasanya termasuk salah satu bacaan <em>&#8216;wajib&#8217;</em> rutin bagi investor. Dalam artikel ini, saya akan menuliskan beberapa point utama dari surat Buffet tahun ini <em>(meskipun tentunya akan lebih baik jika anda mencoba membaca sendiri surat dari Buffet tersebut, yg bisa didownload di <a href="http://www.berkshirehathaway.com/letters/2008ltr.pdf" target="_blank">sini</a>).</em> Dalam membahas surat Buffet ini, saya sebisa mungkin menterjemahkan sesuai bentuk aslinya, tetapi ada beberapa bagian yg saya <em>&#8216;re-phrase&#8217;</em> agar lebih &#8216;enak&#8217; dibaca.<span id="more-1227"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Investasinya di tahun 2008:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Sepanjang tahun 2008, saya melakukan beberapa hal bodoh dalam investasi. Saya melakukan setidaknya satu kesalahan besar dan beberapa kesalahan kecil yang juga menyakitkan. Saya akan menceritakan kepada anda tentang hal ini kemudian. Saya juga melakukan beberapa kesalahan dimana saya tidak bertindak apa-apa padahal muncul data dan fakta baru yang  seharusnya membuat saya menganalisa kembali pemikiran saya dan melakukan tindakan dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain daripada itu, nilai pasar dari obligasi dan saham yang kami miliki mengalami penurunan yang cukup besar seiring dengan penurunan yang terjadi di pasar. Ini sama sekali tidak merisaukan Charlie (partner Buffet) dan saya. Malahan kami biasanya menyukai penurunan harga seperti ini jika kami mempunyai dana untuk menambah jumlah kepemilikan kami. Dahulu, Ben Graham mengajarkan kepada saya bahwa<em> &#8220;Harga (Price) adalah apa yang kamu bayar, Nilai (Value) adalah apa yang kamu dapat&#8221;</em>. Baik membeli Socks (kaus kaki) ataupun Stocks  (saham), saya senang membeli barang bermutu ketika harganya sedang murah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal surat ini, saya telah menulis bahwa saya melakukan satu kesalahan besar. Atas inisiatif saya sendiri (tanpa masukan dari Charlie), saya membeli sejumlah besar saham perusahaan <strong>ConocoPhillips</strong> ketika harga minyak dan gas berada di dekat puncaknya. Saya gagal mengantisipasi jatuhnya harga komoditas energy yang begitu drastis dalam setengah tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi masih percaya bahwa ada kemungkinan yang cukup besar bahwa di masa depan harga minyak akan jauh lebih tinggi daripada harganya sekarang yang sekitar $40-$50 per barrel. Tetapi sejauh ini, saya masih terbukti salah besar. Bahkan jika harga di kemudian hari naik, waktu pembelian saya yg salah (membeli di dekat puncak) telah menyebabkan kerugian Berkshire sebesar beberapa milyar dollar.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga membuat beberapa kesalahan kecil lainnya, tetapi sayangnya tidak cukup &#8216;kecil&#8217;. Sepanjang tahun 2008, saya membeli dua bank di Irlandia yang menurut saya murah, seharga $244 juta. Di akhir tahun 2008, nilai investasi ini tinggal sebesar $27 juta, alias kerugian sebesar 89%. Sejak akhir tahun, kedua saham tersebut bahkan telah lebih merosot lagi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo0&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang ekonomi dan bursa saham:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Amerika &#8211; dan banyak negara lainnya &#8211; terperangkap di dalam siklus feedback-negatif yang menyakitkan. Rasa Takut menyebabkan bisnis-bisnis berkontraksi (menciut), dan kontraksi ini lalu menyebabkan Rasa Takut yang lebih hebat lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Spiral pelemahan ekonomi ini telah membuat pemerintahan kita mengambil tindakan yang ekstrim. Dalam istilah permainan kartu Poker, Departemen Keuangan dan Bank Sentral telah &#8220;<strong>ALL IN</strong>&#8221; <em>(<strong>Edison:</strong> istilah ini dipakai untuk menggambarkan situasi dimana pemain poker mempertaruhkan SEMUA uangnya)</em>. <em>&#8216;Obat&#8217;</em> ekonomi yang dahulu diberikan dalam dosis kecil kini ibaratnya diberikan dalam bentuk drum. Dosis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini boleh dikatakan akan selalu menimbulkan efek yang tidak diinginkan (negatif) dikemudian hari. Seperti apa efek negatif yang akan timbul? Sulit dikatakan, tetapi salah satu kemungkinan terbesarnya adalah serangan inflasi.</p>
<p>&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Baik Charlie (partner Buffet) maupun saya, tidak dapat meramalkan apakah di tahun ini bursa saham akan &#8216;naik&#8217; atau &#8216;turun&#8217; (dan menurut kami, tiada seorangpun yang bisa). Kami bisa yakin bahwa keadaan ekonomi akan menyedihkan sepanjang tahun 2009 ini &#8211; dan kemungkinan kondisi ini bahkan akan berlangsung cukup lama setelah itu. Tetapi kesimpulan tersebut tidaklah memberikan petunjuk apa-apa tentang nasib bursa saham (apakah akan naik atau turun)</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Leveraged Buy Out/Private Equity:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Edison:</strong> Mungkin ada baiknya saya jelaskan dahulu sedikit tentang apa itu Leveraged-Buy-Out (LBO). LBO itu adalah praktek dimana suatu perusahaan (A) membeli/mengambil alih suatu perusahaan lain (B), tetapi untuk membayar pembelian tersebut, perusahaan A sebagian besar menggunakan hutang dan hutang tersebut didapat dengan menjaminkan asset perusahaan B. Hutang tersebut lalu &#8216;dibebankan&#8217; kepada operasional perusahaan B, dimana pendapatan dan laba PT. B akan dipakai untuk melunasi hutang tersebut.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bingung? Sederhananya begini: Jika misalkan saya hanya punya uang Rp 5 Milyar, tetapi ingin membeli PT. X seharga Rp 50 milyar dengan cara LBO, saya menghampiri sebuah bank dan memberikan proposal : Saya mau pinjam uang Rp 45 Milyar. Uang ini akan saya pakai untuk membeli PT. X, sebagai jaminannya, setelah PT. X itu saya beli, assetnya akan saya jadikan sebagai jaminan hutang Rp 45 milyar tersebut.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dalam hal ini, perusahaan yang menjadi &#8216;target&#8217; LBO biasanya adalah perusahaan-perusahaan &#8216;bagus&#8217; yang mempunyai arus pendapatan dan laba yang stabil, tidak mempunyai hutang ataupun hutangnya kecil, serta mempunyai nilai asset fisik yang relatif tinggi (utk dijadikan jaminan). Dalam prakteknya, bisa diibaratkan perusahaan yg dibeli dengan cara LBO itu menjadi &#8216;sapi perah&#8217;, dimana pemilik yg baru (pelaku LBO) kerap memerah habis-habisan perusahaan yg dibeli tersebut agar modal yang dikeluarkannya cepat kembali. Seringkali terjadi perusahaan yg dibeli dengan cara LBO akhirnya tumbang karena tidak sanggup menanggung beban hutang yg terlalu besar.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Salah satu &#8216;usaha&#8217; utama Buffet adalah membeli perusahaan/bisnis lain yang dianggapnya bagus. Tetapi untuk melakukan pembelian bisnis tersebut, Buffet tidak (atapun sedikit sekali) menggunakan hutang, melainkan dana yang memang dimiliki oleh perusahaannya.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Dahulu, pesaing kami dikenal sebagai &#8220;Operator LBO&#8221;. Tetapi nama LBO kemudian mendapatkan reputasi negatif <em>(<strong>Edison: </strong>karena hal yg saya ceritakan di atas)</em>. Perusahaan-perusahaan tersebut lalu memutuskan untuk &#8216;ganti nama&#8217;, tetapi pada dasarnya cara operasi mereka tidak berubah (seperti struktur fee/biaya dan penggunaan hutang yang sangat besar).</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan-perusahaan tersebut kini memakai &#8216;label&#8217; baru : Private Equity, nama yang aneh karena justru porsi ekuitas di perusahaan yang dibeli malah semakin kecil (karena porsi hutang/Liabilities semakin besar). Sebagian perusahaan-perusahaan yang dibeli oleh Private Equity 2-3 tahun lalu, kini dalam bahaya besar karena hutang yang dibebankan kepada mereka. Tetapi perusahaan-perusahaan Private Equity, justru tidak terlalu berminat menambah modal mereka di perusahaan yang mereka beli <em>(untuk memperbaiki kondisi perusahaan tersebut)</em>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Back-Testing:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Edison:</strong> Back Testing merupakan salah satu cara yg paling sering dipakai utk &#8216;meyakinkan &#8216;investor. Anggaplah saya memakai satu &#8216;formula&#8217; untuk memilih saham. Saya lalu menguji &#8216;formula&#8217; saya tersebut dengan cara back-testing, alias menggunakan data-data di masa lampau. Ketika hasil pengujian tersebut bagus, saya pun lalu mengumumkan bahwa &#8220;Formula memilih saham versi saya ini berhasil! Jika saya membeli saham dengan memakai formula ini sejak 20 tahun lalu (menggunakan data lama), maka investasi saya akan menghasilkan XXXX%!!!!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Model-model penghitungan “Back-tested” selalu sarat dan rentan dengan kesalahan. Meskipun demikian di dunia finansial, model &#8216;back-testing&#8217; kerap dipakai sebagai &#8216;petunjuk&#8217; masa depan. <em>(dengan sedikit nada sinis)</em> Jika dengan sekedar melihat data finansial di masa lampau kita bisa meramalkan masa depan, maka daftar orang orang terkaya dunia akan penuh dengan pustakawan (Librarians).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Investor haruslah mempunyai sifat skeptis terhadap model-model yang berdasarkan data historikal (Edison: Technical Analysis termasuk dalam kategori ini). Model-model ini memang cenderung terlihat sangat mengesankan, karena menggunakan istilah dan symbol bahasa latin spt Beta, Gamma, Sigma, dll. Investor seringkali lupa memeriksa apakah asumsi dibelakang simbol-simbol tersebut valid atau tidak. Saran kami: Hati-hati dengan formula yang penuh simbol Latin</p>
<p style="text-align:justify;"><em>(<strong>Edison:</strong> Mengenai &#8220;formula yg penuh simbol latin&#8221;, dalam surat tersebut, sebenarnya tertulis &#8220;Geek Bearing Formula&#8221;. Saya kurang jelas apakah itu karena salah pengetikan dan asumsi saya, yang ingin ditulis itu adalah &#8220;Greek Bearing Formula&#8221;. Tetapi jika asumsi saya salah, dan Buffet memang ingin menulis &#8220;Geek Bearing Formula&#8221;, maka terjemahan kasarnya adalah &#8220;formula yg penuh dengan orang-orang aneh&#8221;, ataupun &#8220;formula yg terkesan geek&#8221;. Kata Geek sendiri dalam bahasa Inggris itu dikonotasikan sebagai orang-orang yg &#8216;aneh&#8217; tapi &#8216;pintar&#8217;.)</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya dalam surat tersebut masih ada beberapa hal lagi yang menarik untuk dilihat, seperti misalnya penjelasan Buffet mengenai mengapa ia masuk ke instrumen derivatif (Options), padahal selama ini ia terkenal sangat &#8216;anti&#8217; instrumen derivatif. Tetapi karena  topik tersebut membutuhkan penjelasan yg agak panjang, (sedangkan artikel ini sudah termasuk panjang), saya tidak akan membahasnya dalam artikel ini (mudah-mudahan bisa saya bahas di kesempatan lain).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Salah Dengan Artikel Seri &#8220;Laporan Keuangan&#8221;?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/02/apa-yang-salah-dengan-artikel-seri-laporan-keuangan/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/02/apa-yang-salah-dengan-artikel-seri-laporan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 07:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[Berkat polling yang diadakan dalam &#8216;kontes&#8217; iseng kemarin, saya mendapatkan masukan yang sangat berarti bagi saya, terutama dalam penulisan dan penyajian artikel di blog ini. Salah satu masukan yang paling mengena bagi saya adalah mengenai artikel Seri &#8220;Mengenal Laporan Keuangan&#8221;, dimana tidak sedikit di antar teman-teman yang merasa kesulitan untuk memahami artikel seri tersebut. Mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1229&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berkat polling yang diadakan dalam &#8216;kontes&#8217; iseng kemarin, saya mendapatkan masukan yang sangat berarti bagi saya, terutama dalam penulisan dan penyajian artikel di blog ini. Salah satu masukan yang paling mengena bagi saya adalah mengenai artikel Seri &#8220;Mengenal Laporan Keuangan&#8221;, dimana tidak sedikit di antar teman-teman yang merasa kesulitan untuk memahami artikel seri tersebut. Mendapat masukan tersebut, saya pun meluangkan waktu saya untuk melihat kembali artikel seri tersebut dan mencoba menemukan apa yang &#8216;kurang&#8217; dalam penyampaian saya, ataupun bisa lebih saya perbaiki. Setelah beberapa lama, barulah saya menyadari kekurangan terbesar dari artikel seri itu. <span id="more-1229"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata selama ini saya lupa mempertimbangkan bahwa tidak sedikit pembaca blog ini yang bahkan tidak pernah melihat Laporan Keuangan itu seperti apa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ibaratnya mungkin seperti ini&#8230; Jika misalkan seseorang belum pernah melihat binatang Tapir (maupun gambarnya) seumur hidupnya, maka cara termudah untuk menjelaskan Tapir itu seperti apa, tentunya adalah dengan memperlihatkan gambar Tapir tersebut. Jika seandainya saya hanya mengatakan bahwa :</p>
<ul>
<li>Hidungnya agak mirip belalai gajah</li>
<li>Badannya mirip babi</li>
<li>Warnanya belang hitam putih</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Maka bisa jadi orang tersebut malah  membayangkan binatang jadi-jadian kombinasi antara Gajah dan Babi dengan warna belang-belang seperti Zebra (ada yg bisa menggambarkan ilustrasi binatang jadi-jadian ini? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Yang pasti, kemungkinan besar Tapir dalam bayangan orang tersebut akan sangat berbeda dengan Tapir sesungguhnya..</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, saya pikir ada baiknya saya memberikan sebuah &#8216;gambar&#8217; tentang Laporan Keuangan sebagai &#8216;tambahan&#8217;/supplemen artikel seri Laporan Keuangan. Saat ini, yang baru saya buat barulah &#8216;gambar&#8217; Balance Sheet (Neraca) yang sudah sangat saya sederhanakan (tidak rumit). File ini saya buat dalam bentuk file EXCEL dan bisa <span style="text-decoration:underline;">didownload melalui Widget Box.net</span> di samping kanan blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Harapan saya adalah dengan mencetak file yang saya buat tersebut, sambil melihat kembali artikel seri laporan keuangan, anda lebih bisa memahami penjelasan saya tentang laporan keuangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> Contoh Laporan Rugi/Laba dan Cash Flow belum sempat saya buat dan akan menyusul di kemudian hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1229&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/02/apa-yang-salah-dengan-artikel-seri-laporan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (7)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/01/18/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-7/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/01/18/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 00:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 6) Costs of Goods Sold (COGS) Dalam bahasa Indonesia Cost of Goods Sold dikenal sebagai HPP atau Harga Pokok  Penjualan (ada juga yang menyebutnya sebagai Harga Pokok Produksi). Ini merupakan segala biaya yg dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses membeli dan memproses bahan baku hingga menjadi Produk (Barang Jadi) yg dijual perusahaan itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=776&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://janganserakah.com/2008/11/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-6/" target="_self">(sambungan dari part 6)</a></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Costs of Goods Sold (COGS)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bahasa Indonesia Cost of Goods Sold dikenal sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">HPP</span></strong> atau <strong>Harga Pokok  Penjualan</strong> (ada juga yang menyebutnya sebagai Harga Pokok Produksi). Ini merupakan segala biaya yg dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses membeli dan memproses bahan baku hingga menjadi Produk (Barang Jadi) yg dijual perusahaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya COGS ini terdiri dari 3 komponen utama :<span id="more-776"></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Direct Materials/Pembelian Bahan Baku Langsung</span></strong>, ini merupakan segala material yg masuk ke dalam barang Jadi.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Direct Labor/Tenaga kerja Langsung</span></strong>, yaitu segala biaya tenaga kerja yg dipakai utk memproses bahan baku menjadi barang jadi. Tenaga karyawan perusahaan yg tidak berkaitan dengan proses produksi, misalnya tenaga akunting, tidak dimasukkan di sini.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Manufacturing Overhead</span></strong>, yaitu segala biaya lainnya yang dikeluarkan yang terkait dengan proses produksi, tetapi tidak termasuk ke dalam kategori Direct Materials ataupun Direct Labor. Contohnya dalam hal ini adalah misalnya penyusutan mesin, biaya listrik untuk operasi mesin, dll.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hasil pengurangan Sales (Penjualan) dengan COGS, adalah disebut <span style="color:#0000ff;"><strong>Gross Profit</strong></span> ataupun <span style="color:#0000ff;"><strong>Gross Income</strong></span> (di Indonesia dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>Laba Kotor</strong></span>).</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Operating Costs</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Income Statement, Gross Profit di atas lalu dikurangi lagi dengan biaya yang dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>Operating Costs</strong></span>. Biaya-biaya yang termasuk ke dalam kategori ini adalah berbagai biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam operasional utamanya, tetapi tidak terkait dengan proses &#8216;produksi&#8217;-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, gaji karyawan administrasi dan accounting akan dimasukkan ke dalam biaya ini. Demikian juga dengan gaji tenaga sales dan marketing. Ini karena pegawai-pegawai tersebut tidak terlibat secara langsung di proses produksi. Contoh lainnya biaya yang termasuk ke dalam operating costs misalnya adalah biaya promosi dan iklan ataupun penyusutan asset-asset perusahaan yang tidak terkait dengan proses produksi, spt mobil operasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil pengurangan Gross Profit dengan Operating Costs akan menghasilkan <span style="color:#0000ff;"><strong>Operating Profit</strong></span> atau dikenal juga sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">Operating Income</span></strong>. Perlu diketahui bahwa Operating profit ini adalah salah satu angka yang paling diperhatikan seorang Value Investor dalam melakukan analisa fundamental laporan keuangan. Alasannya sederhana, yaitu karena pada intinya ketika seseorang membeli saham, ia membeli bisnis di belakang saham tersebut, dan pada akhirnya nilai sebuah bisnis sakan angat tergantung kepada kemampuan bisnis tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari operasinya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam part 6 artikel ini, saya telah menuliskan bahwa setiap Income Statement terdiri dari 3 komponen utama, yaitu Revenue (pendapatan), Costs (Biaya) dan Net Income. Sampai saat ini, kita telah melihat 2 komponen pertama, tetapi sebelum kita sampai ke komponen ke 3 (Net Income), kerap kali kita akan menemukan komponen kecil, yaitu<span style="color:#0000ff;"><strong> Non-Operating Income &amp; Expenses<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Non-Operating Income &amp;</strong> <strong>Expenses</strong> dalam suatu Income Statement, mencatat berbagai pendapatan dan pengeluaran perusahaan yang tidak terkait dengan operasional utama perusahaan. Sebagai ilustrasi, pendapatan yang termasuk ke dalam kategori ini adalah bunga dan deviden yang diterima perusahaan dari berbagai investasinya di obligasi dan saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kategori ini, ada juga suatu pengeluaran yang perlu diperhatikan, yaitu Extraordinary Item atau juga kerap dikenal sebagai Non-Recurring Charges. Pengeluaran ini pada awalnya dipakai untuk mencatat segala pengeluaran yang &#8216;tidak terduga&#8217; dan tidak akan terjadi setiap tahun, misalnya saja kerugian akibat bencana banjir. Tetapi dalam perjalanannya, tidak sedikit perusahaan yang menyalah-gunakan pengeluaran ini dengan memasukkan hal-hal yang sebenarnya kurang layak dimasukkan&#8217;. Oleh karena itu, investor perlu waspada jika menemukan biaya Non-Recurring Charges yang keluar terus menerus secara rutin di setiap laporan keuangan dalam jumlah yang relatif besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Operating Income ditambahkan dengan dengan Non-Operating Income &amp; Expenses akan menghasilkan suatu angka yang dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>EBIT (Earnings Before Interest and Tax)</strong></span>. Ini karena angka ini menunjukkan seluruh keuntungan perusahaan dalam tahun itu, sebelum dipotong pengeluaran untuk membayar bunga (interest) utk pinjamannya dan juga pajak (tax).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, terkait dengan <span style="color:#0000ff;"><strong>EBIT</strong></span>, ada suatu angka pula yang mungkin akan kerap ditemukan teman-teman pembaca, yaitu <span style="color:#0000ff;"><strong>EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization)</strong><span style="color:#888888;"><span style="color:#000000;">. Angka EBITDA bisa didapatkan dengan cara menambahkan EBIT dengan seluruh nilai Depreciation (penyusutan) dan juga Amortization (amortisasi) yang ada di dalam Income Statement. </span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><span style="color:#000000;">Angka EBITDA ini sendiri kerap diumbar oleh pihak-pihak tertentu karena angka Earnings (laba) ini tentunya akan lebih besar dibandingkan dengan EBIT. Alasan yg kerap dipakai oleh para pemakai EBITDA adalah bahwa mereka menganggap depresiasi dan amortisasi bukan pengeluaran riil, karena perusahaan sebenarnya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk depresiasi dan amortisasi. Tetapi Warren Buffet menentang sekali pihak manajeman perusahaan yang menggunakan angka EBITDA, dan pernah mengeluarkan komentar di bawah ini:<em><br />
</em></span></span></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><span style="color:#000000;"> &#8216;Depreciation and Amortization are REAL costs! </span></span></span>References to EBITDA make us shudder—does management think the tooth fairy pays for capital expenditures?&#8217; </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(depresiasi dan amortisasi adalah biaya riil! Pemakaian angka EBITDA membuat kami bergidik-Apakah pihak manajemen berpikir bahwa peri yg baik hati yang akan membayar untuk pembelian barang modal&#8217;?)</em></p>
</blockquote>
<p>Charlie Munger, partner Buffet pun mempunyai komentar yang tidak kalah kerasnya mengenai penggunaan EBITDA:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8216;Wherever you read EBITDA, you should substitute itu with BULLSHIT EARNINGS&#8217;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(setiapkali anda membaca kata EBITDA, anda harus menggantikannya dengan kata LABA OMONG KOSONG)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, EBITDA bukan angka resmi yang diakui dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali kepada angka EBIT, dalam Income Statement angka EBIT diproses lebih lanjut yaitu dengan cara mengurangkannya dengan Interest (bunga) dan Tax (pajak) yang harus dibayarkan oleh perusahaan itu. Setelah dikurangi dengan Interest dan Tax, maka didapatkanlah komponen utama ke 3 dalam Income Statement, yaitu  <span style="color:#0000ff;"><strong>Net Earnings</strong></span> perusahaan tersebut, yang di Indonesia biasanya dikenal sebagai Laba Bersih sesudah pajak.</p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung ke part 7)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=776&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/01/18/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (6)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/11/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-6/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/11/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 5) Entah mengapa, akhir-akhir ini saya semakin pelupa. Tadi pagi ketika sedang melihat ulang isi blog, saya melihat part 5 artikel seri ini dan membaca: Bagi para pembaca artikel seri ini, saya minta maaf dulu sebelumnya karena part ini baru sempat saya buat sekarang. Ini merupakan bagian terakhir dari artikel seri ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=676&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">(<a title="Baca Part 5 Seri Ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/21/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-5/" target="_self">sambungan dari part 5</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Entah mengapa, akhir-akhir ini saya semakin pelupa. Tadi pagi ketika sedang melihat ulang isi blog, saya melihat part 5 artikel seri ini dan membaca:</p>
<blockquote><p>Bagi para pembaca artikel seri ini, saya minta maaf dulu sebelumnya karena part ini baru sempat saya buat sekarang. <span style="color:#0000ff;">Ini merupakan bagian terakhir dari artikel seri ini, dan selanjutnya akan diteruskan oleh artikel seri Rasio Keuangan Sederhana</span>.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Setelah membaca isi part 5, saya langsung tertegun. Loh, rupanya saya baru selesai membahas Balance Sheet (Neraca Keuangan) saja, sedangkan Income Statement (Laporan Laba Rugi) dan Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas) belum sempat saya bahas. Ternyata artikel seri ini belum selesai&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Ok.. back to work&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel kali ini, kita akan mulai berkenalan dengan Income Statement (Laporan Laba Rugi)&#8230;<span id="more-676"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita dahulu membahas tentang Balance Sheet/Neraca Keuangan, saya pernah mengibaratkan Neraca seperti suatu &#8220;foto&#8221; dari perusahaan. Sebuah foto, hanya menggambarkan keadaaan pada detik foto itu diambil, dan tidak memberikan gambaran sesudah atau sebelumnya. Demikian juga Balance Sheet (Neraca Keuangan), ia  hanya bisa menggambarkan kondisi perusahaan pada tanggal tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, jika sebuah Balance Sheet bisa diibaratkan sebagai &#8220;foto&#8221;, maka mungkin Income Statement (Laporan Laba Rugi)  bisa kita ibaratkan sebagai &#8220;video&#8221; yang menggambarkan bagaiman operasi perusahaan selama periode tertentu. Mirip dengan sebuah video, sebuah Income Statement akan bisa memberikan gambaran bagaimana &#8216;gerakan&#8217; perusahaan selama periode itu. Kita bisa melihat, misalnya, bagaimana keuntungan perusahaan di periode ini, berapa nilai penjualan, berapa biaya produksi, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Analisa terhadap Income Statement penting karena:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li> Laporan ini memberikan kita informasi ttg bagaimana hasil operasi selama periode (1 tahun ataupun 3 bulan terakhir)</li>
<li>Dengan berdasarkan informasi di atas, kita bisa membuat suatu  &#8220;perkiraan&#8221; (ingat, hanya perkiraan) keuntungan perusahaan di masa depan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jadi apa saja komponen yg terkandung dalam sebuah Income Statement?</p>
<p style="text-align:justify;">Secara garis besar, Income Statement berisi 3 komponen utama, yaitu :</p>
<ol>
<li> Revenue (Pendapatan)</li>
<li>Costs (Segala Biaya &amp; Pengeluaran)</li>
<li>Net Income (ini merupakan selisih antara seluruh Revenue dan berbagai Costs).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Ketiga komponen ini disusun berurut dari atas seperti hitungan pengurangan bertingkat, yaitu pertama tama komponen Revenue di paling atas, lalu dibawahnya dikurangi dengan berbagai komponen Costs (Biaya/Pengeluaran), dan yang terakhir adalah Profit/Loss (yg merupakan hasil pengurangan Revenue dengan Costs). Untuk mengingat susunan ini tentu tidak sulit karena saya yakin tidak ada orang yang tidak tahu &#8216;<em>aturan</em>&#8216; bahwa Pendapatan (1) dikurangi Pengeluaran (2) adalah Laba/Rugi (3)</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita akan mencoba melihat satu per satu ke 3 komponen ini dari paling atas.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Revenue (Pendapatan)<strong><br />
</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">Revenue (Pendapatan) utama dari sebuah perusahaan biasanya didapat dari <span style="text-decoration:underline;">operasi di bisnis utamanya</span> (core business). Sebuah pabrik sepatu, tentunya mendapatkan pendapatan utamanya dari penjualan sepatu. Akan aneh jika misalnya pendapatan terbesar pabrik sepatu itu justru adalah dari hasil menyewakan propertinya (<em>bukan tidak mungkin, hanya saja akan &#8216;aneh&#8217;</em>). Oleh karena alasan inilah maka Revenue (Pendapatan) yang menjadi &#8216;fokus&#8217; dari sebuah Income Statement adalah Revenue (Pendapatan) dari operasi perusahaan itu (Operating Revenue).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari mana suatu perusahaan mendapatkan pendapatan operasinya? Tentu saja dari penjualan (alias Sales), baik apakah berbentuk barang ataupun jasa. Oleh sebab itulah, Operating Revenue ini kerap kali dipanggil dengan istilah yg lebih &#8216;<em>memasyarakat</em>&#8216;, yaitu Sales (ataupun Sales Revenue).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> Sales ini terkadang dikenal juga dengan istilah informal &#8216;Top Line&#8217; karena Sales ini ditempatkan di baris (line) paling atas (top) dari income statement.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lalu apakah artinya semua penjualan yang dilakukan oleh perusahaan akan dimasukkan sebagai Sales? Bagaimana jika selama 1 tahun ini perusahaan menjual 1 juta pasang sepatu, tetapi ada retur (pengembalian) barang sebesar 20 ribu pasang? Atau bagaimana jika harga &#8216;asli&#8217; 1 juta pasang sepatu itu adalah Rp 100 ribu, tetapi 50 ribu pasang di antaranya dijual dengan &#8216;diskon&#8217; 35%?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, Sales yang diperhitungkan adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>Net Sales</strong></span> (Penjualan Bersih), yang telah memperhitungkan berbagai retur (pengembalian) ataupun berbagai hal seperti di atas.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Cost (Biaya/Pengeluaran)</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Jika pendapatan terbesar dari suatu perusahaan adalah berasal dari Sales (Penjualan) produknya (baik barang ataupun jasa, maka umumnya pengeluaran (biaya) terbesar  untuk operasinya adalah terkait dengan produksi barang atau jasa tersebut. Sebuah pabrik sepatu, misalnya, mungkin akan mempunyai pengeluaran terbesar dalam bentuk pembelian bahan baku dan juga tenaga kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itulah maka biaya yang pertama-tama dilihat dalam sebuah Income Statement adalah pengeluaran atau biaya untuk menghasilkan &#8216;produk yang dijual&#8217; (baik barang ataupun jasa). Sebuah pabrik sepatu misalnya, mungkin komponen terbesar untuk biaya ini adalah dalam bentuk pembelian bahan baku.</p>
<p style="text-align:justify;">Komponen biaya/pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan utk menghasilkan produknya ini dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>Cost of Goods Sold (COGS)</strong><span style="color:#000000;">.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kita akan melihat lebih jauh lagi tentang COGS ini di artikel selanjutnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung ke part 7)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/676/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=676&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/11/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (5)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/21/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-5/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/21/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 12:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[(bersambung dari part 4) Bagi para pembaca artikel seri ini, saya minta maaf dulu sebelumnya karena part ini baru sempat saya buat sekarang. Ini merupakan bagian terakhir dari artikel seri ini, dan selanjutnya akan diteruskan oleh artikel seri Rasio Keuangan Sederhana. Sebagai catatan penting di bagian terakhir ini, perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=647&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="Baca Part 4 Seri Ini" href="http://janganserakah.com/2008/09/23/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-4/" target="_self">(bersambung dari part 4)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para pembaca artikel seri ini, saya minta maaf dulu sebelumnya karena part ini baru sempat saya buat sekarang. Ini merupakan bagian terakhir dari artikel seri ini, dan selanjutnya akan diteruskan oleh artikel seri Rasio Keuangan Sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan penting di bagian terakhir ini, perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa apa yang saya tuliskan dalam artikel seri ini, seperti terlihat dari judulnya, hanyalah merupakan pengenalan sekilas dari laporan keuangan. Tujuan utama saya membuat artikel seri ini hanyalah sebagai referensi sehingga ketika di artikel lanjutan mengenai rasio-rasio keuangan, teman-teman yang tidak berlatar belakang pendidikan ekonomi bisa lebih memahami apa yang saya bicarakan.<span id="more-647"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2 style="text-align:justify;">EQUITY</h2>
<p style="text-align:justify;">Setelah ASSET dan LIABILITIES, maka komponen dari Neraca Keuangan terakhir adalah Equity atau dikenal jg sbg Shareholder Equity (Ekuitas Pemegang Saham). Equity merupakan nilai &#8220;kepemilikan&#8221; para pemegang saham itu setelah segala asset perusahaan dipotong dengan nilai seluruh hutang. (Ingat: Assets=Liabilities+Equity).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Neraca, beberapa komponen Equity yang umum ditemukan adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>I. Preferred Stocks</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Preferred Stock secara sederhana adalah saham &#8220;khusus&#8221;. Perbedaannya dengan Common Stock (saham biasa) ada dua.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama adalah bahwa pemilik Preferred Stock akan mendapatkan &#8216;dividen&#8217; khusus, yang tidak sama dengan dividen yang diterima oleh saham biasa. Dividen yang diterima oleh Preferred Stocks besarnya selalu tetap, sehingga mirip dengan bunga obligasi. Meskipun demikian, <span style="color:#0000ff;">dividen ini hanya akan dibayarkan jika keadaan keuangan perusahaan memungkinkan</span>, alias keuntungan mencukupi. Ini tentu berbeda dengan bunga obligasi yang harus dibayarkan tanpa perduli apakah perusahaan untung ataupun rugi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika keadaan keuangan perusahaan tidak memungkinkan (misalnya perusahaan rugi), ada dua kemungkinan yang akan terjadi dengan pembagian dividen Preferred Stocks (tergantung jenis preferred stocksnya) :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Dividen itu tidak dibagikan sama sekali, ataupun;</li>
<li>Dividen yang tidak dibagikan itu diakumulasi (ditambahkan ke pembagian dividen yang berikutnya)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan ke-2 antara Preferred Stocks dan saham biasa adalah mengenai <span style="color:#0000ff;">hak klaim atas asset perusahaan</span>. Pemegang Preferred Stocks mempunyai hak klaim terhadap asset perusahaan di atas pemegang saham biasa. Oleh karena itu, seandainya perusahaan tersebut bangkrut dan dilikuidasi, maka yang berhak mengklaim asset perusahaan itu pertama-tama adalah para kreditor, alias pihak yang memberikan hutang kepada perusahaan (termasuk di dalamnya adalah pemilik obligasi). Setelah para kreditor dilunasi, maka asset yang tersisa dibagikan dahulu kepada para pemegang Preferred Stocks, dan setelah itu jika masih ada yang tersisa barulah dibagikan kepada pemegang saham biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam neraca (balance Sheet), nilai yang tercantum untuk Preferred Stocks adalah berdasarkan nilai &#8220;par&#8221; atau nilai yg tercantum di Preferred Stocks, dikalikan dengan jumlah Preferred Stocks yang beredar.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>II. Common Stocks</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seseorang berbicara mengenai &#8216;saham&#8217;, umumnya yang ada dibenak mereka adalah saham tipe Common Stocks. Saham ini merupakan tipe saham yang paling umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Nilai yang yang terlihat di neraca keuangan adalah nilai &#8220;par&#8221; atau nilai yg tercantum di sertifikat saham dikalikan dengan jumlah saham beredar.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>III. Additional Paid-In Capital</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika perusahaan menjual sahamnya kepada publik, biasanya saham tersebut dijual di atas harga &#8216;par&#8217; (harga yg tercantum di saham). Nilai &#8216;kelebihan&#8217; yg diterima oleh perusahaan dalam penjualan sahamnya akan dicatat sebagai Additional Paid-In Capital.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, misalnya saja perusahaan itu menerbitkan 1000 lembar saham dengan nilai nominalnya (par) adalah Rp 5000/lembar, tetapi saham baru itu itu dijual oleh perusahaan ke pasar dengan harga Rp 7000 rupiah. Dalam kasus ini, di neraca perusahaan tersebut akan terlihat nilai sebesar Rp 5 juta (Rp 5000&#215;1000) pada &#8216;Common Stocks&#8217; dan Rp 2 juta (Rp 2000&#215;1000) dicatat sebagai Additional Paid-In Capital</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>IV. Retained Earnings</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> </strong></span>Retained Earning, atau dikenal di Indonesia sebagai &#8216;<span style="text-decoration:underline;">Laba Ditahan</span>&#8216; merupakan total laba perusahaan selama ini yg tidak dibagikan dlm bentuk deviden, melainkan &#8220;ditahan&#8221; oleh perusahaan sejak perusahaan tersebut berjalan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, misalnya saja perusahaan tahun lalu mencetak untung Rp 500 juta. Dari keuntungan tersebut, Rp 100 juta dibagikan sebagai deviden, dan sisanya sebesar  Rp 400 juta akan dicatat sebagai Retained Earnings.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun ini, perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1 milyar, dan dari nilai tersebut yang dibagikan sebagai deviden hanya sebesar Rp 200 juta. Dengan demikian Retained Earnings bertambah Rp 800 juta, sehingga nilai Retained Earnings kini menjadi Rp 1,3 Milyar.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Satu salah pengertian yang kerap terjadi, adalah bahwa sebagian orang mengira jika seandainya perusahaan tersebut mempunyai Retained Earnings (Laba Ditahan) sebesar X, maka berarti perusahaan tersebut mempunyai uang kas sebesar X juga.  Ini tentunya tidak benar karena laba yang ditahan oleh perusahaan tersebut biasanya sebagian besar telah &#8216;dibelanjakan&#8217; sehingga kebanyakan justru tidak berupa uang, melainkan berbentuk asset jenis lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>V. Treasury Stock</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> </strong></span>Terkadang suatu perusahaan akan memutuskan untuk membeli kembali sebagian sahamnya dari masyarakat. Proses pembelian saham ini akan mengurangi jumlah saham yg beredar di masyarakat, dan lazimnya disebut dgn Buy-Back. Saham-saham perusahaan yang dibeli melalui Buy-Back akan dicatat sebagai Treasury Stock.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah catatan penting untuk diingat, <span style="color:#0000ff;">pembelian saham semacam ini tidak dicatat sebagai penambahan Asset, tetapi dicatat sebagai pengurangan di Equity.</span> Ini sebabnya nilai Treasury Stock akan dicatat sebagai <span style="text-decoration:underline;">nilai negatif</span>, sesuai dengan harga pembeliannya.</p>
<p style="text-align:justify;">(<a title="Baca Part 6 Seri Ini" href="http://janganserakah.com/2008/11/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-6/" target="_self">bersambung ke part 6&#8230; ternyata belum habis</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/647/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=647&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/21/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (4)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/09/23/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-4/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/09/23/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 10:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[(bersambung dari part 3) Di artikel part 3 seri ini, kita telah melihat sekilas 2 kategori asset yang ditemukan dalam setiap laporan keuangan, yaitu Fixed Assets dan Current Assets. Dalam Part 4 ini, kita akan melihat beberapa jenis asset yg biasanya tidak dimasukkan ke dalam kedua kategori tersebut, dan biasanya ditulis terpisah. Selain itu, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=527&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Artikel sebelumnya" href="http://janganserakah.com/2008/09/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-3/" target="_blank">(bersambung dari part 3)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Di artikel part 3 seri ini, kita telah melihat sekilas 2 kategori asset yang ditemukan dalam setiap laporan keuangan, yaitu Fixed Assets dan Current Assets. Dalam Part 4 ini, kita akan melihat beberapa jenis asset yg biasanya tidak dimasukkan ke dalam kedua kategori tersebut, dan biasanya ditulis terpisah. Selain itu, kita juga akan &#8216;berkenalan&#8217; dengan komponen lain dari Balance Sheet/Neraca, yaitu Liabilities/Hutang.<span id="more-527"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2>ASSETS (lanjutan)</h2>
<p style="text-align:justify;">Selain komponen Current Assets dan Fixed Assets yg pasti muncul di neraca setiap perusahaan, ada beberapa komponen &#8220;tidak tetap&#8221; yg terkadang muncul di neraca, dan dikategorikan sebagai Asset Lain-Lainnya (Other Assets). Karena sifatnya yg &#8216;<em>tidak tetap</em>&#8216; ini, kalau ditanya apakah komponen-komponen ini akan ada dalam suatu laporan keuangan, maka jawabannya akan seperti  salah satu iklan rokok di Indonesia, <em>M</em><em>aybe Yes Maybe No</em> <em>(Bisa iya..bisa tidak)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu asset yang termasuk dalam kategori ini adalah<strong> </strong><span style="color:#0000ff;"><strong>Intangible Assets (Intangibles)</strong></span><span style="text-decoration:underline;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Intangible Assets</strong> secara sederhana adalah segala asset milik perusahaan yg tidak berbentuk/berwujud, seperti misalnya Merek, hak paten dan sesuatu yang dikenal dalam dunia akuntansi sebagai Goodwill.</p>
<p style="text-align:justify;">Goodwill umumnya akan timbul dalam kasus perusahaan yg diambil-alih (dibeli orang dari pemilik lama). Sebuah contoh yg sederhana dari timbulnya Goodwill misalnya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalnya total <span style="text-decoration:underline;">Asset berwujud</span> dari perusahaan A adalah Rp 10 Milyar, dan perusahaan itu tidak mempunyai hutang. Anggaplah perusahaan ini berjalan cukup baik, dan mampu menghasilkan keuntungan yang baik. Meskipun demikian, pemilik perusahaan itu ingin menjual perusahaan ini, misalnya karena sudah ingin pensiun.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana seandainya kita tertarik ingin membeli perusahaan A?</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya kita hanya menawarkan harga Rp 10 milyar, maka kemungkinan besar si pemilik perusahaan akan menolaknya. Alasannya? Si pemilik perusahaan akan berpikir &#8216;<em>Kalau cuma 10 milyar mah tidak perlu susah-susah cari pembeli. Saya jual asset berwujudnya saja langsung bisa dapat Rp 10 Milyar. Padahal perusahaan ini berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan keuntungan yang baik dari operasinya. Nilai perusahaan beserta operasinya seharusnya di atas nilai asset berwujudnya yang cuma Rp 10 Milyar, karena operasi perusahaan ini juga mempunyai nilai.</em>&#8216;</p>
<p style="text-align:justify;">Karena yang kita ingin beli dalam hal ini adalah perusahaan dan segala operasinya (alias kemampuan perusahaan itu menghasilkan keuntungan), maka dalam hal ini kita rela membeli perusahaan itu lebih mahal daripada nilai asset berwujudnya. Misalkan saja dalam hal ini kita lalu membeli perusahaan itu dengan harga Rp 12 Milyar.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu sebagai pemilik baru perusahaan tersebut, bagaimana cara membukukan perusahaan yang baru dibeli ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya kita tidak bisa lalu seenaknya &#8216;<em>mendongkrak</em>&#8216; nilai Asset berwujud perusahaan tersebut yg bernilai Rp 10 Milyar menjadi Rp 12 Milyar. Kalau ini kita lakukan, berarti kita melakukan  &#8216;penggelembungan&#8217; asset, yang berunsur tindakan kriminal. Tetapi jika kita hanya mencatat seharga Rp 10 Milyar, akan dikemanakan selisih Rp 2 Milyar yang kita bayarkan itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, yang kita lakukan adalah tetap mencatat nilai Asset berwujud perusahaan itu senilai Rp 10 Milyar. Tetapi kini timbul Asset tidak berbentuk yang disebut Goodwill, senilai Rp 2 Milyar.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tambahan, <span style="text-decoration:underline;">pada umumnya</span> (tidak selalu, tetapi hanya &#8216;umumnya&#8217;), Investor Value akan menghindari berinvestasi perusahaan dgn nilai intangibles yg relatif terlalu besar/mencolok dibandingkan dengan Asset berwujudnya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Selain Intangible assets, masih ada beberapa tipe lagi asset &#8216;tidak tetap&#8217; yang kerap ditemui di Neraca keuangan, misalnya saja <span style="color:#0000ff;"><strong>Deferred Charges</strong></span> dan <strong><span style="color:#0000ff;">Investment Securities</span></strong>:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Deferred Charges</strong> secara sederhana adalah sama dengan Prepaid Expenses yang kita temui di Current Assets (lihat di part 3 Artikel seri ini). Perbedaannya adalah bahwa Prepaid Expenses itu hanya mencakup biaya dibayar di muka yg manfaatnya akan &#8220;dipakai&#8221; selama 1 thn mendatang, sedangkan Deferred Charges itu akan &#8220;dipakai&#8221; dalam waktu yg lebih lama lagi (&gt;1 thn).</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya saja perusahaan mengeluarkan uang utk kampanye promosi produk selama 3 tahun, ataupun menyisihkan dana untuk penelitian pengembangan produk selama 5 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Investment Securities</strong> berbeda dengan Marketable Securities yg dibeli hanya sekedar utk memanfaatkan uang yg menganggur sementara, Investment Securities memang dibeli sbg alat investasi jangka panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penyusunan neraca, biasanya penyusunan penghitungan asset itu disusun berdasarkan &#8220;masa waktu&#8221;. Current Assets di paling atas, lalu disusul dengan Fixed Assets dan yg paling bawah Deferred Charges dan Intangibles.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2>LIABILITIES (HUTANG)</h2>
<p style="text-align:justify;">Liabilities perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu <span style="color:#0000ff;"><strong>Current Liabilities</strong></span> (Hutang jangka pendek) dan <span style="color:#0000ff;"><strong>Long-Term Liabilities</strong></span>. Lagi-lagi pembedaan keduanya, sama seperti pembagian asset, adalah berdasarkan &#8220;waktu&#8221;. Current Liabilities adalah hutang yang akan jatuh tempo dalam 1 thn mendatang, dan Long-Term Liabilities jatuh tempo dalam waktu lebih daripada 1 thn.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa komponen <strong>Current Liabilities</strong> yg umumnya kita temui (tidak saya bahas semua):</p>
<ul>
<li> <span style="color:#0000ff;"><strong>Account Payable</strong></span>; ini adalah hutang perusahaan yg timbul dalam operasi sehari-hari misalnya hutang kepada supplier.</li>
<li> <span style="color:#0000ff;"><strong>Notes Payable</strong></span>; ini adalah hutang perusahaan dalam bentuk surat hutang, baik kpd bank ataupun kreditor lainnya.</li>
<li> <span style="color:#0000ff;"><strong>Accrued Expenses</strong></span>; ini adalah berbagai pengeluaran yg belum dibayar oleh perusahaan pd saat neraca keuangan itu dibuat, tetapi manfaatnya telah &#8220;dinikmati&#8221; oleh perusahaan. Misalnya saja pembayaran tagihan listrik adalah tanggal 5 setiap bulan. Jika misalkan perusahaan membuat Neraca itu pd tanggal 31/12/2007, maka pada saat neraca itu dibuat, sebenarnya perusahaan itu telah &#8220;menikmati&#8221; manfaat listrik pada bulan Desember itu, tetapi belum dibayar (krn tgl pembayaran berikut adalah tgl 5/1/08). Dalam akunting, perusahaan dianggap &#8220;berhutang&#8221; utk pemakaian listrik itu. Contoh lain yg masuk ke sini misalnya gaji karyawan.</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong>Income Tax Payable</strong></span>; sama seperti kasus di atas, ini adalah pajak yang sebenarnya sudah &#8216;terhutang&#8217;, tetapi memang belum dibayar karena belum tiba waktu pembayaran pajaknya.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Untuk <strong>Long-Term Liabilities</strong>, contoh yang paling umum adalah berbentuk obligasi maupun surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan itu, yang secara prinsip tidak berbeda jauh dari obligasi. Karena saya telah pernah menulis <a title="berkenalan dengan obligasi" href="http://janganserakah.com/2008/06/25/bond-james-bond/" target="_blank">artikel mengenai obligasi</a>, maka saya tidak akan membahasnya dalam artikel seri ini lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai info tambahan, dalam akuntansi bahasa Inggris, jika dalam nama suatu komponen terdapat kata &#8216;<em>Payable</em>&#8216;, berarti komponen tersebut adalah komponen hutang. Sebaliknya, jika kita menemukan kata &#8216;<em>Receivables</em>&#8216;, berarti komponen tersebut adalah piutang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Baca Part 5 Seri Ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/21/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-5/" target="_self">(bersambung ke part 5)</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=527&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/09/23/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (3)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/09/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-3/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/09/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 06:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[(bersambung dari part 2) Dalam artikel terdahulu kita telah melihat 3 komponen utama dari sebuah Balance Sheet (Neraca), yaitu Assets, Liabilities dan Equity. Dalam artikel hari ini, kita akan melihat lebih detail salah satu komponen tersebut, yaitu Assets. (PS: Isi artikel ini bisa dikatakan hanyalah suatu &#8216;perkenalan&#8217; dengan laporan keuangan. Artikel ini sendiri lebih ditujukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=432&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="Part 2" href="http://janganserakah.com/2008/09/05/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-2/" target="_blank">(bersambung dari part 2)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel terdahulu kita telah melihat 3 komponen utama dari sebuah Balance Sheet (Neraca), yaitu Assets, Liabilities dan Equity. Dalam artikel hari ini, kita akan melihat lebih detail salah satu komponen tersebut, yaitu Assets.</p>
<p style="text-align:justify;">(<strong>PS:</strong> Isi artikel ini bisa dikatakan hanyalah suatu &#8216;perkenalan&#8217; dengan laporan keuangan. Artikel ini sendiri lebih ditujukan kepada teman-teman pembaca blog yang tidak berlatar belakang pendidikan ekonomi, sehingga di kemudian hari bisa lebih memahami berbagai artikel di blog ini.)<span id="more-432"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2>ASSETS</h2>
<p style="text-align:justify;">Assets dalam laporan keuangan terdiri dari dua jenis, yaitu <strong><span style="color:#0000ff;">Current Assets</span></strong> (Asset/Aktiva Lancar) dan <strong><span style="color:#0000ff;">Fixed Assets</span></strong> (Asset/Aktiva Tetap). Pembagian kedua macam Assets ini adalah berdasarkan &#8220;masa waktu habis dipakai&#8221;. Apa artinya?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Current Assets</span> (Aktiva Lancar) itu adalah segala asset yg berupa Cash, ataupun segala asset dalam operasi perusahaan yang <span style="text-decoration:underline;">akan/dapat &#8220;diubah&#8221; menjadi cash dalam tempo kurang dari 1 thn</span>. Yang termasuk dalam kategori ini umumnya adalah:</p>
<ul>
<li>Cash &amp; Cash Equivalents (Kas, deposito dan sejenisnya)</li>
<li>Account Receivables (atau singkatnya &#8216;Receivables&#8217; atau yg kita kenal sebagai Piutang),</li>
<li>Marketable Securities (&#8216;Securities&#8217; di sini adalah sekuritas, baik saham ataupun obligasi jangka pendek, yg dibeli oleh perusahaan hanya utk sekedar memanfaatkan dana menganggur. Ini berbeda dari <span style="text-decoration:underline;">Investment Securities</span> yang  dibeli oleh perusahaan utk investasi)</li>
<li>Inventory (Stock barang dagangan),</li>
<li>Prepaid Expenses (Ini adalah biaya yg telah dibayar di muka utk sesuatu yg akan memberikan manfaat selama periode 1 thn itu, misalnya asuransi)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">Di lain sisi,</span> Fixed Assets</span> merupakan <span style="text-decoration:underline;">asset jangka panjang yg masa pemakaiannya biasa lebih dari 1 thn</span>. Yang termasuk kedalam golongan Fixed Assets yaitu : Property (Properti), Plant (Pabrik) dan Equipment (Peralatan operasi spt mobil dll). Oleh karena itu, terkadang ada beberapa neraca yang menuliskan Fixed Assets sebagai Property, Plant &amp; Equipment.</p>
<p style="text-align:justify;">Utk bagian Fixed Assets ini, ada satu konsep yang harus kita pahami, yaitu <strong><span style="color:#0000ff;">NET FIXED ASSETS</span></strong>. Net Fixed Assets dalam hal ini adalah <strong><span style="color:#0000ff;">TOTAL FIXED ASSETS</span></strong> (Total dari keseluruhan Property, Plant &amp; Equipment) dikurangi dengan<strong> <span style="color:#0000ff;">ACCUMULATED DEPRECIATION</span></strong> (akumulasi depresiasi). Mungkin bagi yg tidak akrab dengan dunia akuntansi akan kurang mengerti apa maksud dari Akumulasi Depresiasi. Utk menjelaskannya mungkin akan lebih mudah jika saya memakai contoh.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalnya saja perusahaan saya, 3 tahun lalu (tahun 2005) membeli sebuah mobil Kijang seharga Rp 200 juta. Jika di tahun lalu (2007) saya membuat Neraca, bolehkan dalam laporan keuangan itu saya memasukkan nilai mobil Kijang saya sebesar Rp 200 juta sebagai Asset?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya tidak bisa, karena kita tahu bahwa mobil Kijang itu nilainya sudah turun, karena telah kita pakai (dan telah kita gunakan sebagian nilai &#8220;manfaat&#8221;nya). Nilainya seharusnya sudah dibawah Rp 200 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu berapa nilai yg kita masukkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam akuntansi, kita mengenal konsep <span style="color:#0000ff;">depresiasi</span>. Dalam konsep ini, adalah kita menganggap bahwa suatu asset akan &#8220;habis&#8221; terpakai setelah X tahun. Misalnya dalam kasus di atas, kita menganggap bahwa mobil Kijang kita itu akan &#8220;habis dipakai&#8221; dalam waktu 5 tahun (meskipun dalam kenyataannya mungkin bisa lebih lama daripada itu).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita menganggap bahwa  mobil Kijang kita akan &#8216;habis&#8217; dipakai dalam 5 tahun, maka berarti setiap tahun (selama 5 tahun) nilai Kijang itu akan berkurang sebesar Rp 40 juta (Rp 200jt : 5). Nilai Rp 40 juta ini adalah nilai depresiasi/tahun, dan akan diakumulasi/dikumpulkan di dalam laporan keuangan sebagai <span style="color:#0000ff;">Accumulated Depreciation</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam contoh ini, pada tahun 2007, mobil itu telah saya pakai selama 2 tahun (2005-2007), sehingga Accumulated Depreciation (akumulasi depresiasinya) adalah Rp 40&#215;2 tahun = Rp 80 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan saja  Asset perusahaan saya hanya mobil kijang ini, maka <span style="color:#0000ff;">Net Fixed Assets</span> saya adalah Rp 120 Juta, yaitu didapat dari Rp 200 juta (<span style="color:#0000ff;">Total Fixed Assets</span>) dikurangi Rp 80 juta (<span style="color:#0000ff;">Accumulated Depreciation</span>)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menentukan lamanya masa &#8220;habis pakai&#8221; yg akan digunakan dalam penghitungan depresiasi/thn, akan tergantung kpd peraturan akuntansi suatu negara dan juga kebijakan perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui bahwa <span style="text-decoration:underline;">depresiasi/thn ini  dianggap sebagai beban usaha</span>. Semakin besar beban usaha, maka tentunya nilai keuntungan perusahaan akan semakin berkurang, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pajak keuntungan yg harus dibayar oleh perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsekuensinya jika kita menggunakan masa &#8220;habis pakai&#8221; yg singkat, maka nilai depresiasi/thn akan besar, sehingga beban yang ditanggung perusahaan akan besar dan mengurangi keuntungan perusahaan dalam jangka waktu dekat.  Tetapi setelah masa &#8220;habis pakai&#8221; itu lewat, perusahaan itu akan menikmati keuntungan yg lebih besar. Mengapa? Karena pada saat itu, perusahaan telah &#8220;menghapus&#8221; penuh nilai mobil itu, tetapi masih bisa menikmati manfaatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat sebuah contoh sederhana.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Melanjutkan contoh mobil kijang di atas, misalnya perusahaan saya di tahun 2007 mendapatkan penjualan sebesar Rp 150 juta, dan <span style="text-decoration:underline;">total seluruh biaya lain selain beban depresiasi</span> adalah Rp 50 juta. Dalam contoh di atas, kita menggunakan &#8216;masa pakai&#8217; 5 tahun, dan beban depresiasi yang dikenakan adalah Rp 40 juta/tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka keuntungan net saya tahun 2007 itu adalah Rp 150 juta &#8211; (Rp 50 juta+Rp 40 juta) = Rp 60 juta. Pajak yang harus saya bayar kepada pemerintah tahun itu adalah berdasarkan keuntungan saya yang sebesar Rp 60 juta tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika misalnya dalam penghitungan depresiasi, kita memakai masa 10 tahun (dan bukannya 5 tahun). Dalam kasus mobil kijang ini, berarti setiap tahunnya (selama 10 thn) kita mengenakan beban depresiasi sebesar Rp 20 juta (Rp 200 juta : 10 tahun)</p>
<p style="text-align:justify;">Berarti kini keuntungan perusahaan saya adalah Rp 150 juta &#8211; (Rp 50 juta+Rp 20 juta)= Rp 80 juta. Pajak yang harus saya bayar kini adalah berdasarkan keuntungan Rp 80 juta ini.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam contoh di atas, jika perusahaan hanya memakai masa depresiasi 5 tahun, maka beban setiap tahun lebih besar (yaitu Rp 40 juta), tetapi setelah 5 tahun, mobil kijang tersebut sudah &#8216;habis&#8217; didepresiasi dan perusahaan tidak menanggung biaya depresiasi lagi meskipun misalnya mobil itu masih bisa dipakai.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, jika perusahaan memakai jangka waktu 10 tahun, beban yang ditanggung memang lebih kecil (hanya Rp 20 juta), tetapi perusahaan harus menanggung biaya itu utk periode yang lebih lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan akhir, mungkin sebagian pembaca lalu bertanya, jika perusahaan bisa menaikkan keuntungan dengan menggunakan jangka waktu yg panjang di masa depresiasinya, kenapa tidak semua asset didepresiasikan dengan waktu yang selama mungkin? Bukankah dengan demikian perusahaan akan terlihat lebih baik?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini karena, seperti yang saya tulis di atas, di setiap negara ada peraturan akuntansi yang mengatur berapa lama maksimum suatu asset bisa didepresiasikan. Masa depresiasi maksimum yang diperbolehkan untuk sebuah mobil misalnya, tidak sama dengan masa depresiasi sebuah gedung.</p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung ke part 4)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/432/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/432/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=432&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/09/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/09/05/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/09/05/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 07:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[(bersambung dari part 1) Setiap laporan keuangan perusahaan itu akan terdiri dari 3 komponen utama, yaitu Balance Sheet (Neraca), Statements of Income (Laporan Rugi-Laba), dan Statements of Cash Flow (Laporan Arus Keuangan). Dalam artikel seri ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan secara singkat satu persatu ketiga komponen tersebut. Berkaitan dengan artikel seri ini, ada satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=405&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="Part 1" href="http://janganserakah.com/2008/08/25/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-1/" target="_self">(bersambung dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap laporan keuangan perusahaan itu akan terdiri dari 3 komponen utama, yaitu <span style="color:#0000ff;">Balance Sheet</span> (Neraca), <span style="color:#0000ff;">Statements of Income</span> (Laporan Rugi-Laba), dan <span style="color:#0000ff;">Statements of Cash Flow</span> (Laporan Arus Keuangan). Dalam artikel seri ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan secara singkat satu persatu ketiga komponen tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan artikel seri ini, ada satu tips dari saya agar teman-teman yang tidak berlatar belakang ekonomi bisa lebih mudah mempelajari laporan keuangan. Jangan mencoba untuk menghafal isi ketiga komponen laporan di atas, tetapi cobalah untuk melihat hubungan di antara komponen-komponennya.<span id="more-405"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> <em>Istilah akuntansi yang saya pakai dalam artikel seri ini akan lebih banyak dalam bahasa Inggris. Dalam hal ini, pemakaian bahasa Inggris tersebut bukan karena ingin &#8216;bergaya&#8217;, tetapi karena sewaktu kuliah saya sangat membenci pelajaran akuntansi, sehingga tidak banyak yg &#8216;</em><em>menempel&#8217; di kepala saya.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Baru setelah menjadi investor, saya terpaksa mempelajari kembali akuntansi, tetapi buku akuntansi yang saya baca adalah dalam bahasa Inggris. Akibatnya saya malah lebih akrab dengan istilah akuntansi dalam bahasa Inggris, dan terkadang saya tidak tahu apa istilah Indonesianya. Meskipun demikian, saya akan menambahkan juga istilah akuntansi Indonesianya jika memang saya tahu.</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;">BALANCE SHEET (NERACA)</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Sebuah Balance Sheet (Neraca) bisa diibaratkan sebagai suatu foto/potret dari sebuah perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita melihat foto/potret teman kita, maka di foto itu kita bisa melihat baju apa yang dipakai teman kita, celana apa yang dipakai, dll. Fungsi Balance Sheet dalam hal ini tidaklah berbeda jauh. Dengan melihat Balance Sheet alias &#8216;foto&#8217; perusahaan itu, kita bisa melihat bagaimana kondisi perusahaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perumpamaan Balance Sheet=&#8217;foto&#8217; ini sering saya pakai karena perumpamaan ini juga bisa menerangkan satu ciri khas Balance Sheet. Apa ciri khas Balance Sheet itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita melihat sebuah foto, maka foto itu akan berisi gambaran ttg kondisi <span style="text-decoration:underline;">di saat</span> foto itu dibuat. Foto yg kita ambil itu <strong>tidak</strong> akan bisa memberitahukan bagaimana kondisi <span style="text-decoration:underline;">sebelumnya</span>, dan juga <strong>tidak</strong> memberikan gambaran bagaimana kondisi <span style="text-decoration:underline;">sesudah</span> foto itu diambil.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan Balance Sheet (Neraca).  Laporan ini berisi informasi yg menggambarkan keadaan pada satu titik waktu saja, sehingga dalam setiap Balance Sheet, pasti ada informasi &#8220;per tanggal xx/xx/xxxx&#8221;. Artinya &#8216;<em>foto</em>&#8216; kondisi perusahaan tersebut diambil pada tanggal itu.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p>Apa isi dari sebuah Balance Sheet? Isi dari Balance sheet ada 3 bagian, yaitu :</p>
<ul>
<li>Assets (Aktiva/asset)</li>
<li>Liabilities (Kewajiban/Hutang)</li>
<li>Equity (Ekuitas).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Assets</span> adalah segala sesuatu milik perusahaan yang mempunyai nilai, baik berupa barang berwujud (misalnya stok barang, gedung, mesin,dll) maupun barang tidak berwujud (misalnya merek dan paten).</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Liabilities</span> adalah segala hutang dan kewajiban yg harus dibayar oleh perusahaan itu, baik jangka panjang maupun jangka pendek.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Equity</span> adalah nilai kepemilikan para pemegang saham perusahaan itu. Ini adalah jumlah yg menjadi hak milik para pemegang saham jika perusahaan tersebut melunasi seluruh hutangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana hubungan antara ketiga komponen Assets, Liabilities dan Equity yang kita lihat di atas? Hubungan di antara ketiganya bisa dirumuskan dengan suatu formula sederhana :</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">ASSETS = LIABILITIES + EQUITY</span></h3>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa dasar dari &#8216;formula&#8217; di atas? Penjelasan yang paling mengena mungkin adalah suatu kalimat yang saya kutip dari sebuah buku yang saya baca :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em>Assets don&#8217;t just fall down from the sky like Manna from Heaven</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dalam bahasa Indonesianya, kalimat tersebut kira-kira bermakna &#8220;<em>Asset tidak turun begitu saja dari langit spt berkah dari Surga</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu kalau kita sudah tahu bahwa asset &#8216;<em>tidak turun dari surga</em>&#8216;, bagaimana cara perusahaan memperoleh Asset? Tentunya asset tersebut harus dibeli. Dalam hal ini, cara perusahaan membeli Asset tidak berbeda dengan 2 cara manusia membeli barang. Cara pertama adalah dengan memakai uang sendiri (modal sendiri/equity). Cara kedua adalah dengan berhutang (liabilities).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita memahami ini, maka tentu saja perhitungan di atas menjadi sangat mudah dipahami. <span style="color:#0000ff;">Assets pasti adalah sebesar jumlah dari seluruh hutang kita PLUS modal kita</span>. Jika assets lebih besar, berarti ada asset yg <em>&#8216;turun dari surga</em>&#8216;. Jika assets lebih kecil, berarti ada &#8220;<em>tikus siluman</em>&#8221; yg menggerogoti asset. Tentunya kedua skenario ini tidak mungkin terjadi dalam laporan keuangan resmi, karena jika ada ketidak-cocokan, laporan keuangan itu tidak bisa dipakai.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="part 3" href="http://janganserakah.com/2008/09/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-3/" target="_blank">(bersambung ke part 3)</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/405/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/405/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=405&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/09/05/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (1)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/25/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/25/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Bagi orang-orang yang ingin menjadi investor aktif, salah satu hal yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca laporan keuangan. Dalam artikel seri ini, saya akan mencoba memperkenalkan isi laporan keuangan secara singkat, terutama kepada teman-teman yang tidak berlatar belakang pendidikan ekonomi. Perlu diingat bahwa yang saya tuliskan hanyalah &#8216;perkenalan singkat&#8216;. Bagi teman-teman pembaca blog yang tertarik utk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=311&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagi orang-orang yang ingin menjadi investor aktif, salah satu hal yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca laporan keuangan. Dalam artikel seri ini, saya akan mencoba memperkenalkan isi laporan keuangan secara singkat, terutama kepada teman-teman yang tidak berlatar belakang pendidikan ekonomi. Perlu diingat bahwa yang saya tuliskan hanyalah &#8216;<em>perkenalan singkat</em>&#8216;. Bagi teman-teman pembaca blog yang tertarik utk mendalami lebih lanjut, saya sarankan utk membaca literatur lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> Ingat juga bahwa tidak semua orang cocok untuk menjadi investor aktif. Warren Buffet dalam satu interview bahkan mengatakan hanya sebagian kecil orang patut mencoba utk menjadi investor aktif. Kebanyakan orang hanya cocok utk menjadi investor pasif/defensif (baca kembali artikel yang saya tulis mengenai <a title="Belajar menjadi investor defensif" href="http://janganserakah.com/2008/07/07/portofolio-investasi-untuk-investor-defensif/" target="_blank">Portofolio Investasi utk Investor Defensif</a>)<span id="more-311"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang dalam melakukan analisa fundamental, banyak orang yg sekedar &#8220;mengintip&#8221; Neraca Keuangan, ataupun Laporan Rugi Laba dan juga Laporan Cash-Flow. Tetapi jika ditanya apa dan bagaimana operasi perusahaan itu, mungkin hanya sebagian yg tahu karena  mereka ini hanya tahu &#8220;kulit&#8221;-nya saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang saya tulis dalam artikel <a title="Mengubah pola pikir dalam investasi saham" href="http://janganserakah.com/2008/06/23/jadilah-pemilik-usaha-dan-bukan-penyewa-saham/" target="_blank">Jadilah Pemilik Usaha dan Bukan &#8216;Penyewa&#8217; Saham</a>, setiap kali seseorang membeli saham, seharusnya dia memandang dirinya sebagai pemilik usaha di belakang saham itu.  Tiada bedanya dengan ketika kita membeli suatu bisnis, tentunya akan sangat membantu jika kita mengetahui segala seluk-beluk bisnis perusahaan itu. Untuk itu dalam artikel pertama seri &#8216;<strong>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan</strong>&#8216; ini, saya ingin memberi contoh ttg betapa bergunanya laporan keuangan bagi seorang investor (maupun calon investor) sebagai alat utk mengenali kondisi suatu perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengamatan pribadi saya, laporan keuangan di negara berkembang umumnya hanya mengenai keadaan finansial perusahaan, jikalau ada data di luar itu, biasanya lebih bersifat ke arah &#8216;bumbu pelengkap&#8217; saja. Di lain pihak, biasanya laporan keuangan di negara maju cenderung lebih detail dan memberikan kita berbagai informasi tambahan yg lengkap dan bukan sekedar data keuangan perusahaan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi betapa bergunanya membaca laporan keuangan yg lengkap, saya ingin mengajak pembaca blog ini utk mencoba menggali sebuah laporan keuangan perusahaan luar negeri. Dalam hal ini, contoh yang akan kita lihat adalah laporan keuangan perusahaan <span style="color:#0000ff;"><strong>Wal-Mart</strong></span> (<a href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=WMT" target="_blank">NYSE: WMT</a>), USA thn 2006-07. Bagi yg kurang akrab dengan nama ini, Wal-Mart adalah perusahaan retail konsumen (spt Carrefour dan Hero) di Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar lebih menarik, sebelum memberikan link ke laporan keuangan tersebut, saya ingin memberikan beberapa pertanyaan yg jawabannya bisa didapatkan dari laporan keuangan itu :</p>
<ol>
<li> Berapa toko yg dimiliki oleh Wal-Mart di Cina per tgl 31/1/2007? Berapa di Brazil? Berapa luasnya keseluruhan toko di masing-masing negara tersebut? Bagaimana jika dibandingkan dgn tahun sebelumnya? (form 10-K, hal. 6)</li>
<li> Berapa % penjualan Wal-Mart yg berasal dari penjualan barang-barang elektronik? (form 10-K, hal 8 )</li>
<li>Berapa karyawan Wal-Mart per tgl 31/1/07? Berapa yg di Amerika? Berapa yg di negara lain? (form 10-K, hal 11)</li>
<li>Apakah saat ini Wal-Mart sedang menghadapi tuntutan hukum, ataupun sedang melakukan tuntutan hukum? (form 10-K, hal 16)</li>
<li>Apakah Wal-Mart ada melakukan Stock-Buyback (membeli saham sendiri yg beredar di pasar, sehingga mengurangi jumlah saham yg beredar)? Jika iya, berapa nilai Stock Buyback yg akan dilakukan? (form 10-K, hal 20)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jawaban atas berbagai pertanyaan di atas dapat dilihat di laporan keuangan WalMart yang bisa diakses dengan gratis di situs US SEC (Securities and Exchange Commision). Untuk mudahnya, berikut adalah <a title="Laporan Keuangan Walmart 06-07" href="http://www.sec.gov/Archives/edgar/data/104169/000119312507065603/0001193125-07-065603-index.htm" target="_blank">link utk laporan keuangan tahun 2006-2007</a> tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita adalah investor ataupun calon investor di perusahaan Walmart, informasi-informasi tambahan seperti yang bisa kita lihat dalam laporan keuangan Walmart tersebut akan sangat membantu kita mengenal lebih dalam perusahaan itu. Dengan bantuan informasi seperti ini, kita bisa mendapatkan gambaran yg lebih jelas mengenai bagaimana jalannya operasi perusahaan itu, yang tidak akan kita dapatkan jika kita hanya sekedar tahu berapa nilai Asset, berapa nilai Hutang, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Part 2" href="http://janganserakah.com/2008/09/05/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-2/" target="_self">(bersambung ke part 2)</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/311/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/311/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=311&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/25/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>