<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Inflasi</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/inflasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Inflasi</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 7 September 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/09/07/edisons-week-in-review-7-september-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/09/07/edisons-week-in-review-7-september-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Ulasan mingguan kali ini akan saya awali dengan berita dari negeri seberang. Dari  negara paman Sam  (Amerika) ada berita bahwa di bulan lalu dunia usaha secara keseluruhan mengurangi jumlah pekerjanya sebanyak 84 ribu orang. Ini berarti sudah 8 bulan berturut-turut berbagai perusahaan di Amerika mengurangi jumlah pekerjanya. Data terakhir ini juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=421&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ulasan mingguan kali ini akan saya awali dengan berita dari negeri seberang. Dari  negara paman Sam  (Amerika) ada berita bahwa di bulan lalu dunia usaha secara keseluruhan mengurangi jumlah pekerjanya sebanyak 84 ribu orang. Ini berarti sudah 8 bulan berturut-turut berbagai perusahaan di Amerika mengurangi jumlah pekerjanya. Data terakhir ini juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Amerika kini mencapai 6,1%, angka tertinggi dalam 5 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita menarik lainnya dari USA adalah bahwa kombinasi krisis Subprime dan krisis Kredit kembali menelan korban baru (padahal belum sampai 2 minggu yg lalu, saya baru bercerita tentang rontoknya bank Topeka di Kansas). Kali  ini yang menjadi korbannya adalah <strong>Silver State Bank</strong> di Nevada yang mempunyai asset senilai $2 milyar. Dengan &#8216;gulung tikar&#8217;-nya bank ini, jumlah bank yang tumbang di Amerika di tahun ini sudah mencapai 11.</p>
<p style="text-align:justify;">(Ada &#8216;bumbu&#8217; yg menarik seputar tumbangnya Silver State Bank ini. Putra dari calon presiden USA John McCain sempat menjabat sebagai direktur selama 5 bulan di bank ini, dan juga duduk di komisi audit bank tersebut sebelum mengundurkan diri July lalu)<span id="more-421"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Masih terkait dengan krisis ganda di Amerika (Subprime dan Kredit), MenKeu USA <strong>Henry Paulson</strong> sepertinya akan terpaksa kembali mengulurkan tangan utk menyelamatkan perusahaan <span style="color:#0000ff;">Fannie Mae</span> (<a title="info saham Fannie Mae" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FNM" target="_blank">NYSE: FNM</a>) dan <span style="color:#0000ff;">Freddie Mac</span> (<a title="info saham Freddie Mac" href="http://money.cnn.com/quote/quote.html?symb=FRE" target="_blank">NYSE: FRE</a>). (<strong>PS:</strong><em> Bagi pembaca blog yg tidak mengerti awal dari kisah ini, baca artikel seri <a title="Krisis Subprime" href="http://janganserakah.com/2008/07/01/cerita-di-warung-soto-subprime-subprim-supri-dan-supir-1/" target="_blank">ini</a> dan <a title="Cerita krisis Kredit" href="http://janganserakah.com/2008/07/25/krisis-kredit-amerika/" target="_blank">ini</a> dan <a title="Perkembangan krisis kredit" href="http://janganserakah.com/2008/07/14/celoteh-perkembangan-menarik-di-sektor-finansial-amerika/" target="_blank">ini</a></em>). Detail jelas tentang bentuk &#8216;uluran tangan&#8217; ini sendiri belum ada dan baru akan diumumkan minggu berikut ini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>EDIT:</strong> Baru selesai post artikel ini, ketika saya cek di mailbox, ada email baru dari USA Treasury tentang bentuk &#8216;uluran tangan&#8217; yang dilakukan. Pemerintah USA secara resmi mengumumkan bahwa Fannie Mae dan Freddie Mac kini berada di dalam &#8216;conservatorship&#8217; Pemerintah. Bahasa Indonesianya kira-kira adalah bahwa kini Fannie Mae dan Freddie Mac kini resmi &#8216;diambil alih&#8217; oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama kepengurusan ini berlaku, ada 3 langkah yang dijalankan oleh pemerintah USA . Langkah pertama adalah bahwa secara bertahap, pemerintah USA akan membeli Saham Preferen (Preferred Share) dari Fannie Mae dan Freddie Mac.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah kedua yang diumumkan pemerintah USA yaitu bahwa mereka akan menyediakan fasilitas kredit baru untuk Fannie Mae dan Freddie Mac. Fasilitas ini akan menambah fasilitas kredit yang telah diberikan pemerintah USA bulan July lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah ketiga dalam program penyelamatan ini yaitu bahwa pemerintah USA akan melakukan pembelian Mortgage Backed Securities (MBS) terbitan Fannie Mae dan Freddie Mac. (<em>Utk mengerti tentang Mortgage Backed Securities/MBS ini, teman-teman bisa membaca tentang CDO di artikel seri &#8220;Cerita di Warung Soto&#8221; dan &#8220;Krisis Kredit Amerika&#8221; di blog ini. CDO adalah salah satu bentuk MBS</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tiga langkah yang diumumkan ini, diharapkan para investor institusional akan lebih percaya kepada &#8216;keamanan&#8217; dari obligasi Fannie Mae dan Freddie Mac.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mengapa pemerintah USA kembali harus turun tangan membantu perusahaan Fannie Mae dan Freddie Mac? Ini disebabkan oleh mulai hilangnya kepercayaan investor baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap 2 perusahaan ini. Para pemegang obligasi kedua perusahaan tersebut mulai mengurangi kepemilikannya. Bank of China misalnya, baru-baru ini mengurangi jumlah obligasi Fannie Mae dan Freddie Mac yg dipegangnya hingga 29%.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kondisi di atas tidak ditangani dengan segera, maka memang nasib Fannie Mae dan Freddie Mac akan semakin mengkhawatirkan. Selama ini, untuk menjalankan operasinya, Fannie Mae dan Freddie Mac sangat mengandalkan investor institusional, karena sebagian besar pembeli obligasi yang mereka terbitkan adalah institusi seperti reksadana, dana pensiun dan juga bank baik dalam negeri maupun luarn negeri. Tanpa investor institusional ini, mereka akan kesulitan untuk menghimpun modal kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan &#8216;turun tangan&#8217; secara langsung, Henry Paulson berharap investor luar negeri akan lebih yakin kepada Fannie dan Freddie sehingga mau kembali membeli obligasi yang diterbitkan keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yg kesulitan mengikuti cerita di atas, jika mau disederhanakan, Fannie Mae dan Freddie Mac selama ini ibaratnya berdagang dengan modal &#8216;ngutang&#8217;. Di saat ini dagangannya sedang &#8216;seret&#8217; (akibat krisis subprime dan krisis kredit). Yang semakin membuat mereka pusing,  saat ini orang yang mau memberikan hutang kepada mereka semakin berkurang, karena semakin &#8216;takut&#8217; dengan kondisi keuangan keduanya. Akibatnya, utk menarik orang mau memberikan hutang kepada mereka, Fannie dan Freddie terpaksa memberikan bunga yg tinggi. Ini tentunya akan semakin membuat usahanya &#8216;seret&#8217;. Oleh karena itu, pemerintah USA terpaksa turun tangan agar keduanya bisa bernafas.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seseorang yang mengamati krisis subprime dan krisis kredit dari awal, sejujurnya selama ini saya merasakan suatu kejanggalan. Kepala saya selama ini selalu diisi oleh pertanyaan &#8216;<em>kok krisis ini sepertinya relatif tenang sih? Padahal jika melihat angka-angkanya, seharusnya krisis ini termasuk dashyat</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contohnya, satu keanehan yang saya rasakan adalah masih relatif sedikitnya hedge fund yg rontok. Bank yang tumbang pun boleh dikatakan baru relatif sedikit. Bursa saham Amerika, meskipun sudah turun dari titik puncaknya, tetapi penurunannya masih relatif &#8216;standard&#8217; utk sebuah Bear Market, tidak sampai &#8216;heboh&#8217; spt pada periode &#8217;30an, &#8217;70an ataupun internet bubble yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengamati berita dalam 1 bulan terakhir, tiba-tiba di kepala saya muncul suatu gambaran sebuah pohon besar yang tumbang. Pernahkah teman-teman melihat sebuah pohon besar tumbang? Jika sebuah pohon besar tumbang, dia tidaklah langsung jatuh &#8216;gedebum&#8217; dalam sesaat. Mula-mula pohon tersebut akan miring sedikit dahulu perlahan-lahan. Setelah beberapa lama, barulah kemiringannya semakin besar dan robohnya semakin cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkinkah kini &#8216;pohon besar&#8217; sektor finansial dan properti amerika mulai memasuki tahap dimana miringnya semakin cepat dan tidak lama lagi akan terdengar suara &#8216;gedebum&#8217; besar seperti yang saya tunggu-tunggu? Mari kita lihat ke depannya&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari dalam negeri, BPS melaporkan bahwa inflasi untuk bulan Agustus lalu adalah sebesar 0,51%. Angka ini bisa dikatakan di luar dugaan, karena bahkan berada di bawah perkiraan ekonom yg umumnya antara 0,7-0,9%. Dengan tambahan angka 0,51% ini, berarti inflasi tahun 2008 sampai saat ini adalah baru sebesar 9,4%.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya pribadi dan juga beberapa teman yang gemar mengikuti berita ekonomi, angka 9,4% ini menimbulkan suatu tanda tanya. Apakah angka tersebut benar? Ataukah ada &#8216;<em>titipan pesan</em>&#8216; dari pemerintah kepada BPS utk &#8216;<em>memperindah</em>&#8216; angka inflasi? Sepertinya antara kenyataan di lapangan yg saya amati sehari-hari dengan data BPS agak &#8216;<em>tidak nyambung</em>&#8216; alias terjadi disconnect. Uang dapur untuk keluarga saya misalnya, sudah terpaksa bertambah jauh di atas 9,4%.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan teman-teman? Kali ini saya ingin mengajak teman-teman berbagi kisah pribadinya seputar pengeluaran sehari-hari (makan, belanja dapur, transportasi, dll). Apakah &#8216;<em>klop</em>&#8216; dengan angka inflasi versi BPS yg 9,4% utk tahun ini?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/421/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/421/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=421&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/09/07/edisons-week-in-review-7-september-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 31 Agustus 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/31/edisons-week-in-review-31-agustus-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/31/edisons-week-in-review-31-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 01:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Untuk artikel &#8216;Week in Review&#8217; minggu ini, saya akan fokuskan kepada berita dalam negeri. Bukan karena di minggu ini tidak ada berita menarik dari luar negeri, tetapi lebih karena ingin ganti suasana dan tidak menengok ke negeri orang melulu. Satu berita yang cukup menarik perhatian saya adalah kenaikan elpiji pada hari Senin 25 Agustus. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=355&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk artikel &#8216;Week in Review&#8217; minggu ini, saya akan fokuskan kepada berita dalam negeri. Bukan karena di minggu ini tidak ada berita menarik dari luar negeri, tetapi lebih karena ingin ganti suasana dan tidak menengok ke negeri orang melulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu berita yang cukup menarik perhatian saya adalah kenaikan elpiji pada hari Senin 25 Agustus. Pada hari itu Pertamina menaikkan harga elpiji utk kemasan 12 kg dari Rp 63 ribu menjadi Rp 69 ribu. Kemasan 50 kg juga mengalami kenaikan dari Rp 343.900 menjadi Rp 362.750. Angka-angka ini pun baru merupakan harga resmi, dan biasanya harga di &#8216;<em>lapangan</em>&#8216; akan berada di atas angka tersebut.<span id="more-355"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamina membela kenaikan harga elpiji tersebut dengan mengingatkan bahwa pada harga baru ini pun Pertamina masih rugi karena harganya masih di bawah harga internasional. Selain itu sempat tersiar rencana Pertamina utk menaikkan harga elpiji secara bertahap setiap bulannya, meskipun kabar terakhir mengatakan bahwa Pertamina akan menunda rencana kenaikan di bulan depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan ini sendiri mengundang kecaman dari berbagai kalangan mengingat harga elpiji baru naik awal bulan July lalu. Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Rusman Heriawan misalnya, mengatakan bahwa momen kenaikan elpiji ini agak kurang tepat karena dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Gubernur BI Boediono juga mengutarakan kekhawatirannya bahwa kenaikan elpiji ini akan mempercepat laju inflasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di pasar sendiri, ada laporan bahwa kenaikan harga elpiji ini menyebabkan kelangkaan, dimana ada indikasi terjadi penimbunan elpiji. Timbul juga kekhawatiran bahwa akibat kenaikan elpiji 12kg, sebagian penggunanya akan lari ke kemasan 3 kg (yg bersubsidi) sehingga kelangkaan elpiji 3kg akan semakin parah dan mungkin mengancam berjalannya program konversi minyak tanah ke elpiji.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berita lainnya yang menarik mata saya adalah suatu artikel yang saya baca di kompas mengenai <a title="Ramai-ramai gadai perhiasan utk pulang kampung" href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/28/16375590/pegadaian.mulai.diserbu" target="_blank">&#8216;diserbunya&#8217; pegadaian menjelang bulan Ramadhan</a>. Entah benar atau tidak, artikel tersebut mengatakan bahwa sepanjang tahun 2007 lalu saja, total kredit yang dikucurkan oleh Pegadaian Jakarta saja mencapai Rp 351 Triliun. Kalau dihitung perbulan, maka berarti rata rata per bulannya warga Jakarta menggadaikan barang senilai hampir Rp 30 Triliun. (<em>Jika angka di artikel ini benar, berapa nilainya utk seluruh Indonesia ya?</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya angka Rp 30 Triliun di atas tidak akan rata sepanjang tahun. Nilai transaksi di pegadaian cenderung berfluktuasi. Menjelang tahun ajaran baru sekolah misalnya, nilai transaksi di pegadaian akan cenderung naik. Demikian juga masa menjelang bulan Ramadhan yang bisa diibaratkan sebagai &#8216;masa panen&#8217; pegadaian. Pada tahun ini, kebetulan tahun ajaran baru sekolah dan bulan Ramadhan tidak berselisih jauh. Akibatnya kemungkinan besar dalam 2 bulan terakhir, terjadi pengucuran kredit yang cukup besar melalui pegadaian.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit terkait dengan berita tersebut, saya sempat juga membaca mengenai persiapan BI utk menghadapi Lebaran. Diberitakan bahwa utk menghadapi Lebaran, BI mempersiapkan dana tunai hingga Rp 90 Triliun untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kondisi ini, saya rasa dalam 2 bulan terakhir ini (dan 1 bulan ke depan) terjadi &#8216;curahan&#8217; uang dalam jumlah yang cukup besar ke perekonomian.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat secara keseluruhan, berita-berita di atas memberikan sinyal bahwa inflasi di akhir tahun ini (terutama 2 bulan ke depan) akan berada di level yang cukup tinggi. Apakah angka inflasi tahun ini akan mencapai 15% seperti <a title="ketika saya 'tebak-tebakan' inflasi" href="http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_blank">perkiraan saya yang lampau</a>? Mari kita tunggu perkembangannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/355/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/355/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=355&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/31/edisons-week-in-review-31-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 17 Agustus 2008</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/17/edisons-week-in-review-17-agustus-2008/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/17/edisons-week-in-review-17-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 00:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan Mingguan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini, berita menarik yang saya baca adalah mengenai inflasi di negara tirai Bambu. Index CPI (Consumer Price Index) tahunan Cina di bulan July adalah sebesar 6,3% (turun dari 7,1% di bulan sebelumnya). Meskipun demikian, masih terlalu cepat utk menarik untuk menarik nafas lega karena nilai PPI (Producers Price Index) China per July ini naik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=261&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Minggu ini, berita menarik yang saya baca adalah mengenai inflasi di negara tirai Bambu. Index CPI (Consumer Price Index) tahunan Cina di bulan July adalah sebesar 6,3% (turun dari 7,1% di bulan sebelumnya). Meskipun demikian, masih terlalu cepat utk menarik untuk menarik nafas lega karena nilai PPI (Producers Price Index) China per July ini naik sebesar 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan PPI ini adalah yang tertinggi sejak tahun 1996.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman pembaca blog yang belum mengenal PPI, angka PPI merupakan cerminan harga berbagai bahan baku untuk para produsen (spt pabrik dll). Jika PPI naik, berarti harga berbagai bahan baku yang dipakai oleh para produsen tersebut mengalami kenaikan. Tentunya kenaikan ini lambat laun akan &#8216;dioper&#8217; kepada konsumen. Oleh karena itu, sepertinya kemungkinan besar inflasi di China belum akan mereda.<span id="more-261"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berita lainnya yang mempunyai kaitan dengan berita pertama di atas adalah  berita kenaikan harga barang-barang <span style="color:#0000ff;">import</span> di Amerika yang sangat besar. Per bulan July, harga barang import di Amerika telah naik sebesar 21,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini adalah yang tertinggi sejak sejak tahun 1982 (itu pun karena sebelum thn 1982, data harga barang import belum dikumpulkan).</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan harga impor barang ini sendiri sebagian besar disebabkan kenaikan harga minyak. Meskipun demikian, tanpa memperhitungkan kenaikan harga minyak pun kenaikan harga barang impor tetap sangat besar. Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga barang impor (tanpa menghitung impor minyak) adalah sebesar 8%, angka tertinggi selama 20 tahun terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita menarik berikutnya datang dari negera asal David Beckham. Di Inggris, tingkat inflasi tahunan per July mencapai 4,4%, 2 kali lipat di atas target inflasi mereka yang sebesar 2%. Bank of England (bank sentral Inggris) juga memperkirakan bahwa angka inflasi ini kemudian akan naik terus di sepanjang tahun ini hingga mencapai angka 5%, sebelum mereda di pertengahan tahun depan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa artikel saya yang lama, saya telah berbicara mengenai Imported Inflation/inflasi impor. Jika suatu negara mengalami inflasi yg tinggi (alias harga barang-barangnya naik), maka ketika kita mengimpor barang dari negara itu, kenaikan harga di negara itu akan ikut kita rasakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan harga barang impor di Amerika yang sebesar 8% (tanpa menghitung kenaikan harga minyak) disebabkan oleh inflasi di negara partner dagangnya. Berdasarkan data yg ada, US paling banyak mengimpor barang dari Cina. Dalam 6 tahun terakhir, impor dari China telah meningkat hingga 3 kali lipat. Karena China mengalami inflasi yang tinggi akhir-akhir ini, maka tentunya konsumen di USA akan ikut merasakan akibatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi serupa saya jg terjadi di Indonesia. Seperti kita tahu, barang impor dari China sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Coba tengok ruangan di sekeliling anda saat ini. Boleh dipastikan di tempat anda berada saat ini tidak sedikit barang yang berasal dari negara itu. Dengan demikian, apa yang terjadi di &#8216;seberang&#8217; sana, akan membawa pengaruh yang tidak sedikit bagi konsumen di negara kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/261/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/261/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=261&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/17/edisons-week-in-review-17-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fundamental Ekonomi Masih Baik???</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/07/28/fundamental-ekonomi-masih-baik/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/07/28/fundamental-ekonomi-masih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 06:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan kondisi Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[BI Rate]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi saya membaca satu artikel yang menarik di Harian Kompas. Artikel tersebut berjudul &#8216;Fundamental Ekonomi Masih Baik&#8216; (tanpa ??? seperti judul post saya ini) dan ditulis oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute. Dalam post ini saya akan coba mengulas artikel tersebut karena di Harian JanganSerakah ini saya juga merangkap sebagai Chief [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=172&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tadi pagi saya membaca satu artikel yang menarik di Harian <strong>Kompas</strong>. Artikel tersebut berjudul &#8216;<a title="Baca artikel ini online" href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/28/01292420/fundamental.ekonomi.masih.baik" target="_blank"><strong>Fundamental Ekonomi Masih Baik</strong></a>&#8216; (tanpa ??? seperti judul post saya ini) dan ditulis oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute. Dalam post ini saya akan coba mengulas artikel tersebut karena di Harian <strong>JanganSerakah</strong> ini saya juga merangkap sebagai Chief Economist (jabatan saya yang lain di harian ini antara lain: Editor, Personalia, IT Manajer, satpam, operator telepon, office boy/tukang sapu spam, dll)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel di harian Kompas tersebut, ada beberapa hal yang menarik. Tetapi bagi saya, mungkin hal yang paling menarik adalah kesimpulan di paragraf terakhirnya, yaitu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Memang, dalam jangka pendek masih ada sentimen negatif, yang ditimbulkan oleh kenaikan inflasi, suku bunga, harga minyak yang tinggi, dan dampak sentimen negatif di bursa saham dunia, yang akan membuat IHSG sulit naik secara berkesinambungan. Namun, ini tidak akan berlangsung lama. <span style="color:#0000ff;">Dengan fundamental ekonomi yang cukup baik, IHSG lambat laun akan naik secara signifikan. Pada akhir tahun IHSG diperkirakan akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini..</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-172"></span>Pak Purbaya membuat perkiraan di atas dengan berdasarkan kepada pengamatannya kepada faktor fundamental dalam ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, dalam membahas &#8216;prediksi&#8217; pak Purbaya tersebut, saya akan mencoba menganalisa pengamatan pak Purbaya terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu faktor yang membuat pak Purbaya optimis terhadap IHSG di akhir tahun adalah perkiraan inflasinya untuk tahun ini. Dalam kaitannya dengan inflasi tahun ini, Chief Economist DRI tersebut menulis bahwa :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Inflasi untuk tahun ini diperkirakan masih dua digit. <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">Angka inflasi tahunan pada akhir 2008 diperkirakan pada kisaran 10,97 persen</span></span>. Inflasi tahunan akan cenderung menurun pada tahun 2009, dan pada Mei 2009 inflasi akan turun tajam ke bawah level 9 persen. Pada akhir 2009 inflasi tahunan diperkirakan akan turun ke sekitar 7,59 persen.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagi para pembaca blog yang tidak terlalu akrab dengan dunia ekonomi, kalimat yang saya garis-bawahi di atas mempunyai arti bahwa pak Purbaya memperkirakan kenaikan harga antara <strong>Januari-Desember 2008</strong> adalah sebesar 10,97%.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mari kita bedah angka 10,97% ini. Dalam pandangan saya, angka ini sendiri boleh dikatakan sangat optimistis, karena perkiraan inflasi pemerintah saja (yang biasanya cenderung optimistis) adalah sebesar 11,5%-12,5%.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari data BPS, angka inflasi tahunan (year on year) pada bulan Juni 2008 adalah 11,03%. Angka ini mencakup kenaikan harga selama periode <strong>July 2007-Juni 2008</strong>. Berdasarkan kedua angka tersebut (11,03% dan 10,97%), maka berarti agar target 10,97% versi pak Purbaya tersebut bisa dicapai, inflasi dalam 6 bulan ke depan (<strong>July 2008-December 2008</strong>) harus lebih kecil daripada inflasi pada periode  yg sama tahun lalu (<strong>July 2007-December 2007</strong>). Sebagai catatan, inflasi pada periode July 2007-December 2007 adalah sebesar 4,4%. Agar prediksi pak Purbaya bahwa inflasi tahun ini sebesar 10,97% bisa menjadi kenyataan, dalam 6 bulan ke depan tingkat inflasi tidak boleh lebih dari angka 4,4% ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi berpendapat bahwa kondisi di atas sulit tercapai, mengingat berbagai kondisi yang pernah saya tuliskan di post lama saya (artikel seri &#8220;<a title="Perkiraan saya tentang inflasi tahun ini" href="http://janganserakah.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/" target="_blank">Mimpi&amp;Realita</a>&#8220;).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor Fundamental lainnya yang dibahas dalam artikel di harian Kompas tersebut adalah mengenai BI Rate. Pak Purbaya dalam artikel tersebut menulis bahwa :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Angka inflasi tahunan yang masih dua digit tentu akan mendorong BI untuk menaikkan suku bunga. Namun, melihat prospek inflasi di atas, rasanya suku bunga tidak harus dinaikkan terlalu tinggi. <span style="color:#0000ff;">BI Rate mungkin akan dinaikkan ke level 9 persen pada awal Agustus dan dipertahankan pada level tersebut sepanjang 2008</span>.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui bahwa dalam sistem &#8220;Inflation Targeting&#8221; yang dianut oleh Indonesia, instrumen yang dipakai oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi adalah dengan menggunakan suku bunga, dalam hal ini adalah BI Rate. Jika tingkat inflasi terlalu tinggi, maka pemerintah akan menginjak &#8216;rem&#8217; perekonomian dengan menaikkan suku bunga. Dengan naiknya suku bunga, maka jumlah uang yang berputar di dalam ekonomi akan berkurang sehingga bisa menekan tingkat inflasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kasus artikel pak Purbaya ini, saya pribadi merasakan adanya suatu kejanggalan. Di satu sisi, pak Purbaya merasa pemerintah tidak perlu menginjak &#8216;rem&#8217; terlalu dalam dan BI Rate cukup dinaikkan hingga ke level 9% dan tidak perlu dinaikkan lagi hingga akhir tahun ini. Tetapi di lain sisi, pak Purbaya mengharapkan inflasi turun drastis hingga di bawah 9% pada bulan Mei 2009 bahkan sampai ke tingkat 7,59% di akhir tahun 2009. Pertanyaan yang mungkin perlu dipikirkan dalam hal ini adalah, &#8216;Tanpa kenaikan suku bunga yang drastis, bagaimana  caranya tingkat inflasi bisa turun drastis?&#8217;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai perbandingan, mari kita lihat apa yang dilakukan oleh oleh pemerintah agar bisa meredam inflasi di tahun 2005 yang mencapai 17,11%. Pada saat itu, dalam periode 6 bulan, BI menaikkan tingkat suku bunga hingga sebesar 450 basis point (dari 8,25% hingga 12,75%).</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengamatan pribadi saya, sejujurnya saya meragukan bahwa BI Rate sebesar 9% akan cukup untuk mengerem inflasi, apalagi agar bisa turun hingga ke tingkat 7,59% seperti harapan pak Purbaya tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan analisa di atas (terhadap inflasi dan tingkat suku bunga), saya merasa bahwa artikel tulisan pak Purbaya tersebut agak terlalu optimistis terhadap IHSG di akhir tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang ingin saya tekankan, dalam post ini yang ingin saya sampaikan bukanlah bahwa &#8216;IHSG tidak mungkin naik di akhir tahun ini&#8217; (meskipun saya memang ragu bahwa<span style="color:#0000ff;"> &#8216;<em><span style="color:#000000;">Pada akhir tahun IHSG akan jauh lebih baik</span></em>&#8216;</span><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;"> seperti yg diperkirakan oleh pak Purbaya). Bukan tidak mungkin di akhir tahun IHSG naik misalnya karena :</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">kembali semaraknya aktivitas spekulasi di bursa saham<br />
</span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">harga komoditas kembali naik drastis seperti tahun-tahun kemarin (karena IHSG sarat dengan saham komoditas)</span></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, jikalau di akhir tahun IHSG benar naik, saya meragukan bahwa kenaikan itu disebabkan oleh &#8216;Fundamental Ekonomi Masih Baik&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/172/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/172/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=172&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/07/28/fundamental-ekonomi-masih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi dan Realita (part 3)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/21/mimpi-dan-realita-part-3/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/21/mimpi-dan-realita-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 00:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan kondisi Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 2) Melanjutkan pembahasan di part satu dan dua, dalam post ini saya akan kembali berbicara seputar keterangan pers Gubernur BI Boediono pada keterangan persnya 5 Juni lalu. Seperti yang telah kita tahu, dalam keterangan pers tersebut, pemerintah menetapkan target inflasi untuk tahun 2009 di tingkat 6,5%±1%. Angka yang dikeluarkan pemerintah ini menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=51&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="baca part 2" href="http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_self">(sambungan dari part 2)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Melanjutkan pembahasan di part satu dan dua, dalam post ini saya akan kembali berbicara seputar keterangan pers Gubernur BI Boediono pada keterangan persnya 5 Juni lalu. Seperti yang telah kita tahu, dalam keterangan pers tersebut, pemerintah menetapkan target inflasi untuk tahun 2009 di tingkat 6,5%±1%. Angka yang dikeluarkan pemerintah ini menurut saya merupakan sebuah angka yang menarik untuk diamati.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama mari kita pertimbangkan angka inflasi untuk tahun 2008 ini, yaitu menurut pemerintah akan sebesar 11,5%-12,5% (yang saya rasa terlalu rendah, dan  kemungkinan besar di atas 15%). Terlepas dari perkiraan mana yang lebih tepat, dari angka-angka inilah kita sebenarnya bisa mendapat suatu &#8220;pesan&#8221; tersembunyi dari pemerintah.<span id="more-51"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menekan tingkat inflasi dari 12,5% hingga ke 6,5%, pemerintah tentunya tidak bisa sekedar &#8220;berpangku tangan&#8221; (apalagi kalau inflasinya 15%). Untuk mencapai penurunan yang begitu drastis dalam 1 tahun seperti yang &#8220;direncanakan&#8221; oleh pemerintah, tentunya perlu tindakan yang &#8220;drastis&#8221; juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menekan inflasi, secara umum ada dua instrumen yang bisa dipakai pemerintah, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter (ataupun kombinasi dari kedua kebijakan ini). Mengamati kondisi saat ini, sepertinya kecil kemungkinan untuk menggunakan kebijakan fiskal yang drastis (seperti menaikkan pajak besar besaran), karena kemungkinan besar akan menimbulkan reaksi yang keras dari masyarakat, terlebih mengingat kenaikan BBM kemarin dan akan diadakannya pemilu tahun depan. Oleh karena itu, pemerintah akan lebih memilih untuk menggunakan instrumen moneter untuk menekan tingkat inflasi. Mengingat pemerintah menganut kebijakan &#8220;Inflation Targeting&#8221;, maka instrumen moneter yang dipakai terutama adalah suku bunga antar bank, atau yang kita kenal sebagai BI Rate.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita tahu, dalam 2 bulan terakhir, pemerintah mulai menaikkan BI Rate, yaitu sebesar 0,25% pada bulan Mei dan 0,25% pada bulan Juni. Perlu diingat bahwa dampak dari kenaikan suku bunga tidaklah instant. Para ahli ekonomi umumnya berpendapat bahwa efek dari perubahan suku bunga baru akan dirasakan 6 bulan setelah perubahan suku bunga itu dilakukan. Hal ini membuat Bank Sentral itu biasanya menghindari merubah suku bunga secara drastis, karena mereka ingin melihat dulu efek dari perubahan suku bunga yang telah dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, jika berpatokan kepada perkiraan inflasi versi saya (yang 15%), saya merasa bahwa kenaikan BI rate yang dilakukan ini agak terlalu &#8220;pelan&#8221;. Sebagai perbandingan, pada tahun 2005, Indonesia juga mengalami tingkat inflasi yang tinggi, yaitu 17,11%. Dalam tahun itu, pemerintah menginjak &#8220;rem&#8221; perekonomian keras-keras, yaitu dengan menaikkan bunga sebesar 450 basis  poin (dari 8,25%-12,75%) <span style="text-decoration:underline;">hanya dalam tempo 6 bulan</span>. Dengan &#8220;injak rem mendadak&#8221; seperti itu, barulah inflasi 2006 bisa ditekan agak drastis hingga 6,6%.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti saya tulis dalam part 1 artikel ini, estimasi pemerintah untuk inflasi bulan Juni 2008 adalah 2%. Jika kita bandingkan dengan efek dari kenaikan BBM 2005 (yang menaikkan tingkat inflasi hingga 8,7% dalam 1 bulan), maka angka 2% ini sepertinya agak kecil. Berdasarkan pemikiran ini, saya pikir bukan mustahil bahwa pemerintah akan &#8220;terpaksa&#8221; lebih drastis dalam menaikkan suku bunganya karena inflasi dalam 2-3 bulan ke depan kemungkinan akan meleset dari estimasi mereka.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang juga menjadi pikiran saya juga adalah bahwa kondisi saat ini agak berbeda dengan kondisi tahun 2005. Pada tahun 2005, kita tidak menghadapi permasalahan harga komoditas pangan, karena lonjakan harga komoditas pangan belum terlalu terlihat. Pada saat ini sendiri, harga komoditas pangan mengalami lonjakan yang cukup tinggi sehingga menimbulkan tekanan inflasi tambahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor lainnya yang agak membedakan situasi saat ini dengan tahun 2005 adalah faktor Imported Inflation yang sudah beberapa kali saya bicarakan dalam blog ini. Bagi yang gemar membaca berita ekonomi, mungkin tahu bahwa saat ini boleh dikatakan semua negara di dunia mengalami tingkat inflasi yang tinggi. Inflasi yang tinggi di negara-negara mitra dagang utama kita seperti Cina, akan dirasakan juga oleh kita ketika kita mengimpor barang dari negara itu. Kondisi ini tidak terlalu kita rasakan di tahun 2005. Ada satu hal relevan yang ingin saya tambahkan di sini adalah bahwa beberapa ekonom berpendapat kebijakan moneter tidak terlalu efektif untuk menekan efek dari imported inflation.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan melambat. Hal ini mungkin akan membantu menekan tingkat inflasi di kemudian hari. Meskipun demikian, perlu saya ingatkan juga bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi di USA telah melambat dalam 1 tahun terakhir, inflasi tetap melonjak. Kondisi &#8220;membandelnya&#8221; inflasi di saat ekonomi telah melambat, membuat kata &#8220;horor&#8221; <strong>Stagflasi</strong> mulai keluar dari mulut beberapa orang. <strong>Stagflasi</strong> adalah keadaan dimana pertumbuhan ekonomi melambat/stagnan, tetapi tingkat inflasi tetapi tinggi. Kondisi ini terakhir kali terjadi pada dekade 70-an.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai hal yang saya sebutkan di atas membuat tantangan yang dihadapi pemerintah dalam memerangi inflasi di saat ini akan berbeda dengan yang mereka hadapi di tahun 2005.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan akhir, saya ingin menambahkan sesuatu untuk melengkapi part 2 artikel ini. Dalam part 2, saya ada menulis bahwa salah satu hal yang bisa mencegah Wage-Price Spiral adalah tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini karena jika tingkat pengangguran tinggi, pekerja sulit untuk meminta kenaikan upah. Hal yang ingin saya tambahkan di sini adalah bahwa ada satu hal lainnya yang bisa mencegah timbulnya Wage-Price Spiral. Hal ini adalah kondisi market/pasar yang kompetitif. Jika kondisi market/pasar sangat kompetitif, pengusaha akan berpikir 2-3 kali sebelum menaikkan harga, karena persaingan sangat ketat. Dengan demikian, spiral upah-harga pun akan terhenti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=51&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/21/mimpi-dan-realita-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi dan Realita (part 2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 07:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan kondisi Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 1) Beberapa hari lalu, saya telah menulis bagian pertama artikel ini yang membahas mengenai keterangan pers Gubernur BI tentang target inflasi utk tahun ini dan tahun depan. Reaksi dari teman-teman yang membaca post itu cukup beragam. Ada yang jadi takut, ada yang pasrah, ada yang mengeluh, dan ada juga yang &#8220;penasaran&#8221;. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=49&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="baca part 1" href="http://janganserakah.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/" target="_self">(sambungan dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari lalu, saya telah menulis bagian pertama artikel ini yang membahas mengenai keterangan pers Gubernur BI tentang target inflasi utk tahun ini dan tahun depan. Reaksi dari teman-teman yang membaca post itu cukup beragam. Ada yang jadi takut, ada yang pasrah, ada yang mengeluh, dan ada juga yang &#8220;penasaran&#8221;. Dalam hal ini, yang membuat mereka &#8220;penasaran&#8221; adalah jika saya berpendapat bahwa target inflasi tahun ini yang 11,5-12,5% kurang realistis, berapa angka inflasi yang akan terjadi menurut saya?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam post ini sebenarnya saya ingin berbicara mengenai target inflasi pemerintah untuk tahun 2009 yang dikatakan akan berada pada tingkat 1 digit, tepatnya pada tingkat 6,5%±1%. Tetapi mungkin ada baiknya saya awali dulu post ini dengan membahas &#8220;estimasi kasar&#8221; angka inflasi untuk tahun 2008 ini sebelum melihat ke tingkat inflasi 2009.<span id="more-49"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita berbicara mengenai perkiraan tingkat inflasi untuk tahun ini, mungkin angka pertama yang akan  terlintas di kepala saya adalah 15%. Angka ini sendiri bukanlah berdasarkan model matematika rumit, melainkan hanya berdasarkan logika dan pengamatan saya atas kondisi ekonomi saat ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Satu titik tolak yang membuat saya terpikir angka 15% adalah wawancara dengan ibu Marie Pangestu di TV Bloomberg. Dalam wawancara itu, dikatakan bahwa perkiraan inflasi pemerintah untuk bulan Juni ini adalah 2%. Saya sendiri berpendapat bahwa angka 2% sepertinya agak terlalu kecil mengingat bulan Juni ini akan sangat dipengaruhi oleh kenaikan BBM Mei kemarin. Tetapi dalam kasus ini, anggap saja bahwa estimasi ibu Marie Pangestu yang 2% itu benar. Maka berarti inflasi 6 bulan pertama tahun ini sudah mencapai 7,47%.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita tahu, Hari Raya Lebaran memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Ditambah lagi dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, maka seharusnya inflasi July-Desember akan lebih tinggi daripada Januari-Juni. Jika kita lihat data inflasi thn 2005-2007 misalnya,  pengaruh  kedua hari raya ini cukup terasa. Selama 3 tahun itu inflasi July-Desember selalu lebih tinggi daripada Januari-Juni. Tetapi dalam hal ini,&#8221;untuk amannya&#8221; anggaplah saja bahwa inflasi July-Desember 2008 akan sama dengan Januari-Juni. Dengan kondisi seperti ini saja, maka nflasi tahun 2008 ini sudah akan berada pada tingkat 14,94% alias kurang lebih 15%.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita pertimbangkan juga faktor-faktor lain yang saya tulis di bagian pertama artikel ini, maka angka inflasi 15% itu sepertinya lebih realistis daripada 111,5-12,5%,. Itupun sudah berdasarkan asumsi yang cukup konservatif.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kita melihat perkiraan kasar inflasi 2008, maka selanjutnya saya ingin mengajak teman-teman untuk melirik inflasi tahun 2009 yang diperkirakan pemerintah akan berada di tingkat 6,5%±1%.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika perkiraan inflasi tahun 2008 yang dikeluarkan pemerintah menyerupai &#8220;mimpi (indah)&#8221;, maka kalau berbicara tentang inflasi tahun 2009, saya justru mengalami beberapa &#8220;mimpi (buruk)&#8221;. Salah satu &#8220;mimpi buruk&#8221; ini adalah kekhawatiran saya akan terjadinya &#8220;Wage-Price Spiral&#8221; (Spiral Upah-Harga).</p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu &#8220;Wage-Price Spiral&#8221;? &#8220;Wage-Price Spiral&#8221; adalah suatu kondisi dimana inflasi terus menerus naik yang diakibatkan oleh Upah dan Harga barang saling &#8220;berkejar-kejaran&#8221;. Kondisi ini terdiri dari 2 tahap, yang jika disederhanakan adalah :</p>
<ol>
<li>Akibat tingkat inflasi tinggi (harga-harga kebutuhan hidup naik), para pekerja menuntut kenaikan upah karena upahnya dirasakan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup</li>
<li>Akibat kenaikan upah, para pengusaha dan produsen barang mengalami kenaikan biaya dalam usahanya. Kenaikan biaya ini memaksa pengusaha dan produsen barang menaikkan harga barang-barang, dan semakin mendorong inflasi. Kita pun kembali &#8220;terlempar&#8221; pada tahap 1 di atas.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Bisakan teman-teman bayangkan betapa berbahayanya jika siklus di atas terus terjadi berulang-ulang? Sebuah &#8220;Wage-Price Spiral&#8221; yang parah sangat sulit untuk diatasi, dan terkadang hanya resesi yang bisa menghentikan kondisi ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah &#8220;Wage-Price Spiral&#8221; akan terjadi di Indonesia? Terlepas dari apakah inflasi 15% yang saya katakan di atas akan terjadi atau tidak, kita bisa memastikan bahwa inflasi tahun ini akan tinggi. Oleh sebab itu, menurut perkiraan saya, di akhir tahun ini pemerintah akan menaikkan UMR dalam jumlah yang relatif besar akibat tekanan dari masyarakat. Kenaikan UMR ini boleh dipastikan akan menimbulkan &#8220;gelombang&#8221; kenaikan harga susulan. Jika kenaikan harga ini lalu disusul lagi dengan permintaan kenaikan upah, maka kekhawatiran saya pun menjadi kenyataan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, suatu negara yang tingkat penganggurannya tinggi seperti Indonesia seharusnya tidak akan mengalami Wage-Price Spiral. Ini karena jika pekerja menuntut gaji yang lebih tinggi, pengusaha bisa dengan mudah memperkerjakan orang lain (karena banyaknya pengangguran) sehingga siklus Wage-Price Spiral langsung terhenti di situ (Buat teman-teman yang termasuk &#8220;pekerja&#8221;, maaf kalau cerita ini terasa &#8220;kejam&#8221;, tetapi memang beginilah teori ekonominya).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kenyataannya, seperti yang kita tahu, di Indonesia kita mengenal adanya kebijakan UMR. Kebijakan UMR sendiri sebenarnya tidak terlalu bermasalah, karena ada juga negara yang memakai UMR dan tidak terperangkap dalam Wage-Price Spiral. Yang menjadi permasalahan adalah bahwa di Indonesia, UMR setiap tahun diperbaharui dan dalam penghitungan tingkat kenaikannya juga berpatokan kepada tingkat inflasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="baca part 3" href="http://janganserakah.com/2008/06/21/mimpi-dan-realita-part-3/" target="_self">(bersambung ke part 3)</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=49&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi dan Realita (part 1)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 17:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan kondisi Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; Wishful thinking is one thing, and reality another Jalal Talabani &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; &#8220;Mimpi dan Realita adalah dua hal yang berbeda&#8221;, begitu kira kira maksud presiden Irak yang saya kutip ini. Kalimat tersebut sangat pas untuk menggambarkan apa yang terlintas dalam pikiran saya ketika menyempatkan diri membaca keterangan pers Gubernur BI 5 juni lalu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=44&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><em>Wishful thinking is one thing, and reality another</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Jalal Talabani</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mimpi dan Realita adalah dua hal yang berbeda&#8221;, begitu kira kira maksud presiden Irak yang saya kutip ini. Kalimat tersebut sangat pas untuk menggambarkan apa yang terlintas dalam pikiran saya ketika menyempatkan diri membaca keterangan pers Gubernur BI 5 juni lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam rapat Dewan Gubernur BI yang terakhir itu, Gubernur Bank Sentral Boediono menyampaikan :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Inflasi pada 2008 kemungkinan akan meningkat pada kisaran 11,5-12,5% (yoy). Namun kami memperkirakan bahwa dengan berbagai kebijakan yang telah dan akan dilakukan, baik oleh Bank Indonesia maupun Pemerintah, inflasi akan kembali mengarah ke satu digit di tahun 2009 pada kisaran 6,5%±1%. Bank Indonesia akan memfokuskan pada upaya meredam dampak tidak langsung dari kenaikan harga BBM dan pangan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa kaitannya keterangan pers ini dengan ucapan Jalal Talabani yang saya kutip di atas?<span id="more-44"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama mari kita lihat target inflasi pemerintah yang dikatakan berada pada kisaran &#8220;11,5-12,5%&#8221;. Apakah ini sebuah target yang realistis, atau lebih dekat kepada &#8220;mimpi&#8221;? Dalam 5 bulan pertama tahun 2008 ini, tingkat inflasi sudah mencapai 5,47%. Berarti dalam 7 bulan yang tersisa, inflasi &#8220;ditargetkan&#8221; oleh pemerintah tidak akan melebihi 7%. Meskipun dalam hidup segala sesuatu bisa terjadi, ada beberapa alasan yang membuat saya meragukan target tingkat inflasi itu bisa dicapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu harga BBM dinaikkan pada tahun 2005, tingkat inflasi bulan berikutnya mencapai 8,7%. Meskipun kenaikan BBM pada bulan Mei lalu secara persentase tidak sebesar kenaikan tahun 2005, kenaikan BBM tahun ini tetaplah cukup tinggi. Tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM ini masih akan kita rasakan dalam beberapa bulan ke depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan kedua yang membuat saya ragu akan target inflasi pemerintah itu, adalah karena di paruh kedua tahun ini, kita akan melalui periode Lebaran dan juga Natal. Seperti yang kita tahu, kedua Hari Raya tersebut selalu cenderung diikuti oleh kenaikan harga-harga barang. Ini berarti tekanan inflasi juga akan bertambah besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan ketiga adalah faktor Imported Inflation (Inflasi &#8220;import&#8221;) yang pernah saya bahas dalam post &#8220;<a href="http://janganserakah.wordpress.com/2008/06/05/bernanke-bank-indonesia-dan-bi-rate/">Bernanke, Bank Indonesia dan BI Rate</a>&#8220;. Permasalahan inflasi bukan hanya dialami oleh Indonesia. Pada saat ini, boleh dikatakan setiap negara di dunia juga mengalami tingkat inflasi yang tinggi. Setiap kali kita mengimpor barang dari negara-negara itu, kita juga &#8220;mengimpor&#8221; inflasi dari negara itu. &#8220;Sumbangan&#8221; inflasi dari luar negeri ini juga akan mendorong tingkat kenaikan inflasi di negara kita. Faktor &#8220;Imported Inflation&#8221; ini lalu semakin parah karena menguatnya mata uang berbagai negara terhadap Dollar US dan juga Rupiah.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan terakhir mengapa saya meragukan target inflasi pemerintah bisa tercapai adalah karena kondisi pasar komoditas dunia. Dalam hal ini saya bukan hanya berbicara mengenai minyak ataupun emas, tetapi juga mengenai berbagai bahan pangan seperti gandum, beras, jagung, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenaikan harga berbagai komoditas pangan secara drastis selama ini, bisa dikatakan sebagian besar diakibatkan oleh faktor supply dan demand, dan bukan karena aksi spekulasi. Oleh karena itu, kemungkinan harga komoditas pangan akan turun drastis sepertinya relatif kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan komoditas minyak? Meskipun ada beberapa pihak yang menyalahkan aksi spekulan sebagai penyebab kondisi harga minyak saat ini, ada juga beberapa pihak yang menyatakan bahwa kenaikan harga minyak lebih disebabkan karena faktor supply dan demand. Terlepas dari pihak mana yang benar, pada saat ini, tidak ada yang berani meramalkan kapan harga minyak akan turun (itu pun kalau benar akan turun).</p>
<p style="text-align:justify;">Kombinasi dari berbagai faktor di atas membuat saya berpendapat bahwa target inflasi pemerintah lebih dekat ke &#8220;mimpi&#8221; daripada realita.</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="baca part 2" href="http://janganserakah.com/2008/06/19/mimpi-dan-realita-part-2/" target="_self">(<span style="text-decoration:underline;">bersambung ke part 2</span>)</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=44&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/18/mimpi-dan-realita-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bernanke, Bank Indonesia dan BI Rate</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/05/bernanke-bank-indonesia-dan-bi-rate/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/05/bernanke-bank-indonesia-dan-bi-rate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 07:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan kondisi Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[BI Rate]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini, Ben Bernanke dalam satu pidatonya memberikan &#8220;sinyal&#8221; yang ditanggapi oleh kalangan pengamat ekonomi sebagai tanda The Fed (bank sentral Amerika) akan berhenti menurunkan tingkat suku bunga Fed Rate. Dalam pidatonya itu, Bernanke juga mengungkapkan bahwa tingkat inflasi USA saat ini berada di atas target yang ditentukan. Para pengamat ekonomi sepakat bahwa ini membuka kemungkinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=21&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini, Ben Bernanke dalam satu pidatonya memberikan &#8220;sinyal&#8221; yang ditanggapi oleh kalangan pengamat ekonomi sebagai tanda The Fed (bank sentral Amerika) akan berhenti menurunkan tingkat suku bunga Fed Rate. Dalam pidatonya itu, Bernanke juga mengungkapkan bahwa tingkat inflasi USA saat ini berada di atas target yang ditentukan. Para pengamat ekonomi sepakat bahwa ini membuka kemungkinan untuk The Fed mulai menaikkan tingkat suku bunga untuk memerangi inflasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa dampak yang akan dirasakan oleh perekonomian Indonesia seandainya perkiraan para pengamat ekonomi ini benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam 1 tahun terakhir, nilai tukar Dollar US melemah terhadap kebanyakan mata uang. Salah satu faktor utama penyebab melemahnya Dollar US ini adalah kebijakan The Fed yang secara agresif menurunkan suku bunga dari 5,25% hingga ke 2% dalam tempo yang relatif singkat. Akibatnya dalam 1 tahun terakhir (per hari ini) Dollar US melemah hingga kurang lebih 10% terhadap Yuan Cina dan dan 14% terhadap Euro dan juga Yen . Pelemahan Dollar US ini juga ini terjadi terhadap mata uang negara negara tetangga kita seperti Ringgit Malaysia, Peso Filipina, Baht Thailand dan Dollar Singapura.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, fenomena melemahnya Dollar US ini tidak terjadi terhadap Rupiah. Nilai tukar Dollar US terhadap Rupiah relatif tidak berubah selama 2 tahun terakhir.<span id="more-21"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun dilihat dari satu sisi, kondisi di atas bisa mendorong pertumbuhan ekspor kita (akibat barang kita menjadi &#8220;murah&#8221; di luar negeri), di lain sisi ini juga mempunyai dampak yang negatif, terutama dari segi inflasi. Dalam kondisi pasar minyak bumi saat ini, di mana harga minyak melonjak drastis, negara-negara lain yang mata uangnya menguat terhadap Dollar US mendapatkan sedikit &#8220;keringanan&#8221;. Ini karena minyak bumi diperdagangkan di pasar internasional dalam mata uang Dollar US, sedangkan daya beli uang mereka terhadap dollar US menguat. Jika harga minyak bumi (dalam Dollar US) naik 15% misalnya, tetapi mata uang mereka menguat terhadap Dollar US 10%, maka bagi masyarakat negara itu, boleh dikatakan harga minyak naik secara nyata hanya 5%.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Keringanan&#8221; ini tentunya tidak dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang mata uangnya tidak berubah terhadap Dollar US. Beban kenaikan harga minyak bumi ini terpaksa kita tanggung secara penuh. Kondisi ini tentunya berpengaruh besar terhadap perekonomian kita. Beban anggaran subsidi pemerintah menjadi membengkak yang berujung pada kenaikan BBM kemarin.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam post ini sendiri, saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat dampak lain yang akan kita rasakan. Dampak yang ingin saya bicarakan ini adalah &#8220;impor&#8221; inflasi (Imported Inflation).</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama, perlu kita sadari bahwa jika misalkan mata uang negara A menguat 10% terhadap Dollar US, dan mata uang Rupiah tidak bergerak terhadap dollar US, maka jika kita mengimpor barang dari negara A, harga barang impor tersebut bertambah mahal 10%. Ini baru sekedar mempertimbangkan efek dari perubahan kurs.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika negara A itu juga mengalami inflasi sehingga di dalam negara A itu sendiri harga barang-barang juga naik jauh? Misalkan saja negara A mengalami inflasi 10%, maka harga barang-barang di negara itu bertambah mahal 10%. Jika kita melanjutkan ilustrasi di paragraf sebelum ini, maka barang yang kita impor dari negara A akan menjadi bertambah mahal sebesar 21%. Nilai ini didapat dari (110%x110%)-100%.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilustrasi di atas bukanlah sekedar suatu contoh, tetapi pada saat ini telah terjadi. Berbagai negara di dunia secara umum pada saat ini mengalami inflasi yang tinggi. Cina saat ini misalnya, mengalami inflasi yang tertinggi dalam 12 tahun. Kawasan Eropa juga mengalami permasalahan dengan inflasi. Dikombinasi dengan menguatnya mata uang mereka terhadap Dollar US, di saat Rupiah justru tidak berubah, maka kita merasakan efek kenaikan harga yang besar ketika kita mengimpor barang dari negara itu.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi ke Ben Bernanke&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika perkiraan para pengamat ekonomi benar terjadi (The Fed akan mulai menaikkan suku bunga), maka ada kemungkinan yang cukup besar bahwa Dollar Amerika akan menguat. Di sini saya menulis &#8221;<span style="text-decoration:underline;">kemungkinan</span>&#8220;, karena banyak hal lain yang mempengaruhi nilai tukar uang. Meskipun demikian, secara umum  kenaikan suku bunga biasanya akan memperkuat mata uang negara itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu kita ingat adalah di saat Dollar US melemah terhadap mata uang lain, nilai tukarnya terhadap Rupiah tidak berubah. Bagaimana jika seandainya Dollar US menguat? Tentunya kemungkinan besar Rupiah akan melemah terhadap Dollar US. Untuk menghindari ini, mau tidak mau Bank Indonesia kemungkinan besar akan terpaksa &#8220;menopang&#8221; mata uang Rupiah dengan cara &#8220;menyedot&#8221; Rupiah dari perekonomian. Jalan yang bisa ditempuh oleh BI dalam hal ini adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga, merubah tingkat reserve requirement, melakukan operasi pasar terbuka, ataupun kombinasi dari ketiga alternatif ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya &#8220;menyedot&#8221; uang dari perekonomian akan menimbulkan efek samping. Uang akan menjadi &#8220;langka&#8221; dan &#8220;mahal&#8221;, akibatnya pertumbuhan ekonomi akan melambat. Tingkat pengangguran pun akan cenderung bertambah (tadi pagi saya lihat di berita, tingkat pengangguran Indonesia 9,1%, tertinggi di ASEAN).</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kondisi BI ini, saya jadi teringat sebuah film komedi berjudul &#8220;Maju Kena Mundur Kena&#8221; (dibintangi Dono-Kasino-Indro). Judul film tersebut saya rasa amat cocok menggambarkan dilema yang dihadapi oleh Bank Indonesia : Menaikkan suku bunga &#8220;Kena&#8221;, tidak menaikkan suku bunga juga &#8220;Kena&#8221;.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin di sini sebagian pembaca ada yang bertanya, &#8220;seandainya apa yang ditulis di atas benar akan terjadi, apa dampaknya terhadap investasi saya?&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para investor saham, mungkin ada baiknya meneliti apakah perusahaan yang sahamnya anda miliki mempunyai ketergantungan yang besar terhadap hutang? Jika suku bunga Indonesia terus dinaikkan, semakin besar hutang perusahaan itu, tentu semakin besar beban yang harus ditanggung akibat kenaikan suku bunga. Perusahaan yang dalam operasinya mempunyai ketergantungan besar terhadap impor juga sebaiknya dicermati, karena produk mereka kemungkinan besar akan menjadi relatif lebih &#8221;mahal&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk para investor obligasi, tentunya lebih baik mempersiapkan diri untuk kenaikan suku bunga dengan menggeser portofolionya ke obligasi jangka pendek ataupun instrumen pasar uang sehingga ketika suku bunga dinaikkan, kita tidak perlu menunggu lama untuk menikmati suku bunga yang tinggi itu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=21&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/05/bernanke-bank-indonesia-dan-bi-rate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>