<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; ETF</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/etf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; ETF</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Felicia dan Konobe to IDX Investor Club Gath</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/08/31/felicia-dan-konobe-to-idx-investor-club-gath/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/08/31/felicia-dan-konobe-to-idx-investor-club-gath/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 05:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>konobe</dc:creator>
				<category><![CDATA[EVENT]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[KIK EBA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1856</guid>
		<description><![CDATA[article by Felicia edited by konobe Tanggal 8 Agustus 2009 kemarin, seperti biasa IDX Investor Club mengadakan gathering bulanan dengan tema yang cukup menarik yaitu ETF dan EBA yang disponsori oleh Danareksa. Saya dan Konobe datang dan bertemu ditempat acara. Berita yang cukup menarik saya dapatkan dari acara tersebut adalah adanya rencana penerbitan ETF dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1856&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>article by Felicia<br />
edited by konobe</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 8 Agustus 2009 kemarin, seperti biasa IDX Investor Club mengadakan gathering bulanan dengan tema yang cukup menarik yaitu ETF dan EBA yang disponsori oleh Danareksa. Saya dan Konobe datang dan bertemu ditempat acara.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita yang cukup menarik saya dapatkan dari acara tersebut adalah adanya rencana penerbitan ETF dan KIK EBA oleh Danareksa kira-kira paling lama dua bulan yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1856"></span>Rencana penerbitan ETF ini diharapkan akan bisa menjadi alternatif baru bagi investor selain dari penerbit ETF yang sudah ada. Apalagi ETF yang direncanakan oleh Danareksa juga masih berbasis indeks LQ45, hingga akan lebih mudah bagi kita jika ingin membandingkan <em>apple to apple</em> dengan produk ETF milik Indo Premier.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaca dari pengalaman ETF sebelumnya, beberapa kekuatiran investor mengenai ETF di Indonesia sempat terkuak dari seorang penanya yang menyatakan tentang kendala mengapa ETF tidak bisa berkembang di Indonesia. Antara lain karena penerbit tidak mau pusing menjadi <em>market maker</em>-nya sehingga menjadi kurang likuid dan selisih harga antara menjual dan membeli dari ETF terlalu jauh menguntungkan buat penerbit.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;oooOooo&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Akankah ETF yang akan baru terbit ini akan menjadi sama dengan ETF yang sudah ada? mudah-mudahan tidak. karena saya sendiri ingin sekali berinvestasi di ETF karena kita bisa mendiversifikasi investasi pada saham-saham unggulan tanpa perlu keluar uang yang terlalu besar sehingga bisa ikut dalam pertumbuhan bisnis di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Seteah penjelasan mengenai ETF, Danareksa dan pihak dari SMF melanjutkan pembahasan mengenai KIK EBA (Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset). Sebelum acara ini, saya sama sekali tidak mengerti tentang EBA. Mungkin juga banyak seperti saya yang sebelumnya bahkan tidak pernah mendengar tentang ini karena mungkin masih baru di Indonesia. Ternyata instrumen ini sama sekali tidak serumit yang dibayangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">EBA yang diperkenalkan di acara ini adalah efek beragun aset yang modelnya seperti obligasi yaitu investor mendapat pembayaran setiap tanggal yang ditentukan. &#8216;Kupon&#8217; pembayarannya ini didapatkan dari pembayaran piutang/kredit yang dijual oleh perusahaan yang memilikinya kepada entitas usaha yang terpisah dari perusahannya yang sering disebut dengan SPV (special purpose vehicle)/ KIK-EBA.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa Special purpose vehicle (SPV)? karena entitas/badan usaha ini memiliki tujuan yang spesial/khusus hanya menangani pengelolaan pembayaran aset finansial (piutang/kredit) ini hingga selesai pembayarannya kepada kreditor/investor. Keistimewaan SPV ini adalah ia tidak dapat dibangkrutkan seperti halnya obligasi di perusahaan yang dapat default(gagal bayar) karena walaupun berbentuk badan usaha tapi ia hanyalah suatu pengelola kontrak tertentu (kontrak pengelolaan aset finansial)</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;oooOooo&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">EBA sendiri sebenarnya memiliki beberapa jenis agunan. Dan yang diperkenalkan pada waktu acara itu adalah EBA yang berbasis pada kredit pembayaran rumah(KPR) BTN dimana BTN menjual aset finansialnya (sekuritisasi) berupa kredit kepemilikan sejumlah rumah yang telah melalui proses seleksi kepada SPV/ KIK-EBA Danareksa yang kemudian menawarkannya pada investor ritel.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah investor retail ini akan mendapatkan uang pembayaran kredit kepemilikan rumah sedikit demi sedikit dari yang kredit rumah tersebut hingga selesai masa kredit dan pembayaran sudah selesai. Jaminan bahwa kredit ini akan dilunasi adalah rumah yang dikredit tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, tampaknya instrumen ini cukup bagus, karena dengan minimal investasi Rp 5 juta cukup bisa dijangkau masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja seperti yang dikatakan oleh danareksa sendiri peminatnya masih sedikit (mungkin juga karena belum banyak yang tau) sehingga untuk dapat menjual investasi ini di tengah jalan tampaknya akan mengalami kesulitan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, berminat dengan ETF dan KIK EBA ini? Kita tunggu saja berita lebih lengkapnya dari Danareksa, BTN dan SMF.</p>
<p style="text-align:justify;">Note: <a title="link ETF-EBA Danareksa" href="http://www.4shared.com/file/130054928/39af7aa8/ETF_-_KIK_EBA_-_Danareksa_200908.html">link file ETF dan KIK EBA dari Danareksa</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1856/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1856&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/08/31/felicia-dan-konobe-to-idx-investor-club-gath/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99347e0abb95f706cfba65dd0e96dbc3?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">konobe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X (part 2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 03:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 1) Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217; antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka &#8216;resmi&#8217;  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya &#8216;masuk&#8217;-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=622&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="Part 1 artikel seri ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/" target="_self">(sambungan dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217; antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka &#8216;resmi&#8217;  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya &#8216;masuk&#8217;-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan di lapangan?<span id="more-622"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu kita ingat kembali bahwa meskipun R-LQ45X merupakan reksadana, tetapi ia berbentuk saham. Oleh sebab itu, untuk &#8216;masuk&#8217; kita tentunya harus membeli R-LQ45X di bursa saham. Bagi teman-teman yang sudah akrab dengan dunia saham, tentunya tahu bahwa setiap pembelian saham akan berhadapan dengan masalah &#8216;spread&#8217; bid-ask. Meskipun demikian, saya akan menceritakan sedikit mengenai topik ini, agar teman-teman yang belum akrab dengan dunia saham bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang akan kita bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bursa saham secara sederhana bisa kita samakan dengan suatu pelelangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya berbicara pelelangan, mungkin gambaran pertama yang terlintas di pikiran sebagian besar pembaca adalah pelelangan penawaran suatu produk. Dalam pelelangan macam ini, penjualnya ada 1, sedangkan pembelinya lebih dari 1. Untuk bisa mendapatkan produk sang penjual, para pembeli lalu akan &#8216;berlomba&#8217; menawarkan harga yang lebih tinggi. Transaksi jual-beli akan dilakukan pada harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain pelelangan seperti di atas, ada lagi jenis pelelangan yang mungkin hanya terpikirkan oleh sebagian kecil pembaca blog. Berbeda dari pelelangan yang kita lihat di atas, pelelangan ini hanya mempunyai 1 pembeli, sedangkan jumlah penjualnya lebih dari 1. Dalam kondisi ini, tentunya para penjual yang harus bersaing utk &#8216;meminang&#8217; si pembeli. Mereka &#8216;berlomba&#8217; untuk menawarkan harga yang lebih murah. Harga termurah yang akan &#8216;menang&#8217; dan transaksi jual beli akan dilakukan pada harga tersebut. Pelelangan semacam ini lebih akrab dikenal sebagai &#8216;Tender&#8217; di dunia bisnis.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pertanyaannya kini,  termasuk jenis pelelangan yang manakah transaksi di bursa saham?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, bursa saham merupakan gabungan dari kedua jenis pelelangan tersebut sekaligus. Baik pembeli maupun penjual saham jumlahnya lebih dari 1. Para pembeli akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih tinggi, sedangkan para penjual akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih rendah. Harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli akan muncul sebagai harga BID, sedangkan harga terendah yang ditawarkan oleh para penjual akan muncul sebagai harga ASK (ataupun OFFER). Selisih di antara BID dan ASK dikenal sebagai BID-ASK SPREAD.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kini kita kembali lagi kepada perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai saham, para investor ETF R-LQ45X akan mengalami biaya tambahan berupa BID-ASK SPREAD yang kita bicarakan di atas. Semakin besar BID-ASK SPREAD, semakin besar biaya yang ditanggung oleh investor. Pertanyaannya kini adalah berapa besar biaya tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengamatan saya selama ini, dalam kondisi &#8216;tenang&#8217; BID-ASK SPREAD dari ETF ini relatif kecil, terkadang hanya 1 (satu) Rupiah per lembar. Seandainya harga ETF tersebut adalah Rp 300, berarti SPREAD ini hanya sebesar 0,33%, suatu angka yang masih bisa diterima di bursa negara berkembang seperti kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya kondisi di atas hilang ketika saham mengalami gejolak yang besar seperti yang kita alami akhir-akhir ini. Berikut adalah potret dari situasi &#8216;pasar&#8217; utk ETF R-LQ45X yang saya ambil baru-baru ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-626 aligncenter" title="BID-ASK R-LQ45X" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/10/new-11.jpg?w=428&#038;h=217" alt="" width="428" height="217" /></p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi kanan gambar ini, kita bisa melihat nilai LQ45 saat itu sebesar 288,421. Selain itu, terlihat juga nilai iR-LQ45X adalah sebesar 291,295. Angka ini merupakan angka indikatif (perkiraan) dari harga &#8216;wajar&#8217; dari ETF R-LQ45X.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita lihat sisi kiri gambar tersebut, kita akan bisa melihat betapa timpangnya kondisi di pasar untuk ETF ini. Harga termurah yang ditawarkan untuk ETF ini adalah Rp 349 per lembar, alias hampir 20% lebih tinggi dibandingkan dengan harga &#8216;wajar&#8217;-nya. Bagi para Investor, tentunya kondisi ini sangatlah merugikan, karena ibaratnya, anda diminta membayar Rp 1200 untuk selembar uang Rp 1000.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para investor yang menjalankan program Investasi rutin dengan metode Dollar Cost Averaging, situasi ini semakin &#8216;menyakitkan&#8217;, karena ketika &#8216;jadwal&#8217; untuk invest tiba, mereka justru harus menghadapi problem ini, padahal kondisi bursa saat ini justru menguntungkan untuk melakukan pembelian.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri sangat menyayangkan kurang aktifnya Indopremier (sebagai penerbit ETF ini) dalam menjalankan peranan &#8217;market maker&#8217;. Seharusnya ketika kondisi seperti ini timbul, dimana harga penawaran R-LQ45X terlalu tinggi, mereka sebagai &#8216;produsen&#8217; ETF ini seharusnya masuk ke pasar dan menawarkan saham tersebut di harga yang lebih pantas. Dengan demikian para investor yang ingin &#8216;masuk&#8217; tidak &#8216;gigit jari&#8217; karena tidak bisa membeli saham tersebut akibat harganya yang tidak masuk akal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mempertimbangkan kondisi ini, maka nilai keunggulan &#8216;biaya&#8217; masuk ETF R-LQ45X (yg saya tulis di part 1) terpaksa saya &#8216;anulir&#8217;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: </strong><strong><span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">0</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">0</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Skor ini sendiri tidak bertahan lama, karena sejak saya menuliskan part 1 artikel ini, saya telah mendapatkan masukan dari beberapa pembaca blog bahwa Subscription Fee reksadana DINAR  bisa di-&#8217;tawar&#8217; hingga mencapai 0,5%. Pada tingkat ini, biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR lebih atraktif dibandingkan dengan ETF R-LQ45X</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">1</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">0</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217;, langkah selanjutnya kita akan membandingkan biaya &#8216;keluar&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini Investor ETF R-LQ45X akan menanggung biaya komisi broker, yang lagi-lagi bervariasi antar broker. Bagi rata-rata Investor di Indonesia, komisi ini akan berkisar antara 0,27%-0,35%. Sebaliknya, Reksadana DINAR mengenakan biaya &#8216;keluar&#8217; (Redemption Fee) sebesar 1% jika masa Investasi kurang dari 3 tahun, dan 0% jika masa investasi lebih dari 3 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya selalu menekankan kepada teman-teman, saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Jangan berinvestasi menggunakan instrumen saham jika seandainya anda tidak siap untuk berinvestasi minimal 10 tahun. Dengan mempertimbangkan hal ini, maka biaya &#8216;keluar&#8217; Reksadana DINAR yang akan saya hitung adalah 0%, sehingga dalam faktor biaya &#8216;keluar&#8217; reksadana DINAR kembali mengungguli R-LQ45X</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor : <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">2</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">0</span></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Perbandingan ketiga yang akan lihat adalah mengenai biaya &#8216;tahunan&#8217; alias Expense Fee. Komponen terbesar biaya ini biasanya adalah Management Fee, yaitu imbalan bagi pengelola reksadana tersebut. Karena baik Reksadana DINAR maupun R-LQ45X merupakan reksadana yang dikelola secara &#8216;pasif&#8217; biaya ini akan relatif lebih kecil dibandingkan dengan reksadana yang dikelola secara &#8216;aktif&#8217; (actively managed).</p>
<p style="text-align:justify;">Reksadana DINAR dalam prospektusnya menginformasikan bahwa biaya tahunan yang ditanggung oleh Investor adalah maksimum 0,46%, yaitu terdiri dari :</p>
<ul>
<li>Management Fee 0,3%</li>
<li>Infaq Pendidikan 0,1%</li>
<li>Custodian Fee sebesar 0,06%.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">ETF R-LQ45X, di lain sisi mengenakan biaya:</p>
<ul>
<li>Management Fee 0,5%</li>
<li>Custodian Fee sebesar max 0,15%</li>
</ul>
<p>Dari faktor ini, kembali DINAR mengungguli ETF R-LQ45X.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">3</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">0</span></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;-oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai faktor perbandingan berikut, kita akan melihat kepada faktor Diversifikasi. Investasi melalui R-LQ45X akan terdiversifikasi ke dalam 45 saham. Sebaliknya Investasi dalam reksadana DINAR akan terdiversifikasi hanya ke dalam 30 saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal di atas, perlu diingat bahwa karena sifat syariahnya, saham-saham lembaga finansial non syariah seperti BCA, Bank Mandiri dan lain-lainnya tidak akan pernah masuk ke dalam Reksadana DINAR. Oleh karena itu, bisa dikatakan para Investor DINAR tidak akan menikmati pertumbuhan di sektor finansial.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi ini sendiri cukup mengganggu pikiran karena di bursa saham Indonesia, sektor finansial mempunyai kontribusi yang besar. Dengan di-&#8217;blokir&#8217;-nya saham-saham lembaga finansial utama dari DINAR, maka kemungkinan DINAR akan sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor pertambangan dan Agrikultur, sehingga bisa jadi DINAR lebih rentan terhadap perkembangan di sektor komoditas.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam faktor Diversifikasi, saya lihat R-LQ45X mengungguli reksadana DINAR</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">3</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">1 </span></span></strong><em><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">(akhirnya pecah juga telurnya)</span><br />
</span></span></em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya jika diinginkan, ada beberapa lagi faktor yang bisa diperbandingkan seperti misalnya kemudahan akses, minimum invest, dll. Meskipun demikian faktor-faktor tersebut tidak akan saya bandingkan karena (1) tidak mempengaruhi hasil dari Investasi dan (2) hampir tidak ada perbedaan yang berarti di antara keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai rangkuman dari perbandingan yang telah kita lakukan, bisa kita lihat bahwa dari segi biaya Reksadana DINAR tampak jauh mengungguli R-LQ45X. Kondisi ini sendiri cukup kontras dengan kondisi di bursa Amerika. Di Amerika, fee ETF bisa dikatakan mengungguli reksadana index, kecuali jika jumlah investasinya terlalu kecil (sehingga keunggulan dalam fee tertelan oleh komisi broker).</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, Investor DINAR harus mempertimbangkan juga faktor diversifikasi dan tiadanya saham-saham lembaga finansial besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun saya selalu berusaha menghindari rekomendasi produk dalam artikel di blog saya ini (apalagi saya tidak menerima imbalan dari produk yang saya rekomendasikan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), untuk artikel kali ini mungkin saya terpaksa mengadakan perkecualian.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman yang menjalankan investasi rutin bulanan dengan metode Dollar Cost Averaging (seperti yg selalu saya sarankan), mungkin reksadana DINAR akan menjadi pilihan yang lebih baik di saat ini (dibandingkan dengan R-LQ45X)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> <em>Penulis artikel ini memegang saham R-LQ45X, tetapi selepas menulis artikel ini, jadi terpikir untuk memindahkannya ke reksadana DINAR karena faktor biaya. </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=622&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/10/new-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BID-ASK R-LQ45X</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 07:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik. Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=611&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui index investing, yaitu melalui reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) dan ETF Index R-LQ45X. Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba mengadakan perbandingan antara dua instrumen tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi teman-teman yang tertarik untuk melakukan index investing.<span id="more-611"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kita memasuki pembahasan mengenai kedua Instrumen yang tersedia di Indonesia tersebut, mungkin ada baiknya saya memberikan perbandingan antara kondisi dunia Index Investing di Indonesia dibandingkan dengan Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Amerika, sebagai tempat lahirnya index investing, bisa diibaratkan bagai &#8216;surga&#8217; para investor yang ingin menjalankan index investing. Ini dikarenakan banyaknya pilihan yang tersedia bagi para investor. Tertarik untuk berinvestasi di Indeks saham global? Bisa dilakukan melalui reksadana Index maupun ETF Index. Tertarik untuk berinvestasi di indeks S&amp;P500 (500 perusahaan terbesar Amerika)? Lagi-lagi tersedia reksadana index maupun ETF indexnya. Index Russel 3000 (yg boleh dikatakan mencakup 99% bursa saham Amerika)? Juga bisa melalui reksadana index ataupun ETF Indexnya. Singkat kata, apapun index yang ingin kita jadikan acuan, boleh dikatakan ada &#8216;jalan&#8217;-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kelebihan di atas, dunia &#8216;Index Investing&#8217; Amerika juga mempunyai kelebihan lainnya, yaitu maraknya kompetisi di bidang ini. Kompetisi ini tentunya memberikan keuntungan bagi para Investor. Perusahaan-perusahan pengelola reksadana maupun ETF tersebut berlomba-lomba menawarkan fee yang lebih rendah. Akibat kompetisi tersebut, kita bisa menemukan reksadana yang tidak mengenakan biaya untuk &#8216;masuk&#8217; ataupun &#8216;keluar&#8217; sama sekali (alias GRATIS Subscription Fee dan Redemption Fee). Biaya pengelolaan (Management Fee) pun sangat kecil, hingga mencapai 0,3% (utk reksadana) atau bahkan 0,07% (utk ETF).</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, kondisi di dunia Investasi Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dari kondisi di bursa Amerika. Fee/biaya yang ditanggung oleh para Investor relatif besar dibandingkan dengan investor luar negeri. Index Investing di Indonesia pun mengalami masalah yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibandingkan dengan &#8216;saudara&#8217; mereka di Amerika, reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) maupun ETF R-LQ45X, keduanya melibatkan biaya yang relatif tinggi, baik biaya yg jelas terlihat maupun agak &#8216;tersembunyi&#8217;. Memilih di antara kedua instrumen ini, bisa diibaratkan buah simalakama. Serba salah. Yang bisa kita lakukan hanyalah mencoba memilih instrumen yang &#8216;sedikit&#8217; lebih bagus dibandingkan yg lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu saya tekankan juga sebelumnya, bahwa meskipun saya kecewa dengan kedua pilihan ini (DINAR dan R-LQ45X), ini tidaklah berarti bahwa Index Investing merupakan pilihan yang jelek di Indonesia. Keduanya tetap merupakan pilihan yang terbaik bagi kebanyakan investor dibandingkan dengan alternatif lainnya (investasi di saham individual ataupun reksadana yang dikelola secara aktif).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membandingkan antara reksadana DINAR dengan ETF R-LQ45X, ada satu hal yang perlu kita sadari dahulu, yaitu keduanya mengacu kepada Index yang berbeda. DINAR mengacu kepada index JII (Jakarta Islamic Index), sedangkan R-LQ45X mengacu kepada indeks LQ-45. Daftar saham yang termasuk ke dalam indeks LQ-45 bisa dilihat di situs IDX (<a title="Komposisi Index LQ45" href="http://www.idx.co.id/Stocklist/LQ45/tabid/175/language/en-US/Default.aspx" target="_blank">halaman ini</a>), dan komponen index JII bisa dilihat di situs yang sama, (<a title="Komposisi Index JII" href="http://www.idx.co.id/Stocklist/JII/tabid/176/language/en-US/Default.aspx" target="_blank">halaman ini</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Komponen dari kedua indeks ini (LQ-45 dan JII) memang selalu berubah setiap 6 bulan. Meskipun demikian, bisa dikatakan mayoritas saham dalam kedua index ini adalah sama. Berdasarkan pengamatan hari ini, dari 30 saham yang masuk di indeks JII, 20 di antaranya masuk juga di indeks LQ-45. Sedangkan dari 10 saham sisanya, 5 diantaranya masuk di indeks LQ-45 periode yg lalu (February-July 08). Meskipun kedua indeks ini tidak akan bisa sama persis, pergerakan keduanya tidak akan berbeda jauh antara satu sama yang lain (alias mempunyai korelasi yang cukup tinggi).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, karena indeks acuannya tidak sama, perbandingan di antara DINAR dan ETF R-LQ45X kurang valid. Meskipun demikian, karena pilihan yang tersedia bagi para Index Investor di Indonesia hanya dua instrumen ini, saya merasa bahwa melakukan perbandingan di antara keduanya akan bermanfaat bagi teman-teman yang tertarik untuk berinvestasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, perbandingan ini akan saya lakukan murni hanya dengan kaca-mata investor. Saya tidak akan memasukkan pertimbangan religius sama sekali ke dalam artikel ini. Ini saya lakukan karena Reksadana DINAR terbuka juga bagi para investor non muslim, dan sebaliknya juga tidak semua muslim &#8216;alergi&#8217; untuk investasi di instrumen non-syariah.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;-oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk &#8216;babak pertama&#8217; perbandingan ini, kita akan membandingkan biaya untuk &#8216;masuk&#8217; dari DINAR dan ETF R-LQ45X.</p>
<p style="text-align:justify;">Reksadana DINAR, mengenakan biaya Subscription (dikenakan setiap kali kita memasukkan dana) yang besarnya dalam prospektus dikatakan adalah sebesar 2%.</p>
<p style="text-align:justify;">Anehnya, ketika saya menelpon Danareksa (perusahaan pengelola reksadana ini), oleh agen yang melayani saya dikatakan bahwa Subscription Fee-nya adalah sebesar 3% untuk pembelian dengan nilai di bawah Rp 10 juta. Ketika saya tanyakan mengenai tidak samanya angka Fee tersebut dengan prospektus, agen tersebut dengan mudahnya menjawab bahwa prospektus tersebut belum diperbaharui.</p>
<p style="text-align:justify;">Lucunya lagi, agen yang melayani saya tersebut dengan &#8216;asiknya&#8217; menambahkan bahwa karena hasil investasi di reksadana saham bisa sangat tinggi, Bapepam mengeluarkan aturan bahwa Fee/biaya yang dikenakan juga harus tinggi. Entah benar atau tidak perkataan agen tersebut, karena saya sendiri belum pernah mendengar aturan &#8216;konyol&#8217; seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi lainnya yang saya tanyakan kepada agen tersebut adalah mengenai tempat lainnya yang juga menjual reksadana DINAR tersebut. Agen tersebut hanya memberikan nama 2 bank, yaitu Mandiri dan Danamon. Ketika saya desak untuk memberikan tempat penjualan lainnya, dia mengatakan tidak ada lagi tempat lainnya. Informasi ini juga &#8216;<em>kacau</em>&#8216; karena informasi yang saya dapatkan mengatakan bahwa bank seperti Commonwealth Bank juga menjual reksadana ini (sudah saya konfirmasikan dan ternyata benar).</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><strong>PS:</strong> Pengalaman pribadi selama &#8216;menyelidiki&#8217; DINAR ini sengaja saya tuliskan sebagai masukan kepada teman-teman yang ingin berinvestasi. Jangan pernah mengandalkan informasi dari satu sumber saja. Banyak dari orang-orang yang bekerja di dunia Investasi yang kurang kompeten dalam menjalankan tugasnya. Cerita semacam ini tidak terbatas hanya kepada dunia &#8216;reksadana&#8217; saja. Dalam artikel seputar ORI pun ada pembaca yang mengatakan bahwa customer service dari suatu bank mengatakan tidak menjual ORI, padahal sudah jelas bank tersebut merupakan agen penjual ORI. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak puas dengan pelayanan agen tersebut, saya lalu menghubungi tempat penjualan reksadana DINAR lainnya. Salah satu bank yang saya hubungi, mengkonfirmasi bahwa Subscription Fee yang dikenakan adalah sebesar yang tercantum di prospektus, yaitu 2%. Fee ini pun masih bisa ditawar, tergantung kepada nominal dan skema investasi kita (investasi awal, lama jangka waktu investasi, seberapa sering investasinya).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya menulis artikel ini, tawaran fee terendah yang saya dapat adalah 1,5%, meskipun demikian saya optimis bisa mendapatkan fee yg lebih rendah lagi (1%). Firasat saya mengatakan bahwa jika investasi awalnya besar, bukan tidak mungkin fee tersebut ditekan lebih jauh lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan fee/biaya &#8216;masuk&#8217; dari ETF R-LQ45X?</p>
<p style="text-align:justify;">ETF R-LQ45X sendiri tidak mengenakan &#8216;biaya masuk&#8217; berupa Subscription Fee. Meskipun demikian, karena R-LQ45X berbentuk saham (dan dibeli melalui broker saham), maka untuk pembeliannya kita harus mengeluarkan komisi pembelian untuk broker. Komisi broker dalam hal ini akan bervariasi dari satu broker ke broker lainnya, tetapi akan berkisar dari 0,17%-0,25%.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya &#8216;masuk&#8217; ETF yang sebesar 0,17%-0,25% itu tentunya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; Reksadana DINAR yg mencapai 2%. Bahkan jika kita menawar dan dikenakan fee &#8216;hanya&#8217; 1% pun, angka tersebut 4-5 kali lipat lebih besar dari biaya beli ETF.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, &#8216;babak&#8217; ini dimenangkan oleh ETF R-LQ45X.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">0</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">1</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetapi sayangnya skor ini tidak &#8216;sah&#8217; karena ada satu hal yang akan sangat mempengaruhi &#8216;biaya masuk&#8217; ini..</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Baca Part 2 Artikel Ini" href="http://janganserakah.wordpress.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/" target="_self">(bersambung ke part 2)</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=611&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Exchange Traded Fund (ETF) &amp; Exchange Traded Note (ETN)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/08/exchange-traded-fund-etf-exchange-traded-note-etn/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/08/exchange-traded-fund-etf-exchange-traded-note-etn/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 13:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[ETN]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keuntungan menjadi investor di luar negeri dibandingkan dengan investor di pasar Indonesia adalah banyaknya alternatif instrumen investasi yang bisa kita pilih. Setiap instrumen investasi mempunyai karakteristik yang unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengingat setiap investor mempunyai karakteristik investasi yang berbeda-beda pula, maka dengan beragamnya instrumen yang tersedia, kita bisa memilih instrumen yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=31&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu keuntungan menjadi investor di luar negeri dibandingkan dengan investor di pasar Indonesia adalah banyaknya alternatif instrumen investasi yang bisa kita pilih. Setiap instrumen investasi mempunyai karakteristik yang unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengingat setiap investor mempunyai karakteristik investasi yang berbeda-beda pula, maka dengan beragamnya instrumen yang tersedia, kita bisa memilih instrumen yang karakteristiknya lebih cocok untuk diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu produk yang populer di pasar luar negeri adalah produk <strong>ETF (Exchange Traded Fund)</strong> dan <strong>ETN (Exchange Traded Note)</strong>. Dalam post ini, kita akan &#8220;berkenalan&#8221; dengan kedua produk ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ETF pada dasarnya merupakan sebuah Reksadana</strong>. Tetapi berbeda dengan reksadana &#8220;biasa&#8221;,  ETF berbentuk saham (common stock) dan diperdagangkan di bursa Saham. Karena ETF berbentuk saham, dalam membeli ataupun menjual ETF tidak ada bedanya dengan membeli ataupun menjual saham. Sebagai perbandingan, pembelian dan pencairan unit penyertaan di Reksadana &#8220;biasa&#8221; hanya bisa dilakukan dengan perusahaan penerbit reksadana yang bersangkutan dan berbagai agen yang ditunjuk oleh perusahaan tersebut.<span id="more-31"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di luar negeri, perkembangan pasar ETF sangat marak, sehingga lahir berbagai macam ETF yang menawarkan &#8220;isi&#8221; yang berbeda-beda. Ada ETF Index yang berisikan seluruh saham dalam suatu index sehingga pergerakannya akan &#8220;menjiplak&#8221; pergerakan index tersebut. Ada ETF sektoral yang berisikan saham-saham dalam suatu sektor, misalnya sektor finansial ataupun sektor retail. Bahkan ada juga ETF komoditas yang meniru pergerakan harga komoditas tertentu seperti emas, soft commodities dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa contoh saham ETF adalah:</p>
<ul>
<li><strong>SPY</strong> yg merupakan representasi dari seluruh saham dalam index S&amp;P500.</li>
<li><strong>DIA</strong> yg merupakan representasi dari seluruh saham dalam index Dow Jones</li>
<li><strong>QQQQ</strong> yg merupakan representasi dari seluruh saham dalam index Nasdaq.</li>
<li><strong>XLF</strong> yg merupakan representasi dari saham saham dalam Sektor Finansial di index S&amp;P500</li>
<li><strong>EEM</strong> yg merupakan representasi dari index-index pasar saham &#8220;Emerging Market&#8221;/negara berkembang</li>
<li><strong>GLD</strong> yg mengacu pada pergerakan harga komoditas Emas</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika kita berinvestasi dengan ETF, boleh dikatakan bahwa tidak ada bedanya dengan berinvestasi secara langsung dalam komponen ETF itu. Misalkan pada contoh ETF di atas, jika kita membeli saham ETF SPY, boleh dikatakan tiada bedanya dengan kita membeli satu per satu saham 500 perusahaan terbesar Amerika yang terdaftar di Index S&amp;P500. Tentunya dalam hal ini, jika kita membeli satu per satu saham 500 perusahaan tersebut, kita akan membutuhkan dana yang sangat besar. ETF dengan demikian menawarkan suatu kemudahan untuk investor melakukan diversifikasi dalam investasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia sendiri, produk ETF ini kurang berkembang dan hingga saat ini yang saya tahu baru ada dua produk ETF, yaitu R-LQ45X (yang kinerjanya mengacu pada kinerja index LQ-45) dan R-ABFII (yang kinerjanya mengacu pada index obligasi).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu produk investasi lainnya yang tersedia untuk investor luar negeri adalah <strong>ETN (Exchange Traded Note)</strong>. Produk ETN ini sendiri di luar negeri boleh dikatakan termasuk baru. ETN pertama baru diterbitkan tahun 2006 lalu oleh Barclays Bank PLC. Produk ETN ini sendiri belum bisa ditemukan di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah ETN itu? <strong>Definisi ETN</strong> <strong>adalah suatu instrumen hutang senior tanpa agunan yang kinerjanya mengacu pada kinerja suatu patokan index tertentu</strong>. &#8220;Senior&#8221; dalam hal ini berarti bahwa instrumen hutang ini termasuk dalam hutang-hutang yang mempunyai hak klaim pertama atas aset perusahaan jika misalnya perusahaan penerbit ETN itu bangkrut.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mempermudah pemahaman tentang produk ini, mungkin ada baiknya kita melihat ETN ini dalam bahasa &#8220;sehari-hari&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jika ingin disederhanakan, ETN adalah suatu obligasi yang diperjual belikan di bursa saham, dimana tingkat bunga dari obligasi ini tergantung kepada kinerja suatu index</strong>. ETN sendiri tidak memberikan bunga sehingga merupakan tipe obligasi Zero Coupon Bond. Dalam hal ini penerbit ETN berjanji akan membayarkan kepada pemegang ETN sewaktu ETN itu &#8220;mature&#8221;/jatuh tempo. Jumlah yang dibayarkan adalah sebesar nilai nominal dari ETN dikalikan dengan faktor nilai index pada saat jatuh tempo itu, dipotong dengan biaya pengelolaan tahunan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, kita akan melihat ETN pertama di dunia, <strong>iPath Dow Jones-AIG Commodity Index Total Return ETN</strong>, yang diperdagangkan dengan kode ticker DJP. ETN ini diterbitkan pada tanggal 6 Juni 2006 dan mempunyai masa maturity/jatuh tempo 30 tahun (6 Juni 2036). Nilai pokok setiap lembar ETN ini adalah $50. Kinerja ETN  ini sendiri akan mengacu kepada Dow Jones-AIG Commodity Index, yang memantau pergerakan harga-harga berbagai komoditas. Pada tanggal penerbitannya (6 Juni 06), nilai Dow Jones-AIG Commodity Index tersebut ditutup pada tingkat 175,267.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kasus ini, Barclays Bank PLC, sebagai penerbit ETN tersebut berjanji bahwa pada tanggal maturity/jatuh tempo (6 Juni 2036), akan membayarkan uang kepada pemegang ETN tersebut. Besar uang yang dibayarkan untuk setiap lembarnya adalah $50 dikalikan dengan perbandingan nilai index pada tanggal 6 Juni 2036 dibandingkan tanggal 6 Juni 2006. Misalkan saja pada tanggal 30 Juni 2036 nanti nilai Index itu adalah 2000, maka untuk setiap lembar ETN, Barclays akan membayar sebesar $570.55, yang perhitungannya didapat dari $50*(2000/175,267). Nilai uang di atas belum dipotong dengan biaya tahunan sebesar 0,75%.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pembeli ETN dalam hal ini tidak perlu menunggu hingga ETN tersebut &#8220;mature&#8221;/jatuh tempo, karena ETN ini berbentuk saham sehingga setiap hari dapat diperjual-belikan di bursa saham</strong>. Harga pasar ETN itu sendiri setiap harinya akan tergantung kepada beberapa faktor, tetapi mungkin bisa dikatakan bahwa 2 faktor utama yang menentukan harga harian ETN itu adalah nilai Index tersebut pada hari itu dan juga rating keuangan perusahaan penerbit ETN itu. Sebagai contoh, harga penutupan per tanggal 6 Juni 2008 untuk ETN DJP ini adalah $68,69</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hal yang harus ditekankan di sini adalah bahwa <strong>ETF dan ETN merupakan dua produk yang berbeda</strong>. ETF merupakan berbasis ekuitas dan mempunyai asset dibelakang ETF itu. Sebaliknya, ETN merupakan instrumen hutang senior tanpa agunan, sehingga investor ETN sangat tergantung kepada kondisi keuangan perusahaan penerbit ETN tersebut. Meskipun penerbit ETN itu sangat solid, misalkan seperti Barclays Bank PLC dalam contoh di atas yang selama 24 tahun terakhir ratingnya stabil di tingkat AAA sampai AA, tetap saja ada resiko yang ditanggung oleh investor ETN.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, ETN memiliki kelebihan dalam segi &#8220;Tracking Error&#8221;, dimana ETN tidak akan mengalami tracking error (tracking error=0). Setiap ETF (dan juga Reksadana index &#8220;biasa&#8221;) yang mengacu pada suatu index akan selalu mengalami kendala yang disebut tracking error tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengaruh dari &#8220;tracking error&#8221; adalah bahwa kinerja ETF (dan reksadana index &#8220;biasa&#8221;) tidak akan bisa sama 100% dengan kinerja index acuannya (bisa lebih tinggi dan bisa lebih rendah), meskipun biasanya penyimpangannya sangat kecil. Saya pribadi belum pernah membaca prospektus ETF ataupun reksadana index &#8220;biasa&#8221; yang tracking errornya sampai di atas 2,5%.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=31&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/08/exchange-traded-fund-etf-exchange-traded-note-etn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>