<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Ekonomi</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Ekonomi</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Detik-Detik Menjelang Hukuman Mati Raksasa Otomotif Chrysler</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/04/28/detik-detik-menjelang-hukuman-mati-raksasa-otomotif-chrysler/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/04/28/detik-detik-menjelang-hukuman-mati-raksasa-otomotif-chrysler/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 08:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya suka cerita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1624</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu kuliah dahulu, di antara saya dan teman-teman saya ada sebuah &#8216;adat&#8217; yang sejujurnya sangat menjengkelkan. &#8216;Adat&#8217; jelek tersebut membuat &#8216;adegan&#8217; di bawah ini kerap sekali terjadi dalam kelompok kami, terutama di sekitar waktu makan siang.. Edison: Wah, lapar nih!! Makan yuk? Teman A: Yuk! Tapi makan apa ya? Teman B: Gue sih terserah&#8230; Makan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1624&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sewaktu kuliah dahulu, di antara saya dan teman-teman saya ada sebuah <em>&#8216;adat&#8217;</em> yang sejujurnya sangat menjengkelkan. <em>&#8216;Adat&#8217;</em> jelek tersebut membuat<em> &#8216;adegan&#8217;</em> di bawah ini kerap sekali terjadi dalam kelompok kami, terutama di sekitar waktu makan siang..</p>
<blockquote><p><span style="color:#0000ff;"><strong>Edison:</strong></span> Wah, lapar nih!! Makan yuk?<br />
<strong><span style="color:#0000ff;">Teman A:</span></strong> Yuk! Tapi makan apa ya?<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman B:</strong></span> Gue sih <span style="color:#ff0000;"><em><strong>terserah</strong></em></span>&#8230; Makan apa juga oke&#8230;<br />
<strong><span style="color:#0000ff;">Teman A, C, D dan F:</span></strong> <em>(dengan harmonis seperti paduan suara)</em> Gue juga <span style="color:#ff0000;"><em><strong>terserah</strong></em></span>&#8230;.<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Edison:</strong></span> Kalau gitu makan Bakmi gang Kelinci yuk? <em>(P.S: sekarang Grand Kelinci)</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman B:</strong></span> Wah, jangan Bakmi gang Kelinci deh&#8230;<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman A:</strong></span> Gimana kalau Wendy&#8217;s?<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman F:</strong></span> Duh&#8230; masak Wendy&#8217;s lagi? Bosen ah&#8230; yang lain aja&#8230;<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman C:</strong></span> Food Court aja kalau gitu&#8230;<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman A:</strong></span> Yaaaah, masak lagi panas-panas begini makan di food-court&#8230; keringetan nanti&#8230;. Gimana kalau MacDonald aja?<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Teman C:</strong></span> Duh, MacDonald jam segini rame banget&#8230;antrinya lamaa!!!! Jangan di sana deh&#8230;<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Edison:</strong></span><em> (Mengurut dada&#8230;. bingung di mana <strong>&#8216;<span style="color:#ff0000;">terserah</span>&#8216;</strong>-nya)</em></p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><span id="more-1624"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman yang tidak tahu, Chrysler (salah satu perusahaan otomotif  utama Amerika yang juga memiliki merek Dodge dan Jeep) sekarang ini ibaratnya sedang duduk di kursi listrik menunggu hukuman mati. Agar tetap bisa beroperasi, Chrysler membutuhkan modal kerja, tetapi kini tidak ada seorang pun yang berani meminjamkan uangnya kepada mereka. Satu-satunya harapan yang tersisa hanyalah pemerintah Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, pemerintah Amerika pun ragu bahwa Chrysler bisa menjadi perusahaan yang sehat dan dikemudian hari tidak akan terus menerus kembali meminta bantuan dari pemerintah. Oleh sebab itu, sebelum mereka mau mengucurkan dana bantuan, Chrysler diminta untuk <em>&#8216;membenahi diri sendiri&#8217;</em> dahulu (alias restrukturisasi). Karena pemerintah menganggap Chrysler sudah tidak layak lagi <em>&#8216;berdiri&#8217;</em> sendiri, Chrysler diwajibkan untuk mencapai kesepakatan merger dengan Fiat, perusahaan otomotif asal Italia. Jika Fiat dan Chrysler bisa mencapai kesepakatan untuk bergabung dan pemerintah merasa puas dengan restrukturisasi yang dilakukan, maka pemerintah akan meminjamkan lagi US$ 6 Milyar. Tetapi Chrysler hanya diberikan waktu hingga 30 April (Kamis ini) untuk menyelesaikan restrukturisasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya restrukturisasi ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ibaratnya pernikahan, Fiat tentunya tidak mau <em>&#8216;kawin&#8217;</em> dengan orang penyakitan. Dalam hal ini, <em>&#8216;penyakit&#8217;</em> paling parah perusahaan otomotif Amerika adalah permasalahan buruh, dimana biaya buruh mereka sangat tinggi sehingga tidak kompetitif dengan perusahaan otomotif seperti Toyota dan Honda <em>(ini sudah pernah saya bahas di artikel lama <a href="http://janganserakah.com/2008/11/20/gm-ford-chrysler-om-kasihan-om-belum-makan-part-1/" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://janganserakah.com/2008/12/03/gm-ford-chrysler-om-kasihan-om%E2%80%A6-belum-makan%E2%80%A6-part-2/" target="_blank">ini</a>)</em>. Oleh sebab itu,agar <em>&#8216;pernikahan&#8217;</em> bisa berlangsung, Chrysler pertama-tama harus meminta agar serikat buruh mereka mau berkorban dan menerima kompensasi serta pensiun yg lebih rendah agar perusahaan tetap bisa berjalan. Sebagai <em>&#8216;imbalan&#8217;</em>-nya para buruh Chrysler akan mendapatkan saham dalam perusahaan Chrysler</p>
<p style="text-align:justify;">Permasalahan Chrysler sendiri tidak berhenti di sana. Selain pihak buruh, ada satu pihak lagi yang perlu <em>&#8216;dirayu&#8217;</em> oleh Chrysler, yaitu para kreditor, terutama pihak Bank-Bank dan para pemegang Obligasi yang diterbitkan oleh Chrysler. Fiat tentunya juga tidak ingin terlalu dibebani oleh hutang-hutang lama Chrysler. Oleh sebab itu Chrysler juga harus merayu para kreditornya agar mau memberikan keringanan hutang. Dalam hal ini, Chrysler meminta agar para kreditornya rela sebagian hutangnya dipotong, dan sebagian lagi ditukar dengan saham baru Chrysler.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan model restrukturisasi ini, nantinya Chrysler yang <em>&#8216;baru&#8217;</em> sebagian besar akan dimiliki oleh serikat buruh, Fiat dan para kreditornya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apa kaitan cerita saya mengenai<em> &#8216;adat&#8217;</em> jelek di kelompok saya dulu di atas dengan nasib  Chrysler?</p>
<p style="text-align:justify;">Negosiasi antara 2 pihak dimana kedua pihak tersebut harus sama-sama<em> &#8216;berkorban&#8217;</em>, bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tentunya normal jika masing-masing pihak ingin agar lawannya berkorban lebih banyak. Negosiasi seperti ini biasanya akan berjalan alot. Jika negosiasi antara 2 pihak saja sudah <em>&#8216;alot&#8217;</em>, bisakah teman-teman membayangkan bagaimana dengan negosiasi 5 pihak (Chrysler, Fiat, Serikat Buruh, Kreditor, dan Pemerintah USA)?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya dalam hal ini saya bukan ingin membandingkan negosiasi <em>&#8216;makan siang di mana&#8217; </em>saya dengan negosiasi yang kritis seperti kasus Chrysler ini. Tetapi firasat saya mengatakan bahwa tarik menarik antara kepentingan masing-masing pihak akan membuat kesepakatan sangat sulit utk dicapai (meskipun bukan mustahil). Apalagi dengan adanya batas waktu yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin, diberitakan bahwa telah terjadi kesepakatan antara para pengurus serikat buruh (UAW) dengan Chrysler. Tetapi kesepakatan tersebut tentunya harus mendapat persetujuan dari para anggota serikat buruh. Rencananya  ini akan diputuskan dalam pengambilan suara (voting) oleh para anggota serikat buruh hari Rabu besok. Jika para anggota serikat buruh tersebut menyetujui kesepakatan itu pun, Chrysler tetap harus berhadapan dengan para kreditor yang menurut firasat saya justru akan lebih sulit utk <em>&#8216;dirayu&#8217;</em>, terlebih mengingat Chrysler hanya punya waktu 1 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya <em>&#8216;pernikahan&#8217;</em> Chrysler-Fiat ini gagal, dan pemerintah USA tidak mengucurkan dana bantuan maka Chrysler kemungkinan besar akan terpaksa menyatakan bangkrut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bagaimana menurut anda? Apakah Chrysler akan berhasil dalam negosiasinya? Ataukah para pihak-pihak yang terlibat akan &#8216;kelaparan&#8217; seperti saya waktu kuliah dulu? </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1624&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/04/28/detik-detik-menjelang-hukuman-mati-raksasa-otomotif-chrysler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan Saham Perbankan?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/04/23/ada-apa-dengan-saham-perbankan/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/04/23/ada-apa-dengan-saham-perbankan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 08:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[Senin lalu, di kafetaria Kantor Redaksi Harian Jangan Serakah, saya dan Mister Ben sedang makan siang bersama. Sambil menunggu makanan kami diantarkan, kami berdua pun ngobrol-ngobrol sebentar. Mister Ben: Bagaimana dengan investasi kamu di Indonesia, son? Ada hal yang menarik akhir-akhir ini? Edison: Kalau investasi sih tidak ada yang menarik, mister. Kan cuma sekedar menjalankan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1599&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin lalu, di kafetaria Kantor Redaksi Harian Jangan Serakah, saya dan Mister Ben sedang makan siang bersama. Sambil menunggu makanan kami diantarkan, kami berdua pun ngobrol-ngobrol sebentar.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Bagaimana dengan investasi kamu di Indonesia, son? Ada hal yang menarik akhir-akhir ini?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Kalau investasi sih tidak ada yang menarik, mister. Kan cuma sekedar menjalankan Dollar Cost Averaging. Tapi kalau di bagian spekulasi sih ada.</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Oh ya? Memangnya ada apa dengan Spekulasi kamu?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Dua bulan lalu saya membeli saham bank X. Tetapi minggu lalu saya &#8216;terpaksa&#8217; jual saham tersebut minggu lalu.</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Loh? Memangnya kamu dipaksa siapa?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Dipaksa Mister Market&#8230;</em><span style="color:#0000ff;"><br />
<strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Loh kok begitu?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong> </span><em>Ceritanya begini nih, mister&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><span id="more-1599"></span>&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dua bulan lalu, saya melakukan transaksi dengan uang spekulasi saya yang kebetulan sedang &#8216;nganggur&#8217;. Setelah melirik kiri-kanan, saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli saham Bank XYZ (salah satu bank utama di Indonesia). Mengapa demikian? Di satu sisi, saya menganggap bahwa bank XYZ tersebut mempunyai <a title="Masih ingat dengan artikel yang ini?" href="http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/" target="_blank">&#8216;economic moat&#8217;</a> yang baik. Di lain sisi, saya merasa bahwa prospek perbankan Indonesia untuk 1-2 tahun ke depan agak suram&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lho? Suram kok malah dibeli?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini karena salah satu metode spekulasi favorit saya adalah dengan <span style="text-decoration:underline;">pelan-pelan</span> mengkoleksi saham-saham bluechip di saat saham-saham tersebut sedang &#8216;suram&#8217;. Harapan saya adalah untuk <em>&#8216;menimbun&#8217;</em> saham Bank XYZ tersebut, dalam 1-2 tahun ini dimana sektor perbankan Indonesia sepertinya akan menghadapi masa-masa yang sulit.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa teman pembaca mungkin masih ingat dengan artikel <a href="http://janganserakah.com/2009/01/08/meneropong-2009-ancaman-kredit-konsumen/" target="_self">&#8216;Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen&#8217;</a> yang saya tulis. Dalam artikel tersebut saya mengatakan bahwa saya agak mengkhawatirkan kalau akan terjadi lonjakan kredit macet karena selama beberapa tahun terakhir, bank-bank dan berbagai institusi keuangan begitu gencar memberikan kredit konsumsi ke masyarakat. Resiko ini semakin besar karena berdasarkan pengamatan saya, pemberian kredit konsumsi tersebut pun umumnya tanpa melalui seleksi yang ketat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekhawatiran saya di atas, sedikit banyak mulai terbukti. Baru-baru ini saya membaca kalau  dari data di lapangan, mulai terjadi lonjakan hutang macet di berbagai tipe kredit konsumsi, mulai dari kartu kredit hingga ke KPR. Ini tentunya akan menjadi beban bagi sektor perbankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi ini diperparah dengan pertumbuhan kredit yang melambat. Dengan kondisi sekarang ini, Bank-bank sangat berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Pertumbuhan kredit di 3 bulan pertama tahun ini, merosot jauh dibandingkan dengan di tahun 2008. Padahal seperti kita tahu, sumber pendapatan utama Bank justru adalah dari pemberian kredit/pinjaman. Pertumbuhan kredit yang merosot tentu akan mempengaruhi pertumbuhan pendapatan Bank.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melihat berbagai faktor di atas, berdasarkan perkiraan saya seharusnya performa perbankan dalam 1-2 tahun ke depan tidak akan terlalu <em>&#8216;mengkilap&#8217;</em>. Tetapi anehnya, justru dengan kondisi seperti ini, saham-saham perbankan secara umum akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang lumayan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saham XYZ yang saya beli 2 bulan lalu, bukannya bergerak turun, malah naik hampir 30%. Rencana saya untuk pelan-pelan <em>&#8216;menimbun&#8217;</em> saham tersebut pun batal. Karena saya tidak memahami apa alasan penyebab kenaikannya, dan saya merasa <em>&#8216;tidak nyaman&#8217;</em> dengan situasi ini, saya pun kehilangan &#8216;minat&#8217; untuk menimbun saham XYZ tersebut dan <em>&#8216;terpaksa&#8217;</em> keluar&#8230;..</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Jadi begitu ceritanya mister&#8230; Saya dipaksa keluar oleh mister Market (alias pasar). Soalnya saya nggak tahu apa yang ada di pikiran si mister Market.</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Rupanya begitu toh.. Lalu? Kamu apa tidak takut kalau ternyata sahamnya semakin naik setelah kamu jual? Nanti kamu menyesal, karena  untung kamu bisa lebih besar lagi&#8230;</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Tidak kok, mister. Namanya juga spekulasi.. Untung 30% dalam 2 bulan sudah cukup utk saya. Toh jika sektor perbankan terus  naik, saya juga bisa menikmati dari porsi Investasi saya yang memakai metode Dollar Cost Averaging&#8230;. Tapi bagaimana pendapat mister Ben tentang sektor perbankan ini? Saya benar atau salah ya?</em></p></blockquote>
<p>Sayangnya, belum sempat mister Ben menjawab, obrolan kami  terputus di sana karena Soto Betawi yang kami pesan sudah datang. Tetapi dalam hati, saya tetap penasaran&#8230; apa ya kira-kira pendapat mister Ben?</p>
<p>&#8230;..</p>
<p><em>Ada orang lain yang juga bingung dengan mister Market seperti saya?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1599&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/04/23/ada-apa-dengan-saham-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mal-Mal Yang Malang: Perkembangan Krisis Sektor Properti</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/04/11/mal-mal-yang-malang-perkembangan-krisis-sektor-properti/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/04/11/mal-mal-yang-malang-perkembangan-krisis-sektor-properti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 14:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya suka cerita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar artikel ringan seputar ekonomi  yang saya tulis sambil menunggu siaran Liga Inggris. Beberapa hari yang lalu ketika sedang berjalan-jalan di mal, saya bersua dengan seorang kenalan saya yang sudah agak lama tidak saya jumpai. Kami berdua pun lalu menanyakan kabar masing-masing setelah sekian lama ini, dari kabar tentang keluarga, anak hingga ke perihal pekerjaan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1554&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sekedar artikel ringan seputar ekonomi  yang saya tulis sambil menunggu siaran Liga Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu ketika sedang berjalan-jalan di mal, saya bersua dengan seorang kenalan saya yang sudah agak lama tidak saya jumpai. Kami berdua pun lalu menanyakan kabar masing-masing setelah sekian lama ini, dari kabar tentang keluarga, anak hingga ke perihal pekerjaan. Kebetulan pekerjaan teman saya itu di bidang properti. Saya pun lalu menanyakan tentang berita-berita <em>&#8216;hangat&#8217;</em> di pekerjaannya.<span id="more-1554"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8216;Wah, properti rata-rata lesu son. Kamu tahu Mal-Apartemen XYZ di Jakarta Barat yang sedang dibangun itu? Itu saja developernya sekarang menghentikan untuk sementara proses pembangunannya.&#8217;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Waktu itu saya sempat agak kaget dan tidak percaya, mengingat sepengetahuan saya, Mal-Apartemen yang disebutkan oleh teman saya tersebut dikembangkan oleh salah satu developer yang cukup ternama. Tetapi ternyata ketika saya melewati situs mal-apartemen XYZ tersebut, memang tidak tampak adanya buruh yang bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat hal ini, mau tidak mau pikiran saya pun terbawa ke berita yang saya baca di minggu ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika selama ini, fokus krisis properti di Amerika lebih kepada sektor <span style="color:#0000ff;"><strong>properti perumahan</strong></span> <em>(yang biasa dikenal dengan istilah <strong>Housing</strong>)</em> maka kini kabar buruk juga sudah mulai merebak di sektor <span style="color:#0000ff;"><strong>properti komersial</strong></span> <em>(yang biasa dikenal dengan istilah <strong>Commercial Property</strong>)</em>. Ini mencakup properti dalam bentuk Mal, Pusat Perbelanjaan, Perkantoran dan sejenisnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Badan Riset Properti REIS baru-baru ini melaporkan bahwa <span style="text-decoration:underline;">hanya dalam 3 bulan pertama tahun 2009</span> ini, sebanyak 8,7 juta kaki persegi (square feet) properti komersial kehilangan penyewanya. Padahal, <span style="text-decoration:underline;">sepanjang tahun 2008 lalu</span>, angka tersebut hanya sebesar 8,6 juta kaki persegi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita ini sendiri tentunya tidak mengherankan. Dalam kondisi ekonomi saat ini, daya beli (dan juga minat belanja) masyarakat mengalami penurunan drastis. Berbagai perusahaan pun terpaksa mengencangkan ikat pinggangnya untuk menghadapi kondisi ini. salah satu <em>&#8216;solusi&#8217;</em> yang paling sering dipakai adalah menutup beberapa cabangnya. Akibat fenomena ini, beberapa daerah metropolitan di Amerika, kini mengalami krisis dalam  sektor <strong>properti komersial</strong>. New York, Philadelphia, Chicago, San Fransisco, Austin, Houston, Las Vegas, Miami, Phoenix, Detroit dan Los Angeles, semua tidak luput dari permasalahan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apakah masalah ini hanya sampai di sini? Tentunya tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti dengan properti perumahan, pembangunan ataupun pembelian properti komersial biasanya juga menggunakan hutang/kredit. Diberitakan, bahwa di 10 bank terbesar Amerika, jumlah kredit yang dikucurkan untuk properti komersial mencapai US$ 327,6 Milyar dollar. Dengan lesunya sektor properti komersial, kini angka kredit bermasalah di sektor ini pun mulai meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat dari fenomena ini, tidak sedikit orang yang mengkhawatirkan akan timbul <em>&#8216;gelombang&#8217;</em> susulan dalam krisis ekonomi yang timbul dari sektor ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir ini di Jakarta, pembangunan properti komersial termasuk sangat aggresif. Tanpa perlu berpikir panjang saja, ada beberapa mal dan Trade Center baru yang bisa saya sebutkan di luar kepala: Mal Grand Indonesia, Mal FX, Pacific Place, Podomoro City, Senayan City, Pluit Junction, Emporium Pluit, Seasons City. Jika teman-teman pernah mengunjungi mal ataupun trade center tersebut, mungkin akan melihat bahwa masih cukup banyak unit yang belum terisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika berpatok kepada kondisi ekonomi Indonesia saat ini, mungkin kondisi di atas belum akan berubah dalam waktu dekat. Tidak jauh berbeda dengan konsumen di Amerika, daya beli (dan minat belanja) masyarakat Indonesia saat ini juga boleh dikatakan mengalami penurunan. Saya teringat dengan satu artikel yang saya baca sekitar 1-2 tahun lalu (entah di mana),. Dalam artikel tersebut, salah satu nama besar di sektor properti, Ir. Ciputra, mengatakan bahwa ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap <em>&#8216;jor-joran</em>&#8216;-nya pembangunan trade centre di Jakarta. Melihat kondisi saat ini, nampaknya kekhawatiran Ir. Ciputra tersebut tidak meleset.</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;fin&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bagaimana dengan kondisi di kota anda? Apakah fenomena yang sama juga terjadi di sana?<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1554&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/04/11/mal-mal-yang-malang-perkembangan-krisis-sektor-properti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Tahunan Warren Buffet Kepada Pemegang Saham (2009)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 03:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; In GOD we trust; All Others PAY CASH! anonymous &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><em>In GOD we trust; All Others PAY CASH!</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>anonymous</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun 2008 lalu berbagai institusi finansial &#8216;<em>enggan</em>&#8216; untuk mengucurkan kredit. Kondisi tersebut, kata Buffet, mengingatkan kepada tulisan yang kerap dibacanya di berbagai restoran sewaktu ia muda : &#8220;In GOD we trust; All Others Pay Cash&#8221; <em>(terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira: &#8220;Kalau Tuhan, kami percaya; Tapi selain Tuhan semua harus bayar cash, krn tidak dipercaya sehingga tidak boleh hutang)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Surat tahunan Buffet sendiri biasanya termasuk salah satu bacaan <em>&#8216;wajib&#8217;</em> rutin bagi investor. Dalam artikel ini, saya akan menuliskan beberapa point utama dari surat Buffet tahun ini <em>(meskipun tentunya akan lebih baik jika anda mencoba membaca sendiri surat dari Buffet tersebut, yg bisa didownload di <a href="http://www.berkshirehathaway.com/letters/2008ltr.pdf" target="_blank">sini</a>).</em> Dalam membahas surat Buffet ini, saya sebisa mungkin menterjemahkan sesuai bentuk aslinya, tetapi ada beberapa bagian yg saya <em>&#8216;re-phrase&#8217;</em> agar lebih &#8216;enak&#8217; dibaca.<span id="more-1227"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Investasinya di tahun 2008:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Sepanjang tahun 2008, saya melakukan beberapa hal bodoh dalam investasi. Saya melakukan setidaknya satu kesalahan besar dan beberapa kesalahan kecil yang juga menyakitkan. Saya akan menceritakan kepada anda tentang hal ini kemudian. Saya juga melakukan beberapa kesalahan dimana saya tidak bertindak apa-apa padahal muncul data dan fakta baru yang  seharusnya membuat saya menganalisa kembali pemikiran saya dan melakukan tindakan dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain daripada itu, nilai pasar dari obligasi dan saham yang kami miliki mengalami penurunan yang cukup besar seiring dengan penurunan yang terjadi di pasar. Ini sama sekali tidak merisaukan Charlie (partner Buffet) dan saya. Malahan kami biasanya menyukai penurunan harga seperti ini jika kami mempunyai dana untuk menambah jumlah kepemilikan kami. Dahulu, Ben Graham mengajarkan kepada saya bahwa<em> &#8220;Harga (Price) adalah apa yang kamu bayar, Nilai (Value) adalah apa yang kamu dapat&#8221;</em>. Baik membeli Socks (kaus kaki) ataupun Stocks  (saham), saya senang membeli barang bermutu ketika harganya sedang murah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal surat ini, saya telah menulis bahwa saya melakukan satu kesalahan besar. Atas inisiatif saya sendiri (tanpa masukan dari Charlie), saya membeli sejumlah besar saham perusahaan <strong>ConocoPhillips</strong> ketika harga minyak dan gas berada di dekat puncaknya. Saya gagal mengantisipasi jatuhnya harga komoditas energy yang begitu drastis dalam setengah tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi masih percaya bahwa ada kemungkinan yang cukup besar bahwa di masa depan harga minyak akan jauh lebih tinggi daripada harganya sekarang yang sekitar $40-$50 per barrel. Tetapi sejauh ini, saya masih terbukti salah besar. Bahkan jika harga di kemudian hari naik, waktu pembelian saya yg salah (membeli di dekat puncak) telah menyebabkan kerugian Berkshire sebesar beberapa milyar dollar.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga membuat beberapa kesalahan kecil lainnya, tetapi sayangnya tidak cukup &#8216;kecil&#8217;. Sepanjang tahun 2008, saya membeli dua bank di Irlandia yang menurut saya murah, seharga $244 juta. Di akhir tahun 2008, nilai investasi ini tinggal sebesar $27 juta, alias kerugian sebesar 89%. Sejak akhir tahun, kedua saham tersebut bahkan telah lebih merosot lagi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo0&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang ekonomi dan bursa saham:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Amerika &#8211; dan banyak negara lainnya &#8211; terperangkap di dalam siklus feedback-negatif yang menyakitkan. Rasa Takut menyebabkan bisnis-bisnis berkontraksi (menciut), dan kontraksi ini lalu menyebabkan Rasa Takut yang lebih hebat lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Spiral pelemahan ekonomi ini telah membuat pemerintahan kita mengambil tindakan yang ekstrim. Dalam istilah permainan kartu Poker, Departemen Keuangan dan Bank Sentral telah &#8220;<strong>ALL IN</strong>&#8221; <em>(<strong>Edison:</strong> istilah ini dipakai untuk menggambarkan situasi dimana pemain poker mempertaruhkan SEMUA uangnya)</em>. <em>&#8216;Obat&#8217;</em> ekonomi yang dahulu diberikan dalam dosis kecil kini ibaratnya diberikan dalam bentuk drum. Dosis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini boleh dikatakan akan selalu menimbulkan efek yang tidak diinginkan (negatif) dikemudian hari. Seperti apa efek negatif yang akan timbul? Sulit dikatakan, tetapi salah satu kemungkinan terbesarnya adalah serangan inflasi.</p>
<p>&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Baik Charlie (partner Buffet) maupun saya, tidak dapat meramalkan apakah di tahun ini bursa saham akan &#8216;naik&#8217; atau &#8216;turun&#8217; (dan menurut kami, tiada seorangpun yang bisa). Kami bisa yakin bahwa keadaan ekonomi akan menyedihkan sepanjang tahun 2009 ini &#8211; dan kemungkinan kondisi ini bahkan akan berlangsung cukup lama setelah itu. Tetapi kesimpulan tersebut tidaklah memberikan petunjuk apa-apa tentang nasib bursa saham (apakah akan naik atau turun)</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Leveraged Buy Out/Private Equity:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Edison:</strong> Mungkin ada baiknya saya jelaskan dahulu sedikit tentang apa itu Leveraged-Buy-Out (LBO). LBO itu adalah praktek dimana suatu perusahaan (A) membeli/mengambil alih suatu perusahaan lain (B), tetapi untuk membayar pembelian tersebut, perusahaan A sebagian besar menggunakan hutang dan hutang tersebut didapat dengan menjaminkan asset perusahaan B. Hutang tersebut lalu &#8216;dibebankan&#8217; kepada operasional perusahaan B, dimana pendapatan dan laba PT. B akan dipakai untuk melunasi hutang tersebut.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bingung? Sederhananya begini: Jika misalkan saya hanya punya uang Rp 5 Milyar, tetapi ingin membeli PT. X seharga Rp 50 milyar dengan cara LBO, saya menghampiri sebuah bank dan memberikan proposal : Saya mau pinjam uang Rp 45 Milyar. Uang ini akan saya pakai untuk membeli PT. X, sebagai jaminannya, setelah PT. X itu saya beli, assetnya akan saya jadikan sebagai jaminan hutang Rp 45 milyar tersebut.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dalam hal ini, perusahaan yang menjadi &#8216;target&#8217; LBO biasanya adalah perusahaan-perusahaan &#8216;bagus&#8217; yang mempunyai arus pendapatan dan laba yang stabil, tidak mempunyai hutang ataupun hutangnya kecil, serta mempunyai nilai asset fisik yang relatif tinggi (utk dijadikan jaminan). Dalam prakteknya, bisa diibaratkan perusahaan yg dibeli dengan cara LBO itu menjadi &#8216;sapi perah&#8217;, dimana pemilik yg baru (pelaku LBO) kerap memerah habis-habisan perusahaan yg dibeli tersebut agar modal yang dikeluarkannya cepat kembali. Seringkali terjadi perusahaan yg dibeli dengan cara LBO akhirnya tumbang karena tidak sanggup menanggung beban hutang yg terlalu besar.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Salah satu &#8216;usaha&#8217; utama Buffet adalah membeli perusahaan/bisnis lain yang dianggapnya bagus. Tetapi untuk melakukan pembelian bisnis tersebut, Buffet tidak (atapun sedikit sekali) menggunakan hutang, melainkan dana yang memang dimiliki oleh perusahaannya.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Dahulu, pesaing kami dikenal sebagai &#8220;Operator LBO&#8221;. Tetapi nama LBO kemudian mendapatkan reputasi negatif <em>(<strong>Edison: </strong>karena hal yg saya ceritakan di atas)</em>. Perusahaan-perusahaan tersebut lalu memutuskan untuk &#8216;ganti nama&#8217;, tetapi pada dasarnya cara operasi mereka tidak berubah (seperti struktur fee/biaya dan penggunaan hutang yang sangat besar).</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan-perusahaan tersebut kini memakai &#8216;label&#8217; baru : Private Equity, nama yang aneh karena justru porsi ekuitas di perusahaan yang dibeli malah semakin kecil (karena porsi hutang/Liabilities semakin besar). Sebagian perusahaan-perusahaan yang dibeli oleh Private Equity 2-3 tahun lalu, kini dalam bahaya besar karena hutang yang dibebankan kepada mereka. Tetapi perusahaan-perusahaan Private Equity, justru tidak terlalu berminat menambah modal mereka di perusahaan yang mereka beli <em>(untuk memperbaiki kondisi perusahaan tersebut)</em>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Back-Testing:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Edison:</strong> Back Testing merupakan salah satu cara yg paling sering dipakai utk &#8216;meyakinkan &#8216;investor. Anggaplah saya memakai satu &#8216;formula&#8217; untuk memilih saham. Saya lalu menguji &#8216;formula&#8217; saya tersebut dengan cara back-testing, alias menggunakan data-data di masa lampau. Ketika hasil pengujian tersebut bagus, saya pun lalu mengumumkan bahwa &#8220;Formula memilih saham versi saya ini berhasil! Jika saya membeli saham dengan memakai formula ini sejak 20 tahun lalu (menggunakan data lama), maka investasi saya akan menghasilkan XXXX%!!!!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Model-model penghitungan “Back-tested” selalu sarat dan rentan dengan kesalahan. Meskipun demikian di dunia finansial, model &#8216;back-testing&#8217; kerap dipakai sebagai &#8216;petunjuk&#8217; masa depan. <em>(dengan sedikit nada sinis)</em> Jika dengan sekedar melihat data finansial di masa lampau kita bisa meramalkan masa depan, maka daftar orang orang terkaya dunia akan penuh dengan pustakawan (Librarians).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Investor haruslah mempunyai sifat skeptis terhadap model-model yang berdasarkan data historikal (Edison: Technical Analysis termasuk dalam kategori ini). Model-model ini memang cenderung terlihat sangat mengesankan, karena menggunakan istilah dan symbol bahasa latin spt Beta, Gamma, Sigma, dll. Investor seringkali lupa memeriksa apakah asumsi dibelakang simbol-simbol tersebut valid atau tidak. Saran kami: Hati-hati dengan formula yang penuh simbol Latin</p>
<p style="text-align:justify;"><em>(<strong>Edison:</strong> Mengenai &#8220;formula yg penuh simbol latin&#8221;, dalam surat tersebut, sebenarnya tertulis &#8220;Geek Bearing Formula&#8221;. Saya kurang jelas apakah itu karena salah pengetikan dan asumsi saya, yang ingin ditulis itu adalah &#8220;Greek Bearing Formula&#8221;. Tetapi jika asumsi saya salah, dan Buffet memang ingin menulis &#8220;Geek Bearing Formula&#8221;, maka terjemahan kasarnya adalah &#8220;formula yg penuh dengan orang-orang aneh&#8221;, ataupun &#8220;formula yg terkesan geek&#8221;. Kata Geek sendiri dalam bahasa Inggris itu dikonotasikan sebagai orang-orang yg &#8216;aneh&#8217; tapi &#8216;pintar&#8217;.)</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya dalam surat tersebut masih ada beberapa hal lagi yang menarik untuk dilihat, seperti misalnya penjelasan Buffet mengenai mengapa ia masuk ke instrumen derivatif (Options), padahal selama ini ia terkenal sangat &#8216;anti&#8217; instrumen derivatif. Tetapi karena  topik tersebut membutuhkan penjelasan yg agak panjang, (sedangkan artikel ini sudah termasuk panjang), saya tidak akan membahasnya dalam artikel ini (mudah-mudahan bisa saya bahas di kesempatan lain).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edison&#8217;s Week in Review: 28 February 2009</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/01/edisons-week-in-review-28-february-2009/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/01/edisons-week-in-review-28-february-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 23:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edison's Week in Review]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1209</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis artikel seri Week in Review (ketika saya periksa, ternyata memang sudah lebih dari 2 bulan). Meskipun tadinya saya berencana untuk mengeluarkan artikel seri ini secara rutin, tetapi dalam perkembangannya, karena berbagai kendala, rencana saya ini jadi sulit dilaksanakan. Dalam 2 bulan ini selama artikel seri ini tidak dikeluarkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1209&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis artikel seri Week in Review <em>(ketika saya periksa, ternyata memang sudah lebih dari 2 bulan)</em>. Meskipun tadinya saya berencana untuk mengeluarkan artikel seri ini secara rutin, tetapi dalam perkembangannya, karena berbagai kendala, rencana saya ini jadi sulit dilaksanakan.<span id="more-1209"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam 2 bulan ini selama artikel seri ini tidak dikeluarkan, mungkin ada beberapa pembaca yang baru datang, sehingga kurang tahu apa itu sebenarnya artikel seri Edison&#8217;s Week in Review. Sekedar informasi bagi pembaca blog ini yang tergolong relatif  <em>&#8216;baru datang&#8217;</em>, artikel seri ini saya buat untuk membahas berita di dunia finansial yang terjadi dalam satu minggu terakhir, terutama berita yang saya anggap menarik tetapi malah rasanya tidak terlalu &#8216;<em>diangkat</em>&#8216; oleh media di Indonesia.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk minggu ini, saya ingin mengangkat berita tentang semakin bertambahnya bank yang &#8216;<em>rawan</em>&#8216; di Amerika sana. 6 bulan lalu (Agustus 2008), saya sempat menuliskan tentang topik yang sama (<a href="http://janganserakah.com/2008/08/27/bb-berita-besar-bank-bermasalah-di-amerika-semakin-bertambah/" target="_blank">artikelnya bisa dibaca di sini</a>). Seperti yang saya ceritakan dahulu, di USA, badan FDIC atau Federal Deposit Insurance Corporation (semacam lembaga LPS di Indonesia) secara rutin menerbitkan jumlah bank yang dianggapnya <em>&#8216;rawan&#8217;</em> (tanpa menerbitkan nama-nama bank yang masuk kategori ini).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhir tahun 2007 misalnya, jumlah bank bermasalah di Amerika adalah sebanyak 61 bank.  Tetapi di periode Januari-Maret 2008, jumlah tersebut meningkat menjadi 90 bank, dimana nilai asset bank ini mencapai US$ 26,3 Milyar Dollar. Di periode April-Juni 2008, angka ini kembali meningkat. Jumlah bank bermasalah mencapai 117 bank dan nilai asset bank-bank bank-bank bermasalah ini mencapai US$ 78,3 Milyar Dollar.</p>
<p style="text-align:justify;">Di minggu ini, FDIC kembali mengumumkan jumlah bank bermasalah untuk periode Oktober-Desember 2008. Jadi bagaimana perkembangan berita ini sejak terakhir kali saya angkat 6 bulan lalu?</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata sejak saya terakhir kali membahas masalah ini, jumlah bank bermasalah di Amerika mengalami kenaikan yang sangat drastis. FDIC mengumumkan bahwa di akhir tahun 2008 lalu, bank bermasalah di USA sudah mencapai 252 bank. Jumlah asset yang ada di bank-bank bermasalah tersebut pun bukan main-main, yaitu sebesar US$ 159 Milyar Dollar (sekitar Rp 1900 Triliun, dgn asumsi 1US$=Rp 12 ribu).</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1217" title="BankBermasalah" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/chart.png?w=500&#038;h=259" alt="BankBermasalah" width="500" height="259" /></p>
<p style="text-align:justify;">Agar anda bisa lebih mempunyai bayangan seberapa &#8216;dashyatnya&#8217; angka ini, bayangkanlah ini: Jika US$159 Milyar disimpan dalam bentuk <span style="text-decoration:underline;">tumpukan uang kertas $1 (1 dollar)</span>, maka tumpukan uang kertas $1 tersebut <span style="text-decoration:underline;">beratnya akan sama dengan</span>:</p>
<ul>
<li>574 pesawat terbang Airbus tipe A380, atau;</li>
<li>28883 ekor Gajah Afrika, atau;</li>
<li>97909 mobil ukuran sedang (spt Honda Accord misalnya)</li>
<li>1.751.101 pria dewasa</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Akibat perkembangan di sektor perbankan ini, dana FDIC pun terkuras cukup banyak. Di akhir tahun 2008, dana FDIC &#8216;<em>melorot</em>&#8216; hingga 50%, yang disebabkan karena FDIC perlu menyisihkan uang utk kasus bank yang tumbang <em>(baik yang sudah benar-benar tumbang, maupun yang diperkirakan &#8216;hampir pasti&#8217; tumbang)</em>. Akibatnya, FDIC kemungkinan besar akan menaikkan iuran <em>&#8216;asuransi&#8217;</em> yang ditariknya dari berbagai bank.</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Setiap kali saya membaca berita tentang topik ini, mau tidak mau saya jadi terpikir, &#8220;kapan ya kira-kira LPS Indonesia bikin gebrakan dan mengikuti langkah FDIC yg berani mengumumkan jumlah bank bermasalah?&#8221;. Kira-kira menurut anda kapan?</em>&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1209&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/01/edisons-week-in-review-28-february-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/chart.png" medium="image">
			<media:title type="html">BankBermasalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meneropong 2009: Ancaman Tingkat Pengangguran</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/02/13/meneropong-2009-ancaman-tingkat-pengangguran/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/02/13/meneropong-2009-ancaman-tingkat-pengangguran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 05:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya suka cerita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkat Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Dalam artikel pertama Meneropong 2009, saya telah berbicara mengenai ancaman Kredit Konsumsi. Kini, melanjutkan artikel tersebut, saya ingin mengangkat topik berikutnya yang saya rasakan akan menjadi salah satu fokus tahun 2009 ini, yaitu ancaman tingkat pengangguran. Sebenarnya saya mulai terpikir untuk menulis artikel ini sejak 1 bulan lalu (13 January, skrg sudah 11 February). Tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=833&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam artikel pertama Meneropong 2009, saya telah berbicara mengenai ancaman Kredit Konsumsi. Kini, melanjutkan artikel tersebut, saya ingin mengangkat topik berikutnya yang saya rasakan akan menjadi salah satu fokus tahun 2009 ini, yaitu ancaman tingkat pengangguran.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya saya mulai terpikir untuk menulis artikel ini sejak 1 bulan lalu (13 January, skrg sudah 11 February). Tetapi setelah menulis 2 paragraf, entah mengapa pikiran saya menjadi buntu. Saya tidak menemukan ide untuk menulis tentang topik ini dengan menarik (minimal agar yang membacanya tidak sampai ketiduran).</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_941" class="wp-caption aligncenter" style="width: 509px"><a rel="attachment wp-att-941" href="http://janganserakah.com/2009/02/13/meneropong-2009-ancaman-tingkat-pengangguran/picture-21/"><img class="size-full wp-image-941" style="border:1px solid black;" title="Snapshot" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/02/picture-21.jpg?w=499&#038;h=83" alt="Artikel yang 'terlantar' sebulan" width="499" height="83" /></a><p class="wp-caption-text">Artikel yang &#39;terlantar&#39; sebulan</p></div>
<p>Jadi mengapa saya ingin mengangkat topik tingkat pengangguran? Mengapa artikel &#8216;<em>terlantar</em>&#8216; ini akhirnya saya &#8216;<em>tongolkan</em>&#8216; juga?<span id="more-833"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkat pengangguran selalu merupakan isu penting di dalam perekonomian. Ini karena angka pengangguran yang tinggi akan menimbulkan efek buruk yang &#8216;<em>berlapis</em>&#8216;. Ketika seseorang kehilangan pekerjaannya, ia akan mengurangi secara drastis konsumsi dan belanjanya. Akibatnya dunia usaha kehilangan &#8216;<em>calon pembeli</em>&#8216;. Ketika pembeli berkurang, tentunya dunia usaha &#8216;<em>lesu</em>&#8216;, dan ketika dunia usaha &#8216;<em>lesu</em>&#8216;, biasanya terjadi lonjakan tingkat pengangguran. Ini karena sektor usaha tidak akan menambah jumlah pekerjanya (<em>padahal setiap tahun, jumlah tenaga kerja baru akan selalu bertambah akibat pertumbuhan penduduk</em>). Skenario lebih buruh, bukannya menambah karyawan, dunia usaha malah mengurangi jumlah pekerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi di atas, akan menjadi salah satu tantangan besar di tahun ini,</p>
<p style="text-align:justify;">Kita lihat kondisi di luar negeri misalnya. Sejak awal tahun 2009 (alias baru 42 hari) berbagai perusahaan ternama telah mengumumkan pengurangan (ataupun rencana pengurangan) tenaga kerja:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Alcoa</span></strong> (Produsen Alumunium) 13.500 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Boeing</strong></span> (Manufaktur pesawat terbang) 10.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">TDK Corp</span></strong> (Manufaktur Komponen Elektronik) 8.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Seagate</strong></span> (Manufaktur harddisk komputer) 2.950 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Dell</span></strong> (Manufaktur Komputer) 1.900 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Motorola</strong></span> (Telekomunikasi) 4.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Barclay&#8217;s</span></strong> (Perbankan)  2.100 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Saks Fifth Avenue </span></strong>(Department Store kelas Atas) 1.100 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Pfizer</strong></span> (Farmasi, produsen Viagra) 20.700 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Google</strong></span> (Internet) 100 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Autodesk</strong></span> (Software Komputer) 750 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>AMD</strong></span> (Chip Komputer) 1.100 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Conoco Phillips</span></strong> (Energi) 1.300 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Hertz</strong></span> (Penyewaan Mobil) 4.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Circuit City</span></strong> (Distributor dan Retailer Elektronik) 30.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Honda</strong></span> (Otomotif) 3.100 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Intel</span></strong> (Chip Komputer) 6.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Williams-Sonoma</span></strong> (Retailer peralatan dapur) 1.400 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Eaton</strong></span> (Komponen Elektronik, bukan restoran di Indonesia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) 5.200 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>BHP Billiton</strong></span> (Pertambangan) 6.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Ericsson</strong></span> (Telekomunikasi) 5.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Microsoft</strong></span> (Software) 5.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Harley Davidson</span></strong> (Otomotif/motor) 1.100 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Caterpillar</span></strong> (Produsen Alat-Alat Berat) 22.110 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">ING</span></strong> (Finansial) 7.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Home Depot</span></strong> (Retailer produk-produk perbaikan rumah, mirip Ace Hardware) 7.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Volvo</span></strong> (Otomotif) 650 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Sprint Nextel</span></strong> (Telekomunikasi) 8.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>QuickSilver</strong></span> (Fashion) 200 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Starbucks</strong></span> (Makanan&amp;Minuman) 6.700 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Avery Dennison</strong></span> (Kimia) 3.600 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Kodak</strong></span> (Produsen peralatan Imaging/Fotografi) 3.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Walt Disney</strong></span> (Media) 400 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Nike</span></strong> (Fashion) 1.400 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Nissan</strong></span> (Otomotif) 20.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>General Motors</strong></span> (Otomotif) 10.000 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Estee Lauder</span></strong> (Kosmetik) 2.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Electronic Arts</strong></span> (Software/Game) 100 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>UBS</strong></span> (Finansial) 1.600 orang, <strong><span style="color:#0000ff;">Macy&#8217;s</span></strong> (Department Store) 7.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>NEC</strong></span> (Komputer) 20.000 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>Corning</strong></span> (Material, terutama Keramik) 4.900 orang, <span style="color:#0000ff;"><strong>WWE</strong></span> (Ingat SmackDown? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) 60 orang&#8230;.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi angka di atas barulah mencakup angka yang diumumkan sejak awal tahun ini (baru 42 hari), dan sebenarnya masih banyak lagi nama lainnya yang belum saya sebutkan. Jika kita lihat, perusahaan-perusahaan yang terkena pun tersebar di berbagai industri, sehingga bisa dikatakan gelombang PHK ini merata di berbagai sektor.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sebagian teman-teman ada yang melihat angka tersebut dan berpikir <em>&#8220;Ah, sepertinya angka di atas tidak terlalu besar. Apalah artinya pemecatan 10-20 ribu? Populasi Amerika saja sekitar 300 juta orang&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui, gelombang PHK, selain mempunyai pengaruh langsung kepada ekonomi pihak yang di-PHK, mempunyai efek yang sangat besar terhadap perekonomian dan orang-orang lain yang tidak di-PHK. Bayangkan jika di sekeliling anda, orang-orang yg anda kenal, teman dan saudara banyak orang yang terkena PHK. Reaksi <em>&#8216;normal&#8217;</em> orang adalah timbulnya rasa was-was. <em>&#8216;Bagaimana jika saya menjadi korban PHK berikutnya?&#8217;</em>. Reaksi <em>&#8216;normal&#8217;</em> berikutnya? Kita pun mulai mengencangkan ikat pinggang untuk berjaga-jaga. Konsumsi &amp; belanja yang tidak terlalu penting lalu ditunda atau bahkan dibatalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya, reaksi &#8216;<em>normal</em>&#8216; tersebut justru semakin memperburuk keadaan ekonomi. Bayangkan jika semua orang menunda/membatalkan belanja &amp; konsumsinya. Dunia usaha akan semakin &#8216;lesu&#8217; dan jika ini terus berlarut-larut malah ada potensi terjadi gelombang PHK susulan. Akibatnya kekhawatiran kita akan PHK malah bisa menjadi kenyataan (fenomena Self-Fulfilling Prophecy).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan Indonesia? Tentunya Indonesia pun tidak terlepas dari masalah ini. Pertumbuhan ekonomi kita tahun ini kemungkinan hanya akan sebesar 4%, padahal sebuah study memperkirakan bahwa agar angkatan kerja baru (yang timbul akibat pertumbuhan penduduk) bisa diserap, perekonomian Indonesia perlu tumbuh minimal 9%. Ini artinya sebagian dari angkatan kerja baru akan berujung menjadi pengangguran.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, ekspor Indonesia di tahun ini pun diperkirakan akan turun, sektor manufaktur banyak yang kehilangan &#8216;order&#8217;  ekspor akibat lesunya perekonomian di luar negeri. Seperti kita tahu, ini lalu berujung dengan ramainya berita gelombang PHK yang kerap kita dengar akhir-akhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan masalah tingkat pengangguran ini, saya pikir menarik untuk kita lihat hubungannya dengan apa yang saya tulis dalam bagian 1 artikel seri ini, yaitu ancaman kredit konsumsi. Naiknya tingkat pengangguran ini, akan mempunyai dampak terhadap kredit macet di negara kita karena orang yang kehilangan pekerjaannya tentu akan sulit untuk membayar hutang kredit konsumsinya (kartu kredit, cicilan motor, KTA, dll).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jadi bagaimana dengan teman-teman pembaca? Apakah di sekeliling teman-teman mulai terlihat bayangan &#8216;</em><em>monster&#8217; PHK?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/833/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=833&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/02/13/meneropong-2009-ancaman-tingkat-pengangguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/02/picture-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Snapshot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/01/08/meneropong-2009-ancaman-kredit-konsumen/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/01/08/meneropong-2009-ancaman-kredit-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 08:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya suka cerita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Untuk artikel awal tahun ini, saya pikir saya ingin menulis tentang beberapa hal yang saya pikir mungkin akan bisa menjadi isu penting di tahun 2009. Artikel-artikel ini akan saya tuliskan dalam seri &#8220;Meneropong 2009&#8243;. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Dalam bagian pertama artikel seri ini, saya ingin membahas mengenai kredit konsumen di Indonesia. Kredit konsumen, yang kerap dikenal juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=805&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk artikel awal tahun ini, saya pikir saya ingin menulis tentang beberapa hal yang saya pikir mungkin akan bisa menjadi isu penting di tahun 2009. Artikel-artikel ini akan saya tuliskan dalam seri <span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;Meneropong 2009&#8243;</strong></span>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bagian pertama artikel seri ini, saya ingin membahas mengenai kredit konsumen di Indonesia. Kredit konsumen, yang kerap dikenal juga sebagai kredit konsumsi, adalah segala pinjaman yang diambil oleh konsumen untuk melakukan keperluan konsumsi. Yang termasuk ke dalam kategori ini misalnya adalah pinjaman kartu kredit, kredit motor, mobil dan lain-lain. Sederhananya? Pinjaman yang tidak dipakai untuk melakukan kegiatan usaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa saya tertarik untuk membahas masalah kredit konsumen? Jawabannya bisa ditemukan di Korea Selatan di tahun 2003.<span id="more-805"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam krisis ekonomi asia di akhir dekade 1990an, sektor perbankan di Korea Selatan banyak mengalami kerugian akibat kredit macet ke dunia usaha. Pemerintah Korea Selatan pun lalu menekan sektor perbankan agar tidak memberikan kredit ke perusahaan yang tidak terlalu stabil ataupun meragukan. Kehilangan &#8216;l<em>adang pencaharian</em>&#8216; ini lalu membuat sektor perbankan Korea Selatan menoleh ke &#8216;<em>ladang</em>&#8216; yang lain, kredit konsumen, terutama kartu kredit.</p>
<p style="text-align:justify;">Longgarnya regulasi di sektor ini membuat industri kartu kredit Korea Selatan lalu melaju pesat. Kartu kredit ditawarkan dengan mudahnya kepada berbagai orang, bahkan juga pelajar tanpa ada kontrol dan seleksi kredit yang ketat. Hasilnya? Di tahun 2003, jumlah kartu kredit yang beredar di Korea Selatan mencapai 148 juta lembar.Padahal, jumlah penduduknya hanyalah 49 juta orang. Ini artinya, setiap orang, dari bayi, anak kecil hingga manula, rata-rata mempunyai 3 kartu kredit (<em>tentunya ini sekedar penyederhanaan, krn bayi tidak bisa memegang kartu kredit</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Tiadanya kontrol yang ketat dalam pengucuran kredit konsumen ini, membuat sektor perbankan Korea Selatan akhirnya kembali terjerat kredit macet. Kredit konsumen yang macet di Korea Selatan saat itu mencapai 28%, sehingga sektor perbankan pun kembali ambruk dan kembali menyeret perekonomian Korea Selatan ke dalam krisis.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini, saya membaca artikel yang menulis tentang adanya kemungkinan cerita di atas terulang kembali di negara lain. Turki, misalnya. Nilai hutang kartu kredit di negara itu mencapai 18 Milyar Dollar, naik 600% dibandingkan 5 tahun lalu. Ini juga diakibatkan oleh mudahnya memperoleh kartu kredit di sana. Akibatnya? Kredit macet pun melambung sehingga akhirnya pemerintah Turki turun tangan memperketat aturan pemasaran kartu kredit.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa artikel yang saya baca juga menyinggung tentang potensi terjadinya hal yang sama di Cina. Di tahun 2008, jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 105 juta lembar, bertambah hampir 100% dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal pada pertengahan tahun 2003, jumlah kartu kredit di Cina diberitakan hanya sebanyak 3 (tiga) juta lembar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan Indonesia? Seperti yang kita semua tahu, sekarang ini begitu mudah untuk memperoleh kartu kredit di Indonesia. Mungkin kita semua sudah tidak asing lagi dengan kalimat &#8216;<em>kartu kreditnya pak/mas/om/kak/dik, cuma perlu KTP saja</em>&#8216;.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat mudahnya memperoleh kartu kredit, diberitakan bahwa per bulan Oktober 2008, jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia mencapai 11,23 juta, dan pertumbuhannya mencapai 205.000 lembar setiap bulannya. Gampangnya memperoleh kartu kredit ini pun lalu menimbulkan efek yang bisa diduga. Kredit macet di kartu kredit saat ini  &#8216;<em>kabarnya</em>&#8216; berkisar di angka 10% (ini angka &#8216;<em>resminya</em>&#8216;).</p>
<p style="text-align:justify;">Kredit konsumen tentunya tidak terbatas kepada kartu kredit saja. Beberapa kredit konsumen lainnya yang kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari (karena terus menerus ditawarkan) adalah kredit otomotif dan KTA (kredit tanpa agunan, yang sudah pernah saya bahas dalam <a href="http://janganserakah.com/2008/06/27/kredit-tanpa-agunan-dan-ilusi-bunga-flat">artikel lama di blog ini</a>). Gencarnya pemberian kredit konsumen juga terjadi dalam tipe kredit ini. Kredit otomotif misalnya, hanya dengan bermodalkan beberapa ratus ribu, seseorang sudah bisa membawa pulang sebuah motor tanpa adanya seleksi kredit yang ketat. Untuk KTA pun ceritanya tidak jauh berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kondisi ekonomi saat ini, dimana dunia usaha &#8216;lesu&#8217; dan maraknya PHK, di tahun 2009 ini kemungkinan besar sektor perbankan akan mengalami lonjakan kredit macet, terutama dalam kredit konsumen. Selama ini, kredit macet tidak terlalu &#8216;<em>ketara</em>&#8216; karena pertumbuhan kredit juga besar. Tetapi dengan kondisi ekonomi saat ini, mungkin akan semakin banyak &#8216;<em>borok</em>&#8216; yang terkuak di sektor perbankan dan finansial seperti yang kita lihat  akhir-akhir ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir bagian pertama artikel seri ini, saya pikir ada baiknya saya mengingatkan sekali lagi kepada teman-teman pembaca tentang pentingnya mengontrol pemakaian kartu kredit. Ingatlah sekali lagi bahwa kartu kredit merupakan unsecured debt (tanpa agunan) sehingga bunganya sangat tinggi. Lunasi seluruh tagihan kartu kredit kita setiap bulannya dan hindari kebiasaan hanya membayar jumlah pembayaran minimum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=805&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/01/08/meneropong-2009-ancaman-kredit-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GM, Ford, Chrysler : Om, Kasihan Om… Belum Makan….. (Part 2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/12/03/gm-ford-chrysler-om-kasihan-om%e2%80%a6-belum-makan%e2%80%a6-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/12/03/gm-ford-chrysler-om-kasihan-om%e2%80%a6-belum-makan%e2%80%a6-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 05:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya suka cerita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya sempat &#8216;curhat&#8217; dengan salah satu pembaca lama blog ini. Saya mengatakan bahwa saya punya banyak hutang. Dalam hal ini, bukan hutang uang, tetapi hutang &#8216;janji&#8217; kepada pembaca blog, misalnya saja artikel ttg rasio keuangan, lalu proyek &#8216;kamus ala JS&#8217; yang juga terbengkalai, dan juga part 2 artikel seri ini. Teman tersebut lalu berkomentar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=742&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kemarin saya sempat &#8216;curhat&#8217; dengan salah satu pembaca lama blog ini. Saya mengatakan bahwa saya punya banyak hutang. Dalam hal ini, bukan hutang uang, tetapi hutang &#8216;janji&#8217; kepada pembaca blog, misalnya saja artikel ttg rasio keuangan, lalu proyek &#8216;kamus ala JS&#8217; yang juga terbengkalai, dan juga part 2 artikel seri ini. Teman tersebut lalu berkomentar &#8216;Wah bukankah artikel tentang GM sudah basi?&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya pribadi, kondisi 3 raksasa otomotif di atas masih mempunyai aspek yang menarik untuk dibicarakan. Mengapa? Karena selain masih &#8216;kusut&#8217; dan belum terlihat bagaimana akhir ceritanya, saya melihat adanya sedikit kesamaan dengan kondisi di negara kita. Tahukah anda kira-kira apa kesamaan yang saya maksud?<span id="more-742"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir artikel part 1, saya menulis bahwa banyak orang yang &#8216;antipati&#8217; terhadap bailout tiga perusahaan otomotif ini dan lebih setuju jika ketiganya masuk ke dalam status bangkrut Chapter 11.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa alasannya? Salah satu alasan utamanya adalah karena banyak orang yang menilai ketiga perusahaan ini sebenarnya sudah tidak layak berjalan lagi karena tidak kompetitif. Oleh karenanya akan lebih baik jika ketiganya masuk ke dalam status perlindungan kebangkrutan chapter 11 dan melakukan perombakan total, terutama dalam masalah kompensasi (upah) tenaga kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kompensasi tenaga kerja memang merupakan suatu masalah yang sangat mencekik ketiga perusahaan otomotif USA ini. Akar permasalahannya muncul pada era 80-an. Ketika itu, industri otomotif USA berulang kali dilanda pemogokan massal oleh karyawannya. Pemogokan massal ini dikoordinir oleh serikat buruh otomotif, UAW (United Auto Worker) yang memang mempunyai &#8216;kekuatan&#8217; besar mengingat bisa dikatakan pada saat itu, pekerja sektor otomotif &#8216;diwajibkan&#8217; masuk serikat buruh.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengatasi masalah pemogokan massal ini, para pimpinan industri otomotif saat itu menempuh solusi jangka pendek, yaitu memberikan kompensasi yang lebih tinggi bagi para buruhnya. Mogok berhenti, pabrik bisa bekerja kembali, harga saham perusahaan tidak anjlok dan para pimpinan industri otomotif pada saat itu pun bisa tenang menghadapi pemegang sahamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi akibat solusi jangka pendek pada masa lampau itu, kini ketiga perusahaan tersebut menerima &#8216;warisan&#8217; berupa ongkos tenaga kerja yang sangat berat dibandingkan dengan pesaingnya. Akibat kebijakan kompensasi yang &#8216;royal&#8217; pada saat itu, ketiga perusahaan otomotif USA ini harus membayar mahal para pekerjanya. Sebagai ilustrasi, ini adalah grafik perbandingan kompensasi total per jam kerja (termasuk tunjangan) antara Big Three (GM, Ford, Chrysler) dengan perusahaan otomotif &#8216;luar&#8217; yang juga beroperasi di Amerika:</p>
<div id="attachment_743" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/12/laborcosts.jpg"><img class="size-full wp-image-743" title="laborcosts" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/12/laborcosts.jpg?w=400&#038;h=376" alt="laborcosts" width="400" height="376" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: Prof Mark J. Perry, Univ. of Michigan</p></div>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita lihat, kompensasi buruh total per jam dari perusahaan Big Three lebih tinggi sekitar 65% dibandingkan dengan pesaingnya. Suatu artikel yang saya baca (sudah agak lama sehingga saya tidak bisa menemukannya lagi) mengatakan bahwa akibat dari mahalnya ongkos tenaga kerja ini, ongkos produksi setiap mobil buatan Big Three lebih mahal US$ 2000-3000 dibandingkan mobil setipe produksi pesaingnya. Jika harga mobil itu adalah US$30 ribu, anda bisa hitung sendiri bagaimana pengaruhnya terhadap penjualan mobil tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pesaing Big Three mempunyai keuntungan yaitu bahwa mereka tidak dibebani &#8216;warisan&#8217; beban dari masa lalu. Selain itu, mereka umumnya beroperasi di negara bagian yang menerapkan prinsip &#8216;Right To Work&#8217;, dimana buruh tidak wajib bergabung di serikat buruh. Akibatnya kekuatan serikat buruh relatif tidak terlalu besar dan perusahaan lebih bisa bernegosiasi dengan pekerjanya</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu bukti nyata besarnya &#8216;peran&#8217; ongkos tenaga kerja ini terhadap permasalahan yang dihadapi Big Three adalah kinerja perusahaan Big Three di luar negeri. Anak perusahaan GM di Cina misalnya, justru mempunyai kinerja yang baik. Ini karena mereka tidak dibebani oleh permasalahan kompensasi buruh seperti yang dihadapi di Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">Para penentang bailout Big Three, mengharapkan bahwa dengan masuk ke dalam status bangkrut Chapter 11, maka ketiga perusahaan itu bisa mempunyai kekuatan negosiasi yang lebih besar dalam menghadapi serikat buruhnya. Tanpa memperbaiki permasalahan yang mendasar ini, maka dikhawatirkan uang yang dikucurkan untuk melakukan bailout hanya akan sia-sia saja dan ketiga perusahaan tersebut tidak akan sanggup membayar &#8216;pinjaman&#8217; tersebut malahan akan kembali meminta uang kepada pemerintah USA di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan ini yang lalu membuat badan Congress Amerika meminta perusahaan Big Three mengajukan proposal tentang apa perombakan yang akan mereka lakukan seandainya Congress mengabulkan permintaan bantuan mereka, dan bagaimana cara mereka akan membayar pinjaman tersebut. Singkatnya mereka harus mempunyai &#8216;Business Plan&#8217; (Perencanaan Bisnis) yang meyakinkan sebelum Congress setuju untuk memberikan pinjaman kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai saat ini, baru Ford yang telah mengajukan Business Plan tersebut (<a href="http://www.marketwatch.com/news/story/Ford-Motor-Company-Submits-Business/story.aspx?guid=%7B6750873F-6355-4AF2-AF0B-C43270993C21%7D" target="_blank">bisa dibaca di sini</a>). GM dan Chrysler akan segera menyusul dalam waktu dekat.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini tabloid Kontan menerbitkan sebuah wawancara dengan Anwar Ma&#8217;ruf, koordinator Nasional Aliansi Buruh Menggugat. Dalam wawancara tersebut, Anwar menyatakan bahwa upah buruh yang layak (nasional) seharusnya adalah Rp 3,2 juta untuk buruh lajang. Untuk yang memilik satu anak adalah Rp 5 juta, dan dua anak adalah Rp 6 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca artikel wawancara tersebut, saya langsung teringat kepada akar permasalahan yang dihadapi oleh Big Three, yaitu tuntutan yang terlalu ekstrim dari para pekerjanya. Konsep kompensasi seperti yang diusulkan di atas mungkin tiada bedanya dengan tuntutan para pemimpin serikat buruh otomotif Amerika di era 80-an itu. Ini hanya akan membebani perusahaan dan membuat produk perusahaan tersebut tidak kompetitif.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi selalu berpendapat bahwa tingkat kompensasi buruh, seharusnya lebih didasarkan kepada konsep Supply dan Demand. Ketika tingkat pengangguran tinggi, menerapkan tingkat UMR <span style="text-decoration:underline;">yang terlalu tinggi</span> (dan naik terus setiap tahunnya) ibaratnya hanya memaksa perusahaan menanggung beban usaha yang lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Upah yang seharusnya rendah menjadi tinggi secara artifisial. Padahal seharusnya upah rendah bisa menjadi salah satu daya tarik bagi perusahaan asing untuk masuk membuka lapangan kerja di negara itu. Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang beroperasi, akan terjadi kompetisi untuk menarik pekerja sehingga tingkat upah akan naik dengan alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh nyata dari apa yang saya kemukakan di atas bisa dilihat di kota propinsi GuangZhou, Cina. Sepuluh tahun lalu, upah buruh di sana relatif sangat murah. Ini lalu memancing berbagai perusahaan untuk membuka usaha di sana. Akibatnya terjadi persaingan untuk menarik pekerja sehingga tingkat upah pun meningkat. Dalam dua-tiga tahun terakhir misalnya, tingkat upah di kota Shenzhen meningkat hingga sekitar 2 kali lipat, bahkan jauh di atas nilai UMRnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, setiap tahun penentuan nilai UMR selalu diwarnai oleh &#8216;pertentangan&#8217; antara pengusaha dan pihak serikat buruh. Dalam kondisi ekonomi saat ini, tanpa adanya saling pengertian dari kedua belah pihak, yang akan dirugikan pada akhirnya adalah keseluruhan perekonomian mereka. Bayangkan suatu lingkaran &#8216;setan&#8217; dimana berbagai perusahaan tidak mampu memenuhi tuntutan buruh sehingga terpaksa tutup. Pengangguran semakin tinggi sehingga daya beli masyarakat semakin turun dan perusahaan lainnya semakin &#8216;susah. Saya yakin, bahwa tidak ada orang yang berpola pikir sehat menginginkan hal ini terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, teman-teman pembaca blog, bagaimana opini anda tentang masalah kompensasi perburuhan ini?</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/742/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=742&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/12/03/gm-ford-chrysler-om-kasihan-om%e2%80%a6-belum-makan%e2%80%a6-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/12/laborcosts.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">laborcosts</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>B.B: Selamat Datang Resesi USA</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/12/02/bb-selamat-datang-resesi-usa/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/12/02/bb-selamat-datang-resesi-usa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 04:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[B.B (Berita Besar)]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini dalam artikel Apa itu Resesi, saya sempat bercerita bahwa untuk di amerika, badan yang &#8216;berhak&#8216; menyatakan kalau ekonomi USA dalam keadaan resesi atau belum adalah NBER (National Bureeau of Economic Research). Meskipun sebenarnya kebanyakan orang sudah tahu bahwa ekonomi USA dalam keadaan resesi, tanpa &#8216;pengakuan&#8217; resmi dari NBER, rasanya mungkin kurang &#8216;formal&#8217;.  Tadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=740&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini dalam artikel <a href="http://janganserakah.com/2008/11/17/apa-itu-resesi/" target="_blank">Apa itu Resesi</a>, saya sempat bercerita bahwa untuk di amerika, badan yang &#8216;<em>berhak</em>&#8216; menyatakan kalau ekonomi USA dalam keadaan resesi atau belum adalah NBER (National Bureeau of Economic Research). Meskipun sebenarnya kebanyakan orang sudah tahu bahwa ekonomi USA dalam keadaan resesi, tanpa &#8216;pengakuan&#8217; resmi dari NBER, rasanya mungkin kurang &#8216;formal&#8217;. </p>
<p style="text-align:justify;">Tadi malam, akhirnya NBER <span style="text-decoration:underline;">secara resmi</span> menyatakan bahwa ekonomi USA sedang berada dalam resesi. NBER juga menyatakan bahwa resesi ini dimulai sejak desember 2007 lalu, yang berarti bahwa resesi ini sudah berjalan hampir 1 tahun.<span id="more-740"></span>Pengumuman resmi NBER ini sendiri lalu menimbulkan satu &#8216;efek&#8217; yang menurut saya pribadi agak lucu. Bursa saham Amerika yang minggu kemarin mencatat kenaikan yang cukup drastis, langsung terjun bebas. Index Dow Jones mengalami koreksi 680 poin (7,7%). Padahal, jika kita pikirkan kembali, sebenarnya semua orang sudah menyadari bahwa ekonomi USA sedang berada dalam resesi, sehingga pengumuman NBER ini sebenarnya bukanlah informasi baru. Tetapi &#8216;lucunya&#8217; pasar memberikan reaksi yang begitu hebat. Bagi saya, kondisi ini memberikan indikasi bahwa sepertinya kegiatan spekulasi di bursa saham masih belum &#8216;mati&#8217;. </p>
<div style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</div>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi ke resesi USA kali ini, jika dilihat dari &#8216;lamanya&#8217;, resesi kali ini termasuk agak panjang. Sejak Depresi tahun 1930 (The Great Depression), ekonomi USA menurut NBER mengalami 10 kali resesi, tetapi hanya 2 di antaranya yang berlangsung selama 1 thn atau lebih. Mengingat kondisi ekonomi kemungkinan besar belum akan membaik dalam jangka waktu dekat, maka Resesi kali mungkin akan menjadi salah satu yg terpanjang sejak era The Great Depression.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menulis artikel ini, di kepala saya kini timbul pertanyaan: &#8216;<em>jika di USA yang berhak menyatakan resesi secara resmi adalah NBER, untuk di Indonesia kira-kira siapa ya?</em>&#8216;. </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/740/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=740&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/12/02/bb-selamat-datang-resesi-usa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>E-mail Heboh Mengenai Krisis Ekonomi (tamat)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/11/28/e-mail-heboh-mengenai-krisis-ekonomi-tamat/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/11/28/e-mail-heboh-mengenai-krisis-ekonomi-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 07:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan kondisi Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah bagian terakhir dari pembahasan mengenai e-mail Rina Sutarto dan komentar dari Imam Semar. Lagi-lagi, e-mail Rina ditampilkan dalam warna biru, komentar Imam Semar dalam warna merah dan komentar saya dalam warna hitam &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; RINA: Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=730&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini adalah bagian terakhir dari pembahasan mengenai e-mail Rina Sutarto dan komentar dari Imam Semar. Lagi-lagi, e-mail <strong><span style="color:#0000ff;">Rina</span></strong> ditampilkan dalam warna <strong><span style="color:#0000ff;">biru</span></strong>, komentar <span style="color:#ff0000;"><strong>Imam Semar</strong></span> dalam warna <span style="color:#ff0000;"><strong>merah</strong></span> dan komentar <strong>saya</strong> dalam warna <strong>hitam</strong><span id="more-730"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#0000ff;"><span style="font-style:normal;">RINA:</span></span></strong><span style="color:#0000ff;"><span style="font-style:normal;"> Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.</span></span><br />
</em><br />
<strong><span style="color:#ff0000;">IMAM SEMAR:</span></strong><span style="color:#ff0000;"> Surat Hutang Negara (SUN) Indonesia tidak laku. Dulu bunga pinjaman IMF hanya 3% &#8211; 6%, dengan SUN bisa di atas 10%. Beban bunganya lebih berat. Pakistan dapat pinjaman dari IMF dengan bunga 6% &#8211; 6.5% [</span><a href="http://story.chinanationalnews.com/index.php/ct/9/cid/b8de8e630faf3631/id/428660/cs/1/"><span style="color:#ff0000;">link:</span></a><span style="color:#ff0000;">]. Ukrania dapat dengan bunga 4% [</span><a href="http://www.ukranews.com/eng/article/161107.html"><span style="color:#ff0000;">link</span></a><span style="color:#ff0000;">]. Indonesia ini bodoh atau pinter sih?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>EDISON:</strong> Dalam hal ini, saya kurang mengerti apa yang dimaksud RINA dengan hutang luar negeri kita 100%, dan juga tidak jelas 100% itu adalah dibandingkan dengan apa? Informasi RINA mengenai cadangan devisa yang dikatakan NOL juga kurang tepat karena setahu saya pada krisis 97 cadangan devisa Indonesia adalah kira-kira sebesar 20 Milyar Dollar.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang saat ini banyak sekali orang yang tertarik untuk membandingkan kondisi sekarang dengan tahun 97, karena khawatir kondisi saat itu akan berulang. Dalam beberapa hal, kondisi Indonesia saat ini berbeda dengan kondisi saat itu:</p>
<p style="text-align:justify;">Pra krisis 97, negara kita menganut sistem mata uang Managed Floating (mengambang terkendali), yang berarti pemerintah &#8216;wajib&#8217; menjaga nilai tukar mata uang dalam batas tertentu. Akibatnya, ketika nilai tukar Rupiah melemah sampai 600% (dari sekitar 2500 menjadi hampir 16000), cadangan devisa banyak tersedot untuk upaya intervensi menjaga nilai tukar Rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat ini, negara kita menganut sistem mata uang Free Floating (mengambang bebas), dan pemerintah tidak &#8216;wajib&#8217; untuk menjaga nilai tukar rupiah di batas tertentu. Sistem ini akan lebih ringan di &#8216;kocek&#8217; pemerintah. Saya pribadi ragu Rupiah akan terjun bebas hingga 600% dari nilainya yang sekarang (1 US$=60-70 Ribu Rupiah?!?). Oleh karena itu, jalan cerita &#8216;krisis&#8217; kali ini rasanya akan berbeda dari jalan cerita yang lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal di atas, dalam beberapa segi, memang kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan kondisi tahun 97 (misalnya dalam Current Account, regulasi sektor perbankan, dll). Jadi, di atas kertas, memang kondisi Indonesia saat ini lebih siap utk menghadapi krisis dibandingkan dengan pada tahun 97. Hanya saja, krisis ekonomi saat ini juga sepertinya akan lebih dashyat dibandingkan krisis waktu itu. Apakah persiapan Indonesia sudah cukup? Ini yang akan menjadi bahan perdebatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih dalam bagian ini, komentar Imam Semar juga agak menarik untuk dilihat, terutama seputar pertanyaannya tentang &#8216;<em><span style="color:#ff0000;">Indonesia ini bodoh atau pinter sih?</span>&#8216;</em>. Imam Semar mempertanyakan &#8216;kepintaran&#8217; pemerintah karena meminjam uang dengan bunga 10%+ (dengan SUN) padahal Pakistan bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga hanya 6-6,5% dan Ukraina hanya membayar bunga 4%.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, perbandingan yang dilakukan oleh Imam Semar agak kurang &#8216;adil&#8217;. Mungkin karena terlalu &#8216;<em>bersemangat</em>&#8216; dalam menulis komentarnya, sepertinya Imam Semar lupa bahwa pinjaman dari IMF untuk Pakistan dan Ukraina termasuk dalam kategori &#8216;bantuan&#8217; dan termasuk hutang &#8216;lunak&#8217; sehingga bunganya lebih ringan dibandingkan dengan SUN (Surat Utang Negara) yang merupakan hutang &#8216;komersil&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal di atas, pinjaman kepada Pakistan dan Ukraina adalah dalam mata uang US$, sehingga jika ingin melakukan perbandingan, tentunya harus dengan SUN yang bermata uang US$. Terakhir kali pemerintah menjual SUN dalam US$ adalah pada bulan Juni kemarin. Yield SUN yang dijual tersebut berkisar dari 6,7% (jatuh tempo 6 thn) hingga 8,1% (jatuh tempo 30 thn). Ini tentunya masih jauh dari angka 10% yang disebutkan Imam Semar.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sebagian pembaca lalu bertanya, jika memang meminjam kepada IMF bisa lebih murah, mengapa harus meminjam melalui SUN? Alasan utamanya dalam hal ini adalah karena negara yang meminta bantuan kepada IMF akan &#8216;dicap&#8217; negatif oleh para investor global. Label &#8216;negatif&#8217; ini akan membuat pemerintah justru harus membayar lebih mahal ketika menerbitkan obligasi di kemudian hari karena dianggap beresiko tinggi untuk gagal bayar. Inilah sebabnya meminjam dari IMF bisa dikatakan hanya merupakan alternatif terakhir ketika memang tiada jalan lain lagi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>RINA:</strong> </span><span style="color:#0000ff;">Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi&#8230;tapi kali ini memang lama&#8230;.minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">IMAM SEMAR:</span></strong><span style="color:#ff0000;"> Seorang investor harus punya exit strategy, trailing stop misalnya. Kalau trailing stop anda adalah 50% (atau 40% atau 25% atau berapalah). Maka setelah lewat 50%, anda harus exit. Kami jadi ingat nasehat kami kepada beberapa email yang masuk. Ada di antaranya dari seorang ibu rumah tangga yang beli BUMI di Rp 7000 dan waktu itu harganya Rp 5600 (sudah rugi 20%). Saran kami, bahwa ekonomi akan memburuk dan saham akan jatuh. Dia bisa beli lagi dengan uang yang sama dan dapat lebih banyak. Kalau dia mau beli sekarang bisa dapat 5 kali lebih banyak. Bahkan kalau mau tunggu lagi bisa dapat 20 kali lebih banyak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>EDISON:</strong> Kalau menurut &#8216;aliran&#8217; yang saya anut, mungkin komentar Imam Semar lebih tepat jika diubah menjadi &#8216;<em>Seorang </em><strong><em>SPEKULATOR </em></strong><em>(bisa juga </em><strong><em>TRADER</em></strong><em>) harus punya exit strategy, trailing stop misalnya</em>&#8216;.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun saya pribadi tidak melakukan analisa fundamental terhadap saham BUMI, tetapi firasat saya mengatakan bahwa seorang Investor (berdasarkan definisi Ben Graham) kemungkinan besar tidak akan membeli saham BUMI di harga Rp 7000.  </p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para pembaca blog ini, cobalah ingat kembali 3 syarat yang dikemukakan Graham agar sesuatu bisa disebut sebagai investasi. Apakah menurut anda apa yang dilakukan oleh ibu rumah tangga tersebut lebih tepat dikatakan sebagai investasi atau spekulasi?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Ini merupakan akhir dari artikel seri ini. Dengan selesainya artikel ini, saya harapkan teman-teman pembaca blog bisa mendapatkan gambaran yang cukup jelas tentang pandangan saya terhadap e-mail Rina tersebut. Mudah-mudahan ini akan memberikan perspektif yang baru bagi teman-teman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=730&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/11/28/e-mail-heboh-mengenai-krisis-ekonomi-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>