<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Asuransi</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/tag/asuransi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Asuransi</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Asuransi Jiwa : Bukan Untuk Setiap Orang</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/15/asuransi-jiwa-bukan-untuk-setiap-orang/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/06/15/asuransi-jiwa-bukan-untuk-setiap-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 10:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; Perusahaan asuransi bisa memberitahukan kepada anda dengan sangat akurat BERAPA banyak orang yang akan meninggal besok hari. Yang tidak mereka ketahui hanyalah SIAPA Anonymous &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Ketika menulis post ini, saya sedikit tersenyum membayangkan reaksi yang akan timbul jika post ini dibaca oleh agen asuransi jiwa. Saya terpikir untuk menulis tentang topik asuransi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=41&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Perusahaan asuransi bisa memberitahukan kepada anda dengan sangat akurat BERAPA banyak orang yang akan meninggal besok hari. Yang tidak mereka ketahui hanyalah SIAPA</em></p>
<p style="text-align:right;"><em></em><strong>Anonymous</strong><em><br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menulis post ini, saya sedikit tersenyum membayangkan reaksi yang akan timbul jika post ini dibaca oleh agen asuransi jiwa. Saya terpikir untuk menulis tentang topik asuransi jiwa setelah topik ini muncul dalam dalam percakapan saya dengan seorang teman dari thread &#8220;Jangan Serakah&#8221; di forum Kaskus, sebut saja namanya L. Dalam percakapan itu, L mempertanyakan apakah setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa, terutama orang yang sudah mapan sekali?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Isu mengenai apakah setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa boleh dikatakan sebagai isu yang agak &#8220;kontroversial&#8221;. <strong>Sebagian Financial Planner/Perencana Keuangan (dan hampir semua agen penjual asuransi jiwa) akan mengatakan bahwa setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa. Di lain sisi, ada beberapa Financial Planner lainnya yang berpendapat bahwa asuransi jiwa bukanlah sesuatu yang wajib dimiliki oleh SEMUA orang</strong>. Berdasarkan pada judul post ini, para pembaca blog ini mungkin sudah bisa memperkirakan saya memihak pada &#8220;kubu&#8221; yang mana.<span id="more-41"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali kita membeli produk apapun, kita harus selalu mempertimbangkan apa manfaat yang diberikan oleh produk itu, dan apakah kita benar-benar membutuhkan manfaat yang diberikan oleh produk itu.  Sebagai ilustrasi, kita lihat mobil misalnya. Meskipun setiap orang membutuhkan alat transportasi, tentunya tidak berarti bahwa setiap orang harus membeli mobil (bahkan jika mereka mampu membelinya).  Dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan mobil (biaya servis berkala, STNK, BBM, dll), seorang ibu rumah tangga yang aktifitas sehari-harinya tidak membutuhkan dia untuk berpergian jauh, mungkin akan lebih cocok (dari sudut ekonomi) dengan alat transportasi lainnya (ojek, taksi, dan lain-lain).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga halnya jika kita ingin membeli asuransi jiwa. Satu hal yang harus kita ingat yaitu bahwa manfaat utama asuransi jiwa adalah untuk memberikan perlindungan kepada &#8220;dependen&#8221; (orang-orang yang bergantung kepada kita) jika kita meninggal. Jika kita tidak membutuhkan manfaat yang ditawarkan oleh asuransi jiwa, tentunya kita harus berpikir dua kali sebelum kita membeli asuransi jiwa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu siapa saja &#8220;orang-orang&#8221; yang tidak membutuhkan manfaat asuransi jiwa? Jika kita lihat kembali manfaat utama dari asuransi jiwa, jawaban termudah yang terpikirkan adalah &#8220;orang-orang yang tidak memiliki dependen&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh pertama untuk &#8220;golongan&#8221; ini adalah anak-anak. Suatu &#8220;fenomena&#8221; yang kita sering lihat di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang membeli asuransi jiwa untuk seluruh anggota keluarganya, termasuk atas nama anak-anaknya yang masih kecil. Jika kita lihat berdasarkan manfaat utama asuransi jiwa, membeli asuransi jiwa atas nama anak-anak kita yang masih kecil sebenarnya agak &#8220;aneh&#8221;, mengingat anak-anak kita itu tidak memiliki dependen. Akan lebih baik jika premi yang kita bayarkan atas nama anak-anak kita, kita pakai untuk menambah nilai pertanggungan asuransi atas nama kita. Jika nilai pertanggungan asuransi kita sudah cukup, maka alternatif lainnya yang bisa kita pertimbangkan adalah menginvestasikan uang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang dewasa lajang/single tanpa tanggungan juga termasuk kategori orang-orang yang perlu berpikir dua kali sebelum membeli asuransi jiwa. Sebagai contoh, misalnya kita belum menikah, dan orang tua kita sudah wafat ataupun orang tua kita sudah mempunyai perencanaan keuangan yang baik (sehingga tidak bergantung kepada kita), maka tentunya manfaat dari membeli asuransi jiwa menjadi perlu dipertanyakan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita telaah lebih dalam, sebenarnya bahkan tidak setiap orang yang sudah berkeluarga wajib memiliki asuransi jiwa. Sebagai contoh, bayangkan sebuah pasangan baru yang belum memiliki anak, dan orang-tua keduanya tidak bergantung kepada mereka. Keduanya masing masing mempunyai income yang mencukupi dan telah memiliki rumah sendiri (telah lunas KPRnya), dan tidak memiliki hutang/cicilan lainnya. Dalam hal ini asuransi jiwa bukanlah sesuatu yang &#8220;wajib&#8221; dimiliki oleh pasangan itu. Meskipun dalam kasus ini asuransi jiwa bukan suatu ide yang buruk, pasangan itu juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan uang itu untuk diinvestasikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh terakhir orang-orang yang mungkin tidak terlalu membutuhkan asuransi jiwa adalah orang-orang yang menjadi subjek pembicaraan antara saya dan L. Orang-orang yang mapan dan telah merencanakan keuangannya dengan sangat baik, misalnya saja memiliki portofolio investasi yang baik dan mencukupi (untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masa depan tanggungannya) boleh dikatakan tidak &#8220;wajib&#8221; untuk memiliki asuransi jiwa.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada baiknya saya ingatkan sekali bahwa yang saya bicarakan dalam post ini adalah asuransi jiwa dan bukan asuransi kesehatan. Dalam prakteknya, produk yang kerap kita temui di Indonesia adalah produk gabungan antara asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Untuk produk semacam ini, premi yang kita bayarkan sebenarnya adalah premi gabungan untuk kedua resiko itu, yaitu resiko untuk meninggal dan resiko untuk sakit.  Tentu saja premi ini akan &#8220;lebih mahal&#8221; daripada jika kita hanya meminta pertanggungan resiko sakit (tidak ada yang &#8220;gratis&#8221; di dunia ini, termasuk juga di dunia asuransi).</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, terlepas dari wajib atau tidaknya kita memiliki asuransi jiwa, asuransi jiwa tetaplah merupakan suatu produk finansial yang baik dan boleh menjadi pertimbangan setiap orang.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=41&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/06/15/asuransi-jiwa-bukan-untuk-setiap-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>