April 28, 2009
Sewaktu kuliah dahulu, di antara saya dan teman-teman saya ada sebuah ‘adat’ yang sejujurnya sangat menjengkelkan. ‘Adat’ jelek tersebut membuat ‘adegan’ di bawah ini kerap sekali terjadi dalam kelompok kami, terutama di sekitar waktu makan siang..
Edison: Wah, lapar nih!! Makan yuk?
Teman A: Yuk! Tapi makan apa ya?
Teman B: Gue sih terserah… Makan apa juga oke…
Teman A, C, D dan F: (dengan harmonis seperti paduan suara) Gue juga terserah….
Edison: Kalau gitu makan Bakmi gang Kelinci yuk? (P.S: sekarang Grand Kelinci)
Teman B: Wah, jangan Bakmi gang Kelinci deh…
Teman A: Gimana kalau Wendy’s?
Teman F: Duh… masak Wendy’s lagi? Bosen ah… yang lain aja…
Teman C: Food Court aja kalau gitu…
Teman A: Yaaaah, masak lagi panas-panas begini makan di food-court… keringetan nanti…. Gimana kalau MacDonald aja?
Teman C: Duh, MacDonald jam segini rame banget…antrinya lamaa!!!! Jangan di sana deh…
Edison: (Mengurut dada…. bingung di mana ‘terserah‘-nya)
Keep reading →
April 27, 2009
Article by Konobe
“Know your enemy and know your self and you can fight a hundred battles without disaster” – Sun-tzu
Pada posting KK sebelumnya saya membahas sedikit tentang beberapa kesalahan terbesar dengan kartu kredit, dan ada beberapa trivia. Dibawah ini adalah jawaban pertanyaan tersebut: Keep reading →
April 24, 2009
Article by Alina
Beberapa bulan terakhir, transaksi Repo kerap diangkat di berbagai berita ekonomi. Kasus Antaboga misalnya, termasuk salah satu kasus yang melibatkan transaksi repo. Tetapi apakah teman-teman pembaca blog ini tahu apa itu Transaksi Repo? Aritkel ini akan mencoba menjelaskan secara sederhana apa itu sebenarnya transaksi Repo.
Repurchase Agreement atau Repo dapat dikatakan sebagai perjanjian meminjam uang dengan suatu jaminan. Dalam hal ini, jaminannya umumnya berupa instrumen investasi di pasar modal, seperti : saham, SUN, obligasi korporasi.
Contoh sederhananya: Misalkan si A sedang butuh dana dalam waktu cepat. Si A meminjam sejumlah dana kepada si B. Si A memberikan jaminan kepada si B berupa saham yang dimiliknya. Nantinya ketika si A sudah mengembalikan dana yang dipinjam ditambah bunga yang disepakati si B akan mengembalikan saham yang dijaminkan kepada B. Nah jika si A tidak bisa mengembalikan dana yang dipinjam, maka saham A akan ‘disita’ dan menjadi milik si B. Keep reading →
April 23, 2009
Senin lalu, di kafetaria Kantor Redaksi Harian Jangan Serakah, saya dan Mister Ben sedang makan siang bersama. Sambil menunggu makanan kami diantarkan, kami berdua pun ngobrol-ngobrol sebentar.
Mister Ben: Bagaimana dengan investasi kamu di Indonesia, son? Ada hal yang menarik akhir-akhir ini?
Edison: Kalau investasi sih tidak ada yang menarik, mister. Kan cuma sekedar menjalankan Dollar Cost Averaging. Tapi kalau di bagian spekulasi sih ada.
Mister Ben: Oh ya? Memangnya ada apa dengan Spekulasi kamu?
Edison: Dua bulan lalu saya membeli saham bank X. Tetapi minggu lalu saya ‘terpaksa’ jual saham tersebut minggu lalu.
Mister Ben: Loh? Memangnya kamu dipaksa siapa?
Edison: Dipaksa Mister Market…
Mister Ben: Loh kok begitu?
Edison: Ceritanya begini nih, mister…………
Keep reading →
April 11, 2009
Sekedar artikel ringan seputar ekonomi yang saya tulis sambil menunggu siaran Liga Inggris.
Beberapa hari yang lalu ketika sedang berjalan-jalan di mal, saya bersua dengan seorang kenalan saya yang sudah agak lama tidak saya jumpai. Kami berdua pun lalu menanyakan kabar masing-masing setelah sekian lama ini, dari kabar tentang keluarga, anak hingga ke perihal pekerjaan. Kebetulan pekerjaan teman saya itu di bidang properti. Saya pun lalu menanyakan tentang berita-berita ‘hangat’ di pekerjaannya. Keep reading →
March 31, 2009
WHAT THEY SAID
Lebih baik mencegah daripada mengobati
anonim
Article by Konobe
Edited by Edison

Bermacam-macam kartu kredit
Baru-baru ini saya membaca berita di detik kalau NPL (non performing loan) kartu kredit di Indonesia sudah lebih dari 10%. Saya pun jadi teringat artikel yang ditulis Bung Edison Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen. Wah, tampaknya sudah mulai terlihat ya hasil prediksinya..
Meskipun ancaman macetnya kartu kredit mempunyai dampak yang cukup menakutkan terhadap perekonomian, artikel saya kali ini akan membahas masalah ini dari sisi yang lain, yaitu dari sisi si pemegang kartu kredit.
Ketika kartu kredit macet, tentunya yang ‘pusing’ bukan cuma Bank saja. Si pemegang kartu kartu (umumnya) juga mengalami tekanan batin yang tidak kecil. Contohnya adalah seorang kenalan saya. Dia memiliki masalah dengan kartu kreditnya hingga gelisah dan stres. Hampir tiap hari ia ditelepon oleh debt collector. Bukan cuma sekedar teguran yang diterimanya tetapi juga ancaman. Padahal, dari pengamatan saya, dia termasuk orang yang cukup berada.
Jadi mengapa kenalan saya tersebut bisa sampai terjerat hutang kartu kredit? Meskipun saya tidak tahu persis penyebabnya, tetapi kemungkinan besar ia melakukan salah satu (atau bahkan beberapa) dari 7 kesalahan terbesar dalam menggunakan kartu kredit. Jadi apa saja 7 kesalahan terbesar itu? Keep reading →
March 26, 2009
Article by Alina
Berbicara mengenai Lembaga Penjaminan Simpanan, rasanya saya yakin tidak ada pembaca blog ini yang tidak mengenal badan yang satu ini. Bahkan jika ada orang yang belum pernah mendengar tentang LPS, maka hanya dari namanya saja, orang tersebut akan bisa menebak bahwa ‘tugas’ LPS adalah menjamin simpanan.
Nah, masalahnya kini, apakah anda sudah benar-benar mengerti cara menentukan simpanan/tabungan mana saja yang dijamin oleh LPS? Sebagian dari pembaca blog mungkin akan mengatakan bahwa ‘asalkan bunganya tidak di atas bunga penjaminan dan nilainya tidak di atas Rp 2 milyar, maka termasuk simpanan/tabungan yang dijamin’.
Meskipun jawaban tersebut benar, tetapi sebenarnya ada beberapa hal lagi yang masih terkait dengan penjaminan simpanan yang justru kerap tidak diketahui oleh banyak orang. Dalam artikel ini, kita akan melihat bersama-sama cara penentuan simpanan yang dijamin oleh LPS. Keep reading →