<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Spekulasi</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/category/spekulasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Spekulasi</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan Saham Perbankan?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/04/23/ada-apa-dengan-saham-perbankan/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/04/23/ada-apa-dengan-saham-perbankan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 08:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1599</guid>
		<description><![CDATA[Senin lalu, di kafetaria Kantor Redaksi Harian Jangan Serakah, saya dan Mister Ben sedang makan siang bersama. Sambil menunggu makanan kami diantarkan, kami berdua pun ngobrol-ngobrol sebentar. Mister Ben: Bagaimana dengan investasi kamu di Indonesia, son? Ada hal yang menarik akhir-akhir ini? Edison: Kalau investasi sih tidak ada yang menarik, mister. Kan cuma sekedar menjalankan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1599&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin lalu, di kafetaria Kantor Redaksi Harian Jangan Serakah, saya dan Mister Ben sedang makan siang bersama. Sambil menunggu makanan kami diantarkan, kami berdua pun ngobrol-ngobrol sebentar.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Bagaimana dengan investasi kamu di Indonesia, son? Ada hal yang menarik akhir-akhir ini?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Kalau investasi sih tidak ada yang menarik, mister. Kan cuma sekedar menjalankan Dollar Cost Averaging. Tapi kalau di bagian spekulasi sih ada.</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Oh ya? Memangnya ada apa dengan Spekulasi kamu?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Dua bulan lalu saya membeli saham bank X. Tetapi minggu lalu saya &#8216;terpaksa&#8217; jual saham tersebut minggu lalu.</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Loh? Memangnya kamu dipaksa siapa?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Dipaksa Mister Market&#8230;</em><span style="color:#0000ff;"><br />
<strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Loh kok begitu?</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong> </span><em>Ceritanya begini nih, mister&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><span id="more-1599"></span>&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dua bulan lalu, saya melakukan transaksi dengan uang spekulasi saya yang kebetulan sedang &#8216;nganggur&#8217;. Setelah melirik kiri-kanan, saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli saham Bank XYZ (salah satu bank utama di Indonesia). Mengapa demikian? Di satu sisi, saya menganggap bahwa bank XYZ tersebut mempunyai <a title="Masih ingat dengan artikel yang ini?" href="http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/" target="_blank">&#8216;economic moat&#8217;</a> yang baik. Di lain sisi, saya merasa bahwa prospek perbankan Indonesia untuk 1-2 tahun ke depan agak suram&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lho? Suram kok malah dibeli?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini karena salah satu metode spekulasi favorit saya adalah dengan <span style="text-decoration:underline;">pelan-pelan</span> mengkoleksi saham-saham bluechip di saat saham-saham tersebut sedang &#8216;suram&#8217;. Harapan saya adalah untuk <em>&#8216;menimbun&#8217;</em> saham Bank XYZ tersebut, dalam 1-2 tahun ini dimana sektor perbankan Indonesia sepertinya akan menghadapi masa-masa yang sulit.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa teman pembaca mungkin masih ingat dengan artikel <a href="http://janganserakah.com/2009/01/08/meneropong-2009-ancaman-kredit-konsumen/" target="_self">&#8216;Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen&#8217;</a> yang saya tulis. Dalam artikel tersebut saya mengatakan bahwa saya agak mengkhawatirkan kalau akan terjadi lonjakan kredit macet karena selama beberapa tahun terakhir, bank-bank dan berbagai institusi keuangan begitu gencar memberikan kredit konsumsi ke masyarakat. Resiko ini semakin besar karena berdasarkan pengamatan saya, pemberian kredit konsumsi tersebut pun umumnya tanpa melalui seleksi yang ketat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekhawatiran saya di atas, sedikit banyak mulai terbukti. Baru-baru ini saya membaca kalau  dari data di lapangan, mulai terjadi lonjakan hutang macet di berbagai tipe kredit konsumsi, mulai dari kartu kredit hingga ke KPR. Ini tentunya akan menjadi beban bagi sektor perbankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi ini diperparah dengan pertumbuhan kredit yang melambat. Dengan kondisi sekarang ini, Bank-bank sangat berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Pertumbuhan kredit di 3 bulan pertama tahun ini, merosot jauh dibandingkan dengan di tahun 2008. Padahal seperti kita tahu, sumber pendapatan utama Bank justru adalah dari pemberian kredit/pinjaman. Pertumbuhan kredit yang merosot tentu akan mempengaruhi pertumbuhan pendapatan Bank.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melihat berbagai faktor di atas, berdasarkan perkiraan saya seharusnya performa perbankan dalam 1-2 tahun ke depan tidak akan terlalu <em>&#8216;mengkilap&#8217;</em>. Tetapi anehnya, justru dengan kondisi seperti ini, saham-saham perbankan secara umum akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang lumayan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saham XYZ yang saya beli 2 bulan lalu, bukannya bergerak turun, malah naik hampir 30%. Rencana saya untuk pelan-pelan <em>&#8216;menimbun&#8217;</em> saham tersebut pun batal. Karena saya tidak memahami apa alasan penyebab kenaikannya, dan saya merasa <em>&#8216;tidak nyaman&#8217;</em> dengan situasi ini, saya pun kehilangan &#8216;minat&#8217; untuk menimbun saham XYZ tersebut dan <em>&#8216;terpaksa&#8217;</em> keluar&#8230;..</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Jadi begitu ceritanya mister&#8230; Saya dipaksa keluar oleh mister Market (alias pasar). Soalnya saya nggak tahu apa yang ada di pikiran si mister Market.</em><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Mister Ben:</strong></span> <em>Rupanya begitu toh.. Lalu? Kamu apa tidak takut kalau ternyata sahamnya semakin naik setelah kamu jual? Nanti kamu menyesal, karena  untung kamu bisa lebih besar lagi&#8230;</em><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Edison:</strong></span> <em>Tidak kok, mister. Namanya juga spekulasi.. Untung 30% dalam 2 bulan sudah cukup utk saya. Toh jika sektor perbankan terus  naik, saya juga bisa menikmati dari porsi Investasi saya yang memakai metode Dollar Cost Averaging&#8230;. Tapi bagaimana pendapat mister Ben tentang sektor perbankan ini? Saya benar atau salah ya?</em></p></blockquote>
<p>Sayangnya, belum sempat mister Ben menjawab, obrolan kami  terputus di sana karena Soto Betawi yang kami pesan sudah datang. Tetapi dalam hati, saya tetap penasaran&#8230; apa ya kira-kira pendapat mister Ben?</p>
<p>&#8230;..</p>
<p><em>Ada orang lain yang juga bingung dengan mister Market seperti saya?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1599&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/04/23/ada-apa-dengan-saham-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan Dengan Options (5)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/04/18/berkenalan-dengan-options-5/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/04/18/berkenalan-dengan-options-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 08:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1561</guid>
		<description><![CDATA[(Sambungan dari part 4) Minggu ini saya pikir ada baiknya kita kembali lagi ke artikel tentang Options, karena artikel seri Options sudah agak lama belum saya lanjutkan (alasan sebenarnya sih karena saya sedang tidak menemukan inspirasi untuk bahan tulisan ). Dalam artikel kali ini, kita akan mulai melihat beberapa Strategi dalam dunia Options. Tetapi dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1561&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://janganserakah.com/2009/03/10/berkenalan-dengan-options-4/" target="_blank">(Sambungan dari part 4)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Minggu ini saya pikir ada baiknya kita kembali lagi ke artikel tentang Options, karena artikel seri Options sudah agak lama belum saya lanjutkan <em>(alasan sebenarnya sih karena saya sedang tidak menemukan inspirasi untuk bahan tulisan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</em>. Dalam artikel kali ini, kita akan mulai melihat beberapa Strategi dalam dunia Options. Tetapi dalam <a title="Baca artikel part 4" href="http://janganserakah.com/2009/03/10/berkenalan-dengan-options-4/" target="_blank">artikel part 4</a>, saya sempat memberikan &#8220;PR&#8221;. Untuk itu, sebelumnya mari kita melihat jawaban dari &#8220;PR&#8221; tersebut terlebih dahulu.</p>
<p><span id="more-1561"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harga saham Coca-Cola (KO) saat ini adalah $39,46. Harga option <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">35</span> PUT</strong></span> saat ini adalah $2,4 dan  harga Option <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">42,5</span> PUT</strong></span> saat ini adalah $6,2. Berapakah Nilai Intrinsik dan Nilai Waktu untuk masing-masing option tersebut?</p>
</blockquote>
<p>Jawabannya:</p>
<ul>
<li>Utk Option <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">35</span> PUT</strong></span>, Nilai Intrinsiknya adalah 0 (nol). Ini karena jika kita menjual saham KO dengan menggunakan option PUT tersebut, harga yang kita dapatkan ($35) malah lebih rendah daripada harga di pasar ($39,46). Artinya, tidak ada manfaat yang kita terima sama sekali dari menggunakan Option tersebut. Untuk Time Valuenya, karena Harga=Time Value+Nilai Intrinsik, maka Time Value untuk option ini adalah $2,4.</li>
</ul>
<ul>
<li>Utk Option <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">42,5</span> PUT</strong></span>, Jika kita menjual saham KO dengan menggunakan option PUT tersebut, harga yang kita dapatkan ($42,5) lebih tinggi $3,04 dari harga di pasar ($39,46). Dengan kata lain, manfaat yang kita terima dari menggunakan option PUT tersebut adalah sebesar $3,04. Dengan demikian, nilai Intrinsik dari option tersebut adalah $3,04. Time Value option ini adalah $6,2-$3,04=$3,16.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kita melihat tentang berbagai Strategi penggunan Options, sebelumnya saya ingin berbicara singkat tentang :</p>
<ol>
<li>In-The-Money Options;</li>
<li> At-The-Money Options; dan</li>
<li>Out-of-The-Money Options</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Secara sederhana, <span style="text-decoration:underline;">semua Options yang Nilai Intrinsiknya &gt; 0 (Nol) adalah In-The-Money Options</span>. Lalu bagaimana dengan Options yang nilai Intrinsiknya = 0 (Nol)? Ini sedikit lebih &#8216;rumit&#8217;:</p>
<ul>
<li>Jika sebuah Options mempunyai nilai Intrinsik = Nol, dan Harga Strike Pricenya sama dengan Harga Pasar (ataupun hanya selisih sedikit sekali, dalam dollar mungkin hanya beberapa sen), maka Options tersebut dikatakan sebagai At-The-Money Options.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jika sebuah Options mempunyai nilai Intrinsik = Nol, dan Harga Strike Pricenya tidak sama dengan Harga Pasar, maka Options tersebut dikatakan sebagai Out-Of-The Money Options</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita akan mulai masuk ke pembahasan tentang berbagai Strategi dalam Options. Strategi Options yang akan kita lihat pertama-tama adalah strategi yang dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>Covered Call Writing</strong></span>, ataupun yang biasanya dikenal dengan nama singkatnya <span style="color:#0000ff;"><strong>Covered Call</strong></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Covered Call</span> </strong>adalah strategi dimana kita <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">membeli</span></span> saham perusahaan X, dan di saat bersamaan <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">menjual</span></span> Option Call saham perusahaan X.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi:</p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan harga saham Perusahaan X saat ini adalah $20. Harga Option <strong><span style="color:#0000ff;">X July 2010 <span style="color:#ff0000;">20</span> Call</span></strong> adalah $5. Kita ingin melakukan strategi Covered Call Writing  saham X dengan Option tersebut. Maka  yang kita lakukan adalah membeli 100 lembar saham X, dan menjual 1 kontrak option X July 2010 20 Call (Ingat bahwa 1 kontrak option itu <em>&#8216;mencakup&#8217;</em> 100 lembar saham).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melakukan ini maka uang yang kita butuhkan untuk melakukan transaksi ini adalah adalah:</p>
<ul>
<li>Membeli 100 lembar saham X &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. $2000; dikurangi dengan</li>
<li>Menjual 1 kontrak X July 2010 20 Call&#8230;&#8230;.. ($500)</li>
</ul>
<p>Dengan demikian, uang yang kita keluarkan adalah sebesar $1500.</p>
<p>Apa efek dari transaksi ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Efek pertama, seperti yang bisa kita lihat adalah berkurangnya modal yang kita butuhkan. Jika kita sekedar membeli 100 lembar saham saja, maka total uang yang kita keluarkan adalah $2000. Tetapi berkat uang yang kita dapatkan dari menjual option, maka total uang yang kita keluarkan hanya $1500. Secara matematika, boleh dikatakan ini artinya kita membeli saham yang harganya $20, hanya dengan membayar $15.<em> (Ini sebabnya beberapa orang memandang Covered Call Writing sebagai &#8216;membeli saham dengan diskon&#8217;).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berkat <em>&#8216;diskon&#8217;</em> ini, jika seandainya di bulan July 2010, harga saham X ternyata tidak berubah (tetap $20), kita tetap untung  $5 karena modal pembelian saham X kita hanyalah $15 per lembar.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkat <em>&#8216;diskon&#8217;</em> ini juga, jika seandainya di bulan July 2010, harga saham X ternyata malah turun menjadi $15, kita belum menderita kerugian karena <em>&#8216;modal&#8217;</em> kita memang hanyalah $15. Padahal, di saat itu, orang-orang yang hanya membeli saham (dan tidak melakukan Covered Call) sudah rugi $5 per lembar.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;<em><br />
</em></p>
<p>Tetapi tentunya tidak ada yang namanya <em>&#8216;makan siang gratis&#8217;</em>. Untuk mendapatkan <em>&#8216;diskon&#8217;</em> yang kita lihat di atas ada <em>&#8216;harga&#8217;</em> yang harus kita bayar. Dengan melakukan Covered Call, kita akan membatasi keuntungan maksimal kita. Mengapa begitu?</p>
<p>Misalkan saja, dalam contoh di atas setelah kita melakukan Covered Call Writing dengan option di atas, pada bulan July 2010 harga saham X naik menjadi $25, maka:</p>
<ul>
<li>Dari sisi saham, keuntungan yang kita terima dari kenaikan harga 100 lembar saham X yang kita miliki adalah sebesar ($25-$20)x100 lembar= $500</li>
</ul>
<ul>
<li>Options yang kita jual (X July 2010 20) akan expire dengan nilai $5 (karena dengan option tersebut orang bisa membeli saham X kita dengan lebih murah $5 dibandingkan harga pasar). Kita harus mengeluarkan $5 untuk <em>&#8216;menutup&#8217;</em> option yang telah kita jual. Sewaktu kita menjual option, uang yang kita dapatkan juga adalah sebesar $5. Dengan demikian, dari sisi options, kita tidak mendapatkan untung ataupun rugi.</li>
</ul>
<p>Dengan demikian, total keuntungan yang kita dapat yaitu Rp 500 (untung $500 dari saham dan $0 dari options). Seandainya kita hanya membeli saham saja (dan tidak melakukan Covered Call), total keuntungan yang kita dapatkan juga adalah sebesar $500 (dari $25-$20 dikali 100 lembar).</p>
<p>Sekarang kita bandingkan dengan jika seandainya saham harga X naik menjadi $30 pada bulan July 2010. Jika ini terjadi, maka:</p>
<ul>
<li>Dari sisi saham, keuntungan yang kita terima dari kenaikan harga 100 lembar saham X yang kita miliki adalah sebesar ($30-$20)x 100= $1000</li>
</ul>
<ul>
<li>Tetapi ingat juga bahwa kita telah menjual option X July 2010 20 Call. Sekarang option X tersebut &#8216;expire&#8217;/jatuh tempo dengan nilai $10 <em>(karena pemilik option tersebut bisa membeli saham X milik kita dengan harga lebih murah $10 dibandingkan dengan harga pasar)</em>. Kita harus mengeluarkan $10 untuk <em>&#8216;menutup&#8217;</em> option yang telah kita jual. Padahal, ketika kita menjual option tersebut, harganya hanya $5, sehingga dari sisi Options, kita malah menderita kerugian $5 (dari $10-$5).</li>
</ul>
<p>Dalam kasus ini, total keuntungan bersih kita dari Covered Call tetap hanyalah $500 (Untung $1000 dari saham, dikurangi dengan rugi $500 dari options). Seandainya kita hanya membeli saham saja (dan tidak melakukan Covered Call), total keuntungan yang kita dapatkan adalah sebesar $1000 (dari $30-$20 dikali 100 lembar).</p>
<p>Seperti kita bisa lihat, baik apakah harga saham X tetap $20, atau naik menjadi $25 ataupun $30, keuntungannya tetaplah sebesar $500. Ini berbeda dengan hasil yang akan diterima oleh para pembeli saham saja (yg tidak melakukan covered call).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p>Jika potensi rugi laba dalam ilustrasi di atas dibuat dalam bentuk grafik, maka grafiknya akan berbentuk seperti ini:</p>
<div id="attachment_1571" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/04/chartcc4.jpg"><img class="size-full wp-image-1571" title="ChartCoveredCall" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/04/chartcc4.jpg?w=500&#038;h=381" alt="Potensi Laba/Rugi" width="500" height="381" /></a><p class="wp-caption-text">Potensi Laba/Rugi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dari Grafik di atas, bisa kita lihat bahwa keuntungan maksimum yang kita bisa terima dari Covered Call dalam contoh ini, hanyalah $500 <em>(bagi yang ragu-ragu, bisa mencoba memeriksa sendiri bagaimana seandainya saham harga X naik menjadi $ 40, $100 atau bahkan $1000)</em>. Meskipun harga saham X yang kita miliki naik hingga berapapun, keuntungan yang kita terima dari kenaikan harga saham akan <em>&#8216;termakan&#8217;</em> oleh kerugian dari penjualan option yang kita lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita juga bisa melihat bahwa dengan Covered Call, titik impas/Break-Even Point (tidak untung maupun rugi) kita lebih rendah dibandingkan dengan kita membeli saham saja. Dalam ilustrasi ini, Titik impas (BEP) untuk Covered Call adalah $15, sedangkan untuk membeli saham saja, titik impasnya adalah $20.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Sebagai PR, Jika Harga Saham JanganSerakah Ltd. saat ini adalah $50, dan:<br />
</em></p>
<ul>
<li><em>Alina melakukan Covered Call dengan option Dec 2010 55 Call. Harga option tersebut saat ini adalah $2<br />
</em></li>
<li><em>Konobe melakukan Covered Call dengan option Dec 2010 45 Call. Harga option tersebut saat ini adalah $7</em></li>
</ul>
<p><em><strong>Pertanyaan:</strong> (berapa point yang bisa anda dapatkan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) </em></p>
<ol>
<li><em>Berapakah Titik Impas/BEP Alina dan Konobe? (1 point)<br />
</em></li>
<li><em>Berapa keuntungan maksimum yang bisa didapat oleh Konobe? (2 point)<br />
</em></li>
<li><em>Berapa keuntungan maksimum yang bisa didapat oleh Alina? (2 point)<br />
</em></li>
<li><em>Pada tingkat harga berapa, keuntungan yang didapat oleh Alina dan Konobe itu sama besar? (5 point) </em></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1561&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/04/18/berkenalan-dengan-options-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/04/chartcc4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ChartCoveredCall</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Options (4)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/10/berkenalan-dengan-options-4/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/10/berkenalan-dengan-options-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 01:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 3) Dalam artikel part 4 ini, kita akan melihat lebih jauh beberapa hal tentang option. Tetapi sebelum saya melanjutkan pembahasan mengenai options, mari kita lihat dulu jawaban atas pertanyaan yang saya berikan di akhir part 3 artikel seri ini. Bagi teman-teman yang telah menjawab pertanyaan tersebut, cobalah utk memeriksa jawaban anda: Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1241&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://janganserakah.com/2009/02/06/berkenalan-dengan-options-3/" target="_self">(sambungan dari part 3)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel part 4 ini, kita akan melihat lebih jauh beberapa hal tentang option. Tetapi sebelum saya melanjutkan pembahasan mengenai options, mari kita lihat dulu jawaban atas pertanyaan yang saya berikan di akhir part 3 artikel seri ini. Bagi teman-teman yang telah menjawab pertanyaan tersebut, cobalah utk memeriksa jawaban anda:</p>
<blockquote>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan naik (bullish), Options apakah yang akan ia <span style="text-decoration:underline;">beli</span>? PUT? atau CALL? <span style="color:#0000ff;">Karena dalam pertanyaan ini, yang ditanyakan adalah &#8216;membeli option&#8217;, maka jawabannya adalah </span><span style="color:#0000ff;"><strong>CALL.</strong></span></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dan sebaliknya, jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan turun (bearish), Options apakah yang akan ia <span style="text-decoration:underline;">beli</span>? PUT? atau CALL? <span style="color:#0000ff;">Karena yg ditanyakan adalah &#8216;membeli option&#8217;, maka jawabannya adalah </span> <strong><span style="color:#0000ff;">PUT</span></strong></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Apakah mungkin seseorang yang Bullish &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><em>bermain</em></span>&#8216; PUT option? <span style="color:#0000ff;"><strong>BISA</strong>, dengan cara MENJUAL PUT. Jika kita lihat pertanyaan no. 2, dimana pembeli PUT mempunyai pandangan yg &#8216;bearish&#8217;, maka tentunya lawannya (PENJUAL option PUT)  mempunyai pandangan &#8216;bullish&#8217;.</span></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Apakah mungkin seseorang yang Bearish &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><em>bermain</em></span>&#8216; CALL option? <span style="color:#0000ff;"><strong>BISA</strong>, dengan cara MENJUAL CALL. Jika kita lihat pertanyaan no. 1, dimana pembeli CALL mempunyai pandangan yg &#8216;bullish&#8217;, maka tentunya lawannya (PENJUAL option CALL) mempunyai pandangan &#8216;bearish&#8217;.</span></li>
</ul>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana? Apakah jawaban anda tepat semuanya? Selamat jika anda telah menjawab seluruh pertanyaan saya dengan benar. Kini saya akan mengajak teman-teman untuk melihat lebih detail salah satu <em>&#8216;aspek&#8217;</em> Option, yaitu <span style="color:#0000ff;"><strong>Harga Option</strong></span>.</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-1241"></span>&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Harga Option, selalu terdiri dari 2 komponen, yaitu <strong>Intrinsic Value</strong> (Nilai Intrinsik) dan <strong>Time Value</strong> (Nilai Waktu), dan jika kita tulis dalam bentuk persamaan matematika, maka :</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Harga Option = Nilai Intrinsik + Nilai Waktu</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak definisi yang kerap digunakan untuk menjelaskan  apa itu Nilai Intrinsik dalam option. Tetapi saya akan mencoba memakai  &#8216;definisi&#8217; yg bisa dipakai baik utk option Call maupun Put. Mari kita lihat sebuah ilustrasi option Call terlebih dahulu:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harga saham perusahaan <span style="color:#0000ff;"><strong>Coca-Cola</strong></span> (kode: <span style="color:#0000ff;"><strong>KO</strong></span>) saat artikel ini ditulis (8 Maret 2009) adalah $39,46. Salah satu option untuk saham KO yg ada di pasar adalah option <strong> </strong><span style="color:#0000ff;"><strong></strong></span> <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">35</span> Call</strong></span> (Masih ingat cara penulisan nama Option seperti ini? Jika sudah lupa, <a href="http://janganserakah.com/2009/02/02/berkenalan-dengan-options-2/" target="_blank">baca kembali part 2</a>). <strong></strong> Option lainnya yang juga ditawarkan di pasar adalah option  <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">42,5</span> Call</strong></span><strong>. </strong>Berapa nilai intrinsik masing-masing option tersebut?</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tentunya para pembaca masih ingat bahwa option Call memberikan kita hak untuk membeli saham di harga strike Price tanpa perduli  berapa pun harga saham tersebut di pasar. Option Call yg pertama dalam contoh di atas (<strong><span style="color:#0000ff;">KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">35</span> Call</span></strong>), memberikan kita hak untuk membeli saham KO dengan harga strike price $35. Tanpa memiliki option tersebut, jika kita ingin membeli saham Coca-cola (KO), saat ini seharusnya kita membayar harga $39,46 alias lebih mahal $4,46.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita lihat situasi di atas, <span style="text-decoration:underline;">pada saat ini</span> option tersebut <span style="text-decoration:underline;">sudah mempunyai <em>&#8216;manfaat&#8217;</em></span> sebesar $4,46. Nilai manfaat $4,46 inilah yang merupakan Nilai Intrinsik dari option tersebut <span style="text-decoration:underline;">pada saat ini</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan option Call yang kedua dalam contoh (<span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">42,5</span> Call</strong></span>)?</p>
<p style="text-align:justify;">Option tersebut memberikan hak kepada kita untuk membeli saham KO dengan harga $42,5. Padahal saat ini, harga saham KO di pasar hanya $39,46. Kita bisa mengatakan bahwa <span style="text-decoration:underline;">saat ini</span> option tersebut belum mempunyai <em>&#8216;manfaat&#8217;</em> apa-apa, karena kita malahan bisa membeli saham tersebut dengan lebih murah tanpa menggunakan perlu menggunakan option. Nilai <em>&#8216;manfaat&#8217;</em> option KO Aug 2009 42,5 Call, pada saat ini adalah $0 (NOL). Ini artinya Nilai Intrinsik Option KO Aug 2009 42,5 Call , <span style="text-decoration:underline;">pada saat ini</span>, adalah $0 (NOL).</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di sini, mungkin ada beberapa pembaca yang mulai bertanya-tanya: Mengapa Edison terus menerus menggaris bawahi kata &#8216;saat ini&#8217;? Jawabannya sederhana, karena option tersebut pada saat ini (alias pada saat artikel ini saya tulis) belum kadaluarsa . Bagaimana jika misalkan minggu depan,  harga saham KO naik menjadi $ 43?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ini terjadi, maka Option KO Aug 2009 35 Call akan mempunyai <em>&#8216;manfaat&#8217;</em> sebesar $8, dan nilai Intrinsiknya pun menjadi $8. Bagaimana dengan Option KO Aug 2009 42,5 Call? Option tersebut kini akan mempunyai <em>&#8216;manfaat&#8217;</em> sebesar $0,5, dan nilai Intrinsiknya yang tadinya 0 (NOL) kini berubah menjadi $0,5.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan Nilai Waktu (Time Value)? Mari kita kembangkan contoh kasus di atas.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harga Saham KO saat ini (8 Maret 2009)  adalah $39,46. Option KO Aug 2009 35 Call, saat ini dijual dengan harga $6, sedangkan option KO Aug 2009 42,5 Call pada saat ini dijual dengan harga $2,1. Berapakah Nilai Waktu untuk masing-masing option tersebut?</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat kembali persamaan matematika yang saya berikan di atas;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Harga = Nilai Intrinsic + Nilai Waktu</strong></span>; maka</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Nilai Waktu= Harga &#8211; Nilai Intrinsic</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Karena harga saham KO saat ini sebesar $39,46, maka kita tahu bahwa Nilai Intrinsik option KO Aug 2009 35 Call adalah sebesar $4,46. Mengingat harga option tersebut saat ini adalah $6,  memakai &#8216;rumus&#8217; di atas, kita bisa tahu bahwa Nilai Waktu option KO Aug 2009 35 Call tersebut adalah $1,54 (didapat dari $6-$4,46).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan option KO Aug 2009 42,5 Call? Karena harga saham KO saat ini hanya $39,46 maka kita tahu bahwa nilai intrinsik option KO Aug 2009 42,5 Call adalah $0 (NOL). Mengingat harga option tersebut saat ini adalah sebesar $2,1 maka Nilai Waktu option tersebut adalah sebesar $2,1 (didapat dari $2,1-$0).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Nilai Intrinsik dari option menggambarkan <em>&#8216;manfaat&#8217;</em> option tersebut &#8216;saat ini&#8217;, apa yang <em>&#8216;digambarkan&#8217;</em> oleh Nilai Waktu (Time Value)? Seperti kita lihat, kedua option tersebut masih belum kadaluarsa (baru akan kadaluarsa 5 bulan lagi), sehingga masih ada <em>&#8216;waktu&#8217;</em> dan <em>&#8216;harapan&#8217;</em> bahwa Nilai Intrinsik dari kedua option tersebut masih bisa naik (krn waktu kadaluarsanya masih relatif panjang). Semakin dekat dengan waktu kadaluarsanya (dalam contoh ini adalah Agustus 2009), Nilai Waktu kedua option tersebut akan semakin menurun. Nilai Waktu dari option akhirnya akan menjadi 0 (NOL) di saat option tersebut kadaluarsa, karena saat itu option tersebut telah tidak mempunyai <em>&#8216;waktu&#8217;</em> dan <em>&#8216;harapan&#8217;</em> lagi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, dengan menggunakan cara yang saya berikan di atas, cobalah untuk menjawab pertanyaan di bawah ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harga saham Coca-Cola (KO) saat ini adalah $39,46. Harga option <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">35</span> PUT</strong></span> saat ini adalah $2,4 dan  harga Option <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 <span style="color:#ff0000;">42,5</span> PUT</strong></span> saat ini adalah $6,2. Berapakah Nilai Intrinsik dan Nilai Waktu untuk masing-masing option tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>INGAT BAIK-BAIK:</strong> Dalam contoh ini, yang saya tanyakan adalah option PUT dan bukan CALL. Meskipun demikian, jika anda menggunakan &#8216;metode&#8217; yg saya perlihatkan di atas, anda akan bisa menjawab pertanyaan di atas dengan mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1241&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/10/berkenalan-dengan-options-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan Dengan Corporate Warrant</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/03/berkenalan-dengan-corporate-warrant/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/03/berkenalan-dengan-corporate-warrant/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 06:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Article by Alina Edited by Edison Membaca artikel seri &#8216;Berkenalan dengan OPTION&#8217; yang sedang digarap oleh Edison, saya pikir ada baiknya jika saya mencoba untuk memperkenalkan Corporate Warrant atau yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Waran. Kenapa  Corporate Warrant? Ini karena di pasar modal Indonesia, para pelaku pasar lebih mengenal Corporate Warrant. Berbeda dengan Option [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1160&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Article by</span> Alina</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Edited by</span> Edison</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Membaca artikel seri &#8216;Berkenalan dengan OPTION&#8217; yang sedang digarap oleh Edison, saya pikir ada baiknya jika saya mencoba untuk memperkenalkan <span style="color:#0000ff;"><strong>Corporate Warrant</strong></span> atau yang di Indonesia lebih dikenal sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">Waran</span></strong>. Kenapa  Corporate Warrant? Ini karena di pasar modal Indonesia, para pelaku pasar lebih mengenal Corporate Warrant. Berbeda dengan Option yang tidak terdapat di salah satu instrumen pasar modal Indonesia, peredaran Corporate Warrant ini  cukup luas di bursa Indonesia. Setelah pembaca membaca artikel mengenai Option tentunya pembahasan mengenai Corporate Warrant ini akan lebih mudah dipahami.</p>
<p>Apa itu Warrant?<span id="more-1160"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Corporate Warrant adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli sebuah saham yang diterbitkan Emiten atau Perusahaan Publik pada harga tertentu (yang dikenal sbg <strong>Strike Price</strong>) dan dalam jangka waktu tertentu (expiration).</p>
<p style="text-align:justify;">Hmm&#8230;. mirip dengan Option yg sedang diceritakan oleh Edison ya? Benar sekali, instrumen ini mirip sekali dengan Option, Corporate Warrant bisa dibilang merupakan &#8216;<em>saudara</em>&#8221; dari Option. Oleh karena itu, saya tidak akan membahas lagi tentang apa itu strike price dan apa itu maturity, karena telah dibahas Edison di artikel <a href="http://janganserakah.com/2009/01/30/berkenalan-dengan-options-1/" target="_blank">&#8216;Berkenalan dengan Option&#8217;</a>.</p>
<p>Meskipun di atas saya mengatakan bahwa warran mirip sekali dengan option, tetapi tetapi ada perbedaan mendasar  antara waran dengan Option. Tiga perbedaan yang mendasar antara Corporate Warrant dengan Option adalah :</p>
<ul>
<li><strong>Underlying Asset yang digunakan.</strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Option biasa menggunakan berbagai macam jenis underlying asset seperti saham, obligasi, komoditas, indeks, future. Nah, untuk Corporate Warrant underlying asset yang digunakan hanyalah saham</p>
<ul>
<li><strong>Hak yang diberikan.</strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Option terbagi atas dua, Put Option dan Call Option. Option yang memiliki hak untuk menjual underlying asset dan Option yang memiliki hak untuk membeli underlying asset. Untuk Corporate Warrant hak yang bisa dimiliki adalah hak untuk membeli underlying asset dalam hal ini berupa saham.</p>
<ul>
<li><strong> Penerbit.</strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Option bisa diterbitkan oleh berbagai pihak sedangkan Corporate Warrant diterbitkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik yang mengeluarkan saham.</p>
<ul>
<li><strong>Expiry Date (Tgl Kadaluarsa)</strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Warrant biasanya berlaku untuk waktu yang lebih lama (sampai beberapa tahun), sedangkan kebanyakan option hanya berlaku untuk beberapa bulan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Penerbitan Corporate Warrant dilakukan oleh Emiten pada saat IPO (<em>Intial Public Offering</em>)  atau dengan CA (<em>Corporate Action</em>). Waran kerapkali  digunakan sebagai &#8216;<em>pemanis</em>&#8216; saat berlangsungnya IPO untuk menjaring banyak investor. Waran sendiri dapat diperdagangkan di bursa layaknya saham.</p>
<p>Untuk memahami cara kerja Waran, saya coba sajikan ilustrasi mengenai Waran ini :</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Misalkan PT Jangan Serakah melakukan penerbitan saham perdana (IPO) dengan harga saham (PTJS) saat penawaran Rp 5,000 per lembar. Kepada para pembeli saham di IPO itu, PT Jangan Serakah memberikan Waran (PTJS-W) secara cuma-cuma/gratis dengan rasio 2:1, artinya setiap pembelian 2 lembar saham </em><em>PTJS, si pembeli  berhak memperoleh 1 waran PTJS-W dengan jangka waktu maturity 3 tahun. Strike-Price waran (biasanya di atas harga IPO) ditentukan pada harga Rp 5.500.</em><em></em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ilustrasi di atas,  pembeli saham PT Jangan Serakah yang membeli pada saat IPO, mendapatkan &#8216;<em>hadiah&#8217;</em> berupa waran. Waran ini nantinya bisa dijual, ataupun digunakan untuk membeli saham PTJS dengan harga Rp 5500 tanpa dipengaruhi harga saham tersebut di pasar (selama Waran tersebut masih berlaku, alias selama 3 tahun). Mengenai cara kerja atau penerapan waran di pasar, sama persis dengan option, jadi pembaca bisa  lihat di skenario Option di artikel &#8216;Berkenalan dengan Option&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1160&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/03/berkenalan-dengan-corporate-warrant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Options (3)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/02/06/berkenalan-dengan-options-3/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/02/06/berkenalan-dengan-options-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 01:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 2) Di akhir part 2 artikel seri ini, saya sempat memberikan &#8216;PR&#8217; kepada teman-teman pembaca seputar  option. Dalam artikel kali ini, kita akan melihat &#8216;jawaban&#8216; dari PR tersebut. Harga saham Pepsi Cola (kode : PEP) saat ini adalah $50. Harga option PEP Jul 2009 55 PUT adalah $7,5. Jika kita membeli 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=925&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://janganserakah.com/2009/02/02/berkenalan-dengan-options-2/" target="_self">(sambungan dari part 2)<br />
</a></p>
<p>Di akhir part 2 artikel seri ini, saya sempat memberikan &#8216;PR&#8217; kepada teman-teman pembaca seputar  option. Dalam artikel kali ini, kita akan melihat &#8216;<em>jawaban</em>&#8216; dari PR tersebut.<span id="more-925"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harga saham Pepsi Cola (kode : PEP) saat ini adalah $50. Harga option <strong><span style="color:#ff0000;">PEP Jul 2009 55 <span style="text-decoration:underline;">PUT</span></span></strong> adalah $7,5. Jika kita membeli 1 kontrak option PUT tersebut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Berapa uang yang kita butuhkan?</li>
<li>Jika kita telah membeli 1 kontrak option PUT tersebut, bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 naik menjadi $80/lembar.</li>
<li>Bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 turun menjadi $42,5/lembar.</li>
<li>Bagaimana jika di bulan July 2009, tersebar berita bahwa Pepsi Cola terancam kebangkrutan dan harga sahamnya turun menjadi $1/lembar?</li>
<li>Berapa titik Break-Even Point transaksi ini?</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hal pertama yang perlu kita ingat untuk menjawab pertanyaan ini adalah tipe dari option tersebut, yaitu PUT. Seperti yang telah kita ketahui, option tipe ini memberikan kita hak untuk MENJUAL suatu saham di harga tertentu. Dalam kasus ini, Option <span style="color:#ff0000;"><strong>PEP Jul 2009 55 PUT</strong></span> memberikan kita hak untuk menjual saham pepsi-cola dengan harga $55/lembar kepada si penjual option tersebut, dimana hak ini hanya berlaku hingga July 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal kedua yang perlu diperhatikan dalam kasus ini adalah bahwa kita hanya membeli options saja dan tidak membeli saham PEP.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mari kita lihat satu-persatu jawaban dari pertanyaan di atas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Q: Berapa uang yang kita butuhkan untuk membeli 1 kontrak option PEP Jul 2009 55 PUT?</strong><br />
<strong>A: </strong>Harga 1 kontrak option tersebut adalah sebesar $$750, yaitu dari $7,5&#215;100 (karena 1 kontrak option mencakup hak utk transaksi 100 lembar saham). Ingat, dalam hal ini kita hanya membeli option saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Q: Jika kita telah membeli 1 kontrak option PUT tersebut, bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 naik menjadi $80/lembar?</strong><br />
<strong>A:</strong> Jika seandainya harga selembar saham PEP di pasar adalah $80/lembar, maka tentunya tidak akan ada orang &#8216;waras&#8217; yang mau menjualnya dengan harga $55 (dengan menggunakan option tersebut), karena akan lebih menguntungkan utk dijual di pasar saja. Option yang kita beli pun menjadi tidak ada nilainya. Spekulasi kita gagal, dan kita rugi $750 (sebesar harga beli option tersebut)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Q: Bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 turun menjadi $42,5/lembar?</strong><br />
<strong>A:</strong> Bayangkanlah jika anda adalah seorang pemilik pom bensin. Harga Solar di SPBU adalah Rp 4500 per liter. Tetapi bagaimana seandainya jika anda diberikan sebuah surat yang memberikan anda hak untuk menjual Solar anda dengan harga Rp 5500 per liter? (dgn asumsi orang tetap harus membeli dari anda, dan tidak bisa pindah ke SPBU lain). Tentunya surat tersebut akan mempunyai nilai/harga yang tidak sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus ini tiada bedanya dengan pertanyaan di atas. Ketika harga saham Pepsi Cola turun menjadi $42,5/lembar, anda memiliki hak untuk menjual 100 lembar saham PEP dengan harga $55/lembar (dan penjual option tersebut harus membelinya dari anda). Berapa keuntungan kita? Kita bisa membeli 100 lembar saham di pasar dengan harga $4.250 dan lalu menjualnya (menggunakan option itu) dengan harga $5.500. Dengan demikian, kita mendapatkan keuntungan kotor sebesar $1.250.</p>
<p style="text-align:justify;">Keuntungan bersih kita, dalam hal ini adalah $500, yaitu dari $1.250 dikurangi dengan modal awal kita $750.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Q: Bagaimana jika di bulan July 2009, tersebar berita bahwa Pepsi Cola terancam kebangkrutan dan harga sahamnya turun menjadi $1/lembar?<br />
</strong><strong>A:</strong> Sekali lagi, option yang kita miliki memberikan kita hak untuk menjual saham Pepsi-Cola seharga $55/lembar. Padahal kita bisa mendapatkan saham tersebut di pasar dengan harga $1/lembar. Kita bisa membeli 100 lembar saham Pepsicola dengan harga $100 ($1&#215;100) dan lalu menjualnya dengan harga $5.500 ($55&#215;100). Keuntungan kotor kita dalam hal ini adalah sebesar $5.400 ($5500-$100). Keuntungan bersih kita dalam hal ini adalah $4.650,- (dari $5.400-$750)</p>
<p><strong>Q: Berapa titik Break-Even Point transaksi ini?</strong><br />
<strong>A: </strong>Titik BEP transaksi ini akan dicapai ketika keuntungan option = harga pembelian option kita. Ini akan terjadi pada harga $47,5. Pada harga tersebut, keuntungan yang kita dapat dari menjual saham menggunakan option adalah sebesar $7,5/lembar ($55-$47,5). Keuntungan tersebut sama dengan harga pembelian option kita, sehingga kita tidak mendapatkan untung ataupun rugi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kesalahpahaman yang kadang terjadi ketika seseorang baru mulai belajar option adalah mengira option dan saham dijual sebagai 1 kesatuan (alias &#8216;<em>kalau beli option, perlu beli sahamnya juga</em>&#8216;).</p>
<p style="text-align:justify;">Yang benar adalah bahwa  option dijual secara terpisah dari saham. Seperti kita lihat dalam contoh yang telah saya pakai selama ini, kita bisa membeli hanya option saja, tanpa perlu membeli sahamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir artikel ini, kembali saya ingin memberikan &#8216;PR&#8217; kepada para pembaca. Sekali lagi, cobalah untuk menjawab pertanyaan ini tanpa melihat jawaban pembaca lain karena akan lebih bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman anda tentang options:</p>
<blockquote>
<ol>
<li>Jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan naik (bullish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL?</li>
<li>Dan sebaliknya, jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan turun (bearish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL?</li>
<li>Apakah mungkin seseorang yang Bullish &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><em>bermain</em></span>&#8216; PUT option?</li>
<li>Apakah mungkin seseorang yang Bearish &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><em>bermain</em></span>&#8216; CALL option?</li>
</ol>
</blockquote>
<p>Selamat mencoba <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/925/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=925&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/02/06/berkenalan-dengan-options-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Options (2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/02/02/berkenalan-dengan-options-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/02/02/berkenalan-dengan-options-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 08:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 1) Dalam artikel bagian 1, kita telah melihat sebuah ilustrasi sederhana tentang Options, sehingga saya harapkan bahwa teman-teman pembaca blog ini minimal telah mempunyai sedikit gambaran seperti apa sebenarnya instrumen Options itu. Kini, kita akan melihat lebih detail tentang options dan mekanismenya. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Options saham seperti saya tulis di part 1, terdiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=919&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="part 1" href="http://janganserakah.com/2009/01/30/berkenalan-dengan-options-1/" target="_self">(sambungan dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel bagian 1, kita telah melihat sebuah ilustrasi sederhana tentang Options, sehingga saya harapkan bahwa teman-teman pembaca blog ini minimal telah mempunyai sedikit gambaran seperti apa sebenarnya instrumen Options itu. Kini, kita akan melihat lebih detail tentang options dan mekanismenya.<span id="more-919"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Options saham seperti saya tulis di part 1, terdiri dari 2 macam, yaitu:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#0000ff;"><strong>CALL options.</strong></span> Seseorang yang membeli CALL Options memiliki hak untuk <strong>MEMBELI</strong> saham suatu perusahaan dengan harga tertentu (strike price) selama jangka waktu tertentu <span style="text-decoration:underline;">dari</span> orang yang menjual options tersebut</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong>PUT options.</strong></span> Seseorang yang membeli PUT Options, memiliki hak untuk <strong>MENJUAL</strong> saham suatu perusahaan dengan harga tertentu (strike price) selama jangka waktu tertentu <span style="text-decoration:underline;">kepada</span> orang yang menjual options tersebut.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Options umumnya ditulis dalam format :</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">[nama saham] [waktu kadaluarsa/expiry] [strike price] [tipe options]</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 40 CALL</strong></span>, adalah Option utk saham <strong>Coca Cola</strong> (kode: KO). Jika kita membeli 1 kontrak option tersebut, maka kita memiliki hak untuk <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">MEMBELI</span></span> 100 lembar saham Coca-Cola dengan harga (strike price) $40/lembar saham <span style="text-decoration:underline;">dari</span> orang yang menjual option tersebut. Hak ini hanya berlaku hingga bulan Agustus (Aug) 2009.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>PEP Jul 2009 55 PUT</strong></span>, adalah Option untuk saham <strong>Pepsi Cola</strong> (kode: PEP). Jika kita membeli 1 kontrak option tersebut, maka kita memiliki hak untuk <span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">MENJUAL</span></span> 100 lembar saham Pepsi-Cola dengan harga (strike price) $55/lembar saham <span style="text-decoration:underline;">kepada</span> orang yang menjual option tersebut. Hak ini hanya berlaku hingga bulan July (Jul) 2009.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi tentang cara kerja option, mungkin akan lebih baik jika kita menggunakan contoh nyata. Oleh karena itu, mari kita lihat contoh pertama di atas, yaitu <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 40 CALL</strong></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Harga <span style="text-decoration:underline;">saham</span> Coca-Cola (KO), pada saat ini adalah $42,72/lembar, sedangkan harga <span style="text-decoration:underline;">option</span> <span style="color:#0000ff;"><strong>KO Aug 2009 40 CALL</strong></span>, pada saat ini adalah $5,6.  Untuk membeli 1 kontrak option tersebut, kita harus mengeluarkan uang sebanyak $5,6&#215;100=$560 (<em>mengapa 100? Karena 1 kontrak option mencakup 100 lembar saham</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan $560 yang kita bayarkan tersebut, maka sampai dengan bulan Agustus 2009, kita memiliki hak untuk membeli 100 lembar saham Coca-Cola dengan harga $40/lembar, tidak perduli berapapun harganya saat itu dipasar :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Skenario 1: Di bulan Agustus 2009, harga saham Coca-Cola naik menjadi $55/lembar</strong>, kita akan tetap berhak membeli 100 lembar saham Coca-Cola dengan harga $40/lembar atau total $4.000 (utk 100 lembar). Setelah itu, saham Coca-Cola tersebut kita jual ke pasar dengan harga $55/lembar atau total $5.500 (utk 100 lembar). Dengan demikian kita mendapatkan keuntungan kotor sebesar $1.500 (dari $5.500-$4.000). Modal yang kita keluarkan adalah $560, sehingga keuntungan kita adalah sebesar $940 (dari $1.500-$560).</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Skenario 2: Di bulan Agustus 2009, harga saham Coca-Cola naik menjadi $45,6/lembar</strong>, kita akan tetap berhak membeli 100 lembar saham Coca-Cola dengan harga $40/lembar atau total $4.000 (utk 100 lembar). Setelah itu, saham Coca-Cola tersebut kita jual ke pasar dengan harga $45,6/lembar atau total $4.560 (utk 100 lembar). Dengan demikian kita mendapatkan keuntungan kotor sebesar $560 (dari $4.560-$4.000). Modal yang kita keluarkan adalah $560, sehingga keuntungan kita adalah sebesar $0 alias Break-Even (tidak untung/tidak rugi). Angka $45,6/lembar saham ini lazimnya dikenal sebagai break-even point.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Skenario 3:</strong> <strong>Di bulan Agustus 2009, bukannya naik, harga saham Coca-Cola di pasar turun menjadi $40/lembar</strong>. Apa yang akan terjadi? Options yang kita miliki bisa dikatakan tidak ada &#8216;guna/nilainya&#8217;. Ini karena setiap orang bisa membeli saham tersebut dengan harga $40/lembar di pasar tanpa perlu memiliki Option tersebut. Option kita kadaluarsa tanpa bernilai apapun, dan uang $560 yang kita keluarkan untuk membeli option tersebut pun hilang. Kerugian kita dalam hal ini adalah $560.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Skenario 4:</strong> <strong>Di bulan Agustus 2009, Perusahaan Coca-Cola bangkrut dan harga sahamnya menjadi $0.</strong> Sama dengan skenario 3, options kita akan kadaluarsa tanpa bernilai apapun. Berapa besar kerugian kita? Ingat, karena Option hanya memberikan kita HAK untuk membeli suatu saham. Kita TIDAK WAJIB membeli saham perusahaan tersebut. Tidak ada orang &#8216;waras&#8217; yang mau membeli saham Coca-Cola dengan harga $40/lembar untuk kemudian dijual dengan harga $0 (sehingga rugi $4000). Kerugian kita dalam hal ini adalah tetap sebesar $560, yaitu uang yang kita keluarkan untuk membeli options di atas.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hal yang bisa kita lihat dalam ilustrasi di atas:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Agar pembeli CALL options bisa mendapatkan keuntungan, bahwa harga saham perusahaan itu  harus naik dalam jumlah tertentu. Dalam hal ini, harga saham Coca-Cola harus naik menjadi $45,6/lembar  (dari harga sekarang yang sebesar $42,72/lembar) agar pembeli options itu bisa &#8216;<em>balik modal</em>&#8216;. Jika harga saham naik, tetapi tidak mencapai $45,6, maka pembeli CALL options tersebut akan rugi.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kerugian <span style="text-decoration:underline;">maksimum</span> seorang pembeli options adalah sebesar harga pembelian optionnya (dalam contoh ini $560).</li>
</ul>
<p><strong>PS:</strong> <em>Dalam artikel seri ini, untuk menyederhanakan contoh, saya sengaja tidak menghitung biaya transaksi broker dll. Pada kenyataannya, biaya transaksi akan mempengaruhi hasil yang diterima oleh pembeli options.</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di atas, saya telah memberikan contoh nyata cara kerja CALL Options. Sebagai bahan latihan untuk para pembaca, cobalah untuk menjawab pertanyaan di bawah ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harga saham Pepsi Cola (kode : PEP) saat ini adalah $50. Harga option <strong><span style="color:#ff0000;">PEP Jul 2009 55 <span style="text-decoration:underline;">PUT</span></span></strong> adalah $7,5. Jika kita membeli 1 kontrak option PUT tersebut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Berapa uang yang kita butuhkan?</li>
<li>Jika kita telah membeli 1 kontrak option PUT tersebut, bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 naik menjadi $80/lembar.</li>
<li>Bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 turun menjadi $42,5/lembar.</li>
<li>Bagaimana jika di bulan July 2009, tersebar berita bahwa Pepsi Cola terancam kebangkrutan dan harga sahamnya turun menjadi $1/lembar?</li>
<li>Berapa titik Break-Even Point transaksi ini?</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Petunjuk:</strong> Ingat baik-baik bahwa ini adalah options PUT dan bukan options CALL.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Teman-teman pembaca bisa menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas di bagian Komentar artikel ini. <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Usahakan untuk menjawab pertanyaan di atas tanpa melihat jawaban dari pembaca yang lain</strong></span></span>. Jawaban pertanyaan tersebut akan saya berikan di part 3. Meskipun demikian, bagi teman-teman yang tertarik untuk mengenal dunia options, akan jauh lebih bermanfaat jika mencoba untuk menjawab sendiri pertanyaan di atas sebelum mencocokkan jawabannya dengan jawaban yang saya berikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat mencoba..</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/919/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=919&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/02/02/berkenalan-dengan-options-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Options (1)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/01/30/berkenalan-dengan-options-1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/01/30/berkenalan-dengan-options-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 08:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[article by Edison &#38; Alina edited by Edison Sebenarnya rencana awal saya tadinya adalah menuliskan artikel seri Options sesudah artikel seri &#8216;Laporan Keuangan&#8217; selesai. Tetapi terkadang timbul juga &#8216;rasa suntuk&#8217; berbicara tentang topik tertentu, sehingga akhirnya saya putuskan untuk mengeluarkan artikel seri Options ini lebih awal. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Bagi sebagian pembaca blog ini, mungkin kata &#8216;Options&#8217;  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=913&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>article by <span style="color:#0000ff;">Edison &amp; Alina</span><br />
edited by <span style="color:#0000ff;">Edison</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya rencana awal saya tadinya adalah menuliskan artikel seri Options sesudah artikel seri &#8216;Laporan Keuangan&#8217; selesai. Tetapi terkadang timbul juga &#8216;rasa suntuk&#8217; berbicara tentang topik tertentu, sehingga akhirnya saya putuskan untuk mengeluarkan artikel seri Options ini lebih awal.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi sebagian pembaca blog ini, mungkin kata &#8216;Options&#8217;  sudah tidak asing lagi. Iklan-iklan yang menawarkan seminar/workshop option bisa dengan mudah ditemukan di berbagai media (walaupun sekarang tidak &#8216;seramai&#8217; dulu lagi). Sebagai contoh, koran Kompas 2 hari lalu masih memuat iklan workshop option seharga Rp 5,5 juta dengan &#8216;<em>garansi</em>&#8216; bahwa &#8216;<em>jika posisi trading rugi, sekalipun rugi sedikit, maka biaya seminar dikembalikan</em>&#8216; (meskipun ada embel-embel <em>&#8216;syarat &amp; ketentuan berlaku</em>&#8216;). Iklan-iklan lainnya yang kerap saya lihat mengiming-imingkan keuntungan ratusan hingga ribuan persen. Dengan begitu gencarnya angin surga yang ditawarkan, tidak mengherankan banyak orang yang tergiur janji &#8216;<em>surga option</em>&#8216; dan rela merogoh koceknya untuk mendapatkan &#8216;<em>jurus ampuh</em>&#8216; bermain option.<span id="more-913"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Percaya atau tidak, sebelum saya bertemu dengan buku &#8216;The Inteligent Investor&#8217;, saya termasuk salah satu di antara orang-orang tersebut.<em> </em>Jika melihat kembali ke masa itu, saya terkadang bisa menggeleng-gelengkan kepala karena apa yang dipelajari dalam workshop Option yang saya ikuti dahulu begitu bertolak-belakang dengan ajaran Ben Graham yang saya pegang kini. Oleh sebab itu, dalam artikel seri ini nantinya saya juga akan mencoba meluruskan berbagai klaim &#8216;<em>menyesatkan</em>&#8216; yang kerap ditemui dalam dunia Option. Tetapi tentunya pertama-tama kita harus &#8216;<em>berkenalan</em>&#8216; dengan apa itu Options.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apakah Options itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bahasa &#8216;<em>resmi</em>&#8216;, Options adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu (yang dikenal sbg Strike Price) dan dalam jangka waktu tertentu (expiration/maturity).</p>
<p style="text-align:justify;">Options yang memberikan hak untuk &#8216;membeli&#8217; sesuatu, dikenal sebagai CALL OPTIONS, sedangkan Options yang memberikan hak untuk &#8216;menjual&#8217; sesuatu, dikenal sebagai PUT OPTIONS.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin bagi sebagian pembaca blog ini, definisi di atas terlalu &#8216;<em>rumit</em>&#8216;, &#8216;<em>panjang</em>&#8216; ataupun &#8216;<em>bikin sakit kepala</em>&#8216;. Oleh karena itu, untuk mudahnya, bagi teman-teman tersebut akan saya sederhanakan saja dengan definisi yang akan bisa dipahami oleh hampir semua orang:  Options adalah Uang Muka/Panjar/DP(DownPayment)/dll. Meskipun secara mendasar ada perbedaan antara option dan Uang Muka, tetapi banyak kesamaan di antara keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat perbandingan 2 ilustrasi:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tom ingin menjual sepetak tanah miliknya. Kebetulan Alina tertarik untuk membeli tanah tersebut. Harga tanah tersebut oleh Tom ditentukan sebesar Rp 100 juta, sayangnya Alina pada saat itu hanya mempunyai Rp 5 juta. Setelah negosiasi, Tom akhirnya bersedia menerima Rp 5 juta itu sebagai Uang Muka. Tetapi karena banyak orang lain yang juga tertarik untuk membeli rumah tersebut, Tom memberikan batas waktu kepada Alina selama 3 bulan untuk menyelesaikan transaksi jual-beli tersebut. Jika batas 3 bulan tersebut lewat dan Alina belum sanggup melunasi transaksi tersebut, maka uang muka yang telah dibayarkan dianggap hangus.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tom ingin menjual sepetak tanah miliknya. Kebetulan Alina tertarik untuk membeli tanah tersebut. Harga tanah tersebut oleh Tom ditentukan sebesar Rp 100 juta, sayangnya Alina pada saat itu hanya mempunyai Rp 5 juta. Setelah negosiasi, akhirnya Tom memutuskan untuk menjual CALL Options atas  tanah tersebut seharga Rp 5 juta kepada Alina, dengan ketentuan Harga Transaksi (Strike Price) sebesar Rp 100 juta, dan options tersebut akan kadaluarsa (expire) dalam waktu 3 bulan,</li>
</ul>
<p>Jadi apa persamaannya?</p>
<p style="text-align:justify;">Di kedua ilustrasi itu, Alina mendapatkan hak untuk membeli tanah tersebut dari Tom seharga Rp 100 juta. Dalam hal ini, Alina tidak wajib untuk membeli tanah tersebut. Misalkan saja tiba-tiba setelah 1 bulan, muncul informasi bahwa ternyata di sebelah tanah tersebut akan dijadikan tempat penampungan sampah sehingga harga tanah tersebut turun menjadi hanya Rp 50 juta. Tentunya Alina tidak akan mau lagi membeli tanah tersebut seharga Rp 100 juta. Ia akan lebih merelakan uang mukanya hangus (dalam contoh pertama) atau optionsnya kadaluarsa (dalam contoh kedua).</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bagaimana seandainya ternyata di tanah tersebut ditemukan tambang emas kecil, sehingga kini harga tanah tersebut ditaksir bernilai Rp 500 juta? Dalam kasus ini, Alina tetap berhak untuk membeli tanah tersebut seharga Rp 100 juta karena telah membayar uang muka (dalam contoh pertama) ataupun karena memiliki hak opsi/options (dalam contoh kedua).</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa perbedaan antara kedua ilustrasi uang muka dan Options di atas? Dalam contoh pertama (uang muka), jika Alina ingin membeli tanah tersebut, ia tinggal membayar Rp 95 juta, karena telah membayar uang muka sebesar Rp 5 juta. Tetapi dalam kasus kedua (options), Alina tetap harus membayar Rp 100 juta, karena Rp 5 juta yang telah ia bayarkan hanyalah untuk membeli options (hak opsi) saja, dan tidak termasuk ke dalam harga pembelian.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilustrasi di atas merupakan gambaran kasar bagaimana cara kerja options. Options sendiri bisa ditemukan dalam berbagai macam &#8216;produk&#8217;, baik misalnya properti, komoditas, hingga saham. Meskipun demikian prinsip kerjanya tetap sama. Untuk artikel ini sendiri, kita hanya akan memfokuskan pembahasannya kepada Stock Options (opsi saham).</p>
<p><a href="http://janganserakah.com/2009/02/02/berkenalan-dengan-options-2/">(bersambung ke part 2)</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/913/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=913&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/01/30/berkenalan-dengan-options-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Margin Trading: Bermain dengan OPM (Other People’s Money) Part 2</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/12/05/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-people%e2%80%99s-money-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/12/05/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-people%e2%80%99s-money-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 00:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang karena terlalu banyak hal yang menarik untuk dibahas, saya lupa membuat lanjutan dari suatu artikel. Artikel part 2 ini merupakan salah satu dari artikel yang &#8216;terlupakan&#8217; ini. Terimakasih kepada ghie yang telah mengingatkan saya tentang artikel ini. Karena artikel awalnya sudah lama, utk &#8216;menyegarkan&#8216; ingatan pembaca, saya buatkan link part 1 artikel ini. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=753&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Terkadang karena terlalu banyak hal yang menarik untuk dibahas, saya lupa membuat lanjutan dari suatu artikel. Artikel part 2 ini merupakan salah satu dari artikel yang &#8216;terlupakan&#8217; ini. Terimakasih kepada <strong>ghie</strong> yang telah mengingatkan saya tentang artikel ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena artikel awalnya sudah lama, utk &#8216;<em>menyegarkan</em>&#8216; ingatan pembaca, saya buatkan <a href="http://janganserakah.com/2008/08/14/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-peoples-money-part-1/" target="_blank">link part 1</a> artikel ini.</p>
<p><span id="more-753"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam setiap transaksi margin trading, ada dua jenis margin yang harus kita ketahui:</p>
<ul>
<li>Initial Margin (Margin Awal)</li>
<li>Maintenance Margin (Margin Pemeliharaan/Perawatan)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel part 1, saya telah memberikan sebuah ilustrasi tentang penggunaan Margin. Contoh yang saya berikan dalam artikel tersebut merupakan adalah ilustrasi untuk <strong>Initial Margin (Margin <span style="font-weight:normal;"><strong>Awal)</strong>. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">Lalu apa yang dimaksudkan dengan Maintenance Margin?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">Maintenance Margin adalah suatu rasio yang harus senantiasa kita jaga dalam portofolio kita selama kita menggunakan fasilitas margin dari broker (alias kita membeli sebagian portofolio kita dengan cara berhutang kepada broker). Bagaimana cara perhitungan rasio ini? Untuk menghitung rasio ini, pertama-tama kita harus tahu lebih dahulu </span>nilai ekuitas</strong>, yaitu nilai sekuritas (dalam contoh berikut ini adalah saham) dikurangi dengan pinjaman dari broker. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat ilustrasi berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;">Misalkan A tertarik utk membeli saham PT. JanganSerakah dimana harga per lembar sahamnya adalah Rp 5000. Modal yang dimiliki oleh A adalah Rp 5000 (hanya cukup untuk membeli saham). Tetapi oleh broker saham, A diberikan fasilitas Initial Margin 50%, sehingga A bisa membeli 2 lembar saham PT JanganSerakah (50% memakai modalnya, sedangkan 50% dipinjamkan oleh broker).</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berapa nilai ekuitas A pada saat ini? Jawabannya adalah Rp 5000, yaitu Rp 10.000 (nilai saham milik A) minus Rp 5.000 (hutang A kepada Broker)</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah 1 minggu, harga saham PT. JanganSerakah turun menjadi Rp 4000/lbr. Nilai saham yg dimiliki oleh A pun turun dari Rp 10 ribu (Rp 5000&#215;2) menjadi tinggal Rp 8000 (Rp 4000 x 2). Akibatnya nilai ekuitas dalam rekening A pun akan mengalami penurunan. Akibat turunnya harga saham tersebut, nilai ekuitas portofolio A tinggal sebesar Rp 3000, yaitu Rp 8000 (nilai saham milik A) minus Rp 5000 (hutang A kepada broker).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mari kita masuk ke konsep &#8216;Maintenance Margin&#8217;. Misalkan saja A diwajibkan oleh brokernya memelihara Maintenance Margin sebesar 20%. Ini artinya, A diwajibkan untuk selalu memiliki nilai ekuitas sebesar 20% dari keseluruhan portofolionya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini artinya nilai ekuitas A saat ini minimal harus sebesar 20% x Rp8000 (nilai saham dalam rekening A) = Rp 1600. Kita lihat di atas, nilai ekuitas A adalah sebesar Rp 3000, alias A masih &#8216;aman&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bagaimana jika seandainya Maintenance Margin yang ditetapkan oleh broker adalah 40%? Ini artinya A harus selalu menjaga agar nilai ekuitasnya minimal sebesar 40% x Rp8000, alias Rp 3200. Padahal saat ini nilai ekuitasnya hanya tinggal Rp 3000 (alias ada kekurangan Rp 200).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kondisi ini, A akan terkena <strong>&#8220;Margin Call&#8221;</strong>, yaitu suatu perintah utk membayar kekurangan ekuitas dalam rekeningnya. Dalam hal ini A harus menyetorkan uang Rp 200 ke rekeningnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Margin Call&#8221; ini diterapkan oleh Broker untuk menjaga keamanan pinjamannya kepada A. Jika misalnya pada saat ini A gagal/tidak mampu membayar &#8220;margin call&#8221; ini, maka broker bisa menjual saham dalam rekening A senilai Rp 8000. Pinjamannya sebesar Rp 5000 akan ditarik, dan sisa Rp 3000 dikembalikan kepada A.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=753&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/12/05/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-people%e2%80%99s-money-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Margin Trading: Bermain dengan OPM (Other People&#8217;s Money) part 1</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/08/14/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-peoples-money-part-1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/08/14/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-peoples-money-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 05:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini seorang pembaca thread JanganSerakah di forum kaskus bercerita di thread tersebut tentang permasalahan yang dihadapinya dan meminta saran atas sebuah ide yang dimilikinya: Saya rencananya akan pinjam uang 150jt&#8230;rencananya saya ingin investasikan uang tersebut selama 3 tahun di PR******AL, kemudian saya mengharapkan return minimal 30% pertahun&#8230; Ide seperti ini sendiri bukan pertama kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=241&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pagi ini seorang pembaca thread JanganSerakah di forum kaskus bercerita di thread tersebut tentang permasalahan yang dihadapinya dan meminta saran atas sebuah ide yang dimilikinya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya rencananya akan pinjam uang 150jt&#8230;rencananya saya ingin investasikan uang tersebut selama 3 tahun di PR******AL, kemudian saya mengharapkan return minimal 30% pertahun&#8230;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ide seperti ini sendiri bukan pertama kali saya dengar. Sejak saya memulai thread JS di forum kaskus, beberapa bulan lalu, mungkin ide senada itu sudah saya baca 4-5 kali, baik di thread JS sendiri maupun di thread lain. Apakah ide seperti ini feasible?<span id="more-241"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Praktek seperti di atas itu tiada bedanya dengan praktek <strong>Margin Trading</strong>. Dalam saham, margin trading adalah praktek membeli saham dengan menggunakan hutang, dalam hal ini, yang memberikan hutang adalah Broker. Dalam kasus di atas, rekan tersebut memang tidak meminjam dari broker, tetapi inti prakteknya sama, &#8216;bermain&#8217; dengan <strong>OPM</strong> (Other People&#8217;s Money/Uang orang lain).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menggunakan Margin, memang seseorang bisa mendapatkan keuntungan yang besar dengan modal yang relatif kecil, tetapi tentunya ini juga melibatkan suatu resiko yang besar. Ben Graham dalam bukunya pun menyatakan bahwa orang-orang yang membeli saham dengan margin harus sadar bahwa yang mereka lakukan sebenarnya adalah spekulasi. Besarnya resiko yang terkait dengan margin membuat berbagai negara umumnya sampai melarang pengelola reksadana melakukan pembelian saham dengan menggunakan margin, karena sangat beresiko bagi para investornya.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar para pembaca blog bisa mengerti mengapa &#8216;margin trading&#8217; merupakan suatu strategi yang sangat beresiko, dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan mengenai cara kerja margin trading. Mudah-mudahan dengan lebih memahami subjek ini, para pembaca blog bisa lebih &#8216;tahan godaan&#8217; dan menghindari &#8216;bermain&#8217; dengan OPM (Other People&#8217;s Money)</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang saya tulis di atas, ketika seseorang dikatakan &#8216;membeli saham dengan margin&#8217;, itu artinya dia membeli saham itu dengan bantuan fasilitas hutang, dalam hal ini yang memberikan hutang adalah broker. Tentu saja broker tidak meminjamkan uang ini dengan &#8216;gratis&#8217;, tetapi mengenakan bunga kepada si peminjam tersebut. Mengapa orang tertarik untuk menggunakan margin? Salah satu alasan utamanya adalah untuk meningkatkan tingkat keuntungan. Bagaimana ini bisa terjadi? Untuk menjelaskan hal ini, mari kita lihat sebuah ilustrasi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalkan Mr. Gekko ingin membeli saham PT. X yang harganya Rp 5000/lembar. Tetapi modal yang dimiliki oleh Mr. Gekko hanya Rp 5 juta. Mr. Gekko tidak diberikan fasilitas Margin oleh brokernya, sehingga Mr. Gekko hanya bisa membeli saham senilai modal yang dimilikinya, yaitu Rp 5 juta. Dengan demikian, Mr. Gekko hanya bisa membeli 1000 lembar saham PT. X tersebut. Jika misalnya harga saham PT. X itu naik hingga menjadi Rp 6000, berarti Mr. Gekko mendapat keuntungan Rp 1.000.000,- (Rp 100&#215;1000 lembar)</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika Mr. Gekko mendapatkan fasilitas Margin dari brokernya, misalkan saja margin 50% (mengenai ini akan saya jelaskan lebih detail nanti)? Dengan fasilitas margin ini, maka ketika Mr. Gekko ingin membeli saham, maka dia cukup membayar 50% saja dari nilai saham yang ingin dibeli. Dalam contoh ini, maka dengan modal Rp 5 jutanya, Mr. Gekko bisa membeli saham hingga senilai Rp 10 juta. Kekurangan sebesar 5 juta itu akan dipinjamkan oleh broker.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menggunakan fasilitas Margin ini, kini Mr. Gekko bisa membeli saham PT. X sebanyak 2000 lembar. Jika misalkan harga saham PT. X naik hingga mencapai Rp 6000/lembar, maka keuntungan yang dinikmati oleh Mr. Gekko adalah sebesar Rp 2.000.000 (Rp 100&#215;2000 lembar) dipotong dengan bunga yang harus dibayar kepada broker.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kita lihat dalam kasus pertama, tanpa menggunakan fasilitas margin, keuntungan yang bisa diraih oleh Mr. Gekko adalah sebesar Rp 1.000.000,- dari modal sebesar Rp 5 juta, alias 20%. Dalam kasus kedua, dengan menggunakan fasilitas margin, pada kenaikan harga yg sama, meskipun modal Mr. Gekko tetap Rp 5 juta keuntungan yang diraih kini mencapai Rp 2.000.000,- alias 40% (belum dipotong bunga hutang)</p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan hutang (leverage) seperti dalam margin ini memang bisa &#8216;mendongkrak&#8217; tingkat keuntungan. Tetapi tentunya ada &#8216;harga&#8217; yang harus dibayar, yaitu berupa meningkatnya resiko yang harus ditanggung. Bagaimana wujud resiko ini? Untuk menjelaskannya, mari kita lanjutkan ilustrasi di atas</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dalam ilustrasi di atas, kita mengandaikan harga saham PT. X naik dari Rp5000/lembar menjadi Rp6000/lembar. Bagaimana jika ternyata harga saham PT. X turun Rp1000 menjadi Rp 4000/lembar?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika seandainya Mr. Gekko membeli saham PT. X tanpa fasilitas margin, seperti kita tahu, dia hanya bisa membeli 1000 lembar saham. Ketika harga saham PT. X turun menjadi Rp4000/lembar, maka kerugian yang ditanggungnya adalah sebesar Rp1 juta (Rp1000 x 1000 lembar). Ini berarti kerugiannya adalah sebesar 20%.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi jika Mr. Gekko membeli saham PT. X dengan fasilitas margin di atas, maka saham yang dia beli adalah sebanyak 2000 lembar. Ketika harga saham PT. X turun menjadi Rp4000/lembar, maka kerugian yang ditanggung Mr. Gekko kini menjadi Rp 2 juta (Rp1000 x 2000 lembar) belum lagi ditambah dengan biaya bunga hutang kepada broker. Dengan demikian, kerugian yang diderita Mr. Gekko mencapai lebih dari 40% (dengan memperhitungkan bunga hutang broker).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang mempertimbangkan untuk menggunakan fasilitas &#8220;margin&#8221;, harus tahu bahwa dengan menggunakan fasilitas tersebut:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kita bisa rugi dalam jumlah yg lebih besar daripada nilai investasi kita. Jika kita misalnya membeli saham dengan Cash, misalnya Rp 1 juta, maka maksimum kerugian kita adalah Rp 1 juta. Tetapi jika kita membeli saham dengan fasilitas margin, jika modal kita Rp 1 juta, kerugian kita bisa lebih dari Rp 1juta</li>
<li>Kita bisa terkena <strong>Margin Call</strong> sehingga harus menyetorkan uang tambahan ke rekening kita di broker. Mengenai margin call akan saya jelaskan lebih lanjut kemudian.</li>
<li>Sekuritas yg kita beli (dalam contoh ini saham) menjadi jaminan atas hutang kita. Broker kita dalam kondisi tertentu mempunyai hak untuk menjual saham itu tanpa perlu meminta ijin kepada kita.</li>
</ul>
<p>(<a href="http://janganserakah.com/2008/12/05/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-people’s-money-part-2/" target="_self">bersambung ke part 2</a>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/241/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/241/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=241&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/08/14/margin-trading-bermain-dengan-opm-other-peoples-money-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Forex Trading: Kasino Legal Indonesia</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/07/04/forex-trading-kasino-legal-indonesia/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/07/04/forex-trading-kasino-legal-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spekulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Forex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; Forecasting exchange rates has a success rate no better than that of forecasting the outcome of a coin toss Alan Greenspan (2004) &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Kemarin, ECB (European Central Bank/Bank Sentral Uni Eropa) menaikkan suku bunga patokannya dari 4% menjadi 4,25%. Kenaikan ini membuat selisihnya dengan Fed Rate (2%) milik bank sentral Amerika semakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=74&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>WHAT THEY SAID&#8230;</p></blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Forecasting exchange rates has a success rate no better than that of forecasting the outcome of a coin toss</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Alan Greenspan (2004)<br />
</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin, <strong>ECB </strong>(European Central Bank/Bank Sentral Uni Eropa) menaikkan suku bunga patokannya dari 4% menjadi 4,25%. Kenaikan ini membuat selisihnya dengan <strong>Fed Rate</strong> (2%) milik bank sentral Amerika semakin besar. Biasanya hal ini akan membuat mata uang Euro menguat terhadap Dollar Amerika, terlebih mengingat pelaku pasar secara umum berpendapat bahwa the Fed kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunganya hingga akhir tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi apa yang terjadi? Bukannya menguat, nilai tukar Euro terhadap Dollar Amerika malah melemah dari 1,59 menjadi 1,57 (<span style="color:#ff0000;">-1,26%</span>).<span id="more-74"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian ini langsung membuat saya jadi teringat kepada ucapan Greenspan yang saya kutip di atas. Kutipan yang saya dengar beberapa tahun lalu tersebut memang sangat membekas di otak saya. Sebagai Gubernur bank sentral Amerika (The Fed), boleh dikatakan Greenspan mempunyai kuasa untuk menentukan suku bunga patokan Amerika (yang akan mempengaruhi nilai tukar US$). Greenspan sendiri adalah seseorang yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi dan dengan jabatannya itu, memiliki akses luas ke berbagai data dan informasi yang mungkin tidak bisa disamai oleh orang lain di dunia finansial serta didukung oleh &#8216;satu pasukan&#8217; tenaga ahli dalam bidang keuangan, statistik dan ilmu terkait lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbagai &#8216;kelebihan&#8217; dan &#8216;fasilitas&#8217; yang dimiliki oleh Greenspan tersebut, bukankah sangat menarik jika ia sampai mempunyai pendapat bahwa &#8220;<strong><em>meramalkan pergerakan kurs tidaklah berbeda dengan mencoba meramalkan hasil lemparan koin</em></strong>&#8220;?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada sebagian pembaca blog ini yang akan berpikir &#8220;<em>ah, kenyataannya ada orang-orang yang berhasil mendapatkan keuntungan dari bermain forex, tuh si A berhasil dapat xxx dari trading forex</em>&#8220;. Sama halnya dengan kasino, dari jutaan orang yang berjudi di sana, tentunya ada sebagian orang yang keluar dengan kocek yang lebih tebal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, kita akan melihat kasus &#8220;lemparan koin&#8221; yang dipakai oleh Greenspan. Seperti kita tahu, lemparan koin mempunyai peluang ½-½. Jika kita melempar koin sebanyak 10 kali berturut-turut, peluang untuk menebak secara benar 10 kali adalah sebesar 0,09765625%. Angka tersebut kelihatan kecil, tetapi jika ada 1024 orang yang mengikuti &#8216;tebakan&#8217; ini, maka berdasarkan probabilita, akan ada 1 orang yang berhasil menebak dengan benar 10 lemparan koin tersebut. Mengingat &#8216;pemain&#8217; forex jumlahnya bisa dikatakan jutaan, tentunya tidak aneh jika ada sebagian orang yang bisa mengklaim &#8216;menang&#8217; di forex. Meskipun demikian, <span style="text-decoration:underline;">ini tidak mengubah kenyataan bahwa permainan ini adalah permainan &#8216;lempar koin&#8217;</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Greenspan, dalam pidato di depan European Banking Congress 2004, mengatakan bahwa problem  utama dalam forecasting pergerakan kurs adalah sulitnya melakukan antisipasi terhadap perubahan supply dan demand suatu mata uang. Ditambah lagi dengan aktifitas spekulasi para pelaku pasar, maka forecasting pergerakan kurs secara akurat dan konsisten (dalam jangka panjang) boleh dikatakan adalah sesuatu yang mustahil.</p>
<p style="text-align:justify;">Greenspan juga menambahkan bahwa beberapa institusi perbankan memang mampu mendapatkan hasil yang cukup konsisten dari trading forex, tetapi hasil ini bukanlah didapat dari kemampuan mereka untuk meramalkan pergerakan kurs. Keuntungan yang didapat oleh institusi-institusi perbankan ini adalah keuntungan yang didapat dari kemampuan mereka untuk &#8216;membuat pasar&#8217;.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya perhatikan kondisi di Indonesia, akhir-akhir ini kegiatan trading forex, terutama secara online sangat marak. Iklan workshop forex yang ditawarkan berbagai trainer bisa ditemukan setiap hari di koran. Satu hal yang sangat mengganggu pikiran saya adalah sebagian besar iklan dari para trainer ini disertai dengan iming-iming hasil yang sangat tidak realistis, tanpa memberikan gambaran yang tepat mengenai besarnya resiko permainan forex.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin iming-iming yang paling &#8216;ampuh&#8217; para trainer ini adalah &#8220;passive income&#8221; dan &#8220;financial freedom&#8221; dengan forex. Padahal kalau kita mau berpikir sejenak, jika benar trading forex bisa memberikan passive income dan financial freedom, untuk apa para trader itu masih sibuk mencari &#8220;calon murid&#8221; yang mau membayar mahal untuk ikut workshopnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Trading Forex adalah suatu aktifitas spekulasi. Tentu saja spekulasi tidak dilarang, tetapi batasilah jumlah yang akan dipakai untuk spekulasi. Jangan sampai spekulasi ini malah memiliki porsi lebih besar dari investasi kita. Porsi uang yang kita pakai untuk spekulasi sebaiknya tidaklah lebih dari 5-10% investasi kita.</p>
<p style="text-align:center;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/janganserakah.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/janganserakah.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=74&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/07/04/forex-trading-kasino-legal-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>