<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Pemikiran tentang Investasi</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/category/pemikiran-tentang-investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Pemikiran tentang Investasi</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenal Investasi Lebih Dekat (part 2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/10/19/mengenal-investasi-lebih-dekat-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/10/19/mengenal-investasi-lebih-dekat-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[article by Alina Ketika sudah muncul dalam diri Anda keinginan untuk membangun investasi, itu merupakan langkah awal Anda dalam mencapai sukses. Namun keinginan saja tidaklah cukup, dalam berinvestasi Investor disarankan memiliki tujuan yang akan dicapai dalam berinvetasi. Investor harus membuat tujuan yang spesifik dalam setiap investasinya. Berikut akan saya coba ceritakan mengenai langkah-langkah dalam berinvestasi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1922&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1928" title="money house" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/10/money-house.jpg?w=261&#038;h=261" alt="money house" width="261" height="261" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">article by Alina</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika sudah muncul dalam diri Anda keinginan untuk membangun investasi, itu merupakan langkah awal Anda dalam mencapai sukses. Namun keinginan saja tidaklah cukup, dalam berinvestasi Investor disarankan memiliki tujuan yang akan dicapai dalam berinvetasi. Investor harus membuat tujuan yang spesifik dalam setiap investasinya. Berikut akan saya coba ceritakan mengenai langkah-langkah dalam berinvestasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1922"></span><strong>1. Kenali Diri Anda</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum memulai berinvestasi, Investor harus mengetahui terlebih dahulu kondisi awal keuangan yang ada saat ini. Pelajari dengan seksama semua pendapatan dan pengeluaran yang ada selama ini. Lakukan perhitungan asset (tabungan, rumah, kendaraan, tanah, dll) yang dimiliki saat ini, dan juga semua hutang yang dimiliki (KPR, tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan, dll).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Tujuan Investasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan Investasi adalah keinginan yang ingin diraih dengan cara berinvestasi. Dengan memiliki tujuan investasi, Investor bisa memilih jenis investasi yang akan digunakan. Biasanya tujuan berinvestasi meliputi :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Mengumpulkan dana pensiun.</em></strong> Mengumpulkan dana pensiun adalah salah satu alasan penting dalam berinvestasi. Meskipun terkadang dana pensiun dari tempat kerja sudah ada, namun sebaiknya kita membuat juga portofolio untuk dana pensiun. Sekedar berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk (<em>siapa tau perusahaan dana pensiunnya ga sanggup bayar</em>)</li>
<li><strong><em>Meningkatkan pendapatan. </em></strong>Berinvestasi yang bertujuan meningkatkan pendapatan dapat dilakukan dari memperoleh bunga atau kupon obligasi ataupun dividend.</li>
<li><em><strong>Simpanan untuk Pengeluaran Ekstra.</strong></em> Keluarga biasanya menyisihkan sebagian pendapatannya selama beberapa waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Yang paling sering adalah untuk uang muka pembelian rumah, pendidikan, perjalanan liburan, atau modal untuk memulai sebuah bisnis. Jenis investasinya pun tergantung dari besaran dana dan waktu yang dibutuhkan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Menentukan Rencana Investasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menentukan tujuan investasi, yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan investasi yang paling ideal agar tujuan tersebut tercapai. Buatlah perencanaan untuk setiap tujuan yang ingin dicapai. Tentukan target tanggal yang harus tercapai, dan besaran resiko yang bisa Anda hadapi. Semakin spesifik perencanaan tersebut dibuat, semakin mudah anda menjalankannya dengan konsisten.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Menentukan Produk Investasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi produk investasi apa yang akan digunakan dengan melihat potensi hasil dan resiko dari setiap produk investasi yang akan digunakan. Kumpulkan semua informasinya terlebih dahulu, pelajari dengan seksama produk investasi tersebut (lebih baik baca prospektusnya). Berhati-hatilah dalam memilih produk investasi, karena ini penting dalam kesuksesan investasi Anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Diversifikasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mencapai berbagai tujuan investasi, Investor membangun sebuah portofolio yang berisi berbagai produk investasi. Diversifikasi adalah kunci dalam menyusun portofolio agar hasil yang diperoleh maksimal namun memiliki resiko yang minimal. Jika ada produk investasi yang turun, harus ada produk investai lain yang naik. Berinvestasilah di berbagai jenis investasi dan banyak jangka waktu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Mengelola Portofolio.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Keberhasilan dalam mengelola portofolio bukan dilihat dari hasil yang diperoleh, namun dari cara orang tersebut mengendalikan resiko. Jika portofolio yang telah disusun hasilnya bergeser dari tujuan awal, rubahlah isi portofolio Anda agar tetap konsisten dalam tujuan investasi. Pastikan Anda memiliki alasan yang tepat dalam melakukan penjualan atau pembelian.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ada yang bertanya kapan saat yang tepat untuk memulai berinvestasi, jawabannya adalah <strong>sekarang</strong>. Happy Investing <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1922&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/10/19/mengenal-investasi-lebih-dekat-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/10/money-house.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">money house</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Investasi Lebih Dekat (part1)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/09/11/mengenal-investasi-lebih-dekat-part1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/09/11/mengenal-investasi-lebih-dekat-part1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 06:14:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1877</guid>
		<description><![CDATA[article by Alina Artikel ini saya buat karena adanya pertanyaan dari salah satu pembaca blog. Di sebuah artikel  pembaca tersebut bertanya apakah &#8216;ini&#8217; termasuk investasi. Pasti semua sudah tahu apa yang dimaksud dengan &#8216;ini&#8217;. Hal ini membuat saya mencoba membuat artikel agar kita bisa mengetahui apa sih investasi tersebut, apa saja yang merupakan instrumen investasi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1877&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1881" title="investasi" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/09/investasi-emas.jpg?w=251&#038;h=216" alt="investasi" width="251" height="216" /></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>article by Alina</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Artikel ini saya buat karena adanya pertanyaan dari salah satu pembaca blog. Di sebuah artikel  pembaca tersebut bertanya apakah &#8216;ini&#8217; termasuk investasi. Pasti semua sudah tahu apa yang dimaksud dengan &#8216;ini&#8217;. Hal ini membuat saya mencoba membuat artikel agar kita bisa mengetahui apa sih investasi tersebut, apa saja yang merupakan instrumen investasi, apa saja tipe investasi, dan bagaimana seharusnya proses dari sebuah investasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1877"></span>Ketika saya sedang berkeinginan membuat artikel ini, saya menemukan sebuah buku menarik yang bisa dijadikan sumber informasi mengenai investasi ini. Buku ini berjudul &#8220;Fundamentals of Investing&#8221; karangan Gitman &amp; Joehnk.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;oooO000&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar pembaca blog kemungkinan besar telah menjadi Investor tanpa disadari. Jika seseorang mempunyai uang dan disimpan dalam rekening tabungan maka orang tersebut telah memiliki paling tidak 1 investasi atas namanya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja, return dari tabungan yang rata-rata 3% per tahun masih kalah oleh inflasi. Investasi adalah sebuah sarana menyimpan uang yang kita miliki dengan harapan akan memberikan tambahan pendapatan atau peningkatan nilai.</p>
<p>Ya, ada dua hal dasar yang ingin dihasilkan dari investasi, yaitu :</p>
<ol>
<li>Tambahan Pendapatan</li>
<li>Pertumbuhan Nilai Uang</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Uang yang disimpan dalam rekening tabungan menghasilkan tambahan pendapatan berupa bunga yang diberikan secara <em>periodic.</em> Saham sebagai sarana investasi diharapkan untuk naik harganya dari saat pembelian hingga saat penjualan, hal ini mencerminkan pertumbuhan nilai uang.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tipe Investasi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal ini pula yang membedakan tipe investasi yang akan diambil setiap orang. Investasi yang dipilih tergantung dari sumber dana, tujuan, dan kepribadian Investor. Kita bisa membedakan tipe investasi dari beberapa faktor.</p>
<ul>
<li><strong><em>Securities</em> atau <em>Property</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em>Securities</em> adalah investasi yang menggambarkan kepemilikan secara finansial. Secara garis besar <em>Securities </em>dibedakan menjadi dua :</p>
<ol>
<li><em>Debt</em> (Surat Hutang)</li>
<li><em>Equity</em> (Saham)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><em>Property</em> adalah investasi yang berupa kekayaan atau hak milik. <em>Property</em> dapat dibedakan menjadi dua :</p>
<ol>
<li><em>Real Property</em> (Tanah, Rumah, Gedung)</li>
<li><em>Tangible Personal Property</em> (Emas, Lukisan, Barang Antik)</li>
</ol>
<ul>
<li><strong><em>Direct</em> atau <em>Indirect</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em>Direct Investment</em> adalah ketika Investor secara langsung memiliki dan mengelola investasinya yang dapat berupa <em>securities</em> ataupun <em>property</em>. Pembelian dan pengelolaan dilakukan sendiri tanpa ada bantuan siapapun. Tentu saja Investor yang memilih tipe investasi ini harus memiliki ilmu yang cukup.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dari <em>Direct Investment</em>, dalam <em>Indirect Investment</em> Investor menyewa seorang profesional untuk mengelola kumpulan <em>securities</em> atau <em>properties </em>yang dimilikinya.<em> </em></p>
<ul>
<li><strong><em>Debt, Equity</em> atau <em>Derivative</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ketiga instrumen investasi ini termasuk dalam <em>Securities</em>. <em>Debt</em> merupakan instrumen investasi yang berupa surat hutang. Dapat digambarkan Investor meminjamkan uang untuk memperoleh kupon bunga yang dibayarkan secara rutin dan pengembalian uang pinjaman disaat jatuh tempo. Contoh <em>Debt</em> yang menjadi favorite adalah obligasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Equity</em> merupakan bagian kepemilikan dari suatu perusahaan. Dapat digambarkan Investor menyetor modal untuk jalannya bisnis perusahaan. Instrumen yang merupakan <em>equity</em> adalah saham. Harga saham dapat naik dan turun, pemilik saham bisa memperoleh keuntungan dari pertumbuhan harga saham ini jika mereka menjual saham mereka. Mereka juga mengharapkan keuntungan dari deviden. Deviden sendiri merupakan pembagian laba kepada pemegang saham, karena mereka juga dianggap sebagai pemilik perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Derivative</em> merupakan instrumen investasi turunan dari <em>debt</em> dan <em>equity.</em> Pada awalnya <em>derivative</em> terbentuk untuk melindungi atau mengurangi risiko dari asset Investor. Sebagian besar <em>derivative</em> merupakan <em>leveraged</em>, jadi ketika nilai <em>underlying</em>nya (<em>debt</em> atau <em>equity</em>) mengalami perubahan kecil, maka nilai <em>derivative</em>nya mengalami perubahan yang besar. Contoh dari instrumen ini adalah option, future, swap, rights, warran.</p>
<ul>
<li><strong><em>Low Risk</em> atau <em>High Risk</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Investasi terkadang dibedakan dari risiko yang bisa dihadapi oleh Investor. Investor selalu dihadapkan oleh besaran risiko dari yang rendah hingga yang tinggi. Setiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda, sebagai contoh, saham memiliki risiko lebih besar daripada obligasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Investasi berisiko rendah diharapkan untuk menghasilkan return yang selalu positif. Investor tidak mengharapkan hasil yang negatif ketika memilih instrumen ini. Investasi berisiko tinggi terkadang dianggap sebagai spekulasi . Adanya kemungkinan besar menghasilkan return negatif harusnya sudah diketahui oleh Investor yang memilih instrumen ini. Bagaimanapun juga, investasi yang memiliki risiko tinggi juga berpeluang menghasilkan return yang tinggi.</p>
<ul>
<li><strong><em>Short Term</em> atau <em>Long Term</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jangka waktu dalam berinvestasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Investasi jangka pendek merupakan investasi dengan waktu kurang dari 1 tahun. Instrumen investasi yang banyak digunakan dalam tipe investasi ini adalah tabungan, deposito atau Reksa Dana Pasar Uang. Likuiditas (kemudahan dalam mencairkan uang) menjadi alasan dasar memilih investasi ini. Instrumen ini sering digunakan sebagai tempat dalam menyimpan dana darurat.</p>
<p style="text-align:justify;">Investasi jangka panjang memiliki jangka waktu yang lebih lama, beberapa mensyaratkan lebih dari 3 tahun sudah dapat dikatakan investasi jangka panjang, ada juga yang menyatakan minimal 5 tahun. Instrumen investasi jangka panjang tidak memiliki batas waktu atau jatuh tempo. Instrumen investasi yang banyak digunakan dalam investasi ini adalah saham atau Reksa Dana Saham.</p>
<ul>
<li><strong><em>Domestic</em> atau <em>Foreign</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Domestic investments berarti Investor melakukan investasi di dalam negeri dengan membeli produk investasi lokal. Foreign Investments berarti Investor melakukan investasi di luar negeri dengan membeli produk investasi luar. Saya yakin di Indonesia tidak sedikit Investor yang berinvestasi di luar, di US, Singapura, China.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ada Investor Indonesia yang malah tidak mau berinvestasi di Indonesia ( pembaca blog lama pasti tahu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ). Hal inilah yang menjadi PR oleh regulator pasar modal kita, agar jumlah Investor lokal semakin banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk bagian pertama sepertinya cukup di sini dulu, terlalu panjang nanti malah bikin pusing. Di bagian kedua nanti saya akan coba bercerita mengenai proses dari investasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1877/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1877/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1877/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1877&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/09/11/mengenal-investasi-lebih-dekat-part1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/09/investasi-emas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">investasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadiah Cerita Dari Danau Loch Ness</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/06/02/hadiah-cerita-dari-danau-loch-ness/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/06/02/hadiah-cerita-dari-danau-loch-ness/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 14:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, saya menerima &#8216;keluhan&#8217; kalau blog ini di bulan Mei kemarin jarang diupdate. Sebagai pembelaan saya,  alasan utama mengapa ini terjadi adalah karena di bulan Mei kemarin saya sedang &#8216;berkelana&#8217; ke negeri orang, tepatnya negara Ratu Elizabeth, alias Inggris Raya. Dan sebagai permintaan maaf saya karena &#8216;terlantarnya&#8217; blog ini di bulan lalu, maka saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1745&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini, saya menerima &#8216;keluhan&#8217; kalau blog ini di bulan Mei kemarin jarang diupdate. Sebagai pembelaan saya,  alasan utama mengapa ini terjadi adalah karena di bulan Mei kemarin saya sedang &#8216;berkelana&#8217; ke negeri orang, tepatnya negara Ratu Elizabeth, alias Inggris Raya. Dan sebagai permintaan maaf saya karena &#8216;terlantarnya&#8217; blog ini di bulan lalu, maka saya akan memberikan hadiah dari negara seberang sana, yaitu sebuah cerita dari Skotlandia, tepatnya dari daerah Danau Loch Ness. Kebetulan dalam perjalanan kemarin, danau tersebut adalah salah satu tempat yang sempat saya kunjungi.</p>
<p style="text-align:center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><img title="Danau Loch Ness" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/51/LochNessUrquhart.jpg/240px-LochNessUrquhart.jpg" alt="Loch Ness" width="240" height="159" /><p class="wp-caption-text">Loch Ness</p></div>
<p style="text-align:justify;"><em>(Tenang, kali ini artikel yg anda baca ini ada kaitannya dengan investasi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</em><span id="more-1745"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian teman-teman mungkin sudah tahu mengenai danau Loch Ness dan penghuninya yang paling terkenal, <a title="Nessie di Wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Loch_Ness_Monster" target="_blank">Nessie</a>. Nessie adalah nama panggilan dari &#8216;monster&#8217; yang dikatakan menghuni danau tersebut. Meskipun legenda Nessie sudah ada sejak lama, tetapi popularitasnya menggila sejak beredarnya sebuah fotonya di koran Daily Mail di tahun 1934 (yang dikemudian hari dibuktikan sebagai foto palsu)</p>
<p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img title="Nessie" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/79/Lochnessmonster.jpg/200px-Lochnessmonster.jpg" alt="Nessie" width="200" height="185" /><p class="wp-caption-text">Nessie</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sejak saat itu, ribuan orang telah berusaha untuk menjadi orang yang berhasil menangkap atau setidaknya menemukan bukti yang lebih kuat tentang keberadaan Nessie, tetapi semuanya gagal.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apa yang menarik tentang Nessie dan Loch Ness? Tour Guide saya menceritakan, bahwa meskipun terkesan sulit ditemukan (terbukti dari ribuan orang yang gagal di atas), sebenarnya Nessie itu sebenarnya sering muncul dan bisa dilihat dengan mudah, bahkan dia selalu muncul sehari dua kali!!! Nah mau tahu kapan waktunya Nessie muncul setiap harinya? Ok, tetapi jangan beritahu orang lain ya? Nessie selalu muncul di waktu berikut ini:</p>
<ul>
<li>5 menit SEBELUM anda sampai ke Loch Ness</li>
<li>5 menit SETELAH anda meninggalkan Loch Ness</li>
</ul>
<p>Demikianlah cerita tour guide saya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apa kaitan cerita di atas dengan &#8216;Investasi&#8217;? Beberapa waktu lalu sempat ngobrol dengan salah satu pembaca blog ini. Kebetulan teman tersebut juga merupakan &#8216;fans&#8217; Graham seperti saya. Kami pun berbincang tentang rencana investasinya utk di masa depan. Dalam perbincangan itu, tanpa ia sadari berkata &#8220;<span style="text-decoration:underline;"><strong>COBA KALAU</strong></span> waktu kemarin index di 1100 saya beli saham ya?&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu, saya langsung teringat cerita Loch Ness dari tour guide saya. Bayangkan jika seandainya Nessie itu benar-benar ada, tetapi dia selalu muncul di waktu yang diceritakan di atas. Setiap orang yang datang ke danau itu pasti selalu pulang dengan kecewa dan salah satu dari 2 komentar di bawah ini :</p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>COBA KALAU</strong></span> saya datang lebih awal 5 menit&#8230;, ataupun</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>COBA KALAU</strong></span> saya pulang lebih lambat 5 menit&#8230;.</li>
</ul>
<p>Teman-teman mulai bisa melihat kaitan dari dua cerita tersebut?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya dalam cerita ini, ada dua &#8216;pelajaran&#8217; yang bisa kita petik.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama, ada baiknya dalam perjalanan investasi kita, kita menghindari untuk mengatakan &#8216;COBA KALAU&#8217;. Mengucapkan dua kata tersebut terlalu sering, bisa berbahaya bagi kesehatan investasi anda. Tidak sedikit orang yang &#8216;memukuli&#8217; dirinya sendiri karena melewatkan <em>&#8216;kesempatan emas&#8217;</em>. Kerap kali ini lalu mempengaruhi pengambilan keputusannya di kemudian hari. Akal sehat tidak digubris lagi karena takut kelewatan <em>&#8216;kesempatan emas&#8217;</em> untuk kedua kalinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada sebagian pembaca yang lalu berpikir, loh lalu apakah kita tidak boleh &#8220;belajar&#8221; dari kesalahan masa lampau? Tentu saja boleh, dan malahan sangat dianjurkan. Tetapi bagi kebanyakan orang, kata &#8220;COBA KALAU&#8221; itu umumnya diucapkan bukan dalam rangka &#8216;belajar&#8217;. Yang harus kita lakukan adalah bertanya &#8216;Apakah dulu itu saya salah? Dan jika salah, apa ya kesalahan saya?&#8217;. Dengan demikian kita (mudah-mudahan) tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran kedua yang bisa kita petik di sini adalah, <span style="text-decoration:underline;">jika seandainya Nessie benar-benar ada</span> (PS: Ini hanya sekedar khayal saja ya?) dan ia datang sehari dua kali di waktu yang diceritakan di atas, bagaimana solusinya? Jangan hanya berkunjung ke Loch Ness dalam waktu yang singkat. Jika anda hanya ke sana selama 1-2 jam, atau bahkan 5 menit, anda pasti tidak akan bisa melihatnya. Belilah tenda, dan tinggal di pinggir danau tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kaitan pelajaran kedua ini dengan investasi? Ini biar teman-teman pikirkan sendiri, tetapi biar saya bantu dengan sedikit petunjuk:</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Trading dan Market Timing</span> VS <span style="color:#0000ff;">Buy and Hold Forever </span></p>
<p style="text-align:justify;">Ayo, siapa yang mengerti? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1745&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/06/02/hadiah-cerita-dari-danau-loch-ness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/51/LochNessUrquhart.jpg/240px-LochNessUrquhart.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Danau Loch Ness</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/79/Lochnessmonster.jpg/200px-Lochnessmonster.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nessie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Investor atau Spekulator?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/05/06/investor-atau-spekulator/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/05/06/investor-atau-spekulator/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 11:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1640</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID Never buy a stock immediately after a substantial rise or sell one immediately after a substantial drop Benjamin Graham Article by Alina 2 tahun lalu, ketika bursa saham sedang dalam trend kenaikan (bullish) dan indeks sedang mencetak rekor tertinggi, seorang pemuda melihat keuntungan yang diperoleh para ‘investor’ yang berinvestasi sejak awal 2007. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1640&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>WHAT THEY SAID</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><em>Never buy a stock immediately after a substantial rise or sell one immediately after a substantial drop</em><strong></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Benjamin Graham</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Article by <span style="color:#0000ff;">Alina</span><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">2 tahun lalu, ketika bursa saham sedang dalam trend kenaikan (<em>bullish</em>) dan indeks sedang mencetak rekor tertinggi, seorang pemuda melihat keuntungan yang diperoleh para <em>‘investor’</em> yang berinvestasi sejak awal 2007. Tanpa pengetahuan berinvestasi yang mencukupi ditambah Ia baru saja memperoleh dana, Ia pun berpikir untuk  mencoba peruntungannya terjun dan <em>‘berinvestasi’</em> di bursa saham. Si pemuda pun senang merasa telah menjadi seorang <em>‘investor’</em> di bursa saham dan berharap memperoleh keuntungan yang sama besar seperti para <em>‘investor’</em> sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Belum genap satu tahun Ia berinvestasi, kecemasan, penyesalan, dan berbagai pertanyaan berkecamuk dalam dirinya. Kenapa bursa saham malah mengalami trend penurunan (<em>bearish</em>)? Apa yang salah dengan investasinya sehingga mengalami kerugian begitu banyak? Si pemuda akhirnya bertemu dengan om Ben (<em>Benjamin Graham</em>).<span id="more-1640"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#339966;">Si Pemuda </span></strong> : Kenapa investasi saya mengalami kerugian?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Om Ben </span></strong> : Kamu melakukan kesalahan fatal dalam berinvestasi. Kamu membeli di saat harga saham  sudah terlalu tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#339966;">Si Pemuda </span> </strong> : Lalu apa yang harus saya lakukan saat ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Om Ben </span></strong> : Ubah cara kamu berinvestasi, gunakan metode <em>Dollar Cost Averaging</em> (DCA). Membeli sedikit-demi sedikit dengan jumlah uang yang sama secara rutin setiap bulan, tanpa memperhatikan gerakan pasar yang sedang naik atau turun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#339966;">Si Pemuda </span></strong> : Kapan saya harus memulai metode ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Om Ben </span></strong> : Lakukan mulai saat ini jangan perhatikan gerakan pasar yang sedang naik atau turun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#339966;">Si Pemuda </span></strong> : Baik Om Ben.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Si Pemuda sudah memperoleh pengetahuan dari Benjamin Graham tentang bagaimana cara berinvestasi bagi seorang investor. Namun si pemuda masih tetap khawatir dengan trend penurunan bursa saham yang masih terus berlanjut. Ia pun memutuskan untuk menunggu trend penurunan bursa saham berakhir. Meskipun Ia sedang memiliki dana untuk memulai DCA di bursa saham, Ia malah memilih berinvestasi secara aman di Obligasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika bursa saham mulai mengalami trend kenaikan trauma masa lalu masih menghantui dirinya. Bayangan kerugian yang pernah terjadi membuat Ia menunggu <em>‘waktu yang tepat’</em> untuk kembali memulai berinvestasi di bursa saham, meskipun Ia sendiri tidak tahu kapan waktu itu akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, Ia belum juga memulai kembali untuk berinvestasi di bursa saham. Kembali kecemasan, penyesalan, dan berbagai pertanyaan berkecamuk dalam dirinya karena bursa saham terus naik. Apakah bursa saham sudah memasuki trend kenaikan (bullish)? Apakah sekarang waktu yang tepat untuk memulai metode DCA seperti yang disarankan Om Ben? Kenapa Ia idak memulai metode DCA dari dulu sehingga bisa menikmati keuntungan saat ini?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;-00O00&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita di atas hanya sebuah ilustrasi yang mungkin sedang banyak terjadi saat ini. IHSG yang memcapai rekor tertingginya pada Januari 2008 tiba-tiba turun tajam pada Oktober 2008, kurang dari satu tahun. Namun kini IHSG kembali perkasa dan telah naik lebih dari 60% dari titik terendahnya di September 2008. Banyak orang yang ingin menjadi <em>‘investor’ </em>di bursa saham memiliki rasa khawatir akan kembali jatuhnya bursa saham. Tanpa mereka sadari, rasa khawatir dari fluktuasi pasar telah membuat mereka menjadi seorang spekulator.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan paling realistis antara investor dan spekulator ada pada perilaku mereka terhadap pergerakan pasar saham. Kepentingan utama seorang spekulator terletak pada tindakan antisipasi dan pengambilan keuntungan dari fluktuasi pasar. Seorang investor sadar bahwa harga sahamnya akan berfluktuasi dan tidak merasa khawatir oleh penurunan besar, juga tidak akan girang dengan kenaikan tajam. Ia akan selalu ingat bahwa harga pasar akan selalu memihaknya. Ia tidak akan pernah membeli saham karena harganya naik, atau menjualnya karena harga turun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia tidak akan pernah membuat membuat kesalahan besar jika mengikuti moto sederhana ini : “<strong>Jangan pernah membeli saham segera setelah terjadi kenaikan substansial atau menjual saham segera setelah terjadi penurunan substansial”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1640&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/05/06/investor-atau-spekulator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Economic Moat: Ciri Saham &#8216;Tahan&#8217; Serangan</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 16:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seseorang yang senang membaca, salah satu topik yang paling menarik minat saya (selain topik investasi tentunya) adalah &#8216;seni perang&#8217;, terutama dalam perang di &#8216;jaman dahulu kala&#8217;. Sejak sekitar kelas 4 SD,  nama-nama &#8216;seniman perang&#8217; seperti Zhuge Liang, Sun Tzu, Alexander, Nobunaga Oda, dan Genghis Khan lebih melekat di kepala saya dibandingkan dengan nama-nama seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1332&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebagai seseorang yang senang membaca, salah satu topik yang paling menarik minat saya <em>(selain topik investasi tentunya)</em> adalah <em>&#8216;seni perang&#8217;</em>, terutama dalam perang di <em>&#8216;jaman dahulu kala&#8217;</em>. Sejak sekitar kelas 4 SD,  nama-nama <em>&#8216;seniman perang&#8217;</em> seperti Zhuge Liang, Sun Tzu, Alexander, Nobunaga Oda, dan Genghis Khan lebih melekat di kepala saya dibandingkan dengan nama-nama seperti Superman, Batman dan lain-lainnya. Tidak pernah bosan rasanya saya mengikuti sepak terjang mereka dalam mengalahkan lawannya dalam kancah peperangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok, sampai di situ saja cerita pribadi tentang saya. Jadi apa kaitan antara (1) investasi, (2) judul artikel ini dan juga (3) celoteh saya tentang kecintaan saya terhadap <em>&#8216;seni perang&#8217;</em>? Penasaran?<span id="more-1332"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita berbicara tentang perang (terutama perang di <em>&#8216;jaman dahulu kala&#8217;</em>), kira-kira gambaran apa yang akan pertama-tama muncul di benak anda? Meskipun jawabannya akan beraneka ragam (pasukan, jenderal, senjata, dll), mungkin tidak sedikit dari teman-teman yang akan menjawab &#8216;Benteng&#8217; (Fortress/(Castle). Ini tentunya tidak aneh mengingat Benteng (Fortress/Castle) memang merupakan salah satu fokus dalam perang di jaman dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perang, nasib suatu kota bahkan negara kerap ditentukan oleh kekokohan bentengnya. Berbagai cara pun digunakan untuk meningkatkan kekokohan pertahanan benteng. Salah satu cara yang paling sering dipakai untuk memperkuat pertahanan sebuah benteng adalah dengan membuat <span style="color:#0000ff;"><strong>Moat</strong></span>, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mungkin bisa dikatakan sebagai parit. Sebuah benteng dengan Moat (parit) di sekelilingnya mempunyai keunggulan dibandingkan dengan benteng tanpa Moat (parit).</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1333" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1333" title="beaumaris_castle_and_moat" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/beaumaris_castle_and_moat.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Benteng dengan Moat (Parit)" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Benteng dengan Moat (Parit)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada jaman dahulu, salah satu cara yang paling umum dipakai oleh pihak lawan untuk memasuki benteng adalah dengan memakai <strong>tangga/scaling ladder</strong> (<a title="Gambar Scaling Ladder" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/ladder.jpg" target="_blank">gambar</a>) dan juga &#8216;<strong>menara penyerbuan&#8217;/Assault Tower</strong> (<a title="Gambar Assault Tower" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/assaulttower.jpg" target="_blank">gambar</a>). Fungsi utama kedua alat tersebut adalah untuk memanjat tembok benteng. Tetapi dengan adanya moat/parit, seperti bisa kita bayangkan, kedua alat tersebut akan sulit untuk dipakai karena pihak penyerbu sulit untuk menghampiri tembok benteng.</p>
<p style="text-align:justify;">Alat lainnya yang sering dijumpai dalam penyerbuan sebuah benteng adalah yang dikenal sebagai <strong>&#8216;pendobrak&#8217;/Battering Ram</strong> (<a title="Gambar Battering Ram" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/batteringram.jpg" target="_blank">gambar</a>). Alat ini dipakai untuk mendobrak pintu benteng. Tetapi dengan adanya moat/parit, lagi-lagi alat ini jadi tidak <em>&#8216;berkutik&#8217;</em> karena pihak yang bertahan tinggal mengangkat jembatan yang menuju ke pintu benteng. Alat tersebut pun tidak bisa menghampiri pintu benteng, karena dihalangi oleh moat/parit.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain ketiga alat di atas, alat yang juga kerap dipakai pihak penyerang adalah <strong>&#8216;Pelontar Batu&#8217;/Catapult</strong> (<a title="Gambar Catapult" href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/catapult.jpg" target="_blank">gambar</a>). Fungsi utama alat ini adalah untuk melemparkan batu-batu berukuran besar untuk perlahan-lahan menjebol tembok benteng. Tetapi bahkan jika tembok benteng itu jebol pun, dengan adanya moat/parit, pihak penyerang tetap harus menyeberangi moat/parit sebelum bisa masuk lewat tembok yang sudah &#8216;jebol&#8217; tersebut. Ini tentunya akan mempersulit gerakan pihak penyerbu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbagai manfaat yang saya ceritakan di atas, tidak heran jika mayoritas benteng di jaman dahulu dilengkapi dengan moat/parit <em>(tentunya jika kondisi alamnya memungkinkan)</em>. Semakin lebar dan dalam moat/parit, semakin kuat pertahanan benteng tersebut</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di sini, sebagian teman-teman mungkin mulai bertanya-tanya <em>&#8216;Son, cerita kamu di atas sih sangat <span style="text-decoration:line-through;">menarik</span> membosankan, tetapi apa kaitannya dengan investasi?&#8217; </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya: Karena ternyata &#8216;Moat&#8217; itu juga bisa ditemui dalam dunia usaha dan investasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun tidak diketahui siapa yang menciptakan istilah <strong>&#8216;Economic Moat&#8217;</strong> yang menjadi judul artikel ini, tetapi mungkin boleh dikatakan bahwa istilah tersebut menjadi populer ketika dipakai oleh Warren Buffet. Economic Moat sendiri secara sederhana bisa didefinisikan sebagai <strong><em>&#8220;Keunggulan kompetitif suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya&#8221;</em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan yang memiliki Economic Moat/Parit yang lebar, akan mampu mempertahankan dirinya dari <em>&#8216;serangan&#8217;</em> para kompetitornya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh saya akan memakai contoh <strong>Coca-Cola</strong>. Perusahaan Coca-Cola mempunyai Economic Moat yang besar dalam bentuk &#8216;Merek&#8217;. Merek Coca-Cola telah mempunyai <strong>&#8216;Share of Mind&#8217; (pangsa &#8216;pikiran&#8217;)</strong> yang besar sehingga ketika orang teringat minuman Cola, maka yang terpikirkan pertama oleh mereka kemungkinan besar adalah Coca-Cola.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan saja saya berhasil mendapatkan &#8216;resep rahasia&#8217; milik Coca Cola sehingga saya mampu membuat minuman yang rasanya sama persis dengan Coca-Cola. Minuman tersebut lalu saya produksi dengan merek <strong>JanganSerakah-Cola</strong>. Jika minuman tersebut saya jual dengan harga yang sama dengan Coca-Cola, boleh dipastikan bahwa saya akan gulung tikar dalam waktu yang tidak lama. Ini karena karena minuman produk saya tersebut sulit untuk laku, meskipun rasanya sama persis. Berkat &#8216;Share of Mind&#8217; yang besar, dengan harga yang sama, orang-orang akan lebih memilih untuk membeli Coca-Cola dibandingkan dengan JanganSerakah-Cola. Akibatnya Coca-Cola bisa menjual produknya lebih mahal dibandingkan dengan pesaing kelas &#8216;<em>gurem</em>&#8216; dan bisa menikmati keuntungan yang lebih besar. Keuntungan tersebut lalu digunakan untuk <em>&#8216;perang&#8217;</em> pemasaran dan mempertahankan &#8216;Share of Mind&#8217;-nya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya Economic Moat bukan hanya berbentuk &#8220;Merek&#8221; saja. Moat atau keunggulan kompetitif bisa muncul dalam beberapa bentuk, misalnya keunggulan teknologi, keunggulan biaya dan harga, permodalan dan lain sebagainya. Google misalnya, mempunyai economic moat dalam bentuk keunggulan teknologi Search Enginenya. Sebagai contoh lainnya, kita bisa melihat Carrefour. Perusahaan ritel tersebut mempunyai posisi tawar-menawar yang kuat, sehingga bisa mendapatkan harga yang terbaik dari para produsen barang yang dijualnya. Akibatnya mereka mempunyai moat/keunggulan kompetitif dalam bentuk harga.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apakah setiap perusahaan hanya bisa mempunyai satu keunggulan? Tentunya tidak. Jika kita kembali ke contoh moat/parit dalam peperangan, semakin <span style="text-decoration:underline;">lebar</span> dan <span style="text-decoration:underline;">dalam</span> moat/parit di suatu benteng, semakin baik pertahanannya. Besarnya tingkat keunggulan kompetitif bisa disamakan dengan kedalaman moat/parit. Di sisi lain, semakin banyak  jenis aspek yang menjadi keunggulan kompetitif suatu perusahaan, maka semakin &#8216;lebar&#8217; moat/parit yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, kita lihat kembali contoh Coca-Cola. Apakah moat/keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Coca-Cola hanyalah berbentuk &#8216;Merek&#8217; saja? Tidak, salah satu keunggulan kompetitif utama Coca-Cola justru berada pada jaringan distribusinya. Seperti kita tahu, produk Coca-Cola boleh dikatakan bisa ditemui hampir di setiap negara di dunia ini. Saluran distribusi Coca-Cola juga merupakan salah satu senjata utamanya untuk <em>&#8216;menghabisi&#8217;</em> pesaingnya, karena jaringan distribusinya begitu ekstensif dan dikelola dengan baik.</p>
<p>Jadi, bisa kita lihat bahwa moat yang dimiliki oleh Coca-Cola selain &#8216;dalam&#8217; juga &#8216;lebar&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya mengapa hingga kini boleh dikatakan di dunia ini hanya ada dua minuman Cola utama, yaitu Coca-Cola dan Pepsi Cola. Minuman Cola merek lain hanya bisa memperebutkan <em>&#8216;remah-remah&#8217;</em> sisa dari Coca-Cola dan Pepsi-Cola, dan sulit sekali untuk bisa menembus dominasi kedua merek minuman Cola tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa kaitan semua hal di atas dengan Investasi?</p>
<p style="text-align:justify;">Warren Buffet, kerap kali mengatakan bahwa perusahaan yang bisa memberikan keuntungan kepada para investornya  adalah perusahaan yang mempunyai economic moat yang lebar dan dalam. Perusahaan yang mempunyai ciri seperti ini, biasanya mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan tingkat keuntungannya. Tentunya ini akan memberikan dampak yang positif kepada para investor perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika suatu perusahaan tidak mempunyai economic moat, maka perusahaan itu lebih rentan terhadap &#8216;<em>serangan&#8217;</em> pesaingnya. Umumnya, ini akan berujung pada <em>&#8216;perang harga&#8217;</em> yang pada akhirnya tentu akan menurunkan tingkat keuntungan perusahaan tersebut. Hasil yang diterima oleh investor pun akhirnya mengecewakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep <em>&#8220;Economic Moat&#8221;</em> dalam investasi yang dipopulerkan oleh Buffet ini boleh dikatakan merupakan buah pemikiran <span style="color:#0000ff;"><strong>Philip Fisher</strong></span>. Jika Ben Graham kerap dicap sebagai bapak Analisa Fundamental Kuantitatif, maka bisa dikatakan Fisher adalah bapak Analisa Fundamental Kualitatif. Buffet sendiri kerap mengakui bahwa gaya investasinya adalah <em>&#8220;85% Ben Graham dan 15% Philip Fisher&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pertanyaan bagi para calon investor:</strong></span><br />
</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Carilah satu contoh perusahaan/bisnis yang menurut anda mempunyai Economic Moat yang lebar/dalam. Coba uraikan apa economic moat perusahaan tersebut menurut anda</em></li>
</ul>
<p><em>atau jika anda inginkan, bisa juga :</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Carilah satu contoh perusahaan/bisnis yang menurut anda <strong>TIDAK</strong> mempunyai Economic Moat yang lebar/dalam. Coba uraikan alasan anda.</em></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1332&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/20/economic-moat-ciri-saham-tahan-serangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/beaumaris_castle_and_moat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">beaumaris_castle_and_moat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Efek Prestise: Ketika Seorang Investor Terpukau</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/16/efek-prestis/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/16/efek-prestis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1132</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin hanya secuil pembaca blog ini yang pernah mendengar nama Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria. Kedua orang tersebut mempunyai &#8216;kisah&#8217; yang hampir sama, dan saya hanya berharap &#8216;kisah&#8216; saya di kemudian hari tidak sama dengan &#8216;kisah&#8216; kedua orang tersebut. Jadi sebenarnya siapa itu Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria? Apa hubungan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1132&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mungkin hanya secuil pembaca blog ini yang pernah mendengar nama <span style="color:#0000ff;"><strong>Harry Markopolos</strong></span> dan <span style="color:#0000ff;"><strong>Lawrence J. de Maria</strong></span>. Kedua orang tersebut mempunyai &#8216;<em>kisah&#8217;</em> yang hampir sama, dan saya hanya berharap &#8216;<em>kisah</em>&#8216; saya di kemudian hari tidak sama dengan &#8216;<em>kisah</em>&#8216; kedua orang tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sebenarnya siapa itu Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria? Apa hubungan di antara keduanya? Dan mengapa saya berharap &#8216;<em>kisah</em>&#8216; saya tidak berakhir seperti &#8216;<em>kisah</em>&#8216; mereka?<span id="more-1132"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Nama Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria akhir-akhir mencuat berkat nama 2 orang lainnya, <strong><span style="color:#0000ff;">Bernard Madoff </span></strong>dan <span style="color:#0000ff;"><strong>Allen Stanford</strong></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sebagian pembaca blog ini masih ingat dengan nama Bernard Madoff (pernah saya ceritakan dengan detail <a href="http://janganserakah.com/2008/12/13/edisons-week-in-review-13-december-2008/" target="_blank">di sini</a>). Bernard Madoff mencuat akibat kasus penipuan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ponzi_scheme" target="_blank">skema ponzi</a> yang dijalankannya. Kerugian yang timbul akibat penipuan madoff ini dikabarkan mencapai US$ 50 Milyar (jika 1$=Rp 10 ribu, maka total kerugiannya berarti sebesar Rp 500 triliun), dan merupakan rekor penipuan ponzi terbesar dalam sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berbeda dengan Bernard Madoff yang &#8216;<em>populer</em>&#8216; karena penipuannya, &#8216;<em>popularitas</em>&#8216; nama Allen Stanford pun mencuat karena alasan yang sama. Baru-baru ini, Allen Stanford dituntut oleh SEC (semacam Bapepam di USA) karena tuduhan menjalankan penipuan dengan menggunakan banknya. Operasi Stanford diduga juga berbau penipuan skema ponzi dan diperkirakan nilai uang yang &#8216;<em>tersangkut</em>&#8216; dalam penipuan Allen Stanford ini akan mencapai US$ 8 Milyar. Meskipun belum &#8216;<em>sehebat</em>&#8216; kasus Madoff, nilai tersebut tetap saja sangat besar (Rp 80 Triliun, dengan asumsi kurs 1$=Rp 10 ribu).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apa hubungan antara Maddoff dan Stanford dengan Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria yang saya ungkit di awal artikel ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun 2005, Harry Markopolos menyerahkan sebuah memo hasil karyanya yang berjudul &#8220;<em>The World&#8217;s Largest Hedge Fund is a Ponzi Scam</em>&#8221; kepada badan <strong>SEC</strong> (<em>memo tersebut bisa didownload di widget Box.net di sidebar sebelah kanan blog ini</em>). Dalam memonya itu, Harry Markopolos menyampaikan analisanya bahwa perusahaan investasi Madoff kemungkinan besar adalah sebuah penipuan ponzi. Kalaupun tidak, maka kemungkinan lainnya adalah bahwa Madoff melakukan praktek Insider Trading (yg juga merupakan satu tindakan kriminal). Tetapi analisa Harry tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari badan SEC. Akhirnya 3 tahun kemudian (akhir 2008 lalu), barulah penipuan yang dilakukan Madoff terbongkar dan kecurigaan Harry Markopolos pun terbukti benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah Lawrence J. de Maria hanya sedikit berbeda dengan kisah Harry.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun 2003, Lawrence J. de Maria (seorang ex-jurnalis) direkrut oleh perusahaan Allen Stanford untuk mengelola majalah internal perusahaan Stanford. Tetapi satu tahun kemudian, Lawrence diberhentikan. Menurut Lawrence, ia diberhentikan karena terlalu banyak bertanya dan mengorek-ngorek tentang bisnis sesungguhnya dari perusahaan Stanford, di tahun 2004. Di tahun 2006, Lawrence pun mengajukan tuntutan hukum kepada Stanford dan perusahaannya. Dalam tuntutannya tersebut, Lawrence mengatakan bahwa perusahaan Stanford merupakan suatu penipuan skema Ponzi. Tetapi sehari sebelum sidang, Stanford memilih untuk &#8216;<em>damai</em>&#8216; dengan Lawrence dan membayarkan sejumlah uang kepada Lawrence. Seharusnya kejadian ini mengundang tanda tanya yang cukup besar, tetapi sayangnya SEC tidak menindak-lanjuti kejadian &#8216;<em>aneh</em>&#8216; tersebut. Akibatnya hampir 3 tahun kemudian, (di awal tahun ini) barulah tersibak operasi penipuan yg dilakukan oleh Stanford.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mengapa penipuan yang dilakukan oleh Madoff dan Stanford bisa luput dari &#8216;<em>mata</em>&#8216;  pihak yang berwenang di Amerika (dalam hal ini badan SEC)? Terlebih lagi mengingat sudah ada suara-suara &#8216;<em>miring</em>&#8216; dari orang-orang seperti Markopolos dan Lawrence J de Maria. Alasan utama yang dikemukakan SEC sendiri  bahwa mereka tidak mempunyai cukup sumber daya manusia untuk mencek secara detail satu-satu pengaduan ataupun &#8216;berita aneh&#8217; yang mereka terima. Alasan lainnya yang dikemukakan adalah bahwa meskipun sempat memeriksa, tetapi mereka tidak berhasil mendapatkan bukti yang mendukung kecurigaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri berpendapat bahwa justru ada penyebab utama lainnya yang membuat penipuan Madoff dan Stanford bisa berjalan &#8216;<em>langgeng</em>&#8216; begitu lama. Anda ingin tahu apa sebab utama tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya : Efek dari tingkat prestise (prestige) seseorang terhadap kredibilitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai studi dan riset dalam ilmu sosiologi telah membuktikan bahwa kredibilitas seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat prestise orang tersebut. Semakin tinggi tingkat prestise seseorang, semakin tinggi kredibilitas orang itu dan semakin mudah bagi kita untuk mempercayai orang tersebut. Pengaruh dari tingkat prestise terhadap kredibitas begitu besar sehingga kadang membuat tindakan kita kurang &#8216;<em>rasional</em>&#8216;. Ilustrasi sederhana dari efek ini adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalkan saja anda sedang mengendarai mobil di sebuah kota yang belum pernah anda datangi sebelumnya. Di kursi belakan mobil anda, ada saya (Edison) dan Warren Buffet. Kami berdua (Edison &amp; Warren Buffet) juga tidak pernah datang ke kota tersebut. Setelah beberapa lama mengendarai mobil, anda sampai di sebuah persimpangan jalan. Satu cabang jalan menuju ke kiri, dan satu cabang menuju ke kanan. Saya lalu menganjurkan untuk belok kiri, sedangkan Buffet menganjurkan untuk belok kanan. Saran siapakah yang akan lebih cenderung untuk anda ikuti?</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jika anda &#8216;<em>rasional</em>&#8216;, seharusnya saran saya ataupun saran Buffet akan sama nilainya, karena kami berdua sama-sama belum pernah datang ke kota tersebut sehingga sama-sama tidak tahu jalan. Tetapi studi sosial menunjukkan bahwa dalam keadaan seperti ini, orang akan lebih cenderung percaya kepada orang yang mempunyai prestise lebih tinggi (dalam hal ini Warren Buffet). Orang-orang yang mempunyai tingkat prestise tinggi di mata kita akan lebih mudah untuk mengubah dan mempengaruhi  pendapat/pendirian kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda renungkan sebentar, maka sebenarnya banyak contoh yang sudah anda pernah lihat tentang penggunaan efek &#8216;prestise&#8217; ini dalam kehidupan sehari-hari. Jika anda menghadiri seminar misalnya, pembicaranya akan berpenampilan rapi, berjas dan berdasi, karena salah satu hal yang mempengaruhi tingkat prestise adalah penampilan. Contoh lainnya? Seseorang yang bekerja di sektor finansial tetap mencantumkan gelarnya yang di bidang lain, misalnya ST (Sarjana Teknik), karena tingkat prestise juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan (<em>padahal dalam hal ini, pendidikan yang dikecapnya tidak berhubungan dengan bidang pekerjaannya</em>).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita kembali ke kasus Madoff dan Stanford.</p>
<p style="text-align:justify;">Madoff, seperti yg pernah saya ceritakan <a href="http://janganserakah.com/2008/12/13/edisons-week-in-review-13-december-2008/">di artikel lama saya ini</a>, bukanlah orang &#8216;<em>biasa</em>&#8216;. Dalam perjalanan karirnya, ia merupakan salah satu orang yang dianggap berjasa &#8216;<em>membesarkan</em>&#8216; nama <strong>NASDAQ</strong>, salah satu bursa saham utama di USA. Ia juga memiliki perusahaan broker dan perusahaannya merupakan salah satu market-maker terbesar di bursa saham <strong>NYSE</strong> (New York Stock Exchange). Ia pun pernah menjabat sebagai Ketua Direksi badan <strong>NASD </strong>(National Association of Securities Dealer). Madoff juga terkenal sebagai seorang dermawan yang aktif memberikan sumbangan kepada berbagai badan sosial dan amal.</p>
<p style="text-align:justify;">Stanford, sama seperti Madoff, bukanlah orang &#8216;<em>sembarangan</em>&#8216;. Ia mempunyai gelar kebangsawanan sehingga berhak menambahkan kata &#8216;Sir&#8217; di depan namanya (Sir Allen Stanford). Gelar kebangsawanan tersebut diberikan oleh Commonwealth (gabungan negara eks-jajahan Inggris). Di Antigua, salah satu pusat operasi perusahaannya, ia merupakan pencipta lapangan kerja terbesar (hanya kalah oleh pemerintah Antigua). Stanford juga terkenal karena sepak terjangnya di dunia olahraga, terutama olahraga Kriket (Cricket). Ia mempunyai hubungan yang sangat erat dengan badan <strong>ECB</strong> (England and Wales Cricket Board), yaitu komite olahraga Kriket di Inggris (mirip dengan PSSI utk olahraga sepakbola di negara kita). Bekerja sama dengan ECB, ia mengadakan turnamen Kriket tahunan dengan hadiah yang tidak tanggung-tanggung, US$20 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tingkat prestise keduanya yang begitu tinggi, menurut anda, siapakah yang akan lebih kredibel dan lebih dipercaya oleh banyak orang (termasuk juga penyidik SEC)? Madoff dan Stanford? Atau Markopolos dan Lawrence J de Maria?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya pelaku penipuan yang memanfaatkan  &#8216;efek Prestise&#8217; ini tidak hanya Madoff dan Stanford. Sejarah dunia investasi penuh dengan pelaku penipuan yang memanfaatkan efek &#8216;Prestise&#8217; untuk meningkatkan kredibilitasnya sehingga bisa lebih mudah menjerat korbannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Praktek yang sering dilakukan misalnya adalah dengan memberikan &#8216;<em>penampilan</em>&#8216; yang sangat &#8216;<em>wah</em>&#8216;. Beberapa penipuan berskala besar justru mempunyai kantor yang mentereng di lokasi mewah. Materi promosi (brosur, proposal dan lain-lainnya) juga dikerjakan dengan sangat baik dan terkesan sangat profesional.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk meningkatkan prestisenya, tidak sedikit operasi penipuan yang lalu membuka cabang di berbagai kota bahkan negara. Ada juga yang menggunakan argumen bahwa pusat operasi mereka adalah di negara maju, yang lebih ketat pengawasannya. Akibatnya tidak sedikit orang yang &#8216;<em>terhipnotis</em>&#8216; karena merasa tidak mungkin di negara yg &#8216;<em>maju</em>&#8216; masih ada praktek penipuan yang bisa lolos dari pengawasan negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya asumsi di atas salah besar. Kasus Bernie Madoff dan Stanford misalnya malah timbul di negara maju seperti Amerika. Di Singapura, negara tetangga kita yang terkenal ketat aturan hukumnya, pun masih bisa terjadi kejahatan penipuan. Mungkin sebagian pembaca ada yang pernah mendengar nama Sunshine Empire Pte. Ltd? Perusahaan gadungan yang sangat mentereng ini (<em>anda bisa mencoba melihat berbagai video promosi mereka di YouTube</em>)  sempat juga membuka cabangnya di Indonesia. Kini, pemilik perusahaan tersebut ditangkap dengan melakukan dakwaan melakukan penipuan berkedok investasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1183" class="wp-caption alignright" style="width: 208px"><img class="size-full wp-image-1183" title="singh" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/02/singh.gif?w=198&#038;h=165" alt="Vijay Singh dan topi Stanford Financialsnya" width="198" height="165" /><p class="wp-caption-text">Vijay Singh dan topi Stanford Financialsnya</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selain pola yang saya ceritakan di atas, pola yang juga kerap dilakukan pelaku penipuan adalah menggandeng &#8216;<em>nama besar</em>&#8216; orang ataupun organisasi lain dan memanfaatkan prestis orang ataupun organisasi tersebut. Ini bisa dilakukan dengan tanpa izin (alias mencatut nama) ataupun bahkan dengan sepengetahuan orang tersebut (karena orang tersebut tidak benar-benar memahami bidang tersebut). Pegolf terkenal Vijay Singh misalnya, adalah salah satu nama besar dari olahraga golf yang disponsori Allen Stanford yang saya ceritakan dalam artikel ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari dalam negeri, mungkin sebagian pembaca masih ingat kisah tentang penipuan PT QSAR (Qurnia Subur Alam Raya)? Mantan Presiden Megawati dan Mantan Ketua MPR Amien Rais sempat menghadiri salah satu acara peresmian mereka. Kehadiran kedua tokoh nasional itu termasuk tokoh yang <em>&#8216;nama besar&#8217;</em>-nya dimanfaatkan PT QSAR untuk meningkatkan prestise mereka agar memudahkan operasi penipuan mereka.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8212;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal artikel ini, saya sempat menulis <em>&#8220;saya hanya berharap kisah saya di kemudian hari tidak sama dengan </em><em>kisah Markopolos dan J. de Maria</em>&#8220;. Mengapa saya menulis seperti itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya sederhana, karena baru-baru ini saya menemukan sebuah produk investasi yang menimbulkan tanda tanya besar di dalam pikiran saya. Produk investasi tersebut ditawarkan oleh sebuah perusahaan <em>&#8216;beken&#8217;</em> dari luar negeri. Untuk memuaskan rasa ingin tahu saya, saya pun lalu berkunjung ke kantor mereka dan menemui salah seorang pimpinan perusahaan tersebut untuk wilayah Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, saya pun sempat mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya? Saya malah pulang dari kunjungan tersebut dengan membawa tanda tanya dan rasa was-was yang justru lebih besar lagi, karena jawaban yang saya terima sangat tidak memuaskan. Beberapa penjelasan yang diberikan terasa sangat meragukan dan untuk beberapa subjek yang saya tanyakan, mereka malah terkesan &#8216;mengelak&#8217; untuk memberikan penjelasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, saya pikir mungkin tidak sedikit orang yang akan terjebak oleh efek prestis perusahaan tersebut sehingga akhirnya lalai bertanya. Ini karena perusahaan tersebut boleh dikatakan cukup mempunyai nama, terutama berkat iklan-iklan mereka yang agresif di salah satu tv berlangganan di Indonesia. Kantor mereka pun didesign dengan mentereng, dan  lokasinya pun sangat <em>&#8216;meyakinkan&#8217;</em>, yaitu di gedung Bursa Efek Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya, artikel ini saya tulis dengan niat mengungkapkan nama perusahaan tersebut. Tetapi niat tersebut saya tunda karena hingga saat ini saya masih terus berkorespondensi dengan perusahaan tersebut untuk <em>&#8216;menggali&#8217;</em> informasi lebih lanjut. Saya masih berencana ingin berkunjung ke kantor pusat mereka yang berlokasi di negara tetangga kita (kebetulan saya lumayan sering berkunjung ke negara tersebut). Setelah saya selesai <em>&#8216;menggali&#8217;</em> informasi yang lebih lanjut, mungkin barulah saya akan menulis artikel tentang perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian pembaca mungkin lalu bertanya&#8230; <em>&#8216;Wah kalau tidak mengungkapkan nama perusahaan tersebut, untuk apa artikel ini ditulis?&#8217;</em> Harapan saya hanyalah bahwa dengan cerita saya di atas, saya ingin agar anda bisa <em>&#8216;kebal&#8217;</em> dari &#8216;<em>efek prestis</em>&#8216;, sehingga tidak terjatuh dalam perangkap yang sama dengan apa yang dialami orang-orang dalam kisah Madoff dan Stanford. Bagaimana pun meyakinkannya orang yang menawarkan produk investasi tersebut kepada anda, jangan lalai untuk selalu bertanya dan bersikap kritis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1132&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/16/efek-prestis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/02/singh.gif" medium="image">
			<media:title type="html">singh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lagi-lagi Pelajaran Bagi Investor (Kasus RBS)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/07/lagi-lagi-pelajaran-bagi-investor-kasus-rbs/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/07/lagi-lagi-pelajaran-bagi-investor-kasus-rbs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 02:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Article by Alina Pembaca blog masih inget dengan kasus Reksadana &#8220;Bodong&#8221; Bank Century ? Bank Century menjual produk Reksadana yang dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Produk ini bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi, dana nasabah yang dikumpulkan berkisar antar Rp 1 Triliun &#8211; Rp 1,5 Triliun. Di situs BAPEPAM bisa dilihat bahwa ternyata Bank Century [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1247&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Article by</span></span><strong><span style="color:#ff0000;"> Alina</span></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pembaca blog masih inget dengan kasus Reksadana &#8220;Bodong&#8221; Bank Century ? Bank Century menjual produk Reksadana yang dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Produk ini bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi, dana nasabah yang dikumpulkan berkisar antar Rp 1 Triliun &#8211; Rp 1,5 Triliun. Di situs BAPEPAM bisa dilihat bahwa ternyata Bank Century tidak termasuk sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>APERD</strong></span> (Agen Penjual Efek Reksa Dana).</p>
<p style="text-align:justify;">Nah baru-baru ini kasus Reksadana yang bermasalah kembali muncul. <span style="color:#0000ff;"><strong>Royal Bank of Scotland (RBS)</strong></span> dulu bernama ABN AMRO, dituduh melakukan penipuan kepada sekitar 1.500 nasabahnya senilai Rp 1,4 triliun. Pihak RBS melalui marketingnya menawarkan produk tersebut kepada para nasabahnya dengan nama Dana Prima dan menjelaskan bahwa produk tersebut adalah Reksadana Terproteksi. Produk ini sendiri dikatakan pihak RBS merupakan keluaran dari PNM Asset Management.<span id="more-1247"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, produk ini kemudian dibelikan repo (<em>Repurchase Agreement</em>) saham-saham grup Bakrie melalui PT Bakrie Capital Indonesia tanpa sepengetahuan investor. Jadi ketika Bakrie Capital gagal bayar, investor jadi kena getahnya. Padahal investor tahunya ini produk Reksa Dana Terproteksi. Perlu diketahui bahwa RBS termasuk sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana). Nah kemudian siapa pihak yang salah dalam kasus ini ? RBS kah sebagai penjual ? PNM kah sebagai penerbit produk? Atau BAPEPAM sebagai pengawas?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jika pembaca blog menjawab yang bersalah dalam kasus ini adalah Investor itu sendiri, yup itu adalah jawaban yang benar.  Meskipun tentunya RBS dan Bapepam juga mempunyai &#8216;andil&#8217; dalam kasus ini, tetapi kesalahan terbesar justru datang dari investor sendiri. RBS salah dalam menjual, karena tidak memastikan investor memahami produknya, BAPEPAM juga &#8216;lalai&#8217;. Kenapa kesalahan terbesar ada pada Investor? Ingat kembali artikel pertama di blog ini. Pelajaran mengenai 3 nasehat Benjamin Graham sebelum kita berinvestasi. Salah satu nasihat yang diberikan adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;analisa yang mendalam&#8221;</strong></span>. Saya yakin para investor tersebut tidak melakukan analisa yang mendalam terhadap produk investasi tersebut. Investor tidak membaca dengan benar Prospektus produk ini, sayang saya tidak bisa mendapatkan prospektusnya. Investasi dalam bentuk apapun, haruslah telah melalui suatu analisa yang benar-benar mendalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) telah mengeluarkan pernyataan bahwa produk yang dijual oleh RBS bukan merupakan Reksa Dana. Bapepam tidak pernah mengeluarkan pernyataan efektif atau menyebut produk tersebut adalah sebuah Reksa Dana. Lalu apakah sebenarnya produk ini ? Saya memperoleh informasi bahwa produk ini sebenarnya adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>Discretionary Fund</strong>.</span> Apa kah yang dimaksud dengan Discretionary Fund ?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin beberapa pembaca pernah ditawari produk ini tanpa tahu bahwa produk yang ditawarkan adalah Discretionary Fund. Coba diingat apakah Anda pernah ditawari menaruh dana Anda di produk yang mirip mid term deposito tapi mampu memberikan bunga yang  jauh lebih tinggi dari deposito, dengan minimum investasi yang sangat besar. Discretionary Fund atau dikenal juga dengan Private Fund diterbitkan dan dikelola oleh Manajer Investasi. Discretionary sendiri memiliki arti keleluasaan atau sekehendak hati. Wah dari arti katanya saja udah terbayang seperti apa produk ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam mengelola produk discretionary, belum ada aturan-aturan khusus yang dikeluarkan oleh Regulator untuk membatasi pengelolaannya, sehingga Manager Investasi memiliki keleluasaan dalam menempatkan dana kelolaannya ke dalam berbagai macam instrument investasi. Sedangkan di pihak investor, mereka memiliki keleluasaan dalam menentukan arah investasi nya kepada Manager Investasi selaku pengelola dana.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersama dengan Manager Investasi, investor leluasa menentukan strategi investasi yang disesuaikan dengan profil dari investor, menentukan time horizon serta expected return atas investasi yang dilakukannya. Yang kemudian kesepakatan pengelolaan yang terjadi diantara kedua belah pihak tersebut (Investor dan Manager Investasi) dituangkan dalam suatu kontrak perjanjian pengelolaan dana. Nah kemungkinan besar para investor tidak memahami mengenai hal ini, dan tidak pula mencari tahu lebih lanjut mengenai isi kontrak perjanjian pengelolaan dana.</p>
<p style="text-align:justify;">Para Investor tertarik akan produk ini karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito yang memberikan jangka watu yang sama. Mereka tidak mau lagi disibukkan mencari tahu mengenai produk ini secara mendalam. Dari beberapa produk Discretionary Fund yang saya temukan, Investor bisa melihat akan diinvestasikan kemana dana mereka (sebagian besar saya lihat bermain di instrumen Repo).</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi ini merupakan pelajaran untuk kita agar selalu mencari tahu mengenai produk yang akan kita jadikan tempat berinvestasi. Happy Investing&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1247&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/07/lagi-lagi-pelajaran-bagi-investor-kasus-rbs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Tahunan Warren Buffet Kepada Pemegang Saham (2009)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 03:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[WHAT THEY SAID&#8230; In GOD we trust; All Others PAY CASH! anonymous &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>WHAT THEY SAID&#8230;</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><em>In GOD we trust; All Others PAY CASH!</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>anonymous</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun 2008 lalu berbagai institusi finansial &#8216;<em>enggan</em>&#8216; untuk mengucurkan kredit. Kondisi tersebut, kata Buffet, mengingatkan kepada tulisan yang kerap dibacanya di berbagai restoran sewaktu ia muda : &#8220;In GOD we trust; All Others Pay Cash&#8221; <em>(terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira: &#8220;Kalau Tuhan, kami percaya; Tapi selain Tuhan semua harus bayar cash, krn tidak dipercaya sehingga tidak boleh hutang)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Surat tahunan Buffet sendiri biasanya termasuk salah satu bacaan <em>&#8216;wajib&#8217;</em> rutin bagi investor. Dalam artikel ini, saya akan menuliskan beberapa point utama dari surat Buffet tahun ini <em>(meskipun tentunya akan lebih baik jika anda mencoba membaca sendiri surat dari Buffet tersebut, yg bisa didownload di <a href="http://www.berkshirehathaway.com/letters/2008ltr.pdf" target="_blank">sini</a>).</em> Dalam membahas surat Buffet ini, saya sebisa mungkin menterjemahkan sesuai bentuk aslinya, tetapi ada beberapa bagian yg saya <em>&#8216;re-phrase&#8217;</em> agar lebih &#8216;enak&#8217; dibaca.<span id="more-1227"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Investasinya di tahun 2008:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Sepanjang tahun 2008, saya melakukan beberapa hal bodoh dalam investasi. Saya melakukan setidaknya satu kesalahan besar dan beberapa kesalahan kecil yang juga menyakitkan. Saya akan menceritakan kepada anda tentang hal ini kemudian. Saya juga melakukan beberapa kesalahan dimana saya tidak bertindak apa-apa padahal muncul data dan fakta baru yang  seharusnya membuat saya menganalisa kembali pemikiran saya dan melakukan tindakan dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain daripada itu, nilai pasar dari obligasi dan saham yang kami miliki mengalami penurunan yang cukup besar seiring dengan penurunan yang terjadi di pasar. Ini sama sekali tidak merisaukan Charlie (partner Buffet) dan saya. Malahan kami biasanya menyukai penurunan harga seperti ini jika kami mempunyai dana untuk menambah jumlah kepemilikan kami. Dahulu, Ben Graham mengajarkan kepada saya bahwa<em> &#8220;Harga (Price) adalah apa yang kamu bayar, Nilai (Value) adalah apa yang kamu dapat&#8221;</em>. Baik membeli Socks (kaus kaki) ataupun Stocks  (saham), saya senang membeli barang bermutu ketika harganya sedang murah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal surat ini, saya telah menulis bahwa saya melakukan satu kesalahan besar. Atas inisiatif saya sendiri (tanpa masukan dari Charlie), saya membeli sejumlah besar saham perusahaan <strong>ConocoPhillips</strong> ketika harga minyak dan gas berada di dekat puncaknya. Saya gagal mengantisipasi jatuhnya harga komoditas energy yang begitu drastis dalam setengah tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi masih percaya bahwa ada kemungkinan yang cukup besar bahwa di masa depan harga minyak akan jauh lebih tinggi daripada harganya sekarang yang sekitar $40-$50 per barrel. Tetapi sejauh ini, saya masih terbukti salah besar. Bahkan jika harga di kemudian hari naik, waktu pembelian saya yg salah (membeli di dekat puncak) telah menyebabkan kerugian Berkshire sebesar beberapa milyar dollar.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga membuat beberapa kesalahan kecil lainnya, tetapi sayangnya tidak cukup &#8216;kecil&#8217;. Sepanjang tahun 2008, saya membeli dua bank di Irlandia yang menurut saya murah, seharga $244 juta. Di akhir tahun 2008, nilai investasi ini tinggal sebesar $27 juta, alias kerugian sebesar 89%. Sejak akhir tahun, kedua saham tersebut bahkan telah lebih merosot lagi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo0&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang ekonomi dan bursa saham:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Amerika &#8211; dan banyak negara lainnya &#8211; terperangkap di dalam siklus feedback-negatif yang menyakitkan. Rasa Takut menyebabkan bisnis-bisnis berkontraksi (menciut), dan kontraksi ini lalu menyebabkan Rasa Takut yang lebih hebat lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Spiral pelemahan ekonomi ini telah membuat pemerintahan kita mengambil tindakan yang ekstrim. Dalam istilah permainan kartu Poker, Departemen Keuangan dan Bank Sentral telah &#8220;<strong>ALL IN</strong>&#8221; <em>(<strong>Edison:</strong> istilah ini dipakai untuk menggambarkan situasi dimana pemain poker mempertaruhkan SEMUA uangnya)</em>. <em>&#8216;Obat&#8217;</em> ekonomi yang dahulu diberikan dalam dosis kecil kini ibaratnya diberikan dalam bentuk drum. Dosis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini boleh dikatakan akan selalu menimbulkan efek yang tidak diinginkan (negatif) dikemudian hari. Seperti apa efek negatif yang akan timbul? Sulit dikatakan, tetapi salah satu kemungkinan terbesarnya adalah serangan inflasi.</p>
<p>&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Baik Charlie (partner Buffet) maupun saya, tidak dapat meramalkan apakah di tahun ini bursa saham akan &#8216;naik&#8217; atau &#8216;turun&#8217; (dan menurut kami, tiada seorangpun yang bisa). Kami bisa yakin bahwa keadaan ekonomi akan menyedihkan sepanjang tahun 2009 ini &#8211; dan kemungkinan kondisi ini bahkan akan berlangsung cukup lama setelah itu. Tetapi kesimpulan tersebut tidaklah memberikan petunjuk apa-apa tentang nasib bursa saham (apakah akan naik atau turun)</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Leveraged Buy Out/Private Equity:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Edison:</strong> Mungkin ada baiknya saya jelaskan dahulu sedikit tentang apa itu Leveraged-Buy-Out (LBO). LBO itu adalah praktek dimana suatu perusahaan (A) membeli/mengambil alih suatu perusahaan lain (B), tetapi untuk membayar pembelian tersebut, perusahaan A sebagian besar menggunakan hutang dan hutang tersebut didapat dengan menjaminkan asset perusahaan B. Hutang tersebut lalu &#8216;dibebankan&#8217; kepada operasional perusahaan B, dimana pendapatan dan laba PT. B akan dipakai untuk melunasi hutang tersebut.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bingung? Sederhananya begini: Jika misalkan saya hanya punya uang Rp 5 Milyar, tetapi ingin membeli PT. X seharga Rp 50 milyar dengan cara LBO, saya menghampiri sebuah bank dan memberikan proposal : Saya mau pinjam uang Rp 45 Milyar. Uang ini akan saya pakai untuk membeli PT. X, sebagai jaminannya, setelah PT. X itu saya beli, assetnya akan saya jadikan sebagai jaminan hutang Rp 45 milyar tersebut.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dalam hal ini, perusahaan yang menjadi &#8216;target&#8217; LBO biasanya adalah perusahaan-perusahaan &#8216;bagus&#8217; yang mempunyai arus pendapatan dan laba yang stabil, tidak mempunyai hutang ataupun hutangnya kecil, serta mempunyai nilai asset fisik yang relatif tinggi (utk dijadikan jaminan). Dalam prakteknya, bisa diibaratkan perusahaan yg dibeli dengan cara LBO itu menjadi &#8216;sapi perah&#8217;, dimana pemilik yg baru (pelaku LBO) kerap memerah habis-habisan perusahaan yg dibeli tersebut agar modal yang dikeluarkannya cepat kembali. Seringkali terjadi perusahaan yg dibeli dengan cara LBO akhirnya tumbang karena tidak sanggup menanggung beban hutang yg terlalu besar.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Salah satu &#8216;usaha&#8217; utama Buffet adalah membeli perusahaan/bisnis lain yang dianggapnya bagus. Tetapi untuk melakukan pembelian bisnis tersebut, Buffet tidak (atapun sedikit sekali) menggunakan hutang, melainkan dana yang memang dimiliki oleh perusahaannya.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Dahulu, pesaing kami dikenal sebagai &#8220;Operator LBO&#8221;. Tetapi nama LBO kemudian mendapatkan reputasi negatif <em>(<strong>Edison: </strong>karena hal yg saya ceritakan di atas)</em>. Perusahaan-perusahaan tersebut lalu memutuskan untuk &#8216;ganti nama&#8217;, tetapi pada dasarnya cara operasi mereka tidak berubah (seperti struktur fee/biaya dan penggunaan hutang yang sangat besar).</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan-perusahaan tersebut kini memakai &#8216;label&#8217; baru : Private Equity, nama yang aneh karena justru porsi ekuitas di perusahaan yang dibeli malah semakin kecil (karena porsi hutang/Liabilities semakin besar). Sebagian perusahaan-perusahaan yang dibeli oleh Private Equity 2-3 tahun lalu, kini dalam bahaya besar karena hutang yang dibebankan kepada mereka. Tetapi perusahaan-perusahaan Private Equity, justru tidak terlalu berminat menambah modal mereka di perusahaan yang mereka beli <em>(untuk memperbaiki kondisi perusahaan tersebut)</em>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tentang Back-Testing:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Edison:</strong> Back Testing merupakan salah satu cara yg paling sering dipakai utk &#8216;meyakinkan &#8216;investor. Anggaplah saya memakai satu &#8216;formula&#8217; untuk memilih saham. Saya lalu menguji &#8216;formula&#8217; saya tersebut dengan cara back-testing, alias menggunakan data-data di masa lampau. Ketika hasil pengujian tersebut bagus, saya pun lalu mengumumkan bahwa &#8220;Formula memilih saham versi saya ini berhasil! Jika saya membeli saham dengan memakai formula ini sejak 20 tahun lalu (menggunakan data lama), maka investasi saya akan menghasilkan XXXX%!!!!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buffet:</strong> Model-model penghitungan “Back-tested” selalu sarat dan rentan dengan kesalahan. Meskipun demikian di dunia finansial, model &#8216;back-testing&#8217; kerap dipakai sebagai &#8216;petunjuk&#8217; masa depan. <em>(dengan sedikit nada sinis)</em> Jika dengan sekedar melihat data finansial di masa lampau kita bisa meramalkan masa depan, maka daftar orang orang terkaya dunia akan penuh dengan pustakawan (Librarians).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Investor haruslah mempunyai sifat skeptis terhadap model-model yang berdasarkan data historikal (Edison: Technical Analysis termasuk dalam kategori ini). Model-model ini memang cenderung terlihat sangat mengesankan, karena menggunakan istilah dan symbol bahasa latin spt Beta, Gamma, Sigma, dll. Investor seringkali lupa memeriksa apakah asumsi dibelakang simbol-simbol tersebut valid atau tidak. Saran kami: Hati-hati dengan formula yang penuh simbol Latin</p>
<p style="text-align:justify;"><em>(<strong>Edison:</strong> Mengenai &#8220;formula yg penuh simbol latin&#8221;, dalam surat tersebut, sebenarnya tertulis &#8220;Geek Bearing Formula&#8221;. Saya kurang jelas apakah itu karena salah pengetikan dan asumsi saya, yang ingin ditulis itu adalah &#8220;Greek Bearing Formula&#8221;. Tetapi jika asumsi saya salah, dan Buffet memang ingin menulis &#8220;Geek Bearing Formula&#8221;, maka terjemahan kasarnya adalah &#8220;formula yg penuh dengan orang-orang aneh&#8221;, ataupun &#8220;formula yg terkesan geek&#8221;. Kata Geek sendiri dalam bahasa Inggris itu dikonotasikan sebagai orang-orang yg &#8216;aneh&#8217; tapi &#8216;pintar&#8217;.)</em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya dalam surat tersebut masih ada beberapa hal lagi yang menarik untuk dilihat, seperti misalnya penjelasan Buffet mengenai mengapa ia masuk ke instrumen derivatif (Options), padahal selama ini ia terkenal sangat &#8216;anti&#8217; instrumen derivatif. Tetapi karena  topik tersebut membutuhkan penjelasan yg agak panjang, (sedangkan artikel ini sudah termasuk panjang), saya tidak akan membahasnya dalam artikel ini (mudah-mudahan bisa saya bahas di kesempatan lain).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1227&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/05/surat-tahunan-buffet-kepada-pemegang-saham-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Salah Dengan Artikel Seri &#8220;Laporan Keuangan&#8221;?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/02/apa-yang-salah-dengan-artikel-seri-laporan-keuangan/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/02/apa-yang-salah-dengan-artikel-seri-laporan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 07:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[Berkat polling yang diadakan dalam &#8216;kontes&#8217; iseng kemarin, saya mendapatkan masukan yang sangat berarti bagi saya, terutama dalam penulisan dan penyajian artikel di blog ini. Salah satu masukan yang paling mengena bagi saya adalah mengenai artikel Seri &#8220;Mengenal Laporan Keuangan&#8221;, dimana tidak sedikit di antar teman-teman yang merasa kesulitan untuk memahami artikel seri tersebut. Mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1229&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berkat polling yang diadakan dalam &#8216;kontes&#8217; iseng kemarin, saya mendapatkan masukan yang sangat berarti bagi saya, terutama dalam penulisan dan penyajian artikel di blog ini. Salah satu masukan yang paling mengena bagi saya adalah mengenai artikel Seri &#8220;Mengenal Laporan Keuangan&#8221;, dimana tidak sedikit di antar teman-teman yang merasa kesulitan untuk memahami artikel seri tersebut. Mendapat masukan tersebut, saya pun meluangkan waktu saya untuk melihat kembali artikel seri tersebut dan mencoba menemukan apa yang &#8216;kurang&#8217; dalam penyampaian saya, ataupun bisa lebih saya perbaiki. Setelah beberapa lama, barulah saya menyadari kekurangan terbesar dari artikel seri itu. <span id="more-1229"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata selama ini saya lupa mempertimbangkan bahwa tidak sedikit pembaca blog ini yang bahkan tidak pernah melihat Laporan Keuangan itu seperti apa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ibaratnya mungkin seperti ini&#8230; Jika misalkan seseorang belum pernah melihat binatang Tapir (maupun gambarnya) seumur hidupnya, maka cara termudah untuk menjelaskan Tapir itu seperti apa, tentunya adalah dengan memperlihatkan gambar Tapir tersebut. Jika seandainya saya hanya mengatakan bahwa :</p>
<ul>
<li>Hidungnya agak mirip belalai gajah</li>
<li>Badannya mirip babi</li>
<li>Warnanya belang hitam putih</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Maka bisa jadi orang tersebut malah  membayangkan binatang jadi-jadian kombinasi antara Gajah dan Babi dengan warna belang-belang seperti Zebra (ada yg bisa menggambarkan ilustrasi binatang jadi-jadian ini? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Yang pasti, kemungkinan besar Tapir dalam bayangan orang tersebut akan sangat berbeda dengan Tapir sesungguhnya..</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, saya pikir ada baiknya saya memberikan sebuah &#8216;gambar&#8217; tentang Laporan Keuangan sebagai &#8216;tambahan&#8217;/supplemen artikel seri Laporan Keuangan. Saat ini, yang baru saya buat barulah &#8216;gambar&#8217; Balance Sheet (Neraca) yang sudah sangat saya sederhanakan (tidak rumit). File ini saya buat dalam bentuk file EXCEL dan bisa <span style="text-decoration:underline;">didownload melalui Widget Box.net</span> di samping kanan blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Harapan saya adalah dengan mencetak file yang saya buat tersebut, sambil melihat kembali artikel seri laporan keuangan, anda lebih bisa memahami penjelasan saya tentang laporan keuangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> Contoh Laporan Rugi/Laba dan Cash Flow belum sempat saya buat dan akan menyusul di kemudian hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1229&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/02/apa-yang-salah-dengan-artikel-seri-laporan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (7)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/01/18/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-7/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/01/18/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 00:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran tentang Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Aktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 6) Costs of Goods Sold (COGS) Dalam bahasa Indonesia Cost of Goods Sold dikenal sebagai HPP atau Harga Pokok  Penjualan (ada juga yang menyebutnya sebagai Harga Pokok Produksi). Ini merupakan segala biaya yg dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses membeli dan memproses bahan baku hingga menjadi Produk (Barang Jadi) yg dijual perusahaan itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=776&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://janganserakah.com/2008/11/10/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-6/" target="_self">(sambungan dari part 6)</a></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Costs of Goods Sold (COGS)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bahasa Indonesia Cost of Goods Sold dikenal sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">HPP</span></strong> atau <strong>Harga Pokok  Penjualan</strong> (ada juga yang menyebutnya sebagai Harga Pokok Produksi). Ini merupakan segala biaya yg dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses membeli dan memproses bahan baku hingga menjadi Produk (Barang Jadi) yg dijual perusahaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya COGS ini terdiri dari 3 komponen utama :<span id="more-776"></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Direct Materials/Pembelian Bahan Baku Langsung</span></strong>, ini merupakan segala material yg masuk ke dalam barang Jadi.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Direct Labor/Tenaga kerja Langsung</span></strong>, yaitu segala biaya tenaga kerja yg dipakai utk memproses bahan baku menjadi barang jadi. Tenaga karyawan perusahaan yg tidak berkaitan dengan proses produksi, misalnya tenaga akunting, tidak dimasukkan di sini.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Manufacturing Overhead</span></strong>, yaitu segala biaya lainnya yang dikeluarkan yang terkait dengan proses produksi, tetapi tidak termasuk ke dalam kategori Direct Materials ataupun Direct Labor. Contohnya dalam hal ini adalah misalnya penyusutan mesin, biaya listrik untuk operasi mesin, dll.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hasil pengurangan Sales (Penjualan) dengan COGS, adalah disebut <span style="color:#0000ff;"><strong>Gross Profit</strong></span> ataupun <span style="color:#0000ff;"><strong>Gross Income</strong></span> (di Indonesia dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>Laba Kotor</strong></span>).</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Operating Costs</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Income Statement, Gross Profit di atas lalu dikurangi lagi dengan biaya yang dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>Operating Costs</strong></span>. Biaya-biaya yang termasuk ke dalam kategori ini adalah berbagai biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam operasional utamanya, tetapi tidak terkait dengan proses &#8216;produksi&#8217;-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, gaji karyawan administrasi dan accounting akan dimasukkan ke dalam biaya ini. Demikian juga dengan gaji tenaga sales dan marketing. Ini karena pegawai-pegawai tersebut tidak terlibat secara langsung di proses produksi. Contoh lainnya biaya yang termasuk ke dalam operating costs misalnya adalah biaya promosi dan iklan ataupun penyusutan asset-asset perusahaan yang tidak terkait dengan proses produksi, spt mobil operasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil pengurangan Gross Profit dengan Operating Costs akan menghasilkan <span style="color:#0000ff;"><strong>Operating Profit</strong></span> atau dikenal juga sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">Operating Income</span></strong>. Perlu diketahui bahwa Operating profit ini adalah salah satu angka yang paling diperhatikan seorang Value Investor dalam melakukan analisa fundamental laporan keuangan. Alasannya sederhana, yaitu karena pada intinya ketika seseorang membeli saham, ia membeli bisnis di belakang saham tersebut, dan pada akhirnya nilai sebuah bisnis sakan angat tergantung kepada kemampuan bisnis tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari operasinya.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam part 6 artikel ini, saya telah menuliskan bahwa setiap Income Statement terdiri dari 3 komponen utama, yaitu Revenue (pendapatan), Costs (Biaya) dan Net Income. Sampai saat ini, kita telah melihat 2 komponen pertama, tetapi sebelum kita sampai ke komponen ke 3 (Net Income), kerap kali kita akan menemukan komponen kecil, yaitu<span style="color:#0000ff;"><strong> Non-Operating Income &amp; Expenses<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Non-Operating Income &amp;</strong> <strong>Expenses</strong> dalam suatu Income Statement, mencatat berbagai pendapatan dan pengeluaran perusahaan yang tidak terkait dengan operasional utama perusahaan. Sebagai ilustrasi, pendapatan yang termasuk ke dalam kategori ini adalah bunga dan deviden yang diterima perusahaan dari berbagai investasinya di obligasi dan saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kategori ini, ada juga suatu pengeluaran yang perlu diperhatikan, yaitu Extraordinary Item atau juga kerap dikenal sebagai Non-Recurring Charges. Pengeluaran ini pada awalnya dipakai untuk mencatat segala pengeluaran yang &#8216;tidak terduga&#8217; dan tidak akan terjadi setiap tahun, misalnya saja kerugian akibat bencana banjir. Tetapi dalam perjalanannya, tidak sedikit perusahaan yang menyalah-gunakan pengeluaran ini dengan memasukkan hal-hal yang sebenarnya kurang layak dimasukkan&#8217;. Oleh karena itu, investor perlu waspada jika menemukan biaya Non-Recurring Charges yang keluar terus menerus secara rutin di setiap laporan keuangan dalam jumlah yang relatif besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Operating Income ditambahkan dengan dengan Non-Operating Income &amp; Expenses akan menghasilkan suatu angka yang dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>EBIT (Earnings Before Interest and Tax)</strong></span>. Ini karena angka ini menunjukkan seluruh keuntungan perusahaan dalam tahun itu, sebelum dipotong pengeluaran untuk membayar bunga (interest) utk pinjamannya dan juga pajak (tax).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, terkait dengan <span style="color:#0000ff;"><strong>EBIT</strong></span>, ada suatu angka pula yang mungkin akan kerap ditemukan teman-teman pembaca, yaitu <span style="color:#0000ff;"><strong>EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization)</strong><span style="color:#888888;"><span style="color:#000000;">. Angka EBITDA bisa didapatkan dengan cara menambahkan EBIT dengan seluruh nilai Depreciation (penyusutan) dan juga Amortization (amortisasi) yang ada di dalam Income Statement. </span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><span style="color:#000000;">Angka EBITDA ini sendiri kerap diumbar oleh pihak-pihak tertentu karena angka Earnings (laba) ini tentunya akan lebih besar dibandingkan dengan EBIT. Alasan yg kerap dipakai oleh para pemakai EBITDA adalah bahwa mereka menganggap depresiasi dan amortisasi bukan pengeluaran riil, karena perusahaan sebenarnya tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk depresiasi dan amortisasi. Tetapi Warren Buffet menentang sekali pihak manajeman perusahaan yang menggunakan angka EBITDA, dan pernah mengeluarkan komentar di bawah ini:<em><br />
</em></span></span></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#888888;"><span style="color:#000000;"> &#8216;Depreciation and Amortization are REAL costs! </span></span></span>References to EBITDA make us shudder—does management think the tooth fairy pays for capital expenditures?&#8217; </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(depresiasi dan amortisasi adalah biaya riil! Pemakaian angka EBITDA membuat kami bergidik-Apakah pihak manajemen berpikir bahwa peri yg baik hati yang akan membayar untuk pembelian barang modal&#8217;?)</em></p>
</blockquote>
<p>Charlie Munger, partner Buffet pun mempunyai komentar yang tidak kalah kerasnya mengenai penggunaan EBITDA:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8216;Wherever you read EBITDA, you should substitute itu with BULLSHIT EARNINGS&#8217;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(setiapkali anda membaca kata EBITDA, anda harus menggantikannya dengan kata LABA OMONG KOSONG)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, EBITDA bukan angka resmi yang diakui dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali kepada angka EBIT, dalam Income Statement angka EBIT diproses lebih lanjut yaitu dengan cara mengurangkannya dengan Interest (bunga) dan Tax (pajak) yang harus dibayarkan oleh perusahaan itu. Setelah dikurangi dengan Interest dan Tax, maka didapatkanlah komponen utama ke 3 dalam Income Statement, yaitu  <span style="color:#0000ff;"><strong>Net Earnings</strong></span> perusahaan tersebut, yang di Indonesia biasanya dikenal sebagai Laba Bersih sesudah pajak.</p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung ke part 7)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=776&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/01/18/mengenal-sekilas-laporan-keuangan-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>