<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Instrumen Investasi</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/category/instrumen-investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Instrumen Investasi</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sukuk Ritel 2 (SR002)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2010/01/22/sukuk-ritel-2-sr002/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2010/01/22/sukuk-ritel-2-sr002/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 04:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1999</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah kembali menawarkan Sukuk Ritel di awal tahun 2010 ini. Pemerintah sebelumnya pernah menerbitkan Sukuk Ritel di awal tahun 2009 dengan permintaan yang luar biasa dari masyarakat. Pembaca blog tentu masih ingat, SR001 yang ditargetkan diserap laku Rp 1,7 triliun, ternyata hasil penjualan Sukuk Ritel Perdana ini mencapai Rp 5.556 triliun, naik hingga 213,9% dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1999&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://janganserakah.files.wordpress.com/2010/01/sukuk-logo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2007" title="sukuk-logo" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2010/01/sukuk-logo.jpg?w=200&#038;h=128" alt="" width="200" height="128" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah kembali menawarkan Sukuk Ritel di awal tahun 2010 ini. Pemerintah sebelumnya pernah menerbitkan Sukuk Ritel di awal tahun 2009 dengan permintaan yang luar biasa dari masyarakat. Pembaca blog tentu masih ingat, SR001 yang ditargetkan diserap laku Rp 1,7 triliun, ternyata hasil penjualan Sukuk Ritel Perdana ini mencapai Rp 5.556 triliun, naik hingga 213,9% dari semula yang sebesar Rp 1,77 triliun.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1999"></span>Sukuk Ritel yang pertama bisa laris di pasaran akibat tingkat imbal hasil yang ditawarkannya yang sangat menarik yaitu 12%. Pada saat SR001 ditawarkan BI Rate sebesar 8.25% (selisih 3.75%) dan suku bunga penjaminan LPS sebesar 9%. (selisih 3%). Perbedaan 3% antara deposito yang dijamin LPS dan SR001, membuat masyarakat lebih tertarik untuk berinvestasi pada SR001.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut beberapa ketentuan mengenai Sukuk Ritel 2 (SR002) :</p>
<ul>
<li>Masa penawaran pada tanggal 25 Jan – 05 Februari 2010.</li>
<li>Tenor 3 tahun (dengan kata lain jatuh tempo dalam 3 tahun).</li>
<li>Nilai nominal per unit 1 juta rupiah</li>
<li>Minimum pembelian sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya serta tidak ada batas maksimum pembelian.</li>
<li>Pencatatan di bursa akan dimulai tanggal 10 Februari 2010.</li>
<li>Pembayaran kupon sukuk ritel ini akan dilakukan setiap bulan pada tanggal 10 mulai tanggal 10 Maret 2010.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;00O00&#8212;</p>
<p>Sukuk Ritel ini diterbitkan berdasarkan akad <em>ijarah</em> (akad sewa menyewa atas suatu aset). Aset SBSN yang disewakan merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang memiliki nilai ekonomis seperti tanah dan bangunan. Penggunaan aset SBSN dapat dilakukan dengan cara dijual, disewakan, atau cara lain yang mengacu kepada prinsip syariah.</p>
<p>Adapun agen penjual akan terdiri dari 18 perusahaan, yaitu:</p>
<p><strong>a. Bank</strong></p>
<ol>
<li>PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk:</li>
<li>PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk;</li>
<li>PT. Bank Syariah Mandiri;</li>
<li>Citibank N.A;</li>
<li>PT. Bank CIMB Niaga, Tbk;</li>
<li>The Hongkong and Shanghai Banking Corporation, Ltd;</li>
<li>PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk;</li>
<li>PT. Bank Permata;</li>
<li>PT. Bank OCBC NISP, Tbk: dan</li>
<li>Standard Chartered Bank.</li>
</ol>
<p><strong>b. Perusahaan Efek</strong></p>
<ol>
<li>PT. Trimegah Securities, Tbk;</li>
<li>PT. Danareksa Sekuritas;</li>
<li>PT. Andalan Artha Advisindo Sekuritas;</li>
<li>PT. Bahana Securities;</li>
<li>PT. Ciptadana Securities;</li>
<li>PT. Sucorinvest Central Gani;</li>
<li>PT. Mega Capital Indonesia; dan</li>
<li>PT. Reliance Securities, Tbk.</li>
</ol>
<p>Silahkan bagi pembaca blog yang ingin membeli untuk menghubungi salah satu agen penjual di atas mulai tanggal 25 Januari 2010. Happy Investing <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1999/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1999/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1999/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1999&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2010/01/22/sukuk-ritel-2-sr002/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2010/01/sukuk-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sukuk-logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORI006</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/07/23/ori006/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/07/23/ori006/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1806</guid>
		<description><![CDATA[article by Alina ORI001 akan jatuh tempo pada 9 Agustus tahun ini. Untuk melanjutkannya pemerintah kembali mengeluarkan ORI006. ORI006 ini berbeda dengan 5 ORI sebelumnya, kenapa berbeda? Tenor yang ditawarkan pemerintah kali ini hanya 3 tahun, berbeda dengan ORI lainnya yang memiliki tenor 5 tahun. ORI006 mengikut tenor dari Sukuk Ritel atau SR001 yang diterbitkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1806&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1812" title="ORI Logo" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/07/ori-logo.jpg?w=285&#038;h=75" alt="ORI Logo" width="285" height="75" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>article by Alina</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">ORI001 akan jatuh tempo pada 9 Agustus tahun ini. Untuk melanjutkannya pemerintah kembali mengeluarkan ORI006. ORI006 ini berbeda dengan 5 ORI sebelumnya, kenapa berbeda? Tenor yang ditawarkan pemerintah kali ini hanya 3 tahun, berbeda dengan ORI lainnya yang memiliki tenor 5 tahun. ORI006 mengikut tenor dari Sukuk Ritel atau SR001 yang diterbitkan pada Februari tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1806"></span></p>
<p style="text-align:justify;">ORI006 ini memiliki kupon 9,35% (dibawah harapan saya sebesar 10%). Jika dibandingkan dengan ORI004 yang jatuh temponya sama-sama 3 tahun lagi, kuponnya 9,5% dan harga saat ini di pasaran sekitar 101 hingga 102, jadi YTMnya 8,7% hingga 9% (hitungan kasar). Jadi sebenarnya kupon 9,35% cukup menarik (bukan sangat menarik) dengan perbandingan BI Rate saat ini 6,75% dan rata-rata suku bunga deposito 7%.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;ooOoo&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut beberapa ketentuan mengenai ORI006 :</p>
<ul>
<li>Masa penawaran pada 24 Juli hingga 7 Agustus 2009.</li>
<li>Tenor selama 3 tahun.</li>
<li>Nilai nominal per unit 1 juta rupiah.</li>
<li>Minimum pembelian sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya.</li>
<li>Maksimum pembelian sebesar Rp 3 milyar.</li>
<li>Tingkat Kupon sebesar 9,35% per tahun.</li>
<li>Pembayaran Kupon dilakukan setiap tanggal 15 setiap bulan.</li>
</ul>
<p>Untuk penjualan kali ini Pemerintah menunjuk lebih banyak agen penjual. Ada 20 agen penjual yang akan menyalurkan ORI006 ini kepada masyarakat :</p>
<ol>
<li>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk</li>
<li>PT Trimegah Securities Tbk</li>
<li>PT Danareksa Sekuritas</li>
<li>PT Bank Central Asia Tbk</li>
<li>PT Bank Internasional Indonesia Tbk</li>
<li>PT Bank Permata Tbk</li>
<li>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk</li>
<li>Citibank NA</li>
<li>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk</li>
<li>PT Ciptadana Securities</li>
<li>PT Indo Premier Securities</li>
<li>The Hongkong and Shanghai Bank Corporation Limited</li>
<li>PT Bank CIMB Niaga Tbk</li>
<li>PT Bank Panin Tbk</li>
<li>Standard Chartered Bank</li>
<li>PT Reliance Securities Tbk</li>
<li>PT Bank Bukopin Tbk</li>
<li>PT Mega Capital Indonesia</li>
<li>PT Bank Mega Tbk</li>
<li>PT Bank OCBC NISP Tbk</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Yang berminat silahkan datangi salah satu agen penjual tersebuta mulai tanggal 24 Juli 2009 hingga 7 Agustus 2009. Jangan sampai ketinggalan (hayo kemarin pas Sukuk Ritel ada yang ketinggalan kan.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1806/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1806&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/07/23/ori006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>93</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/07/ori-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ORI Logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Investasi &#8216;Dinar&#8217;</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/06/10/investasi-dinar/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/06/10/investasi-dinar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1685</guid>
		<description><![CDATA[article by Alina Pasti sudah banyak pembaca blog yang mendengar tentang Investasi &#8216;Dinar&#8217;. Beberapa hari yang lalu saya ditanyai oleh seseorang mengenai prospek berinvestasi &#8216;Dinar&#8217;. Saya jadi teringat ada hal yang menarik dalam kata-kata &#8216;Dinar&#8217; ini. Ketika ada orang yang bertanya kepada saya bagaimana prospek berinvestasi di &#8216;Dinar&#8217;, saya selalu tanyakan kembali &#8216;Dinar&#8217; apakah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1685&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>article by Alina</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pasti sudah banyak pembaca blog yang mendengar tentang Investasi &#8216;Dinar&#8217;. Beberapa hari yang lalu saya ditanyai oleh seseorang mengenai prospek berinvestasi &#8216;Dinar&#8217;. Saya jadi teringat ada hal yang menarik dalam kata-kata &#8216;Dinar&#8217; ini. Ketika ada orang yang bertanya kepada saya bagaimana prospek berinvestasi di &#8216;Dinar&#8217;, saya selalu tanyakan kembali &#8216;Dinar&#8217; apakah yang dimaksud. Saya menemukan setidaknya ada 4 &#8216;Dinar&#8217; yang berkaitan dengan &#8216;investasi&#8217;. Apa saja keempat &#8216;Dinar&#8217; tersebut ?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1685"></span><strong>1. Dinar Irak</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="Dinar Irak" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/25-rb-dinar-back.jpg?w=320&#038;h=142" alt="" width="320" height="142" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dinar Irak (DI) disebut-sebut sebagai investasi yang sangat menjanjikan dengan tingkat imbal hasil yang diharpkan terbilang wah. Sebelum perang, Dinar Irak merupakan mata uang terkuat di Timur Tengah pada. Nilai 1 DI setara dengan US$ 3.30 atau bisa dibilang nilai Dinar Irak lebih tinggi nilainya daripada Dollar Amerika. Akibat jatuhnya sanksi PBB yang disusul invasi Amerika Serikat membuat Dinar Irak terjungkal ke titik terendah dalam sejarah Irak. Saat ini 1US$ setara dengan 1,170 DI atau 1 DI setara dengan US$ 0,00086.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang termakan akan berita &#8216;seandainya&#8217; nilai Dinar Irak kembali ke posisi sebelum perang. Hasil perhitungan saya, jika saat ini saya menukarkan 1 juta rupiah dengan Dinar Irak saya akan memperoleh Dinar Irak sebanyak 855 DI. Seandainya Dinar Irak kembali ke sebelum perang maka Dinar Irak saya tersebut akan menjadi 29 juta rupiah (855 DI x US$ 3.3 X Rp 10300). Pertanyaannya apakah bisa Dinar Irak kembali ke nilai tersebut, perlu diketahui juga Dinar Irak yang ada saat ini merupakan mata uang baru New Dinar Irak yang diterbitkan mulai 2003.</p>
<p style="text-align:justify;">Membeli Dinar Irak lebih tepat jika disebut berspekulasi, karena adanya ketidakjelasan di dalamnya dan imbal hasil yang ditawarkan juga terlalu tinggi melebihi nilai wajar.<span style="font-family:verdana;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:verdana;">2. Dinar Emas</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:verdana;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1697" title="Dinar" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/dinar.jpg?w=300&#038;h=249" alt="Dinar" width="300" height="249" /><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dinar Emas adalah mata uang yang dipergunakan di masa Rasulullah saw. Uang Dinar berupa koin emas 4,25 gram (22 karat). Dinar Islam di cetak oleh Islamic Mint di seluruh dunia dan mengikuti standar international yang dibuat oleh WITO (World Islamic Trading Organization).</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, dinar emas di cetak oleh Antam melalui anak perusahaanya yaitu PP Logam Mulia Indonesia ( www.logammulia.com ). Untuk mendapatkan dinar ini, bisa didapatkan di tempat penjualan dan pembelian dinar yang disebut dengan <em>wakala</em>. Harga beli dan harga jual dinar sebagaimana harga emas, ditentukan oleh fluktuasi nilai emas dunia dalam satuan USD per troy  ounce di mana 1 troy ounce itu  sama dengan sebesar 31,1035 gram.Selain Dinar Emas ada juga Dirham, yaitu koin perak murni seberat 2.975 gram.</p>
<p style="text-align:justify;">Berinvestasi di Dinar Emas bisa jadi alternatif selain berinvestasi di Emas batangan. Hanya saja untuk menjual kembali Dinar Emas sebaiknya jangan di toko emas biasa, karena nilainya akan turun di bawah harga pasar. Jika ingin menjual Dinar Emas lebih baik jual kembali ke agen tempat membeli Dinar Emas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:verdana;">3. DINAR (Dana Reksa Indeks Syariah)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:verdana;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1696" title="Danareksa" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/danareksa1.jpg?w=304&#038;h=76" alt="Danareksa" width="304" height="76" /><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dinar yang satu ini merupakan Reksa Dana Indeks yang dikeluarkan oleh PT Danareksa. Reksa Dana indeks ini berisi 30 saham yang ada di dalam Jakarta Islamic Index (JII). Dinar merupakan Reksa Dana indeks pertama di Indonesia. Saat ini selain Dinar ada lagi Kresna Indeks LQ-45 yang mengacu pada indeks LQ-45. Benjamin Graham menyarankan investor untuk lebih memilih Reksadana Indeks daripada Reksa Dana biasa dalam berinvestasi. Karena hanya sedikit sekali RD yang kinerjanya bisa melebihi kinerja Reksadana Indeks.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:verdana;">4. PT Dinar Sekuritas</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:verdana;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1700" title="logodinar" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/logodinar.jpg?w=300&#038;h=220" alt="logodinar" width="300" height="220" /><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin lebih tepatnya bukan berinvestasi Dinar tetapi berinvestasi melalui Dinar. PT Dinar Sekuritas merupakan salah satu broker aktif yang menjadi Anggota Bursa dan melayani transaksi saham di Indonesia. Saat ini ada 117 Anggota Bursa yang tercatat di BEI dan boleh melakukan transaksi efek <em>(sumber : www.idx.co.id )</em>. Tentunya melalui Dinar yang satu ini kita bisa memilih berbagai saham yang ada untuk berinvestasi. Ingat lho <strong>berinvestasi</strong> bukan <strong>berspekluasi</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah ada pembaca blog yang menenmukan &#8216;Dinar&#8221; yang lain? &#8216;Dinar&#8217; manakah yang Anda pilih?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1685/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1685&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/06/10/investasi-dinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/25-rb-dinar-back.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dinar Irak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/dinar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dinar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/danareksa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Danareksa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/05/logodinar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">logodinar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Repo (Repurchase Agreement)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/04/24/sekilas-tentang-repo-repurchase-agreement/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/04/24/sekilas-tentang-repo-repurchase-agreement/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 04:16:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1460</guid>
		<description><![CDATA[Article by Alina Beberapa bulan terakhir, transaksi Repo kerap diangkat di berbagai berita ekonomi. Kasus Antaboga misalnya, termasuk salah satu kasus yang melibatkan transaksi repo.  Tetapi apakah teman-teman pembaca blog ini tahu apa itu  Transaksi Repo? Aritkel ini akan mencoba menjelaskan secara sederhana apa itu sebenarnya transaksi Repo. Repurchase Agreement atau Repo dapat dikatakan sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1460&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Article by <span style="color:#0000ff;">Alina</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan terakhir, transaksi Repo kerap diangkat di berbagai berita ekonomi. Kasus Antaboga misalnya, termasuk salah satu kasus yang melibatkan transaksi repo.  Tetapi apakah teman-teman pembaca blog ini tahu apa itu  Transaksi Repo? Aritkel ini akan mencoba menjelaskan secara sederhana apa itu sebenarnya transaksi Repo.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Repurchase Agreement</strong></em> atau Repo dapat dikatakan sebagai perjanjian meminjam uang dengan suatu jaminan. Dalam hal ini, jaminannya umumnya berupa instrumen investasi di pasar modal, seperti : saham, SUN, obligasi korporasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh sederhananya: Misalkan si A sedang butuh dana dalam waktu cepat. Si A meminjam sejumlah dana kepada si B. Si A memberikan jaminan kepada si B berupa saham yang dimiliknya. Nantinya ketika si A sudah mengembalikan dana yang dipinjam ditambah bunga yang disepakati si B akan mengembalikan saham yang dijaminkan kepada B. Nah jika si A tidak bisa mengembalikan dana yang dipinjam, maka saham A akan &#8216;disita&#8217; dan menjadi milik si B.<span id="more-1460"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;ooO00&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum transaksi Repo terjadi akan dibuat dulu ketentuan-ketentuan yang disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat. Secara sederhana instrumen yang terlibat dalam transaksi Repo ada 5 hal :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Seller</em></strong> (pihak yang butuh dana)</li>
<li><strong><em>Buyer </em></strong>(pihak yang meminjamkan dana)</li>
<li><strong>Nilai Repo </strong>(Jumlah uang yang akan dipinjamkan)</li>
<li><strong>Instrumen Efek</strong> (yang dijadikan jaminan, bisa berupa SUN, Obligasi Korporasi, SBI, atau Saham)</li>
<li><strong>Bunga</strong> (besarnya &#8216;imbalan&#8217; bagi pihak yang meminjamkan dana)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dari segi waktu jatuh temponya, Repo terbagi atas 3 jenis, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Overnight</em></strong> (jatuh tempo dalam satu hari)</li>
<li><strong><em>Term</em></strong> (jatuh tempo dalam kurun waktu tertentu)</li>
<li><strong><em>Open Repo</em></strong> (tidak ditentukan waktu jatuh temponya)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dari segi transaksinya, Repo terbagi atas 2 jenis, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Classic Repo</em></strong> : Transaksi Repo tanpa terjadi kepindahan kepemilikan efek, efek tetap berada di pihak penjual. Efek tersebut tidak dapat dijual sebelum Repo tersebut jatuh tempo.</li>
<li><em><strong>Sell/Buy Back Repo</strong></em> : Transaksi Repo yang melibatkan transfer efek dan dana antara pihak penjual dan pihak pembeli.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam transaksi Repo, umumnya nilai transaksi Repo akan berada di bawah nilai jaminannya. Salah satu yang mempengaruhi nilai transaksi Repo ini tentunya adalah jenis <em>&#8216;jaminannya&#8217;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, untuk untuk Repo Obligasi misalnya, nilai transaksi Reponya bisa berkisar di sekitar 70% dari nilai obligasinya. Jika nilai Obligasi yang dijaminkan Rp 1 milyar, maka nilai uang yang bisa dipinjam sebesar Rp 700 juta. Sebaliknya untuk Repo Saham, nilai Reponya mungkin akan berkisar sebesar 50% dari nilai saham yang dijaminkan. Jika nilai saham yang dijaminkan adalah Rp 1 milyar, maka uang yang akan dipinjamkan hanya sebesar Rp 500 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini tentunya wajar, karena harga obligasi biasanya lebih stabil dan pergerakannya tidak terlalu fluktuatif dibandingkan dengan harga saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang akan mempengaruhi nilai transaksi Repo tentunya juga adalah <em>&#8216;kualitas&#8217;</em> dari barang jaminannya. Jika kita menjaminkan saham Coca-Cola misalnya, nilai yang bisa kita dapatkan tentunya akan lebih tinggi dibandingkan dengan saham PT. Antah Berantah.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oO0&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mengapa akhir-akhir ini transaksi Repo banyak dibicarakan? Sebagian besar transaksi Repo yang jadi pemberitaan adalah transaksi Repo dengan instrumen efek jaminannya berupa saham. Kenapa yang jaminan saham ini jadi masalah? Turunnya nilai saham-saham IHSG menjadi jawabannya. Agar lebih jelas simak ilustrasi berikut ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan A sedang mengalami kesulitan dana, untuk memperoleh dana, pada 20 April 2009 perusahaan A mengajukan Repo ke perusahaan Z dengan ketentuan sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Asset yang digadaikan berupa saham PTJS sebanyak 1 juta lembar dengan harga per lembar saham saat penawaran Repo Rp10,000, jadi nilai asset total Rp 10 milyar.</li>
<li>Nilai Repo yang ditawarkan bernilai Rp 5 milyar (50%).</li>
<li>Jangka waktu 3 bulan.</li>
<li>Bunga 12% per tahun.</li>
<li>Tipe Repo yang digunakan adalah <em><strong>Sell/Buy Back Repo.</strong></em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Setelah 2 bulan atau pada 20 Juni 2009 harga saham PTJS turun menjadi Rp 6,000. Asset jaminan Perusahaan A nilainya juga turun menjadi Rp 6 milyar atau hanya Rp 1 milyar di atas nilai Repo. Artinya, nilai uang yang dipinjamkan kini sudah menjadi 83% dari nilai  barang yang dijaminkan.  Perusahaan Z tentunya khawatir, karena jika harga saham PTJS turun terus, bisa-bisa nilai barang jaminannya malah akan dibawah uang yang sudah dipinjamkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab ini, Perusahaan Z pun meminta Perusahaan A untuk menambah jaminan sahamnya (top up) kepada Perusahaan Z. Misalkan dalam hal ini jaminan yang ditambahkan adalah 650 ribu lembar saham PTJS. Dengan demikian total asset penjaminan kembali naik menjadi Rp 9,9 milyar (yaitu nilai pasar 1 juta + 650 ribu lembar PT JS). Nilai Repo  kini kembali menjadi 51% dari nilai penjaminan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah 3 bulan atau pada 20 Juli 2009 kontrak Repo berakhir. Perusahaan A harus mengembalikan uang Perusahaan B sejumlah Rp 5 milyar + bunga Rp 150 juta (<em>terkadang bunga dibayar per bulan</em>). Perusahaan Z  juga harus mengembalikan saham PTJS sejumlah 1,65  juta lembar kepada Perusahaan A.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah bagaimana jika Perusahaan A tidak mampu menambah jaminan sahamnya ? Perusahaan Z bisa menjual saham PTJS yang menjadi jaminannya bila khawatir nilai saham PTJS akan terus turun dalam waktu dekat. Karena jumlah saham yang dijaminkan biasanya banyak, penjualan saham ini bisa menekan harga saham di pasar untuk turun lebih dalam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1460&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/04/24/sekilas-tentang-repo-repurchase-agreement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingginya Permintaan Sukuk Ritel (SR-001)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/02/23/tingginya-permintaan-sukuk-ritel-sr-001/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/02/23/tingginya-permintaan-sukuk-ritel-sr-001/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 05:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[SUKUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Article by Alina Edited by Edison Masa penawaran Sukuk Ritel telah berakhir hari jumat lalu (20/02/2009). Pemerintah dikagetkan dengan tingginya permintaan investor selama masa penawaran. Sekedar informasi, Pemerintah menargetkan penjualan Sukuk Ritel perdana ini hanya sebesar Rp 1,7 triliun. Baru 2 minggu masa penawaran berlangsung permintaan telah melewati target mencapai Rp 2.8 triliun. Banyak agen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=959&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Article by</span><strong> Alina</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Edited by</span><strong> Edison</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Masa penawaran Sukuk Ritel telah berakhir hari jumat lalu (20/02/2009). Pemerintah dikagetkan dengan tingginya permintaan investor selama masa penawaran. Sekedar informasi, Pemerintah menargetkan penjualan Sukuk Ritel perdana ini hanya sebesar Rp 1,7 triliun. Baru 2 minggu masa penawaran berlangsung permintaan telah melewati target mencapai Rp 2.8 triliun. Banyak agen penjualan yang meminta tambahan &#8216;jatah&#8217; Sukuk Ritel untuk dijual. Pemerintah pun menaikkan target penjualan menjadi Rp 3.4 triliun dan sempat menyatakan menerima hasil penjualan  tidak akan lebih dari Rp 4 triliun.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi pagi ini, pemerintah mengumumkan hasil penjualan Sukuk Ritel Perdana ini mencapai Rp 5.556 triliun, naik hingga 213,9% dari semula yang sebesar Rp 1,77 triliun. Pemerintah pun akhirnya memutuskan untuk menyerap semua permintaan pembelian Sukuk Ritel perdana ini. Pemerintah memang cukup gencar menerbitkan Surat Hutang di tahun ini guna menutup defisit anggaran APBN yang saat ini diperkirakan akan naik menjadi 2,6% dari PDB atau Rp 137 triliun. Hasil penjualan Sukuk Ritel ini sendiri terbilang fantastis, mengingat situasi ekonomi yang tengah menurun.<span id="more-959"></span></p>
<p>Coba kita flashback mundur untuk melihat permintaan ORI yang sama-sama ditujukan untuk investor Ritel</p>
<ul>
<li>ORI 001 permintaan sebanyak Rp 3,8 triliun</li>
<li>ORI 002 permintaan sebanyak Rp 6,2 triliun</li>
<li>ORI 003 permintaan sebanyak Rp 9,3 triliun</li>
<li>ORI 004 permintaan sebanyak Rp 13,4 triliun</li>
<li>ORI 005 permintaan sebanyak Rp 2,7 triliun</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika kita bandingkan, ORI-001 sebagai Obligasi Ritel pertama di Indonesia baru  mampu menyerap Rp 3,8 triliun. Sebaliknya SUKUK Ritel seri pertama ini (SR001) mampu menyerap Rp 5.556 triliun. Sebagai instrumen yang baru lahir, tentunya ini merupakan prestasi tersendiri bagi Sukuk Ritel.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu daya tarik utama SUKUK Ritel perdana ini tentunya adalah tingkat hasil yang ditawarkannya (12%). Tidak sedikit deposan yang memindahkan deposito mereka ke SUKUK Ritel karena kupon hasil yang cukup kompetitif dibandingkan dengan suku bunga deposito. Terlebih lagi mengingat suku bunga penjaminan LPS semakin turun. Untuk periode 15 Februari hingga 14 Mei 2009 misalnya, suku bunga penjaminan LPS yang berlaku adalah :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Bank Umum Rupiah 9% dan US$ 3%</li>
<li>BPR Rupiah 12.5%</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dengan tingkat penjaminan di atas, berarti hasil SUKUK Ritel 3% lebih tinggi dibandingkan dengan deposito yg dijamin oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor &#8216;<em>pemanis</em>&#8216; lainnya yang sepertinya menimbulkan minat tinggi terhadap SUKUK adalah peraturan perpajakan yang baru. Dalam peraturan yg baru, pajak penghasilan atas penghasilan bunga obligasi yang menyatakan bahwa pajak penghasilan untuk bunga obligasi turun menjadi 15% (sebelumnya 20%). Berkat peraturan baru ini imbal hasil bersih/netto dari  Sukuk Ritel berarti adalah sebesar 10.2% setelah dipotong pajak (dengan peraturan lama hanya 9,6%).</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan usainya masa penawaran perdana SUKUK Ritel ini, kita tinggal menantikan pergerakan harga Sukuk Ritel perdana ini di pasar sekunder tanggal 26 Februari 2009 nanti. Jika melihat pergerakan suku bunga BI rate yang sedang mengalami trend penurunan, maka secara teoritis seharusnya harga Sukuk Ritel ini  akan sedikit terdongkrak di kemudian hari. Tetapi berdasarkan pergerakan harga ORI beberapa hari terakhir ini yang melemah, dalam <span style="text-decoration:underline;">jangka pendek </span>harga Sukuk Ritel mungkin akan ikut sedikit melemah. Ini tampaknya terjadi terutama karena efek pelemahan rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, buat rekan-rekan yang sudah membeli Sukuk Ritel perdana ini, jangan khawatir, karena ini hanya trend jangka pendek saja. Untuk yang bertujuan menyimpan Sukuk Ritel hingga jatuh tempo, tidak perlu pusing dengan perubahan harganya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/959/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=959&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/02/23/tingginya-permintaan-sukuk-ritel-sr-001/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SUKUK) RITEL</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/01/16/surat-berharga-syariah-negara-sukuk-ritel/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/01/16/surat-berharga-syariah-negara-sukuk-ritel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 01:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[article by Alina edited by Edison Tahun 2009 ini perekonomian dunia diperkirakan akan mengalami perlambatan yang juga akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Di tengah terjadinya krisis eknomi global kali ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan hanya tumbuh sekitar 4%. Angka pertumbuhan ini boleh dikatakan sangat tidak memadai, karena suatu penelitian memperkirakan bahwa untuk menyerap tenaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=856&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><em><span style="color:#000000;">article by </span></em></span><strong><span style="color:#0000ff;"><em>Alina<br />
</em></span></strong><span style="color:#000000;"><em>edited by</em><em> </em></span><strong><span style="color:#0000ff;"><em>Edison</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahun 2009 ini perekonomian dunia diperkirakan akan mengalami perlambatan yang juga akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Di tengah terjadinya krisis eknomi global kali ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan hanya tumbuh sekitar 4%. Angka pertumbuhan ini boleh dikatakan sangat tidak memadai, karena suatu penelitian memperkirakan bahwa untuk menyerap tenaga kerja dan menghindari bertambahnya pengangguran, ekonomi Indonesia harus tumbuh sekitar 8%. Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya sebesar 4%, diperkirakan tahun ini jumlah pengangguran akan bertambah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk memerangi tingkat pengangguran, dalam keadaan normal akan membutuhkan peran dari sektor swasta dan  juga pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. Tetapi dalam kondisi saat ini, dimana dunia usaha sedang &#8216;<em>susah</em>&#8216;, pemerintah terpaksa harus menanggung sebagian besar tanggung jawab itu. Ini karena sulit untuk mengharapkan swasta untuk menciptakan lapangan kerja dalam kondisi ekonomi saat ini. Sederhananya, tidak melakukan PHK saja sudah bagus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akibat kondisi di atas, maka pemerintah  di tahun 2009 ini, terpaksa menambah pengeluaran belanjanya untuk membantu memutar roda perekonomian. Padahal di saat yang bersamaan, pendapatan pemerintah sedang turun akibat turunnya harga komoditas. Pendapatan pajak juga diperkirakan akan menurun karena pendapatan pajak akan sangat tergantung dari kondisi ekonomi. Jika ekonomi baik, tentunya penerimaan pajak akan tinggi. Sebaliknya jika ekonomi dalam kondisi seperti saat ini, laba dunia usaha akan menurun sehingga penerimaan pajak juga akan turun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akibat bertambahnya pengeluaran dan menurunnya pendapatan, maka tahun ini defisit APBN pemerintah diperkirakan akan meningkat. Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah terpaksa &#8216;kas-bon&#8217; (alias hutang). Salah satu instrumen hutang yang akan dipakai oleh pemerintah di tahun ini adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>SUKUK RITEL</strong></span><span id="more-856"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kebetulan pula, pada saat yang bersamaan, di tengah ketidakpastian ekonomi, masyarakat mulai meliriik instrumen investasi yang aman, terlebih dengan adanya beberapa insiden buruk di dunia investasi akhir-akhir ini. SUKUK RITEL, sebagai instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah diharapkan akan menjadi pilihan yang menarik oleh masyarakat, karena memenuhi kriteria investai yang relatif sangat aman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">SUKUK RITEL yang pertama akan diterbitkan pada Februari 2009, dengan ketentuan:</p>
<ul>
<li>Masa penawaran pada tanggal 23 Jan – 20 Februari 2009.</li>
<li>Tenor 3 tahun (dengan kata lain jatuh tempo dalam 3 tahun).</li>
<li>Nilai nominal per unit 1 juta rupiah</li>
<li>Minimum pembelian sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya serta tidak ada batas maksimum pembelian.</li>
<li>Pencatatan di bursa akan dimulai tanggal 26 Februari 2009.</li>
<li>Imbal hasil akan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 25.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">SUKUK RITEL ini diterbitkan berdasarkan akad <em>ijarah</em> (akad sewa menyewa atas suatu aset). Aset SBSN yang disewakan merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang memiliki nilai ekonomis seperti tanah dan bangunan. Penggunaan aset SBSN dapat dilakukan dengan cara dijual, disewakan, atau cara lain yang mengacu kepada prinsip syariah. Sebagai informasi, di awal merencanakan untuk menerbitkan sukuk, pemerintah telah menyediakan underlying asset senilai Rp18 triliun. Dan itu baru terpakai sekitar Rp4 triliun ketika menerbitkan sukuk perdana di pasar domestik, Agustus lalu. Dengan demikian masih ada sekitar Rp 14 triliun asset yang bisa dipakai sebagai dasar penerbitan SUKUK.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk mendukung penerbitan sukuk negara ritel, pemerintah telah menunjuk konsultan hukum dan agen penjual. Konsultan hukum dimaksud adalah Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office. Adapun agen penjual akan terdiri dari 13 perusahaan yang terdiri dari empat bank umum konvensional, satu bank umum syariah, dan delapan perusahaan efek. Berikut ini adalah daftar agen penjualnya :</p>
<ol>
<li>PT. Danareksa Sekuritas</li>
<li>PT. Trimega Securities, Tbk</li>
<li>CIMB-GK Securities Indonesia</li>
<li>PT. Bank Syariah Mandiri</li>
<li>PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk</li>
<li>Citi Bank NA</li>
<li>The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.</li>
<li>Bank Internasional Indonesia</li>
<li>PT. Andalan Artha Advisindo Sekuritas</li>
<li>PT. Reliance Securities</li>
<li>PT. Anugerah Securindo Indah</li>
<li>PT. Bahana Securities</li>
<li>PT. BNI Securities</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa pembaca  mungkin ada yang  bertanya-tanya, berapa besarnya tingkat return/imbal hasil yang akan diterima oleh investor SUKUK RITEL? Tingkat imbal hasil /return ini akan ditentukan sehari sebelum masa penawaran dimulai. Tetapi untuk mendapatkan sedikit gambaran kasar, kita bisa melihat hasil pelelangan SUN yang baru saja dilakukan pemerintah 13 Januari lalu. Obligasi SUN Seri FR0023 dengan jatuh tempo tanggal 15 Desember 2012 (sekitar 3 tahun) terjual dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 11,0%. Mengingat tanggal jatuh tempo SUKUK RITEL tidak berbeda jauh dengan obligasi tersebut, maka ada kemungkinan imbal hasil SUKUK RITEL tidak akan jauh dr 11%.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun demikian, ada suatu faktor lagi yang perlu diperhitungkan. Jika kita lihat kembali beberapa tahun lalu, sewaktu menerbitkan ORI001, pemerintah memilih untuk memberikan imbal hasil yang tinggi (12,05%). Strategi ini digunakan sebagai taktik marketing pemerintah untuk lebih menarik minat investor, mengingat ORI pada saat itu masih merupakan produk baru.Bukan tidak mungkin strategi yang sama kembali diterapkan oleh pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu target SUKUK RITEL ini adalah para pemegang deposito (deposan) yang masih menaruh dananya di deposito yang meberikan tingkat bunga tinggi (10% -12%). Mengingat saat ini LPS sudah menurunkan tingkat bunga penjaminan menjadi 9.5%, diharapkan dengan adanya penurunan tingkat bunga penjaminan ini akan membuat deposan lebih tertarik untuk memindahkan dananya ke SUKUK RITEL yang lebih aman. Meskipun demikian, untuk bisa menarik para pemegang dana tersebut, tentunya imbal hasil SUKUK RITEL tidak boleh &#8216;<em>kalah</em>&#8216; terlalu jauh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada akhirnya, perkiraan imbal hasil SUKUK RITEL tersebut hanyalah sebuah &#8216;perkiraan&#8217;. Kita tunggu saja berapa besaran imbal hasil yang akan diberikan oleh pemerintah melalui SUKUK RITEL ini. Jadi bagaimana? Ada pembaca blog yang tertarik untuk berinvestasi di SUKUK RITEL perdana ini?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/856/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=856&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/01/16/surat-berharga-syariah-negara-sukuk-ritel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>141</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kresna Index 45: Edison Pergi Ke Pasar&#8230;. (LAGI) Part 2</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/29/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/29/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[(bersambung dari part 1) Dalam part 1, saya telah bercerita tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prospektus Reksadana Kresna Index 45. Kini cerita akan saya lanjutkan mengenai &#8216;jalan-jalan&#8217; saya ke kantor Reksadana Index 45. &#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211; Seperti yang saya tulis sebelumnya, dalam kunjungan kami (Saya, Putrie_kmps &#38; Rakhmi) diterima oleh saudari Ita dan Bapak Imamat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=669&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="baca part 1" href="http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/" target="_self">(bersambung dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam part 1, saya telah bercerita tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prospektus Reksadana Kresna Index 45. Kini cerita akan saya lanjutkan mengenai &#8216;jalan-jalan&#8217; saya ke kantor Reksadana Index 45.<span id="more-669"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang saya tulis sebelumnya, dalam kunjungan kami (Saya, Putrie_kmps &amp; Rakhmi) diterima oleh saudari Ita dan Bapak Imamat Dalimunthe, salah satu anggota tim pengelola Reksadana Kresna Index 45.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembicaraan kami dimulai dengan topik seputar &#8216;aturan main&#8217; redemption yang agak unik di reksadana ini (telah dibahas di part 1). Seperti dugaan saya, pak Imamat menyatakan bahwa memang aturan tersebut dibuat untuk membuat para trader tidak masuk ke reksadana ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain untuk &#8216;memblokir&#8217; para trader, penentuan kesempatan redemption yang &#8217;3 bulan sekali&#8217; ini pun didasari alasan lain. Seperti yang bisa dilihat pada prospektus, Manajer Investasi Kresna Indeks 45 bisa &#8216;menggeser&#8217; porsi dari suatu saham menjadi sebesar 80% hingga 120% dari &#8216;bobot&#8217; aslinya di dalam LQ-45. Sebagai ilustrasi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Misalkan dalam indeks LQ-45, porsi sebenarnya dari SMGR (Semen Gresik) adalah 2%. Seandainya manajer Investasi &#8216;<em>menyukai</em>&#8216; SMGR, maka ia bisa meningkatkan prosi SMGR dalam reksadana ini hingga maksimal menjadi 2,4% (=120%x2%). Sebaliknya jika manajer Investasi meragukan kinerja perusahaan SMGR, ia bisa &#8216;<em>mengerem</em>&#8216; porsi SMGR dalam reksadana ini hingga menjadi hanya 1,6% (=80%x2%).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Penyetelan ulang target porsi ini, menurut pak Imamat akan dilakukan 3 bulan sekali. Dengan menyamakan waktu penyetelan ulang ini dengan waktu redemption, maka logikanya manajer Investasi bisa melakukan penghematan biaya transaksi (yang pada akhirnya manfaatnya akan dinikmati oleh para Investor).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENTING:</strong> Dari berbagai penjelasan pak Imamat, kesimpulan yang saya dapatkan adalah bahwa <strong><span style="color:#0000ff;">Reksadana Index Kresna 45 menjalankan metode ENHANCED INDEXING</span></strong>. Dalam metode ini, manajer Investasi bisa sedikit &#8216;mengotak-atik&#8217; reksadana indexnya (tetapi masih dibatasi oleh aturan 80%-120% dari bobot asli saham seperti yg kita telah lihat di atas). Ini berbeda dengan PASSIVE INDEXING (Traditional Indexing) dimana Manajer Investasi hanya sekedar mengikuti komposisi di Index acuannya (tanpa dikotak-katik).</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan dari ENHANCED INDEXING tentunya sudah jelas. Manajer Investasi yang menerapkan ENHANCED INDEXING mencoba utk memberikan hasil  yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan Index (terlepas dari apakah tujuan ini bisa tercapai atau tidak). Akibat dari penggunaan ENHANCED INDEXING adalah bahwa kinerja reksadana index ini bisa  agak &#8216;melenceng&#8217; dari Index.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menerapkan ENHANCED INDEXING, maka berarti <span style="color:#0000ff;"><strong>reksadana KRESNA Indeks 45 ini  dikelola secara aktif</strong></span> (dan bukan pasif).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas &#8216;<em>pemanasan</em>&#8216; di atas, pembicaraan pun saya bawa ke topik yang paling penting menurut saya, yaitu biaya dan fee. Para Investor Reksadana harus selalu mengingat ungkapan &#8216;<em>Performance comes and goes, but Fees are Forever</em>&#8216; (Kinerja Reksadana itu bisa naik dan turun, tetapi Fee/biaya adalah untuk selamanya).</p>
<p style="text-align:justify;">Saya lalu mengungkapkan pertanyaan &#8216;utama&#8217; saya, yaitu mengapa reksadana kresna indeks 45 ini mempunyai biaya imbalan manajer investasi yang relatif tinggi, yaitu maksimal 1,5% dibandingkan dengan reksadana Indeks DINAR yg hanya 0,3%. Biaya sebesar ini bisa dikatakan setara dengan reksadana non-index. Dalam hal ini, pak Imamat mengungkapkan bahwa angka tersebut hanya merupakan angka maksimal dan dalam prakteknya, biasanya biaya yang dikenakan tidak mencapai sebesar itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, ketika saya menyadari bahwa Reksadana Kresna ini menerapkan ENHANCED INDEXING, penyebab  biaya imbalan MI yang relatif besar untuk reksadana index ini sudah jelas.  Seperti yang saya tulis di atas, penerapan ENHANCED INDEXING menandakan bahwa Reksadana ini dikelola secara aktif (Actively Managed) dan bukan pasif (Passively Managed).</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu faktor utama John Bogle dan juga Warren Buffet menganjurkan Reksadana Index adalah karena keunggulan dari segi biayanya (yang relatif rendah karena dikelola secara pasif). Penerapan pengelolaan secara aktif yang dilakukan oleh Manajer Investasi bisa membuat keunggulan biaya dari Index-Investing berkurang ataupun bahkan hilang sama sekali.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan berikutnya yang saya tanyakan adalah seputar tracking-error (selisih antara kinerja reksadana ini dibandingkan dengan index LQ-45). Data dari Pak Imamat menunjukkan bahwa tracking-error terakhir untuk reksadana ini adalah sebesar 3,5%. Beliau juga menginformasikan bahwa target mereka adalah menjaga angka tracking error ini di bawah angka 5%.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mungkin di sini perlu saya tambahkan penjelasan untuk menghindari timbulnya salah persepsi mengenai tracking error ini. Andaikan  index LQ-45 bergerak naik 10%, dan tracking error sebuah reksadana index adalah 2%, seringkali timbul salah pengertian bahwa Reksadana ini bisa naik antara 8% sampai dengan 12%.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang benar dalam hal ini adalah bahwa seandainya Index LQ-45 bergerak naik 10%, dan tracking errornya adalah 2%, maka Reksadana ini akan bergerak naik antara 9,8% sampai dengan 10,2%</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Besarnya angka tracking error yg relatif besar untuk ukuran reksadana index, dalam hal ini bisa saya pahami mengingat situasi bursa saham kita yang sangat bergejolak akhir-akhir ini dan juga karena penerapan ENHANCED Indexing oleh manajer Investasi.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya masih banyak lagi hal yang sempat kami bicarakan dengan pak Imamat, tetapi mungkin tidak bisa saya tuliskan seluruhnya di sini (pembicaraan kami berlangsung kurang lebih 2 jam). Bagi para teman-teman yang tertarik untuk berinvestasi melalui reksadana ini, saya ingin berbagi beberapa hal yang harus diingat dan dipertimbangkan:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Meskipun merupakan reksadana Index, reksadana ini menerapkan ENHANCED INDEXING dan dikelola secara aktif. Jika anda ingin mencari reksadana index yang dikelola secara pasif, maka ini bukan produk yang anda cari.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Konsekuensi dari pengelolaan aktif di atas adalah biaya yang relatif tinggi, terutama untuk biaya imbalan Manajer Investasi (dibandingkan dengan alternatif index-investing lainnya, yaitu ETF R-LQ45X dan reksadana DINAR)</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengingat biaya-biaya yang di atas sulit untuk dinegosiasikan, karena dibebankan secara kolektif ke reksadana, maka rekomendasi saya adalah untuk menegosiasikan biaya subscription. Mengingat besarnya biaya imbalan manajer investasi, saran saya adalah untuk berusaha sebisa mungkin mendapatkan subscription fee sebesar 0%.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sebagai jalan tengah dalam negosiasi subscription fee o%, pertimbangkan untuk mengajukan semacam &#8216;kontrak&#8217; investasi rutin, dimana calon investor membuat komitmen untuk berinvestasi rutin setiap bulan (ataupun setiap 2 bulan ataupun setiap 3 bulan) dalam jumlah yang tetap serta jangka waktu investasi yang panjang. Seandainya investor gagal memenuhi komitmen tersebut, barulah dikenakan biaya subscription fee. Ajukan permohonan ini secara tertulis (lewat e-mail) lewat marketing yang melayani anda untuk diajukan ke Manajer Investasi.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari berbagai hal di atas, saya pribadi merasa senang dengan hadirnya reksadana baru ini. Mengapa? Harapan saya adalah bahwa dengan adanya produk reksadana baru ini, bisa melahirkan persaingan yang lebih kompetitif di dunia index investing Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang kerap saya tulis di blog ini, menjadi Investor di Indonesia memang terkadang melibatkan pilihan yang bagaikan buah simalakama. Produk-produk investasi masih dalam tahap perkembangan sehingga setiap produk bisa dikatakan ada kekurangan maupun kelebihannya, dan tidak ada produk yang sempurna 100%. Dibandingkan dengan reksadana DINAR misalnya, reksadana ini menawarkan diversifikasi yang lebih luas dan juga akses ke sektor finansial (yg tidak tersedia di DINAR). Di lain sisi, DINAR mempunyai struktur biaya yang agak lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin mengingatkan kembali sebuah saran dari Buffet:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>For most investors, the best way to invest is through a <strong>Low Cost</strong>, <strong>No Load</strong>, P<strong>assively Managed</strong>, <strong>Wide-Diversification</strong> <strong>Index Funds</strong>.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Meskipun Reksadana Kresna Index 45 ini sayangnya belum memenuhi keseluruhan kriteria di atas, seandainya anda bisa mendapatkan subscription 0%, maka kriteria yang &#8216;kurang&#8217; hanyalah tinggal &#8216;Low-Cost&#8217; dan &#8216;Passively Managed&#8217;. Jika anda bisa menerima &#8216;kekurangan&#8217; tersebut, maka produk baru dari Kresna Securities ini bisa menjadi salah satu alternatif instrumen investasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir artikel ini, saya ingin mengucapkan terima-kasih kepada pihak Kresna Securities yang begitu membantu dalam pengumpulan informasi untuk artikel ini, khususnya kepada pak Imamat dan saudari Ita yang sampai terpaksa &#8216;lembur&#8217; karena kunjungan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=669&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/29/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kresna Index 45: Edison Pergi Ke Pasar&#8230;. (LAGI) Part. 1</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 13:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman pembaca lama mungkin masih ada yang ingat dengan artikel &#8216;Edison Pergi Ke Pasar&#8217; yang pertama di blog ini. Jika ketika itu saya pergi ke &#8216;pasar&#8216; untuk melihat-lihat kondisi pasar perdana ORI 5, maka kali ini saya berangkat ke &#8216;pasar&#8216; untuk mengorek lebih jauh mengenai produk Reksadana  Indeks baru, yaitu Kresna Index 45. Selain &#8216;pasar&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=665&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Teman-teman pembaca lama mungkin masih ada yang ingat dengan artikel &#8216;<a title="Edison Pergi Ke Pasar..." href="http://janganserakah.com/2008/08/20/ori-seri-005-edison-pergi-ke-pasar/" target="_blank">Edison Pergi Ke Pasar&#8217; yang pertama di blog ini</a>. Jika ketika itu saya pergi ke &#8216;<em>pasar</em>&#8216; untuk melihat-lihat kondisi pasar perdana ORI 5, maka kali ini saya berangkat ke &#8216;<em>pasar</em>&#8216; untuk mengorek lebih jauh mengenai produk Reksadana  Indeks baru, yaitu Kresna Index 45.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain &#8216;<em>pasar&#8217;</em> yang tidak sama, &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; kali ini juga mempunyai perbedaan lainnya dengan artikel yang dahulu. Jika dahulu saya &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; sendirian, maka kali ini saya sempat mengajak teman-teman pembaca blog untuk <a href="http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/" target="_blank">ikut jalan-jalan bersama saya</a>. Sayangnya tidak banyak yang bisa datang, sehingga pada akhirnya saya hanya ditemani oleh Putrie_kmps dan Rakhmi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana hasil &#8216;jalan-jalan&#8217; saya kali ini?<span id="more-665"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum saya menceritakan tentang hasil &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; saya, saya ingin terlebih dahulu membagi pandangan saya terhadap berbagai informasi yang terdapat di dalam <a href="http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/" target="_blank">prospektus Reksadana Kresna Index 45</a> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu informasi yang paling menarik perhatian saya dalam prospektus tersebut adalah mengenai pembatasan waktu Redemption (pencairan investasi kita). Dalam hal ini, para investor reksadana Kresna Index 45 hanya dapat melakukan Redemption di 7 hari Bursa terakhir di bulan Maret, Juni, September ataupun Desember. Untuk melakukan redemption ini pun harus sudah diinformasikan kepada Manajer Investasi pada awal bulan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari diskusi yang berkembang di artikel tentang prospektus tersebut, banyak dari pembaca blog yang menilai aturan tersebut membuat Reksadana tersebut kurang likuid. Tentunya saya mengerti pemikiran para teman-teman tersebut. Bayangkan jika anda tiba-tiba membutuhkan uang dan ingin mencairkan investasi anda, tetapi akhirnya terpaksa menunggu karena di bulan tersebut tidak bisa melakukan redemption. Tentunya komentar &#8216;kurang likuid&#8217; dalam hal ini bisa dikatakan sulit untuk dibantah..</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, saya ingin mencoba mengajak pembaca untuk melihat apakah ada konsekuensi lain dari aturan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu hal yang bisa dikatakan &#8216;ditakuti&#8217; oleh hampir semua  manajer Investasi adalah calon investor yang berpikiran seperti &#8216;trader&#8217;. Calon Investor seperti ini rajin &#8216;keluar-masuk&#8217; dari reksadana, tiada bedanya dengan trader di dalam dunia saham. Mengapa calon investor seperti ini &#8216;ditakuti&#8217;?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi, marilah kita bayangkan sebuah Reksadana Saham Jangan Serakah. Reksadana ini mempunyai total dana kelolaan sebesar Rp 500 Milyar. Dari nilai tersebut, ternyata ada 1 investor besar yang porsi penyertaannya mencapai Rp 200 Milyar. Sisanya (Rp 300 Milyar), dipegang oleh berbagai investor kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, mari kita bayangkan bagaimana seandainya Investor besar tersebut mempunyai pola pikir &#8216;trader&#8217;, dan aktif &#8216;keluar-masuk&#8217; reksadana tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bulan pertama, karena berpendapat bursa akan turun, investor besar tersebut mencairkan seluruh unit penyertaannya. Manajer Investasi pun akan terpaksa menjual sebagian dari saham yg dimilikinya untuk mengembalikan dana investor tersebut, yaitu dalam hal ini senilai Rp 200 Milyar. Untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang besar seperti ini, akan menimbulkan beberapa biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya yang pertama dan paling jelas terlihat adalah biaya transaksi saham (brokerage). Setiap kali terjadi transaksi saham, tentunya biaya ini tidak bisa dihindari.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya kedua yang akan timbul adalah berupa harga transaksi yang &#8216;jelek&#8217;. Ketika Manajer Investasi melepaskan saham (apalagi dalam jumlah besar), harga saham tersebut akan cenderung &#8216;tertekan&#8217; dan mengalami penurunan. Akibatnya sang manajer investasi terkadang terpaksa menjual dengan harga yang kurang bagus.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika setelah itu di bulan berikutnya, karena merasa bursa akan naik, sang &#8216;trader&#8217; reksadana tersebut &#8216;masuk&#8217; kembali?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Manajer Investasi, kali ini harus membeli saham-saham senilai Rp 200 Milyar. Tentunya ini juga akan menimbulkan biaya transaksi saham (brokerage). Selain itu, permintaan pembelian dalam jumlah sebesar ini akan mendorong harga saham naik. Akibatnya terkadang manajer Investasi terpaksa membeli saham dengan harga yang lebih mahal.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sekarang bayangkan jika misalkan Rp 200 Milyar itu bukan dipegang oleh 1 orang, melainkan oleh sekelompok pemilik dana yang mempunyai pola pikir &#8216;trading&#8217;. Akhir ceritanya tidak jauh berbeda. Ketika dalam sebuah reksadana banyak terdapat orang-orang yang berpola pikir &#8216;trading&#8217; dan bukan &#8216;investor&#8217;, maka akan terjadi perputaran &#8216;keluar-masuk&#8217; yang tinggi di reksadana tersebut, yang akhirnya akan menimbulkan berbagai biaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pertanyaannya</strong></span> : Siapakah yang menanggung berbagai biaya ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Jawabannya</strong></span> : Seluruh Investor Reksadana tersebut, termasuk juga para investor yang memegang unit penyertaan sebesar Rp 300 Milyar, meskipun mereka tidak &#8216;salah apa-apa&#8217;. Ini karena biaya transaksi  efek menjadi tanggungan para investor secara keseluruhan dan dipotong dari Nilai Asset Bersih Reksadana tersebut. Ini tentunya akan mengurangi hasil investasi para investor Reksadana tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari sudut pandang di atas, &#8216;<em>aturan main</em>&#8216; yang ditetapkan oleh Kresna, menurut saya merupakan &#8216;dobrakan&#8217; yang cukup berani. Naluri saya mengatakan bahwa aturan main tersebut, meskipun mempunyai konsekuensi &#8216;kurang likuid&#8217;, akan membuat para trader menjauhi reksadana ini. Dengan demikian para investor &#8216;tulen&#8217; reksadana tersebut bisa terhindar dari skenario seperti yang saya ceritakan di atas.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi lainnya yang menarik mata saya di dalam prospektus Reksadana tersebut adalah besaran Fee/Biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita berbicara mengenai biaya dalam reksadana, secara garis besar kita bisa mengklasifikasikan berbagai biaya tersebut berdasarkan &#8216;siapa yang menanggungnya&#8217;:</p>
<ol>
<li>Pemegang Unit Penyertaan (dalam prakteknya adalah masing-masing individu)</li>
<li>Reksadana Tersebut (sebagai institusi yang berdiri sendiri)</li>
<li>Manajer Investasi (Pengelola Reksadana Tersebut)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dalam prospektus Kresna Indeks 45, biaya-biaya ini bisa dilihat di halaman 21.</p>
<p style="text-align:justify;">Seringkali timbul kesalah-pahaman di kalangan para investor reksadana yang mengira bahwa mereka hanya menanggung biaya-biaya sebagai Pemegang Unit Penyertaan (no. 1 di atas), seperti biaya Subscription maupun Redemption. Akibatnya, kebanyakan orang hanya fokus ke biaya-biaya ini (<em>terlebih karena biaya-biaya ini biasanya bisa dinegosiasikan</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak Investor di Reksadana terkadang lupa bahwa mereka adalah pemilik dari reksadana tersebut. Akibatnya, biaya yang ditanggung oleh Reksadana tersebut (no. 2 di atas) akan ditanggung oleh mereka. Biaya-biaya yang termasuk ke dalam kategori ini adalah  biaya imbalan untuk Manajer Investasi, biaya untuk Bank Kustodian, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya lagi, meskipun para Investor tersebut tidak akan bisa berbuat banyak mengenai biaya yg seperti ini karena berbeda dengan biaya no. 1, biaya no. 2 ini bisa dikatakan tidak bisa ditawar.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan biaya yang dikenakan oleh Reksadana Kresna Indeks 45 ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk biaya yang ditanggung oleh masing-masing pemegang unit penyertaan:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Biaya Subscription adalah sebesar maksimal 1,5%. Karena besarnya Subscription Fee bisa dinegosiasikan, maka dalam hal ini agak sulit untuk melakukan perbandingan dengan alternatif index investing lainnya (reksadana DINAR). Pada akhirnya, ini akan tergantung kepada posisi tawar menawar masing-masing investor.</li>
<li>Biaya Redemption, jika masa investasi di atas 3 tahun adalah sebesar 0%. Bagaimana dengan biaya Redemption di bawah 3 tahun? Biaya tersebut bagi saya pribadi kurang relevan karena setiap orang yang berinvestasi di reksadana saham seharusnya mempunyai jangka waktu investasi minimal 10 tahun.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p>Untuk biaya yang ditanggung oleh Reksadana Kresna Index (ditanggung oleh keseluruhan investor), ada beberapa hal yang menarik:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Imbalan Jasa Manajer Investasi sebesar maksimal 1,5%. Angka ini sendiri menurut saya relatif tinggi, apalagi untuk sebuah reksadana yang dikelola secara Pasif. Sebagai perbandingan, beberapa reksadana Indonesia yang dikelola secara Aktif pun mengenakan biaya sebesar 1,5%. Dari informasi yang saya dapat, Reksadana DINAR, sebagai alternatif index investing lainnya di Indonesia hanya mengenakan manajemen fee sebesar 0,3%</li>
<li>Imbalan Jasa Agen Penjual Reksadana sebesar maksimal 2,0% (jika ada). Pembebanan biaya ini di sini menurut saya agak kurang &#8216;adil&#8217; karena ditanggung &#8216;bersama&#8217;. Artinya Investor yang invest secara langsung ke Kresna pun bisa ikut menanggung beban, padahal mereka tidak menggunakan jasa agen penjual Reksadana.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan kejelasan mengenai hal-hal di atas (dan juga beberapa hal teknis lainnya), saya lalu &#8216;<em>jalan-jalan</em>&#8216; ke kantor Kresna Securities. Harapan saya adalah untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi seputar beberapa hal dalam prospektus tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kunjungan ke Kresna Securities kemarin, Saya, Putrie_kmps, dan Rakhmi (<em>yg agak terlambat karena kantornya nun jauh di Karawaci sana</em>) ditemui oleh saudari Ita Indrawan (Marketing) dan Bapak Imamat Dalimunthe, salah satu anggota Tim Pengelola Investasi untuk Reksadana Kresna Index 45. (<em>Dalam artikel ini saya ingin berterima-kasih atas hadirnya Bapak Imamat karena memungkinkan saya untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang lebih mendalam mengenai produk reksadana yang baru ini</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana hasil tanya jawab kami dengan Bapak Imamat?</p>
<p style="text-align:justify;">(<em>bersambung ke part 2</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=665&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/28/kresna-index-45-edison-pergi-ke-pasar-lagi-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prospektus Reksadana Kresna Indeks 45</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 22:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu &#8216;kebiasaan&#8217; yang sering saya temukan pada para calon Investor adalah enggan untuk membaca prospektus. Untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk investasi, banyak calon investor yang terbiasa semata-mata mengandalkan orang lain, baik itu teman, saudara, ataupun marketing dari produk tersebut (ini yg paling berbahaya). Akibatnya, para calon investor tersebut tidak memahami penuh produk tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=663&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu &#8216;<em>kebiasaan&#8217;</em> yang sering saya temukan pada para calon Investor adalah enggan untuk membaca prospektus. Untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk investasi, banyak calon investor yang terbiasa semata-mata mengandalkan orang lain, baik itu teman, saudara, ataupun marketing dari produk tersebut (ini yg paling berbahaya). Akibatnya, para calon investor tersebut tidak memahami penuh produk tersebut serta resiko yang terkait di antaranya. Biasanya acap kali cerita seperti ini berakhir dengan &#8216;air mata&#8217; calon investor tersebut (<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/16/05473765/ratusan.juta.rupiah.lenyap.seketika" target="_blank">seperti cerita ini misalnya</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, untuk kali ini saya ingin melakukan sesuatu yg &#8216;<em>lain</em>&#8216; di sini.<span id="more-663"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang teman-teman ketahui, baru-baru ini telah diluncurkan produk reksadana indeks baru, yaitu Kresna Indeks 45. Prospektus dari Reksadana tersebut telah saya upload di blog ini, yang bisa didownload di dalam Widget Box.net di sidebar sebelah kanan blog ini (kotak warna biru).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam prospektus tersebut, saya menemukan beberapa hal penting yang wajib diketahui oleh setiap calon Investor. Tetapi jika biasanya saya langsung menuliskan tentang hal-hal tersebut di blog ini, maka untuk kali ini saya ingin mengajak teman-teman pembaca blog untuk &#8216;<em>mencari</em>&#8216; sendiri hal-hal tersebut untuk lalu dibahas di bagian komentar artikel ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya &#8216;<em>permainan</em>&#8216; ini tidak terbatas kepada teman-teman yang ingin ikut ke <a title="baca tentang acara ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/22/event-presentasi-reksadana-kresna-indeks-45/" target="_blank">acara presentasi reksadana Kresna Indeks 45 tersebut</a>, tetapi juga akan bermanfaat bagi pembaca blog lainnya untuk melatih kecermatan dalam membaca prospektus.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok, selamat membaca prospektus!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=663&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/24/prospektus-reksadana-kresna-indeks-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X (part 2)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 03:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Instrumen Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ETF]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari part 1) Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217; antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka &#8216;resmi&#8217;  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya &#8216;masuk&#8217;-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=622&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="Part 1 artikel seri ini" href="http://janganserakah.com/2008/10/16/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x/" target="_self">(sambungan dari part 1)</a></p>
<p style="text-align:justify;">Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217; antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka &#8216;resmi&#8217;  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya &#8216;masuk&#8217;-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan di lapangan?<span id="more-622"></span></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu kita ingat kembali bahwa meskipun R-LQ45X merupakan reksadana, tetapi ia berbentuk saham. Oleh sebab itu, untuk &#8216;masuk&#8217; kita tentunya harus membeli R-LQ45X di bursa saham. Bagi teman-teman yang sudah akrab dengan dunia saham, tentunya tahu bahwa setiap pembelian saham akan berhadapan dengan masalah &#8216;spread&#8217; bid-ask. Meskipun demikian, saya akan menceritakan sedikit mengenai topik ini, agar teman-teman yang belum akrab dengan dunia saham bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang akan kita bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bursa saham secara sederhana bisa kita samakan dengan suatu pelelangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya berbicara pelelangan, mungkin gambaran pertama yang terlintas di pikiran sebagian besar pembaca adalah pelelangan penawaran suatu produk. Dalam pelelangan macam ini, penjualnya ada 1, sedangkan pembelinya lebih dari 1. Untuk bisa mendapatkan produk sang penjual, para pembeli lalu akan &#8216;berlomba&#8217; menawarkan harga yang lebih tinggi. Transaksi jual-beli akan dilakukan pada harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain pelelangan seperti di atas, ada lagi jenis pelelangan yang mungkin hanya terpikirkan oleh sebagian kecil pembaca blog. Berbeda dari pelelangan yang kita lihat di atas, pelelangan ini hanya mempunyai 1 pembeli, sedangkan jumlah penjualnya lebih dari 1. Dalam kondisi ini, tentunya para penjual yang harus bersaing utk &#8216;meminang&#8217; si pembeli. Mereka &#8216;berlomba&#8217; untuk menawarkan harga yang lebih murah. Harga termurah yang akan &#8216;menang&#8217; dan transaksi jual beli akan dilakukan pada harga tersebut. Pelelangan semacam ini lebih akrab dikenal sebagai &#8216;Tender&#8217; di dunia bisnis.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pertanyaannya kini,  termasuk jenis pelelangan yang manakah transaksi di bursa saham?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, bursa saham merupakan gabungan dari kedua jenis pelelangan tersebut sekaligus. Baik pembeli maupun penjual saham jumlahnya lebih dari 1. Para pembeli akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih tinggi, sedangkan para penjual akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih rendah. Harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli akan muncul sebagai harga BID, sedangkan harga terendah yang ditawarkan oleh para penjual akan muncul sebagai harga ASK (ataupun OFFER). Selisih di antara BID dan ASK dikenal sebagai BID-ASK SPREAD.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kini kita kembali lagi kepada perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai saham, para investor ETF R-LQ45X akan mengalami biaya tambahan berupa BID-ASK SPREAD yang kita bicarakan di atas. Semakin besar BID-ASK SPREAD, semakin besar biaya yang ditanggung oleh investor. Pertanyaannya kini adalah berapa besar biaya tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengamatan saya selama ini, dalam kondisi &#8216;tenang&#8217; BID-ASK SPREAD dari ETF ini relatif kecil, terkadang hanya 1 (satu) Rupiah per lembar. Seandainya harga ETF tersebut adalah Rp 300, berarti SPREAD ini hanya sebesar 0,33%, suatu angka yang masih bisa diterima di bursa negara berkembang seperti kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya kondisi di atas hilang ketika saham mengalami gejolak yang besar seperti yang kita alami akhir-akhir ini. Berikut adalah potret dari situasi &#8216;pasar&#8217; utk ETF R-LQ45X yang saya ambil baru-baru ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-626 aligncenter" title="BID-ASK R-LQ45X" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/10/new-11.jpg?w=428&#038;h=217" alt="" width="428" height="217" /></p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi kanan gambar ini, kita bisa melihat nilai LQ45 saat itu sebesar 288,421. Selain itu, terlihat juga nilai iR-LQ45X adalah sebesar 291,295. Angka ini merupakan angka indikatif (perkiraan) dari harga &#8216;wajar&#8217; dari ETF R-LQ45X.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita lihat sisi kiri gambar tersebut, kita akan bisa melihat betapa timpangnya kondisi di pasar untuk ETF ini. Harga termurah yang ditawarkan untuk ETF ini adalah Rp 349 per lembar, alias hampir 20% lebih tinggi dibandingkan dengan harga &#8216;wajar&#8217;-nya. Bagi para Investor, tentunya kondisi ini sangatlah merugikan, karena ibaratnya, anda diminta membayar Rp 1200 untuk selembar uang Rp 1000.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi para investor yang menjalankan program Investasi rutin dengan metode Dollar Cost Averaging, situasi ini semakin &#8216;menyakitkan&#8217;, karena ketika &#8216;jadwal&#8217; untuk invest tiba, mereka justru harus menghadapi problem ini, padahal kondisi bursa saat ini justru menguntungkan untuk melakukan pembelian.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri sangat menyayangkan kurang aktifnya Indopremier (sebagai penerbit ETF ini) dalam menjalankan peranan &#8217;market maker&#8217;. Seharusnya ketika kondisi seperti ini timbul, dimana harga penawaran R-LQ45X terlalu tinggi, mereka sebagai &#8216;produsen&#8217; ETF ini seharusnya masuk ke pasar dan menawarkan saham tersebut di harga yang lebih pantas. Dengan demikian para investor yang ingin &#8216;masuk&#8217; tidak &#8216;gigit jari&#8217; karena tidak bisa membeli saham tersebut akibat harganya yang tidak masuk akal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mempertimbangkan kondisi ini, maka nilai keunggulan &#8216;biaya&#8217; masuk ETF R-LQ45X (yg saya tulis di part 1) terpaksa saya &#8216;anulir&#8217;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: </strong><strong><span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">0</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">0</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Skor ini sendiri tidak bertahan lama, karena sejak saya menuliskan part 1 artikel ini, saya telah mendapatkan masukan dari beberapa pembaca blog bahwa Subscription Fee reksadana DINAR  bisa di-&#8217;tawar&#8217; hingga mencapai 0,5%. Pada tingkat ini, biaya &#8216;masuk&#8217; reksadana DINAR lebih atraktif dibandingkan dengan ETF R-LQ45X</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR</span> <span style="color:#ff0000;">1</span> <span style="color:#0000ff;">R-LQ45X</span> <span style="color:#ff0000;">0</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melihat perbandingan biaya &#8216;masuk&#8217;, langkah selanjutnya kita akan membandingkan biaya &#8216;keluar&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini Investor ETF R-LQ45X akan menanggung biaya komisi broker, yang lagi-lagi bervariasi antar broker. Bagi rata-rata Investor di Indonesia, komisi ini akan berkisar antara 0,27%-0,35%. Sebaliknya, Reksadana DINAR mengenakan biaya &#8216;keluar&#8217; (Redemption Fee) sebesar 1% jika masa Investasi kurang dari 3 tahun, dan 0% jika masa investasi lebih dari 3 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya selalu menekankan kepada teman-teman, saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Jangan berinvestasi menggunakan instrumen saham jika seandainya anda tidak siap untuk berinvestasi minimal 10 tahun. Dengan mempertimbangkan hal ini, maka biaya &#8216;keluar&#8217; Reksadana DINAR yang akan saya hitung adalah 0%, sehingga dalam faktor biaya &#8216;keluar&#8217; reksadana DINAR kembali mengungguli R-LQ45X</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor : <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">2</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">0</span></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Perbandingan ketiga yang akan lihat adalah mengenai biaya &#8216;tahunan&#8217; alias Expense Fee. Komponen terbesar biaya ini biasanya adalah Management Fee, yaitu imbalan bagi pengelola reksadana tersebut. Karena baik Reksadana DINAR maupun R-LQ45X merupakan reksadana yang dikelola secara &#8216;pasif&#8217; biaya ini akan relatif lebih kecil dibandingkan dengan reksadana yang dikelola secara &#8216;aktif&#8217; (actively managed).</p>
<p style="text-align:justify;">Reksadana DINAR dalam prospektusnya menginformasikan bahwa biaya tahunan yang ditanggung oleh Investor adalah maksimum 0,46%, yaitu terdiri dari :</p>
<ul>
<li>Management Fee 0,3%</li>
<li>Infaq Pendidikan 0,1%</li>
<li>Custodian Fee sebesar 0,06%.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">ETF R-LQ45X, di lain sisi mengenakan biaya:</p>
<ul>
<li>Management Fee 0,5%</li>
<li>Custodian Fee sebesar max 0,15%</li>
</ul>
<p>Dari faktor ini, kembali DINAR mengungguli ETF R-LQ45X.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">3</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">0</span></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;-oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai faktor perbandingan berikut, kita akan melihat kepada faktor Diversifikasi. Investasi melalui R-LQ45X akan terdiversifikasi ke dalam 45 saham. Sebaliknya Investasi dalam reksadana DINAR akan terdiversifikasi hanya ke dalam 30 saham.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal di atas, perlu diingat bahwa karena sifat syariahnya, saham-saham lembaga finansial non syariah seperti BCA, Bank Mandiri dan lain-lainnya tidak akan pernah masuk ke dalam Reksadana DINAR. Oleh karena itu, bisa dikatakan para Investor DINAR tidak akan menikmati pertumbuhan di sektor finansial.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi ini sendiri cukup mengganggu pikiran karena di bursa saham Indonesia, sektor finansial mempunyai kontribusi yang besar. Dengan di-&#8217;blokir&#8217;-nya saham-saham lembaga finansial utama dari DINAR, maka kemungkinan DINAR akan sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor pertambangan dan Agrikultur, sehingga bisa jadi DINAR lebih rentan terhadap perkembangan di sektor komoditas.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam faktor Diversifikasi, saya lihat R-LQ45X mengungguli reksadana DINAR</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Skor: <span style="color:#0000ff;">Reksadana DINAR <span style="color:#ff0000;">3</span> R-LQ45X <span style="color:#ff0000;">1 </span></span></strong><em><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">(akhirnya pecah juga telurnya)</span><br />
</span></span></em></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya jika diinginkan, ada beberapa lagi faktor yang bisa diperbandingkan seperti misalnya kemudahan akses, minimum invest, dll. Meskipun demikian faktor-faktor tersebut tidak akan saya bandingkan karena (1) tidak mempengaruhi hasil dari Investasi dan (2) hampir tidak ada perbedaan yang berarti di antara keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai rangkuman dari perbandingan yang telah kita lakukan, bisa kita lihat bahwa dari segi biaya Reksadana DINAR tampak jauh mengungguli R-LQ45X. Kondisi ini sendiri cukup kontras dengan kondisi di bursa Amerika. Di Amerika, fee ETF bisa dikatakan mengungguli reksadana index, kecuali jika jumlah investasinya terlalu kecil (sehingga keunggulan dalam fee tertelan oleh komisi broker).</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, Investor DINAR harus mempertimbangkan juga faktor diversifikasi dan tiadanya saham-saham lembaga finansial besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun saya selalu berusaha menghindari rekomendasi produk dalam artikel di blog saya ini (apalagi saya tidak menerima imbalan dari produk yang saya rekomendasikan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), untuk artikel kali ini mungkin saya terpaksa mengadakan perkecualian.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman yang menjalankan investasi rutin bulanan dengan metode Dollar Cost Averaging (seperti yg selalu saya sarankan), mungkin reksadana DINAR akan menjadi pilihan yang lebih baik di saat ini (dibandingkan dengan R-LQ45X)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PS:</strong> <em>Penulis artikel ini memegang saham R-LQ45X, tetapi selepas menulis artikel ini, jadi terpikir untuk memindahkannya ke reksadana DINAR karena faktor biaya. </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=622&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/18/reksadana-dinar-vs-etf-r-lq45x-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2008/10/new-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BID-ASK R-LQ45X</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>