<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Guest Blogger</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/category/guest-blogger/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='janganserakah.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d528815cd098af4ded4ea5f747ac55f8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi &#187; Guest Blogger</title>
		<link>http://janganserakah.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://janganserakah.com/osd.xml" title="Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://janganserakah.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Guest Blogger: Kasus Koperasi KarangAsem Membangun</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/03/15/guest-blogger-kasus-koperasi-karangasem-membangun/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/03/15/guest-blogger-kasus-koperasi-karangasem-membangun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Scam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=1309</guid>
		<description><![CDATA[Article by: Anandita (aditpulsa) Edited by: Edison Kasus Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) di Kabupaten Pinrang, Sulawawesi Selatan yang menawarkan bunga simpanan fantastis hingga 30% per bulan sampai akhirnya nasabah dirugikan ratusan milyar rupiah, ternyata belum menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Bagi Anda yang belum pernah tahu Kabupaten KarangAsem, belakangan ini akan semakin sering mendengar nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1309&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Article by: <span style="color:#0000ff;">Anandita (aditpulsa)</span></strong><br />
<strong>Edited by: <span style="color:#0000ff;">Edison</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kasus Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) di Kabupaten Pinrang, Sulawawesi Selatan yang menawarkan bunga simpanan fantastis hingga 30% per bulan sampai akhirnya nasabah dirugikan ratusan milyar rupiah, ternyata belum menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia.</p>
<div id="attachment_1311" class="wp-caption alignright" style="width: 258px"><img class="size-full wp-image-1311" title="ka" src="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/ka.png?w=248&#038;h=248" alt="Baliho Koperasi KarangAsem" width="248" height="248" /><p class="wp-caption-text">Baliho Koperasi KarangAsem</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bagi Anda yang belum pernah tahu Kabupaten KarangAsem, belakangan ini akan semakin sering mendengar nama KarangAsem di media massa. Apa pasalnya, sehingga nama KarangAsem mencuat? Jawaban paling sahih, mencuatnya nama KarangAsem akibat adanya kasus investasi  Koperasi KarangAsem Membangun.<span id="more-1309"></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Kabupaten KarangAsem adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bali. Kabupaten ini masih tergolong kabupaten tertinggal  dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah dan kondisi perekonomian daerah yang relatif <em>&#8216;morat-marit&#8217;</em>. Data dari Pemda Karangasem menyebutkan pendapatan per kapita masyarakat  hanya sekitar Rp 6 juta per tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 2006 lalu, di kabupaten ini lahirlah sebuah koperasi dengan nama <strong>Koperasi KarangAsem Membangun</strong> (KKM). KKM ini dalam operasinya mengusung beberapa nama &#8216;besar&#8217; di daerah tersebut. Pengurus KKM, misalnya, diketuai oleh Direktur Utama PDAM Karangasem, I Gede Putu Kertia, sehingga banyak anggota masyarakat yang tidak meragukan kredibilitas koperasi tersebut. Dengan bekal kredibilitas tersebut, KKM tersebut mampu menarik nasabah dari golongan pejabat dan masyarakat berpendidikan tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">KKM sebenarnya bergerak pada beberapa bidang usaha, antara lain simpan pinjam, toko dan capital investment <em>(bisa dilihat di website KKM di <a href="http://www.kkm.balipromotion.net/" target="_blank">http://www.kkm.balipromotion.net</a>)</em>. Salah satu layanan KKM yang menjadi <em>&#8216;primadona&#8217;</em> adalah Capital Investment (Investasi Modal). Layanan Capital Investment  yang dikelola oleh  KKM menjanjikan tingkat pengembalian investasi sebesar 150% setelah tiga bulan menanamkan modal. Dengan kondisi sosial dimana mayoritas masyarakat tergolong ekonomi kurang mampu dan juga pendidikan yang relatif rendah, iming-iming keuntungan sebesar itu tentunya sangat menggiurkan. Lucunya, ada juga beberapa anggota DPRD Kabupaten Karangasem yang ikut  <em>&#8216;berinvestasi&#8217; </em>di KKM, bahkan ada yang sampai menanamkan modal sebesar Rp.400 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Konyolnya, walaupun KKM menawarkan produk investasi, koperasi tersebut sama sekali tidak mengantongi  ijin dari Bapepam. Pada kenyataannya, sebenarnya layanan Investment Capital tersebut adalah penipuan model piramida uang. Sebagian nasabah yang masuk duluan, memang berhasil mendapatkan kembali uangnya sekaligus dengan &#8216;<em>keuntungannya&#8217;</em>. Seorang pemodal misalnya, memberikan testimoni bahwa hanya dengan bermodalkan Rp 500 ribu, dalam waktu 3 bulan ia mendapatkan hasil Rp.1,5 juta. Dengan iming-iming 150% tersebut, antara November 2007 hingga 20 Februari 2009, KKM berhasil menjaring 72.000 nasabah dengan nilai total simpanan Rp.700 milyar.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara akal sehat, tentunya sangat tidak masuk akal bahwa produk investasi KKM bisa menawarkan keuntungan yang begitu tinggi (150% per tiga bulan alias 600% per tahun). Perlu diingat, return 150% hanya untuk nasabah saja, belum termasuk biaya operasional dan margin bagi KKM. Artinya, KKM harus menginvestasikan modal nasabah dengan return di atas angka  150%  tersebut dalam waktu tiga bulan, agar skema capital investment tidak ambruk. Ini tentunya boleh dikatakan mustahil bisa bertahan lama.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Beruntung Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg cepat bertindak, dengan meminta kepolisian segera menutup bisnis investasi ala KKM tersebut. Hasil penyitaan asset, hanya berhasil menyita asset senilai Rp.321 milyar atau hanya separuh dari simpanan total nasabah Rp.700 milyar. Lebih dari Rp.400 milyar uang nasabah tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sayangnya, tindakan Bupati Karangasem, justru ditentang oleh para nasabah. Ironis sekali, mereka tidak merasa tertipu dan menganggap Bupati Karangasem melakukan fitnah sehingga pengurus KKM ditangkap polisi. Nasabah malah meminta pengurus KKM dibebaskan, agar dana mereka yang telah disetorkan dapat dikembalikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perilaku nasabah KKM, bisa dikatakan mirip-mirip dengan member InterMetro Fund dan Bisnis5Milyar.com yang pernah diangkat di blog JanganSerakah ini. Mereka tidak mau mempelajari skema investasi yang dijanjikan dan hanya terfokus pada return yang menarik. Nasabah KKM juga mengabaikan fakta bahwa skema capital investment ala KKM tidak mendapatkan ijin, baik dari Bank Indonesia atau Bapepam. Tuntutan nasabah KKM agar Pemerintah mengganti uang yang dsetorkan ke KKM juga sulit untuk direalisasikan, karena investasi murni keputusan nasabah dan kondisi fiskal pemerintah tidak memungkinkan bailout.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan latar belakang pendidikan rendah, mungkin nasabah KKM tidak mengenal nama Ponzi atau Madoff, tapi paling tidak seharusnya mereka bisa menggunakan akal sehat agar investasi tersebut tidak hilang sia-sia. Penegakan hukum oleh kepolisian dan Bupati Karangasem mungkin agak terlambat, tapi hal itu harus dilakukan agar tidak semakin banyak calon-calon nasabah yang dirugikan. Kasus Koperasi ini meskipun merupakan sebuah pengalaman pahit, namun bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat dan pemerintah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/1309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=1309&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/03/15/guest-blogger-kasus-koperasi-karangasem-membangun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://janganserakah.files.wordpress.com/2009/03/ka.png" medium="image">
			<media:title type="html">ka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Guest Blogger] Putrie dan Konobe Pergi ke Pasar Syariah (??)</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/02/11/guest-blogger-putrie-dan-konobe-pergi-ke-pasar-syariah/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/02/11/guest-blogger-putrie-dan-konobe-pergi-ke-pasar-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 05:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alinaprimasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[Article by : Konobe &#38; Putrie_kmps Edited by : Alina Primasari Apakah teman-teman pembaca blog JanganSerakah ada yang pergi ke FES (Festival Ekonomi Syariah)? Tanggal 4-8 Februari 2009 kemarin Festival Ekonomi Syariah kedua digelar di JCC. Biar lebih tau segala sesuatu tentang syariah, putrie dan konobe janjian buat pergi kesana. Sebenarnya bung Nikken juga diundang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=933&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Article by : Konobe &amp; Putrie_kmps</strong><br />
<strong>Edited by : Alina Primasari<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah teman-teman pembaca blog JanganSerakah ada yang pergi ke FES (Festival Ekonomi Syariah)?</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 4-8 Februari 2009 kemarin Festival Ekonomi Syariah kedua digelar di JCC. Biar lebih tau segala sesuatu tentang syariah, putrie dan konobe janjian buat pergi kesana. Sebenarnya bung Nikken juga diundang datang. Apa mau dikata, ternyata berhalangan (les piano ya Bung? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align:justify;">Putrie sebagai seorang “putrie” datang tepat waktu jam 10. Sementara Konobe yang sudah bilang akan telat, semakin telat karena terjebak macet dan baru datang 1,5 jam kemudian (haha, sory ya Put <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Kami berdua cukup lama juga ada disana. Ketemu dan ngobrol dengan beberapa teman, lalu pulang jam 5 sore.<span id="more-933"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya kunjungan kami ke sana tidak mempunyai target tertentu, melainkan hanya sekedar ingin lebih tahu tentang seluk-beluk dunia ekonomi Syariah di Indonesia. Peserta Festival Ekonomi Syariah tersebut bisa ternyata cukup lengkap, mulai dari Stand Bank, BPR, Asuransi Life dan General, Lembaga Pembiayaan, Lembaga Penjaminan, Penerbit Buku, Organisasi Masyarakat sampai beberapa institusi pendidikan yang berhubungan dengan syariah. Selain itu ada juga beberapa acara lomba dan talkshow. Untuk pengunjung yang telah berkeluarga dan mempunyai anak, penyelenggaranya Festival juga telah menyediakan Kidz Zone. Singkatnya, suasananya meriah sekali.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, info apa yang dibawa dari FES 2009? Ada beberapa info yang cukup berkesan, salah satunya yaitu<strong> </strong>peluncuran<strong> kartu pembiayaan syariah BNI Syariah Card Hasanah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kartu Hasanah adalah kartu kredit syariah kedua setelah Dirham dari Danamon Syariah. Kalau membaca sepintas apa yang ditulis diformulirnya, skema akad kartu ini sama dengan Dirham milik Danamon. Apa bedanya dengan kartu kredit biasa? Tanpa riba, jelas. Ini karena akad yag dipakai berbeda. Secara proses juga akan berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan yang paling bisa dilihat adalah adanya komponen yang dibilang monthly fee dan deposit. Jadi, selain dikenakan annual fee, Hasanah Card juga mengenakan monthly fee. Nah, nanti Bank akan memberi diskon untuk monthly fee yang akan disesuaikan dengan keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilustrasinya begini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita bayar semua tagihan kita sebelum jatuh tempo, Bank akan memberikan diskon untuk monthly fee ini sampai 100%. Jadi sebenernya kita ga akan kena biaya apapun selain tagihan kita tsb. Tapi kalo kita mencicil, diskonnya akan diperkecil atau monthly fee payment – diskon (cash rebate) = nett monthly fee payment.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dari brosurnya, besarnya nett monthly fee payment ini kira-kira 2,95% sisa cicilan. Untuk deposit, hanya berlaku untuk kartu dengan limit maksimal 10 juta. Jumlah depositnya adalah 10% dari limit KK. Sedangkan ketentuan lain kayanya ga jauh beda dengan KK biasa.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tertarik? Kalau memang niat awalnya memiliki kartu kredit ini bukan untuk berhutang, saya rasa ini merupakan tawaran yang cukup bagus. Kenapa? Beberapa alasan dalam pandangan awam saya:</p>
<ul>
<li>Siklus jatuh tempo yang cukup lama, 90 hari. Bagus sebagai pengganti sementara dana cadangan yang belum cair di deposito.</li>
</ul>
<ul>
<li>Masa penawaran: satu tahun annual fee. Lumayan, hemat minimal 120ribu. Bisa tutup kalo ntar udah hampir satu tahun, trus ganti KK lain yang masih free 1 tahun annual fee (haha, soal tutupnya cuma joke ya…)</li>
</ul>
<ul>
<li>Secara psikologis, pengenaan monthly fee di awal akan membuat saya lebih aware dalam berhutang. Percaya atau tidak, buat saya, ketika saya berpikiran bahwa saya harus memberikan fee diawal, saya akan berusaha sebisa mungkin mendapatkan diskon besar sehingga mau ga mau saya akan bayar lunas. Walaupun kenyataannya jatuh tempo untuk monthly fee ini sama dengan jatuh tempo tagihan. Tapi kalau itu baru dibebankan terakhir seperti bunga, saya akan lebih careless dan ngegampangin hutang saya. Well, itu sudut pandang saya aja sih.</li>
</ul>
<ul>
<li>Syariah, tentu saja.</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Produk lainnya yang juga menjadi salah satu &#8216;fokus utama&#8217; di FES 2009 yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>SUKUK Ritel</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ini cuma tambahan info saja mengenai biaya seputar Sukuk Ritel. BSM mengenakan biaya kustodi 0,025% per tahun atau minimum Rp 5000/bulan. Artinya jika kita membeli Sukuk ini sebanyak Rp 5 juta, kita akan dikenakan biaya kustodi minimum sejumlah Rp 5000/bulan. Jadi bisa dibilang biaya kustodinya 1,2% per tahun, dengan semakin besar jumlah Sukuk yang kita beli maka presentasenya akan semakin kecil. Biaya ini baru BEP atau setara 0,025% per tahun jika pembelian sukuk Anda sekitar 240juta. Untuk biaya transaksi di pasar sekunder yang diberikan BSM sebesar Rp 25 ribu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan HSBC, bank ini mengenakan biaya kustodi 0% dan bebas biaya transaksi di pasar sekunder. Tapi… harus punya tabungan di HSBC, atau membuka tabungan baru minimal Rp 100 juta (total asset). Lalu, tapinya lagi untuk HSBC, kalau sukuk ritel yang kita punya mau dijual di pasar sekunder, harus dijual semua, ga bisa sebagian.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, untuk yang niat memegang SR001 sampai jatuh tempo, dan dananya cukup banyak untuk buka rekening awal, bisa pertimbangkan HSBC. Atau bisa juga untuk yang berniat membeli SR001 dalam jumlah kecil (sehingga hanya diperlukan satu kali penjualan ketika butuh) dan sudah punya account HSBC. Sedangkan bagi yang berniat membeli dalam jumlah besar, atau ada kemungkinan untuk sering bertransaksi sehingga butuh fleksibilitas, mungkin bisa mencoba mencari info lebih lanjut di HSBC.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi menarik lainnya yang didapat oleh Putrie &amp; Konobe adalah seputar berita Penjaminan oleh LPS.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi ini sebenarnya didapat secara <em>&#8216;tidak sengaja&#8217;</em>. Awalnya kami berdua cuma ngobrol-ngobrol soal prospek BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) dan return yang ditawarkan. Lalu kami diberitahukan bahwa umumnya Bank dan BPR Syariah tidak terikat peraturan bunga maksimal penjaminan LPS (yg sekarang sebesar 9,5% utk bank).</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, secara umum, Bank dan BPR Syariah hanya terikat oleh ketentuan maksimal 2M. Kenapa? Karena Bank Syariah tersebut tidak pernah menjanjikan nasabah pasti akan mendapatkan return x% untuk bulan itu, karena sistem di sana adalah sistem &#8216;bagi hasil&#8217;.. Artinyanya kalau Bank tersebut tidak mendapatkan keuntungan, maka Bank Syariah tersebut tidak memiliki kewajiban untuk memberikan return/hasil kepada nasabahnya di bulan tersebut. Jadi &#8216;secara teoritis&#8217; bisa saja di  periode ini kita mendapatkan bunga 20%, tetapi periode berikutnya 0% (<em>walaupun ditambahkan juga bahwa selama ini belum pernah sampai 0%</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p style="text-align:justify;">Kami berdua pribadi merasakan bahwa ini menarik karena:</p>
<ul>
<li>Kalau Bank Syariah tersebut ternyata memiliki performa yang kurang bagus, kita akan bisa lihat secara tidak langsung dari tingkat return yang diberi. Jadi ada semacam alarm alami disana.</li>
</ul>
<ul>
<li>Setinggi apapun nilai imbal hasil yang didapatkan, kita tetap bisa tenang karena dana kita dijamin LPS selama masih kurang dari 2M.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Oh ya, perlu diingat, tidak semua bank syariah bebas dari aturan bunga maksimal penjaminan. Bank Syariah yang memberikan &#8216;jaminan&#8217; hasil di depan, tetap terikat oleh peraturan bunga maksimal penjaminan. Dari informasi yang kami dapat, HSBC Syariah termasuk ke dalam kategori ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=933&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/02/11/guest-blogger-putrie-dan-konobe-pergi-ke-pasar-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4918104d04cc62fd10420c251de7842f?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">alina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guest Blogger: Seusai Kasus Sarijaya &#8211; Seberapa Aman Portofolio Anda?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2009/01/13/guest-blogger-seusai-kasus-sarijaya-seberapa-aman-portofolio-anda/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2009/01/13/guest-blogger-seusai-kasus-sarijaya-seberapa-aman-portofolio-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 05:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Bersamaan dengan kasus Sarijaya Securities yang terjadi baru-baru ini, beberapa pembaca menanyakan kepada saya tentang bagaimana nasib portofolio mereka di broker yg lain? Apakah aman? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa portofolio mereka tidak seenaknya saja dimainkan oleh perusahaan sekuritas yg mereka pakai? Salah satu e-mail seputar masalah ini yang saya terima adalah dari rekan Sutanto, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=836&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bersamaan dengan kasus Sarijaya Securities yang terjadi baru-baru ini, beberapa pembaca menanyakan kepada saya tentang bagaimana nasib portofolio mereka di broker yg lain? Apakah aman? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa portofolio mereka tidak seenaknya saja dimainkan oleh perusahaan sekuritas yg mereka pakai? Salah satu e-mail seputar masalah ini yang saya terima adalah dari rekan Sutanto, dan isinya adalah seperti di bawah ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Bung Edison,</em></p>
<p><em>Ini kali kedua saya mengirim email ke anda. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><em>Kali ini saya ingin menanyakan soal rekening sub-account KSEI, mengingat saya kuatir juga dengan kasus-kasus broker/manajer investasi yang menilep duit nasabahnya. Dulu, waktu saya buka rekening saham di broker, saya kan juga isi form pembukaan rekening di KSEI. Barusan saya tanya ke broker dan diberi tahu bahwa nomer sub rekening account KSEI saya XXXXX-XXXX-XXX-XX. Tapi bagaimana saya tahu bahwa rekening tersebut benar-benar ada dan isinya juga sesuai dengan saham/dividen yang saya miliki?</em><span id="more-836"></span></p>
<p><em>Kemudian, seandainya saya membuka rekening saham baru lewat broker lain, apakah saya juga harus membuka rekening sub-account baru lagi atau masih menggunakan yang lama? Kasus yang sama, bagaimana kalau saya menutup rekening di broker A lalu pindah ke broker B. Bagaimana nasib rekening dan saham yang saya miliki?</em></p>
<p><em>Satu lagi yang mengganjal. Saat ini saham yang tercatat di KSEI scripless dan tanpa nama. Perlukah kita mendaftarkan saham atas nama kita? Saya berniat investasi untuk jangka sangat panjang dan hanya mengharap pemasukan dari dividen saja. Kalau dengan nama kita barangkali suatu saat kelak bisa diwariskan untuk anak/cucu kita?</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir e-mail ini cukup menarik untuk dibahas karena mungkin tidak sedikit orang yang mempunyai pertanyaan yang hampir senada. Untuk itu saya lalu mengundang seorang rekan pembaca blog ini, <span style="color:#0000ff;"><strong>putrie_kmps</strong></span>, untuk menulis artikel yang menjawab e-mail tersebut. Kebetulan pekerjaan rekan tersebut erat kaitannya dengan topik ini sehingga bisa memberikan jawaban teknis yang lebih baik daripada saya. Ok, selamat menikmati tulisan putrie di bawah ini.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Penggelapan dana Investor tidak terjadi di Amerika saja. Selepas Bernard L. Madoff mengagetkan dunia investasi, kasus senada pun muncul di Indonesia. Belum reda kasus PT Antaboga Delta Sekuritas dan Bank Century dibicarakan, dunia investasi Indonesia kembali dihebohkan dengan penggelapan dana hampir 300 Milyar oleh Komisaris Utama Sarijaya Securities.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai pertanyaan pun diajukan oleh investor di Indonesia seputar tugas BAPEPAM sebagai pengawas investasi pasar modal di Indonesia dan SRO (BEI, KSEI, KPEI) yang mengatur transaksi pasar modal. Keterbukaan informasi mengenai portofolio para investor pun semakin menjadi tuntutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam prakteknya, semua portofolio investor akan tercatat di KSEI dalam bentuk Sub-Rekening. Format Sub-Rekening itu adalah  <span style="color:#ff0000;"><strong><span style="color:#0000ff;">AAAAA-BBBB-CCC-DD</span></strong><span style="color:#000000;">, (misalnya saja 9X001-AB73-001-XX), dimana: </span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">AAAAA adalah Kode Pemegang Rekening Broker (dlm contoh adalah 9X001)<br />
</span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">BBBB adalah kode Sub Rekening Efek. (dlm contoh adalah AB73)<br />
</span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">CCC adalah Jenis rekening Efek, biasanya selalu diisi dengan 001 (Rekening Depositori)</span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">DD adalah check digit</span></span></li>
</ul>
<p align="justify">Lalu bagaimana caranya agar kita bisa tahu bahwa rekening tersebut benar-benar ada dan isinya sesuai dengan saham/dividen yang kita miliki? Untuk memfasilitasi keinginan ini, KSEI sudah merancang system yang bernama Investor Area sejak tahun 2007. Penggunaan system ini sendiri baru akan dimulai bulan Februari 2009 ini. Dengan adanya system ini, para investor dapat melihat secara online portofolio yang tercatat di KSEI dan membandingkannya dengan data di brokernya.</p>
<p align="justify">Untuk pembukaan rekening saham baru di broker yang berbeda, tentunya akan dibukakan sub-rekening yang baru. Ini karena seperti kita lihat di atas, 5 digit awal nomor Sub-Rekening Efek adalah kode broker. Sehingga jika brokernya berbeda, tentu nomor sub-rekeningnya akan berbeda juga. Ini seperti kita mempunyai tabungan di 2 bank yang berbeda, tentunya nomor rekening tabungannya juga akan berbeda.</p>
<p align="justify">Bagaimana dengan nasib saham kita jika kita berganti broker? Kita bisa mengajukan transfer isi portofolio yg ada di broker satu ke broker yang lain, tidak berbeda dengan transfer antar Bank. Tentunya ini akan melibatkan sejumlah biaya.</p>
<p align="justify">Saat ini, saham yang tercatat di KSEI memang Scriptless (tanpa kertas). Sistem Scritpless akan memudahkan dalam penyelesaian transaksi. Bayangkan jika dalam sehari transaksi yang terjadi lebih dari 1 milyar lembar saham. Kalau transaksinya masih dilakukan dalam bentuk kertas, mungkin penyelesaian transaksi tidak bisa selesai dalam waktu T+3. (<em>Edison: Selain itu, bayangkan juga banyaknya kertas yang dibutuhkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em> )</p>
<p align="justify">Dalam sistem saham Scriptless ini, memang tidak ada saham dalam bentuk fisik yang mencantumkan nama pemilik sahamnya. Tetapi selama saham tersebut tercatat dalam sub-rekening milik investor di KSEI, para investor tidak perlu khawatir akan nasib assetnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan tambahan, perlu diketahui bahwa Informasi mengenai Sub-Rekening ini bersifat rahasia dan diatur oleh Undang-Undang. Apabila ada pihak ketiga (orang lain) yg bermaksud untuk meminta informasi tentang Rekening Efek atau Sub-Rekening Efek yg tercatat di KSEI, maka sesuai ketentuan pasal 47 UU no. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, pihak tersebut perlu mendapatkan persetujuan BAPEPAM terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;..</p>
<p><em>(article by <strong>Putrie_kmps</strong>, edited by <strong>Edison</strong>)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=836&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2009/01/13/guest-blogger-seusai-kasus-sarijaya-seberapa-aman-portofolio-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guest Blogger: US 2008 Bailout &#8211; The “Right Kind of Wrong&#8221;?</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/10/07/guest-blogger-us-2008-bailout-the-%e2%80%9cright-kind-of-wrong/</link>
		<comments>http://janganserakah.com/2008/10/07/guest-blogger-us-2008-bailout-the-%e2%80%9cright-kind-of-wrong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 05:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[PREFACE: Rencana Bailout USA yang sedang marak dibicarakan akhir-akhir ini memang mengundang banyak pro-kontra dari berbagai pihak. Hampir setiap orang yang &#8216;hobi&#8217; masalah ekonomi dan finansial akan mempunyai pandangannya sendiri mengenai rencana Bailout ini. Minggu ini saya menerima satu e-mail dari seorang pembaca blog yang mengungkapkan keinginannya untuk mencoba menulis sebuah artikel pendek untuk blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=553&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PREFACE:</strong> Rencana Bailout USA yang sedang marak dibicarakan akhir-akhir ini memang mengundang banyak pro-kontra dari berbagai pihak. Hampir setiap orang yang &#8216;hobi&#8217; masalah ekonomi dan finansial akan mempunyai pandangannya sendiri mengenai rencana Bailout ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu ini saya menerima satu e-mail dari seorang pembaca blog yang mengungkapkan keinginannya untuk mencoba menulis sebuah artikel pendek untuk blog saya ini. Saya pikir mungkin akan menarik juga bagi para pembaca blog untuk sekali-kali refreshing menikmati &#8216;suguhan&#8217; buah pikiran orang lain. Di kemudian hari, jika memang ada teman-teman pembaca yang ingin berbagi buah pikirannya di blog ini, bisa diajukan ke email saya di <span style="color:#0000ff;">edison@janganserakah.com<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-553"></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Penulis: <span style="color:#0000ff;">Chilly Crab</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211;oOo&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa bulan terakhir, satu demi satu the “Untouchables” US skala dunia berguguran. Countrywide Financial, IndyMac, Bear Stearns, Lehman Brothers, Fannie Mae, Freddie Mac, AIG, Washington Mutual, Merrill Lynch. Perkembangan terakhir adalah pro-kontra mengenai program Bailout US$700 Milyar  yang sempat ditolak dan akhirnya diterima versi “revisi”-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang partisipan pasif dunia investasi (definisi-nya: tertarik namun tidak begitu mendalami), berita besar ekonomi US ini memberikan sensasi yang sangat complex hard-to-describe: 30% disturbing, 30% insecure, 30% surprised plus 10% exciting (<em>yang terakhir ini, mungkin karena kebawa serunya aja, belum kena efeknya</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Rencana Bailout ini sangat sangat menarik. Dilihat dari rasa keadilan, institusi finansial mestinya membereskan kotoran mereka sendiri. Apalagi bankir-bankir umumnya sudah menikmati &#8216;<em>gurihnya&#8217;</em> booming subprime dan buat CEO elite, posisi mereka umumnya relatif aman dengan kontrak yang sangat menguntungkan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dari pertimbangan kuantitatif, gerakan ini sangat perlu untuk “konsentrasi penuh” di titik awal kebocoran sebelum meluas dan lebih destruktif. Kalau diperdebatkan, memang susah menemukan titik temu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekalipun rasa keadilan dipinggirkan untuk kepentingan lebih besar, timbul satu pertanyaan lagi. Apakah program Bailout ini tidak akan disalahgunakan mengingat  masalah duit ini menyeret banyak pihak dengan kepentingan masing-masing? <em><strong>Quis Custodiet Ipsos Custodes</strong></em>, ini bahasa latin yang kira-kira berarti “Siapa yang akan mengawasi pengawas?”</p>
<p style="text-align:justify;">Secara personal, saya lebih setuju bila pemerintah US konsisten membiarkan market beraksi sendiri dan menjalankan hukum karmanya. Untuk jangka panjang, meskipun ini adalah obat yang pahit tetapi semestinya lebih manjur. IMHO, faktor yang paling penting di dunia investasi sepertinya adalah “trust”. Banyak institusi yang collapse dianalisa masih memiliki harapan untuk recovery. Great Loss, but not deserved to be shut-down.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang, saya jadi sedikit paranoid sekarang terhadap keadaan domestik. Kalo di US saja bisa begitu, apalagi di sini? Sepertinya kita sudah tidak dapat mengatakan, bank ini terbesar pasti aman, developer ini sudah berdiri sekian tahun, pasti kokoh dan sebagainya. Anything is possible.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ada secercah harapan kalau kita mengamati gerak-gerik sang bijak dari Omaha. Logikanya, kalau beliau mulai bergerak, mestinya kita sudah tidak jauh dari bottom, at least dari kaca mata dia. Dan ditilik dari umurnya, mudah-mudahan sang bijak berpendapat bahwa krisis ini tidak akan lama, jadi dia masih sempat menikmatinya karena krisis ini akan memberikannya  “highest personal acknowledgement” dari dunia investasi. (Saya rasa, uang sudah bukan motifnya lagi).</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti judul satu soundtrack dari film Coyote Ugly, Bailout ini bisa dikatakan sebagai “The Right Kind of Wrong&#8221;. Saya hanya bisa berharap mudah-mudahan kata <strong>Right</strong> dapat &#8216;menutupi&#8217; <strong>Wrong</strong> dan bukan malah tertelan olehnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/janganserakah.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/janganserakah.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/janganserakah.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/janganserakah.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/janganserakah.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/janganserakah.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/janganserakah.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/janganserakah.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/janganserakah.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/janganserakah.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=janganserakah.com&blog=3861276&post=553&subd=janganserakah&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://janganserakah.com/2008/10/07/guest-blogger-us-2008-bailout-the-%e2%80%9cright-kind-of-wrong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae628bb9f7b7722d08a71d291372e337?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">edison76</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>