
article by Alina
Ketika sudah muncul dalam diri Anda keinginan untuk membangun investasi, itu merupakan langkah awal Anda dalam mencapai sukses. Namun keinginan saja tidaklah cukup, dalam berinvestasi Investor disarankan memiliki tujuan yang akan dicapai dalam berinvetasi. Investor harus membuat tujuan yang spesifik dalam setiap investasinya. Berikut akan saya coba ceritakan mengenai langkah-langkah dalam berinvestasi.
1. Kenali Diri Anda
Sebelum memulai berinvestasi, Investor harus mengetahui terlebih dahulu kondisi awal keuangan yang ada saat ini. Pelajari dengan seksama semua pendapatan dan pengeluaran yang ada selama ini. Lakukan perhitungan asset (tabungan, rumah, kendaraan, tanah, dll) yang dimiliki saat ini, dan juga semua hutang yang dimiliki (KPR, tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan, dll).
2. Tujuan Investasi
Tujuan Investasi adalah keinginan yang ingin diraih dengan cara berinvestasi. Dengan memiliki tujuan investasi, Investor bisa memilih jenis investasi yang akan digunakan. Biasanya tujuan berinvestasi meliputi :
- Mengumpulkan dana pensiun. Mengumpulkan dana pensiun adalah salah satu alasan penting dalam berinvestasi. Meskipun terkadang dana pensiun dari tempat kerja sudah ada, namun sebaiknya kita membuat juga portofolio untuk dana pensiun. Sekedar berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk (siapa tau perusahaan dana pensiunnya ga sanggup bayar)
- Meningkatkan pendapatan. Berinvestasi yang bertujuan meningkatkan pendapatan dapat dilakukan dari memperoleh bunga atau kupon obligasi ataupun dividend.
- Simpanan untuk Pengeluaran Ekstra. Keluarga biasanya menyisihkan sebagian pendapatannya selama beberapa waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Yang paling sering adalah untuk uang muka pembelian rumah, pendidikan, perjalanan liburan, atau modal untuk memulai sebuah bisnis. Jenis investasinya pun tergantung dari besaran dana dan waktu yang dibutuhkan.
3. Menentukan Rencana Investasi
Setelah menentukan tujuan investasi, yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan investasi yang paling ideal agar tujuan tersebut tercapai. Buatlah perencanaan untuk setiap tujuan yang ingin dicapai. Tentukan target tanggal yang harus tercapai, dan besaran resiko yang bisa Anda hadapi. Semakin spesifik perencanaan tersebut dibuat, semakin mudah anda menjalankannya dengan konsisten.
4. Menentukan Produk Investasi
Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi produk investasi apa yang akan digunakan dengan melihat potensi hasil dan resiko dari setiap produk investasi yang akan digunakan. Kumpulkan semua informasinya terlebih dahulu, pelajari dengan seksama produk investasi tersebut (lebih baik baca prospektusnya). Berhati-hatilah dalam memilih produk investasi, karena ini penting dalam kesuksesan investasi Anda.
5. Diversifikasi
Untuk mencapai berbagai tujuan investasi, Investor membangun sebuah portofolio yang berisi berbagai produk investasi. Diversifikasi adalah kunci dalam menyusun portofolio agar hasil yang diperoleh maksimal namun memiliki resiko yang minimal. Jika ada produk investasi yang turun, harus ada produk investai lain yang naik. Berinvestasilah di berbagai jenis investasi dan banyak jangka waktu.
6. Mengelola Portofolio.
Keberhasilan dalam mengelola portofolio bukan dilihat dari hasil yang diperoleh, namun dari cara orang tersebut mengendalikan resiko. Jika portofolio yang telah disusun hasilnya bergeser dari tujuan awal, rubahlah isi portofolio Anda agar tetap konsisten dalam tujuan investasi. Pastikan Anda memiliki alasan yang tepat dalam melakukan penjualan atau pembelian.
Jika ada yang bertanya kapan saat yang tepat untuk memulai berinvestasi, jawabannya adalah sekarang. Happy Investing



29 Comments
October 19, 2009 at 5:00 PM
betul, keinginan saja tidak cukup, kita harus tahu apa tujuan investasi kita.
October 19, 2009 at 5:22 PM
untuk langkah no. 5 diversifikasi, bagaimana kita bisa tahu apakah portofolio kita sudah cukup terdiversifikasi atau belum? apa ukurannya?
October 19, 2009 at 8:21 PM
Kalo itu tergantung pribadi masing2 bro….contoh : ada orang punya komposisi portfolio sebagai berikut, 50% di saham, 30% di obligasi, dan 20% di pasar uang.
Nah ada juga orang yang konservatif dengan portfolio 50% di obligasi, 30% di pasar uang dan 20% di saham….
yah itu semua tergantung dari kita sendiri ingin mengatur komposisi portfolio kita seperti apa. Saya pribadi untuk tahun ini senang nyemplung ke RD Saham, mungkin komposisi untuk tahun ini 95% lebih ada di RD Saham hehehe…bukan brarti itu komposisi portfolio saya lho….tahun depan rencananya mao di rebalancing lagi portpolionya ke intrume yang lebih ecil resikonya seperti obligasi ato pasar uang
October 22, 2009 at 8:35 PM
Kalo mo diversifiksi itu , memang harus bener2 beda asset classs ya… saya punya mutual fund / RDS china dan india, selalu kompak naik turun berbarengan …. dulu gw pikir kalo punya international fund, sudah diversikasi … ternyata belum lho…
October 24, 2009 at 5:33 AM
@Kurniawan
thanx
Mutual fund/RDS China India itu maksudnya gmn ya? Bisa beli di Indonesia via MI mana? mohon info n penjelasan lbh lanjut dunk
October 25, 2009 at 9:19 PM
@San
Maksud saya rds/ mutual fund
HSBC GIF Chinese Equity
HSBC GIF Indian Equity
Kebetulan saya kerja di luar negeri, saya invest lewat HSBC, mungkin HSBC indonesia juga ada.
October 20, 2009 at 5:10 PM
ukurannya banyak.
diversifikasi sendiri juga bisa pakai beberapa strategi. Misalnya diversifikasi ala tujuan keuangan (financial planning) atau berdasarkan umur. Atau bisa juga berdasarkan view risiko masing2 pribadi, dll.
yang paling mudah dan paling banyak dipakai biasanya berdasarkan umur.
October 25, 2009 at 9:23 PM
Kalau saya baca article mengenai diversifikasi, kebayakan selalu saham, obligasi dan pasar uang.
Pertanyaan saya, apakah komoditi seperti emas dan property / rumah tidak bisa dimasukan dalam portfolio ???
October 26, 2009 at 8:42 AM
Emas dan property bisa dimasukkan dalam portofolio investasi (baca artikel part1).
October 20, 2009 at 5:10 PM
Ada yang punya infonya?
Selasa, 20/10/2009 16:14 WIB
Gelar Akbar Edukasi Pasar Modal Dilaksanakan 2-3 Desember
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan gelaran akbar Investor Summit & Capital Market Expo 2009 akan diselenggarakan di bulan Desember.
October 20, 2009 at 5:48 PM
Ini event tahunan yang diadakan oleh BEI, seperti tahun lalu, tahun ini diadakan di Pacific Place. Terbuka untuk umum kok, jadi silahkan datang. Nanti klo ada informasi yang jelas saya sampaikan di blog.
Happy Investing
October 26, 2009 at 3:23 PM
Pd th 2008 saham hancur lebur…nyungsep !!! tapi saya selamat dg total investasi masih plus 10 %. Komposisi portfolio –> 60% LM + 30% Saham + 10% Cash
LM = Logam Mulia, emas batangan
November 1, 2009 at 12:59 PM
tapi sayangnya perlindungan hukum terhadap masyarakat yang berinvestasi masih kurang. Contoh nyata adalah kasus danareksa Antaboga, dimana pihak BI sudah tau itu bodong , kok ngak ditindak. Saya jadi kurang percaya lagi berinvestasi. Tunggu ada kepastian hukum yang jelas dulu.
November 3, 2009 at 10:09 AM
hehehe…
kalo menunggu kepastian hukum, koq arahnya jadi kearah gimana, gitu…
kenapa kita menilai keadaan sekarang ini saja, dan ambil investasi yg sesuai,
mungkin lebih baik daripada menunggu kepastian hukum yang kita enggak tahu kapan datangnya…
sementara selama menunggu, uang tabungan kita digerogoti inflasi…
gimana, coba?
November 18, 2009 at 5:30 PM
hai teman2 ada investor summit tuh di Ritz Carlton. pada ikutan ga?
bagus juga kayaknya untuk nambah ilmu mengenai investasi.
kl mau ikut tapi belum daftar buruan. kemarin aku daftar tapi tempat hampir abis tuh.
November 22, 2009 at 2:41 PM
gimana hasilnya? share dunk…!
November 22, 2009 at 7:32 PM
Acaranya tgl2-3des nanti San. Hope you are here.
November 24, 2009 at 7:20 AM
Yup acaranya 2-3 desember, klo datang kasih tau ya
I’ll be there too
November 25, 2009 at 3:47 PM
Aku pasti ikutan! Anak2 JS lain siapa aja yg ikutan ya?nanti ktemuan yuk. Alina masuk sesi emiten yg mana aja?
November 19, 2009 at 5:46 PM
Spada….any body home?
ni koran sepi amat? pada kemana para punggawa kita yak?
Hi experts, we’re missing your shares…
bang Edison harus bertanggung jawab niy…
kemana ya beliau? sehat kah?
Wish you all fine.
November 22, 2009 at 2:42 PM
iya nih… kemana ini ya para pakar nya? kok sepi2 amat nih….
November 24, 2009 at 7:20 AM
Iya nih pakarnya pada ke mana ya
November 25, 2009 at 3:50 PM
Bro Edison kemana ya? Saya harap anda baik2 saja.
November 30, 2009 at 5:53 PM
Bung Edison baik-baik saja, hanya saja sedang sibuk dengan hobby barunya
.
Ditanyain tuh bung….
December 4, 2009 at 10:35 PM
nice….thx 4 all infonya
December 23, 2009 at 7:33 PM
Setuju sekali Pak, bahwa investasi harus direncanakan, dan kerjakan rencana tersebut. Lalu dalam perjalanan jangan lupa direviuw apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
Selamat berinvestasi untuk masa depan gemilang
February 1, 2010 at 12:13 AM
Mau nanya nih. Saya sedang mempersiapkan dana pendidikan anak saya. Saya mo dca 17 taon pake DINAR. Saya proteksi pake term life. Cuma msh kepikiran satu hal. Gmn kalo rupiah di sanering, inflasi gila2an ato nilainya nyungsep? Cost effective diversification apa yang temen2 bs saranin. Thanks.
November 3, 2009 at 9:18 PM
Diversifikasi justru sebaiknya dalam bentuk paper asset dan riil asset. Hanya saja, biasanya paper asset ini komposisinya lebih banyak dan bagi beberapa orang lebih dikenal, jadi lebih banyak pembahasan kesana.
November 3, 2009 at 9:25 PM
jadi diversifikasi itu tujuannya adalah meminimalkan risiko untuk hasil yang optimal.
ada banyak levelnya. Misal diversifikasi dari keseluruhan portfolio seperti paper asset dan riil asset. Lalu dalam paper assetnya sendiri juga perlu diversifikasi karena risikonya yang berbeda, misal saham dan obligasi. Dalam kepemilikan sahamnya juga perlu diversifikasi lagi, begitu pula dalam obligasi. Dari sisi tempat juga perlu diversifikasi jika memang sudah mampu.
Nah biasanya kalau tipenya hampir2 mirip, perlu dilihat korelasinya juga. Misalnya mungkin bursa india dan china punya korelasi yang cukup tinggi, jadi sebaiknya cari bursa dengan korelasi negatif untuk diversifikasi. (yang ini saya belum tau bursa mana yang punya korelasi negatif
)