WHAT THEY SAID…
May you live in interesting times
Anonim
—–oOo—–
‘Semoga kau hidup di masa yang menarik‘.
Begitu kira-kira arti dari kutipan di atas. Kutipan di atas seringkali saya baca, tetapi entah di mana. Entah siapa juga yang pertama kali mengucapkan kalimat tersebut. Ketika saya periksa di Wikipedia, ada teori yang mengatakan bahwa sebenarnya kalimat di atas merupakan suatu kutukan Cina kuno. Entah benar atau tidak, tetapi jika benar itu merupakan kutukan, maka berarti sejak dahulu saya telah berharap ‘kutukan‘ tersebut menimpa saya. Saya selalu merasa bahwa ‘hidup di masa yang menarik‘ itu lebih tepat dikatakan sebagai ‘berkah‘ daripada ‘kutukan‘.
Tampaknya hari ini harapan saya terkabul.
—–oOo—–
Hari ini Ben Bernanke, gubernur Bank Sentral Amerika dalam suatu ‘langkah darurat’ menurunkan suku bunga Fed Rate dari 2% menjadi 1,5% (bagi yg belum memahami apa itu Fed Rate bisa membaca artikel ini). Langkah penurunan suku bunga ini selain disebabkan karena krisis kredit, tampaknya juga didorong oleh memburuknya kondisi di berbagai bursa saham US dan juga global
Dalam hal ini, tindakan penurunan suku bunga bukan hanya dilakukan oleh Bank Sentral Amerika, tetapi juga oleh Bank Sentral Kanada, Inggris, ECB (Uni Eropa), Swedia, dan Swiss. Langkah penurunan suku bunga ini juga telah dilakukan oleh Bank Sentral Australia dan Hong Kong. Meskipun demikian, penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika adalah satu-satunya yang membuat saya tertegun. Mengapa demikian?
Suku bunga, bagi sebuah bank Sentral merupakan salah satu alat utama utk ‘mengontrol’ aktivitas ekonomi. Jika ekonomi suatu negara diibaratkan sebagai mobil, maka suku bunga bisa diibaratkan sebagai pedal Gas. Jika pertumbuhan perekonomian negara itu dirasakan terlalu ‘pelan’, maka pedal gas tersebut diinjak alias suku bunga diturunkan. Sebaliknya jika pertumbuhan perekonomin dirasakan terlalu ‘cepat’ (ini akan bisa menimbulkan inflasi tinggi), maka pedal gas tersebut dilepas, alias suku bunga dinaikkan. (Untuk ilustrasi lebih detail efek kenaikan dan penurunan suku bunga, bisa dibaca di artikel ini).
Dengan diturunkannya suku bunga Fed Rate dari 2% menjadi1,5%, maka bisa diibaratkan bahwa ‘pedal gas’ perekonomian Amerika telah diinjak sampai hampir Full (atau spt kata supir mikrolet ‘Tancap POL’). Selama ini tingkat suku bunga Fed Rate terendah sepanjang masa adalah 1% (yang ironisnya lalu mengakibatkan krisis Subprime saat ini).
Sebelum penurunan suku bunga hari ini, perlu kita ingat bahwa sejak krisis subprime ini dimulai pemerintah USA telah menurunkan suku bunga secara drastis dari 5,25% menjadi 2%. Seperti kita lihat, penurunan suku bunga itu tidak memberikan hasil yang berarti. Saya meragukan bahwa dengan penurunan 0,5% kali ini akan memberikan hasil yang signifikan.
Saya merasa bahwa penurunan suku bunga kali ini terkesan sekedar memberikan ‘angin segar’ utk mencoba menenangkan bursa saham. Ini pun sepertinya tidak terlalu efektif karena per saat artikel ini saya tulis, index Dow Jones misalnya, saat bursa dibuka langsung minus 200-an, lalu sempat rebound hingga plus 100-an, tetapi kini kembali turun lagi minus 150.
Yang menjadi kekhawatiran saya adalah dengan diturunkannya suku bunga Fed Rate ini, maka ‘peluru’ yang tersisa oleh bank Sentral Amerika tersebut semakin sedikit. Tentunya kita tahu bahwa penurunan suku bunga tidak bisa dilakukan terus menerus. Tentunya kalau sudah mencapai 0%, suku bunga tidak bisa diturunkan lagi. Sepanjang yang saya ketahui, cuma Jepang yang suku bunganya diturunkan hingga mencapai 0%. Setelah itu, Bank Sentral Jepang bagaikan kehabisan peluru sehingga perekonomian Jepang terpuruk ke resesi yang berkepanjangan.
Mengingat program Bailout yang begitu drastis baru saja dijalankan, saya pikir mungkin tindakan yang lebih bijak adalah membiarkan program Bailout itu berjalan dahulu beberapa saat dan melihat bagaimana hasil dari program tersebut. Penurunan suku bunga lebih baik disimpan sebagai ‘peluru’ di kemudian hari, sehingga tidak kehabisan ‘peluru’ ketika benar-benar dibutuhkan. Tentunya tidak ada seorangpun yang ingin Amerika masuk ke dalam resesi berkepanjangan seperti yang telah dialami Jepang.
—–oOo—–
Kembali lagi kepada kutipan ‘May you live in interesting times’ yang ada di awal artikel ini. Adakah teman-teman yang berpikiran sama seperti saya bahwa kita beruntung hidup di saat ini? Begitu banyak hal yang terjadi saat ini, begitu banyak hal yang bisa terjadi.
Apakah Amerika akan bernasib sama seperti Jepang? Bagaimana wajah baru dunia finansial setelah krisis ini? Bubble apalagi yang timbul berikutnya? Bagaimana kondisi perekonomian kita setelah krisis saat ini berlalu?
Begitu banyak cerita yang menarik untuk diikuti perkembangannya. Saya hanya bisa berharap semoga blog ini bisa terus berjalan untuk berbagi cerita-cerita tersebut dan teman-teman tidak bosan mendengarkan cerita saya.



24 Comments
October 9, 2008 at 1:07 AM
bung edi
tolong nanti bikin cerita ttg efeknya ke perekonomian indonesia secara riil akibat krisis di usa
thanks
October 9, 2008 at 2:20 AM
great blog, thanks 4 sharing d knowledge! keep up your good work, dunia sudah mengalami sekian kali siklus boom to bust, mungkin kali ini cuma salah satu proses deleveraging, just another dot com bubble, atau malahan something bigger than anything we’ve seen to date? kasi opini dong, n boleh juga tuh, in your opinion gimana efeknya ke ekonomi global, n runtut2an terjadinya, thx
October 9, 2008 at 5:34 AM
Just info bung, pasar tutup lagi hari ini….
Kapan mulai transaksi blm ada info, bisa Jumat atau bs jg Senin
October 9, 2008 at 7:36 AM
kondisi gonjangganjing begini, invest apa yang terbaik, mohon saran donk….saya tertarik invest di Logam Mulia juga sich.
October 9, 2008 at 8:31 AM
Jangan khawatir, para pembaca blog disini tidak akan merasa bosan mendengarkan cerita2 bung Edison yang menarik terutama dengan ilustrasinya yang mudah dimengerti bahkan kadang bisa sangat lucu seperti contohnya “Edison pergi ke pasar”
October 9, 2008 at 10:00 AM
Jadi, sebenarnya memang perlu waktu bagi semua pelaku pasar untuk melihat efek suatu kebijakan. Masalahnya sering pelaku pasar keburu nafsu jadinya malah main tembak saja.
October 9, 2008 at 10:01 AM
BTW ngomong2 soal dotcom bubble, apa kira2 dampak krisis keuangan kali ini di Industri Infokom? Ada gambaran nggak mas?
October 9, 2008 at 10:05 AM
sumber keterpurukan perekonomian dunia adalah RIBA, itu jelas…konsep nilai uang yang dibuat oleh orang2 yahudi itu menciptakan pertumbuhan perekonomian & kesejahteraan yg semu. kini dunia di ambang kehancuran akibat ulah sistem perekonomian yg zalim dg riba sbg pemacunya..
mkn negara2 islam yg menerapkan sistem syariah saja yg mash bs tahan banting thd imbas keterpurukan perekonomian global
October 9, 2008 at 10:18 AM
“Tentunya tidak ada seorangpun yang ingin Amerika masuk ke dalam resesi berkepanjangan seperti yang telah dialami Jepang” —> sampeyan yakin ?
October 9, 2008 at 10:38 AM
Bosen..?
Ya enggaklah bro..
Mosok sarapan pagi bosen..
Apalagi isinya bergizi, diolah dan dihidangkan dengan baik dan menarik..
Hmm..nikmat..;-)
October 9, 2008 at 1:33 PM
Jadi kira2 apa komentar dan saran untuk orang2 awam yang tidak punya cukup dana untuk berinvestasi macam2 dan menjaga portfolio? (your average family man / woman)
Kalo beli dolar aja sekarang udah serem, kemana mesti nabung yah ?
October 9, 2008 at 3:29 PM
kok bank indonesia malah menaikkan bi ratenya?
October 9, 2008 at 6:15 PM
Langsung belajar ekonomi syariah nih bro Ed..
Ada satu lagi yg diharamkan di ekonomi syariah yaitu ketidakpastian. Suku bunga pinjaman konvesional kan ada yg tergantung suku bunga bank sentral. Ini bisa dianggap sebagai ketidakpastian.
Mungkin juga dulu para rentenir seenaknya mengubah tingkat bunga pinjamannya sehingga si peminjam terus hidup dalam hutang.
Dalam akad jual-beli harus ada perpindahan hak milik. Dalam kasus sukuk memang ada istilah pindah hak pakai (usufruk?). Tapi apa iya investor sukuk dapat memanfaatkan (hak pakai) aset yg dijaminkan, terlebih bila sukuk gagal bayar?
October 9, 2008 at 7:30 PM
Terima kasih kepada semua teman-teman yg nulis komen, baik di artikel ini ataupun artikel lain.
Mohon maaf kalau saya mungkin tidak bisa merespon satu-satu komen yg masuk.
Meskipun demikian, setiap komen yg masuk pasti saya baca dan saya akan berusaha sebisa mungkin merespon komen yg masuk semampu saya, terlebih yg berbentuk pertanyaan yg saya rasa akan bermanfaat bagi teman-teman pembaca blog lainnya.
October 10, 2008 at 3:01 AM
mas edison, tulisan siapapun membosankan seandainya pesimistik. dan hal itu ngak sy temukan sedikit pun di sini
Kalau sebuah blog mulai terlalu pesimistik maka cenderung ngak inspiratif hehehe kita ngak butuh kabar buruk yg didramasitir jadi tragedi hehehe kita sudah liat tayangan seperti itu di televisi. Makanya kick andy jadi keren banget saat mereka pertama kali muncul dan mengkick trend seperti itu (btw, sori kalimat terakhir itu oot)
Hopefully, situasi pasar tidak mengubah semangat dibalik tulisan tulisan mas. Salut! *sedang mengangkat botol coca cola*
October 10, 2008 at 1:56 PM
Bro Ed..
Kalau saya lihat sih sepertinya banyak istilah dan aturan baru di perekonomian syariah yg dibuat agak ‘maksa’. Mungkin dimaksudkan agar lebih ‘dekat’ dan mudah diterima oleh dunia ekonomi konvensional.
Seharusnya aturan-aturan yg dibuat kemudian tidak bertentangan dengan prinsip utama ekonomi syariah yaitu keadilan. Dan tidak perlu ‘dipaksa dekat’ dengan aturan-aturan di dunia ekonomi konvensional karena nanti malah kehilangan jati diri.
Soal artikel KTA.. sudah saya promosikan..(sekalian rapel minta izin referensi JS.com
). Banyak teman-teman di kantor yg ambil KTA akhirnya ‘ngeh’.
Btw, gara-gara krisis dunia finansial ini Premiere League terancam bangkrut lho.. termasuk our beloved team..ManYoo..:-(
October 10, 2008 at 1:58 PM
Saya setuju dengan bung Edison mengenai sistem Syariah…
Saya sendiri beragama Islam tetapi merasa kurang sreg jika temen2 pendukung ekonomi syariah (termasuk perbankan) menggunakan pendekatan (maaf) emosional. Karena bicara masalah ekonomi adalah masalah muamalah (hubungan sesama manusia) dan bukan label…
Bagi saya sebenarnya simpel saja, sistem yang diperlukan adalah sistem yang lebih ‘adil’ dan kalo bisa lebih ‘transparan’ buat semua pihak. Jadi kalo masalah nama, terserah mau pake istilah apa…
Yang kedua (maaf juga), nampaknya kita semua terlalu terpesona dengan ‘tuah’ sektor finansial dengan segala derivatifnya sehingga sektor riil yang sebenarnya menjadi sokoguru perekonomian menjadi terabaikan…
Maaf ini pandangan yg awam mengenai segala macam instrumen finansial…
Salam;
October 10, 2008 at 7:28 PM
suku bunga yg bagi anda sebagi pengontrol perekonomian justru menyebabkan tidak stabilnya perekonomian riil!
inflasi itu penyakit dari fiat money berlebih=aids penyakit akibat zina/melawan hukum alam!”
October 11, 2008 at 3:31 PM
Waspada! Otoritas Keuangan Berbohong?
“Jangan pernah merasa nyaman dengan pendapat otoritas keuangan”. Ya, kalimat itu saya rasa tepat untuk situasi saat ini, menurut beberapa otoritas keuangan, saat ini fundamental perekonomian kita masih baik, tapi angka yang ada di layar komputer tidak pernah bohong karena merefleksikan apa yang terjadi saat ini di pasar yang ditentukan oleh perbadingan antara kekuatan penawaran dan pembelian. Rupiah yang terus melorot bukanlah suatu indikator perekonomian yang baik.
October 13, 2008 at 11:54 PM
Satu tahun terakhir ini adalah masa paling menarik dalam hidup saya tidak hanya di dunia investasi saja. Susah pun bisa dibilang menarik, karena tanpa proses itu kita tidak akan matang seperti sekarang.
Ngomongin syariah, saya inget kata2 kakak, kalau mau murni syariah tinggal di hutan saja (tapi bisa ketemu bung edi ga ya..) karena biarpun suatu institusi berembel embel murni syariah, toh tetap yang diperdagangkan uang fiat/kertas bukannya emas/perak, dan itu tidak bisa dibilang murni syariah. Apakah kita tidak mengharapkan uang kertas juga saat waktu gajian tiba ? Yang bisa kita lakukan adalah memahami arus untuk bisa selamat, kalau kita mengikuti arus kita akan terhanyut bersama, tapi kalau melawan arah arus pun kita akan mati karena kehabisan tenaga..sorry oot..
October 14, 2008 at 2:33 PM
sudah berhari-hari ini saya & istri saya harap2 cemas soal situasi ekonomi kita belakangan ini, kami yakin semua ini pasti akan memberikan dampak buruk bagi keluarga kami. Tetapi satu hal yg lebih buruk
, tahun depan kita akan menghadapi pemilu…, habislah energi para pemimpin kita buat ngurusin kekuasaannya doang. Saya & istri ada ide jalan keluar praktis, kami mau jadi TKI saja ke LN…..
salam kenal…
October 14, 2008 at 8:49 PM
“Saya & istri ada ide jalan keluar praktis, kami mau jadi TKI saja ke LN…..”
Hahaha……
November 14, 2008 at 1:27 PM
Terima kasih bung Edison, tulisan anda mudah dicerna orang awam seperti saya ini. Saya ada pertanyaan nih bung, berkaitan dengan statement anda berikut:
“Sepanjang yang saya ketahui, cuma Jepang yang suku bunganya diturunkan hingga mencapai 0%. Setelah itu, Bank Sentral Jepang bagaikan kehabisan peluru sehingga perekonomian Jepang terpuruk ke resesi yang berkepanjangan”
Saya sekarang sedang studi di Jepang, punya rekening tabungan di bank, anehnya di sini tidak ada bunga dan tidak dipungut biaya administrasi alias nol. Apakah hal ini ada hubungannya dengan statement anda tadi?
Apa yang dimaksud dengan resesi berkepanjangan yang terjadi di Jepang?
Mengapa saat kondisi krisis seperti sekarang ini (dan Jepang masih resesi) justru nilai Yen lebih stabil, justru dolar dan mata uang lain menurun?
Thanks
May 12, 2009 at 12:18 AM
saya masih bingung soal bagaimana Bank Sentral menurunkan suku bunga, bagaimana menentukan nominal persentasenya semisal dari 2%-1,5%. maaf pak masih pemula hehe