<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Investor Pasif dan Bogleheads</title>
	<atom:link href="http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/</link>
	<description>Sebuah blog sederhana tentang dunia investasi dan perencanaan keuangan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 10:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>By: war_no</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-4589</link>
		<dc:creator>war_no</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 04:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-4589</guid>
		<description>coba bantu bro edison yang masih sibuk (kaleee)...
load sewaktu beli (front load) maksudnya kita kena Subscribtion Fee antara 1% s/d 3% tergantung nego, bro.

salam,
war_no</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>coba bantu bro edison yang masih sibuk (kaleee)&#8230;<br />
load sewaktu beli (front load) maksudnya kita kena Subscribtion Fee antara 1% s/d 3% tergantung nego, bro.</p>
<p>salam,<br />
war_no</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ekka</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-4577</link>
		<dc:creator>ekka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 04:28:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-4577</guid>
		<description>Bro Edison,
Salam kenal.  Aku sudah lama jadi pembaca pasifnya JS dan lagi kepengen jadi investor pasif (he he gara-gara inflasi yang minta ampun deh ... :))
Ada istilah yang aku nggak ngerti mengenai Danareksa Index Syariah yaitu yang bro tulis terkena load sewaktu beli. Apa itu ya?
FYI, backgroundku  gak ada hubungannya dengan ekonomi ...
Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bro Edison,<br />
Salam kenal.  Aku sudah lama jadi pembaca pasifnya JS dan lagi kepengen jadi investor pasif (he he gara-gara inflasi yang minta ampun deh &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<br />
Ada istilah yang aku nggak ngerti mengenai Danareksa Index Syariah yaitu yang bro tulis terkena load sewaktu beli. Apa itu ya?<br />
FYI, backgroundku  gak ada hubungannya dengan ekonomi &#8230;<br />
Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edison76</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-1761</link>
		<dc:creator>edison76</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:04:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-1761</guid>
		<description>@machadi

mekanisme pembelian RD sendiri akan tergantung kpd beberapa hal. Yang perlu diingat bahwa MI itu &#039;dibatasi&#039; kebebasannya oleh bapepam. 

Misalnya RD saham, assetnya minimal 80% mesti dalam saham. Jadi jika misalnya saat MI sudah 90% dalam bentuk saham, jika misalnya ada investor baru yg masuk, belum tentu dia akan langsung menggunakan dana baru tersebut utk beli saham. 

Jika misalkan saja dia merasa saat itu saat itu situasi pasar tidak kondusif utk melakukan pembelian, dia tidak wajib utk melakukan pembelian saat itu juga.

Sebaliknya jika misalnya saat itu assetnya &#039;cuma&#039; 80% di saham, maka meskipun dia sedang pasar tidak kondusif utk melakukan pembelian, jika ada dana baru yg masuk, mau tidak mau dia harus membeli saham.

RD index yg dikelola secara pasif, umumnya lebih jarang transaksi daripada RD yg dikelola secara aktif.

Berbeda dari yg kerap ada di bayangan setiap orang, untuk ukuran transaksi seperti yg dilakukan oleh MI, justru membeli 1 saham dalam jumlah besar bisa menimbulkan biaya yg lebih besar dibandingkan dengan membeli 10 saham dalam jumlah kecil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@machadi</p>
<p>mekanisme pembelian RD sendiri akan tergantung kpd beberapa hal. Yang perlu diingat bahwa MI itu &#8216;dibatasi&#8217; kebebasannya oleh bapepam. </p>
<p>Misalnya RD saham, assetnya minimal 80% mesti dalam saham. Jadi jika misalnya saat MI sudah 90% dalam bentuk saham, jika misalnya ada investor baru yg masuk, belum tentu dia akan langsung menggunakan dana baru tersebut utk beli saham. </p>
<p>Jika misalkan saja dia merasa saat itu saat itu situasi pasar tidak kondusif utk melakukan pembelian, dia tidak wajib utk melakukan pembelian saat itu juga.</p>
<p>Sebaliknya jika misalnya saat itu assetnya &#8216;cuma&#8217; 80% di saham, maka meskipun dia sedang pasar tidak kondusif utk melakukan pembelian, jika ada dana baru yg masuk, mau tidak mau dia harus membeli saham.</p>
<p>RD index yg dikelola secara pasif, umumnya lebih jarang transaksi daripada RD yg dikelola secara aktif.</p>
<p>Berbeda dari yg kerap ada di bayangan setiap orang, untuk ukuran transaksi seperti yg dilakukan oleh MI, justru membeli 1 saham dalam jumlah besar bisa menimbulkan biaya yg lebih besar dibandingkan dengan membeli 10 saham dalam jumlah kecil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: machadi</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-1760</link>
		<dc:creator>machadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 06:35:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-1760</guid>
		<description>Bro,
Mau tanya sedikit nih. Yang anda jelaskan kan RD index memakai strategi pasif dalam mengelola investasinya. Yang jadi pertanyaan saya:
1. Dalam rentang berapa lama sebuah MI membeli setiap sahamnya? Karena ini kan berhubungan dengan biaya pembelian yang pada akhirnya berhubungan dng NAB juga tho?
2. Jika RD ini merefleksikan index tertentu, bearti MI akan membeli semua saham yang  ada diindex. Apakah biaya yang dikeluarkan ga besar ya? dibanding hanya membeli beberapa saham unggulan tapi dengan porsi yang besar.

Thanks sebelumnya, soalnya saya masih bingung soal RD. Walaupun sudah punya beberapa koleksi RD dalam jumlah yg ga banyak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bro,<br />
Mau tanya sedikit nih. Yang anda jelaskan kan RD index memakai strategi pasif dalam mengelola investasinya. Yang jadi pertanyaan saya:<br />
1. Dalam rentang berapa lama sebuah MI membeli setiap sahamnya? Karena ini kan berhubungan dengan biaya pembelian yang pada akhirnya berhubungan dng NAB juga tho?<br />
2. Jika RD ini merefleksikan index tertentu, bearti MI akan membeli semua saham yang  ada diindex. Apakah biaya yang dikeluarkan ga besar ya? dibanding hanya membeli beberapa saham unggulan tapi dengan porsi yang besar.</p>
<p>Thanks sebelumnya, soalnya saya masih bingung soal RD. Walaupun sudah punya beberapa koleksi RD dalam jumlah yg ga banyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yogha</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-935</link>
		<dc:creator>Yogha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 04:30:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-935</guid>
		<description>brarti untuk prefer nya lebih ke ETF atau RD index bro?
klo kasus om buffet kan di luar sana bro, klo di indonesia gmn? yg saya dengar ETF masih baru n kurang peminat, tktnya malah ga likuid ya klo seperti itu



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Edison:&lt;/strong&gt; Kalau di luar negeri, memilih antara RD Index dan ETF, akan kembali kepada profil investasinya, terutama apakah investasinya rutin ataupun lump-sum, lalu berapa komisi broker jika seandainya memakai ETF.

Sayangnya RD Index di Indonesia cuma 1 yaitu Danareksa Index Syariah yg berbasis JII, dan setahu saya terkena Load sewaktu beli.

Masalah likuid (atau tidaknya) ETF Index Indonesia, setelah saya amati langsung, sepertinya tidak bermasalah. Faktor likuid/tidak ini pengaruhnya cuma akan terasa jika misalnya akibat tidak likuid, spread jual belinya besar. Tetapi di lapangan, spread jual beli seringkali cuma 1 rupiah. Jadi dalam hal ini, likuid/tidaknya ETF tersebut tidak berpengaruh.

Faktor likuid/tidak ini mungkin juga akan berpengaruh ketika misalnya kita ingin menjual keseluruhan investasi kita tersebut. Misalnya saja kita punya 100 ribu LOT, dan ingin dijual semua dengan cepat (misalnya terkena musibah sehingga terpaksa harus mencairkan investasinya), memang akan mempunyai kendala. Tetapi mungkin hanya sedikit orang yg akan mengalami permasalahan ini. 

Lagipula bagi investor jangka panjang yg scope investasinya 10-20 tahun, seharusnya ini juga bukan masalah besar. Saya pikir, seharusnya 10 thn lagi ETF sudah lebih memasyarakat sehingga pangsa pasarnya besar sehingga waktu itu utk melepas 100 ribu LOT pun tidak sulit...
&lt;/blockquote&gt;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>brarti untuk prefer nya lebih ke ETF atau RD index bro?<br />
klo kasus om buffet kan di luar sana bro, klo di indonesia gmn? yg saya dengar ETF masih baru n kurang peminat, tktnya malah ga likuid ya klo seperti itu</p>
<blockquote><p><strong>Edison:</strong> Kalau di luar negeri, memilih antara RD Index dan ETF, akan kembali kepada profil investasinya, terutama apakah investasinya rutin ataupun lump-sum, lalu berapa komisi broker jika seandainya memakai ETF.</p>
<p>Sayangnya RD Index di Indonesia cuma 1 yaitu Danareksa Index Syariah yg berbasis JII, dan setahu saya terkena Load sewaktu beli.</p>
<p>Masalah likuid (atau tidaknya) ETF Index Indonesia, setelah saya amati langsung, sepertinya tidak bermasalah. Faktor likuid/tidak ini pengaruhnya cuma akan terasa jika misalnya akibat tidak likuid, spread jual belinya besar. Tetapi di lapangan, spread jual beli seringkali cuma 1 rupiah. Jadi dalam hal ini, likuid/tidaknya ETF tersebut tidak berpengaruh.</p>
<p>Faktor likuid/tidak ini mungkin juga akan berpengaruh ketika misalnya kita ingin menjual keseluruhan investasi kita tersebut. Misalnya saja kita punya 100 ribu LOT, dan ingin dijual semua dengan cepat (misalnya terkena musibah sehingga terpaksa harus mencairkan investasinya), memang akan mempunyai kendala. Tetapi mungkin hanya sedikit orang yg akan mengalami permasalahan ini. </p>
<p>Lagipula bagi investor jangka panjang yg scope investasinya 10-20 tahun, seharusnya ini juga bukan masalah besar. Saya pikir, seharusnya 10 thn lagi ETF sudah lebih memasyarakat sehingga pangsa pasarnya besar sehingga waktu itu utk melepas 100 ribu LOT pun tidak sulit&#8230;
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: putrie_kmps</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-809</link>
		<dc:creator>putrie_kmps</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 01:39:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-809</guid>
		<description>berarti klo untuk jangka waktu 20 tahun lebih baik reksadana index ya. Tp di RD index yang ada di Indo ga bisa minimal subsc 100rban ya (low budget incvestor). Mau pake metode DCA nih



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Edison:&lt;/strong&gt; lol, ini tikus yang hidup di lumbung padi malah bertanya kepada tikus yang di luar lumbung padi.... putrie kan kerja di &#039;lumbung padi&#039;...seharusnya malahan putrie yg berbagi info dong...&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berarti klo untuk jangka waktu 20 tahun lebih baik reksadana index ya. Tp di RD index yang ada di Indo ga bisa minimal subsc 100rban ya (low budget incvestor). Mau pake metode DCA nih</p>
<blockquote><p><strong>Edison:</strong> lol, ini tikus yang hidup di lumbung padi malah bertanya kepada tikus yang di luar lumbung padi&#8230;. putrie kan kerja di &#8216;lumbung padi&#8217;&#8230;seharusnya malahan putrie yg berbagi info dong&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edison76</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-39</link>
		<dc:creator>edison76</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 00:29:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-39</guid>
		<description>reksadana index untuk bursa saham Indonesia setahu saya baru ada satu. tapi acuannya ke Jakarta Islamic Index dan bukan LQ45. Kalau untuk ETF Index ada 1, kodenya R-LQ45X

Untuk reksadana index di Hongkong, saya kurang tahu. Menurut saya, seharusnya sih ada. Nanti saya coba cari tahu.

Untuk investasi di reksadana, tentunya melalui agen penjual reksadana itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>reksadana index untuk bursa saham Indonesia setahu saya baru ada satu. tapi acuannya ke Jakarta Islamic Index dan bukan LQ45. Kalau untuk ETF Index ada 1, kodenya R-LQ45X</p>
<p>Untuk reksadana index di Hongkong, saya kurang tahu. Menurut saya, seharusnya sih ada. Nanti saya coba cari tahu.</p>
<p>Untuk investasi di reksadana, tentunya melalui agen penjual reksadana itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: toto_pwr</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-31</link>
		<dc:creator>toto_pwr</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 07:31:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-31</guid>
		<description>Thanks atas info dan pencerahannya. Saya jadi tertarik untuk investasi di reksadana index. Apakah reksadana jenis index ini ada di Indonesia?
Jika di Indonesia tidak ada, Hangseng ada? dan bisa kasih &quot;petunjuk&quot; untuk mendapatkannya? Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks atas info dan pencerahannya. Saya jadi tertarik untuk investasi di reksadana index. Apakah reksadana jenis index ini ada di Indonesia?<br />
Jika di Indonesia tidak ada, Hangseng ada? dan bisa kasih &#8220;petunjuk&#8221; untuk mendapatkannya? Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edison76</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-25</link>
		<dc:creator>edison76</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 04:06:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-25</guid>
		<description>salam kenal bro investor, thanks buat waktunya membaca blog dan juga memberikan comment.

Setiap investasi pasti tentunya memiliki resiko, termasuk juga reksadana index. Bahkan membeli obligasi negara pun mengandung resiko.

Di sini, yang saya katakan adalah bahwa dengan Reksadana index, seorang investor akan terhindar dari resiko bahwa Manajer Investasinya &quot;salah memilih saham&quot;. Resiko-resiko lainnya yang terkandung dalam investasi tetap tidak bisa dihilangkan. 

Reksadana sendiri tidak 100% sempurna. Sebagai contoh, dalam post &quot;ETF dan ETN&quot;, saya menuliskan adanya tidak bisa dihindarinya &quot;tracking error&quot; sehingga reksadana (&amp;ETF) tidak bisa meniru 100% kinerja index (meskipun tracking error ini nilainya sangat kecil)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal bro investor, thanks buat waktunya membaca blog dan juga memberikan comment.</p>
<p>Setiap investasi pasti tentunya memiliki resiko, termasuk juga reksadana index. Bahkan membeli obligasi negara pun mengandung resiko.</p>
<p>Di sini, yang saya katakan adalah bahwa dengan Reksadana index, seorang investor akan terhindar dari resiko bahwa Manajer Investasinya &#8220;salah memilih saham&#8221;. Resiko-resiko lainnya yang terkandung dalam investasi tetap tidak bisa dihilangkan. </p>
<p>Reksadana sendiri tidak 100% sempurna. Sebagai contoh, dalam post &#8220;ETF dan ETN&#8221;, saya menuliskan adanya tidak bisa dihindarinya &#8220;tracking error&#8221; sehingga reksadana (&amp;ETF) tidak bisa meniru 100% kinerja index (meskipun tracking error ini nilainya sangat kecil)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Forum Investor</title>
		<link>http://janganserakah.com/2008/06/12/investor-pasif-dan-bogleheads/#comment-24</link>
		<dc:creator>Forum Investor</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 03:19:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://janganserakah.wordpress.com/?p=39#comment-24</guid>
		<description>Reksadana Index memang reksadana yang relatif aman tapi bukan tanpa risiko.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Reksadana Index memang reksadana yang relatif aman tapi bukan tanpa risiko.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
